OK

5 Peraturan Rumah Cluster yang Perlu Diketahui

Peraturan Rumah ClusterDewasa ini, perumahan tipe cluster sedang banyak dicari oleh masyarakat yang hendak membeli rumah.

Rumah cluster memiliki lebih banyak keunggulan jika dibandingkan dengan perumahan biasa. 

Beberapa di antaranya adalah sistem keamanan yang lebih ketat, dilengkapi fasilitas modern dan berada di lokasi yang strategis.

Meski begitu, rumah cluster ternyata mempunyai beberapa peraturan yang wajib dipatuhi.

Lalu, apa saja itu? Yuk, simak ulasan lengkapnya di bawah ini!

Apa yang dimaksud dengan perumahan cluster?

Perumahan Cluster AdalahRumah cluster adalah jenis hunian tapak yang terdiri dari berbagai pilihan tipe unit, serta dibangun dalam satu lingkungan tertentu.

Jenis cluster pun biasanya memiliki pilihan tipe unit dengan desain yang berbeda-beda. 

Untuk jumlahnya sendiri, hunian cluster mempunyai unit terbatas mulai dari belasan hingga puluhan rumah.

Selain itu, yang membedakan hunian cluster dengan perumahan biasa adalah, antarhunian di dalam cluster biasanya tidak dibatasi oleh pagar dan hanya menggunakan pembatas tembok beton berukuran pendek.

Sebuah perumahan cluster biasanya dikembangkan oleh developer, sedangkan rumah non cluster dapat dibangun sendiri oleh orang yang memiliki lahan.

Peraturan Rumah Cluster 

Hanya Memiliki Akses Satu Pintu

Berbagai Peraturan Rumah ClusterPerumahan cluster biasanya memiliki sistem gerbang satu pintu sebagai fasilitas keamanannya. Ini berguna agar lingkungan perumahan semakin kondusif dan privat.

Di pintu gerbang pun biasanya akan dijaga oleh satpam, yakni untuk memantau siapa saja yang hendak keluar-masuk area cluster.

Tidak Bisa Direnovasi

Tidak bisa merenovasi rumah adalah salah satu peraturan rumah cluster yang mau tidak mau harus dipatuhi.

Developer biasanya tidak akan mengizinkan penghuni untuk merenovasi rumah, apalagi jika mengubah fasad rumah.

Tapi hal ini bisa dijadikan pengecualian, jika Anda sudah memiliki kesepakatan dengan developer.

Biasanya, rumah baru dapat direnovasi bagian depannya dalam jangka waktu tertentu. Ini tentu dapat dinegosiasikan dengan pengembang.

Rumah cluster sengaja dibuat seragam untuk menjaga kerapian dan estetika. Karena itu, perumahan ini dikenal akan keindahan lingkungannya.

Baca juga:

Contoh Perumahan Cluster yang Super Aman dan Nyaman

Tidak Memiliki Pagar Rumah

Biasanya tipe rumah cluster memiliki konsep terbuka tanpa pagar. Lahan di depan rumah dilengkapi taman mini dan sebuah carport.

Adapun alasan dibuatnya rumah tanpa pagar, ialah rumah cluster sudah memiliki tingkat keamanan yang tinggi dan dijaga oleh security serta CCTV selama 24 jam. 

Karena itu bagi Anda yang ingin membeli rumah cluster, sebaiknya tidak memaksakan membangun pagar sendiri.

Wajib Membayar Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL)

Biaya IPL rumah cluster umumnya lebih mahal bila dibandingkan dengan perumahan biasa.

Hal tersebut dikarenakan, jumlah rumah yang menanggung biaya pengelolaan lingkungan lebih sedikit. 

Belum lagi jika cluster tersebut memiliki fasilitas yang lebih lengkap, sehingga membutuhkan biaya perawatan yang lebih dari biasanya.

Dilarang Berjualan

Peraturan rumah cluster yang selanjutnya adalah larangan berjualan di dalam area perumahan. 

Sebuah unit rumah cluster yang memiliki fungsi sebagai tempat tinggal, tidak boleh dialihfungsikan sebagai area komersial.

Selain itu, rumah yang digunakan sebagai tempat berjualan berpotensi dapat mengganggu lingkungan dan kenyamanan sekitar.

Perbedaan Perumahan Residence, Cluster dan Townhouse

Perbedaan Perumahan Residence, Cluster dan TownhouseSetelah mengulas perumahan cluster, penting pula mengetahui perbedaan antara perumahan cluster, residence, dan townhouse.

Pada dasarnya, komplek perumahan residence memiliki jumlah hunian yang bisa mencapai ratusan bahkan ribuan rumah. Tapi, beberapa tipe unit memiliki desain yang seragam.

Biasanya tipe residence dikembangkan pada wilayah yang masih baru, sehingga kawasannya dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti tempat ibadah, taman, sarana olahraga, dan sebagainya.

Tipe residence pun memiliki beberapa akses keluar-masuk kendaraan. Penjagaannya tidak terlalu ketat, sehingga tamu lebih mudah masuk ke dalam area perumahan.

Perbedaan yang paling mencolok adalah, unit di perumahan residence dapat diubah tampak depannya sesuai kebutuhan penghuni.

Berbeda dengan residence, rumah cluster biasanya dibangun di lokasi yang strategis bahkan dekat dengan pusat kota.

Tipe cluster memiliki sistem keamanan yang lebih ketat, dengan mengaplikasikan sistem keamanan satu pintu dan pembatasan akses.

Karena itu jika ingin memiliki hunian dengan jumlah penghuni yang lebih sedikit, Anda bisa memilih townhouse.

Nah, itulah ulasan mengenai peraturan rumah cluster dan perbedaanya dengan residence serta townhouse.

Sedang mencari perumahan tipe cluster? Terdapat beberapa opsi menarik yang bisa Anda pilih, di antaranya Cluster Alma di Citra Garden Puri, Cluster 67 Kebagusan, atau Asya Jakarta Garden City.

Semoga informasi di atas bermanfaat, ya.

Baca juga:

5 Rekomendasi Rumah Cluster Minimalis yang Nyaman untuk Ditinggali

 

Author:

Rachmi Arin Timomor

Rekomendasi Properti