OK

Panduan dan Tata Cara Mengurus SHGB Terbaru

21 Nopember 2022 · 3 min read · by Citra Purnama Sari

SHGB

Foto: michalsons.com

Bagi Anda yang akrab dengan dunia properti, maka istilah SHGB atau Sertifikat Hak Guna Bangunan tentu sudah tidak asing lagi.

SHGB merupakan bukti kepemilikan hak menggunakan bangunan di atas sebuah lahan yang bukan miliknya.

Sertifikat ini sangat umum digunakan jika Anda mengelola bangunan di atas tanah milik orang lain, bisa perorangan, lembaga, bahkan pemerintah.

Apa saja persyaratan untuk memiliki SHGB? Berikut informasi selengkapnya.

Baca juga:

Begini Cara Mengubah HGB ke SHM melalui Kantor BPN

Perbedaan SHGB dengan SHM

Perbedaan SHGB dengan SHM

Foto: scitechdaily.com

Selain SHGB, kita juga mengenal istilah Sertifikat Hak Milik atau SHM. Keduanya jelas memiliki perbedaan.

SHM merupakan bukti kepemilikan paling kuat karena pemegang sertifikat ini memiliki hak memiliki lahan tanpa batas waktu sehingga bisa diwariskan.

Berbeda dengan SHGB yang sifatnya ‘meminjam’, SHM menjadi sebuah bukti bahwa Anda adalah pemegang kuasa dan kepemilikan secara penuh atas lahan tersebut.

Dikarenakan perbedaan ini juga, SHGB harus diperpanjang ketika masa berlaku sudah berakhir.

Pemilik lahan juga bisa menghentikan kesepakatan jika pemegang SHGB sudah tidak memenuhi persyaratan.

Baca juga:

Inilah Perbedaan HGB dan SHM yang Perlu Diketahui

Persyaratan Mengurus SHGB

Persyaratan Mengurus SHGB

Foto: smartidiom.pt

Jika Anda ingin membuka usaha dan berniat untuk membangun gedung di atas tanah pinjaman, maka SHGB menjadi dokumen esensial yang harus dimiliki.

Anda dapat mengurusnya secara perseorangan, asal luas tanah tidak lebih dari 3000 m². Jika tanah memiliki luas maksimal 20.000 m², maka Anda dapat mengurusnya di Kepala Kantor Pertanahan.

Untuk luas tanah perseorangan lebih dari 600 m² namun kurang dari 10.000 m², maka Anda bisa mengurusnya ke Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional.

Tata cara mengurus SHGB yang pertama adalah mengumpulkan dokumen sebagai persyaratan, antara lain:

  • Fotokopi identitas diri
  • Sertifikat
  • Girik
  • Surat kavling
  • Surat-surat bukti pelepasan hak pelunasan tanah atau rumah
  • PPAT
  • Akta pelepasan hak
  • Putusan pengadilan
  • Surat ukur
  • Gambar situasi dan IMB (jika ada)

Cara Mengurus SHGB

Cara Mengurus SHGB

Foto: lingualinx.com

Setelah persyaratan yang diminta sudah lengkap, selanjutnya Anda dapat membuat permohonan secara tertulis yang ditujukan kepada pihak berwenang.

Antara lain Kepala Kantor Pertanahan/Kepala Kanwil BPN/Kepala BPN. Jangan lupa untuk membawa berkas yang sudah disiapkan sebelumnya sehingga bisa langsung diperiksa.

Pihak pemeriksa akan memerintahkan Kepala Seksi Pengukuran dan Pendaftaran Tanah untuk melakukan pengukuran jika Anda belum memiliki surat ukur.

Selanjutnya Kepala Kantor Pertanahan/Kepala Kanwil BPN/Kepala BPN akan menugaskan Kepala Seksi Hak atas Tanah untuk memeriksa permohonan.

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan apakah data telah cukup untuk membuat Risalah Pemeriksaan Tanah.

Jika proses di atas berjalan lancar, maka selanjutnya ada penerbitan surat keputusan.

Saat Kutipan Surat Keputusan Pemberian Hak Guna Bangunan diterima, maka Anda harus membayar uang pemasukan kepada negara.

Jumlahnya ditentukan dalam keputusan pemberian haknya.

Setelah membayar, terdapat proses pembukuan HGB, penerbitan, penandatanganan, dan penyerahan sertifikat.

Baca juga:

Inilah Contoh Surat Permohonan ke BPN

Kewajiban Pemilik Sertifikat HGB

Setelah menerima SHGB tentu ada kewajiban yang wajib dipenuhi oleh pemegang sertifikat.

Antara lain menggunakan lahan sesuai dengan persyaratan dan peruntukan yang sudah disepakati dalam keputusan pemberian hak.

Selanjutnya pemegang sertifikat juga wajib menjaga tanah dan bangunan baik, misalnya menjaga kebersihan dan kelestariannya.

Jika hak guna bangunan tersebut habis karena jangka waktu yang berakhir dan tidak diperpanjang, maka pemegang sertifikat wajib menyerahkan lahan tersebut kepada pemilik aslinya.

Baik perseorangan maupun milik lembaga dan negara.

Itulah penjelasan mengenai SHGB dan cara mengurusnya. Jika Anda tertarik untuk memiliki properti lainnya maka Rumah123 punya banyak rekomendasi menarik.

Antara lain Klaska Residence, Grand City Balikpapan, dan masih banyak lagi. Semoga artikel ini memberi Anda wawasan baru mengenai dunia properti, ya.