Apakah Investasi Properti Masih Menguntungkan di 2026?
Terakhir diperbarui 06 Maret 2026 · 7 min read · by Rachmi Arin Timomor

Investasi properti 2026 sangat menguntungkan berkat perpanjangan insentif PPN DTP 100% hingga akhir tahun dan suku bunga BI yang stabil di 4,75%.
Segmen milenial menjadi penggerak utama, sehingga unit compact dekat akses transportasi publik memiliki potensi capital gain dan yield sewa tertinggi.
Namun, sebagai investor, Anda mesti cermat memilih lokasi strategis dan berorientasi jangka panjang di tengah tantangan perizinan dan daya beli yang belum pulih sepenuhnya.
Ingin mendapatkan insight lebih lanjut seputar investasi properti? Berikut adalah detail faktor-faktor yang membuat investasi properti di 2026 sangat strategis:
Ringkasan Investasi Properti di Indonesia Tahun 2026
| Faktor Utama | Data / Kebijakan 2026 | Dampak bagi Investor Properti |
|---|---|---|
| Insentif Pajak Properti | Pemerintah memberikan PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) 100% untuk pembelian rumah baru hingga Rp2 miliar sesuai PMK No. 90/2025. | Harga beli properti menjadi lebih rendah karena pembeli tidak perlu membayar PPN 11%. Hal ini meningkatkan minat beli dan potensi kenaikan transaksi properti. |
| Suku Bunga BI Rate | BI Rate berada di level 4,75% pada awal 2026, lebih rendah dibanding puncak suku bunga 2024. | Suku bunga KPR menjadi lebih kompetitif sehingga mendorong pertumbuhan kredit properti. |
| Demografi Pembeli | Milenial dan Gen Z mulai mendominasi pasar properti sebagai pembeli rumah pertama. | Permintaan meningkat untuk rumah compact, fungsional, dan dekat transportasi publik. Properti tipe ini memiliki potensi capital gain dan yield sewa lebih tinggi. |
| Tren Properti Baru | Properti dengan konsep smart home, green living, dan ESG semakin diminati. | Properti berkonsep ramah lingkungan dapat memiliki harga lebih tinggi dibanding properti konvensional. |
| Lokasi dengan Potensi Tinggi | Kawasan dekat infrastruktur seperti LRT, MRT, dan kota mandiri terus berkembang. | Properti di sekitar transportasi massal dan pusat ekonomi baru berpotensi mengalami kenaikan harga lebih cepat dibanding lokasi lain. |
| Tantangan Pasar | Daya beli masyarakat belum pulih sepenuhnya dan proses perizinan masih menjadi hambatan di beberapa daerah. | Investor perlu lebih selektif dalam memilih lokasi, developer, dan strategi investasi jangka panjang. |
Faktor yang Membuat Investasi Properti di 2026 Masih Menarik
1. Insentif PPN DTP 100%
Pemerintah secara resmi PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) melalui PMK No. 90/2025 yang berlaku sepanjang tahun 2026.
Berkat insentif tersebut, Anda sebagai pembeli properti tidak perlu membayar pajak sebesar 11 persen kepada negara karena pemerintah sudah menanggungnya.
Hasilnya, harga properti yang Anda beli bisa lebih rendah secara signifikan.
Namun perlu digarisbawahi, insentif ini hanya berlaku untuk properti yang baru dijual oleh pengembang dalam kondisi siap serah terima.
Jadi, insentifnya tidak berlaku untuk rumah atau apartemen bekas.
Kemudian, diskon pajak 100 persen ini berlaku untuk properti dengan harga hingga Rp2 miliar.
Untuk properti dengan kisaran harga Rp2-5 miliar, diskon 100 persen berlaku untuk porsi Rp2 miliar pertama.
2. Suku Bunga BI Rate yang Lebih Bersahabat
Faktor berikutnya yang membuat investasi properti menarik di 2026 adalah suku bunga acuan atau BI-Rate yang dipertahankan di 4,75 persen.
Level ini jauh lebih rendah dibanding puncak suku bunga tahun-tahun sebelumnya.
Tak heran, bank-bank besar kini juga mulai menawarkan promo KPR non subsidi dengan bunga fixed yang kompetitif.
Penurunan suku bunga ini diprediksi akan mendorong pertumbuhan kredit properti hingga 7-8% sepanjang tahun 2026.
Berikut adalah data historis BI-Rate menurut data di situs resmi Badan Pusat Statistik:
| Tahun | Periode | Suku Bunga (%) | Konteks Kebijakan |
| 2021 | Jan – Des | 3,50% | Level terendah sepanjang masa untuk stimulus pandemi. |
| 2022 | Jan – Juli | 3,50% | Mempertahankan suku bunga rendah untuk pemulihan. |
| Agst – Des | 3,75% → 5,50% | Mulai naik (total 200 bps) untuk merespons inflasi global. | |
| 2023 | Januari | 5,75% | Kenaikan awal tahun untuk stabilitas. |
| Feb – Sept | 5,75% | Ditahan cukup lama (pause) untuk memantau pasar. | |
| Oktober | 6,00% | Naik mengejutkan untuk menjaga nilai tukar Rupiah. | |
| Nov – Des | 6,00% | Penutupan tahun yang stabil. | |
| 2024 | Jan – Maret | 6,00% | Stabil di kuartal pertama. |
| April – Juli | 6,25% | Puncak tertinggi untuk menekan pelemahan Rupiah. | |
| Sept – Des | 6,25% → 6,00% | Mulai pelonggaran moneter (pivot) di akhir tahun. | |
| 2025 | Sepanjang Tahun | 6,00% → 4,75% | Tren penurunan bertahap (total 125 bps) sepanjang 2025. |
| 2026 | Januari | 4,75% | Ditahan tetap pada Rapat Dewan Gubernur (RDG). |
| Februari | 4,75% | Ditahan tetap untuk menjaga stabilitas di tengah inflasi 3,55%. | |
| Maret (Berjalan) | 4,75% | Posisi terkini (berdasarkan data Maret 2026). |
3. Pergeseran Target Pasar
Pada 2026, target pasar properti mulai bergeser.
Sekarang, gen z mulai masuk ke pasar properti secara masif.
Hal ini sempat diungkapkan dalam Sinar Mas Land Property Outlook 2026, Rabu (25/2/2026), di Jakarta.
Namun, gen z tidak membeli rumah mewah yang luas. Mereka mencari rumah yang:
- Compact & Functional: Unit dengan desain minimalis namun memiliki fitur smart home.
- ESG & Green Living: Properti yang ramah lingkungan dan memiliki banyak ruang terbuka hijau kini memiliki nilai jual dan nilai sewa lebih tinggi (preminya bisa mencapai 5-10% lebih mahal).
Tips Menjalankan Investasi Properti agar Untung di 2026
1. Pilih Lokasi dengan Infrastruktur dan Akses yang Baik
Sebelum memulai bisnis properti atau membeli properti, sebaiknya pertimbangkan dengan matang mengenai lokasi yang akan dipilih.
Apakah lokasi tersebut memiliki infrastruktur yang baik? Atau, apakah aksesnya mudah dilalui transportasi umum?
Makin strategis lokasi yang dipilih, maka makin tinggi harga jualnya.
Hal tersebut tentu akan meningkatkan nilai investasi di masa mendatang.
Lokasi sangat memengaruhi harga jual properti, maka itu sangat penting memilih kawasan yang mudah dijangkau dan dekat dengan fasilitas publik.
Berikut adalah lokasi yang bisa Anda pertimbangkan:
-
Koridor Jakarta Timur (Cipayung & Ciracas): Menjadi primadona baru karena integrasi LRT Jabodebek.
-
Kawasan Tangerang (BSD & Sekitarnya): Tangerang dianggap paling stabil bagi investor karena fasilitas kota mandiri yang sudah matang.
-
Koridor MRT Fase 2: Area di sepanjang jalur MRT yang sedang berkembang menawarkan potensi yield sewa tinggi bagi Anda yang menyasar pasar profesional perkotaan.
2. Riset Harga Pasar Properti
Saat sudah menetapkan sebuah lokasi, hal selanjutnya yang perlu dilakukan adalah melakukan riset harga pasar untuk mengetahui tren.
Makin mengenal harga pasar di suatu kawasan, maka Anda makin mudah untuk melakukan perbandingan.
Dengan begitu, tidak sulit untuk menentukan harga jual properti. Anda bisa melakukan cek harga pasar secara langsung atau online.
Dengan cara ini, kita bisa mendapatkan harga terbaik untuk melakukan investasi properti.
Penting juga untuk mengetahui indikator pasar properti yang sehat di Indonesia.
3. Memilih Developer Terpercaya
Jika ingin membeli produk terpercaya, pastikan memilih developer yang sudah berpengalaman dan banyak dikenal masyarakat.
Hal ini dapat dilakukan untuk menghindari penipuan atau hal-hal yang bisa merugikan di kemudian hari.
Lakukan riset terhadap track record pengembang, lalu lakukan survei harga di berbagai laman properti seperti Rumah123.
Beberapa developer properti tepercaya di Indonesia di antaranya adalah:
-
Sinar Mas Land
-
Ciputra Group
-
Summarecon Agung
-
Agung Podomoro Land
-
Agung Sedayu Group
-
Pakuwon Jati
-
Alam Sutera Realty
-
Astra Land Indonesia
-
Paramount Land
-
Intiland Development
-
Adhi Commuter Properti (LRT City)
-
Wika Realty
-
PP Properti
Keuntungan Menjalankan Investasi Properti
1. Berpotensi Mendapatkan Capital Gain yang Besar
Hal pertama yang membuat masyarakat tertarik untuk membeli properti dan dijadikan sebagai investasi, ialah capital gain yang besar.
Capital gain adalah jumlah keuntungan seorang investor saat ia menjual kembali aset propertinya.
Banyak faktor yang menentukan aset memiliki kenaikan harga yang tinggi saat dijual, di antaranya lokasi, infrastruktur, dan aksesnya.
Jika faktor-faktor ini dianggap baik atau mumpuni, biasanya harga jual sebuah properti akan meningkat.
2. Harga Properti Cenderung Naik dalam Jangka Panjang
Seperti yang diketahui, pesatnya kenaikan jumlah penduduk sering kali tidak dibarengi dengan ketersediaan lahan tempat tinggal.
Karena itu, inilah yang menjadi faktor penyebab properti cenderung tinggi setiap tahunnya.
Faktor lain juga dipengaruhi oleh naiknya harga bahan bangunan.
Kenaikan harga yang melejit menjadi keuntungan bagi investasi properti, terutama bagi Anda yang berniat melakukan investasi jangka panjang dan menjadikannya sebuah aset.
3. Dapat Menjadi Agunan saat Mengajukan Pinjaman
Selain dijadikan aset investasi, keuntungan memiliki sebuah properti adalah dapat dijadikan agunan saat mengajukan pinjaman ke bank.
Jika dalam keadaan terdesak dan sewaktu-waktu membutuhkan banyak dana, Anda bisa menjadikan properti sebuah jaminan asalkan surat-suratnya lengkap.
Dari segi legalitas, properti yang dijadikan agunan pun dijamin oleh undang-undang dan terbilang aman.
FAQ
1. Apakah investasi properti masih menguntungkan di 2026?
Ya. Properti masih menarik karena adanya insentif pajak, suku bunga KPR yang lebih stabil, dan permintaan pasar yang tetap tinggi.
2. Apa faktor yang mendorong pasar properti di 2026?
Insentif PPN DTP, suku bunga BI Rate sekitar 4,75%, serta pembangunan infrastruktur baru.
3. Properti seperti apa yang paling diminati?
Rumah atau apartemen compact dan dekat transportasi publik.
4. Apakah harga properti akan terus naik?
Secara jangka panjang, harga properti cenderung meningkat karena keterbatasan lahan.
5. Apa risiko investasi properti saat ini?
Daya beli yang belum pulih sepenuhnya dan lokasi properti yang kurang strategis.
Referensi
- Bank Indonesia. BI-Rate Tetap 4,75%: Mendorong Pertumbuhan Ekonomi, Mempertahankan Stabilitas. Siaran Pers. Diakses 5 Maret 2026.
https://www.bi.go.id/id/publikasi/ruang-media/news-release/Pages/sp_281326.aspx - Badan Pusat Statistik. Data BI Rate. Diakses 5 Maret 2026.
https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/Mzc5IzI=/bi-rate.html
Tahapan Selanjutnya
Cara Investasi Properti untuk Pemula: Pengertian & Keuntungan
Ini 8 Jenis-jenis Properti, Apa Saja?
Apakah Investasi Properti Masih Menguntungkan di 2026?
6 Lokasi Terbaik untuk Investasi Properti di Indonesia
Lebih Baik Investasi Rumah atau Apartemen, Ini Jawabannya
Inilah 5 Keuntungan Investasi Rumah & Tips Memulainya
Untung Rugi Investasi Apartemen dan Cara Memilihnya untuk Pemula agar Menguntungkan
Perhitungan Bisnis Properti Menggunakan ROI & Cap Rate







