Panduan Tinggal di Apartemen dalam Situasi Darurat

Tinggal di Apartemen

 

Tinggal di apartemen menjadi pilihan banyak orang yang berdomisili di kota besar, khususnya Daerah Khusus Ibu kota (DKI) Jakarta.

 

Apartemen sendiri serupa dengan rumah susun, yakni hunian yang bangunannya bertingkat dan dibangun dalam suatu lingkungan.

 

Namun, biasanya apartemen dibangun untuk memenuhi permintaan hunian kelas menengah atas.

 

Dalam bangunan apartemen tidak hanya ada unit hunian saja, tetapi juga dilengkapi oleh sejumlah fasilitas yang dapat digunakan bersama.

 

Jenis hunian yang satu ini dianggap cocok untuk orang kota yang bersifat individualis, karena dinilai lebih private dan bebas.

 

Kendati demikian, tetap ada peraturan tinggal di apartemen yang harus diketahui dan dipatuhi oleh penghuninya.

 

Peraturan Umum Tinggal di Apartemen

Peraturan Tinggal di Apartemen

 

Secara umum, peraturan tinggal di apartemen tercantum dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 4 Tahun 1988 pasal 61 ayat 2.

 

Ya peraturan tersebut memang tentang rumah susun, tetapi apartemen adalah properti serupa, sehingga peraturannya tidak jauh berbeda.

 

Berdasarkan peraturan tersebut, ada sejumlah hak dan kewajiban yang harus dipenuhi oleh penghuni apartemen.

 

Nah mengacu pada PP tersebut, pengelola apartemen pun membuat turunan peraturan dan tata tertib yang wajib dipatuhi.

 

Peraturan dan tata tertib setiap apartemen pasti berbeda-beda, tetapi secara umum memuat ketentuan berikut ini.

 

1. Unit apartemen hanya diperuntukkan sebagai tempat tinggal.

2. Penghuni wajib memelihara standar warna dan kebersihan pintu masuk unit apartemen.

3. Mengendalikan volume suara—yang berasal dari dalam unit apartemen—dalam batas-batas wajar.

4. Meredam bau yang berasal dari dalam unit apartemen yang mengganggu penghuni lain.

5. Mengizinkan pengelola memasuki unit apartemen untuk melakukan pemeliharaan yang harus dilakukan.

6. Penghuni dilarang melakukan perbuatan asusila dan menyalahgunakan narkoba dalam unit apartemen.

 

Intinya, peraturan yang wajib dipatuhi menyangkut tanggung jawab pribadi dalam menggunakan, memelihara dan merawat unit apartemen.

 

Penghuni juga wajib mengawasi aktivitas anggota keluarga atau asisten rumah tangga (ART) dari berbagai hal yang mengancam keselamatan.

 

Baik keselamatan mereka sendiri maupun keselamatan penghuni apartemen lainnya.

 

Selain itu, jika kamu berminat tinggal di apartemen, maka harus memperhatikan biaya tinggal di apartemen. Di antaranya meliputi biaya hak guna bangunan (HGB), iuran pengelolaan lingkungan (IPL), sinking fund, biaya listrik dan air, dan lain sebagainya.

 

Nah, sekarang kamu sudah tahu peraturan umum tinggal di apartemen, lalu apa yang harus dilakukan jika terjadi situasi darurat?

 

Panduan Tinggal di Apartemen Apabila Terjadi Situasi Darurat

Panduan Tinggal di Apartemen

Kebakaran

Apartemen dengan sistem pengelolaan yang baik biasanya dilengkapi oleh smoke atau heat detector, serta fire alarm.

 

Ketiga alat tersebut bakal otomatis menyala apabila ada api atau asap dalam unit apartemen atau di lingkungan sekitarnya.

 

Namun jika alat tersebut tidak ada dan kebetulan terjadi kebakaran di lantai tempat kamu tinggal, segera hubungi pihak pengelola.

 

Bila mampu, lakukan upaya pemadaman dengan peralatan yang ada di lantai apartemen tersebut.

 

Gempa Bumi

Jika gempa bumi terjadi saat kamu berada dalam unit apartemen, maka tetaplah tenang dan jangan panik.

 

Langkah pertama yang perlu kamu lakukan adalah mencabut semua peralatan listrik yang tersambung.

 

Kemudian, jauhkan diri dari benda-benda yang gampang runtuh, misalnya dengan berlindung di bawah kolong meja.

 

Evakuasi diri dan keluarga sesuai petunjuk buku panduan tinggal di apartemen atau instruksi pengelola. 

 

Kerusuhan

Jika ada kerusuhan atau keributan terjadi, maka laporkan lah kepada pengelola atau tekan tombol alarm.

 

Selama menunggu petugas menuju tempat kejadian perkara, cobalah untuk meredakan kerusuhan tersebut.

 

Namun, apabila kerusuhan yang terjadi sudah begitu gawat, laporkan lah kepada pihak berwajib atau polisi.

 

Banjir

Meskipun tinggal di lantai atas apartemen, kamu harus tetap waspada terhadap bencana banjir yang bisa kapan saja terjadi.

 

Saat tinggal di apartemen, pastikan semua saluran air aman dan tidak tersumbat, lalu amankan benda-benda yang rapuh jika kena air.

 

Selain itu, kamu pun harus memastikan seluruh kabel listrik aman agar tidak terjadi korsleting listrik.

 

Sebagai catatan tambahan, jangan sekali-kali menggunakan lift apabila hal darurat seperti kebakaran, gempa bumi atau banjir terjadi.

 

Pasalnya, lift akan mati dan meluncur ke lantai dasar, tetapi jika terlanjur terjebak di dalamnya, maka segera tekan tombol alarm.

 

Baca juga:

Jangan Asal Pilih! Intip 5 Tips Memilih Lantai Terbaik Apartemen 

 

Rekomendasi Apartemen di Kota Besar

Rekomendasi tinggal di apartemen

 

Itulah panduan tinggal di apartemen apabila terjadi situasi darurat, semoga informasi tersebut bermanfaat.

 

Ketika situasi-situasi seperti di atas terjadi, sering kali kepanikan membuat keadaan bertambah buruk.

 

Sehingga, penting untuk mengetahui langkah apa saja yang harus dilakukan. Nah bagaimana, siap tinggal di apartemen?

 

Atau, masih mencari unit apartemen yang pas di hati? Tenang kami memiliki banyak referensi apartemen dijual di kota besar.

 

Misalnya apartemen di Bekasi, apartemen di Jakarta Selatan dan apartemen di kota besar lainnya seperti Southgate atau The Elements.

 

Selamat berburu apartemen!

 

*Sumber Foto: Pexels

 

 

 

Author:

Miyanti Rahman

Tambahkan Komentar