Detail Biaya Tinggal di Apartemen yang Perlu Diperhitungkan

Biaya Tinggal di Apartemen

 

Sebelum memutuskan untuk beli apartemen, pastikan kamu tahu soal rincian biaya tinggal di hunian vertikal tersebut, ya.

 

Sebab, nantinya bukan biaya KPA dan angsuran per bulan saja yang harus dipikirkan, tetapi juga biaya-biaya lainnya selama kita huni.

 

Perlu diketahui, biaya tinggal di apartemen jumlahnya enggak sedikit jadi kamu harus memikirkannya secara matang.

 

Jika tidak, maka persoalan biaya tersebut akan sangat memberatkan dan dapat membuat keuanganmu berantakan.

 

Nah, untuk menjawab apa saja rincian biaya tinggal di apartemen serta berapa dana yang harus disiapkan, simak penjabarannya di bawah ini.

 

Rincian Biaya Tinggal di Apartemen

Rincian Biaya Tinggal di Apartemen

Biaya Hak Guna Bangunan (HGB)

Tidak seperti biaya maintenance yang sudah menjadi pengetahuan umum, biaya HGB umumnya sering luput dari perhatian.

 

Pada umumnya, kepemilikan apartemen dengan status HGB akan kadaluarsa dalam kurun waktu 25-30 tahun.

 

Karena itu, sebelum beli apartemen berstatus HGB pastikan dulu berapa lama lagi masa kepemilikannya.

 

Biasanya, kepemilikan apartemen diperpanjang ketika dua tahun menjelang masa HGB pertama habis.

 

Guna memperpanjang kepemilikan, penghuni dapat memberikan kuasa kepada Perhimpunan Penghuni dan Pemilik Rumah Susun (P3SRS).

 

Adapun rumus perhitungan biaya HGB yang perlu diketahui, yaitu 5% luas apartemen dikali Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) per m2.

 

Taruhlah saat ini NJOP apartemen per m2 adalah Rp5 juta, sedangkan luas apartemen kamu 36 m2, maka biaya HGB-nya sebagai berikut.

 

  • Biaya HGB = (5% x 36 m2) x Rp5.000.000,00
  • Biaya HGB = Rp9.000.000,00

 

Bagaimana, cukup mudah bukan? Cara perhitungan di atas tinggal disesuaikan dengan luas apartemen yang akan kamu beli.

 

Biaya Maintenance atau IPL

Biaya Maintenance atau Iuran Pengelolaan Lingkungan

 

Tinggal di apartemen dianggap lebih praktis, tetapi untuk mendapatkan kepraktisan ini kamu harus menyiapkan biaya maintenance.

 

Dengan adanya biaya maintenance apartemen, tanggung jawab terhadap bangunan apartemen dan seluruh isinya menjadi urusan pengelola.

 

Biaya ini disebut juga dengan Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL), dan dapat dihitung dengan rumus berikut ini.

 

Biaya IPL = Tarif Dasar IPL x Luas Unit Apartemen per m2

 

Berdasarkan rumus di atas, diketahui bahwa semakin luas apartemen, maka semakin besar pula biaya IPL yang harus dibayar.

 

Lalu, digunakan untuk apa saja sih biaya IPL ini? Banyak, di antaranya untuk kebutuhan operasional, utilitas bangunan dan lain-lain.

 

Termasuk untuk membayar gaji karyawan yang bertugas, membayar asuransi, serta membayar jasa kebersihan dan keamanan.

 

Tarif dasar IPL di setiap apartemen pasti berbeda-beda, sehingga kamu harus memastikannya terlebih dahulu.

 

Contohnya tarif dasar IPL untuk sebuah apartemen adalah Rp10 ribu, maka biaya yang harus dibayar, yaitu sebagai berikut.

 

  • Biaya IPL = Rp10.000,00 x 36 m2
  • Biaya IPL = Rp360.000,00

 

Tarif dasar IPL tidak ditentukan secara sembarangan, tetapi berdasarkan kesepakatan dan persetujuan P3SRS.

 

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhinya antara lain karakteristik dan usia gedung, jumlah unit apartemen, serta fasilitas internal.

 

Sinking Fund

Sinking Fund Apartemen

 

Sekarang kamu sudah tahu perhitungan untuk memperpanjang masa HGB dan biaya IPL, selanjutnya yang harus disiapkan ialah sinking fund.

 

Sinking fund merupakan biaya tinggal di apartemen untuk pemeliharaan fasilitas yang tersedia dalam unit hunian.

 

Besarnya berbeda-beda untuk setiap apartemen, tetapi rata-rata sinking fund, yaitu di kisaran Rp100 hingga Rp200 ribu.

 

Sehingga apabila ada fasilitas dalam unit yang rusak, kamu tinggal menghubungi pengelola untuk memperbaikinya menggunakan dana ini.

 

Biaya Listrik dan Air

Biaya listrik dan air merupakan biaya bulanan tinggal di apartemen yang mutlak harus dikeluarkan satu bulan sekali.

 

Sebab listrik dan air sekarang ini sudah menjadi kebutuhan pokok yang tidak terelakkan lagi.

 

Nah wajib digarisbawahi, bahwa biaya abodemen listrik apartemen lebih mahal dibanding rumah tapak.

 

Hal tersebut terjadi karena gedung apartemen tidak masuk dalam kategori tarif listrik residensial, tetapi tarif bisnis dan perkantoran.

 

Sehingga tarif listrik apartemen per kWh, 20% hingga 45% lebih mahal tergantung pada kelas apartemennya.

 

Karena itu, penghuni apartemen harus siap-siap menyediakan dana living cost lebih banyak untuk membayar biaya listrik dan air.

 

Tidak ada angka pasti untuk menghitung besar biaya listrik dan air apartemen, tetapi rata-ratanya sekitar Rp500 ribu hingga Rp1 juta per bulan.

 

Sementara itu, biaya air yang dibebankan kepada penghuni, yakni di angka Rp100 ribu hingga Rp200 ribu per bulan.

 

Jadi, dapat disimpulkan bujet aman yang harus disiapkan untuk memenuhi kebutuhan listrik dan air apartemen, yaitu sekitar Rp1 juta hingga Rp1,2 juta.

 

Biaya Parkir

Biaya Parkir Apartemen

 

Memang tidak semua apartemen mewajibkan adanya biaya parkir, tetapi akan lebih baik apabila kamu memperhitungkannya sejak awal.

 

Pemilik kendaraan bermotor sebaiknya menyiapkan biaya parkir apartemen sebesar Rp100 ribu hingga Rp200 ribu per bulan.

 

Sementara bagi pemilik mobil, biaya parkir yang harus disiapkan tentu lebih besar, yaitu sekitar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu.

 

Biaya Renovasi dan Dekorasi

Berencana beli hunian vertikal di kota besar, misalnya apartemen dijual di Jakarta Selatan? Jangan lupa siapkan dana ini.

 

Ya, memang tidak semua apartemen mengharuskan penghuninya untuk membayar biaya renovasi dan dekorasi.

 

Namun pada umumnya, apartemen-apartemen di kota besar membebankan biaya ini kepada penghuni, apalagi jika apartemen yang ditempati adalah semi furnished.

 

Kisaran harga renovasi atau dekorasi sebenarnya dihitung berdasarkan banyaknya area yang perlu direnovasi dan luas apartemen.

 

Tapi, biasanya pihak apartemen mematok harga standar yang harus dibayarkan mulai dari Rp200 - Rp300 ribu.

 

Nah, itu dia biaya tinggal di apartemen yang harus kamu siapkan apabila tertarik untuk tinggal dalam hunian vertikal ini.

 

Cukup besar ya, tetapi sangat sebanding dengan keuntungan yang akan kamu dapat apabila tinggal dalam apartemen.

 

Karena apartemen biasanya berdiri megah di lokasi strategis dekat pusat kota, lalu dikelilingi oleh fasilitas sosial lengkap.

 

Sehingga, penghuninya lebih mudah menjalani aktivitas sehari-hari, ditambah ada peluang mendapatkan capital gain besar.

 

Menarik bukan? Kalau sedang mencari apartemen idaman, Anda bisa menemukan pilihannya di Rumah123, contohnya ada Branz BSD, Klaska Residence dan sebagainya. 

 

Jangan lupa juga hitung kembali rincian biaya bulanan apartemen ya. Semoga informasi ini bermanfaat!

 

Author:

Miyanti Rahman