OK

5 Faktor Penyebab Kenaikan Harga Properti Per Tahun

Kenaikan Harga Properti Per Tahun (Cover)

Properti merupakan salah satu instrumen investasi jangka panjang yang sangat menjanjikan.

Harga jualnya yang terus melambung pada setiap tahunnya, dianggap sebagai lahan basah bagi para investor. 

Pasalnya kenaikan harga properti per tahun bisa saja terjadi, meski kondisi ekonomi negara sedang labil atau penjualan sedang lesu. 

Persentase kenaikannya pun cukup tinggi, ditaksir mencapai 10 hingga 15 persen pada setiap tahunnya. 

Karena itu dari sudut pandang investasi, properti dianggap sebagai bisnis yang menjanjikan.

Hal ini berlaku pada semua jenis properti, termasuk residensial seperti rumah tapak, apartemen, hingga rumah susun.  

Akan tetapi dari sudut pandang konsumen, kenaikan harga properti per tahun menyebabkan sulitnya memenuhi kebutuhan akan hunian.

Saat ini, harga rumah minimalis tipe 21 hingga 45 saja umumnya dibanderol dengan harga ratusan juta rupiah. 

Dalam upaya mendapatkan hunian idaman, masyarakat memang bisa memanfaatkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang ditawarkan lembaga perbankan. 

Akan tetapi, jalan untuk membeli rumah secara mencicil tentu saja tidak dapat dikatakan mudah. 

Setidaknya, mereka harus menyiapkan dana hingga puluhan juta untuk membayar uang muka rumah.

Belum lagi, memikirkan cicilan yang harus dibayar setiap bulannya. 

Penyebab Kenaikan Harga Properti Setiap Tahun

Lantas, apa yang membuat harga properti terus merangkak naik pada setiap tahunnya? Setidaknya ada beberapa aspek.

Berikut kami hadirkan ulasan ringkas mengenai sejumlah faktor pendorong kenaikan harga properti per tahun. 

Inflasi

Inflasi

Salah satu faktor yang membuat harga properti melambung adalah inflasi. Sejatinya, inflasi terjadi setiap tahun serta berpengaruh pada kenaikan harga barang dan jasa secara umum. 

Dilansir dari laman resmi Kementerian Keuangan, ada empat faktor yang dapat menyebabkan terjadinya inflasi, seperti:

  • Permintaan yang tinggi terhadap suatu barang atau jasa;
  • Peningkatan biaya produksi;
  • Bertambahnya uang yang beredar di masyarakat; dan
  • Kekacauan ekonomi dan politik. 

Dalam dunia properti, inflasi berpengaruh pada kenaikan harga material bangunan yang membuat biaya pembangunan membengkak. 

Inflasi juga berpengaruh pada kenaikan suku bunga KPR. Apalagi saat ini, ketika kondisi ekonomi global terpuruk akibat pandemi Covid-19.

Tingginya Permintaan

Tingginya Permintaan

Hukum ekonomi menyebut, semakin tinggi permintaan maka semakin tinggi pula harga dari suatu komoditas baik barang ataupun jasa. 

Hal ini juga berlaku dalam dunia properti. Laju pertumbuhan penduduk sejalan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap hunian.

Merujuk pada bunyi hukum ekonomi di atas, tingginya permintaan masyarakat akan hunian berpengaruh pada nilai jual properti.

Semakin tinggi permintaan, maka semakin mahal pula harga jualnya.

Baca juga:

Panduan Rumah Tipe 45 | Luas, Denah dan Harga Terbaru

Menipisnya Ketersediaan Lahan 

Menipisnya Ketersediaan Lahan

Sayangnya, tingginya kebutuhan masyarakat akan tempat tinggal tidak dibarengi dengan ketersediaan hunian yang memadai.  

Hal tersebut disebabkan karena sejumlah faktor. Salah satunya, ketersediaan lahan yang terbatas, khususnya di kota besar. 

Karena itu harga rumah yang berada di kota besar, apalagi di pusat kota harganya sangat tinggi. 

Banyak developer yang mengalihkan fokus untuk membangun proyek properti di area pinggiran, yang lokasinya tidak jauh dari kota utama. 

Misalnya seperti daerah Bekasi, Depok, atau Bogor, yang merupakan kawasan penyangga dari Ibu Kota Jakarta. 

Kemudian Cimahi, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Bandung yang menjadi area penyangga Kota Bandung. 

Hal tersebut dilakukan guna menekan biaya pembelian tanah, sehingga bisa mengakomodir kebutuhan hunian masyarakat kelas menengah.

Perkembangan Infrastruktur

Perkembangan Infrastruktur

Lokasi dan aksesibilitas menjadi faktor yang menyebabkan kenaikan harga properti per tahun selanjutnya. 

Rumah yang berada di lokasi strategis dan memiliki kemudahan aksesibilitas dalam menjangkau sejumlah fasilitas publik, pasti dijual dengan harga tinggi. 

Maka jangan heran, kalau harga rumah atau properti yang berada di pusat kota dibanderol dengan nilai selangit. 

Hanya saja, saat ini tidak cuma rumah di pusat kota yang dijual dengan harga tinggi. Properti di daerah pinggiran pun mulai merangkak naik. 

Hal tersebut disebabkan karena masifnya pembangunan infrastruktur di sejumlah daerah pinggiran.

Sehingga, beberapa properti di daerah tersebut bisa dikategorikan memiliki akses yang mudah. 

Ciri properti strategis adalah berada di area tumbuh dan berkembang. 

Selain itu, ia  juga memiliki kemudahan akses menuju fasilitas publik seperti pusat perbelanjaan, pusat pendidikan, rumah sakit dan lain-lain.

Kenaikan Harga Bahan Bangunan di Pasar Global

Kenaikan Harga Material Bangunan

Penyebab lainnya adalah kenaikan harga material bangunan di pasar global. Tidak cuma satu faktor, hal ini disebabkan oleh berbagai hal. 

Selain inflasi, kondisi politik dunia juga turut memengaruhi kondisi tersebut, contohnya saja seperti invasi Rusia ke Ukraina. 

Konflik itu membuat harga minyak sawit dunia melambung, sehingga berpengaruh pada kenaikan harga sejumlah komoditas.

Kenaikan harga material tentu berdampak pada melambungnya ongkos pembangunan properti, baik tapak maupun vertikal. 

Seperti saat ini, harga besi yang merupakan bagian dari material utama pembangunan saja sudah naik hingga 30 persen. 

Hal tersebut tentu berpengaruh pada kenaikan harga properti secara keseluruhan, sebab ongkos pembangunannya sudah membengkak.

Baca juga:

4 Cara Mengetahui Harga Tanah di Suatu Daerah bagi Pemula

Demikian ulasan yang patut Anda ketahui terkait faktor-faktor kenaikan harga properti per tahunnya.

Jangan lupa untuk terus memperbarui informasi Anda dalam bidang properti melalui laman rumah123.com

Di sini, kamu bisa mendapatkan banyak rekomendasi perumahan nyaman dengan harga kompetitif seperti Alexandria Premier Cimanggis, Golden Hills, hingga Grand Asritama Cihanjuang

Semoga informasi ini bermanfaat. 

 

Author:

Septian Nugraha

Rekomendasi Properti

Simulasi Gaji KPR

Cari tahu kemampuan cicilan KPR berdasarkan penghasilan.

Rp
Rp

Bunga KPR Terbaru

Beli properti impian dengan memilih produk KPR terbaik di Rumah123

Bank Mandiri
Bank Mandiri
Suku bunga mulai dari3,99
Tenor Max.12 Tahun
Bank BTN
Bank BTN
Suku bunga mulai dari3.72
Tenor Max.20 Tahun
Bank BCA
Bank BCA
Suku bunga mulai dari4.85
Tenor Max.20 Tahun