Tentang Over Kredit Rumah Subsidi, Kelebihan dan Kekurangannya

Over Kredit Rumah Subsidi

 

?Punya rumah pribadi masih menjadi salah satu impian terbesar bagi banyak orang.

 

Namun, memiliki hunian atas nama pribadi tidak semudah yang dibayangkan. Harga rumah tapak yang semakin melonjak serta ketersediaan lahan yang semakin sedikit membuat impian tersebut makin sulit terwujud.

 

Tapi, sulit bukan berarti tak mungkin. Ada banyak cara yang bisa jadi solusi supaya bisa punya rumah sendiri. Salah satunya dengan membeli rumah subsidi.

 

Rumah subsidi merupakan rumah murah yang disubsidi oleh pemerintah sehingga masyarakat dengan penghasilan menengah ke bawah bisa tetap memiliki rumah pribadi.

 

Baca Juga : 

Pemula, Wajib Tahu Tips Membeli Rumah Berikut Ini!

 

Gagasan ini tentu disambut dengan baik, apalagi ketersediaan hunian subsidi semakin banyak di berbagai kawasan.

 

Cicilan dari rumah subsidi memang cukup murah, meski begitu tetap saja ada yang mencari celah untuk bisa membeli rumah dengan harga yang jauh lebih murah lagi meski hunian tersebut merupakan rumah subsidi.

 

Salah satu caranya adalah dengan melakukan over kredit.

 

Apakah Anda masih asing dengan istilah ini? Apa sebenarnya yang dimaksud over kredit? Bisakah dilakukan pada rumah subsidi?

 

Mari simak penjelasannya berikut ini!

Apa Itu Over Kredit

  Apa Itu Over Kredit

Foto : realtor.com

 

Over kredit adalah membeli hunian dalam keadaan masih dalam masa cicilan. Bisa dibilang juga pengambilalihan cicilan KPR dari satu pihak ke pihak yang lain. 

 

Biasanya over kredit terjadi ketika debitur awal tidak mampu melunasi cicilan KPR. Sehingga perpindahan ini bisa jadi pertimbangan bagi mereka yang ingin memiliki rumah.

 

Keuntungannya? Biasanya dengan over kredit bunga yang digunakan cenderung lebih kecil dibandingkan sebelumnya. 

 

Baca Juga :

Daftar 7 Bank Penyedia Bunga KPR Murah Terbaru

Bolehkah Melakukan Over Kredit?

Bolehkah Melakukan Over Kredit

Foto : financialexpress.com

 

Pertanyaan ini mungkin sudah ada di benak Anda sedari tadi, oleh karena itu mari kita bahas.

 

Berdasarkan UU No.12011 tentang Perumahan dan Kawasan Pemukiman, pemilikian hunian dapat difasilitasi KPR yang dapat dibebani hak tanggungan.

 

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika hendak melakukan over kredit, salah satunya adalah over kredit rumah tidak dilakukan di bawah tangan.

 

Sebaiknya Anda melaporkan ke bank sehingga pergantian debitur dapat dilakukan secara resmi.

 

Lalu, penting juga untuk melakukan roya atau pencoretan hak tanggungan.

 

Buatlah akta jual-beli antara debitur lama dan debitur baru, setelah hak tanggungan lama dihapus,  pengikatan kembali atas properti atau rumah dilegalkan dengan Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan (SKMHT) dan Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT).

 

Baca Juga :

Begini Cara Mengurus Surat Roya melalui BPN dan Online

 

Over kredit boleh dilakukan namun itu tadi, harus dilakukan secara legal dan uruslah dokumennya dengan cermat dan lengkap.

Over Kredit Rumah Subsidi

 

Apakah over kredit juga berlaku untuk rumah subsidi? 

 

Mari kita simak kebijakan yang ada pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat nomor 20/PRT/M/2014, bahwa over kredit rumah subsidi dengan KPR dapat dialihkan ke pihak lain atau over kredit setelah 5 tahun. 

 

Rumah subsidi hanya bisa dipindahtangankan lewat lembaga penyalur yang telah ditunjuk oleh Pemerintah secara resmi. Misalnya, bank yang memberikan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan atau FLPP.

 

Proses pengalihan over kredit rumah subsidi melalui bank meliputi hal-hal berikut ini :

 

- Mendatangi bagian administrasi bank bersama dengan pembeli lalu ajukan peralihan atau take over kredit

- Ajukan permohonan pengalihan debitur

- Bank akan melakukan persetujuan pengalihan debitur

- Debitur baru lalu menandatangani perjanjian kredit baru atas namanya beserta dengan akta jual beli (AJB) dan pengikatan jaminan

 

Baca Juga :

Begini Cara Mengurus Akta Jual Beli Rumah Over Kredit?

Persyaratan Over Kredit Rumah

Persyaratan Over Kredit RumahFoto : cnbc.com

 

Apakah Anda semakin tertarik untuk over kredit rumah, terutama rumah subsidi?

 

Ada beberapa persyaratan yang perlu Anda penuhi, diantaranya adalah :

 

Salinan IMB

Salinan PBB (yang telah dibayar)

Salinan bukti pembayaran angsuran

Buku tabungan asli yang berisi informasi nomor rekening untuk kepentingan pembayaran cicilan

Data identitas penjual dan pembeli (KTP, NPWP, KK, Surat Keterangan Kerja, slip gaji terbaru, buku nikah, dan dokumen pendukung lainnya)

AJB untuk pengalihan hak atas bangunan serta tanah

Surat Kuasa

Salinan perjanjian kredit yang sudah ditandatangani pembeli

Salinan sertifikat berstempel bank 

Kelebihan dan Kekurangan Over Kredit Rumah

 

Setelah mengetahui informasi tentang over kredit rumah, apakah Anda ingin menggunakan opsi ini?

 

Jangan terburu-buru memutuskan, sekarang kita bahas dulu mengenai kelebihan dan kekurangan over kredit rumah berikut ini!

Kelebihan Over Kredit Rumah

 

- Harga jual yang biasanya lebih murah

- Rumah sudah siap huni, karena tidak dalam proses pembangunan

- Suku bunga cicilan yang cenderung lebih rendah

- SHM lebih aman karena berada dalam pengawasan bank

 

Kekurangan Over Kredit Rumah

 

- Adanya biaya tambahan untuk memproses dokumen

- Terdapat resiko biaya renovasi

- Prosesnya cukup menyita banyak waktu

I

tulah beberapa penjelasan tentang over kredit rumah subsidi beserta persyaratan serta kelebihan dan kekurangannya.

 

Author :

Citra Purnamasari