Cara Mengurus Akta Jual Beli Rumah Over Kredit

Mengurus Akta Jual Beli Rumah Over Kredit

 

Jika berencana untuk membeli rumah seken, maka ada tiga opsi cara pembelian yang tersedia untukmu.

 

Pertama yaitu membeli secara tunai, kedua melalui program Kredit Pemilikan Rumah (KPR), atau terakhir over kredit.

 

Ketika membeli rumah secara tunai, melalui program KPR, ataupun over kredit, kamu harus tetap berhati-hati.

 

Sebab transaksi jual beli rumah melibatkan uang dalam jumlah besar sehingga enggak semudah transaksi di supermarket. 

 

Dalam proses transaksi tersebut ada beberapa hal yang wajib kamu perhatikan, salah satunya Akta Jual Beli.

 

Nah kali ini rumah123.com akan berbagi panduan tentang cara mengurus Akta Jual Beli rumah over kredit.

 

Namun sebelum mengulas hal tersebut, alangkah lebih baik apabila kamu memahami dulu apa itu over kredit dan Akta Jual Beli.

 

Pengertian Over Kredit dan Akta Jual Beli Rumah

 

Over Kredit

Over kredit dapat diartikan membeli rumah yang sedang dalam masa cicilan atau take over KPR yang masih berjalan.

 

Dengan begitu, KPR yang belum lunas dari pemilik lama akan dialihkan kepada kamu selaku pembeli.

 

Namun sayangnya, banyak anggapan membeli rumah seken dengan cara over kredit berarti membeli rumah bermasalah.

 

Padahal tidak selalu demikian, hanya saja kamu harus ekstra hati-hati untuk menghindari hal-hal yang tidak diharapkan.

 

Misalnya pemilik rumah yang lama melarikan diri dari tanggung jawab kepada pihak kreditur.

 

Sehingga wajib untuk melacak rekam jejak pembayaran angsuran oleh debitur lama dengan mendatangi bank pemberi KPR.

 

Lalu untuk pembayaran dalam over kredit ini tersedia dua opsi, yaitu meneruskan cicilan atau melunasi KPR.

 

Nah, jika kamu memilih opsi kedua, maka langkah selanjutnya adalah mengurus Akta Jual Beli.

 

Akta Jual Beli Rumah

Pengertian Over Kredit dan Akta Jual Beli Rumah

 

Akta Jual Beli (AJB) adalah dokumen otentik yang berlaku secara sah di mata hukum negara.

 

Akta Jual Beli dibuat oleh notaris atau—dalam hal jual beli properti—adalah Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT).

 

Transaksi yang tertuang di dalamnya adalah pengalihan hak dan kewajiban atas rumah dari penjual/pemilik kepada pembeli.

 

Pengalihan tersebut tentunya harus sesuai dengan peraturan yang tercantum dalam Undang-undang Pertanian dan Agraria.

 

Akta Jual Beli sendiri dapat dibuat setelah pihak-pihak yang bersangkutan membayar seluruh kewajiban perpajakan.

 

Setelah itu, barulah properti dapat didaftarkan untuk balik nama ke kantor pertanahan di daerah tersebut.

 

Notaris atau PPAT akan mempersiapkan Akta Jual Beli rumah sesuai dengan format Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional.

 

Hal yang disepakati di dalamnya antara lain tanggal peralihan, cara pembayaran, serta sanksi atau pinalti apabila ada kelalaian.

 

Fungsi Akta Jual Beli

Akta Jual Beli sangat penting dan tidak tergantikan, karena berfungsi sebagai bukti yang sah bahwa telah terjadi kesepakatan.

 

Dokumen ini akan menjadi landasan bagi pihak-pihak yang bersangkutan untuk memenuhi hak dan kewajibannya masing-masing.

 

Jika salah satu pihak gagal memenuhi kewajibannya, maka Akta Jual Beli dapat digunakan untuk mengajukan tuntutan.

 

Cara Mengurus Akta Jual Beli Rumah Over Kredit

Cara Mengurus Akta Jual Beli Rumah Over Kredit

 

Dalam pembuatan Akta Jual Beli, bukan hanya penjual/pemilik, pembeli, dan PPAT saja yang wajib datang.

 

Selain itu, diperlukan kehadiran dua orang saksi dan jika pembeli rumah dijual sudah menikah, maka suami istri harus hadir.

 

Ada pun langkah pertama membuat Akta Jual Beli, yaitu menyiapkan dokumen yang dipersyaratkan seperti di bawah ini.

 

Menyiapkan Dokumen

 

Dokumen Pribadi

Nah, dokumen pribadi di bawah ini harus disiapkan oleh kedua belah pihak (penjual/pemilik dan pembeli).

 

1. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) suami istri.

2. Fotokopi Kartu Keluarga (KK).

3. Fotokopi surat nikah.

4. Fotokopi keterangan warga negara Indonesia (WNI) atau ganti nama (bila ada, untuk WNI keturunan).

 

Sedangkan dokumen rumah yang harus disiapkan oleh penjual/pemilik rumah dijual adalah sebagai berikut.

 

Dokumen Rumah

1. Fotokopi dokumen perjanjian kredit dan surat penegasan perolehan kredit.

 

2. Fotokopi sertifikat yang berisi keterangan/stempel pihak bank bahwa tanah dan bangunan tersebut sedang dijaminkan.

 

3. Fotokopi surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB)

 

4. Fotokopi Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) lima tahun terakhir yang sudah dilengkapi bukti lunas.

 

5. Print out bukti pembayaran angsuran terakhir sebelum dilaksanakan over kredit.

 

6. Buku tabungan asli yang digunakan untuk pembayaran angsuran.

 

Menentukan Pengurus

Fungsi Akta Jual Beli Rumah

 

Dalam mengurus Akta Jual Beli, ada dua cara yang dapat kamu tempuh, yaitu melalui bank atau notaris.

 

Langkah-langkah mengurus Akta Jual Beli via bank yaitu sebagai berikut, silakan disimak!

 

Mengurus Akta Jual Beli Rumah Over Kredit via Bank

1. Kedua belah pihak langsung mendatangi bank tempat penjual/pemilik mengambil KPR.

 

2. Setelah itu, pihak bank akan meneliti permohonan terlebih dulu.

 

3. Apabila pihak bank menyetujui, pembeli akan menandatangani perjanjian kredit baru atas namanya.

 

4. Selain itu, ditandatangani pula Akta Jual Beli dan Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan (SKMHT).

 

Jika langkah-langkah di atas sudah dilalui, maka pembeli bisa langsung melakukan pembayaran angsuran ke bank atas nama sendiri.

 

Sertifikat rumah pun bisa dibaliknama ke pemilik rumah yang baru, dan bisa diambil dari pihak bank ketika sisa kredit lunas.

 

Mengurus Akta Jual Beli Rumah Over Kredit via Notaris

1. Penjual/pemilik dan pembeli rumah mendatangi notaris dengan membawa dokumen yang dipersyarakat seperti di atas.

 

2. Lalu notaris akan membuatkan Akta Jual Beli rumah over kredit atas pengalihan hak dan kewajiban atas properti yang dimaksud.

 

3. Selain itu, dibuat pula surat kuasa untuk melunasi sisa pembayaran angsuran dan surat kuasa untuk mengambil sertifikat.

 

4. Notaris akan meminta penjual/pemilik menandatangani surat pemberitahuan kepada bank tentang peralihan hak atas properti dan kewajiban membayar sisa angsuran.

 

5. Penjual/pemilik dan pembeli rumah bersama-sama mendatangi bank untuk menyampaikan peralihan kredit rumah ini.

 

Nah, itulah cara mengurus Akta Jual Beli rumah over kredit yang wajib diketahui olehmu yang berencana untuk membeli rumah seken.

 

Jangan lupa ya beli rumah seken atau baru, gunakan situs jual beli rumah nomor 1 di Indonesia rumah123.com.

 

Selamat mencari rumah!

 

 

 

Author:
Miyanti

Tambahkan Komentar