Begini Cara Mengurus Akta Jual Beli Rumah Over Kredit

Akta Jual Beli Rumah Over Kredit

 

Apakah kamu berencana untuk membeli rumah seken? Jika iya, maka ada tiga opsi cara pembelian yang tersedia.

 

Opsi pertama adalah membeli rumah secara tunai, kedua melalui program Kredit Pemilikan Rumah (KPR), lalu dengan cara over kredit.

 

Namun pikirkan juga saat ingin membeli rumah secara tunai, apakah mau melalui program KPR atau over kredit.

 

Perlu diingat, transaksi ini akan melibatkan uang dalam jumlah besar. 

 

Selain itu, ada cara dan ketentuan yang perlu kamu ketahui sebelum melakukan transaksi jual-beli rumah. 

 

Dalam proses transaksi tersebut, ada beberapa hal yang wajib diperhatikan, salah satunya Akta Jual Beli atau AJB.

 

Dalam artikel ini, Rumah123 akan berbagi panduan tentang cara mengurus Akta Jual Beli rumah over kredit.

 

Namun sebelum mengulas hal tersebut, pahami dulu apa itu over kredit dan Akta Jual Beli. Berikut penjelasannya.

Pengertian Over Kredit dan Akta Jual Beli Rumah

Over Kredit

Balik Nama

Foto: Freepik

 

Over kredit adalah membeli rumah yang sedang dalam masa cicilan atau take over KPR yang masih berjalan.

 

Dengan begitu, KPR yang belum lunas dari pemilik lama akan dialihkan kepada kamu selaku pembeli.

 

Namun sayangnya, masih banyak anggapan kalau membeli rumah second dengan cara over kredit sama dengan membeli rumah yang bermasalah.

 

Nyatanya tidak selalu demikian, walau kamu juga harus ekstra hati-hati untuk menghindari hal-hal yang tidak diharapkan.

 

Misalnya, kamu harus mewaspadai pemilik rumah lama yang melarikan diri dari tanggung jawab kepada pihak kreditur.

 

Karena itu, kamu wajib untuk melacak rekam jejak pembayaran angsuran oleh debitur lama dengan mendatangi bank pemberi KPR.

 

Lalu, untuk pembayaran dalam over kredit ini tersedia dua opsi, yaitu meneruskan cicilan atau melunasi KPR.

 

Nah jika kamu memilih opsi kedua, maka langkah selanjutnya adalah mengurus Akta Jual Beli. 

Akta Jual Beli Rumah

Akta Jual Beli Rumah

Foto: Unsplash

 

Akta Jual Beli adalah dokumen otentik yang berlaku secara sah di mata hukum negara.

 

Akta Jual Beli dibuat oleh notaris atau—dalam hal jual beli properti—adalah Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT).

 

Transaksi yang tertuang di dalamnya adalah pengalihan hak dan kewajiban atas rumah dari penjual atau pemilik sebelumnya kepada pembeli.

 

Pengalihan tersebut tentunya harus sesuai dengan peraturan yang tercantum dalam Undang-undang Pertanian dan Agraria.

 

Akta Jual Beli sendiri dapat dibuat setelah pihak-pihak yang bersangkutan membayar seluruh kewajiban perpajakan.

 

Setelah itu, barulah sebuah properti dapat didaftarkan untuk balik nama ke kantor pertanahan di daerah tersebut.

 

Nantinya, notaris atau PPAT akan mempersiapkan AJB rumah sesuai dengan format Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional.

 

Hal yang disepakati di dalamnya antara lain adalah tanggal peralihan, cara pembayaran, serta sanksi atau penalti apabila ada kelalaian pembayaran.

 

Pembuatan AJB sendiri telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah.

 

Pada pasal 37 disebutkan, Akta Jual Beli rumah merupakan bukti sah bahwa hak atas tanah dan bangunan sudah beralih ke pihak yang lain.

 

Pelaksanaan penandatanganan AJB pun telah diatur dalam Keputusan Menteri Negara Perumahan Rakyat Nomor 09/KPTS/M/1995 tentang Pedoman Pengikatan Jual Beli Rumah.

 

Melalui peraturan tersebut, dapat kita ketahui bahwa AJB rumah harus ditandatangani oleh penjual dan pembeli di hadapan PPAT.

Fungsi Akta Jual Beli Rumah

Fungsi Akta Jual Beli Rumah

 

Akta Jual Beli sangat penting karena berfungsi sebagai bukti yang sah, bahwa telah terjadi kesepakatan antara kedua belah pihak yang melakukan transaksi jual-beli properti.

 

Dokumen ini akan menjadi landasan bagi pihak-pihak yang bersangkutan untuk memenuhi hak dan kewajibannya masing-masing.

 

Jika salah satu pihak gagal memenuhi kewajibannya, maka Akta Jual Beli dapat digunakan untuk mengajukan tuntutan. 

 

AJB dapat digunakan mencegah terjadinya sengketa di kemudian hari jika salah satu pihak melanggar kewajibannya. Akta Jual Beli rumah dapat menjadi landasan tuntutan.

 

Baca juga:

Akta Notaris Tanah dan Perbedaannya dengan Akta PPAT

Cara Mengurus Akta Jual Beli Rumah Over Kredit

Mengurus Akta Jual Beli Rumah

 

Dalam pembuatan Akta Jual Beli, bukan hanya penjual/pemilik, pembeli dan PPAT saja yang wajib datang.

 

Diperlukan juga kehadiran dua orang saksi dan jika pembeli rumah sudah menikah, maka pasangan suami istri yang membeli harus hadir.

 

Adapun langkah pertama untuk membuat Akta Jual Beli adalah dengan menyiapkan beberapa dokumen di bawah ini. 

Menyiapkan Dokumen

Dokumen Pribadi

 

Pertama-tama, ada beberapa dokumen pribadi yang harus disiapkan oleh kedua belah pihak (penjual/pemilik dan pembeli), yaitu:

 

Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) suami istri;

Fotokopi Kartu Keluarga (KK);

Fotokopi surat nikah; dan

Fotokopi keterangan warga negara Indonesia (WNI) atau, bila ada, ganti nama untuk WNI keturunan.

 

Sedangkan dokumen rumah yang harus disiapkan oleh penjual/pemilik rumah adalah sebagai berikut.

Dokumen Rumah

 

Fotokopi dokumen perjanjian kredit dan surat penegasan perolehan kredit;

Fotokopi sertifikat yang berisi keterangan/stempel pihak bank bahwa tanah dan bangunan tersebut sedang dijaminkan;

Fotokopi surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB);

Fotokopi Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) lima tahun terakhir yang sudah dilengkapi bukti lunas;

Print out bukti pembayaran angsuran terakhir sebelum dilaksanakan over kredit; dan

Buku tabungan asli yang digunakan untuk pembayaran angsuran.

Menentukan Pengurus

 

Dalam mengurus Akta Jual Beli, ada dua cara yang dapat kamu tempuh, yaitu melalui bank atau notaris.

Mengurus Akta Jual Beli Rumah Over Kredit via Bank

 

Langkah-langkah mengurus Akta Jual Beli via bank adalah sebagai berikut:

 

- Kedua belah pihak langsung mendatangi bank tempat penjual/pemilik mengambil KPR;

 

- Setelah itu, pihak bank akan meneliti permohonan terlebih dulu;

 

- Apabila pihak bank menyetujui, pembeli akan menandatangani perjanjian kredit baru atas namanya;

 

- Selain itu, ditandatangani pula Akta Jual Beli dan Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan (SKMHT);

 

- Jika langkah-langkah di atas sudah dilalui, maka pembeli bisa langsung melakukan pembayaran angsuran ke bank atas nama sendiri;

 

- Sertifikat rumah pun bisa balik nama ke pemilik rumah yang baru, dan bisa diambil dari pihak bank ketika sisa kredit lunas. 

Mengurus Akta Jual Beli Rumah Over Kredit via Notaris

Mengurus Akta Jual Beli Rumah Over Kredit via Notaris

 

Selanjutnya ada langkah-langkah yang harus kamu tempuh jika akan membuat Akta Jual Beli via notaris, yaitu:

 

- Penjual/pemilik dan pembeli rumah mendatangi notaris dengan membawa dokumen-dokumen yang telah dijelaskan di atas;

 

- Lalu notaris akan membuatkan Akta Jual Beli rumah over kredit atas pengalihan hak dan kewajiban atas properti yang dimaksud;

 

- Selain itu, dibuat pula surat kuasa untuk melunasi sisa pembayaran angsuran dan surat kuasa untuk mengambil sertifikat;

 

- Notaris akan meminta penjual/pemilik menandatangani surat pemberitahuan kepada bank tentang peralihan hak atas properti dan kewajiban membayar sisa angsuran.

 

- Penjual/pemilik dan pembeli rumah bersama-sama mendatangi bank untuk menyampaikan peralihan kredit rumah ini.

 

 

Nah, itulah cara mengurus Akta Jual Beli rumah over kredit yang wajib kamu ketahui. 

 

Jangan lupa, temukan berbagai perumahan baru berkualitas melalui situs jual beli rumah nomor satu, Rumah123. 

 

Di dalamnya tersedia berbagai pilihan proyek yang bisa Anda lirik, di antaranya:

 

Precium Kebayoran Baru

Premier Terrace

Puri Botanical

 

Selamat mencari rumah idaman!

 

Baca juga:

Contoh Surat Notaris Over Kredit Rumah [Terbaru 2021]

 

 

Author:

Rachmi Arin Timomor