OK

Rincian Biaya Akad KPR dalam Transaksi Jual Beli Rumah

biaya-akad-kpr

Dalam pengajuan KPR, proses akad menjadi bagian terpenting yang tidak boleh Anda abaikan.

Biasanya pihak bank akan memberikan beberapa persyaratan, seperti dokumen apa saja yang harus dilengkapi oleh debitur.

Selanjutnya, pihak bank akan menganalisis semua dokumen. Jika kredit Anda diterima, maka bank akan menghubungi melalui e-mail.

E-mail yang akan diterima memuat sejumlah dokumen lain yang harus disiapkan, serta jumlah detail angsuran dari dua tahun pertama sampai masa tenor selesai.

Lalu, prosedur apa saja yang harus disiapkan debitur sebelum akad sampai proses pembiayaan berlangsung?

Syarat dan Prosedur Akad Pembiayaan

Syarat dan Prosedur Akad Pembiayaan

Prosedur Sebelum Akad Pembiayaan

Melunasi DP ke developerdengan nilai yang sudah disepakati

Developer menyerahkan kopi akta kuasa jual untuk SHM

Nasabah melampirkan SK Domisili minimal dari RT/RW sesuai alamat tinggal saat ini

Melampirkan slip gaji asli atau surat penghasilan minimal 1 bulan saat akad pembiayaan KPR

Melampirkan surat keterangan kerja terbaru

Melunasi seluruh kredit yang Anda miliki; serta

Melampirkan bukti pelunasan sebelum akad pembiayaan.

Prosedur Akad Pembiayaan KPR 

Saat akad berlangsung, Anda wajib membawa dokumen seperti KTP asli suami istri, KK asli, Buku Nikah asli, dan NPWP pribadi

Membuat dan membawa tabungan dari bank penyedia KPR

Menyediakan biaya akad dan cadangan blokir angsuran, yang kemudian disimpan di rekening tabungan nasabah

Menyiapkan materai Rp6.000 sebanyak 25 lembar atau membawa uang tunai untuk mengganti materai

Membawa bukti transfer DP yang asli

Membawa SK domisili, slip gaji, surat keterangan kerja, dan bukti asli pelunasan seluruh fasilitas kartu kredit saat akad pembiayaan.

Biaya pembayaran akad KPR biasanya sekitar 7-10 persen dari plafon. Uang ini langsung di transfer ke rekening debitur pada bank terkait.

Setelah semua biaya akad KPR dibayarkan, debitur dan pemilik rumah atau developer bertemu di kantor notaris untuk membacakan dokumen perjanjian.

Ada tiga agenda yang akan dilakukan sebelum pengesahan transaksi, yakni:

– Pembacaan perjanjian dokumen serta tanda tangan antara pembeli dan penjual rumah di hadapan notaris

– Perjanjian pihak bank dan penjual di hadapan notaris

– Perjanjian pihak pembeli dan pihak bank dihadapan notaris.

Biaya-Biaya Akad KPR

Biaya-Biaya Akad KPR

Sebelum penandatanganan di hadapan notaris, pihak bank terlebih dahulu akan menghubungi Anda untuk melakukan pelunasan biaya-biaya akad KPR, seperti:

Biaya Uang Muka

Biaya pertama yang dibayarkan saat akad KPR adalah uang muka atau down payment. Besaran DP sendiri antara 10-20% dari harga properti.

Selain uang muka, ada pula uang tanda jadi atau booking fee yang berfungsi sebagai penanda keseriusan pembeli properti.

Baca juga:

Panduan Penting dalam Proses Akad Kredit Rumah Subsidi

Biaya Provisi

biaya-provisi

Merupakan biaya tambahan yang harus Anda bayarkan sebagai biaya balas jasa karena KPR telah disetujui oleh pihak bank.

Besaran biaya provisi tergantung masing-masing bank, namun umumnya dikenakan sebesar 1 persen dari total plafon.

Sehingga jika plafon KPR sebesar Rp600 juta, maka biaya provisinya adalah Rp6 juta.

Biaya Asuransi Jiwa Kredit

biaya-asuransi-jiwa-kredit

Biaya akad KPR lainnya yang harus dibayarkan adalah asuransi jiwa.

Hal ini dibutuhkan, untuk memproteksi keluarga kreditur apabila sewaktu-waktu mengalami kecelakaan hingga meninggal dunia.

Besaran premi asuransi jiwa ini tergantung dengan umur dan kondisi kesehatan kreditur. Biayanya akan semakin mahal jika umur debitur melewati batas.

Untuk biaya resminya tergantung masing-masing bank, karena ada juga bank yang tidak mewajibkan pembayaran asuransi jiwa.

Namun jika mendapatkan biaya asuransi dengan nominalnya besar, Anda bisa meminta diskon ke pihak bank terkait.

Selain biaya asuransi jiwa, ada juga asuransi kebakaran yang harus dibayarkan oleh debitur.

Biaya Notaris-Perjanjian Kredit

biaya-notaris-perjanjian-kredit

Perlu Anda ketahui, rincian biaya notaris sendiri terpisah dengan biaya balik nama maupun pajak penjual dan pembelian.

Dalam pengikatan kredit melalui notaris, dana yang dibebankan sesuai dengan rate kerja sama antara bank dan notaris.

Biaya APHT Jaminan

Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT) bisa dibilang sebagai jaminan pelunasan utang antara debitor kepada kreditur.

Biaya pembuatan APHT bervariasi, hal ini biasanya berpatok pada konvensi 0,25 persen dari 125 persen nilai kredit.

Akta Jual Beli dan Sertifikat Balik Nama

Selanjutnya, AJB dan biaya balik nama rumah sudah termasuk dalam rincian biaya notaris-PPAT saat melakukan proses jual-beli.

Biaya AJB yang dipatok tidak boleh lebih 1% dari total transaksi, serta biasanya pertanggungannya sesuai kesepakatan masing-masing pihak.

Sedangkan, biaya balik nama yang harus dipersiapkan tergantung dari lokasi tanah dan nilai transaksi jual belinya.

Penting untuk diingat, selama proses balik nama semua biaya pengeluarannya ditanggung oleh pembeli.

BPHTB

bphtb

Foto: ddtcnews

Biaya BPHTB merupakan biaya tambahan yang harus dibayarkan kepada penjual sebelum penandatangan Akta Jual Beli.

Rumus perhitungan BPHTB adalah:

= 5% (NPOP – NJOPTKP)

Sebagai simulasi, misalnya harga jual rumah di Gianyar dibanderol seharga Rp150 juta dengan NJOPTKP senilai Rp10 juta, maka biaya BPHTB sebesar:

= 5% (Rp150.000.000-Rp10.000.000)

= Rp7.000.000,00

Itu dia informasi mengenai biaya akad KPR yang harus Anda perhatikan.

Jika tertarik untuk membeli hunian baru, berikut beberapa pilihan terbaik dari Rumah123, seperti:

Andalusia Residence

The River Bogor

Golden Hills

Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Panduan KPR, Cara Pengajuannya agar Cepat Disetujui Bank

Author:

Dyah Siwi Tridya

Rekomendasi Properti