OK
logo rumah123
logo rumah123
download-app-hamburgerAdvertise Here
KPR
Panduan

Minat Pencarian Properti Menguat di Jakarta, Kawasan IKN Justru Berbeda
r123-share-title

Dipublikasikan 19 Juni 2026 · 5 min read · by Yongky Yulius

Ringkasan Artikel:

  • Minat pencarian properti di Jakarta kembali meningkat pada 2026 seiring kepastian statusnya sebagai ibu kota negara, didukung oleh aktivitas ekonomi yang tetap kuat dan pasar yang semakin berorientasi pada faktor fundamental.
  • Sebaliknya, kawasan penyangga IKN seperti Balikpapan, Samarinda, dan Penajam Paser Utara memasuki masa kembali normal setelah sebelumnya mengalami lonjakan minat akibat sentimen pembangunan ibu kota baru.
  • Meski transaksi properti di beberapa wilayah penyangga IKN melambat, tingginya minat terhadap tanah di Penajam Paser Utara menunjukkan bahwa investor masih melihat prospek jangka panjang kawasan tersebut seiring berlanjutnya pembangunan IKN.

Minat pencarian properti di Jakarta kembali menguat karena kepastian statusnya sebagai ibu kota negara.

Sementara itu, hal berbeda terjadi di kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur yang sekarang memasuki masa kembali normal, setelah sebelumnya beberapa tahun didorong ekspektasi yang tinggi.

Perlu diketahui, penegasan kembali status Jakarta sebagai ibu kota negara tertuang dalam Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 71/PUU-XXIV/2026.

Setidaknya, status itu akan bertahan sampai adanya Keputusan Presiden mengenai pemindahan ibu kota diterbitkan.

Sementara itu, pembangunan di IKN masih tetap berjalan dengan anggaran yang diproyeksikan sampai 2028.

Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2025.

Paid Reports 1280 x 305

Angka Kenaikan Minat Pencarian Properti di Jakarta

Jika merujuk pada data Flash Report Juni 2026 by Rumah123, berikut adalah kenaikan minat pencarian properti di Jakarta:

  • Jakarta Pusat meningkat 1,0 persen secara tahunan (YoY). Termasuk tertinggi secara nasional.
  • Jakarta Selatan naik 0,6 persen YoY.
  • Jakarta Timur naik 0,2 persen YoY.
  • Jakarta Barat naik 1,2 persen secara bulanan (MoM).
  • Jakarta Selatan naik 0,9 persen MoM.
  • Jakarta Utara naik 0,6 persen MoM.

Pada segmen residensial, Jakarta Pusat mencatat pertumbuhan median harga rumah tertinggi secara nasional untuk rumah dengan luas bangunan di bawah 60 meter persegi. 

Masih menurut data Flash Report, median harga rumah pada segmen tersebut mencapai Rp900 juta atau meningkat 47,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, pada sektor properti komersial, tingkat keterisian atau okupansi pada perkantoran di CBD (pusat bisnis) Jakarta mencapai 76% dengan tarif sewa dasar rata-rata Rp212.000 per meter persegi per bulan.

Tidak adanya tambahan pasokan gedung baru pada Q1 2026 turut mendukung stabilitas harga sewa dalam dua tahun ke depan.

Pasar Properti Semakin Rasional dan Berbasis Fundamental

VP Marketing Rumah123, Firman Pamungkas menjelaskan lebih lanjut mengenai kenaikan minat properti di Jakarta.

Menurut dia, beberapa tahun terakhir memang ada kekhawatiran mengenai daya tarik Jakarta yang berkurang karena adanya rencana pemindahan ibu kota.

Namun ternyata, data menunjukkan, Jakarta tetap menjadi pusat aktivitas ekonomi nasional.

“Selama aktivitas bisnis, lapangan kerja, dan infrastruktur utama masih terkonsentrasi di Jakarta, permintaan properti akan tetap terjaga,” kata Firman Pamungkas, dikutip dari Siaran Pers Rumah123.

Lebih lanjut, Firman menjelaskan, pasar properti saat ini semakin rasional dan berbasis fundamental. 

Rumah123 mengamati, saat ini investor atau pencari rumah saat ini fokus pada faktor-faktor mendasar, yakni konektivitas, aksesibilitas, kualitas infrastruktur, dan potensi pertumbuhan nilai properti jangka panjang.

“Keputusan pembelian tidak lagi semata-mata didorong oleh sentimen, tetapi oleh kebutuhan dan prospek investasi yang lebih terukur,” ujar Firman.

Hal Berbeda Terjadi di Kawasan Penyangga IKN

Berbeda dari Jakarta yang mengalami kenaikan minat pencari properti, wilayah penyangga IKN justru mengalami penurunan.

Balikpapan justru mencatat penurunan proporsi pencarian sebesar 0,4% secara tahunan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Head of Research Rumah123, Marisa Jaya.

“Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin mempertimbangkan kepastian aktivitas ekonomi, akses lapangan kerja, dan kebutuhan hunian riil dalam mengambil keputusan properti,” ujar Marisa Jaya, dikutip dari Siaran Pers.

Pasar properti di Balikpapan, Samarinda, dan Penajam Paser Utara (PPU) sedang memasuki fase normalisasi atau masa kembali normal.

Sebelumnya, memang terjadi periode pertumbuhan yang didorong oleh rencana pemindahan ibu kota dan sentimen pembangunan IKN.

Lantaran adanya penundaan penerbitan Keputusan Presiden mengenai pemindahan ibu kota, kalangan investor masih bersikap wait-and-see.

Hal tersebut berdampak pada volume transaksi, meskipun harga properti secara umum masih relatif stabil.

Berikut adalah data penjualan dan pencarian properti di kawasan penyangga IKN menurut data Flash Report:

Balikapapan

  • Penjualan rumah baru turun 55,6% secara tahunan pada kuartal pertama 2026. Segmen rumah tipe kecil yang turun 67,0% YoY, diikuti tipe besar yang turun 40,6% YoY dan tipe menengah 19,1% YoY.
  • Sekitar 78% transaksi residensial di Balikpapan masih bergantung pada fasilitas KPR. Namun, ada perlambatan pertumbuhan kredit pemilikan rumah dari 5,26% menjadi 5,02% YoY yang turut menekan volume transaksi.
  • Kualitas kredit properti justru menunjukkan perbaikan, mengindikasikan pasar mulai didominasi oleh pembeli berbasis kebutuhan riil dibandingkan aktivitas spekulatif.

Penajem Paser Utara

  • Sebanyak 86,2% pencari properti di wilayah ini masih mencari tanah kosong. Mencerminkan keyakinan, IKN masih memiliki prospek investasi jangka panjang.
  • Profil pencari properti didominasi kelompok usia 25-34 tahun dengan kontribusi signifikan dari DKI Jakarta. Permintaan masih banyak berasal dari investor luar daerah.

Jakarta dan IKN akan Saling Melengkapi

Marisa Jaya menjelaskan, koridor IKN tidak kehilangan daya tariknya.

Menurutnya, yang terjadi saat ini adalah pergeseran karakter pasar dari fase yang didominasi ekspektasi menuju fase yang lebih selektif dan berbasis kebutuhan riil.

“Tingginya minat terhadap tanah di Penajam Paser Utara menunjukkan bahwa investor masih melihat potensi jangka panjang kawasan tersebut seiring berlanjutnya pembangunan infrastruktur dan pengembangan wilayah,” kata Marisa.

Lebih lanjut ia menjelaskan, Jakarta dan IKN akan memainkan peran yang saling melengkapi dalam peta properti nasional.

Jakarta diprediksi masih tetap menjadi pasar properti terbesar dan paling matang di Indonesia.

Sementara itu, IKN dan kawasan penyangga di sekitarnya, berpotensi berkembang sebagai pasar jangka panjang yang didukung pembangunan infrastruktur, pertumbuhan ekonomi regional, dan proses perpindahan pemerintahan yang berlangsung secara bertahap.

***

Paid Reports 1280 x 305

Demikian informasi terbaru seputar kondisi terkini pasar properti, khususnya di Jakarta dan IKN.

Sebagai marketplace properti terdepan di Indonesia, Rumah123 akan terus menghadirkan data, informasi, dan solusi pencarian properti yang membantu masyarakat mengambil keputusan dengan lebih percaya diri.

Sejalan dengan semangat #RumahUntukSemua, Rumah123 berkomitmen mendampingi setiap individu menemukan hunian maupun peluang investasi yang sesuai dengan kebutuhan mereka, di mana pun lokasi dan tahap perjalanan propertinya.

Temukan analisis lengkap dan angka terbaru di berbagai kota lainnya melalui Flash Report Rumah123.

{"attributes":{"type":"popupbanner","widget_type":"overlay","custom_background":"https:\/\/events.rumah123.com\/wp-content\/uploads\/sites\/38\/2025\/10\/Paid-Reports-450x600-1.png","custom_link":"https:\/\/www.rumah123.com\/pressroom\/?utm_source=panduan123&utm_medium=popup-artikel&utm_campaign=paidreports","first_open":"true","position":"overlay","pdp_id":[""]},"pdp":{"data":{"GetPropertiesByOriginID":{"properties":[]}}},"strapi":null,"baseUrl":"https:\/\/www.rumah123.com"}