Ketahui Simulasi Beli Rumah Berdasarkan Gaji: 5 Juta, 10 Juta, 15 Juta
r123-share-title
Terakhir diperbarui 18 Mei 2026 · 4 min read · by Yongky Yulius
Jika Anda ingin membeli rumah secara KPR, tidak boleh sembarangan. Jangan sampai harga rumahnya terlalu tinggi dari kemampuan finansial Anda, yang membuat cicilan bulanannya jadi berat.
Sebagai informasi, dalam dunia keuangan, ada istilah aturan 30%. Artinya, total cicilan bulanan yang mesti Anda tanggung tidak lebih dari 30 persen penghasilan bersih.
Kenapa aturan itu dianjurkan untuk diikuti? Itu agar napas keuangan Anda tetap lega untuk kebutuhan lainnya, terutama kebutuhan pokok, tabungan, dan investasi.
Di bawah ini, terdapat beberapa simulasi beli rumah berdasarkan gaji, mulai dari gaji Rp5 juta, gaji Rp10 juta, dan gaji Rp15 juta.
Target Harga Rumah (Asumsi DP 10%): Rp 210.000.000
Uang Muka (DP) + Biaya KPR & Notaris (Estimasi): Rp 35.000.000
Jika melihat simulasi di atas, Anda yang bergaji Rp5 juta per bulan disarankan mengambil rumah subsidi karena bunganya flat 5 persen hingga lunas.
Bahkan, apabila Anda mengambil rumah subsidi seharga Rp180 jutaan cicilannya bisa hanya sekitar Rp1,1 jutaan per bulannya.
Simulasi Beli Rumah Gaji Rp10 Juta Per Bulan
Maksimal Cicilan Bulanan (30%): Rp 3.000.000
Estimasi Maksimal Plafon KPR: Rp 385.000.000
Target Harga Rumah (Asumsi DP 10%): Rp 430.000.000
Uang Muka (DP) + Biaya KPR & Notaris (Estimasi): Rp 65.000.000
Untuk Anda yang ingin tinggal di kota besar, seperti di Kota Bandung atau Jakarta, cukup sulit mencari rumah harga Rp400-500 jutaan.
Pilihannya, Anda bisa mencari di pinggiran kota. Misal, jika di Kota Bandung, Anda bisa mencarinya di sekitar kawasan Ciwastra atau di Katapang.
Sementara itu, jika Anda hendak tinggal di kawasan Jabodetabek, bisa mencari rumah di daerah pinggiran, seperti Bogor dan Bekasi.
Agar lebih hemat, Anda bisa mencari developer yang menawarkan promo “Free Biaya-Biaya” (BPHTB, AJB, Notaris, & Biaya KPR) agar uang tunai yang perlu Anda siapkan di awal tidak terlalu menguras tabungan.
Simulasi Beli Rumah Gaji Rp15 Juta Per Bulan
Maksimal Cicilan Bulanan (30%): Rp 4.500.000
Estimasi Maksimal Plafon KPR: Rp 580.000.000
Target Harga Rumah (Asumsi DP 10%): Rp 650.000.000
Uang Muka (DP) + Biaya KPR & Notaris (Estimasi): Rp 95.000.000
Jika gaji Anda Rp15 jutaan per bulan, Anda bisa mempertimbangkan untuk membeli rumah yang ukurannya lebih lega.
Rumah di pinggiran kota dengan harga Rp600-700 jutaan biasanya sudah memiliki luas bangunan yang mumpuni untuk ditempati bersama keluarga.
Biasanya, rumahnya berada di cluster strategis dengan model dua lantai.
Karena kapasitas menabung Anda lebih besar, Anda bisa mempertimbangkan untuk memperbesar DP (misal 20-30%) agar nilai cicilan bulanan menjadi lebih kecil atau tenornya bisa diperpendek menjadi 10-15 tahun saja.
***
Jadi, itulah beberapa simulasi beli rumah untuk rumah dengan gaji Rp5 juta, Rp10 juta, dan Rp15 juta.
Silakan gunakan perhitungan simulasi di bawah ini jika Anda ingin mengkustomisasi beberapa variabelnya.
Simulasi Kemampuan KPR
Cari tahu kemampuan cicilan KPR berdasarkan penghasilan.
Rp/bulan
Rp
-
Rp
Angka minimal harus lebih rendah dari angka maksimal
Tahun
Hasil Simulasi
Memuat hasil simulasi...
Harga Properti MaksimalRp.
3.560.495.673
Angsuran maksimal yang disarankanRp.
30.000.000
Uang muka yang harus disiapkanRp.
712.099.135
*Hasil berdasarkan suku bunga terendah di Rumah123, dan asumsi kamu tidak
memiliki cicilan bulanan lain yang berjalan saat ini.
Pertanyaan Umum
Apakah bisa mengambil cicilan lebih dari 30% gaji jika belum punya tanggungan?
Bisa secara legalitas bank (beberapa bank mengizinkan hingga 40-50%), namun tidak disarankan. Batas 30% menjaga keuangan Anda tetap aman dari risiko inflasi, kenaikan suku bunga KPR (floating), dan kebutuhan mendesak lainnya.
Apa bedanya Rumah Subsidi dan Rumah Komersial?
Rumah subsidi dibantu pemerintah dengan harga maksimal yang diatur hukum dan bunga flat 5% (khusus penghasilan rendah). Rumah komersial harganya bebas mengikuti pasar, desain lebih variatif, dan suku bunganya mengikuti fluktuasi pasar.
Berapa lama idealnya waktu yang dibutuhkan untuk mengumpulkan uang muka (DP)?
Idealnya 1 hingga 3 tahun dengan cara menyisihkan 20-30% penghasilan bulanan ke instrumen investasi rendah risiko (seperti reksa dana pasar uang atau deposito) khusus untuk dana hunian.
Selain DP, biaya apa saja yang wajib disiapkan di awal?
Biaya KPR (provisi, administrasi, asuransi jiwa & kebakaran) dan biaya legalitas (Pajak Pembeli/BPHTB, AJB, balik nama sertifikat, dan jasa Notaris). Totalnya bisa mencapai 5% hingga 10% dari harga rumah.
Mengapa pengajuan KPR bisa ditolak bank padahal gaji sudah cukup?
Paling sering karena BI Checking (SLIK OJK) yang buruk seperti pernah menunggak pinjol, paylater, atau kartu kredit. Alasan lain bisa karena status kerja belum karyawan tetap atau rasio utang total yang sudah terlalu tinggi.