OK
logo rumah123
logo rumah123
Pasang Iklan
Dijual
Disewa
Properti Baru
Panduan

12 Biaya Jual Beli Rumah yang Wajib Dibayarkan Pembeli dan Penjual

Terakhir diperbarui 21 Mei 2024 · 7 min read · by Septian Nugraha

biaya jual beli rumah

Dalam transaksi jual beli rumah atau properti lainnya, terdapat sejumlah biaya lain yang dibebankan kepada penjual maupun pembeli.

Selain menyiapkan uang pembelian rumah, pembeli juga harus mengalokasikan sejumlah biaya untuk membayar pajak, administrasi serta pengurusan legalitas. 

Begitu pula dengan penjual, mereka juga diwajibkan membayar pajak penjualan rumah.

Jika berniat melakukan jual-beli rumah, berikut sejumlah biaya yang harus dikeluarkan oleh pihak penjual maupun pembeli.

Daftar Biaya Penjualan Rumah

1. Pajak Penghasilan (PPh)

pph

PPh alias pajak penghasilan tentu saja di dibebankan kepada penjual, sebab ia mendapatkan penghasilan dari penjualan rumah tersebut.  

Merujuk Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 34 Tahun 2016 tentang Tarif Baru PPh Final Atas Pengalihan Hak Atas Tanah atau Bangunan. 

Besaran pajak penjualan rumah yang harus dibayarkan adalah 2,5% dari nilai penghasilan atas hak atas tanah dan bangunan.

Patut diketahui, pajak jual beli rumah ini harus dilunasi sebelum penandatanganan AJB.

2. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

pbb

Tanggungan PBB dalam jual-beli properti sejatinya bisa menjadi tanggungan penjual, apabila jual-beli dilakukan setelah jatuh tempo pembayaran PBB. 

Setelah itu, tanggungan PBB akan dialihkan kepada pembeli sebagai pemilik baru. 

Seperti diketahui, PBB wajib dibayarkan oleh setiap pemilik properti setiap tahunnya.

Besaran PBB adalah 0,5% dari Nilai Jual Kena Pajak (NJKP) atau sebanding dengan 20% NJOP.

3. Jasa Agen Properti

jasa Agen Properti

Alokasi dana ini perlu disiapkan, jika hendak menjual rumah menggunakan jasa agen properti.

Komisi agen properti umumnya dibebankan kepada penjual, sebagai pihak yang berkepentingan.

Menurut peraturan perundangan-undangan, besaran komisi agen tersebut berkisar antara 2–5% dari nilai transaksi.

Agar rumah cepat laku terjual, kamu juga sebenarnya bisa memanfaatkan berbagai platform jual beli properti seperti Rumah123.

Bagi para homeowner yang ingin menjual propertinya, bisa langsung mengakses laman ‘Pemilik Properti’ Rumah123 untuk mengiklankan properti secara aman dan mudah.

Daftar Biaya Pembelian Rumah

4. Biaya Cek Sertifikat

Jika berniat membeli hunian terutama rumah second, hal yang harus dilakukan adalah mengecek keaslian dan keabsahan sertifikat tanah dari rumah yang hendak dibeli.

{"attributes":{"type":"banner","custom_title":"Pasang Iklan Sekarang","custom_link":"https:\/\/www.rumah123.com\/pemilik-properti\/?utm_source=panduan123&utm_medium=artikel&utm_campaign=homeowner&utm_term=owner","custom_desc":"Jaring calon pembeli dengan cepat dari seluruh Indonesia","custom_cta":"Pelajari Lebih Lanjut","custom_background":"https:\/\/www.rumah123.com\/asset-core\/images\/wpBannerDesktop.png, https:\/\/www.rumah123.com\/asset-core\/images\/wpBannerMobile.png","pdp_id":[""]},"pdp":{"data":{"GetPropertiesByOriginID":{"properties":[]}}},"strapi":null,"baseUrl":"https:\/\/www.rumah123.com"}

Pasal 34 PP No.24 Tahun 1997 menerangkan bahwa BPN akan mengecek keaslian sertifikat tanah berdasarkan peta pendaftaran, daftar tanah, surat ukur, dan buku tanah.

Cek sertifikat biasanya tidak memakan waktu lama, bisa selesai hanya dalam satu hari.

Ada tiga cara yang bisa kamu pilih perihal cara pengurusannya, yakni:

a. Menggunakan jasa notaris

Cara ini bisa diambil bila kamu memiliki kesibukan yang padat, hingga tidak memiliki waktu untuk mengurusnya secara mandiri.

Akan tetapi kamu juga harus menyiapkan dana tambahan sebagai uang jasa kepada notaris, jumlahnya berkisar Rp100–150 ribu.

b. Pengecekan secara mandiri

Kamu juga bisa melakukan pengecekan sertifikat secara mandiri, dengan langsung mendatangi kantor pertanahan setempat.

Dalam proses ini, kamu akan dikenakan tarif Rp50 ribu per sertifikat yang akan dicek.

Adapun sejumlah berkas yang perlu kamu siapkan, ialah:

  • Sertifikat tanah yang hendak diperiksa.
  • Surat tugas atau surat kuasa pengecekan dari PPAT kepada pegawainya.
  • Permohonan cek sertifikat, di mana form permohonannya sudah ada di BPN.
  • Fotokopi KTP pemilik sertifikat.

c. Pengecekan secara online

Kamu juga bisa melakukan pengecekan secara daring melalui aplikasi Sentuh Tanahku.

Pengurusan cek sertifikat biasanya menelan biaya Rp50 ribu hingga Rp300 ribu.

Beban dari bea ini biasanya ditanggung oleh pembeli.

Namun, ini masih bisa dikondisikan, artinya bisa negosiasikan dengan penjual agar beban pembiayaan dibagi dua.

5. Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)

BPHTB

Ini merupakan salah satu tambahan biaya jual-beli rumah yang dibebankan kepada pembeli atau pemilik tanah dan bangunan.

Biaya BPHTB dan AJB memiliki kaitan erat, sebab bea ini harus sudah dilunasi AJB alias Akta Jual Beli.

Artinya, AJB tidak akan diterbitkan sebelum pelunasan BPHTB

Besaran tarif pajak jual beli rumah ini ditetapkan sebesar 5%, dengan rumus perhitungan sebagai berikut:

Nilai transaksi atau Nilai Perolehan Objek Pajak (NPOP) dikurangi Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NPOPTKP), dan dikalikan 5%.

Sebagai catatan, besaran nilai NPOPTKP di tiap daerah berbeda jumlahnya.

Karena itu, cari tahu besaran NPOPTKP di daerahmu, ya.

BPHTB berlaku sebagai biaya biaya jual beli rumah second maupun baru. 

Bea ini tidak hanya dikenakan dalam transaksi jual-beli rumah, tetapi juga dalam setiap perolehan hak atas tanah dan bangunan seperti waris hingga hibah.

tessa rumah123

6. Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

PPN

Bea lainnya yang masuk dalam daftar biaya jual-beli rumah adalah PPN, besarannya adalah 10% dari nilai transaksi.

Minimal nilai transaksi yang dikenakan PPN adalah Rp 36 juta.

Pajak jual beli rumah ini hanya dikenakan satu kali saat membeli properti, baik dari developer maupun perorangan.

Di samping itu, pajak ini juga dikenakan terhadap pembangunan rumah yang dilakukan secara mandiri oleh orang pribadi atau badan.

7. Akta Jual Beli (AJB)

AJB

AJB dibuat oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), bukan oleh notaris atau BPN.

Hal tersebut diatur dalam PP No.37 tahun 1998 pasal 2 ayat 1.

Biaya AJB rumah dibebankan kepada pembeli, tetapi bisa juga ditanggung oleh kedua belah pihak tergantung kesepakatan. 

Adapun kisaran tarif AJB rumah adalah 1% dari nilai transaksi, tetapi ini bukan angka pasti karena nilainya masih bisa ditawar.

Perlu diingat, pengurusan AJB baru bisa dilakukan setelah pemeriksaan sertifikat, pelunasan BPHTB, PPh, dan PBB.

8. Biaya Balik Nama (BBN)

Biaya Balik Nama

Dalam proses transaksi jual-beli rumah, kamu juga akan dikenai Biaya Balik Nama (BBN) sertifikat properti dari penjual ke pembeli.

Bea ini dikenakan kepada konsumen, tetapi bila kamu membeli rumah baru melalui pengembang, maka proses BBN akan diurus oleh developer.

Karena itu, kamu sebagai pembeli hanya tinggal membayarnya saja.

Besaran BBN di setiap daerah berbeda-beda, rata-rata sekitar 2% dari nilai transaksi. 

Rumus menghitung BBN sendiri adalah sebagai berikut;

BBN = 2 persen x Nilai Transaksi.

9. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)

PNBP

Tambahan biaya jual beli rumah ini tidak termasuk pajak.

Akan tetapi, ketetapannya tertuang dalam Undang-Undang (UU) No.20 tahun 1997 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak.

Dalam UU tersebut, dijelaskan bahwa PNBP adalah seluruh penerimaan pemerintah pusat yang tidak berasal dari penerimaan perpajakan.

Karena itu, kamu wajib mengalokasikan dana untuk membayar PNBP jika hendak membeli rumah.

Bea ini akan dibebankan kepada pembeli, dengan rumus perhitungan 1/1.000 (satu per seribu) dari NJOP tanah ditambah Rp50 ribu.

10. Biaya Akad Jual Beli Rumah

Biaya Akad Jual Beli Rumah

Biaya akad jual beli rumah dibebankan jika kamu membeli rumah dengan skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR). 

Tidak hanya satu, biaya akad jual beli rumah ini terdiri dari sejumlah komponen seperti provisi, administrasi, serta premi asuransi jiwa dan kebakaran.

Besaran biaya akad jual beli rumah adalah 7–10% dari total plafon kredit

11. Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM)

PPNBM

Pajak ini umum dikenakan dalam transaksi jual-beli barang mewah, bisa pada kendaraan atau properti.

Rumah kamu bisa dikenai pajak ini, jika berencana membeli rumah dengan lahan seluas lebih dari 150 meter persegi.

Bea ini akan dibebankan kepada pembeli properti yang termasuk dalam kategori barang mewah.

Pajak tersebut hanya berlaku kalau kamu membeli properti langsung dari perusahaan pengembang, serta tidak berlaku bila kamu membeli properti dari perorangan.

12. Jasa Notaris

jasa Notaris

Keterlibatan notaris dalam proses jual-beli rumah sebaiknya jangan diabaikan.

Kehadiran notaris akan membuat proses jual-beli sah secara legalitas.

Hal ini dikarenakan notaris adalah satu-satunya pihak yang berwenang menentukan keabsahan dalam proses jual-beli.

Adapun mengenai tarif jasa notaris umumnya berkisar Rp5 juta, dengan rincian sebagai berikut:

  • cek sertifikat: Rp100 ribu
  • SK: Rp1 juta
  • Validasi pajak: Rp200 ribu
  • AJB: Rp2,4 juta
  • BBN: Rp750 ribu
  • Surat Kuasa Hak Membebankan hak Tanggungan: Rp250 ribu
  • Akta Pemberian Hak Tanggungan: Rp1,2 juta.

Akan tetapi, ini hanya penghitungan kasar, sehingga jumlah uang yang dikeluarkan untuk membayar jasa notaris bisa jauh lebih rendah atau tinggi.

Ada beberapa notaris yang menetapkan bayaran sebesar 0,5–1% dari nilai transaksi.

Lantas, biaya notaris jual beli rumah ditanggung oleh siapa?

Biaya jasa notaris biasanya dibebankan kepada pembeli, sebagai pihak yang berkepentingan. 

Akan tetapi, teknis pembayarannya bisa dinegosiasikan dengan penjual agar bisa dibagi dua.

Baca juga:

Rincian Biaya Akad KPR dalam Transaksi Jual Beli Rumah

Itulah sejumlah biaya jual beli rumah yang harus dialokasikan oleh penjual dan pembeli.

Punya pertanyaan seputar properti? Yuk, ngobrol bareng di Teras123!

Semoga artikel ini bermanfaat, ya.

{"attributes":{"type":"floatingbanner","widget_type":"overlay","custom_background":"https:\/\/events.rumah123.com\/wp-content\/uploads\/sites\/38\/2020\/09\/02173422\/floating-tebus-rumah.gif","custom_link":"https:\/\/www.rumah123.com\/properti-penawaran-khusus\/?utm_source=panduan123&utm_medium=floatingbanner&utm_campaign=penawarankhusus","position":"floating","pdp_id":[""]},"pdp":{"data":{"GetPropertiesByOriginID":{"properties":[]}}},"strapi":null,"baseUrl":"https:\/\/www.rumah123.com"}

Simulasi KPR

Hitung pembiayaan kredit rumah dengan bunga KPR terbaik di Rumah123

Rp
%
Rp
Angsuran/bulan mulai dari
Tahun ke-1
Bunga 4.56%
Rp. 1.526.143
Tahun ke-2 dan seterusnya
Estimasi Bunga 12%
Rp. 2.592.985

Simulasi KPR Syariah

Hitung pembiayaan KPR syariah dengan rekomendasi bank terbaik di Rumah123

Rp
%
Rp
Angsuran/bulan mulai dari
Tahun ke 1 dan seterusnya
Margin 9%
Rp. 2.434.240

Bunga KPR Terbaru

Beli properti impian dengan memilih produk KPR terbaik di Rumah123

Bank DKI
Bank DKI
Suku bunga mulai dari4.56%
Tenor Max.20 Tahun
Bank Mandiri
Bank Mandiri
Suku bunga mulai dari2.65%
Tenor Max.30 Tahun
Bank BRI
Bank BRI
Suku bunga mulai dari3.25%
Tenor Max.25 Tahun