OK

Rincian Pajak Jual Beli Rumah Bekas yang Harus Diketahui

19 Oktober 2022 · 4 min read · by Shandy Pradana

Pajak Jual Beli Rumah Bekas

Foto: Pexels

Tertarik untuk membeli rumah bekas? Jika iya, maka Anda perlu menghitung beberapa biaya yang harus dikeluarkan.

Layaknya membeli properti baru, ada pula biaya dan pajak yang harus dibayar dalam jual beli rumah bekas.

Pajak jual beli rumah bekas sendiri adalah pajak yang dikeluarkan oleh kedua belah pihak yang melakukan transaksi rumah bekas.

Tentu saja, pembeli dan penjual rumah mempunyai porsi pengeluaran yang berbeda.

Agar semakin jelas, perhatikan rincian dari pajak penjual dan pembeli rumah second berikut ini.

Pajak Penjual Rumah Second

Pajak Penghasilan (PPh)

Pajak Penghasilan (PPh)

Foto: Unsplash

Pertama ada pajak penghasilan (PPh) yang diperoleh karena penjual menerima sejumlah uang dari pembeli.

Hal ini diatur dalam PP No. 34/2016, di mana besaran PPh untuk alih hak tanah dan bangunan adalah 2,5% dari harga objek yang dijual.

Pembayaran PPh dilakukan di bank yang menjadi tempat transaksi. Lalu, bukti pembayarannya akan divalidasi ke kantor pajak setempat.

Bagaimana perhitungan biaya pajak jual beli rumah bekas ini?

Misalnya, telah disepakati kalau sebuah rumah second di Seion Serang dijual dengan harga Rp500.000.000,00.

Maka, besaran nominal PPh yang harus dibayar adalah:
2,5% x Rp500.000.000,00 = Rp12.500.000,00

Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

Pajak selanjutnya yang harus dibayar oleh penjual rumah second adalah PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) setahun terakhir.

Nilainya sendiri berkisar 0,5% dari NJKP (Nilai Jual Kena Pajak).

NJKP rumah yang harganya di bawah Rp1 miliar adalah 20%, sementara yang di atas Rp1 miliar adalah 40%.

Kita ambil contoh rumah dua lantai minimalis di Istana Regency Jatinangor yang dijual dengan harga Rp640 juta.

Dengan begitu, rumah ini dikenakan NJKP sebesar 20%, dengan NPOPTKP sebesar Rp60.000.000,00.

Cara hitung pajak jual beli rumah bisa menggunakan rumus ini:

(NJOP – NPOPTKP) x 20% x 0,5%.
Rp640.000.000,00 – Rp60.000.000,00 = Rp580.000.000,00
= Rp580.000.000,00 x 20% = Rp116.000.000,00
= Rp116.000.000,00 x 0,5% = Rp580.000,00

Jadi, biaya PBB yang harus dibayar adalah Rp580.000,00.

Biaya Notaris

Biaya selanjutnya yang perlu dikeluarkan oleh penjual rumah bekas adalah biaya notaris/PPAT.

Meski begitu, terkadang biaya ini tidak menjadi tanggung jawab penjual seutuhnya.

Dalam hal ini, penjual bisa bernegosiasi dengan pembeli untuk menanggung biaya tersebut bersama-sama.

Pajak Pembeli Rumah Second

Pajak Pembeli Rumah SecondFoto: iStock

Dibanding penjual, pembeli rumah bekas harus mengeluarkan biaya yang lebih banyak.

Namun tidak seperti membeli rumah baru, Anda tidak akan dikenakan PPN dari transaksi jual beli rumah bekas tersebut.

Beberapa pajak jual beli rumah second yang dibebankan kepada pembeli adalah:

Biaya Pengecekan Sertifikat

Sebelum membayar pajak jual beli rumah bekas, sebagai pembeli Anda perlu mengecek keaslian sertifikat rumah yang akan dibeli.

Anda bisa mengecek keabsahan sertifikat rumah tersebut ke kantor pertanahan, sebab bisa saja rumah memiliki masalah atau sengketa.

Jika ingin memeriksa, cukup serahkan sertifikat asli dan fotokopi ke Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat.

Biaya administrasi yang biasa dikenakan sebesar Rp50.000,00.

BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan)

Jika penjual wajib membayar PPh, maka pajak yang harus dibayar oleh pembeli rumah bekas adalah BPHTB.

Keduanya memiliki fungsi yang kurang lebih sama.

Besaran pajak ini adalah 5% dari harga jual rumah, setelah dikurangi NPOPTKP (Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak).

Biaya Pembuatan AJB

Selanjutnya ada biaya pembuatan AJB yang besarannya mencapai 1% dari seluruh nilai transaksi jual beli rumah.

Umumnya pembeli ‘lah menanggung biaya ini, kecuali ada kesepakatan berbeda antara pembeli dan penjual.

Biaya Balik Nama

Setelah membeli rumah dari penjual, pembeli biasanya harus mengurus proses balik nama.

Adapun biaya balik nama biasanya berkisar 2% dari total nilai transaksi, atau berdasarkan ketetapan pemerintah setempat.

Perlu diingat, pengurusan balik nama memerlukan sejumlah berkas, termasuk bukti pelunasan SSB BPHTB yang sudah dilunasi pembeli.

Selain yang telah disebutkan, ada pula biaya lain yang dikenakan jika Anda melakukan jual beli rumah bekas menggunakan KPR.

Misalnya asuransi jiwa dan kebakaran, serta biaya provisi KPR.

Sekian penjelasan tentang biaya pajak jual beli rumah bekas yang wajib diketahui.

Temukan juga beragam hunian terbaik hanya di Rumah123, seperti rumah hook, apartemen dekat CBD dan masih banyak lagi.

 

Author:

Shandy Pradana