OK
logo rumah123
logo rumah123
download-app-hamburgerAdvertise Here
Panduan

Contoh Surat Hibah Tanah beserta Syarat dan Hukumnya

Terakhir diperbarui 21 Juni 2024 · 4 min read · by Yuhan Al Khairi

Mengetahui contoh surat hibah tanah memang penting, agar kita tidak keliru saat membuatnya.

Selain surat, syarat dan hukum hibah juga perlu dipahami, gar proses hibah berjalan sesuai aturan.

Kegiatan hibah-menghibahkan barang sebenarnya sudah cukup lumrah di masyarakat.

Namun, tidak semua orang memahami jika kegiatan tersebut harus dilakukan sesuai aturan yang berlaku di Indonesia.

Perlu diingat, syarat dan hukum hibah sendiri telah diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Agar tidak bingung saat melakukan hibah tanah, simak syarat dan hukum hibah yang sah di bawah ini.

Cara Membuat dan Contoh Surat Hibah Tanah

Format pembuatan surat hibah sama saja dengan surat perjanjian lainnya. 

Artinya surat tersebut harus memuat hal-hal penting, mulai dari identitas kedua pihak terkait hingga keterangan mengenai tanah sebagai objek hibah. 

Agar lebih jelas, berikut adalah contoh surat hibah tanah:

***

SURAT HIBAH TANAH

Dengan ini menyatakan bahwa pihak yang bertanda tangan di bawah ini:

  • Nama:
  • NIK:
  • Pekerjaan:
  • Alamat:

Disebut pihak pertama yang menghibahkan.

  • Nama:
  • NIK:
  • Pekerjaan:
  • Alamat:

Disebut pihak kedua yang menerima hibah.

Pihak Pertama telah menghibahkan tanah kepada Pihak Kedua yang memiliki luas tanah (tulis ukuran tanahnya) yang berlokasi di (keterangan lengkap alamat tanah tersebut berada).

Surat hibah ini dibuat dengan sebenar-benarnya tanpa adanya paksaan dari pihak mana pun, dibuat dengan keadaan sehat jasmani dan rohani serta dapat digunakan dengan sebaik–baiknya.

                                                                       ……….., ……..

 Penerima Hibah                                       Pemberi Hibah

(nama lengkap)                                       (Nama lengkap)

 

Saksi-saksi:

 

***

Download surat hibah tanah

Syarat Hibah Tanah

Setelah mengetahui cara membuat surat hibah tanah beserta contohnya, kini saatnya Anda mengetahui syarat hibah tanah. 

Hibah tidak bisa dilakukan sembarangan, ada syarat, hukum dan ketentuan hibah tanah yang perlu dipenuhi agar penyelenggaraannya aman.

Mengenai syarat,  kita akan membaginya ke dalam dua perspektif; sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan sesuai syariat dan ketentuan Islam.

1. Syarat Hibah Tanah menurut Undang-Undang

Syarat melakukan hibah tanah tertuang dalam Peraturan Pemerintah No.24/1997.

Di dalam peraturan tersebut disebutkan, bahwa:

“Peralihan hak atas tanah dan hak milik atas satuan rumah susun melalui jual beli, tukar menukar, hibah, pemasukan dalam perusahaan dan perbuatan hukum pemindahan hak lainnya, kecuali pemindahan hak melalui lelang hanya dapat didaftarkan jika dibuktikan dengan akta yang dibuat oleh PPAT yang berwenang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.”

Berdasarkan penjabaran di atas, kita dapat mengetahui bahwa proses hibah tanah beserta pembuatan surat perjanjian hibah harus dilakukan di hadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT).

Dalam peraturan yang berbeda – yakni Pasal 19967 KUHPerdata – juga disebutkan, ada beberapa syarat lain yang harus dipenuhi agar proses hibah tanah berlangsung secara sah di mata hukum, misalnya:

  • Objek/barang yang dihibahkan harus memiliki manfaat bagi penerimanya
  • Objek/barang yang dihibahkan harus memiliki bentuk dan tidak dalam proses perencanaan
  • Objek/barang yang dihibahkan tidak terikat perjanjian, seperti gadai, harta gono-gini, dan lainnya
  • Pemberi dan penerima hibah harus berusia dewasa sesuai ketentuan undang-undang di Indonesia
  • Proses hibah dan pembuatan surat hibah tanah dilakukan di hadapan notaris atau PPAT
  • Akta notaris asli akan disimpan oleh notaris yang sudah ditunjuk oleh kedua belah pihak
  • Proses hibah harus disertai surat persetujuan anak kandung atau ahli waris pemberi hibah.

Baca juga:

Ini Plus-Minus Investasi Tanah yang Perlu Diketahui 

2. Syarat Hibah menurut Syariat Islam

Jika demikian, bagaimana dengan syarat hibah menurut Islam?

Tidak jauh berbeda, di dalam Islam proses hibah pun diperbolehkan, asal proses tersebut berjalan sesuai syarat yang telah ditetapkan, seperti:

  • Pemberi dan penerima hibah harus berusia dewasa
  • Hibah tidak boleh dilakukan kepada orang yang belum lahir
  • Sehat akal, waras, dan sadar akan tindakan yang ia lakukan
  • Hibah boleh dilakukan baik laki-laki maupun perempuan
  • Perkawinan tidak menjadi penghalang seseorang menghibahkan barang
  • Jika ingin memberi hibah kepada orang yang belum dewasa, proses hibah tersebut harus dilakukan (secara langsung tanpa perantara) di  hadapan orang tua yang bersangkutan
  • Memberi hibah kepada orang yang tidak sehat akal dan pikirannya juga diperbolehkan, tetapi proses tersebut harus dilakukan oleh wali yang bersangkutan.

Hukum Pembatalan Perjanjian Hibah Tanah

Lantas, apakah perjanjian hibah dapat dibatalkan? Bisa saja, tetapi pembatalan tersebut harus diputuskan di pengadilan.

Bukan cuma itu, alasan pembatalan hibah juga penting diperhatikan.

Ada dua hal yang memungkinkan pembatalan hibah terjadi, yakni syarat hibah tidak terpenuhi dan kewajiban yang tidak dilaksanakan.

Inilah salah satu alasan pentingnya melihat contoh surat hibah tanah yang benar sebelum membuatnya.

Sebab, jika proses hibah dilakukan asal-asalan, bukan tidak mungkin hibah tersebut menjadi tidak sah.

Ditambah lagi, penerima hibah tanah juga memiliki kewajiban kepada pemberi hibah.

Orang tersebut wajib menafkahi pemberi hibah, jika kondisi ekonomi pemberi hibah sedang tidak baik.

Bila mangkir, maka perjanjian hibah tanah yang dilakukan boleh dibatalkan.

Demikian syarat, hukum, dan contoh surat hibah tanah yang bisa dijadikan referensi.

Semoga ulasan di atas bermanfaat, ya.