Sebelum Membeli, Hitung Biaya Cicilan Rumah Subsidi Berikut Ini

Cicilan Rumah Subsidi

 

?Dewasa ini membeli rumah memang cukup sulit, sebab harganya terus melejit terutama di kota-kota besar.

 

Maka itu, rumah subsidi hadir sebagai alternatif hunian bagi kalangan menengah ke bawah.

 

Cicilan rumah subsidi per bulan pun cukup murah. Pemerintah menetapkan batasan harga rumah subsidi sesuai peraturan Perumahan Rakyat (PUPR) No. 242/KPTS/M/2020.

 

Jika tertarik membeli rumah subsidi, ada baiknya untuk memperhatikan besaran cicilan rumah subsidi terlebih dahulu, berikut penjabarannya.

KPR Rumah Subsidi

KPR Rumah Subsidi

 

?KPR rumah subsidi adalah kredit pemilikan rumah yang diberikan oleh pemerintah, biasanya berupa keringanan biaya uang muka ataupun suku bunga.

 

Rumah subsidi sendiri memiliki empat skema pembiayaan, meliputi:

 

Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) atau Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi

Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM)

Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT)

Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera)

 

Adapun syarat membeli rumah subsidi yang perlu diketahui, yakni:

 

Warga Negara Indonesia (WNI) dan berdomisili di Indonesia;

Berusia 21 tahun atau telah menikah;

Penerima maupun pasangan (suami/istri) belum memiliki rumah dan belum pernah menerima subsidi pemilikan rumah;

Penghasilan maksimum Rp8 juta untuk rumah tapak dan susun;

Memiliki masa kerja atau minimal 1 tahun;

Memiliki NPWP atau surat pemberitahuan (SPT) tahunan pajak; penghasilan (PPh) orang pribadi, sesuai perundang-undangan yang berlaku.

 

Selain syarat, ada beberapa dokumen yang harus dilengkapi, seperti: 

 

Fotokopi identitas diri (KTP) pemohon dan pasangan;

Fotokopi Kartu Keluarga;

Fotokopi surat nikah / cerai;

Slip gaji terakhir atau surat keterangan penghasilan;

Fotokopi Surat Keputusan (SK) pengangkatan pegawai tetap atau surat keterangan kerja;

Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Tanda Daftar Perusahaan (TDP), dan surat keterangan domisili;

Laporan keuangan 3 bulan terakhir (pemohon wiraswasta)

Fotokopi izin praktik (pemohon profesional);

Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP);

Fotokopi rekening koran atau tabungan 3 bulan terakhir; serta

Surat pernyataan belum memiliki rumah dari pemohon dan pasangan.

Perhitungan Cicilan Rumah Subsidi

Perhitungan Cicilan Rumah Subsidi

 

Lantas jika membeli rumah subsidi dengan DP 0 Persen, bagaimana simulasi pembiayaan untuk rumah subsidi?

 

Khusus di Jabodetabek, Maluku, Bali dan NTT, harga rumah subsidi dipatok sebesar Rp168 juta. 

 

Jika mencoba simulasi KPR dari BTN dengan DP 0 Persen dan bunga tetap 5 persen, berikut cicilan rumah subsidinya.

 

Baca juga:

Cicilan Rumah Ideal, Pertimbangan dan Cara Mengajukannya

Tenor 5 Tahun

 

Dilansir dari Kompas.com, untuk konsumen yang memilih tenor selama 5 tahun, maka cicilan rumah subsidi yang perlu dibayarkan setiap bulannya adalah Rp3.500.000.

 

Angka tersebut di luar biaya bank yang terdiri dari appraisal, administrasi, provisi, dan asuransi.

 

Ada pula biaya tambahan cicilan rumah subsidi seperti notaris yang mencakup akta jual beli rumah, bea balik nama, akta SKMHT, APHT, perjanjian HT, sertifikat, dan sebagainya.

 

Untuk mengetahui besaran masing-masing biaya, simak uraiannya berikut ini:

 

Appraisal Rp1.500.000

Provisi Rp5.000.000

Asuransi Rp5.000.000

Notaris Rp25.000.000

Akta Jual Beli Rp5.000.000

Bea Balik Nama Rp.5.000.000

Akta SKMHT Rp2.500.000

Akta APHT Rp5.000.000

Perjanjian HT Rp5.000.000

Cek Sertifikat ZNT, PNBPHT Rp2.500.000

 

Sehingga, pembayaran angsuran pertama untuk tenor 5 tahun adalah Rp47.015.600

Tenor 10 Tahun

 

Untuk tenor 10 tahun, cicilan rumah subsidi yang harus dibayarkan adalah Rp2.100.000 per bulannya.

 

Angka tersebut adalah di luar biaya bank Rp11.500.000, appraisal Rp1.500.000, asuransi Rp5.000.000, biaya notaris Rp25.000.000 yang mencakup:

 

Akta Jual Beli Rp5.000.000

Bea Balik Nama Rp5.000.000

Akta SKMHT Rp2.500.000

Akta APHT Rp5.000.000

Perjanjian HT Rp5.000.000

Cek Sertifikat ZNT, PNBPHT Rp2.500.000

 

Jadi pada pembiayaan pertama angsuran yang harus dibayarkan, ialah Rp42.791.000.

Tenor 15 Tahun

 

Cicilan rumah subsidi dengan tenor 15 tahun untuk DP 0 Persen, konsumen perlu membayar cicilan sebesar Rp4.954.400.

 

Pada angsuran pertama, konsumen membayar sekitar Rp41 jutaan. Ini terdiri dari bayar cicilan per bulan sebesar Rp 4.954.000 dan beberapa biaya di luar bank.

 

Dilansir Kompas.com, biaya cicilan rumah subsidi angsuran pertama adalah:

 

Appraisal Rp1.500.000

Provisi Rp1.500.000

Asuransi Rp5.000.000

Akta Jual Beli Rp5.000.000

Bea Balik Nama Rp5.000.000

Akta SKMTH Rp2.500.000

Akta APHT Rp5.000.000

Perjanjian HT Rp5.000.000

Cek Sertifikat ZNT, PNBPHT Rp2.500.000

 

Itulah ulasan mengenai cicilan rumah subsidi yang patut Anda ketahui.

 

Sedang mencari rumah dijual? Kunjungi Rumah123 untuk melihat berbagai pilihan properti dijual dengan harga menarik. 

 

Sebagai opsi, terdapat rumah dijual di Jakarta Barat yang bisa dilirik, di antaranya Citra Garden Puri dan Green Lake City.

 

Semoga informasi di atas bermanfaat, ya!

 

Baca juga:

Begini Cara Mendapatkan Rumah DP 1 Juta Cicilan 800 Ribu

 

 

Author:

Rachmi Arin Timomor