OK

Perhitungan Biaya Cicilan Rumah Subsidi Berdasarkan Tenornya

19 Oktober 2022 · 4 min read · by Rachmi Arin Timomor

Cicilan Rumah Subsidi

Dewasa ini membeli rumah memang cukup sulit, sebab harganya terus melejit terutama di kota-kota besar.

Maka itu, rumah subsidi hadir sebagai alternatif hunian bagi kalangan menengah ke bawah.
Cicilan rumah subsidi per bulan pun cukup murah.

Pemerintah menetapkan batasan harga rumah subsidi sesuai peraturan Perumahan Rakyat (PUPR) No.242/KPTS/M/2020.

Jika tertarik membeli rumah subsidi, sebaiknya perhatikan besaran cicilan rumah tersebut terlebih dahulu. Berikut ulasan lengkapnya.

Mengenal KPR Rumah Subsidi

KPR Rumah Subsidi

​KPR rumah subsidi adalah kredit pemilikan rumah yang diberikan oleh pemerintah.

Perwujudan program ini biasanya berupa keringanan biaya uang muka maupun suku bunga.

Rumah subsidi sendiri memiliki empat skema pembiayaan, meliputi:

  • Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) atau Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi
  • Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM)
  • Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT)
  • Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera)

Adapun syarat membeli rumah subsidi yang perlu diketahui, yakni:

  • Warga Negara Indonesia (WNI) dan berdomisili di Indonesia;
  • Berusia 21 tahun atau telah menikah;
  • Penerima maupun pasangan (suami/istri) belum memiliki rumah dan belum pernah menerima subsidi pemilikan rumah;
  • Memiliki masa kerja atau minimal 1 tahun;
  • Memiliki NPWP atau surat pemberitahuan (SPT) tahunan pajak; penghasilan (PPh) orang pribadi, sesuai perundang-undangan yang berlaku;
  • Penghasilan maksimum Rp8 juta untuk rumah tapak dan susun.

Selain syarat, ada beberapa dokumen yang harus dilengkapi, seperti:

  • Fotokopi identitas diri (KTP) pemohon dan pasangan;
  • Fotokopi Kartu Keluarga;
  • Fotokopi surat nikah/cerai;
  • Slip gaji terakhir atau surat keterangan penghasilan;
  • Fotokopi Surat Keputusan (SK) pengangkatan pegawai tetap atau surat keterangan kerja;
  • Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Tanda Daftar Perusahaan (TDP), dan surat keterangan domisili;
  • Laporan keuangan 3 bulan terakhir (pemohon wiraswasta)
  • Fotokopi izin praktik (pemohon profesional);
  • Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP);
  • Fotokopi rekening koran atau tabungan 3 bulan terakhir; serta
  • Surat pernyataan belum memiliki rumah dari pemohon dan pasangan.

Perhitungan Cicilan Rumah Subsidi

Perhitungan Cicilan Rumah Subsidi

Jika membeli rumah subsidi dengan DP 0 Persen, lantas bagaimana simulasi perhitungan pembiayaannya?

Khusus di Jabodetabek, Maluku, Bali dan NTT, harga rumah subsidi dipatok sebesar Rp168 juta.

Jika mencoba simulasi KPR dari BTN dengan DP 0 Persen dan bunga tetap 5 persen, berikut besaran cicilan rumah subsidinya.

Baca juga:
5 Tips agar Permohonan KPR Subsidi Cepat Disetujui

Tenor 5 Tahun

Tenor 5 Tahun

Foto: dnaindia.com

Dilansir dari Kompas.com, untuk konsumen yang memilih tenor selama 5 tahun, maka cicilan rumah subsidi yang perlu dibayarkan setiap bulannya adalah Rp3.500.000.

Angka tersebut di luar biaya bank yang terdiri dari appraisal, administrasi, provisi, dan asuransi.

Ada pula biaya tambahan cicilan rumah subsidi, seperti biaya akta jual beli rumah, bea balik nama, akta SKMHT, APHT, perjanjian HT, sertifikat, dan lainnya.

Untuk mengetahui besaran masing-masing biaya, simak uraiannya berikut ini:

  • Appraisal Rp1.500.000
  • Provisi Rp5.000.000
  • Asuransi Rp5.000.000
  • Notaris Rp25.000.000
  • Akta Jual Beli Rp5.000.000
  • Bea Balik Nama Rp.5.000.000
  • Akta SKMHT Rp2.500.000
  • Akta APHT Rp5.000.000
  • Perjanjian HT Rp5.000.000
  • Cek Sertifikat ZNT, PNBPHT Rp2.500.000

Sehingga, pembayaran angsuran pertama untuk tenor 5 tahun adalah besar Rp47.015.600

Tenor 10 Tahun

Tenor 10 Tahun

Foto: housing.com

Untuk tenor 10 tahun, cicilan rumah subsidi yang harus dibayarkan adalah Rp2.100.000 per bulan.

Angka tersebut adalah di luar biaya bank Rp11.500.000, appraisal Rp1.500.000, asuransi Rp5.000.000 dan biaya notaris sebesar Rp25.000.000, yang mencakup:

  • Akta Jual Beli Rp5.000.000
  • Bea Balik Nama Rp5.000.000
  • Akta SKMHT Rp2.500.000
  • Akta APHT Rp5.000.000
  • Perjanjian HT Rp5.000.000
  • Cek Sertifikat ZNT, PNBPHT Rp2.500.000

Jadi pada pembiayaan pertama angsuran yang harus dibayarkan, ialah Rp42.791.000.

Tenor 15 Tahun

Cicilan rumah subsidi dengan tenor 15 tahun untuk DP 0 Persen, konsumen perlu membayar cicilan sebesar Rp4.954.400.

Pada angsuran pertama, konsumen membayar sekitar Rp41 jutaan.

Itu terdiri dari bayar cicilan per bulan sebesar Rp 4.954.000 dan beberapa biaya di luar bank.

Biaya cicilan rumah subsidi angsuran pertama adalah:

  • Appraisal Rp1.500.000
  • Provisi Rp1.500.000
  • Asuransi Rp5.000.000
  • Akta Jual Beli Rp5.000.000
  • Bea Balik Nama Rp5.000.000
  • Akta SKMTH Rp2.500.000
  • Akta APHT Rp5.000.000
  • Perjanjian HT Rp5.000.000
  • Cek Sertifikat ZNT, PNBPHT Rp2.500.000

Itulah ulasan mengenai cicilan rumah subsidi yang patut Anda ketahui.

Sedang mencari rumah idaman? Kunjungi Rumah123 untuk melihat berbagai pilihan properti dengan harga menarik.

Sebagai opsi, terdapat rumah berkualitas yang bisa dilirik, di antaranya Mustika Village Sukamulya dan Green Emerald Cisoka.

Semoga informasi di atas bermanfaat, ya!

Baca juga:
Begini Cara Mendapatkan Rumah DP 1 Juta Cicilan 800 Ribu

Author:

 

Rachmi Arin Timomor

Simulasi Gaji KPR

Cari tahu kemampuan cicilan KPR berdasarkan penghasilan.

Rp
Rp

Bunga KPR Terbaru

Beli properti impian dengan memilih produk KPR terbaik di Rumah123

Bank BTN
Bank BTN
Suku bunga mulai dari3.72
Tenor Max.20 Tahun
Bank BNI
Bank BNI
Suku bunga mulai dari2,76
Tenor Max.30 Tahun
Bank Mandiri
Bank Mandiri
Suku bunga mulai dari3,88
Tenor Max.12 Tahun