OK

Mengenal SBUM dalam Pembayaran DP Rumah Subsidi

02 Nopember 2022 · 4 min read · by Shandy Pradana

DP Rumah Subsidi

Harga rumah yang terus naik menjadi hambatan bagi sebagian masyarakat untuk memilikinya.

Terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang memiliki keterbatasan dana, sehingga membutuhkan dukungan pemerintah untuk memperolehnya.

Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah Indonesia telah menjalankan program bantuan pembiayaan KPR subsidi, antara lain FLPP dan SBUM.

Jika FLPP berfokus pada pembiayaan perumahan subsidi, maka SBUM ditujukan untuk memenuhi pembayaran DP rumah subsidi.

Lalu, berapa besaran DP perumahan subsidi lewat program satu ini? Berikut ulasannya.

Apa Itu Subsidi Bantuan Uang Muka Rumah?

Apa Itu Subsidi Bantuan Uang Muka Rumah

Aturan tentang Subsidi Bantuan Uang Muka Rumah (SBUM) tertera dalam Peraturan Menteri PUPR No.35 Tahun 2021.

Dalam Pasal 1 tertulis bahwa SBUM adalah subsidi pemerintah yang diberikan kepada MBR dalam pemenuhan sebagian atau seluruh uang muka pemilikan rumah.

SBUM sendiri diperuntukkan bagi kredit atau pembiayaan rumah tapak dan rumah susun yang telah siap huni, belum siap huni, ataupun melalui proses sewa.

SBUM berkaitan dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan atau FLPP. Dengan kata lain, MBR yang menjadi penerima FLPP juga bisa mengajukan SBUM.

MBR dapat mengajukan SBUM bersamaan dengan KPR Bersubsidi (FLPP) sepanjang anggarannya masih tersedia, dengan melampirkan:

  • Surat permohonan SBUM
  • Surat pengakuan kekurangan bayar uang muka.

Berapa DP Rumah Subsidi dari Pemerintah?

Berapa DP Rumah Subsidi dari Pemerintah

Banyak yang mungkin sudah bertanya-tanya, berapa besaran DP rumah subsidi yang harus dibayar oleh penerima SBUM?

Perlu diketahui, DP rumah pada umumnya berkisar antara 10-20% dari harga rumah tersebut.

Namun tentu saja, DP rumah subsidi berbeda dari pembayaran uang muka rumah non-subsidi. Hal ini tertulis dalam Keputusan Menteri PUPR No.995/KPTS/M/202.

Merujuk pada aturan dari Kementerian PUPR tersebut, besaran SBUM bagi masyarakat yang tinggal di Provinsi Papua dan Papua Barat adalah sebesar Rp10 juta.

Sementara, wilayah selain kedua provinsi tersebut mendapatkan SBUM sebesar Rp4 juta.

Lewat SBUM, cicilan perumahan subsidi pun semakin ringan. Dengan begitu MBR bisa memiliki hunian idaman dalam waktu yang lebih singkat.

Cara Mengajukan KPR Subsidi Lewat BTN Terbaru

Cara Mengajukan KPR Subsidi Lewat BTN Terbaru

Berdasarkan data tahun 2022, Kementerian PUPR telah menyalurkan pendanaan melalui FLPP sebesar Rp23 triliun untuk 200.000 unit rumah.

Tak hanya itu, kucuran dana juga dialokasikan ke program subsidi lainnya, salah satunya BP2BT yang mencapai Rp888,46 miliar untuk 22.586 unit rumah.

Pendanaan ini adalah hasil kerja sama Kementerian PUPR dengan bank-bank BUMN penyedia KPR rumah subsidi, seperti BTN, Mandiri, BRI, BNI, serta beberapa bank regional.

BTN misalnya, memiliki program rumah subsidi BTN dengan DP rumah subsidi sebesar Rp4 juta.

Jika tertarik mengajukan cicilan rumah subsidi lewat BTN, Anda bisa memenuhi beberapa syarat dan ketentuannya di bawah ini:

  • Warga Negara Indonesia (WNI)
  • Memiliki KTP dan terdaftar di Dukcapil
  • Berusia minimal 21 tahun atau telah menikah
  • Berusia maksimal 65 tahun saat KPR berakhir
  • Untuk peserta Asabri yang direkomendasikan oleh YKPP, usia maksimalnya 80 tahun
  • Pemohon dan pasangan tidak memiliki rumah dan tidak pernah menerima subsidi rumah dari pemerintah, kecuali dua kali untuk TNI/Polri/PNS yang pindah tugas
  • Gaji maksimal Rp4 juta untuk rumah tapak dan Rp7 juta untuk rumah susun
  • Memiliki NPWP dan SPT Tahunan PPh orang pribadi
  • Pengembang wajib terdaftar di Kementerian PUPR
  • Spesifikasi rumah sesuai dengan peraturan pemerintah.

Setelahnya, Anda bisa mengajukan KPR subsidi di Bank Tabungan Negara (BTN) dengan mengikuti langkah-langkah berikut:

  1. Pemohon mencari lokasi rumah yang akan diinginkan, atau bisa mendapatkan info melalui link www.btnproperti.co.id, info di Outlet BTN, pameran property dan lain sebagainya.
  2. Siapkan dokumen yang lengkap.
  3. Berkas permohonan akan diproses oleh Bank BTN, di antaranya adalah Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), verifikasi data, dan analisa.
  4. Jika permohonan disetujui, pemohon mempersiapkan kecukupan dana di Tabungan BTN
  5. Melakukan Akad Kredit
  6. Mulai proses pencairan permohonan
  7. Sebelum mengajukan KPR BTN, nasabah perlu menyiapkan biaya provisi sebesar 0,50% dan biaya administrasi sebesar Rp250.000.

Itulah tadi penjelasan singkat tentang program pembayaran DP rumah bersubsidi, serta beberapa syarat dan langkah bagi yang ingin mengajukan KPR subsidi BTN.

Temukan juga beragam hunian menarik di Rumah123 dengan harga dan desain yang beragam, seperti:

Semoga artikel ini bermanfaat!

Simulasi Gaji KPR

Cari tahu kemampuan cicilan KPR berdasarkan penghasilan.

Rp
Rp

Bunga KPR Terbaru

Beli properti impian dengan memilih produk KPR terbaik di Rumah123

Bank BTN
Bank BTN
Suku bunga mulai dari3.72
Tenor Max.20 Tahun
Bank BNI
Bank BNI
Suku bunga mulai dari2,76
Tenor Max.30 Tahun
Bank Mandiri
Bank Mandiri
Suku bunga mulai dari3,88
Tenor Max.12 Tahun