Seluk Beluk KPR Subsidi dan Tips agar Permohonan Kredit Disetujui

kpr subsidi


Bicara soal rumah memang tidak ada habisnya. Sejak berabad-abad lalu, manusia mendirikannya dengan berbagai cara.


Pasalnya, rumah menjadi ruang untuk berkembang dan pulang. Bukan hanya sekedar properti untuk memenuhi kebutuhan papan.


Setiap orang berhak tinggal dalam rumah yang nyaman, apalagi mulai dari rumah lah individu dididik menjadi manusia beradab.


Namun, dewasa ini yang menjadi persoalan adalah harga rumah layak huni dan juga nyaman semakin tinggi.


Jadi segelintir orang saja yang bisa membelinya. Sebagian besar hanya mampu mengubur keinginannya untuk membeli rumah.


Persoalan ini pun mendorong pemerintah untuk mengeluarkan program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi.


Apa Itu KPR Subsidi?


apa itu kpr subsidi


KPR subsidi tentu bukan hal yang asing lagi dalam bisnis jual beli properti. Anda pun pasti pernah mendengarnya, kan?


Program dari pemerintah ini cukup membawa angin segar bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang ingin membeli rumah.


Pengertian dan seluk-beluknya bisa dipelajari dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 21/PRT/M/2016.


Singkatnya, KPR subsidi adalah kredit pemilikan rumah yang mendapat bantuan dan/atau kemudahan perolehan rumah dari pemerintah.


Bentuk bantuannya berupa dana murah jangka panjang dan subsidi perolehan rumah yang diterbitkan oleh bank pelaksana.


Bantuan dalam KPR subsidi sendiri bisa diberikan secara konvensional maupun dengan prinsip-prinsip syariah.


Ya,
KPR subsidi memang tidak membantu pembiayaan sepenuhnya, tetapi patut dipertimbangkan.


Namun, benarkah permohonan KPR subsidi lama dan berbelit? Simak jawabannya di bawah ini.


Benarkah Permohonan KPR Subsidi Lama dan Berbelit?


Tidak bisa dipungkiri, banyak yang menganggap proses permohonan KPR subsidi lama dan berbelit.


Hal tersebut mungkin benar terjadi kepada sebagian pemohon, tetapi anggapan di atas tidak bisa dibenarkan begitu saja.


Pada beberapa kasus, permohonan KPR subsidi memang sering ditolak oleh bank. Namun, penolakan terjadi bukan tanpa alasan.


Sebagai bocoran, sebagian besar permohonan KPR subsidi terkendala saat proses Bank Indonesia (BI) checking.


Sistem yang bekerja saat proses tersebut menunjukkan semua rekaman aktivitas kredit pemohon yang pernah dan sedang berjalan.


BI checking sendiri bertujuan untuk menilai kelayakan penerimaan kredit seorang nasabah.


Apabila tidak lolos BI checking, proses selanjutnya otomatis dihentikan. Lalu, permohonan KPR pun ditolak.


Nah,
yang membuat lama dan berbelit, yaitu pihak bank tidak mempunyai kewajiban untuk memberi tahu alasan penolakan.


Sementara itu, pemohon belum menyerah dan mengajukan permohonan KPR subsidi ke bank lainnya.


Dengan demikian, pemohon pun harus menyiapkan lagi berkas-berkas yang dipersyaratkan.


Namun hasilnya tetap sama, yaitu ditolak. Lantas, apa saja rahasia atau tips agar permohonan KPR subsidi disetujui?


Tips agar Permohonan KPR Subsidi Disetujui


kpr subsidi


Sebenarnya mengajukan permohonan KPR tidak perlu serumit itu. Asalkan, seluruh syarat dan ketentuan dipenuhi.


Nah
agar permohonan KPR subsidi disetujui, kali ini rumah123.com akan berbagi rahasianya.


Penghasilan Pokok Tidak Lebih dari Ketentuan


Rahasia pertama agar permohonan KPR subsidi disetujui, yaitu penghasilan pokok tidak lebih dari ketentuan.


Pemohon harus masuk dalam kategori MBR dengan penghasilan maksimal Rp4 juta rupiah untuk rumah tapak (landed house).


Sementara untuk pemohon KPR subsidi rumah susun penghasilannya tidak boleh lebih dari Rp7 juta rupiah. 


Belum Pernah Menerima Subsidi


Jika sudah pernah menerima subsidi kepemilikan rumah dari pemerintah, maka bank tidak akan menyetujui permohonan KPR.


Ya,
permohonan KPR akan tetap ditolak, meskipun dari segi penghasilan memenuhi ketentuan yang berlaku.


Selain itu, rumah yang hendak dibeli dengan cara kredit harus dihuni sendiri atau keluarga.


Hitungan Angsuran Tidak Lebih dari Sepertiga Gaji


Sama seperti KPR nonsubsidi, salah satu ketentuan KPR subsidi adalah pemohon mempunyai penghasilan yang sustainable atau tetap.


Namun perlu digarisbawahi, penghasilan total harus mencukupi pembiayaan angsuran.


Hitungan angsuran pun tidak boleh melebihi sepertiga kali gaji. Nah, untuk mengetahui estimasinya, gunakan saja kalkulator KPR.


Tidak Mempunyai Kredit Macet


Sudah dipaparkan sebelumnya bahwa ada proses BI checking yang harus dilewati saat mengajukan permohonan KPR subsidi.


Selain itu, pemohon tidak boleh tercatat memiliki kredit macet di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK).


Jika syarat dan ketentuan ini terpenuhi, maka kemungkinan besar permohonan KPR subsidi akan disetujui.


Siapkan Dokumen yang Dipersyaratkan


Terakhir, pemohon harus menyiapkan seluruh dokumen yang dipersyaratkan oleh pihak penyedia KPR subsidi.


Siapkan juga dokumen yang dipersyaratkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).


Lengkapnya dokumen akan memperbesar peluang permohonan KPR subsidi disetujui.


Itu dia seluk beluk KPR subsidi dan tips atau rahasia agar permohonan kredit disetujui.


Semoga informasinya bermanfaat! Jangan lupa cari rumah subsidi hanya di situs jual beli properti rumah123.com.


Author: 
Miyanti Rahman

Tambahkan Komentar