Penting! Ini Untung-Rugi Jual Tanah Kavling yang Perlu Diperhatikan

jual tanah kavling


Properti merupakan salah satu instrumen investasi menarik yang menjanjikan keuntungan besar. 


Dari sekian banyak jenis properti, jual tanah kavling adalah kegiatan investasi yang paling digemari masyarakat.


Mengapa tanah kavling? 


Pasalnya, tanah kavling merupakan salah satu jenis properti yang banyak dicari orang-orang. Properti ini bisa digunakan sebagai tempat tinggal, bangunan
komersil hingga perkebunan.


Saking banyaknya orang yang mencari lahan tersebut, harga tanah kavling tak pernah mengalami penurunan. 


Bahkan, setiap tahunnya harga lahan tersebut terus meningkat dan semakin mahal.


Nah,
untuk kamu yang tertarik jual tanah kavling, penting untuk mengetahui untung-rugi dari bisnis tersebut. 


Agar tidak menyesal di kemudian hari, simak ulasan lengkapnya di bawah ini.


Keuntungan Jual Tanah Kavling

 

  • Capital Gain Tanah Kavling Cukup Besar

 

keuntungan jual tanah kavling


Keuntungan pertama yang bisa kamu nikmati jika jual tanah kavling adalah capital gain atau timbal balik keuntungan yang besar. 


Seperti yang telah disebutkan, harga tanah kavling tak pernah turun di pasaran.


Bahkan, kenaikan harga lahan tersebut bisa mencapai 20 persen hingga 30 persen setiap tahunnya. 


Meski keuntungan baru bisa dirasakan setelah 5 tahun, namun penantian tersebut agaknya cukup sepadan.

 

  • Permintaan Masyarakat yang Tinggi

 

Ketersediaan lahan kosong di kota-kota sudah semakin menipis, sedang angka permintaannya tak pernah turun setiap tahunnya. 


Jika kamu jual tanah kavling, tentu kegiatan bisnis ini akan sangat menguntungkan.


Perlu diketahui, pembeli tanah kavling tidak hanya datang dari individu saja, para developer perumahan pun membutuhkan tanah tersebut untuk membuka lahan pemukiman baru.

 

  • Biaya Perawatan Tanah Kavling Minim

 

Keuntungan berikutnya yang bisa kamu nikmati adalah biaya perawatan tanah kavling yang murah. 


Dalam beberapa kasus, biaya tersebut bahkan tidak diperlukan karena bisa kamu lakukan sendiri.


Misalnya saja seperti memotong rumput dan membersihkan lahan. Jika tidak mau menyewa jasa tukang kebun, maka kamu bisa melakukannya seorang diri menggunakan peralatan pribadi.

 

  • Cocok sebagai Aset Jangka Panjang

 

Berbeda dengan rumah, semakin lama waktu jual tanah kavling maka semakin tinggi harga lahan tersebut. 


Harga rumah mungkin akan meningkat tiap tahun, namun kamu harus terus merawatnya agar tidak rusak.


Sekali bangunan rumah terlihat usang dan rapuh, maka harga jualnya akan jatuh. 


Sedangkan tanah kavling, tidak ada orang yang melihat tampilan tanah, jika ukurannya cocok maka orang akan membelinya.

 

  • Bisa Dimanfaatkan untuk Berbagai Keperluan

 

Bukan cuma membangun hunian, seperti yang telah disebutkan sebelumnya, tanah kavling juga diburu orang-orang yang ingin membangun properti komersial, lahan perkebunan dan lain sebagainya.


Apabila kamu belum tertarik jual tanah kavling tersebut, kamu bisa memanfaatkannya sebagai kebun buah dan sayuran. 


Hasil dari kebun tersebut bisa kamu jual atau dikonsumsi secara pribadi.


Baca juga: 
7 Tips Jual Properti Biar Gampang Dapat Pembeli!


Kerugian Jual Tanah Kavling

 

  • Butuh Waktu Lama untuk Jual Tanah Kavling

 

kerugian tanah kavling


Permintaan tanah kavling memang cukup tinggi, namun menjual tanah tersebut tidak bisa dilakukan sekejap mata. 


Pasalnya, tanah kavling sendiri tergolong aset non-likuid yang sulit diperjualbelikan.


Ketika orang ingin membeli tanah kavling, maka banyak pertimbangan yang harus dia ambil sebelum memutuskan membeli lahan tersebut. 


Sehingga, harus ekstra sabar dalam ketika jual tanah kavling, ya.

 

  • Harganya akan Turun Jika Dijual Cepat

 

Salah satu keunggulan jual tanah kavling adalah capital gain-nya yang besar jika dijual dalam waktu lama.


Lantas, bagaimana jika lahan tersebut kita jual dalam waktu singkat? 


Sayangnya hal tersebut membuat harga tanah kavling menjadi turun drastis. Itu sebabnya, properti ini tidak cocok jadi aset dana darurat.

 

  • Lokasi Tanah Kavling Kadang Kurang Strategis

 

Di kota-kota besar, sulit sekali mencari sebidang tanah kavling. 


Kalaupun ada, bisa dipastikan harga lahan tersebut melonjak berkali-kali lipat. Jika ingin murah, maka kamu harus mencari hingga ke pinggiran kota.


Sayangnya, lokasi pinggiran kota terkadang dianggap kurang strategis. 


Baca juga: 
Hati-Hati! Modus Penipuan Properti Makin Marak, dari Penjual hingga Pembeli


Salah satu tips yang bisa dilakukan, jual tanah kavling di pinggiran kota yang lokasinya dekat akses jalan tol atau moda transportasi umum.

  • Rawan Disalahgunakan Orang Lain


Terakhir, tanah kavling yang kosong kerap kali dimanfaatkan oleh orang lain untuk kepentingan pribadi. 


Tak jarang kita temui, konflik yang terjadi akibat kegiatan pemanfaatan lahan ilegal tersebut.


Jika ingin aman, maka kamu harus menyewa penjaga atau memagari lahan tersebut agar tidak dimasuki orang lain. 


Namun, hal tersebut tentu membutuhkan dana lebih yang jumlah tidak sedikit.


Itu tadi beberapa untung-rugi jual tanah kavling yang perlu kamu pertimbangkan. Semoga ulasan di atas dapat membantumu dalam menjalan bisnis jual beli lahan kavling, ya.


Selamat mencoba!


Author:
Yuhan Al Khairi

Tambahkan Komentar