6 Pajak Jual-Beli Apartemen Second yang Jarang Diketahui Pembeli

pajak jual beli apartemen second

 

Memiliki hunian impian tentu sangat menyenangkan, namun jangan lupa menghitung biaya pajak pembelian unit tersebut sebelum bertransaksi ya, salah satunya pajak jual-beli apartemen second.

 

Ya, tidak banyak yang mengetahui bahwa membeli apartemen second atau bekas dikenakan beberapa pajak. Bahkan, selain pajak tersebut pembeli juga dikenakan biaya lain di luar harga unit.

 

Jika ditotal-total, besaran pajak dan biaya lain ini bisa mencapai nominal yang cukup besar. Bila tidak dihitung dengan baik, bisa-bisa budget yang telah dipersiapkan kurang ataupun membengkak.

 

Hal tersebut tentu sangat merepotkan, bukan? Oleh sebab itu, agar pembelian unit apartemen berjalan lancar, ketahui jenis-jenis pajak jual-beli apartemen second pada penjabaran berikut ini.

 

Jenis-Jenis Pajak Jual-Beli Apartemen Second

Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah (PPnBM)

Bagi kamu yang ingin membeli apartemen seharga lebih dari Rp2 miliar, pajak jual-beli apartemen second pertama yang harus dibayarkan adalah Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah atau PPnBM.

 

Tidak cuma mewah, hunian vertikal yang dibeli langsung dari developer (unit primary) juga dibebankan pajak yang satu ini. Besaran PPnBM sendiri diketahui 20% persen dari harga unit yang akan dibeli.

 

Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

Pajak Pertambahan Nilai atau PPN mungkin dapat ditemukan di hampir seluruh produk dagang, mulai dari makanan, pakaian, kendaraan, layanan jasa, hingga properti seperti apartemen.

 

Untuk apartemen second sendiri, biaya PPN yang dibebankan kepada pembeli sebesar 10% dari harga pokok pembelian. Namun, pajak ini hanya dikenakan untuk unit seharga Rp42 juta ke atas saja, ya.

 

Bea Perolehan Harga Tanah dan Bangunan (BPHTB)

bphtb

Foto: referensidunia.blogspot.com

 

Berbeda dengan pajak jual-beli apartemen second lainnya, rumus perhitungan Bea Perolehan Harga Tanah dan Bangunan (BPHTB) yakni 5% dari harga pokok pembelian dikurangi besaran NJOPTKP.

 

NJOPTKP atau Nilai jual objek pajak tidak kena pajak sendiri berbeda-beda di masing-masing wilayah.

 

Sehingga, jika di wilayahmu NJOPTKP mencapai Rp50 juta, sedang harga apartemen yang ingin dibeli Rp300 juta, maka besaran BPHTB yang harus dibayar ((Rp300 juta – Rp50 juta)x 5%)) Rp12,5 juta.

 

Akta Jual-Beli (AJB), Bea Balik Nama (BBN), dan Pertelaan

Ketiga jenis pajak jual-beli apartemen second ini sebenarnya memiliki fungsi berbeda. Namun dalam proses transaksi, ketiga pajak ini biasanya jadikan dalam satu paket dan dibayar secara bersamaan.

 

Bila dijumlahkan, besaran satu paket pajak ini berkisar 1% dari harga pembelian apartemen. Sehingga, jika kamu ingin membeli unit seharga Rp600 juta, maka pajak yang harus dibayarkan sebesar Rp6 juta.

 

Biaya Provisi Bank

Pernah mendengar biaya provisi bank? Ya, pajak jual-beli apartemen second yang satu ini dikenakan jika kamu membeli unit apartemen menggunakan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) dari bank.

 

Biaya provisi atau balas jasa bank sendiri berbeda-beda, tergantung kebijakan dan peraturan dari bank yang bersangkutan. Namun, rerata nilai pajak tersebut hanya 1% dari total harga pembelian.

 

Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

Bagi kamu yang telah memiliki hunian, tentu sudah mengenal apa itu Pajak Bumi dan Bangunan (PPB). Pajak yang satu ini dibayarkan setahun sekali, paling lambat 6 bulan sejak SPPT diterbitkan.

 

Besaran PBB masing-masing orang berbeda-beda. Penentuan besaran PBB sendiri biasanya dipatok berdasarkan luas apartemen yang kita miliki.

 

Nah, itu tadi beberapa pajak yang harus dibayarkan saat membeli apartemen second. Selain pajak, ada beberapa biaya lain yang perlu diperhitungkan sebelum proses transaksi berlangsung, yakni:

 

Biaya Lain pada Jual-Beli Apartemen Second

Biaya Lain pada Jual-Beli Apartemen Second

Serviced Charge

 

Sama seperti pemukiman tapak, pungutan biaya keamanan, kebersihan, dan biaya perawatan lain juga dikenakan pada penghuni apartemen. Biaya yang satu ini biasa disebut sebagai serviced charge

 

Untuk besarannya sendiri, biasanya tergantung pada kebijakan dan peraturan pengelola gedung. Agar tidak rugi, tanyakan perihal ini terlebih dahulu sebelum membeli unit, ya.

 

Biaya Utilitas

Selain biaya servis, ada pula biaya lain yang disebut biaya utilitas. Pungutan ini biasanya meliputi biaya listrik, air, TV kabel, serta internet. Besaran biaya utilitas sendiri biasanya tergantung pada pemakaian.

 

Biaya Parkir

Ya, meski memilik unit di sebuah tower apartemen, faktanya kamu tidak terlepas dari pungutan biaya parkir. Biaya ini dibanderol sesuai satuan unit yang diparkir di dalam lahan tersebut.

 

Sehingga, semakin banyak kendaraan yang diparkirkan, maka semakin mahal iuran sewa per bulannya.

 

Demikian ulasan mengenai pajak jual-beli apartemen second, beserta beberapa biaya lain yang harus dibayarkan. Semoga ulasan di atas dapat bermanfaat untuk kita semua, ya!

 

 

Author:
Yuhan Al Khairi

Tambahkan Komentar