OK

Bisnis Kontrakan dan Kos-kosan, Begini Untung Ruginya

07 Oktober 2022 · 7 min read · by Shandy Pradana

Bisnis Kontrakan

Foto: Unsplash

Dewasa ini, banyak generasi milenial yang mulai mencari tahu hal-hal seputar investasi untuk pemula. Entah itu saham, emas, deposito, atau bahkan properti.

Dari jenis-jenis investasi di atas, salah satu yang mulai dilirik ialah bisnis sewa properti, yang dianggap punya prospek cerah di masa depan.

Faktanya, Indonesia sendiri mengalami defisit rumah karena rendahnya tingkat pasokan dibanding permintaan akan rumah layak huni

Sampai hari ini, masih banyak orang yang mencari tempat tinggal sementara seperti kos-kosan, rumah kontrakan, ataupun sejenisnya. 

Kebutuhan rumah siap huni yang semakin meningkat dari tahun ke tahun pun, membuka jalan besar bagi mereka yang ingin memulai bisnis kontrakan.

Apalagi kondisi pandemi yang memaksa kita untuk tidak terus bergantung pada penghasilan atau gaji setiap bulannya. 

Lalu, apakah usaha kontrakan menjanjikan? Bisnis kontrakan dapat menjadi opsi yang tepat. Terutama jika Anda sudah memiliki tabungan dalam jumlah yang cukup untuk membangun kontrakan.

Namun sebelumnya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum memulai berinvestasi, karena bisnis kontrakan adalah bisnis jangka panjang.

Berikut cara mengelola, keuntungan sekaligus kekurangan dari investasi rumah kontrakan dan kos-kosan yang wajib diketahui.

Keuntungan Bisnis Kontrakan dan kos-kosan

Keuntungan-Bisnis-Kontrakan

Kita semua sudah tahu bahwa ada beberapa keuntungan menjanjikan yang bisa didapat dari bisnis kontrakan dan kos-kosan. 

Namun sebelumnya, perlu diingat kalau kedua model bisnis sewa ini memiliki perbedaan, yang selanjutnya akan dibahas di bawah ini. 

Keuntungan Bisnis Kontrakan

– Masa sewa lebih panjang, di mana rumah kontrakan biasanya disewakan dalam jangka waktu tahunan atau paling pendek 6 bulan.

– Uang sewa lebih besar dan langsung dibayarkan di muka.

– Kenaikan harga sewa cukup tinggi, mulai dari 5% sampai 15% per tahun, tergantung kondisi ekonomi secara keseluruhan.

-Permintaan akan rumah kontrakan minimalis masih cukup tinggi.

Keuntungan Bisnis Kos-kosan

– Permintaan yang tinggi jika lokasi kosan strategis, terlebih jika dekat dengan kawasan perkantoran atau kampus ternama.

– Bisa mendapatkan “cuan” dari usaha sampingan, seperti jasa cuci dan setrika pakaian, rumah makan, dan sebagainya.

– Dapat diawasi secara berkala. Atau lebih mudahnya lagi, Anda bisa mempekerjakan orang yang dipercaya untuk mengelola rumah kos.

– Pemasukan cenderung lebih tinggi daripada rumah kontrakan, terlebih jika tersedia berbagai fasilitas berkelas di dalamnya.

Nah, itulah beberapa alasan mengapa bisnis rumah kontrakan dan kos-kosan diminati banyak orang, terutama di masa pandemi ini. 

Selanjutnya, mari kita lihat beberapa kekurangan dari dua jenis bisnis sewa properti tersebut.

Kekurangan Bisnis Kontrakan dan Kos-kosan

Kekurangan Bisnis Kontrakan

Foto: Katadata

Kekurangan Bisnis Kontrakan

– Pemilik kontrakan harus lebih selektif dalam memilih penyewa.

– Perlu menyiapkan dana renovasi dalam jumlah besar ketika penyewa tahunan selesai mengontrak, khususnya jika si penyewa tak cukup apik dalam merawat rumah.

– Kontrakan berisiko digunakan untuk hal negatif, seperti dijadikan markas gembong narkoba atau lebih buruknya lagi teroris.

Kekurangan Bisnis kos kosan

– Pemilik kosan harus rutin menagih uang sewa setiap bulan sekaligus mengecek pembayaran tiap penyewa satu per satu. Hal ini akan menjadi masalah jika ada penyewa yang bandel dan sering telat bayar. 

– Sangat bergantung dengan kondisi sekitar, sehingga harus selektif dalam memiliki lokasi yang strategis sebelum membangun kos-kosan.

– Permintaan yang sedang menurun akibat pandemi, salah satunya karena mahasiswa yang masih melakukan perkuliahan jarak jauh dan karyawan yang banyak diminta untuk work from home.

Setelah melihat perbandingan tersebut, Anda mungkin mulai bertanya-tanya, bisnis manakah yang paling cuan? Kos-kosan atau kontrakan?

Tentu saja, jawabannya tergantung pada lokasi dan latar belakang calon penyewa.

Apakah lokasinya berada di dekat kantor atau kampus? Atau, mungkin kawasan yang menjadi area favorit bagi para keluarga muda?

Sebagai tambahan, Anda juga bisa menyimak beberapa tips penting sebelum memulai bisnis kontrakan atau kos-kosan.

Apa saja? Berikut selengkapnya!

5 Tips sebelum Memulai Bisnis Kontrakan atau Kos-kosan

Melakukan Riset

Melakukan Riset

Foto: Unsplash

Melakukan riset sebelum benar-benar terjun ke dunia bisnis properti merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan.  

Tentunya, Anda harus tahu target pasar dari calon penyewa kontrakan atau kosan. 

Atau, jika Anda ingin membeli rumah untuk disewakan, cari tahu pula berapa harga pasaran yang sesuai dengan lokasi dan kualitas properti yang hendak dibeli.

Misalnya, harga jual rumah di Srimaya Residence, tentunya berbeda dengan yang ada di Premier Estate 3

Riset semacam ini penting untuk memperkirakan uang sewa yang akan dipatok nantinya.

Misalnya, Anda membeli sebuah rumah dijual di Bandung dengan harga Rp400 juta. 

Setelah melakukan riset harga sewa rumah di sekitarnya, Anda pun dapat mematok harga sewa sekitar Rp2 juta per bulan.

Sesuai dengan perhitungan, Anda akan mendapatkan Rp24 juta per tahun. 

Selanjutnya, Anda dapat menghitung pengeluaran tahunan yang harus dikeluarkan sebagai pemilik properti, agar tidak mengalami kerugian di kemudian hari.

Cek Ulang Pengeluaran Tahunan

Cek Ulang Pengeluaran Tahunan

Foto: Unsplash

Ada dua jenis pengeluaran tahunan yang perlu Anda perhatikan dengan baik, yaitu pengeluaran tetap dan pengeluaran tak terduga.

Untuk pengeluaran tetap, ada pajak, asuransi, maintenance secara rutin, dan berbagai perbaikan properti yang dibutuhkan.

Sedangkan untuk pengeluaran tak terduga, Anda perlu menyiapkan dana darurat jika ada kejadian yang tak diinginkan. Misalnya kerusakan AC, atap bocor, dan lain-lain. 

Dengan berbagai kemungkinan, sebaiknya sediakan dana yang sama besar dengan pengeluaran tetap.

Jika sudah mengalokasikan dana untuk pengeluaran tetap sebesar Rp5 juta, maka Anda harus menyediakan dana untuk pengeluaran tak terduga sebesar Rp5 juta juga.

Jika anggaran ini dihitung per tahun, Anda hanya akan mendapatkan keuntungan sebesar Rp14 juta per tahun.

Hasil ini dihitung berdasarkan rincian biaya sewa per tahun (Rp24 juta), yang dikurangi pengeluaran tetap per tahun (Rp5 juta) serta biaya tak terduga per tahun (Rp5 juta).

Perlu diingat bahwa perhitungan ini hanya berlaku untuk satu rumah kontrakan, bukan kos-kosan.

Tentu hasilnya akan berbeda jika Anda memiliki lebih dari satu kontrakan atau kos-kosan dalam jumlah yang banyak.

Melakukan Perawatan secara Rutin

Melakukan Perawatan secara Rutin

Foto: Unsplash

Seperti yang telah diketahui bersama, pemilik kontrakan atau kos-kosan harus rutin melakukan perawatan terhadap properti yang disewakan. 

Membersihkan rumah adalah kewajiban setiap minggunya. Tak lupa juga untuk memerhatikan setiap sudut ruangan jika terjadi kerusakan.

Bila rumah kontrakan kosong dalam waktu yang lama, Anda bisa berkoordinasi dengan pihak keamanan setempat agar hunian tersebut tetap terjaga.

Penting juga untuk terus bertukar kabar soal kontrakan dengan penyewa.

Karena bagaimanapun, bisnis rumah kontrakan tak cuma soal sewa-menyewa saja, tetapi juga tentang perawatan sehari-hari secara konsisten agar properti terus terawat.

Promosikan Properti dengan Cara yang Tepat

Iklankan Properti

Foto: Unsplash

Setelah selesai membangun rumah kontrakan dan mempersiapkan segala konsekuensinya, kira-kira apa lagi yang harus diupayakan agar penyewa menghampiri kontrakan kita?

Betul, Anda harus mulai mempromosikannya dengan cara yang tepat. Salah satunya adalah dengan mengiklankan rumah tersebut dengan cara yang tepat.

Dalam hal ini, Anda dapat menghubungi agen properti terpercaya untuk membantu mengiklankan rumah. 

Atau, bisa juga dengan memajang iklan rumah kontrakan di situs properti terpercaya seperti rumah123.com.

Jadilah Pemilik Kontrakan yang Baik

Jadilah Pemilik Kontrakan yang Baik

Foto: Lovemoney

Tips ini adalah salah satu yang tidak boleh dilewatkan begitu saja. Meski hanya bisnis, cobalah untuk menjadi pemilik kontrakan atau kos yang baik dan menyenangkan. 

Ini karena kontrakan adalah tempat tinggal juga, Maka dari itu, buatlah suasana nyaman dan aman sehingga penghuni merasa betah.

Baik tak berarti tidak tegas, karena Anda pun harus mengenal satu per satu penghuni jika perlu. 

Terlebih jika rumah kontrakan Anda diperuntukkan bagi mahasiswa. Karena itu, bersikap ramah dan bertanggung jawab adalah hal yang penting untuk dilakukan.

Pada akhirnya, hal ini pun bisa jadi daya tarik bagi bisnis kontrakan Anda, di mana keramahan akan menarik lebih banyak penyewa di kemudian hari. 

Itulah tadi penjelasan tentang kelebihan, kekurangan, serta tips untuk memulai bisnis kontrakan atau kos-kosan.

Semoga setelah membaca artikel ini Anda akan semakin tercerahkan, serta bisa memutuskan bisnis mana yang terbaik untuk dijalani, ya.

Jika hendak mencari rumah dijual, Rumah123 memiliki pilihan rumah untuk dilirik di antaranya Golden East Menganti, Mustika Village Karawang, dan Paradise Serpong City.

Selamat mencoba!

 

Author:

Shandy Pradana