Bisnis Kontrakan dan Kost-kostan: Keuntungan, Kekurangan, serta Tipsnya

Bisnis Kontrakan

Foto: Unsplash

 

Dewasa ini, para generasi muda seperti milenial mulai banyak mencari tahu hal-hal seputar investasi untuk pemula. Entah itu saham, emas, deposito, atau bahkan properti.

 

Memang sudah sebaiknya untuk mempelajari segala sesuatu dari dasar sebelum melangkah lebih jauh.

 

Dari berbagai jenis investasi di atas, salah satu yang mulai dilirik adalah bisnis sewa properti yang dianggap punya prospek cerah ke depannya. 

 

Faktanya, Indonesia sendiri masih mengalami defisit rumah karena rendahnya tingkat pasokan dibanding permintaan akan rumah layak huni

 

Sampai hari ini, masih banyak orang yang mencari tempat tinggal sementara seperti kost-kostan, rumah kontrakan, ataupun sejenisnya. 

 

Kebutuhan rumah siap huni yang semakin meningkat dari tahun ke tahun pun membuka jalan besar bagi mereka yang ingin memulai bisnis kontrakan.

 

Apalagi kondisi pandemi memaksa kita untuk tidak terus bergantung pada penghasilan atau gaji setiap bulannya. 

 

Oleh karena itu, bisnis kontrakan pun dapat menjadi opsi yang tepat, terutama jika Anda sudah memiliki tabungan dalam jumlah yang cukup untuk membangun kontrakan.

 

Namun sebelumnya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan terlebih dahulu sebelum Anda memulai berinvestasi, karena bisnis kontrakan adalah bisnis jangka panjang.

 

Berikut beberapa keuntungan sekaligus kekurangan dari investasi rumah kontrakan sekaligus kost-kostan yang wajib diketahui.

Keuntungan Bisnis Kontrakan dan Kost-kostan

Keuntungan Bisnis Kontrakan

 

?Kita semua sudah tahu bahwa ada beberapa keuntungan menjanjikan yang bisa didapat dari bisnis kontrakan dan kost-kostan. 

 

Namun sebelumnya, perlu diingat kalau kedua model bisnis sewa ini memiliki perbedaan, yang selanjutnya akan dibahas di bawah ini. 

Keuntungan Bisnis Kontrakan

 

- Masa sewa lebih panjang, di mana rumah kontrakan biasanya disewakan dalam jangka waktu tahunan atau paling pendek selama 6 bulan.

 

- Uang sewa lebih besar dan langsung dibayarkan di muka.

 

- Kenaikan harga sewa cukup tinggi, mulai dari 5% sampai 15% % per tahun, tergantung kondisi ekonomi secara keseluruhan.

 

- Permintaan akan rumah kontrakan minimalis masih cukup tinggi.

Keuntungan Bisnis Kost-kostan

 

- Permintaan yang tinggi jika lokasi kostan strategis, terlebih jika dekat dengan kawasan perkantoran atau kampus ternama.

 

- Bisa mendapatkan “cuan” dari usaha sampingan, seperti jasa cuci dan setrika pakaian, hingga membersihkan kamar kostan.

 

- Dapat diawasi secara berkala. Atau lebih mudahnya lagi, Anda bisa mempekerjakan orang yang dipercaya untuk mengelola rumah kos.

 

- Pemasukan cenderung lebih tinggi daripada rumah kontrakan, terlebih jika rumah kos dilengkapi oleh deretan fasilitas berkelas di dalamnya.

 

Nah, itulah beberapa alasan mengapa rumah kontrakan dan kost kostan masih banyak dicari banyak orang, terutama di masa pandemi ini.

 

Selanjutnya, mari kita lihat beberapa kekurangan dari dua jenis bisnis sewa properti tersebut.

Kekurangan Bisnis Kontrakan dan Kost-kostan

Kekurangan Bisnis Kontrakan

Foto: Katadata

Kekurangan Bisnis Kontrakan

 

- Pemilik kontrakan harus lebih selektif dalam memilih penyewa.

 

- Perlu menyiapkan dana renovasi dalam jumlah besar ketika penyewa tahunan selesai mengontrak, khususnya jika si penyewa tak cukup apik dalam merawat rumah.

 

- Kontrakan berisiko digunakan untuk hal negatif, seperti dijadikan markas gembong narkoba atau lebih buruknya lagi teroris.

Kekurangan Bisnis Kost Kostan

 

- Pemilik kostan harus rutin menagih uang sewa setiap bulan sekaligus mengecek pembayaran tiap penyewa satu per satu. Hal ini akan menjadi masalah jika ada penyewa yang bandel dan sering telat bayar. 

 

- Sangat bergantung dengan kondisi sekitar, sehingga harus selektif dalam memiliki lokasi yang strategis sebelum membangun kost-kostan.

 

- Permintaan yang sedang menurun akibat pandemi, salah satunya karena mahasiswa yang masih melakukan perkuliahan jarak jauh dan karyawan yang banyak diminta untuk work from home.

 

Setelah melihat perbandingan tersebut, Anda mungking mulai bertanya-tanya, bisnis manakah yang paling cuan? Kos-kosan atau kontrakan?

 

Tentu saja, jawabannya tergantung pada lokasi dan latar belakang calon penyewa.

 

Apakah lokasinya berada di dekat kantor atau kampus? Atau mungkin kawasan yang menjadi area favorit bagi para keluarga muda?

 

Sebagai tambahan, Anda juga bisa menyimak beberapa tips penting sebelum memulai bisnis kontrakan atau kost-kostan. Apa saja? Berikut selengkapnya!

5 Tips sebelum Memulai Bisnis Kontrakan atau Kost-kostan

Melakukan Riset

Melakukan Riset

Foto: Unsplash

 

Melakukan riset sebelum benar-benar terjun ke dunia bisnis properti merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan.  

 

Tentunya, Anda harus tahu target pasar dari calon penyewa kontrakan atau kostan. 

 

Atau, jika Anda ingin membeli rumah untuk disewakan, cari tahu pula berapa harga pasaran yang sesuai dengan lokasi dan kualitas properti yang hendak dibeli.

 

Misalnya, harga jual rumah di Srimaya Residence tentunya berbeda dengan yang ada di Premier Estate 3

 

Riset semacam ini penting untuk memperkirakan uang sewa yang akan dipatok nantinya.

 

Misalnya, Anda membeli sebuah rumah dijual di Bandung dengan harga Rp400 juta

 

Setelah melakukan riset harga sewa rumah di sekitarnya, Anda pun dapat mematok harga sewa sekitar Rp2 juta per bulan.

 

Sesuai dengan perhitungan, Anda akan mendapatkan Rp24 juta per tahun. 

 

Selanjutnya, Anda dapat menghitung pengeluaran tahunan yang harus dikeluarkan sebagai pemilik properti agar tidak mengalami kerugian di kemudian hari.

Cek Ulang Pengeluaran Tahunan

Cek Ulang Pengeluaran Tahunan

?Foto: Unsplash

 

Ada dua jenis pengeluaran tahunan yang perlu Anda perhatikan dengan baik, yaitu pengeluaran tetap dan pengeluaran tak terduga.

 

Untuk pengeluaran tetap, ada pajak, asuransi, maintenance secara rutin, dan berbagai perbaikan properti yang dibutuhkan.

 

Sedangkan untuk pengeluaran tak terduga, Anda perlu menyiapkan dana darurat jika ada kejadian yang tak diinginkan. Misalnya kerusakan AC, atap bocor, dan lain-lain.

 

Dengan berbagai kemungkinan, sebaiknya sediakan dana yang sama besar dengan pengeluaran tetap.

 

Jika sudah mengalokasikan dana untuk pengeluaran tetap sebesar Rp5 juta, maka Anda harus menyediakan dana untuk pengeluaran tak terduga sebesar Rp5 juta juga.

 

Jika anggaran ini dihitung per tahun, Anda hanya akan mendapatkan keuntungan sebesar Rp14 juta per tahun.

 

Hasil ini dihitung berdasarkan rincian biaya sewa per tahun (Rp24 juta), yang dikurangi pengeluaran tetap per tahun (Rp5 juta) serta biaya tak terduga per tahun (Rp5 juta).

 

Perlu diingat bahwa perhitungan ini hanya berlaku untuk satu rumah kontrakan, bukan kost-kostan.

 

Tentu hasilnya akan berbeda jika Anda memiliki lebih dari satu kontrakan atau kost-kostan dalam jumlah yang banyak.

Melakukan Perawatan secara Rutin

Melakukan Perawatan secara Rutin

Foto: Unsplash

 

Seperti yang telah diketahui bersama, pemilik kontrakan atau kost-kostan harus rutin melakukan perawatan terhadap properti yang disewakan.

 

Membersihkan rumah adalah kewajiban setiap minggunya. Tak lupa juga untuk memerhatikan setiap sudut ruangan jika terjadi kerusakan.

 

Bila rumah kontrakan kosong dalam waktu yang lama, Anda bisa berkoordinasi dengan pihak keamanan setempat agar hunian tersebut tetap terjaga.

 

Penting juga untuk terus bertukar kabar soal kontrakan dengan penyewa.

 

Karena bagaimanapun, bisnis rumah kontrakan tak cuma soal sewa-menyewa saja, tetapi juga tentang perawatan sehari-hari secara konsisten agar properti terus terawat.

Promosikan Properti dengan Cara yang Tepat

Iklankan Properti

Foto: Unsplash

 

Setelah selesai membangun rumah kontrakan dan mempersiapkan segala konsekuensinya, kira-kira apa lagi yang harus diupayakan agar penyewa menghampiri kontrakan kita?

 

Betul, Anda harus mulai mempromosikannya dengan cara yang tepat. Salah satunya adalah dengan mengiklankan rumah tersebut dengan cara yang tepat.

 

Dalam hal ini, Anda dapat menghubungi agen properti terpercaya untuk membantu mengiklankan rumah.

 

Atau, bisa juga dengan memajang iklan rumah kontrakan di situs properti terpercaya seperti Rumah123.com.

Jadilah Pemilik Kontrakan yang Baik

Jadilah Pemilik Kontrakan yang Baik

Foto: Lovemoney

 

Tips ini adalah salah satu yang tidak boleh dilewatkan begitu saja. Meski hanya bisnis, cobalah untuk menjadi pemilik kontrakan atau kos yang baik dan menyenangkan. 

 

Ini karena kontrakan adalah tempat tinggal juga, Maka dari itu, buatlah suasana nyaman dan aman sehingga penghuni merasa betah.

 

Baik tak berarti tidak tegas, karena Anda pun harus mengenal satu per satu penghuni jika perlu. 

 

Terlebih jika rumah kontrakan Anda diperuntukkan bagi mahasiswa. Karena itu, bersikap ramah dan bertanggung jawab adalah hal yang penting untuk dilakukan.

 

Pada akhirnya, hal ini pun bisa jadi daya tarik bagi bisnis kontrakan Anda, di mana keramahan akan menarik lebih banyak penyewa di kemudian hari.

 

 

Itulah tadi penjelasan tentang kelebihan, kekurangan, serta tips untuk memulai bisnis kontrakan atau kost-kostan.

 

Semoga setelah membaca artikel ini, Anda akan semakin tercerahkan dan bisa memutuskan bisnis mana yang terbaik untuk dijalani ?ya.



 

Author:

Shandy Pradana