Membuat Perhitungan KPR Rumah dengan Cepat dan Istilah-istilahnya [Terbaru 2021]

Perhitungan KPR Rumah

Foto: Unsplash

 

Jangan asal membuat perhitungan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), salah-salah kondisi keuangan Anda bisa berantakan!

 

Tentunya, Anda tidak mau hal buruk tersebut terjadi, bukan? Maka dari itu, buatlah perhitungan KPR rumah yang tepat.

 

Jadi, Anda bisa melakukan perencanaan keuangan matang untuk mencapai tujuan finansial yang diinginkan.

 

Nah untuk membantu Anda, rumah123.com akan mengupas panduan membuat perhitungan KPR rumah yang tepat melalui artikel ini.

 

Namun sebelum melakukan simulasi perhitungannya, sebaiknya pahami dulu istilah-istilah dalam KPR yang perlu dipahami.

 

Istilah-istilah dalam KPR yang Perlu Dipahami

Istilah KPR Rumah

Foto: Unsplash

 

Saat mengajukan permohonan KPR untuk pertama kalinya, bakal banyak istilah yang membuat bingung.

 

Oleh sebab itulah, bukan hanya alur permohonan KPR saja yang perlu Anda pahami dengan baik.

 

Selain itu, Anda harus memahami makna istilah-istilah di dalamnya, dan menguasai cara membuat perhitungan KPR rumah yang tepat.

 

Ya, pemahaman calon nasabah mengenai KPR menjadi salah satu faktor yang paling menentukan lancar atau tidaknya proses permohonan.

 

Nah untuk memahami seluk-beluk KPR bisa dimulai dari memahami istilah-istilah berikut ini.

 

Down Payment

Down payment (DP) atau disebut juga uang muka adalah sejumlah biaya yang dibayarkan di awal atas transaksi jual beli secara kredit.

 

Setiap lembaga penyedia KPR, menentukan besar DP minimal yang berbeda-beda, tergantung pada kebijakan masing-masing bank.

 

Namun, tetap mengacu pada Peraturan Menteri Nomor 13/PRT/M/2019 tentang Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT).

 

Menurut aturan tersebut DP minimal untuk calon nasabah dari kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) adalah 1%.

 

Sementara untuk calon nasabah di luar MBR, Bank Indonesia (BI) membebaskan besar DP rumah pertama yang meliputi semua tipe.

 

Lalu, adapun batas tertinggi DP adalah 50% dari harga jual rumah tapak atau rumah susun yang dijual.

 

Plafon Kredit

Ketika Anda mengajukan sebuah permohonan KPR, akan ada istilah plafon kredit yang harus dipahami.

 

Secara umum plafon kredit artinya besar pinjaman. Namun, rupanya makna versi developer dan lembaga perbankan berbeda.

 

Makna plafon kredit versi developer mudah dipahami oleh awam, bahkan kita bisa menghitungnya sendiri, yakni pricelist dikurangi uang muka.

 

Sedangkan lembaga perbankan melakukan analisis sebelum menentukan plafon kredit yang akan diberikan kepada calon nasabahnya.

 

Pihak bank akan melakukan analisa risiko kredit untuk menilai kemampuan pemohon KPR dalam membayar angsuran.

 

Besar angsuran per bulan yang ditentukan biasanya maksimal 40% dari total pendapatan tetap.

 

Tenor

Singkatnya, pengertian tenor adalah jangka waktu pinjaman yang disepakati oleh pihak kreditur dan debitur.

 

Tenor biasanya dihitung dalam hitungan bulan atau tahun dan ditentukan berdasarkan beberapa hal.

 

Seperti besar pinjaman, kesanggupan debitur dalam membayar pinjaman, dan lain sebagainya.

 

Tenor ini sangat mempengaruhi suku bunga yang harus Anda bayar selama KPR berlangsung.

 

Semakin lama tenor yang diambil, maka semakin besar pula bunga yang harus dibayarkan.

 

Jika Anda mengajukan KPR dengan tenor 15 tahun, maka bunga pun akan dikalikan dengan periode waktu yang sudah disepakati tersebut.

 

Suku Bunga

Suku Bunga Perhitungan KPR Rumah

Foto: Unsplash

 

Sebagai orang yang berencana untuk mengajukan KPR, tentunya Anda harus memahami makna suku bunga.

 

Ya, istilah tersebut memang terdengar familiar, tetapi jangan salah, mungkin banyak yang belum memahaminya.

 

Secara sederhana suku bunga adalah harga yang harus dibayarkan oleh bank kepada nasabah yang memiliki simpanan, dan sebaliknya.

 

Nah dalam KPR, ada dua suku bunga yaitu suku bunga tetap (fixed) dan suku bunga mengambang (floating).

 

Fixed

Suku bunga yang satu ini bersifat tetap dan tidak berubah hingga tanggal jatuh tempo atau hingga tenor berakhir.

 

KPR bersubsidi biasanya menetapkan fixed rate agar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) bisa mengatur secara pasti keuangannya.

 

Floating

Sementara itu, floating rate adalah suku bunga yang berubah-ubah mengikuti suku bunga di pasaran.

 

Jika suku bunga di pasaran naik, maka floating rate pun ikut naik, dan sebaliknya.

 

Nah dalam KPR (bukan bersubsidi) biasanya bank menerapkan fixed rate selama beberapa tahun, kemudian dilanjut floating rate.

 

Akta Jual Beli

Akta jual beli alias AJB sangat penting dalam jual beli rumah, karena merupakan bukti otentik yang menunjukkan telah ada transaksi.

 

AJB tidak bisa dibuat oleh sendiri, sebab yang memiliki kewenangan mengeluarkannya adalah Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT).

 

Dokumen ini berfungsi sebagai landasan agar penjual dan pembeli memenuhi kewajibannya masing-masing.

 

Nah AJB baru bisa dibuat apabila kedua belah pihak telah membayar seluruh kewajiban pajak jual beli rumah.

 

Bagi pembeli pajak yang wajib diselesaikan adalah Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan Pajak Penghasilan (PPn).

 

Sedangkan bagi penjual, pajak yang wajib dibayar adalah Pajak Penghasilan (PPh) dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

 

Balik Nama

Istilah balik nama perlu Anda pahami, terutama kalau berniat untuk KPR rumah second alias bekas.

 

Ketika KPR rumah second balik nama perlu dilakukan, karena Sertifikat Hak Milik (SHM) rumah atas nama pemilik hunian lama.

 

Proses balik nama ini bisa Anda lakukan sendiri atau dengan bantuan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT).

 

Langkah pertama yang harus dilakukan untuk balik nama ialah membuat surat permohonan kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN).

 

Nah agar surat permohonan Anda disetujui, ada beberapa syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi.

 

Contohnya menyiapkan dokumen berupa SHM asli, kartu identitas pembeli dan penjual, akta jual beli (AJB) dan lain sebagainya.

 

Agunan

Pengertian agunan adalah aset berharga yang dititipkan oleh debitur kepada pemberi kredit.

 

Agunan berfungsi sebagai jaminan, sehingga bisa dipindahtangankan kepemilikannya apabila debitur gagal memenuhi kewajiban.

 

Biasanya, pinjaman dengan agunan tingkat suku bunganya lebih rendah, dibanding pinjaman tanpa agunan.

 

Nah dalam KPR, aset berharga yang dijadikan agunan adalah sertifikat rumah itu sendiri.

 

Berdasarkan jenis agunannya, KPR terbagi dalam beberapa jenis di antaranya KPR pembelian, KPR multiguna, dan lain sebagainya.

 

KPR pembelian merupakan kredit rumah yang paling umum digunakan oleh masyarakat Indonesia.

 

Menghitung KPR Rumah Lebih Mudah dengan Kalkulator rumah123.com

Menghitung KPR Rumah

Foto: Unsplash

 

Sekarang Anda sudah tahu istilah-istilah yang sering muncul dalam perhitungan KPR rumah.

 

Nah, sekarang Anda bisa membuat perhitungan KPR rumah dengan cepat menggunakan kalkulator kredit rumah dari rumah123.com.

 

Ya dewasa ini memang banyak pilihan kalkulator KPR untuk membuat simulasi perhitungan KPR rumah dengan mudah dan otomatis.

 

Jadi, jangan lupa untuk memanfaatkannya!

 

 

Bagaimana, sudah siap kredit rumah? Yuk langsung saja temukan rumah impian Anda hanya di situs properti terbaik rumah123.com.

 

Banyak proyek properti baru di situs kami, mulai dari rumah tapak hingga apartemen, contohnya:

 

Samira Residence Sentul;

Prive Hills Residence;

SQ Rés; dan lain sebagainya.

 

Hunian dalam perumahan dan apartemen yang ditawarkan, tentunya bisa menjadi tempat tinggal sekaligus aset investasi terbaik.

 

Melalui rumah123.com, Anda juga bisa menemukan ratusan listing properti dijual di berbagai wilayah, seperti:

 

rumah dijual di Bekasi;

rumah dijual di Kota Jakarta Selatan;

rumah dijual di Tangerang;

apartemen dijual di DKI Jakarta;

 

Selamat berburu properti!

 

 

 

Author:

Miyanti Rahman

Tambahkan Komentar