3 Sanksi KPR Macet serta Solusi yang Bisa Dicoba

KPR Macet?

 

Produk KPR yang disediakan perbankan menjadi sebuah solusi untuk masyarakat yang ingin membeli rumah namun terkendala biaya.

 

Membeli rumah dengan cara mencicil akan berjalan lancar, jika debitur membayar cicilan bulanan secara teratur serta sesuai prosedur.

 

Namun, ada kalanya debitur merasa kesulitan untuk menyelesaikan cicilan per bulan selama tenor yang disepakati.

 

Debitur pun tidak mampu membayar sisa cicilan, bahkan menunggak selama lebih dari tiga bulan. 

 

Biasanya hal tersebut disebut sebagai KPR macet, tentunya kendala ini bisa menjadi masalah yang tidak dapat disepelekan.

 

Jika debitur tidak bisa membayar cicilan KPR, maka ada sanksi yang umumnya diberikan oleh pihak bank.

 

Lalu, apakah sanksi tersebut? Bagaimana solusi untuk mengatasinya? Simak informasi lengkapnya berikut ini.

Sanksi KPR Macet

Rumah disita dan dilelang oleh bank

Rumah disita dan dilelang oleh bank?

 

Sanksi yang biasanya akan dijatuhkan oleh pihak bank, ialah properti debitur akan disita lalu dilelang.

 

Mengacu pada UU Hak Tanggungan, aturan mengenai hak dan tanggung jawab debitur serta bank pemberi KPR tertuang pada UU No. 4 Tahun 1996.

 

Di dalam UU tersebut, dijelaskan mengenai hak bank jika debitur mengalami wanprestasi atau tidak memenuhi kewajibannya.

 

Berdasarkan pasal 20 ayat 1 UU Hak Tanggungan, salah satu hak yang dimiliki oleh bank adalah menjual objek Hak Tanggungan tersebut.

 

Maksud dari objek Hak Tanggungan sendiri adalah properti atau rumah debitur yang masih dalam proses KPR.

 

Artinya, rumah yang dijadikan jaminan kredit berhak disita dan dijual melalui lelang oleh bank.

 

Namun debitur tidak perlu khawatir, karena bank akan memberi peringatan terlebih dahulu sebelum melakukan lelang rumah.

Bank berhak menggugat debitur

Bank berhak menggugat debitur

 

Sanksi yang selanjutnya adalah pihak bank bisa menggugat debitur dengan dugaan kasus kredit rumah macet.

 

Hal tersebut dapat dilakukan apabila hasil penjualan rumah lebih besar dari sisa utang yang tidak dibayarkan.

 

Namun jika hasil penjualan tidak cukup melunasi sisa utang, maka debitur tetap memiliki utang sisa yang harus dilunasi kepada bank.

 

Dalam hal ini, maka bank bisa melakukan gugatan wanprestasi kepada debitur dan menuntut penggantian biaya, rugi, dan bunga.

 

Baca juga:

Syarat KPR untuk Rumah Baru atau Second, Rumah Subsidi, hingga Apartemen

Over kredit ke nasabah lain

Over kredit ke nasabah lain

 

Sanksi selanjutnya perlu diperhatikan, biasanya bank akan melakukan over kredit rumah ke nasabah lain yang sedang mencari hunian.

 

Jika sudah terjadi kesepakatan antara pihak nasabah baru dan bank, maka debitur lama harus meninggalkan rumah tersebut.

 

Namun debitur lama tetap memperoleh uang dari cicilan yang sudah dibayar, meski nilainya tidak besar karena dikurangi berbagai biaya.

 

Nah setelah membahas sanksi dari KPR macet, berikut solusi yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi KPR macet.

Solusi KPR Macet

Menjelaskan kondisi keuangan ke pihak bank

Menjelaskan kondisi keuangan ke pihak bank

 

Hal paling awal yang harus dilakukan debitur jika kesulitan membayar cicilan KPR, ialah mendatangi pihak bank dan menjelaskan kondisi keuangan secara jujur dan terbuka.

 

Jelaskan mengapa sampai tak bisa membayar cicilan, hal tersebut dapat dipertimbangkan oleh bank untuk melakukan pengecekan.

 

Namun jika ternyata tidak menemukan titik terang, umumnya bank akan merekomendasikan rumah tersebut untuk dijual kembali.

 

Biasanya bank akan melakukan mekanisme peninjauan ulang kredit, yakni berupa penjadwalan ulang pembayaran cicilan KPR sesuai dengan perhitungan serta kemampuan debitur.

 

Penjadwalan ulang pun bisa dilakukan dengan memperpanjang masa tenor serta masa tenggang pembayaran cicilan (grace period).

Melakukan reconditioning (penetapan ulang)

Melakukan reconditioning

 

Solusi selanjutnya yang bisa dilakukan untuk mengatasi KPR macet adalah melakukan reconditioning atau penetapan ulang.

 

Mekanisme ini dilakukan dengan pemberlakuan bunga kredit berbeda dari kesepakatan awal.

 

Misalnya untuk beberapa bulan ke depan, pihak bank akan merubah pemberlakukan bunga KPR dari dari floating menjadi fixed.

 

Debitur dapat mengajukan hal ini kepada pihak bank untuk meringankan beban cicilan mereka.

Melakukan restrukturisasi kredit

Melakukan restukturisasi kredit

 

Restrukturisasi kredit adalah solusi mengatasi KPR macet yang terakhir. Cara ini bisa diambil jika debitur tidak mampu melakukan dua opsi penyelesaian sebelumnya.

 

Direstrukturisasi sendiri biasanya meliputi persentase bunga, jumlah tunggakan buka, serta pokok atau sisa kredit.

 

Misalnya bunga awalnya adalah 15 persen, maka bisa diturunkan menjadi 13 persen.

 

Selanjutnya, tunggakan bunga yang menumpuk bisa dihapus atau “diputihkan.” Jadi, debitur hanya membayar sisa pokok utang saja.

 

Itulah informasi mengenai sanksi dan solusi KPR macet. Semoga informasi di atas dapat bermanfaat, ya.

 

Sedang mencari perumahan baru? Segera kunjungi Rumah123! Tersedia berbagai listingan rumah dijual dari berbagai wilayah di Indonesia.

 

Jika mencari rumah di Jakarta Selatan, Anda bisa melirik Precium Kebayoran Baru yang memiliki harga jual mulai dari Rp5 miliar.

 

Baca juga:

Info Lengkap KPR Rumah Second Tanpa DP

 

 

Author:

Rachmi Arin Timomor