Akta Notaris Tanah dan Perbedaannya dengan Akta PPAT

Akta Notaris Tanah

Foto: Pexels

 

Dalam dunia bisnis properti, baik sewa-menyewa ataupun jual beli, ada sejumlah dokumen penting yang perlu Anda pahami.

 

Salah satunya akta notaris yang sangat berguna dalam hal legalitas tanah, bangunan dan lain sebagainya.

 

Akta notaris tidak sama dengan surat notaris. Lantas, apa pengertian dan fungsi akta notaris? Mari simak ulasan lengkapnya.

 

Apa Itu Akta Notaris?

Akta merupakan selembar tulisan yang dijadikan bukti tertulis tentang terjadinya suatu peristiwa yang ditandatangani oleh pihak-pihak terkait.

 

Bukti tertulis satu ini dibuat di hadapan pegawai berwenang. Contohnya seperti jaksa, hakim atau notaris.

 

Sementara itu, notaris adalah sebuah profesi bagi seseorang yang telah mendapatkan pendidikan hukum dan lisensi dari pemerintah.

 

Karena adanya lisensi tersebut, seorang notaris bisa melakukan hal-hal hukum, khususnya menjadi saksi penandatanganan pada dokumen.

 

Berdasarkan dari pengertian-pengertian di atas, bisa disimpulkan bahwa akta notaris adalah dokumen resmi yang dikeluarkan oleh notaris.

 

Yang mana dokumen tersebut dikeluarkan menurut Kitab Undang-undang Hukum (KUH) Perdata pasal 1870 dan HIR pasal 165.

 

Akta notaris merupakan bukti otentik atas terjadinya suatu peristiwa. Kekuatannya bersifat mutlak dan mengikat.

 

Selain itu, akta notaris bisa dijadikan bukti dalam persidangan. Kedudukan dokumen yang satu ini, tentu saja sangat krusial.

 

Lantas, apa saja fungsi akta notaris yang perlu diketahui? Nah, berikut jawabannya.

 

Fungsi Akta Notaris

Alat Pembuktian

Akta notaris menjalankan fungsi sebagai alat pembuktian di kemudian hari apabila ada dua pihak atau lebih melakukan perjanjian tertentu.

 

Dokumen satu ini merupakan bukti otentik bagi kedua pihak, ahli waris, dan orang yang mendapatkan hak darinya tentang apa yang dimuat dalam akta.

 

Fungsi Formal

Suatu perbuatan hukum harus dituangkan dalam bentuk akta notaris sebagai syarat formil yang sifatnya mengikat.

 

Dalam fungsi ini akta notaris dibuat untuk melengkapi suatu perbuatan hukum yang tertuang dalam 1767 KUH perdata tentang perjanjian utang piutang.

 

Jenis-jenis Akta Notaris

Jenis Akta Notaris

Foto: Pexels

 

Ada pun pengertian akta notaris menurut pasal 1 ayat 7 Undang-undang (UU) 2/2014, yaitu akta otentik yang dibuat oleh atau di hadapan notaris.

 

Akta Notaris yang Dibuat oleh Notaris

Akta satu ini disebut juga dengan akta relaas atau acten yang berisi uraian notaris yang dilihat, disaksikan, dan dibuat sendiri oleh notaris.

 

Akta relaas dibuat oleh notaris atas permintaan para pihak agar tindakan atau perbuatan mereka tercatat secara legal dalam akta notaris. 

 

Kebenaran peristiwa yang tercatat dalam akta notaris yang dibuat oleh notaris tidak dapat diganggu gugat.

 

Akta Notaris yang Dibuat di Hadapan Notaris

Sementara itu, akta notaris yang dibuat di hadapan notaris disebut juga akta partij acten atau akta para pihak.

 

Akta partij acten berisi keterangan yang dikehendaki oleh para pihak yang membuatnya atau menyuruh membuat akta tersebut.

 

Sama seperti jenis akta notaris pertama, akta notaris satu ini tidak dapat diganggu gugat kebenarannya, kecuali ada tuduhan atau dugaan palsu.

 

Syarat-syarat Akta Notaris Mempunyai Kekuatan Otentik

Nah, agar suatu akta notaris mempunyai kekuatan otentik, setidaknya harus memenuhi tiga syarat.

 

Ketiga syarat tersebut tertuang dalam pasal 1868 KUH perdata, antara lain sebagai berikut.

 

-. Akta harus dibuat oleh atau di hadapan pejabat umum.

-. Akta harus dibuat dalam bentuk yang ditentukan oleh UU.

-. Pejabat umum harus mempunyai wewenang untuk membuat akta notaris tersebut.

 

Akta Notaris Tanah

Akta Notaris Tanah PPAT

Foto: iStock

 

Dalam proses legalitas pertanahan ataupun properti lainnya, selain notaris mungkin Anda sering mendengar istilah PPAT?

 

Ya, baik notaris ataupun Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) sama-sama berwenang mengeluarkan akta otentik, tetapi jenisnya berbeda.

 

PPAT berwenang mengeluarkan akta untuk perbuatan hukum yang secara khusus berkaitan dengan tanah.

 

Sedangkan notaris berwenang membuat akta untuk perbuatan hukum yang lebih umum. Nah, berikut detail perbedaan wewenang keduanya.

 

Notaris

 

-. Membuat akta jual beli (AJB) dan sertifikat tanah.

-. Membuat akta perjanjian atau ketetapan.

-. Membuat surat-surat di bawah tangan dengan mendaftarkannya dalam suatu buku khusus.

-. Mengesahkan tanda tangan dan kepastian tanggal surat di bawah tangan.

-. Melakukan kecocokan antara fotokopi dengan surat di bawah tangan asli.

 

PPAT

Ya betul, pembuatan AJB dilakukan oleh notaris, tetapi penandatanganan atau pengesahannya dilakukan di hadapan PPAT.

 

Sebagaimana yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 37 Tahun 1998 pasal 2 ayat 1.

 

PP tahun 1998 tersebut mengatur tentang Peraturan Jabatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT).

 

Tugas pokok PPAT yaitu melaksanakan sebagian kegiatan pendaftaran tanah dengan membuat akta sebagai bukti telah dilakukannya perbuatan hukum tertentu.

 

Perbuatan hukum tersebut berkaitan dengan hak atas tanah atau hak milik atas satuan rumah susun.

 

Ada pun perbuatan hukum yang dimaksud, yaitu jual beli, tukar menukar, hibah, inbreng, pembagian hak bersama, hak guna bangunan, hak tanggungan, dan lain sebagainya.

 

 

Nah itulah seluk beluk akta notaris tanah dan perbedaannya dengan akta PPAT yang perlu Anda ketahui.

 

Sekarang, Anda sudah siap beli lahan yang diincar? Atau, masih mau mencarinya di halaman tanah dijual rumah123.com?

 

Selamat berburu properti!

 

 

 

Author:

Miyanti Rahman

Tambahkan Komentar