Susunan Surat Perjanjian Jual Beli Rumah yang Baik dan Benar

Surat-Perjanjian-Jual-Beli

 

Aspek legalitas dan kelengkapan surat jual beli rumah merupakan poin penting yang harus diperhatikan ketika membeli rumah.

 

Pasalnya, jual beli rumah melibatkan uang dalam jumlah besar sehingga memerlukan langkah hukum yang kuat.

 

Dalam proses transaksinya, di antara penjual dan pembeli terjadi pertukaran aset dan status kepemilikannya.

 

Secara hukum kegiatan semacam itu wajib melibatkan kesepakatan hitam di atas putih alias surat perjanjian sah.

 

Surat perjanjian jual beli rumah sangat bermanfaat, baik untuk penjual maupun pembeli, apa saja manfaatnya? 

 

Fungsi Surat Perjanjian Jual Beli Rumah

Surat perjanjian jual beli rumah adalah tanda bukti telah terjadi proses perpindahan tangan atas kepemilikan aset properti.

 

Biasanya surat jual beli rumah satu ini ditandatangani di hadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) atau notaris.

 

Salah satu tujuan pembuatannya, yaitu untuk menghindari konflik yang mungkin terjadi di kemudian hari.

 

Jika terjadi suatu tindakan melanggar hukum, maka dokumen ini bisa menjadi alat bukti yang cukup kuat.

 

Kelengkapan surat jual beli tanah dan rumah ini juga akan sangat membantu ketika mengurus sertifikat ke Badan Pertanahan Nasional.

 

Susunan Surat Perjanjian Jual Beli Rumah

Surat-Perjanjian-Jual-Beli-Rumah

 

Tidak dapat dipungkiri, di antara kita masih banyak yang awam dengan surat jual beli rumah yang meliputi dokumen perjanjian.

 

Padahal pengetahuan tentang ini penting untuk dimiliki, sehingga rumah123.com akan mengulasnya untukmu.

 

Adapun susunan penting yang harus ada dalam surat perjanjian jual beli rumah di antaranya sebagai berikut.

 

Nama dan Identitas Pihak yang Terlibat

Pihak-pihak yang terlibat dalam transaksi jual beli rumah disebut pihak pertama dan pihak kedua.

 

Pihak pertama biasanya merujuk pada pemilik rumah, bisa individu atau developer, sedangkan pihak kedua merujuk pada pembeli rumah.

 

Pencantuman nama dan identitas, serta pemberian label pihak pertama dan pihak kedua menandakan proses transaksi yang sah.

 

Identitas Rumah

Bagian identitas rumah menunjukkan fakta yang dimiliki oleh rumah yang diperjualbelikan.

 

Biasanya meliputi nomor sertifikat, alamat lengkap, gambaran situasi rumah, luas tanah dan luas bangunan.

 

Selain itu, batas wilayah juga dapat dimasukkan agar informasi tentang objek yang diperjualbelikan semakin jelas.

 

Isi Surat Perjanjian Jual Beli Rumah

Isi-Surat-Perjanjian-Jual-Beli-Rumah

 

Isi surat jual beli rumah satu ini meliputi informasi tentang harga, cara pembayaran, uang tanda jadi, jaminan saksi dan lain-lain.

 

Untuk informasi lebih jelasnya, berikut susunan yang biasa tercantum pada bagian yang satu ini.

 

Harga

Harga yang dicantumkan dalam surat perjanjian jual beli rumah biasanya mencakup tiga hal.

 

Pertama harga tanah, lalu harga bangunan, serta akumulasi harga tanah dan bangunan.

 

Cara Pembayaran

Cara pembayaran dalam transaksi jual beli rumah dapat dilakukan secara  tunai atau kredit, melalui program Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

 

Biasanya pada bagian ini dicantumkan tanggal pembayaran terakhir untuk pelunasan pembelian.

 

Uang Tanda Jadi

Uang tanda jadi yang bersifat mengikat kedua belah pihak turut dicantumkan dalam isi surat perjanjian ini.

 

Uang ini untuk memperjelas dan mengesahkan status dimulainya proses penjualan, baik secara tunai maupun kredit.

 

Jaminan dan Saksi

Jaminan dan saksi ditujukan bagi pihak pertama untuk mengukuhkan bahwa rumah dijual memang milik yang bersangkutan.

 

Untuk keperluan saksi, sekurang-kurangnya harus ada dua orang yang mampu membenarkan status kepemilikan rumah.

 

Penyerahan dan Status Kepemilikan

Bagian ini menandai kapan dilakukannya penyerahan rumah beserta sertifikat dan kunci (simbol) dari pihak pertama ke pihak kedua.

 

Selain itu, bagian ini juga menandai pemindahan status kepemilikan rumah yang diperjualbelikan.

 

Balik Nama Kepemilikan

Balik-nama-kepemilikan-Rumah

 

Bagian ini bersifat mengikat pihak pertama untuk sepenuhnya membantu proses balik nama kepada pihak kedua.

 

Selain itu, dicantumkan juga kewajiban pembayaran biaya balik nama yang sepenuhnya akan ditanggung oleh pihak kedua.

 

Pajak, Iuran dan Pungutan

Sebelum surat perjanjian jual beli rumah ditandatangani, seluruh pungutan pajak dan iuran ditanggung oleh pihak pertama.

 

Namun, setelah dokumen ditandatangani seluruh tanggung jawab pembayaran pungutan ditanggung oleh pihak kedua.

 

Masa Berlaku Perjanjian

Masa berlaku perjanjian harus dicantumkan untuk mengatur hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya pihak pertama meninggal dunia.

 

Dengan adanya ini, maka kesepakatan dalam surat perjanjian masih bisa berlangsung dengan diwakili oleh pewaris sah pihak pertama.

 

Tanda Tangan dan Pengesahan

Surat perjanjian jual beli rumah akan diakhiri oleh penandatanganan oleh pihak pertama dan pihak kedua.

 

Penandatanganan disahkan dengan penempelan materai, serta pencantuman nama dan tanda tangan saksi.

 

Penempatan pencantuman nama dan tanda tangan saksi, yaitu di bawah tanda tangan pihak pertama dan kedua.

 

 

Kira-kira seperti itulah gambaran susunan surat perjanjian jual beli rumah yang penting untuk diketahui.

 

Bagaimana, Anda sudah menemukan rumah idaman yang akan dibeli? Nah kalau belum, kami mempunyai beberapa rekomendasi seperti;

 

-. Hummingbird House

-. Suvarna Sutera

-. Muse Alesha Pool Villa

 

Melalui situs jual beli properti rumah123.com, Anda bisa memiliki unit hunian dalam perumahan di atas dengan cara tunai maupun kredit.

 

Susunan surat perjanjian jual beli rumah tunai atau kredit sendiri tidak jauh berbeda, soal ini diterangkan dalam cara pembayarannya.

 

Jadi, saat melakukan transaksi jual beli rumah di rumah123.com, pastikan kelengkapan dokumen ini ya.

 

Jangan lupa, pelajari juga contoh perjanjian jual beli tanah hanya di halaman Panduan rumah123.com yang selalu #AdaBuatKamu.

 

Semoga informasinya bermanfaat!

Tambahkan Komentar