Inilah Cara Pecah Sertifikat Tanah Kavling sesuai Hukum

cara-pecah-sertifikat-tanah-kavlingFoto: medcom

 

Investasi tanah kavling memang sangat menggiurkan beberapa tahun terakhir. 

 

Mengingat kebutuhan lahan yang semakin sempit, banyak orang berebut membeli tanah di beberapa wilayah untuk dijadikan bisnis jual beli tanah kavling.

 

Tapi sayangnya, banyak orang tidak tahu bahwa penjualan tanah kavling harus melakukan pemecahan sertifikat terlebih dahulu, kemudian baru bisa dijual.

 

Hal ini juga berlaku untuk pembelian tanah kavling di kawasan perumahan dan pembagian tanah warisan.

 

Lantas, bagaimana cara pecah sertifikat tanah kavling yang sesuai? Lalu, apa saja syarat yang diperlukan?

Syarat Pemecahan Sertifikat Tanah Kavling

Syarat Pemecahan Sertifikat Tanah Kavlingfoto:nypost

 

Dalam pemecahan sertifikat tanah dibagi dua yakni pemecahan yang dilakukan developer atas nama perusahaan dan pemecahan atas nama pribadi.

 

Apabila Anda ingin melakukan pecah sertifikat tanah kavling, maka syarat dan dokumen yang diperlukan harus atas nama pribadi.

 

Berikut ini beberapa syarat pengajuan untuk pecah sertifikat tanah kavling, seperti:

 

-. Menyiapkan Sertifikat asli

 

-. Fotokopi Surat Pemberitahuan Pajak Terutang Pajak Bumi dan Bangunan (SPPT PBB)

 

-. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) pemohon

 

-. Surat pernyataan pemecahan yang ditandatangani pemegang hak. (Isi surat harus mencantumkan alasan pemecahan dan gambar atau sketsa kasar lokasi yang akan dipecah)

 

-. Surat kuasa jika pengurusan dikuasakan ke pihak lain, biasanya dikuasakan ke notaris.

 

-. Mengisi formulir pengajuan dari kantor BPN dengan membawa dokumen pelengkap seperti:

 

> Identitas diri,

> Luas, letak dan penggunaan tanah yang dimohon,

> Pernyataan tanah tidak sengketa,

> Pernyataan tanah dikuasai secara fisik

Cara Pecah Sertifikat Atas Nama Pribadi

cara-pecah-sertifikat-atas-nama-pribadiFoto: unsplash

 

Untuk mengurus pemecahan sertifikat tanah lebih mudah dan cepat, Anda bisa menggunakan jasa PPAT atau notaris.

 

Tapi Anda juga bisa mengurusnya sendiri dengan mendatangi kantor pertanahan di sekitar tempat tinggal.

 

Adapun cara pecah sertifikat tanah kavling bisa Anda lihat di bawah ini!

Melakukan Pendaftaran dan Pengukuran

melakukan-pendaftaran-dan-pengukuranFoto: ilustrasi pengukuran

 

Ketika datang ke kantor BPN, jangan lupa untuk membawa syarat-syarat yang sudah disebutkan di atas. 

 

Selanjutnya Anda bisa mengisi formulir yang memuat mengenai identitas diri, serta informasi mengenai tanah yang akan dipecah.

 

Jika dirasa dokumen sudah lengkap, berikan berkas pendaftaran ke petugas. Lalu, nantinya Anda akan diberikan tanda terima.

 

Kemudian dalam beberapa hari kedepan, petugas BPN akan melakukan pengukuran dengan menggambar dan memetakan lokasi tanah yang akan dipecah.

Penerbitan Surat Ukur dan Sertifikat di PHI

penerbitan-surat-ukur-dan-sertifikat-di-phiFoto: foto.bisnis

 

Setelah melakukan pengukuran, tahap selanjutnya adalah penerbitan surat ukur untuk setiap tanah kavling.

 

Surat ukur yang sah memiliki tanda tangan asli dari kepala seksi pengukuran dan pemetaan.

 

Dokumen surat ukur tersebut akan diganti dengan penerbitan surat tanah di Subseksi Pendaftaran Hak dan Informasi (PHI).

 

Setelah itu, baru sertifikat tanah bisa dipecah dan ditandatangani oleh kepala lembaga pertanahan. 

 

Lamanya waktu pemecahan sertifikat sekitar 15 hari dari berkas diterima. Jika Anda memiliki tanah dan akan dipecah lebih dari lima bidang, maka proses pemecahan bisa memakan waktu lebih lama.

Biaya Pecah Sertifikat

 

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No 46 Tahun 2002, untuk setiap pemecahan sertifikat yang diterbitkan ada biaya yang harus Anda keluarkan, yakni sebesar Rp25.000 dan berlaku kelipatan.

 

Selain itu, ada juga biaya lain yang harus Anda siapkan seperti:

-. Biaya Pendaftaran = Rp100 ribu

 

-. Biaya pengukuran tanah

Rumus biaya pengukuran tanah:

> Luas tanah sampai 10 hektare, TU = (L / 500 x HSBKU*) + Rp100.000

> Luas tanah antara 10 hektare s/d 1.000 hektare, TU = ( L / 4000 x HSBKU) + Rp14.000.000

> Luas tanah antara di atas 1.000 hektare, TU = (L / 10.000 x HSBKU) + Rp134.000.000

*HSBKU adalah Harga Satuan Biaya Khusus Pengukuran

 

-. Biaya Pemeriksaan Tanah

Rumus: TPA = (L / 500 x HSBKPa*) + Rp350.000

*HSBKPa adalah Harga satuan Biaya Khusus Panitia Penilai A

 

-. Biaya TKA = Rp250 ribu

 

-. Biaya BPHTB = 5%(NPOP-NPOPTKP)

 

Itu dia informasi mengenai cara pecah sertifikat tanah kavling untuk pribadi.

 

Buat Anda sedang mencari tanah untuk bisnis properti, Rumah123 menyediakan berbagai listing menari seperti tanah dijual di Surakarta dan lainnya.

 

Selain itu, ada beberapa pilihan hunian menarik yang bisa Anda dapatkan dengan harga terbaik, seperti:

-. Sedayu City

-. Suncity Residence 

-. Kingspoint Private Residence

 

 

Author:

Dyah Siwi Tridya

Tambahkan Komentar