OK

Contoh Surat Keterangan Usaha untuk KPR

Contoh Surat Keterangan Usaha (Cover)

Surat Keterangan Usaha (SKU) merupakan salah satu dokumen yang wajib disertakan oleh wiraswasta atau pengusaha, ketika hendak mengajukan kredit ke lembaga perbankan.

Semua jenis kredit yang diajukan oleh para pelaku bisnis wajib melampirkan dokumen ini sebagai persyaratan administrasi, termasuk pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Seperti diketahui, fasilitas KPR tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang berstatus karyawan.

Namun, ini juga dapat dimanfaatkan oleh para wirausaha dalam memenuhi kebutuhan akan hunian.

Bahkan saat ini, sudah banyak lembaga perbankan yang menyediakan layanan khusus KPR bagi pengusaha atau wiraswasta.

Syarat dan prosedur pengajuannya pun tidak jauh berbeda dengan KPR untuk karyawan.

Hanya saja, dokumen persyaratan yang diminta untuk calon debitur wirausaha agak berbeda dengan karyawan.

Calon debitur berstatus wirausaha, harus melampirkan sejumlah dokumen seperti Surat Izin Usaha Dagang (SIUP), Tanda Daftar Perusahaan (TDP), dan SKU.

Baca juga:
Cara Kredit Rumah Tanpa BI Checking

Pengertian dan Syarat Pengajuan SKU

Sederhananya, SKU merupakan bukti legalitas dari bisnis atau usaha yang dijalankan seseorang.

Surat ini dibuat oleh aparat berwenang, dalam hal ini adalah kelurahan atau kepala desa. Jadi, kamu tidak perlu repot membuatnya sendiri.

Selain menjadi dokumen penyerta dalam proses pengajuan kredit, surat keterangan usaha menjadi salah satu syarat bagi pengusaha untuk mengikuti lelang atau tender dari pemerintah.

Ada sejumlah syarat dan prosedur yang harus penuhi untuk mendapatkan surat keterangan usaha, di antaranya:

  • Surat pengantar dari RT/RW
  • Kartu Tanda Penduduk (KTP) asli dan fotokopi
  • Kartu Keluarga (KK)
  • Surat Permohonan

Prosedur Pengajuan Surat Keterangan Usaha

Prosedur Pengajuan Surat Keterangan Usaha

Setelah memahami pengertian dan syarat pengajuannya, kini akan kami jabarkan alur atau prosedur pengajuan surat keterangan usaha.

Membuat Surat Pengantar RT/RW

Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah membuat surat pengantar kepada RT dan RW tempatmu menjalankan usaha.

Langkah pertama, datangi ketua RT setempat untuk menyampaikan niat dan tujuan pembuatan SKU.

Misalnya, kamu ingin membeli salah satu unit rumah di Mustika Village Karawang dengan skema KPR.

Jadi, kamu tinggal menyampaikan, bila pembuatan SKU diajukan sebagai syarat dalam pengajuan KPR tersebut.

Bawa juga persyaratan seperti KTP asli dan kartu keluarga. Biasanya, ketua RT akan meminta bukti dari usaha yang kamu jalankan.

Terkait hal itu, kamu bisa memberikan foto kegiatan usahamu. Setelah itu, ketua RT akan membuatkan surat pengantar pembuatan SKU.

Bila surat pengantar sudah jadi dan ditandatangani ketua RT, maka kamu tinggal meminta tanda tangan kepada ketua RW.

Lalu, mendatangi sekretaris RW untuk meminta stempel pengesahan.

Perlu diingat, secara resmi tidak ada biaya untuk pembuatan surat pengantar SKU RT/RW ini.

Datang ke Kantor Kelurahan/Kepala Desa

Setelah mendapatkan surat pengantar RT/RW, kamu bisa mendatangi kantor kelurahan atau kepala desa setempat.

Isi formulir pengajuan pembuatan surat keterangan usaha. Setelah itu, surat tersebut akan dibuat oleh kelurahan atau kepala desa.

Terkait durasi pembuatan, kamu bisa menanyakan langsung kepada petugas kelurahan atau kepala desa terkait.

Pembuatan SKU di kelurahan atau desa pun tidak dipungut biaya.

Datang ke Kantor Kecamatan

Setelah SKU rampung dan ditandatangani oleh lurah/kepala desa, langkah selanjutnya adalah mendatangi kantor kecamatan setempat.

Nantinya, SKU akan ditandatangani oleh camat dan disahkan dengan stempel atau cap. Lalu, surat tersebut bisa digunakan sesuai keperluan.

Sebagai informasi tambahan, surat keterangan usaha memiliki masa berlaku selama satu tahun sejak tanggal diterbitkan.

Pengurusan SKU Online dan PTSP

Pengurusan Surat Keterangan Usaha Via PTSP dan Online

Selain mengajukannya lewat kecamatan, pengurusan SKU pun bisa dilakukan lewat Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

Pelayanan pembuatan SKU di kantor PTSP sudah diterapkan di sejumlah daerah, salah satu Provinsi DKI Jakarta.

Dilansir dari situs pelayanan.jakarta.go.id, syarat pengurusan SKU di PTSP DKI Jakarta adalah sebagai berikut:

  • Surat permohonan yang di dalamnya terdapat pernyataan kebenaran dan keabsahan dokumen dan data. Surat permohonan itu harus disertai materai.
  • Surat pengantar RT/RW.
  • Surat kuasa apabila pemilik usaha menunjuk orang lain untuk mengurus SKU. Surat tersebut wajib disertai materai dan KTP pihak yang diberikan kuasa.
  • Identitas pemohon, meliputi Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).
  • Surat pernyataan dari pihak pemohon yang menyatakan tidak akan berjualan di trotoar, badan jalan, dan tidak mengganggu kegiatan umum yang disertai materai
  • Foto lokasi usaha.
  • Surat perjanjian sewa tanah/bangunan, surat pernyataan tidak keberatan, dan KTP pemilik tanah/bangunan untuk tanah/bangunan yang disewa untuk usaha (bagi UMKM yang menyewa tempat usaha).

Selain itu, masyarakat pun bisa mengajukan SKU secara online lewat laman oss.go.id/portal. Tata cara pengurusannya cukup mudah.

Kamu tinggal melakukan pendaftaran akun, lalu mengikuti langkah pendaftaran atau pengajuan SKU yang tercantum pada laman tersebut.

Baca juga:
Panduan Perhitungan Bunga Anuitas serta Simulasinya

Format dan Contoh Surat Keterangan Usaha

Meski SKU dibuat oleh kelurahan atau desa, tidak ada salahnya jika kamu mengetahui format dan contoh surat keterangan usaha.

Secara umum, isi dari surat tersebut menerangkan bahwa orang yang namanya tertera dalam surat tersebut benar merupakan penduduk di RT dan RW yang berada di bawah kelurahan atau desa tersebut.

Selain itu, surat ini juga dapat menjadi bukti atau penerang, bahwa benar kamu memiliki usaha yang disebutkan dalam SKU.

Berikut adalah format dan contoh surat keterangan usaha:

Contoh Surat Keterangan Usaha

Itulah pembahasan mengenai prosedur pembuatan dan contoh surat keterangan usaha.

Bagi kamu yang sedang mencari informasi lengkap terkait KPR, kamu bisa mengunjungi laman KPR rumah123.com.

Di sana, kamu akan mendapatkan panduan dan cara mengajukan kredit pemilikan rumah, informasi terkait suku bunga sejumlah bank pilihan, hingga melakukan simulasi KPR.

Selain itu, laman rumah123.com pun memiliki berbagai rekomendasi perumahan berkualitas dengan harga terjangkau, seperti Green Emerald Cisoka dan Klaska Residence.

Semoga bermanfaat!

 

Author:

 

Septian Nugraha

Rekomendasi Properti

Simulasi KPR

Kredit rumah dengan pilihan plafon dan tenor pinjaman sesuai kebutuhan

Simulasi KPR Syariah

Sistem pembiayaan rumah tanpa bunga, sesuai syariat Islam

Bunga KPR Terbaru

Beli properti impian dengan memilih produk KPR terbaik di Rumah123

Bank Mandiri
Bank Mandiri
Suku bunga mulai dari3,88
Tenor Max.12 Tahun
Bank BTN
Bank BTN
Suku bunga mulai dari3.72
Tenor Max.20 Tahun
Bank BCA
Bank BCA
Suku bunga mulai dari4.85
Tenor Max.20 Tahun