Cara Menghitung Biaya Balik Nama Sertifikat Tanah di Tahun 2021

balik nama sertifikat tanah

Foto: Unsplash

 

Sertifikat tanah merupakan dokumen yang penting dalam kepemilikan tanah atau properti. Saat melakukan transaksi jual-beli, penting untuk segera mengurus administrasi mengubah nama kepemilikan tanah yang dibeli. 

 

Karena itulah penting untuk mengetahui cara balik nama tanah yang baru saja dibeli. 

 

Cara melakukan balik nama tanah adalah dengan mengurus ke kantor BPN setempat. Setiap daerah pasti ada kok kantor perwakilannya, jadi silakan cari informasi kantor BPN terdekat.

 

Selain itu, untuk proses balik nama sertifikat, ada biaya yang dikenakan. Maka penting juga untuk mengetahui cara menghitung biaya balik nama sertifikat tanah

 

Untuk lengkapnya kami akan bahas dibawah ini dan juga berbagai persyaratannya.

 

Cara Menghitung Biaya Balik Nama Sertifikat Tanah

Cara Menghitung Biaya Balik Nama Sertifikat Tanah

 

Cara menghitung biaya balik nama sertifikat tanah sebenarnya masih sama dari tahun-tahun sebelumnya. Ada rumus yang bisa menjadi acuan untuk menghitung biaya tersebut dari Kementerian ATR/BPN. 

 

Rumusnya adalah sebagai berikut:

 

(nilai tanah (per m2) x luas tanah (m2)) / 1.000

 

Perhitungan ini berdasarkan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP).

 

Untuk NJOP bisa dicari di situs pemerintah daerah setempat. Misalnya untuk daerah DKI Jakarta Anda bisa melihat di situs Badan Pendapatan dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta di bapenda.jakarta.go.id .

 

Contoh Cara Menghitung Biaya Balik Nama Sertifikat Tanah

Agar tidak bingung, mari kita coba cara menghitungnya. 

 

Misal Anda membeli tanah dengan harga Rp500 ribu per meter persegi dengan luas sekitar 100 meter persegi. Maka cara menghitung biaya balik nama sertifikat tanah nya seperti ini:

 

(Rp 500.000 x 100) : 1000 = Rp 50.000

 

Tentunya masih ada biaya lainnya administrasi lainnya seperti tarif Rp50.000 untuk mengecek keabsahan sertifikat tanah. 

 

Dalam prosesnya, pemilik tanah baru meminta bantuan dari notaris atau PPAT. Tentu saja biaya bisa lebih besar, karena sudah termasuk dengan jasa notaris, pembuatan AJB dan balik nama.

 

Biasanya tarifnya adalah sekitar satu persen dari total nilai transaksi.

 

Syarat Pengurusan Balik Nama Sertifikat di BPN

Syarat Pengurusan Balik Nama Sertifikat

 

Sekarang Anda sudah tahu cara menghitung biaya balik nama sertifikat tanah, karena itu sekarang juga perlu tahu persyaratan untuk mengurus balik nama sertifikat. 

 

Melansir dari situs resmi Kementerian ATR/BPN, setidaknya ada sembilan persyaratan wajib yang perlu dipersiapkan sebelum mengajukan balik nama sertifikat tanah atau properti.

 

-. Formulir permohonan yang sudah diisi dan ditandatangani pemohon atau kuasanya di atas materai

 

-. Surat kuasa apabila dikuasakan

 

-. Fotokopi identitas pemohon (KTP, KK) dan kuasa apabila dikuasakan, yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket

 

-. Fotokopi akta pendirian dan pengesahan badan hukum yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket, bagi badan hukum

 

-. Sertifikat Asli

 

-. Akta jual beli dari PPAT

 

-. Fotokopi KTP dan para pihak penjual-pembeli dan atau kuasanya

 

-. Izin pemindahan hak apabila di dalam sertifikat / keputusannya dicantumkan tanda yang menyatakan bahwa hak tersebut hanya boleh dipindahtangankan jika telah diperoleh izin dari instansi yang berwenang

 

-. Fotokopi SPPT dan PBB tahun berjalan yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket, penyerahan bukti SSB (BPHTB) dan bukti bayar uang pemasukan (pada saat pendaftaran hak)

 

Syarat Pengurusan Akta Jual Beli di PPAT

Saat mengurusi balik nama sertifikat Anda juga harus mempunyai Akta Jual Beli (AJB). Untuk mengurus AJB Anda harus mengurusnya ke Kantor PPAT setempat. 

 

Untuk mengurusnya, berikut adalah beberapa persyaratan yang harus dipenuhi:

a. Memenuhi kedua persyaratan teknis dalam pembuatan AJB, meliputi:

 

- Pembuatan akta harus dihadiri oleh penjual dan calon pembeli atau orang yang diberi kuasa dengan surat kuasa tertulis jika dikuasakan.

 

- Pembuatan akta harus dihadiri oleh sekurang-kurangnya dua orang saksi biasanya dari perangkat desa jika melalui PPAT, sementara (camat) dan kedua pegawai notaris jika melalui notaris PPAT.

 

b. Membawa sertifikat asli tanah

 

c. Menyertakan izin mendirikan bangunan (IMB) asli

 

d. Bukti pembayaran rekening listrik, telepon, air (bila ada)

 

e. Surat roya dari bank yang bersangkutan, jika masih dibebani hak tanggungan (hipotek)

 

f. Memiliki surat pernyataan dari penjual bahwa tanah yang dimiliki tidak dalam sengketa

 

g. Menyerahkan salinan data identitas pribadi, yang terbagi sebagai berikut:

 

- Pihak penjual wajib membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), Surat Nikah (jika sudah menikah), surat persetujuan pihak keluarga (bisa suami/istri), dan NPWP.

 

- Pihak pembeli wajib membawa KTP, KK, Surat Nikah (jika sudah menikah) dan NPWP.

 

Itulah cara menghitung biaya balik nama sertifikat tanah. Ini tentunya bisa jadi acuan untuk Anda saat ingin mengubah nama di sertifikat tanah. Jika Anda sedang mencari tanah dijual, banyak pilihannya dari berbagai daerah di Rumah123. Selain tanah, Anda juga bisa mencari jenis properti lainnya, seperti ruko, apartemen hingga perumahan baru

 

Semoga informasi ini membantu!

 

 

 

 

Author:

Ferry Fadhlurrahman

 

Tambahkan Komentar