OK

Berbagai Tipe Tanah Kavling Berdasarkan Bentuk dan Posisinya

Tipe Tanah Kavling

Foto: Unsplash

Tanah sudah lama dikenal sebagai salah satu investasi yang menjanjikan. Ini karena harganya yang selalu naik secara signifikan di setiap tahunnya.

Dari sekian jenisnya, yang sering dibeli untuk investasi oleh sebagian orang adalah tanah kavling. Jadi, apa itu tanah kavling?

Menurut KBBI, tanah kavling adalah tanah yang sudah dipetak-petak dengan ukuran tertentu dan dapat dijadikan bangunan atau tempat tinggal.

Sama seperti rumah atau apartemen, ada beberapa tipe tanah kavling yang wajib Anda ketahui sebelum membelinya.

Tentunya, hal ini akan memengaruhi apakah tanah tersebut akan dijadikan tempat tinggal, kost-kostan atau kontrakan, ruko, atau bahkan disewakan untuk dijadikan lahan pertanian atau lahan parkir.

Untuk lebih jelasnya, mari kita simak beberapa tipe tanah kavling di bawah ini.

6 Tipe Tanah Kavling Berdasarkan Bentuknya

Tipe Tanah Kavling Berdasarkan Bentuk

Foto: Citra Maja Raya

Tipe tanah kavling bisa dibagi berdasarkan bentuk dan posisinya.

Tentunya, mengenal jenis-jenis kavling berdasarkan bentuk dan posisi akan mempermudah Anda yang berniat untuk membuat denah bangunan.

Berikut adalah enam tipe tanah kavling berdasarkan bentuknya:

Standard Lot

Standard lot adalah tipe tanah kavling yang paling umum. Biasanya, tanah kavling ini berbentuk persegi atau persegi panjang, di mana bagian depan dan belakangnya sama panjang.

Irregular

Berbeda dengan bentuk standar, tanah kavling yang satu ini tidak terpaku pada bentuk-bentuk geometris yang umum.

Seperti namanya, tipe tanah kavling irregular (tidak beraturan) berbentuk seperti kepingan puzzle.

Harga per meter perseginya pun cenderung lebih murah.jika dibandingkan dengan tipe tanah kavling lainnya,

Sebagai tambahan, jika Anda tertarik membangun rumah di atas tanah kavling ini, Anda bisa mendapatkan halaman yang luas.

Corner

Corner lot adalah tipe tanah kavling yang bersentuhan langsung dengan dua jalan yang saling bersimpangan.

Sebab itu, bagian lot yang bersinggungan dengan jalan cenderung simetris, sedangkan bagian lainnya tidak.

Biasanya, ukuran tanah kavling ini cukup besar, sehingga dapat dipakai untuk membangun rumah seluas 495 m².

Rear-Loaded

Tipe tanah kavling rear-loaded memiliki bentuk yang memanjang. Jika dijadikan rumah, maka rumah tersebut akan memiliki pintu masuk di sisi belakang dengan bagian depan yang sempit.

Flute

Sedikit mirip dengan rear-loaded, tanah kavling flute juga memiliki bentuk yang memanjang. Bedanya, ukuran kavling ini tidak terlalu lebar.

Ciri khasnya adalah bagian depan dan belakang yang sempit, layaknya bentuk seruling. Meskipun tidak terlalu lebar, luas kavling ini dapat dikatakan lumayan.

Untuk mengakalinya, pemilik tipe tanah kavling ini biasa membangun rumah dua lantai.

Squat

Tipe tanah kavling squat adalah tipe yang lebih kecil dari kavling lainnya. Harganya juga lebih terjangkau.

Walaupun begitu, bentuknya cukup lebar dan mampu menampung rumah seukuran 295 m² dengan 2 kamar tidur dan 2 kamar mandi.

Setelah membahas beberapa tipe tanah kavling berdasarkan bentuknya, mari kita lanjutkan dengan tipe tanah kavling berdasarkan posisinya.

6 Tipe Tanah Kavling Berdasarkan Posisinya

tipe tanah Interior Lot

Foto: American Planning Association 

Cul-de-Sac

tipe tanah Cul-de-Sac

Foto: Realtor.com

Berasal dari Bahasa Prancis, cul-de-sac adalah tanah kavling yang berada di ujung “jalan buntu.”

Jika membangun rumah di atas tanah ini, maka bersiaplah jika tampilan halaman depan rumah terlihat tidak terlalu luas.

Sebaliknya, Anda akan mendapatkan halaman belakang yang sangat luas, yang tentunya akan memberikan privasi dan ketenangan ekstra.

Dari kacamata bisnis properti, tipe tanah kavling cul-de-sac dapat memiliki nilai jual yang tinggi.

Corner Lot

tipe tanah Corner lot

Foto: The Plan Collection

Sesuai namanya, corner lot adalah tanah kavling yang terletak di sudut jalan, atau lebih tepatnya di persimpangan antara dua jalan.

Tipe tanah kavling ini tidak memberikan privasi lebih bagi pemiliknya karena dua sisinya berhadapan dengan jalan.

Meski begitu, tipe kavling ini sangat bagus untuk dijadikan bangunan komersil. Apalagi lokasinya yang mudah dilihat dari dua jalan sekaligus.

Interior Lot

Interior lot merupakan salah satu tipe tanah kavling yang paling umum ditemui saat ini.

Biasanya, tipe kavling ini berdempetan dengan kavling milik orang lain dan berhadapan dengan jalan.

Interior lot umumnya berbentuk persegi dengan halaman belakang yang luas.

Key Lot

Key lot adalah jenis kavling yang jarang ditemui di Indonesia, karena posisinya berada di tengah-tengah kavling lainnya.

Hal ini membuat tingkat privasi pemilik kavling key lot cenderung sangat rendah.

Kelemahan lain dari kavling ini adalah tidak terlihat dari luar karena tertutup oleh kavling-kavling lainnya, sehingga tidak cocok jika dijadikan lahan bisnis.

T-Intersection Lot

Tipe tanah T-Intersection Lot

Foto: Feng Shui Style

Tipe tanah kavling satu ini mungkin lebih dikenal di Indonesia sebagai kavling “tusuk sate.”

Seperti namanya, tanah kavling ini berada di tengah-tengah pertigaan yang berbentuk “T.”

Kavling ini sangat buruk untuk dijadikan hunian, terlebih bagi mereka yang sudah memiliki anak.

Jika terjadi kecelakaan, rumah di kavling ini juga kemungkinan besar akan terkena dampaknya.

Di samping kekurangannya, kavling t-Intersection cukup ideal untuk dijadikan bangunan komersil, karena terlihat dari beberapa sisi jalan.

Flag Lot

Tipe tanah kavling yang terakhir adalah flag lot. Secara singkat, tipe tanah ini dapat dikatakan sebagai tanah kavling yang berbentuk letter “L.”

Pada dasarnya, tanah kavling ini berbentuk persegi, namun berada di bagian dalam kavling lain, dengan jalan masuk memanjang menyerupai tiang bendera.

Nah, itu tadi beberapa tipe tanah kavling sesuai bentuk dan lokasinya.

Apakah Anda mulai tertarik untuk membeli tanah kavling setelah mengenal tipe-tipe tanah kavling di atas?

Jika tertarik, situs properti Rumah123 menawarkan pilihan menarik untuk Anda, salah satunya adalah tanah kavling Lynn Parc di Bandung.

Author:

Shandy Pradana

Rekomendasi Properti