Simulasi KPR Bunga Tetap vs Floating Lengkap dengan Kelebihan dan Kekurangannya
Dipublikasikan 06 Agustus 2026 · 7 min read · by Ilham Budhiman

Ringkasan Artikel:
- Simulasi KPR bunga tetap vs floating adalah perbandingan cicilan rumah menggunakan suku bunga tetap (fixed rate) dan suku bunga mengambang (floating rate) untuk membantu memilih skema KPR yang sesuai dengan kemampuan finansial.
- Bunga tetap memberikan cicilan yang stabil selama masa fixed, sedangkan bunga floating mengikuti perubahan suku bunga acuan, kebijakan bank, dan kondisi pasar sehingga angsuran dapat naik atau turun.
- Sebelum mengajukan KPR, pahami masa berlaku bunga tetap, besaran bunga floating, dan gunakan simulasi cicilan agar pembayaran tetap sesuai kemampuan keuangan.
Simulasi KPR bunga tetap vs floating wajib dipahami bagi kamu yang sedang mempertimbangkan beli rumah dengan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
Pasalnya, memahami perbandingan suku bunga tetap (fixed rate) dan suku bunga floating (mengambang) menentukan besaran cicilan rumah per bulan.
Nah, dengan memahami simulasi ini, kamu dapat memperkirakan besarnya angsuran serta memilih jenis bunga KPR yang sesuai dengan kemampuan finansial.
Daftar Isi:
- Apa Itu KPR Bunga Tetap dan Floating?
- Suku Bunga Tetap (Fixed Rate)
- Suku Bunga Mengambang (Floating)
- Apa Perbedaan Bunga Tetap dan Floating?
- Bagaimana Simulasi KPR Bunga Tetap vs Floating?
- Simulasi KPR dengan Bunga Tetap 3 Tahun
- Simulasi KPR Bunga Floating
- Total Pembayaran KPR (Fixed + Floating)
- Apa Kelebihan dan Kekurangan Suku Bunga Tetap?
- Apa Kelebihan dan Kekurangan Suku Bunga Floating?
- KPR Bunga Tetap vs Floating, Mana yang Lebih Menguntungkan?
- Apa Tips Memilih KPR Bunga Tetap dan Floating?
- Tabel Perbandingan Suku Bunga KPR Tetap vs Floating
Apa Itu KPR Bunga Tetap dan Floating?

Menurut buku Property Top Secret Buku Pintar Bisnis & Investasi Properti di Era Revolusi Industri 4.0 oleh Iswi Hariyani, dkk., KPR bunga tetap dan floating adalah dua jenis skema suku bunga yang digunakan dalam KPR.
Suku Bunga Tetap (Fixed Rate)
Suku bunga tetap adalah skema di mana suku bunga tidak berubah selama jangka waktu tertentu yang ditetapkan oleh bank.
Dengan suku bunga fixed rate, angsuran KPR tidak berubah selama masa KPR.
Suku Bunga Mengambang (Floating)
Suku bunga floating adalah skema suku bunga yang dapat berubah mengikuti perubahan suku bunga acuan, kebijakan bank, dan kondisi pasar.
Akibatnya, besaran cicilan bisa naik ketika suku bunga meningkat atau turun ketika suku bunga menurun.
Baca juga:
Cicilan KPR Naik Setelah Fixed Rate Habis? Kenali Floating Rate & Solusi yang Bisa Dipilih
Apa Perbedaan Bunga Tetap dan Floating?
| Aspek | Bunga Tetap (Fixed Rate) | Bunga Floating (Floating Rate) |
|---|---|---|
| Pengertian | Suku bunga tidak berubah selama periode tertentu yang ditetapkan bank | Suku bunga mengikuti suku bunga acuan Bank Indonesia; kebijakan bank; dan kondisi pasar |
| Besaran Cicilan | Tetap selama masa bunga fixed | Dapat naik atau turun mengikuti perubahan suku bunga |
| Kepastian Angsuran | Memberikan kepastian cicilan setiap bulan | Tidak memberikan kepastian karena angsuran dapat berubah |
| Risiko Terkena Kenaikan Bunga | Tidak terpengaruh selama masa fixed | Terpengaruh apabila suku bunga naik |
| Setelah Masa Fixed | Berubah menjadi bunga floating sesuai ketentuan bank | Tetap mengikuti perubahan suku bunga yang berlaku hingga kredit lunas |
Bagaimana Simulasi KPR Bunga Tetap vs Floating?
Misalkan, kamu mengajukan KPR dengan rincian berikut:
- Harga rumah: Rp600.000.000
- Uang muka (DP) 20%: Rp120.000.000
- Pinjaman KPR: Rp480.000.000
- Tenor: 20 tahun
Simulasi KPR dengan Bunga Tetap 3 Tahun
- Bunga: 5% per tahun (fixed selama 3 tahun)
- Estimasi cicilan bulan ke-1 hingga ke-36: sekitar Rp3.168.000 per bulan
- Total pembayaran selama 3 tahun: Rp3.168.000 x 36 = Rp114.048.000
Simulasi KPR Bunga Floating
Setelah masa fixed berakhir, bunga berubah menjadi floating.
Misalkan pada tahun ke-4 bunga floating menjadi 9% per tahun.
Dengan asumsi sisa pokok pinjaman setelah 3 tahun sekitar Rp432.000.000 dan sisa tenor 17 tahun (204 bulan), maka:
- Bunga: 9% per tahun (floating)
- Estimasi cicilan mulai bulan ke-37: sekitar Rp4.180.000 per bulan
- Kenaikan cicilan: sekitar Rp1.012.000 per bulan dibandingkan masa bunga tetap (Rp3.168.000).
Semakin tinggi suku bunga, semakin besar cicilan yang harus dibayar.
Sebaliknya, apabila suku bunga turun, angsuran bulanan juga akan menjadi lebih ringan.
Total Pembayaran KPR (Fixed + Floating)
- Total pembayaran selama masa bunga tetap (3 tahun): Rp114.048.000
- Estimasi total pembayaran selama masa bunga floating (17 tahun): Rp852.720.000
- Estimasi total pembayaran KPR hingga lunas: Rp966.768.000
Rinciannya:
- Masa fixed (36 bulan): Rp3.168.000 × 36 = Rp114.048.000
- Masa floating (204 bulan): Rp4.180.000 × 204 = Rp852.720.000
- Total angsuran selama 20 tahun: Rp966.768.000
Baca juga:
Syarat KPR Rumah Komersial dan Subsidi Terbaru, Calon Pembeli Wajib Tahu!
Apa Kelebihan dan Kekurangan Suku Bunga Tetap?
| Aspek | Keuntungan | Kekurangan |
|---|---|---|
| Cicilan | Cicilan bulanan lebih stabil selama masa fixed | Tidak dapat menikmati penurunan bunga pasar selama masa fixed |
| Perencanaan Keuangan | Memudahkan menyusun anggaran dan perencanaan keuangan | Periode bunga tetap umumnya hanya berlaku 1–5 tahun |
| Risiko Suku Bunga | Terlindungi dari kenaikan suku bunga selama masa fixed | Setelah masa fixed berakhir bunga berubah menjadi floating sesuai ketentuan bank |
| Kepastian Angsuran | Besaran angsuran tetap sehingga lebih mudah diprediksi | Cicilan berpotensi meningkat saat memasuki masa floating |
| Kesesuaian | Cocok bagi pembeli rumah pertama yang mengutamakan kepastian cicilan | Mungkin kurang menguntungkan jika suku bunga pasar turun selama periode fixed |
Apa Kelebihan dan Kekurangan Suku Bunga Floating?
| Aspek | Keuntungan | Kekurangan |
|---|---|---|
| Cicilan | Cicilan dapat turun apabila suku bunga menurun | Cicilan dapat meningkat apabila suku bunga naik |
| Peluang Bunga | Berpotensi memperoleh suku bunga yang lebih rendah dibandingkan bunga tetap | Tidak ada kepastian besaran bunga selama masa kredit |
| Total Pembayaran | Dapat mengurangi total biaya bunga jika suku bunga terus menurun | Total pembayaran dapat menjadi lebih besar jika suku bunga meningkat |
| Fleksibilitas | Mengikuti kondisi pasar sehingga dapat memberikan keuntungan saat tren bunga turun | Menyulitkan perencanaan keuangan karena angsuran dapat berubah |
| Risiko | Dapat menguntungkan saat kondisi suku bunga stabil atau menurun | Memiliki risiko fluktuasi cicilan hingga kredit lunas |
Plafon Awal KPR
Biaya Lain KPR Take Over
Terdapat beberapa biaya yang dikenakan saat mengajukan KPR Take Over bank lama ke baru. Beberapa biaya yang dikenakan bisa berbeda-beda dan tergantung dari kebijakan bank masing-masing. Biaya tersebut antara lain:
Biaya penalti merupakan sanksi denda yang dikenakan jika melunasi KPR lebih cepat dari tenor yang seharusnya. Biaya penalti bisa diketahui dari perjanjian awal pada saat akad dilakukan.
Biaya apprasial yang dikenakan saat mengajukan KPR Take Over untuk menaksirkan harga properti.
Biaya administrasi/proses yang dikenakan bank saat memindahkan KPR bank lama ke baru
Biaya yang harus dibayarkan di awal dan dipotong otomatis di awal saat mengajukan KPR Take Over
Biaya untuk notaris memproses pengalihan pinjaman KPR dari bank lama ke bank baru
Biaya pengecekan dan validasi sertifikat properti
KPR Bunga Tetap vs Floating, Mana yang Lebih Menguntungkan?
Pilih bunga tetap:
- Menginginkan cicilan yang stabil.
- Baru membeli rumah pertama.
- Ingin menghindari risiko kenaikan bunga.
Pilih bunga floating:
- Memiliki kemampuan finansial yang cukup.
- Siap menghadapi perubahan cicilan.
- Berharap suku bunga mengalami penurunan.
Baca juga:
Dampak Suku Bunga Terhadap Harga Rumah, Kapan Waktu Terbaik Beli?
Apa Tips Memilih KPR Bunga Tetap dan Floating?
- Bandingkan penawaran bunga dari beberapa bank.
- Ketahui berapa lama masa bunga tetap berlaku.
- Tanyakan besaran bunga floating setelah masa fixed berakhir.
- Gunakan simulasi KPR dari bank untuk menghitung kemampuan membayar.
- Pastikan cicilan tidak melebihi kemampuan keuangan bulanan.
Dengan memahami simulasi KPR bunga tetap vs floating, kamu dapat memilih KPR yang sesuai dengan kondisi finansial serta mengurangi risiko kenaikan cicilan di masa mendatang.

Tabel Perbandingan Suku Bunga KPR Tetap vs Floating
| Aspek | Bunga Tetap (Fixed Rate) | Bunga Floating (Floating Rate) |
|---|---|---|
| Pengertian | Suku bunga tidak berubah selama periode tertentu | Suku bunga mengikuti suku bunga acuan; kebijakan bank; dan kondisi pasar |
| Besaran Cicilan | Tetap selama masa bunga fixed | Dapat naik atau turun mengikuti perubahan suku bunga |
| Kelebihan | Cicilan stabil dan mudah mengatur keuangan | Berpotensi memperoleh bunga lebih rendah saat suku bunga turun |
| Kekurangan | Masa fixed terbatas dan setelahnya berubah menjadi floating | Cicilan tidak pasti dan dapat meningkat sewaktu-waktu |
| Cocok untuk | Pembeli rumah yang mengutamakan kepastian cicilan | Pembeli yang siap menghadapi perubahan angsuran |
Baca juga:
Ketahui Simulasi Beli Rumah Berdasarkan Gaji: 5 Juta, 10 Juta, 15 Juta
***
Itulah penjelasan mengenai simulasi KPR bunga tetap vs floating
Temukan rumah impian hanya di Rumah123, #RumahUntukSemua.
Semoga ulasannya bermanfaat.


