OK
logo rumah123
logo rumah123
download-app-hamburgerAdvertise Here
KPR
Panduan

Simulasi KPR Bunga Tetap vs Floating Lengkap dengan Kelebihan dan Kekurangannya
r123-share-title

Dipublikasikan 06 Agustus 2026 · 7 min read · by Ilham Budhiman

Pasangan muda sedang mempertimbangkan pinjaman uang untuk rumah atau KPR

Ringkasan Artikel:

  • Simulasi KPR bunga tetap vs floating adalah perbandingan cicilan rumah menggunakan suku bunga tetap (fixed rate) dan suku bunga mengambang (floating rate) untuk membantu memilih skema KPR yang sesuai dengan kemampuan finansial.
  • Bunga tetap memberikan cicilan yang stabil selama masa fixed, sedangkan bunga floating mengikuti perubahan suku bunga acuan, kebijakan bank, dan kondisi pasar sehingga angsuran dapat naik atau turun.
  • Sebelum mengajukan KPR, pahami masa berlaku bunga tetap, besaran bunga floating, dan gunakan simulasi cicilan agar pembayaran tetap sesuai kemampuan keuangan.

Simulasi KPR bunga tetap vs floating wajib dipahami bagi kamu yang sedang mempertimbangkan beli rumah dengan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Pasalnya, memahami perbandingan suku bunga tetap (fixed rate) dan suku bunga floating (mengambang) menentukan besaran cicilan rumah per bulan.

Nah, dengan memahami simulasi ini, kamu dapat memperkirakan besarnya angsuran serta memilih jenis bunga KPR yang sesuai dengan kemampuan finansial.

Apa Itu KPR Bunga Tetap dan Floating?

Menurut buku Property Top Secret Buku Pintar Bisnis & Investasi Properti di Era Revolusi Industri 4.0 oleh Iswi Hariyani, dkk., KPR bunga tetap dan floating adalah dua jenis skema suku bunga yang digunakan dalam KPR.

Suku Bunga Tetap (Fixed Rate)

Suku bunga tetap adalah skema di mana suku bunga tidak berubah selama jangka waktu tertentu yang ditetapkan oleh bank.

Dengan suku bunga fixed rate, angsuran KPR tidak berubah selama masa KPR.

Suku Bunga Mengambang (Floating)

Suku bunga floating adalah skema suku bunga yang dapat berubah mengikuti perubahan suku bunga acuan, kebijakan bank, dan kondisi pasar.

Akibatnya, besaran cicilan bisa naik ketika suku bunga meningkat atau turun ketika suku bunga menurun.

Baca juga:

Cicilan KPR Naik Setelah Fixed Rate Habis? Kenali Floating Rate & Solusi yang Bisa Dipilih

Apa Perbedaan Bunga Tetap dan Floating?

AspekBunga Tetap (Fixed Rate)Bunga Floating (Floating Rate)
PengertianSuku bunga tidak berubah selama periode tertentu yang ditetapkan bankSuku bunga mengikuti suku bunga acuan Bank Indonesia; kebijakan bank; dan kondisi pasar
Besaran CicilanTetap selama masa bunga fixedDapat naik atau turun mengikuti perubahan suku bunga
Kepastian AngsuranMemberikan kepastian cicilan setiap bulanTidak memberikan kepastian karena angsuran dapat berubah
Risiko Terkena Kenaikan BungaTidak terpengaruh selama masa fixedTerpengaruh apabila suku bunga naik
Setelah Masa FixedBerubah menjadi bunga floating sesuai ketentuan bankTetap mengikuti perubahan suku bunga yang berlaku hingga kredit lunas

Bagaimana Simulasi KPR Bunga Tetap vs Floating?

Misalkan, kamu mengajukan KPR dengan rincian berikut:

  • Harga rumah: Rp600.000.000
  • Uang muka (DP) 20%: Rp120.000.000
  • Pinjaman KPR: Rp480.000.000
  • Tenor: 20 tahun

Simulasi KPR dengan Bunga Tetap 3 Tahun

  • Bunga: 5% per tahun (fixed selama 3 tahun)
  • Estimasi cicilan bulan ke-1 hingga ke-36: sekitar Rp3.168.000 per bulan
  • Total pembayaran selama 3 tahun: Rp3.168.000 x 36 = Rp114.048.000

Web-Banner-Campaign-Pindah-KPR-1280x305px

Simulasi KPR Bunga Floating

Setelah masa fixed berakhir, bunga berubah menjadi floating.

Misalkan pada tahun ke-4 bunga floating menjadi 9% per tahun.

Dengan asumsi sisa pokok pinjaman setelah 3 tahun sekitar Rp432.000.000 dan sisa tenor 17 tahun (204 bulan), maka:

  • Bunga: 9% per tahun (floating)
  • Estimasi cicilan mulai bulan ke-37: sekitar Rp4.180.000 per bulan
  • Kenaikan cicilan: sekitar Rp1.012.000 per bulan dibandingkan masa bunga tetap (Rp3.168.000).

Semakin tinggi suku bunga, semakin besar cicilan yang harus dibayar.

Sebaliknya, apabila suku bunga turun, angsuran bulanan juga akan menjadi lebih ringan.

Total Pembayaran KPR (Fixed + Floating)

  • Total pembayaran selama masa bunga tetap (3 tahun): Rp114.048.000
  • Estimasi total pembayaran selama masa bunga floating (17 tahun): Rp852.720.000
  • Estimasi total pembayaran KPR hingga lunas: Rp966.768.000

Rinciannya:

  • Masa fixed (36 bulan): Rp3.168.000 × 36 = Rp114.048.000
  • Masa floating (204 bulan): Rp4.180.000 × 204 = Rp852.720.000
  • Total angsuran selama 20 tahun: Rp966.768.000

Baca juga:

Syarat KPR Rumah Komersial dan Subsidi Terbaru, Calon Pembeli Wajib Tahu!

Apa Kelebihan dan Kekurangan Suku Bunga Tetap?

AspekKeuntunganKekurangan
CicilanCicilan bulanan lebih stabil selama masa fixedTidak dapat menikmati penurunan bunga pasar selama masa fixed
Perencanaan KeuanganMemudahkan menyusun anggaran dan perencanaan keuanganPeriode bunga tetap umumnya hanya berlaku 1–5 tahun
Risiko Suku BungaTerlindungi dari kenaikan suku bunga selama masa fixedSetelah masa fixed berakhir bunga berubah menjadi floating sesuai ketentuan bank
Kepastian AngsuranBesaran angsuran tetap sehingga lebih mudah diprediksiCicilan berpotensi meningkat saat memasuki masa floating
KesesuaianCocok bagi pembeli rumah pertama yang mengutamakan kepastian cicilanMungkin kurang menguntungkan jika suku bunga pasar turun selama periode fixed

Apa Kelebihan dan Kekurangan Suku Bunga Floating?

AspekKeuntunganKekurangan
CicilanCicilan dapat turun apabila suku bunga menurunCicilan dapat meningkat apabila suku bunga naik
Peluang BungaBerpotensi memperoleh suku bunga yang lebih rendah dibandingkan bunga tetapTidak ada kepastian besaran bunga selama masa kredit
Total PembayaranDapat mengurangi total biaya bunga jika suku bunga terus menurunTotal pembayaran dapat menjadi lebih besar jika suku bunga meningkat
FleksibilitasMengikuti kondisi pasar sehingga dapat memberikan keuntungan saat tren bunga turunMenyulitkan perencanaan keuangan karena angsuran dapat berubah
RisikoDapat menguntungkan saat kondisi suku bunga stabil atau menurunMemiliki risiko fluktuasi cicilan hingga kredit lunas

Simulasi Take Over KPR

Isi detail KPR awalmu, dapatkan rekomendasi program KPR yang lebih hemat

Rp
Tahun
Bulan
%
Tahun
Sudah masuk masa floating, estimasi bunga 12%

Plafon Awal KPR

Total pinjaman yang disepakati saat akad KPR. Kamu bisa cek di aplikasi bank atau hubungi langsung bank KPR kamu saat ini.

Biaya Lain KPR Take Over

Terdapat beberapa biaya yang dikenakan saat mengajukan KPR Take Over bank lama ke baru. Beberapa biaya yang dikenakan bisa berbeda-beda dan tergantung dari kebijakan bank masing-masing. Biaya tersebut antara lain:

Biaya Penalti

Biaya penalti merupakan sanksi denda yang dikenakan jika melunasi KPR lebih cepat dari tenor yang seharusnya. Biaya penalti bisa diketahui dari perjanjian awal pada saat akad dilakukan.

Biaya Appraisal

Biaya apprasial yang dikenakan saat mengajukan KPR Take Over untuk menaksirkan harga properti.

Biaya Administrasi/Proses

Biaya administrasi/proses yang dikenakan bank saat memindahkan KPR bank lama ke baru

Biaya Provisi

Biaya yang harus dibayarkan di awal dan dipotong otomatis di awal saat mengajukan KPR Take Over

Biaya Notaris

Biaya untuk notaris memproses pengalihan pinjaman KPR dari bank lama ke bank baru

Biaya Cek dan Validasi Sertifikat

Biaya pengecekan dan validasi sertifikat properti

KPR Bunga Tetap vs Floating, Mana yang Lebih Menguntungkan?

Pilih bunga tetap:

  • Menginginkan cicilan yang stabil.
  • Baru membeli rumah pertama.
  • Ingin menghindari risiko kenaikan bunga.

Pilih bunga floating:

  • Memiliki kemampuan finansial yang cukup.
  • Siap menghadapi perubahan cicilan.
  • Berharap suku bunga mengalami penurunan.

Baca juga:

Dampak Suku Bunga Terhadap Harga Rumah, Kapan Waktu Terbaik Beli?

Apa Tips Memilih KPR Bunga Tetap dan Floating?

  • Bandingkan penawaran bunga dari beberapa bank.
  • Ketahui berapa lama masa bunga tetap berlaku.
  • Tanyakan besaran bunga floating setelah masa fixed berakhir.
  • Gunakan simulasi KPR dari bank untuk menghitung kemampuan membayar.
  • Pastikan cicilan tidak melebihi kemampuan keuangan bulanan.

Dengan memahami simulasi KPR bunga tetap vs floating, kamu dapat memilih KPR yang sesuai dengan kondisi finansial serta mengurangi risiko kenaikan cicilan di masa mendatang.

simulasi kpr bunga tetap vs floating

Tabel Perbandingan Suku Bunga KPR Tetap vs Floating

AspekBunga Tetap (Fixed Rate)Bunga Floating (Floating Rate)
PengertianSuku bunga tidak berubah selama periode tertentuSuku bunga mengikuti suku bunga acuan; kebijakan bank; dan kondisi pasar
Besaran CicilanTetap selama masa bunga fixedDapat naik atau turun mengikuti perubahan suku bunga
KelebihanCicilan stabil dan mudah mengatur keuanganBerpotensi memperoleh bunga lebih rendah saat suku bunga turun
KekuranganMasa fixed terbatas dan setelahnya berubah menjadi floatingCicilan tidak pasti dan dapat meningkat sewaktu-waktu
Cocok untukPembeli rumah yang mengutamakan kepastian cicilanPembeli yang siap menghadapi perubahan angsuran

Baca juga:

Ketahui Simulasi Beli Rumah Berdasarkan Gaji: 5 Juta, 10 Juta, 15 Juta

***

Itulah penjelasan mengenai simulasi KPR bunga tetap vs floating

Temukan rumah impian hanya di Rumah123, #RumahUntukSemua.

Semoga ulasannya bermanfaat.

FAQ

Apa itu simulasi KPR bunga tetap vs floating?
Simulasi KPR bunga tetap vs floating adalah perbandingan besaran cicilan rumah menggunakan suku bunga tetap dan suku bunga mengambang agar calon debitur dapat memperkirakan angsuran sebelum mengajukan KPR.
Apa perbedaan bunga tetap dan bunga floating?
Bunga tetap memiliki suku bunga dan cicilan yang tidak berubah selama periode tertentu, sedangkan bunga floating mengikuti perubahan suku bunga acuan, kebijakan bank, dan kondisi pasar sehingga cicilan dapat berubah.
Apa keuntungan bunga tetap?
Keuntungan bunga tetap adalah cicilan lebih stabil, memudahkan perencanaan keuangan, dan melindungi debitur dari kenaikan suku bunga selama masa fixed.
Apa keuntungan bunga floating?
Bunga floating berpotensi memberikan cicilan lebih rendah apabila suku bunga turun sehingga total biaya bunga juga dapat lebih kecil dibandingkan saat suku bunga tinggi.
Mana yang lebih baik, bunga tetap atau floating?
Bunga tetap cocok bagi pembeli yang menginginkan kepastian cicilan, sedangkan bunga floating lebih sesuai bagi debitur yang siap menghadapi perubahan angsuran dan berharap suku bunga menurun.
{"attributes":{"type":"floatingbanner","widget_type":"overlay","custom_background":"https:\/\/events.rumah123.com\/wp-content\/uploads\/sites\/38\/2024\/06\/25100736\/Tebus-Rumah-03.gif","custom_link":"https:\/\/www.rumah123.com\/properti-penawaran-khusus\/?utm_source=panduan123&utm_medium=floatingbanner&utm_campaign=penawarankhusus","position":"floating","pdp_id":[""]},"pdp":{"data":{"GetPropertiesByOriginID":{"properties":[]}}},"strapi":null,"baseUrl":"https:\/\/www.rumah123.com"}