Kebutuhan Rumah di IKN Mencapai 16.000 Unit

Pemerintah menyebut bila kebutuhan rumah di IKN cukup besar, sehingga peluang masuknya investasi di bidang perumahan cukup prospektif.

 

Kebutuhan rumah di IKN diperkirakan mencapai 16.000 unit sesuai dengan Perpres 63/2022 tentang Perincian Rencana Induk Ibu Kota Nusantara.

 

Menurut Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto, kebutuhan rumah di IKN yang besar karena banyak Aparatur Sipil Negara dan masyarakat umum pindah ke sana.

 

“Pemerintah sangat membuka peluang masuknya investasi di bidang perumahan dan properti di Ibu Kota Nusantara (IKN). Kebutuhan rumah di IKN sangat besar karena pusat pemerintahan akan pindah kesana diikuti dengan para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan petugas Hankam serta masyarakat umum,” ujarnya, dalam sebuah rilis, pada Senin 13 November 2023.

 

Iwan kemudian melanjutkan, pembangunan perumahan di IKN tahap I akan dibangun 2.500 unit rumah dengan dana dari APBN.

 

Selain itu, akan ada pembangunan 3.000 unit hunian lewat skema Kerjasama antara pemerintah dan badan usaha (KPBU).

 

“Dalam pembangunan rumah dan berbagai sarana tersebut tentunya harus tetap memperhatikan keberlanjutan dan kelestarian lingkungan yang ada. Hal itu sesuai dengan konsep pembangunan IKN yakni smart and green,” jelas Iwan.

 

Demi memudahkan para investor, pemerintah pun akan memberikan dukungan berusaha berupa insentif fiskal dan non-fiskal yang sesuai dengan ketentuan PP 12 tahun 2023.

 

Dukungan tersebut meliputi insentif perpajakan, fasilitas pajak khusus dan penerimaan khusus, fasilitasi penyediaan lahan, dan fasilitasi sarana prasarana.

 

Siapkan Kebutuhan Infrastruktur Dasar untuk Pembangunan Perumahan di IKN

 

Direktur Rumah Umum dan Komersial Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Fitrah Nur dalam sebuah seminar mengatakan, pemerintah menggandeng berbagai mitra kerja untuk meningkatkan investasi properti di IKN.

 

Kemudian, menurut Fitra Nur, saat ini Kementerian PUPR terus terlibat dalam pemindahan ibu kota negara ke IKN Nusantara.

 

Salah satunya dengan menyiapkan sejumlah infrastruktur dasar.

 

Misalnya di sektor perumahan, PUPR sudah membangun Hunian Pekerja Konstruksi (HPK).

 

Hunian Pekerja Konstruksi (HPK) tersebut digunakan sebagai sarana hunian sementara yang bisa menampung 16 ribu pekerja konstruksi di IKN.

 

“Kami berharap pelaku usaha properti ikut berkontribusi secara aktif bukan hanya dalam membangun rumah, tetapi juga membangun berbagai fasilitas pendukung lainnya sehingga akan lebih terwujud sebuah ekosistem perkotaan yang lebih inklusif dan ini merupakan kesempatan emas dalam pembangunan properti di IKN dan menciptakan iklim yang kondusif bagi pemulihan ekonomi nasional sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” ujarnya.

 

Rumah di IKN untuk ASN Dibedakan berdasarkan Jabatannya

Rumah di IKN untuk ASN

Foto: Dok. Kementerian PUPR

 

Mengutip laman detik.com, standar luas rumah tapak dan rumah susun ASN akan dibedakan berdasarkan jabatannya.

 

Hal ini mengacu pada UU No.3 tentang Ibu Kota Negara (IKN).

 

Berikut detailnya:

  • Rumah Menteri atau Pejabat Tinggi Negara berupa rumah tapak dengan luas 580 meter persegi.
  • Rumah Pejabat Negara berupa rumah tapak dengan luas 490 meter persegi.
  • Rumah susun untuk Eselon 1 luasnya 390 meter persegi.
  • Rumah susun untuk Eselon 2 luasnya 290 meter persegi.
  • Rumah susun untuk Eselon 3 luasnya 190 meter persegi.
  • Rumah susu pejabat fungsional dan staf lainnya seluar 98 meter persegi.

 

Masih mengutip detik.com, Direktur Pembiayaan IKN, Muhammad Naufal Aminuddin mengatakan, mengenai jumlah pasti hunian yang dibangun semuanya dilakukan berdasarkan tahapan yang saat ini tengah dioptimalkan.

 

Maka itu, angkanya masih belum pasti.

 

“Nah berdasarkan kondisi sekarang, berapa yang akan pindah itu sedang kita godok untuk angkanya. Namun, yang pasti jumlah hunian yang harus disediakan masih sangat banyak. Jadi kalau kita liat yang sekarang dibangun oleh PUPR menggunakan APBN, tipe 98 satu tower itu isinya 60 unit, untuk tipe 190 tentunya ya kurang lebih hampir separuhnya ya kalau dengan tinggi bangunan yang sama dan tipologi bangunan yang dua kali lipat ya kemungkinan 30 unit per tower,” ungkap Naufal, pada 7 Maret 2024 kemarin.

 

Ikuti berita tentang IKN lainnya hanya di Rumah123 karena #SemuaAdaDiSini.

Terbagi dalam 5 Tahap, Begini Proses Pembangunan IKN

Proses pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) masih berprogres. 

 

Dilansir dari laman resmi Ditjen Cipta Karya, per Februari 2024, proses pembangunan IKN tahap 1 sudah mencapai lebih dari 74%.

 

Sejumlah infrastruktur dasar mulai dari Istana Presiden hingga Tol IKN terus dikebut pengerjaannya. 

 

Seperti diketahui, proses pembangunan Ibu Kota Nusantara terbagi dalam lima tahap, dengan target populasi mencapai 1,9 juta jiwa. 

 

Pembangun IKN sudah dimulai sejak 2022 lalu, dan direncanakan rampung seluruhnya pada 2045 – bertepatan dengan hari jadi Republik Indonesia (RI) ke-100. 

 

Dari lima tahap tersebut, pemerintah sudah menyusun skema pemindahan bagi abdi negara, hingga ketersediaan infrastruktur dan sarana-prasarana.

 

Jadi, seperti apa rencana dari proses pembangunan IKN? Berikut uraiannya.

 

Proses Pembangunan IKN Nusantara 2022-2045

 

1. Proses Pembangunan Tahap I (2024) 

proses pembangunan ikn tahap 1

 

Pembangunan IKN tahap satu sudah dimulai sejak 2022 silam.

 

Seperti telah disebutkan di atas, progres pembangunan tahap 1 ini sudah mencapai lebih dari 74%. 

 

Pada tahap ini, proses pembangunan Ibu Kota Nusantara difokuskan pada sejumlah infrastruktur dasar, meliputi: 

  • Istana Presiden
  • Kantor Presiden
  • Lapangan Upacara
  • Rumah Tapak Jabatan Menteri (RTJM)
  • Rusun ASN
  • Kantor Kementerian Koordinator (Kemenko)
  • Jalan Tol IKN

 

Proses pembangunan tahap satu ini direncanakan rampung sebelum 17 Agustus 2024.

 

Selain itu, perpindahan penduduk juga akan mulai dilakukan dengan target sebanyak 488,409 jiwa.

 

Perpindahan penduduk pada tahap satu meliputi ASN kementerian/lembaga, pegawai lembaga negara independen, TNI, Polri, serta unsur Hankam dan anggota keluarganya.

 

Kemudian, perpindahan berlanjut ke tenaga kerja di sektor layanan umum, konstruksi akomodasi, makanan, minuman, dan ritel.

 

2. Proses Pembangunan Tahap II (2025–2029) 

proses pembangunan ikn tahap 2

Foto: Antara

 

Proses pembangunan IKN masih akan berlanjut pada 2025, yang menjadi tahap pembangunan kedua Ibu Kota Nusantara. 

 

Rencananya, pembangunan tahap kedua akan berlangsung selama 4 tahun, terhitung sejak tahun 2025 hingga 2029. 

 

Pada tahap ini, proses pembangunan Ibu Kota Nusantara difokuskan pada sejumlah area intim, seperti infrastruktur transportasi umum baik primer dan sekunder. 

 

Kemudian, akan dilakukan perluasan kawasan riset dan talenta, serta universitas pembangunan lautan dan pemeliharaan infrastruktur dasar. 

 

Perluasan kawasan juga berkaitan dengan ASN, TNI, Polri, serta perkantoran pemerintahan.

 

3. Proses Pembangunan IKN Tahap III (2030–2034)

proses pembangunan ikn tahap 3

 

Sementara, pembangunan IKN tahap ketiga akan kembali dilanjutkan pada 2030, dengan target pengerjaan selama empat tahun. 

 

Pada tahap ini, pembangunan difokuskan pada sektor industri dan pengembangan utilitas terintegrasi KIPP IKN. 

 

Pada tahap ketiga, pemerintah juga memproyeksikan total penduduk IKN mencapai 1,452 juta orang dari seluruh kalangan, baik sipil maupun pemerintahan.

 

4. Proses Pembangunan IKN Tahap IV (2035–2039) 

proses pembangunan ikn tahap 4

 

Pada tahap keempat, pembangunan IKN difokuskan pada infrastruktur dan ekosistem pembangunan di Kalimantan, khususnya bidang pendidikan dan kesehatan.

 

Selain itu, terdapat rencana terkait pembangunan infrastruktur untuk ketahanan sosial budaya, hingga lembaga pendidikan dan riset pada bagian ini. 

 

5. Proses Pembangunan IKN Tahap V (2040–2045) 

proses pembangunan ikn tahap 5

 

Pada tahap kelima, pembangunan terpusat pada transportasi umum terintegrasi mulai dari kereta api hingga sarana utilitas.

 

Selain itu, diharapkan IKN mencapai net zero carbon emission dan 100% energi terbarukan.

 

Proyeksi tambahan populasi pada periode 2035–2045 adalah 1,991,988 orang. 

 

Baca informasi selengkapnya terkait IKN melalui Rumah123 karena #SemuaAdaDisini.

Total Luas IKN Melingkupi Wilayah Darat dan Peraraiannya

Total luas IKN (Ibu Kota Nusantara) yang mencakup wilayah daratan dan perairan laut, sudah diatur dalam undang-undang khusus.

 

Ketentuannya tertera dalam Undang-Undang No.3/2022 tentang Ibu Kota Negara (UU IKN).

 

Lalu, berapa luas wilayah IKN yang termaktub dalam UU IKN? Cek detailnya di bawah ini.

 

Luas IKN Berdasarkan UU IKN

 

Dalam Pasal 6 Ayat 2 UU No.3 Tahun 2022, disebutkan bahwa luas wilayah daratan IKN mencapai kurang lebih 256.142 hektare. 

 

Sementara, luas wilayah perairan laut IKN kurang lebih 68.189 hektare.

 

Berdasarkan Ayat 3 Pasal 6 UU IKN, area darat IKN akan terbagi menjadi dua kawasan, yakni kawasan inti pusat IKN dan kawasan pengembangan.

 

Kawasan inti IKN luasnya kurang lebih 56.180 hektare, sedangkan kawasan pengembangan IKN kurang lebih 199.962 hektera.

 

Posisi IKN secara Geografis

 

Posisi geografis IKN juga disebutkan secara mendetail dalam UU IKN.

 

Berdasarkan Pasal 6 Ayat 1 undang-undang tersebut, bisa diketahui bahwa posisi IKN secara geografis adalah:

 

  • Bagian Utara pada 117″ O’ 3L.292″ Bujur Timur dan O’ 38’44.912″ Lintang Selatan;
  • Bagian Selatan pada 1L7″ lL’ 51.903″ Bujur Timur dan 1″ 15’25.260″ Lintang Selatan;
  • Bagian Barat pada 116′ 31′ 37.728″ Bujur Timur dan O’ 59’22.51O” Lintang Selatan; dan
  • Bagian Timur pada ll7″ L8’2a.O84″ Bujur Timur dan l’ 6′ 42.398′ Lintang Selatan.

 

Batas Wilayah IKN

Batas Wilayah IKN

Foto: setkab.go.id

 

Tidak sampai di situ, batas wilayah IKN juga ikut diatur dalam UU IKN.

 

Menurut undang-undang tersebut, IKN berbatasan langsung dengan sejumlah wilayah, seperti:

 

  • Sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Penajam Kabupaten Penajam Paser Utara, Teluk Balikpapan, Kecamatan Balikpapan Barat, Kecamatan Balikpapan Utara, dan Kecamatan Balikpapan Timur Kota Balikpapan.
  • Sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kecamatan Sepaku Kabupaten Penajam paser Utara.
  • Sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Loa Kulu, Kecamatan Loa Janan, dan Kecamatan Sanga-Sanga Kabupaten Kutai Kartanegara.
  • Sebelah timur berbatasan dengan Selat Makassar.

 

Sebagian Besar Wilayah IKN Dijadikan Hutan

 

Melansir cnnindonesia.com, Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Bambang Susantono mengklaim, jika luas IKN sebagian besar wilayahnya akan dijadikan atau diisi hutan tropis.

 

Bambang menyampaikan hal tersebut pada Kamis, 9 November 2023 lalu.

 

Ia mengatakan, luas IKN yang sebesar 250 ribu hektare lebih, 25 persennya dipakai untuk operasional publik.

 

“Luas dari IKN Nusantara itu 256 ribu hektare, tetapi yang akan kita bangun hanya 25 persen,” terang Bambang.

 

Sisanya, sebanyak 75 persen akan digunakan untuk dua hal, sebanyak 65 persen dikembalikan jadi hutan tropis, dan 10 persen dipakai untuk lahan cadangan pangan.

 

“65 persen akan jadi hutan kembali, hutan tropis; dan 10 persen nantinya akan jadi daerah hijau seperti food estate dan sebagainya,” jelasnya.

 

IKN Lebih Luas Ketimbang Jakarta dan Singapura

 

Dalam kesempatan lain, Bambang Susantono menyebut, dengan total luas IKN yang mencapai sekitar 260 hektare, wilayahnya lebih besar daripada Jakarta dan Singapura.

 

“IKN Nusantara ini luasnya mencapai 2.600 hektar tanahnya dan itu kira-kira empat kali dari Jakarta dan 2,5 kali luas Singapura,” ujarnya, pada 21 Juni 2023, dilansir liputan6.com.

 

Simak informasi lainnya tentang IKN hanya di Rumah123 karena #SemuaAdaDiSini!

Inovasi Sarana Umum untuk Mendukung Konsep Smart Forest City di IKN

Inovasi sarana umum merupakan salah satu aspek yang menjadi fokus pemerintah dalam proses pembangunan IKN.

 

Artinya, proses pembangunan IKN tidak hanya berfokus pada pemindahan kota dan gedung-gedung pusat pemerintahan.

 

Lebih dari itu, pemerintah juga berencana membuat berbagai inovasi sarana umum yang dapat menunjang IKN sebagai pusat perkotaan modern yang ramah lingkungan.  

 

Lantas, apa saja inovasi sarana umum yang akan diterapkan di IKN Nusantara? Yuk, simak ulasan lengkapnya di bawah ini!

 

IKN Future Smart Forest City of Indonesia

ikn future smart forest city of indonesia

 

Sebelum membahas lebih jauh mengenai inovasi sarana umum IKN, penting bagi Anda untuk terlebih dahulu mengetahui tentang pengertian smart forest city. 

 

Pasalnya, inovasi sarana umum yang akan dikembangkan di IKN, disesuaikan dengan fokus pembangunan IKN sebagai Future Smart Forest City of Indonesia. 

 

Jadi, apa itu smart forest city? 

 

Smart forest city adalah konsep kota yang menjadikan habitat manusia dan infrastruktur di dalamnya sebagai ekosistem hutan. 

 

Dalam konsep smart forest city, subjek utama pembangunan adalah hutan, bukan sebaliknya. 

 

Kriteria dari smart forest city adalah tidak adanya footprints, atau dampak aktivitas manusia terhadap iklim global di kawasan terbangun. 

 

Karena itu, karbon kota tidak boleh mengganggu hutan. 

 

Kemudian, sistem dan teknologi yang digunakan sebagai sarana-prasarana kota juga harus yang berkelanjutan, serta dapat menurunkan tingkat footprints di tengah hutan. 

 

Konsep smart city forest memang harus dikembangkan di IKN. 

 

Pasalnya, pembangunan kota dilakukan di Pulau Kalimantan, yang merupakan salah satu paru-paru dunia dalam setengah abad terakhir.

 

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), selaku pihak yang bertanggung jawab dalam pembangunan infrastruktur dasar IKN, telah memiliki konsep desain pembangunan infrastruktur yang efisien, ramah lingkungan, hemat energi, dan produktif.

 

Termasuk juga soal sarana umumnya, yang proses pembangunannya dibutuhkan sejumlah inovasi untuk mendukung prinsip IKN sebagai Future Smart Forest City of Indonesia. 

 

Rencana Inovasi Sarana Umum di IKN

rencana inovasi sarana umum di ikn

Sumber: ligo.id

 

Dalam upaya membagun IKN sebagai kota modern dengan prinsip Future Smart Forest City of Indonesia, Kementerian PUPR telah mendorong para kontraktor untuk terus berinovasi.

 

Merencanakan pembangunan sarana umum dengan memanfaatkan teknologi pada perencanaan hingga pembangunan kota.

 

“Pembangunan IKN merupakan kesempatan yang baik untuk menata kota sesuai dengan teori, aturan, dan sebagainya karena pembangunan kota betul-betul dimulai dari awal,” kata Ketua Satuan Tugas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN, Danis H. Sumadilaga, dilansir dari kontan.co.id.

 

“Jadi bukan hanya pembangunan fisik saja, tetapi di situ ada transformasi kehidupan dan transformasi pekerjaan terutama dalam hal pemanfaatan teknologi,” sambungnya. 

 

Salah satu inovasi fasilitas dan sarana umum yang tengah direncanakan pemerintah adalah pengembangan teknologi Building Information Modelling (BIM). 

 

Penerapan teknologi tersebut diyakini dapat mempercepat proses pembuatan konstruksi.

 

BIM merupakan suatu sistem, manajemen, metode, atau runtutan pengerjaan suatu proyek dengan menyimulasikan seluruh informasi ke dalam model 3 dimensi.

 

Dengan memanfaatkan sistem berbasis data, kontraktor dapat melakukan pemodelan dinamis dan real time.

 

Hasilnya pekerjaan konstruksi, proses desain, pengadaan, dan pelaksanaan konstruksi bisa terhubung dengan lebih mudah.

 

Selain itu, ada pula pembangunan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT), dalam inovasi sarana umum IKN. 

 

Ini merujuk pada boks beton untuk utilitas bawah tanah sekaligus drainase sehingga tidak ada lagi kabel luar yang membahayakan.

 

Kemudian, pemerintah juga menyiapkan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang memungkinkan masyarakat untuk bisa minum air keran tanpa harus dimasak ulang.

 

Turut Hadirkan Bangunan Cerdas

bangunan cerdas di ikn

 

Tidak hanya inovasi sarana umum, pemerintah juga berfokus pada pembangunan bangunan cerdas di IKN. 

 

Konsep bangunan cerdas diaplikasikan guna meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya, mengoptimalkan kenyamanan penghuni, serta mengurangi emisi karbon sebagai dampak negatif terhadap lingkungan.

 

Karena itu, pembangunannya akan menjadi tonggak penting dalam menggalang masa depan yang berkelanjutan.

 

Tidak hanya menunjukkan komitmennya dengan langkah nyata, Otorita IKN juga merilis Buku Panduan Bangunan Cerdas.

 

Buku ini diharapkan dapat menjadi panduan praktis untuk para profesional industri, pengambil kebijakan, serta pemangku kepentingan yang ingin mengambil langkah serupa.

 

Baca informasi selengkapnya terkait IKN melalui Rumah123 karena #SemuaAdaDisini.

Upaya Pemerintah Ciptakan IKN Bebas Karbon di Tahun 2045

Pemerintah berencana membangun IKN bebas karbon pada tahun 2045, sejumlah upaya pun dilakukan.

 

Indonesia berkomitmen untuk melakukan pengurangan emisi karbon atau efek rumah kaca, khususnya di Ibu Kota Nusantara.

 

Lantas, apa saja bentuk upaya pemerintah dalam ciptakan IKN bebas karbon? Cek informasi selengkapnya di bawah ini!

 

Bangunan IKN Menggunakan Material Ramah Lingkungan

 

Cara pemerintah untuk menekan emisi karbon di IKN adalah dengan menggunakan material ramah lingkungan.

 

Mengutip laman detik.com, Direktur Jenderal Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Iwan Suprijanto mengungkap, IKN ditargetkan bisa menekan tingkat emisi karbon sebanyak 18 persen untuk saat ini.

 

Kemudian, dari angka 18 persen, diharapkan akan terus meningkat menjadi 100 persen pada tahun 2045 di gedung-gedung IKN.

 

Sebagai informasi, berbagai pembangunan di IKN dibuat menggunakan material dengan konsumsi energi dan jejak karbon rendah.

 

Seluruh material ramah lingkungan itu dipesan dari produsen dalam negeri dan hasil daur ulang.

 

“Menggunakan material dan teknologi dengan dampak lingkungan yang positif atau dengan tingkat kerugian yang minim,” jelas Iwan Suprijanto, pada Senin 22 April 2024.

 

Pengurangan emisi karbon lewat penggunaan material ramah lingkungan sejatinya sejalan dengan Peraturan Menteri PUPR Nomor 9 Tahun 2021 tentang Pedoman Penyelenggaraan Konstruksi Berkelanjutan.

 

Aturan tersebut nantinya akan direalisasikan dalam konsep Smart Forest City yang dibangun di IKN.

 

“Bahan yang digunakan memiliki dampak lingkungan yang lebih baik dibandingkan material konvensional,” tambah Iwan.

 

Indonesia Memiliki RLDC

Indonesia Memiliki RLDC

Foto: Dok. Sekretariat OIKN

 

Cara berikutnya untuk mewujudkan IKN bebas karbon adalah dengan meluncurkan Peta Jalan Menuju Kota Nol Emisi Karbon Nusantara, atau Regionally and Locally Determined Contribution (RLDC).

 

Peluncuran RLDC dilakukan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) saat mengikuti Konvensi Kerangka Kerja Perubahan Iklim PBB.

 

Melansir laman cnbcindonesia.com, menurut Kepala OIKN Bambang Susantono, keberadaan RLDC menjadi sejarah baru untuk Indonesia.

 

“Bagi kami di Indonesia ini menjadi momen bersejarah karena ini menjadi pertama kali kota di Indonesia memiliki RLDC, Regionally and Locally Determined Contribution,” ujarnya, pada Senin, 4 Desember 2023 lalu.

 

Dalam upaya tersebut, Bambang mengumumkan adanya dokumen Nusantara’s Net Zero Emission Strategy.

 

Dokumen tersebut digunakan sebagai komitmen Indonesia untuk ambil bagian dalam usaha menjaga iklim dunia.

 

Bambang mengungkap, nantinya IKN Nusantara akan menjadi kota hijau dan model untuk masa depan yang berkelanjutan.

 

Langkah konkret yang akan dilakukan pemerintah untuk menekan emisi karbon di IKN dengan mengkonversi 60 persen area Nusantara menjadi hutan tropis.

 

“Dalam kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, Otorita Ibu Kota Nusantara menyiapkan langkah untuk mentransformasi target ambisius menjadi aksi yang spesifik dan terukur,” ujar Bambang Susantono.

 

Dalam RLDC, setidaknya pemerintah fokus pada lima sektor, yakni:

  • Kehutanan dan penggunaan lahan
  • Energi
  • Agrikultur
  • Pengelolaan sampah
  • Industri

 

Lewat RLDC, pemerintah memiliki target mengurangi emisi menjadi -1,1 juta karbon dioksida (MtCO2) pada 2045.

 

Bahkan, pemerintah memiliki target yang lebih besar dalam skenario kedua, dengan mengurangi emisi karbon mencapai -1,6 juta MtCO2.

 

Langkah yang dilakukan oleh Indonesia diapresiasi oleh Direktur Jenderal ADB untuk Asia Tenggara Winfried Wicklein.

 

Ia mengaku senang bisa bekerja sama dengan OIKN dalam mengembangkan strategi tersebut.

 

“Strategi ini tidak hanya sebagai tindakan nyata dalam mewujudkan visi Indonesia yang modern dan berkelanjutan, namun juga mewakili upaya nyata Indonesia dalam memerangi perubahan iklim, serta berkontribusi pada wilayah yang lebih luas yaitu di wilayah Asia dan Pasifik,” ungkap Winfried Wicklein.

 

Temukan informasi tentang IKN di Rumah123 karena #SemuaAdaDiSini.

Mengintip Potret Rumah Menteri di IKN Nusantara yang Tampak Mewah dan Modern

Rumah menteri di IKN Nusantara dibangun dengan konsep open space dan desain yang menawan. Penasaran dengan potretnya? Intip di sini!

38 Kementerian dan Lembaga bakal pindah ke Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara per September 2024 mendatang. 

Nantinya, para pejabat menteri akan menetap di rumah dinas berupa rumah tapak. 

Adapun, para ASN yang bertugas di sana akan tinggal di hunian berupa unit apartemen.

Melansir tempo.co, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa total rumah dinas menteri yang dibangun di IKN sebanyak 36 unit.

Seluruh rumah dinas menteri yang dibangun tersebut ditargetkan rampung pada Juli 2024.

Penasaran bagaimana penampakan rumah menteri di IKN?

Simak potretnya di bawah ini!

Potret Rumah Menteri di IKN 

Rumah menteri di IKN

Sumber: Rumah123/Tedy Winarto

Berdiri di atas lahan seluas 1.000 meter persegi, rumah yang diperuntukkan untuk para menteri memiliki luas bangunan 580 meter persegi.

Mengutip bisnis.com, ukuran tersebut rupanya lebih kecil jika dibandingkan dengan ukuran rumah dinas menteri di Widya Chandra, Jakarta Selatan.

Anggaran 36 rumah menteri di IKN tersebut menelan biaya sebesar Rp519,05 miliar melalui skema Multi Years Contract (MYC) 2022—2024. 

Artinya, satu unit rumah dinas menteri yang dibangun sejak Desember 2022 lalu tersebut menghabiskan anggaran senilai Rp14,4 miliar.

Rumah tapak ini berada di lokasi persil 104 sebanyak 24 unit dan persil 105 sebanyak 12 unit.

Melansir cnnindonesia.com, desain rumah menteri IKN dibangun setinggi dua lantai dengan konsep modern klasik dan modern kontemporer.

Rumah menteri di IKN

Sumber: detikcom/Kementerian PUPR

Desain rumah dinas menteri memiliki dua tipe, yaitu tipe downslope dan tipe upslope.

Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto, mengatakan bahwa rumah dinas menteri sudah dilengkapi sejumlah perabotan.

Menurut Kepala Satuan Tugas Pembangunan Infrastruktur IKN Danis Sumadilaga, rumah dinas menteri sejalan dengan konsep IKN sebagai compact city.

Fasilitas Rumah 

Rumah menteri di IKN

Sumber: Rumah123/Tedy Winarto

Dibangun dengan luas bangunan 580 meter persegi, fasilitas rumah menteri di IKN terdiri dari 8 kamar tidur, 5 kamar mandi, ruang pertemuan, ruang kerja, ruang keluarga, dapur, garasi, hingga ruang panel.

Khusus ruangan kerja menteri, dilengkapi rak buku dengan sentuhan kayu warna cokelat.

Pada bagian kamar mandi, dilengkapi dengan satu set wastafel, cermin, hingga hand dryer. Menariknya, dinding kamar mandi menggunakan keramik motif marmer.

Rumah dinas menteri juga terdapat area basement yang dilengkapi kamar tidur supir, kamar mandi, dan ruang jaga. 

Rumah menteri di IKN

Sumber: Rumah123/Tedy Winarto

Pada lantai pertama, diperuntukkan sebagai area kedinasan, sedangkan lantai kedua merupakan area privat keluarga.

Hal lain yang tak kalah menarik adalah penggunaan teknologi smart home yang memudahkan aktivitas penghuni rumah dinas.

Bahkan, dilengkapi pula solar panel yang setara 6.600 watt jaringan kabel bawah tanah.

Siap Dihuni pada 2024

Seiring progres yang sudah berjalan, rumah dinas menteri tersebut siap dihuni pada 2024.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa rumah dinas menteri diharapkan selesai pada Juli 2024 sehingga bisa langsung ditempati.

Kepala Satgas Pembangunan Infrastruktur IKN Danis Sumadilaga optimistis selesai tepat waktunya.

Hal tersebut seiring dengan pembangunan prasarana, sarana dan utilitas (PSU) yang sudah berjalan. 

***

Itulah potret rumah menteri di IKN Nusantara.

Semoga informasinya bisa bermanfaat.

Yuk, kunjungi Rumah123 untuk menemukan hunian impian karena #SemuaAdaDisini.

Inilah Desain Istana Negara IKN Nusantara yang Ikonik

Desain Istana Negara IKN Nusantara yang tengah dibangun tampak ikonik berbentuk burung garuda yang mengepakkan sayap. 

Istana Kepresidenan di IKN berada di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) dengan luas keseluruhan mencapai 100 hektare.

Kompleks istana kepresidenan akan berdiri megah yang juga meliputi berbagai bangunan di sekitarnya, termasuk Istana Negara. 

Berikut desain Istana Negara IKN Nusantara tersebut.

Desain Istana Negara IKN Nusantara 

1. Desain yang Ikonik dan Unik

 desain istana negara ikn

Sumber: kemenparekraf.go.id

Melansir ikn.go.id, desain Istana Kepresidenan di ibu kota baru sangatlah ikonik termasuk desain Istana Negara IKN bernama Istana Garuda.

Desain Istana Negara di IKN berbentuk burung garuda yang membentangkan sayapnya.

Mengutip situs kemenparekraf.go.id, burung garuda menjadi desain karena erat kaitannya dengan berbagai perbedaan, segala silang pandang, segala keragaman adat istiadat dan perilaku, serta perbedaan kepercayaan dan agama di Indonesia. 

Garuda juga merupakan simbol persatuan dan menjadi bagian dari lambang negara.

2. Dirancang Seniman Nyoman Nuarta

Desain Istana Negara IKN dirancang oleh pematung asal Bali bernama Nyoman Nuarta.

Nyoman Nuarta juga merupakan sosok yang membuat patung Garuda Wisnu Kencana di Bali.

Untuk patung garuda IKN, Nyoman mengatakan bahwa patung ini dibangun dengan 4.854 bilah selubung di mana satu selubungnya memiliki berat 0,3 ton. 

Patung garuda IKN memiliki bobot 1.456 ton.

“Berat total selubung ini bisa disamakan dengan berat 290 Gajah. Dalam satu hari, kami bisa memproduksi 70 bilah selubung, ” ujarnya dilansir detik.com.

3. Setinggi 4 Lantai

 desain istana negara ikn

Sumber: hypeabis.id

Istana Garuda di IKN Nusantara dibangun setinggi 4 lantai.

Bangunan Istana Garuda tersebut memiliki bentangan sayap dari ujung ke ujung mencapai 230 meter dan tinggi 77 meter.

Istana Garuda dibangun menggunakan material perforated corten (panel baja berlubang), cangkang tembaga, kuningan, galvalum, dan kaca.

4. Dikelilingi Ruang Terbuka Hijau

Dengan luas kurang lebih 100 hektare, Istana Kepresidenan di Kalimantan Timur akan dikelilingi ruang terbuka hijau (RTH).

Ruang terbuka hijau tersebut mencapai 92 persen, sedangkan 8 persen merupakan luas area bangunan.

Hal ini sesuai dengan keinginan Presiden Joko Widodo agar Istana Negara ditata menjadi ruang terbuka hijau. 

5. Dilengkapi Berbagai Fasilitas

 desain istana negara ikn

Sumber: Biro Kompu Kementerian PUPR/Kompas.com

Masih melansir kemenparekraf.go.id, Istana Kepresidenan di IKN bakal dilengkapi dengan berbagai fasilitas dan bangunan pendukung lainnya.

Berikut adalah fasilitas di Istana Kepresidenan di IKN:

  • Lapangan Upacara
  • Bangunan Istana
  • Bangunan Kantor Presiden
  • Bangunan Kantor Sekretariat Presiden
  • Bangunan Kantor Staf Khusus
  • Paviliun Presiden
  • Wisma Negara
  • Mess Paspampres
  • Masjid
  • Museum
  • Bangunan Check Point
  • Botanical Garden

6. Menampung Ribuan Orang

Melansir detik.com, Presiden Joko Widodo menyebut bahwa Istana Kepresidenan dapat menampung ribuan orang.

“Ini akan hijau semuanya, bisa dipakai untuk upacara kurang lebih 8 ribu orang, kira-kira lebihnya mungkin 2 kali Istana (di Jakarta),” jelas Presiden Joko Widodo, dikutip detik.com dari YouTube Sekretariat Presiden.

7. Rampung pada 2024

Dibangun sejak 2022, Istana Negara IKN Nusantara diproyeksikan akan rampung pada 2024. 

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa progres pembangunan Istana Presiden ditargetkan selesai pada Juli 2024.

Rencananya, Kompleks Istana Presiden IKN Nusantara akan dijadikan lokasi pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Kemerdekaan RI.

Menurut Bisnis.com, proyek pembangunan Istana Presiden dan lapangan upacara di IKN menelan anggaran mencapai Rp1,34 triliun.

***

Semoga informasi di atas bermanfaat untuk kamu, ya.

Yuk, kunjungi Rumah123 untuk menemukan hunian impian karena yang kamu cari #SemuaAdaDisini.

***sumber foto cover: kompas.com