Diklaim jadi kota paling hijau di dunia, pembangunan IKN harus mengedepankan aspek ramah lingkungan. Simak informasinya di sini!
Continue reading “Gunakan Konsep Nusarimba, IKN Jadi Kota Paling Hijau di Dunia”
Diklaim jadi kota paling hijau di dunia, pembangunan IKN harus mengedepankan aspek ramah lingkungan. Simak informasinya di sini!
Continue reading “Gunakan Konsep Nusarimba, IKN Jadi Kota Paling Hijau di Dunia”
Pemerintah memilih material semen hijau sebagai bahan dasar konstruksi pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Namun, apakah Anda sudah tahu apa itu semen hijau atau green cement?
Semen hijau adalah material konstruksi ramah lingkungan yang bisa dipakai untuk berbagai keperluan.
Di IKN sendiri, jenis semen ini dimanfaatkan sebagai perekat dalam pembuatan beton, fondasi, struktur, jalan, dan bangunan.
Walau dinilai bermanfaat, nyatanya tidak banyak orang yang mengetahui tentang material tersebut.
Karena itu, sebagai informasi, simak ulasan mengenai green cement di bawah ini.

Pada dasarnya, semen hijau adalah produk semen rendah karbon.
Artinya, produksi semen tersebut tidak menyumbang emisi karbon yang tinggi.
Pembuatan green cement dilakukan dengan bantuan manufaktur karbon negatif.
Dengan begitu, produksi semen tersebut dapat meminimalisasi emisi secara signifikan.
Tidak diragukan lagi, green cement merupakan salah satu inovasi positif dalam dunia konstruksi.
Pasalnya, merujuk data Earth Institute Columbia University, produksi semen tergolong sebagai penyebab utama terjadinya polusi udara yang berakibat buruk bagi lingkungan.
Produksi klinker yang merupakan bahan baku utama dalam pembuatan semen, disinyalir menjadi sumber utama karbon dioksida.
Klinker terbuat dari campuran batu kapur dan tanah yang dipanaskan pada suhu 1400 derajat Celsius.
Setelah proses termal, bahan tersebut diproses untuk kemudian membentuk zat kental dan padat yang dikenal sebagai klinker.
Setelah itu, klinker diampur dengan gypsum sehingga membentuk semen.
Bahkan, untuk 1 ton semen yang diproduksi, 0,6 hingga 1 ton karbon dioksida akan dilepaskan.
Sebagai inisiatif untuk mengurangi dampak buruk emisi dalam proses pembuatan semen, produsen semen pun mencoba menurunkan tingkat emisi secara signifikan.
Hingga lahirlah sebuah produk bernama green cement yang lebih ramah lingkungan.

Semen hijau yang digunakan dalam pembangunan infrastruktur IKN diproduksi oleh PT Semen Indonesia atau SIG.
Green cement produksi SIG mampu menekan tingkat emisi gas lebih besar dari semen konvensional atau OPC.
Meski begitu, kualitas dari semen tersebut tidak perlu diragukan.
Green cement SIG diklaim mampu menghasilkan penurunan emisi karbon hingga 38% per ton semen.
Produk material bangunan dari SIG digunakan dalam sejumlah paket pengerjaan konstruksi IKN, di antaranya pembangunan Istana Negara, Kantor Presiden, dan Lapangan Upacara.
Selain itu, semen ini juga digunakan sebagai bahan konstruksi pembangunan Jalan Tol IKN Seksi 3A (Karangjoang-KKT Kariangau), Seksi 3B (KKT Kariangau-Simpang Tempadung), dan Seksi 5A (Simpang Tempadung-Jembatan Pulau Balang).
Terakhir, produk semen SIG juga dipakai untuk infrastruktur pendukung KIPP, yaitu Intake Sepaku dan Bendungan Sepaku.
Itulah ulasan mengenai semen hijau yang menjadi bahan dasar pembangunan infrastruktur IKN.
Baca informasi selengkapnya terkait IKN melalui Rumah123 karena #SemuaAdaDisini.
Undang-Undang Ibu Kota Negara (UU IKN) yang disahkan pada tanggal 18 Januari 2022 merupakan landasan hukum bagi pemindahan ibu kota negara Indonesia dari Jakarta ke Kalimantan Timur. Lalu, apa isi UU IKN? Simak informasinya selengkapnya!
Undang-Undang IKN mengatur berbagai hal penting terkait ibu kota baru Indonesia, Property People.
Setelah disahkan oleh DPR RI, UU IKN telah diubah sekali, yaitu melalui UU No. 21/2023 tentang Perubahan atas UU No. 3/2022 tentang Ibu Kota Negara.
Revisi UU IKN ini mengalami perubahan pada beberapa poin dari UU Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara.
Perubahan ini juga memberikan kewenangan khusus pada Otorita IKN dalam melaksanakan persiapan, pembangunan, dan pemindahan IKN, serta penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Khusus IKN.
UU IKN terbaru juga mengatur berbagai hal, seperti penetapan lokasi ibu kota baru, luas wilayah Nusantara, pendanaan IKN, hak pengelolaan tanah, perizinan berusaha, pengelolaan lingkungan, dan lain-lain.
Simak poin-poin dalam undang-undang IKN di bawah ini!

Sumber: urbanplus.co.id
UU IKN secara resmi menetapkan IKN sebagai ibu kota negara yang baru.
Berada di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, IKN akan menjadi pusat pemerintahan dan pertumbuhan ekonomi baru.
Dalam undang-undang, IKN akan dibangun dengan konsep kota yang berkelanjutan, cerdas, dan hijau.
Dalam UU No.3/2022 pasal 6 ayat 2, luas IKN meliputi wilayah darat seluas kurang lebih 256.142 hektare dan wilayah perairan laut seluas 68.189 hektare.
Namun, pada undang-undang IKN baru, terdapat perbedaan luas wilayah yang dikembangkan.
Pada UU baru, luas wilayah IKN seluas kurang lebih 252.660 hektare dan wilayah perairan laut seluas kurang lebih 69.769 hektare.
Rincian luas wilayah darat IKN tersebut meliputi kawasan IKN (KIKN) seluas kurang lebih 56.159 hektare, kawasan pengembangan IKN (KPIKN) seluas kurang lebih 196.501 hektare, dan KIPP seluas 6,671 hektare.

Sumber: Rumah123
UU IKN membentuk Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) sebagai penyelenggara pemerintahan di IKN.
Berdasarkan UU No. 21/2023 tentang Perubahan atas UU No. 3/2022 tentang Ibu Kota Negara, Otorita IKN adalah Lembaga setingkat kementerian yang menyelenggarakan Pemerintahan Daerah Khusus Ibu Kota Nusantara.
Pasal 12 menyatakan bahwa OIKN diberikan kewenangan khusus atas urusan pemerintahan pusat dan urusan pemerintahan daerah dalam rangka pelaksanaan persiapan, pembangunan, dan pemindahan Ibu Kota Negara, serta penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Khusus lbu Kota Nusantara, kecuali yang oleh peraturan perundang-undangan ditentukan sebagai urusan pemerintahan absolut.
Otorita IKN dipimpin oleh Kepala Otorita IKN selaku kepala Pemerintahan Daerah Khusus Ibu Kota Nusantara yang berkedudukan setingkat menteri.
Kepala Otorita IKN ditunjuk, diangkat, dan diberhentikan oleh Presiden setelah berkonsultasi dengan DPR.
Dalam pelaksanaan tugasnya, Kepala Otorita IKN dibantu Wakil Kepala Otorita IKN.
Masa jabatan Kepala Otorita IKN dan Wakil Kepala Otorita IKN adalah lima tahun terhitung sejak tanggal pelantikan dan sesudahnya dapat ditunjuk dan diangkat kembali dalam masa jabatan yang sama.
Pemindahan ibu kota negara merupakan proyek besar yang membutuhkan waktu dan biaya besar.
Nah, undang-undang IKN mengatur sumber pendanaan untuk pembangunan Nusantara yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Anggaran Pendapatan dan Belanja Ibu Kota Nusantara swasta, serta sumber lain yang sah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Hal tersebut tertulis dalam Pasal 24 UU No. 21/2023 tentang Perubahan atas UU No. 3/2022 tentang Ibu Kota Negara.

UU IKN mengatur pelaksanaan penahapan pembangunan dan pemindahan ibu kota negara.
Dalam lampiran aturan tersebut, dibahas secara rinci mengenai rencana pemindahan dan selesainya pembangunan IKN.
Rencana pembangunan IKN dilakukan dalam lima tahap dari tahun 2022—2045.
***
Semoga informasinya bermanfaat.
Kunjungi Rumah123 untuk menemukan hunian impian karena kebutuhan yang kamu cari #SemuaAdaDisini.
Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak lahir dalam waktu satu malam. Namun, pembicaraan soal ini sudah melalui proses yang sangat panjang, bahkan dari zaman Presiden Soekarno.
Sebelum mengupas timeline sejarah IKN, mari kita simak terlebih dahulu sekilas apa itu IKN. Mari simak informasi lengkapnya dalam artikel Rumah123.
Arti IKN adalah ibu kota masa depan Indonesia yang rencananya akan diresmikan pada 17 Agustus 2024 bersamaan dengan perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-79.
IKN menggantikan DKI Jakarta yang sudah menjadi ibu kota negara sejak 1961. Di mana lokasi IKN, yaitu di pantai timur pulau Kalimantan yang kini sudah menjadi bagian Kalimantan Timur.
Nah ke depannya, IKN Nusantara diperkirakan bakal menjadi enklave dari Kalimantan Timur. Luas wilayah ibu kota baru Indonesia ini adalah 2.560 kilometer persegi.
Proyek IKN adalah proyek besar yang sudah dibangun sejak Juli 2022. Lanskap pembangunan ibu kota baru Indonesia ini mencakup perbukitan, hutan, dan teluk.
IKN atau disebut juga Nusantara diharapkan dapat menjadi daerah otorita yang bersifat khusus dan memisahkan diri dari provinsi Kalimantan Timur.
Saat ini pemerintah terus menggenjot pembangunan infrastruktur dasar IKN. Adapun sejarah IKN, sebelum masa pembangunan sekarang, mari kita simak!

Foto: Detik.com
Cikal-bakal sejarah IKN Nusantara dimulai sejak 1957 pada masa pemerintahan Presiden Soekarno. Kemudian, eksekusinya terwujud pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Kala itu, Presiden Soekarno menggagas ibu kota negara pindah ke Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Ini disampaikan pada saat peresmian kota ini sebagai ibu kota provinsi.
Setelah empat dekade berlalu, tepatnya pada 1997, gagasan serupa dicetuskan oleh Presiden Soeharto, yang mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 1997.
Keputusan tersebut bicara tentang koordinasi pengembangan kawasan Jonggol, Jawa Barat, sebagai kota mandiri. Aturan tersebut pada awalnya dimaksudkan untuk pusat pemerintahan RI.
Pada 2013, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun menyodorkan skenario untuk mempertahankan DKI Jakarta sebagai ibu kota. Dalam skenario tersebut dicetuskan dua opsi yakni;
Akhirnya, pada 2019, Presiden Joko Widodo kembali mengutarakan rencana tersebut. Ia mengumumkan, ibu kota negara akan dipindahkan ke Kabupaten Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara.
Begitulah sejarah IKN Nusantara, adapun rencana pembangunan ke depannya.
Demikian informasi tentang apa yang dimaksud IKN, sejarah panjang pemindahan ibu kota negara Indonesia, dan rencana pembangunan ke depan. Semoga informasi dari Rumah123 bermanfaat.
Nyoman Nuarta merupakan salah satu figur penting dalam perancangan kawasan Istana Negara Ibu Kota Nusantara (IKN). Yuk, simak profil Nyoman Nuarta IKN selengkapnya!
Perancang bangunan Istana Negara IKN ini tak dapat dilepaskan dari Gerakan Seni Rupa Baru pada 1976. Nyoman Nuarta sudah menghasilkan ratusan karya seni rupa.
Perancang kawasan Istana Negara IKN ini bernama asli I Nyoman Nuarta. Ia lahir pada 14 November 1951 di Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali.
Nyoman Nuarta adalah putra ke-6 dari sembilan bersaudara. Dia lahir dari pasangan Wirjamidjana dan Samudra, tetapi dia tumbuh dalam didikan pamannya, Ketut Dharma Susila, seorang guru seni rupa.
Nyoman Nuarta mendapatkan gelar sarjana seni rupanya dari Institut Teknologi Bandung (ITB), dan hingga saat ini menetap di Bandung. Dia pun memiliki galeri yang diberi nama NuArt Sculpture Park.
NuArt adalah taman patung karya I Nyoman Nuarta di Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung. Di sini terdapat puluhan patung beraneka ukuran dan bentuk tersebar di area seluas tiga hektare.
Pada 2018, Nyoman Nuarta diberi gelar ‘Shiri Padma’ dari Pemerintah India. Lalu pada 2014, dia mendapatkan penghargaan Satyalancana Kebudayaan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Pada 2021, arsitek alumni ITB itu mendapat gelar Doktor kehormatan, atas jasanya di bidang Ilmu Seni Rupa dan inovasinya dalam pengembangan pendekatan baru dalam bentuk realis-figuratif.
Saat ini Nyoman Nuarta dipercayakan sebagai arsitek IKN Nusantara untuk pembangunan beberapa proyek, salah satunya adalah Istana Negara.

Foto Istana Negara IKN: Detik.com
Pada 2020, Nyoman Nuarta mendapatkan undangan untuk mengikuti sayembara konsep desain bengunan gedung khusus di IKN. Dia pun hadir bersama dengan empat ahli lainnya.
Saat itu, Nyoman Nuarta datang ke gedung utama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk mempresentasikan rencana tentang konsep bangunan gedung khusus IKN.
Meliputi gedung Istana Presiden, Istana Wakil Presiden, kompleks gedung DPR/MPR/DPD, Mahkamah Agung, Kementerian Lembaga, dan rumah-rumah ibadah.
Peserta sayembara waktu itu diberi waktu 12 hari untuk menyelesaikan semua desain bangunan tersebut. Singkat cerita, Maret 2020, Nyoman Nuarta mempresentasikan desain visual karyanya.
Kala itu beberapa ahli tidak hadir, dan hanya diwakili oleh Nyoman Nuarta. Keputusan akhir dari sayembara ditentukan oleh Presiden Joko Widodo, dengan hasil akhir Nyoman Nuarta pemenangnya.
Presiden Joko Widodo memilih karya I Nyoman Nuarta yang bernama Istana Garuda. Ini adalah salah satu bagian dari Istana Kepresidenan Nusantara yang dibangun di atas lahan 55,7 hektare.
Ikon Garuda dinilai sangat tepat untuk mewakili Istana Kepresidenan. Pasalnya mempunyai kaitan erat dengan kebhinekaan Indonesia, di mana Garuda menjadi simbol persatuan.
Istana Garuda akan menjadi istana presiden di dunia yang dibangun sebagai karya seni, sehingga diharapkan bisa menjadi tempat menumbuhkan nilai-nilai persatuan.
Selain itu, I Nyoman Nuarta juga diminta untuk membangun jembatan IKN. Demikian informasi tentang arsitek IKN ini. Semoga informasi dari Rumah123 bermanfaat!
Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo baru saja meresmikan Pusat Persemaian Mentawir di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.
Persemaian mentawir dibuat sebagai upaya pemerintah dalam menghijaukan kembali kawasan hutan di sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Kalimantan secara keseluruhan.
Bisa dibilang, persemaian mentawir dipersiapkan untuk mendukung pembangunan IKN dari aspek lingkungan.
Sebagaimana diketahui, IKN dibangun dengan konsep smart forest city atau kota hijau yang ramah lingkungan.
Karena itu, kota ini harus ditunjang dengan lingkungan yang hijau dan asri.
Lantas, apa itu persemaian mentawir? Apa pula fungsi dari program ini? Berikut ulasannya.

Pusat Persemaian Mentawir adalah sentral pembibitan berskala besar.
Area ini dibangun atas kerja sama pemerintah dengan KLHK, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), PLN, Telkom, dan PT Indo Tambangraya Megah group.
Persemaian Mentawir dibangun untuk menghijaukan kembali hutan Indonesia, khususnya kawasan hutan Kalimantan.
Artinya, tempat ini menjadi pusat pembibitan berbagai tanaman hijau.
Bibit-bibit tanaman yang disemai di Mentawir, nantinya akan ditanam secara masif oleh pemerintah sebagai upaya penanganan lahan kritis dan pemulihan ekosistem di Kalimantan Timur.
Sejauh ini, dilansir dari Antara, persemaian mentawir sudah memproduksi sekitar 8 juta bibit, dengan 4,9 juta di antaranya telah didistribusikan.
Beberapa jenis bibit yang diproduksi berasal dari tanaman kayu endemik, tanaman hasil hutan bukan kayu, tanaman estetika, dan tanaman pakan satwa.

Pembangunan Pusat Persemaian Mentawir dimulai sejak Juli 2022, serta rampung secara keseluruhan pada Desember 2023 lalu.
Pusat persemaian ini berdiri di lahan seluas 120 hektare, serta terbagi menjadi dua kawasan;
Pertama, 30 hektare lahan digunakan sebagai pusat produksi bibit.
Kedua, 90 hektare lainnya disiapkan untuk plasma nutfah nasional.
Ditargetkan, Pusat Persemaian Mentawir dapat memproduksi setidak 15 juta bibit tanaman per tahun.
Area persemaian ini juga dilengkapi dengan sejumlah fasilitas mumpuni.
Terdapat mother plant house yang terdiri dari tiga blok, lalu ada pula rumah produksi, rumah pompa dan rumah germinasi.
Tersedia sistem penyiraman yang canggih, meliputi acclimatization house area sebanyak 6 blok dan open growth area sebanyak 18 blok.
Dilengkapi sederet sarana dan prasarana seperti jalan lingkungan, embung, serta solar panel untuk tenaga listrik, kantor, musala dan perumahan karyawan.

Presiden Jokowi mengungkapkan bahwa persemaian ini dibangun sebagai komitmen pemerintah terhadap lingkungan.
Adanya pusat persemaian ini diharapkan bisa merehabilitasi hutan, memperbaiki lingkungan, memulihkan lahan atau reklamasi pasca-tambang.
Presiden pun menargetkan proses penanaman di IKN akan segera dilakukan dalam waktu dekat.
Menurut Presiden, hal tersebut bergantung pada curah hujan yang akan turun di IKN.
Pusat Persemaian Mentawir bukan satu-satunya sentral persemaian di Indonesia.
Ada beberapa pusat persemaian lain yang tersebar di tanah air, seperti di kawasan Rumpin (Jawa Barat), Danau Toba (Sumatra Utara), Likupang (Sulawesi Utara), dan Labuan Bajo.
Itulah ulasan mengenai Persemaian Mentawir beserta fungsi dan fasilitas yang tersedia di dalamnya.
Simak informasi tentang IKN lainnya hanya di Rumah123 karena #SemuaAdaDiSini.
Pembangunan proyek yang sedang berjalan di Ibu Kota Nusantara (IKN) dimenangkan oleh sejumlah perusahaan pemerintah dan swasta. Siapa saja pemenang tender IKN? Yuk, simak!
Pada April 2024 lalu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melaporkan progres kesiapan infrastruktur dasar IKN terbaru sebagai berikut.
Ya, di balik pembangunan yang masih terus berlangsung itu, tentu saja ada perusahaan pemenang tender IKN. Berikut informasi detail tentang siapa kontraktor proyek IKN.

Foto proyek IKN: ADHI Karya
Pembangunan fisik berupa infrastruktur, sarana dan prasarana masih mendominasi pengembangan di IKN. Ini melibatkan beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Adapun daftar perusahaan pelat merah di bidang konstruksi yang terlibat proyek pembangunan IKN antara lain sebagai berikut.
Selain perusahaan konstruksi, beberapa perusahaan semen juga terlibat dalam pembangunan IKN. Sama seperti konstruksi, yang diprioritaskan juga perusahaan BUMN seperti PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG).
Adapun perusahaan swasta yang diperkirakan akan memasok semen untuk pembangunan IKN, yaitu PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP).
Perusahaan bidang properti yang diperkirakan bakal menerima manfaat paling besar dari proyek IKN ini adalah sebagai berikut.
PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) yang bekerja sama dengan PT Bina Karya (Persero). Ini adalah Badan Usaha Otorita (BUO) dan berperan sebagai master developer.
HEAL dan PT Bina Karya akan bersama-sama membangun rumah sakit bertaraf internasional di IKN. Selain itu, ada rumah sakit grup Mayapada, PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ).
Perusahaan ini bakal terlibat dalam proyek pembangunan rumah sakit kedua di IKN. Adapun nama dari rumah sakit itu nantinya adalah Rumah Sakit Mayapada Hospital Nusantara.
Untuk sementara ini, itulah daftar perusahaan yang sudah menjadi pemenang tender IKN, dan perusahaan yang diperkirakan akan terlibat dalam pembangunan ibu kota baru.
Semoga informasi dalam artikel ini bermanfaat.
Ibu Kota Nusantara (IKN) digadang-gadang akan menjadi salah satu kota ramah pejalan kaki di Indonesia, apa alasannya?
Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) akan menerapkan tiga prinsip dasar pengembangan kawasan, yakni kota hutan, kota spons, dan kota cerdas.
Selain itu, IKN bakal dirancang menjadi kota ramah pejalan kaki dan ramah terhadap lingkungan.
Hal tersebut sempat diungkapkan Presiden Indonesia Joko Widodo, pada awal Juni 2024 silam.
Menurut presiden, kota ramah pejalan kaki merupakan gambaran kota masa depan sebenarnya.
Lebih dari itu, kota masa depan mesti ramah penyandang disabilitas, pesepeda, perempuan, dan ramah pada lingkungan.
Jokowi berkaca pada kondisi saat ini, keberadaan pedestrian yang tidak dibarengi dengan penanaman pohon secara masif.
Padahal, keberadaan pohon atau penghijauan di area pedestrian sangat penting.
Alhasil, keadaan tersebut membuat masyarakat enggan untuk berjalan kaki.
Dikatakan Jokowi, IKN nantinya akan menjadi ibu kota terhijau di dunia karena mengusung konsep kota nusa rimba.
Mengenai IKN sebagai kota ramah pejalan kaki, hal tersebut bahkan sudah tercatat dalam rencana induk pembangunan IKN atau Undang-Undang (UU) Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara.
Melalui rencana induk tersebut, tertera bahwa IKN didesain untuk mengutamakan pejalan kaki daripada kendaraan.
Di dalamnya juga tertulis sejumlah prinsip utama dari strategi kota ramah pejalan kaki di IKN.
Lalu, apa saja prinsip-prinsip yang diterapkan untuk mendukung IKN sebagai kota ramah terhadap pejalan kaki di Indonesia? Selengkapnya di bawah ini.

Berdasarkan rencana induk pembangunan IKN dalam UU No. 3 Tahun 2022 tentang IKN, berikut strategi yang bakal digunakan pemerintah untuk membangun kota yang ramah bagi pejalan kaki.
Kawasan IKN bakal menggabungkan jaringan koridor hijau untuk mobilitas, sehingga para pejalan kaki dapat menikmati aset alam IKN yang rimbun.
Demi mendukung konektivitas di kawasan IKN, maka akan dibangun jaringan mobilitas untuk aktivitas masyarakat yang luas.
Dengan begitu, masyarakat IKN bisa berjalan kaki atau bersepeda untuk mencapai titik tertentu tanpa perlu menggunakan kendaraan.
Jaringan mobilitas yang ada bakal diintegrasikan langsung dengan jaringan transportasi umum.
Sebagai kota yang ramah pejalan kaki, IKN dirancang dengan mengutamakan kebutuhan manusia.
Artinya, akan ada banyak tempat yang dapat dilalui dengan berjalan kaki.
Maka itu, jalan yang dibangun di kawasan IKN mengutamakan manusia sebagai bagian dari konsep movement and place.
Ibu kota baru bakal didesain dengan baik dan inklusif, termasuk soal akses bagi pejalan kaki.
Dengan rancangan tersebut, diharapkan para lanjut usia, penyandang disabilitas, dan mereka yang mempunyai persoalan perihal mobilitas bisa mendapat akses yang prima.
Lalu, akan ada jalan bebas kendaraan bermotor yang diklaim sebagai penunjang kehidupan masyarakat yang dinamis.
Area tersebut menawarkan lingkungan yang aman untuk para pejalan kaki.
Selain itu, jalan bebas kendaraan bermotor dapat dilalui oleh sepeda atau personal mobility device (PMD).
Itulah ulasan mengenai IKN yang dirancang menjadi kota ramah pejalan kaki di Indonesia.
Simak informasi tentang IKN lainnya hanya di Rumah123 karena #SemuaAdaDiSini.
Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Ibu Kota Nusantara (IKN) sudah dibangun sejak 2023 dan rencananya bakal rampung Desember 2024. Lantas, bagaimana cara kerjanya?
Sebelum menjawab itu, mari kita membahas empat poin berikut terlebih dahulu. Pasalnya, Masih banyak warganet yang belum begitu memahami seluk-beluk IPAL secara umum.
IPAL singkatan dari Instalasi Pengolahan Air Limbah. IPAL adalah infrastruktur yang dibangun dengan tujuan untuk mengolah air limbah menjadi air bersih sebelum dikembalikan ke waduk.
Kita pun dapat menggunakan air hasil olahan tersebut untuk memproduksi pupuk organik dan penghijauan. Maka dari itu, pembangunan IPAL sangat besar manfaatnya bagi lingkungan.
IPAL dapat mengolah berbagai jenis air limbah, di antaranya sebagai berikut.
Saat ini pembangunan proyek IPAL di IKN fokus pada IPAL untuk mengolah air limbah domestik dan perkotaan. Ada beberapa komponen penting dalam IPAL domestik ini, yaitu sebagai berikut.
Effluent dari instalasi pengolahan dapat disalurkan menuju sumur resapan, atau juga dapat langsung dibuang ke badan air seperti sungai, atau ke waduk, danau dan sejenisnya.
IPAL merupakan sarana untuk mengolah limbah cair dari berbagai sumber buangan mulai dari toilet, air cuci kamar mandi, dapur dan lainnya. Di lingkungan masyarakat, IPAL dikenal dengan istilah septic tank.
Jadi dapat disimpulkan bahwa IPAL sama dengan septic tank. Lantas, bagaimana cara kerja IPAL IKN yang menggunakan teknologi terkini?

Sumber: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)
IKN mempunyai proyek IPAL di tiga lokasi, yaitu IPAL 1, 2, dan 3. Total kapasitasnya 5.000 meter kubik/hari dengan wilayah layanan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.
Secara teknis, skema pengolahan air limbah IKN menggunakan teknologi Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR), di mana mikrobiologi tumbuh di permukaan media tertentu untuk membentuk lapisan film.
Lapisan tersebut berfungsi sebagai filter untuk air limbah perkotaan dan domestik buangan warga IKN. Adapun cara kerja IPAL IKN yang menggunakan MBBR ini, yaitu sebagai berikut.
Adapun tujuan integrasi antara IPAL dan TPST, yaitu untuk mensinergikan pengelolaan sanitasi dalam satu lokasi sama. Jadi skemanya seperti ini.
Konstruksi IPAL 1, 2, dan 3, di IKN bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Nilai kontrak proyek ini sekitar Rp638.800.000.
Adapun kontraktor yang memenangkan proyek IPAL IKN yaitu PT Waskita Karya Persero Tbk. Lingkup pekerjaan yang digarap oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini sebagai berikut.
Sekian informasi lengkap tentang tiga proyek IPAL IKN. Semoga yang disampaikan oleh Rumah123 bermanfaat!
Kutai Kartanegara secara resmi terpilih sebagai ibu kota baru Indonesia. Apa saja daya tarik di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) ini? Mari simak informasi lengkapnya!
Banyak hal yang menarik untuk dibahas dari IKN. Selain proyek pembangunan IKN berupa infrastruktur, sarana dan prasarananya, tak ketinggalan soal tempat wisata.
Wilayah Kutai Kartanegara mempunyai sejumlah tempat wisata potensial. Rumah123 merekomendasikan 8 destinasi, nah berikut ulasan singkatnya!

Foto: Google Photos
Pulau Kumala adalah sebuah pulau kecil yang berlokasi dekat Sungai Mahakam. Tepatnya di sebelah barat Tenggarong, kecamatan sekaligus ibu kota Kutai Kartanegara.
Walaupun agak jauh dari pusat kota, tempat wisata Tenggarong ini menarik dikunjungi. Banyak atraksi wisata seperti arena gokart, taman bermain sampai sky tower.

Foto: Google Photos
Tempat wisata Museum Mulawarman sangat tersohor di Kalimantan Timur. Museum ini dibangun pada 1963 di bekas lokasi Kerajaan Kutai Kartanegara.
Pengunjung dapat melihat berbagai peninggalan Kerajaan Kutai Kartanegara dalam museum tersebut. Contohnya pakaian, alat perang, prasasti, barang pecah belah dan banyak lagi.

Foto: Google Photos
Pulau Kalimantan dikenal sebagai rumah sekaligus pusat konservasi primata khas Indonesia ini. Salah satu tempat konservasi orang utan terdapat di Kutai Kartanegara.
Pusat konservasi orang utan itu bernama Samboja Lestari yang terletak di Jalan Balikpapan-Handil KM44. Di sini kita dapat mempelajari kehidupannya secara langsung.

Foto: Google Photos
Bukit Bangkirai adalah kawasan wisata alam yang terletak di Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara. Lokasinya dapat ditempuh dalam waktu 1,5 jam dari Kota Balikpapan.
Tempat wisata Kutai Kartanegara ini menyuguhkan pesona hutan tropis yang masih alami. Lalu ada sarana dan prasarana rekreasi seperti restoran, kolam renang, cottage dan jungle cabin.

Foto: Google Photos
Planetarium Jagad Raya Tenggarong merupakan sebuah planetarium yang terletak di Jalan Diponegoro, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Objek wisata Tenggarong ini merupakan objek wisata edukasi untuk menikmati keindahan alam berupa bintang, planet, dan objek langit lainnya.

Foto: Google Photos
Selain Planetarium Jagad Raya, di Tenggarong juga ada Museum Kayu Tuah Himba, yaitu museum khusus yang berada di area Waduk Panji Sukarame, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Museum berdiri sebagai langkah lanjutan terhadap penyimpanan dua buaya yang diawetkan di sekitar area waduk. Buaya yang dijuluki monster dari Sangatta tersebut adalah buaya muara.

Pantai ambalat foto: Google Photos
Ambalat merupakan akronim dari Amborawang Laut. Di sepanjang pantai ini terdapat barisan pohon pinus yang tumbuh dengan lebat, lalu bibir pantainya diselimuti pasir putih kecokelatan.
Pengunjung bisa menikmati keindahan pantai yang masih terjaga dengan baik. Kemudian melakukan berbagai kegiatan menyenangkan seperti bermain air, pasir dan santai di gazebo.

Foto: Google Photos
Cagar alam yang meliputi dua wilayah kabupaten di Kalimantan Timur, yakni Kutai Kartanegara dan Kutai Timur. Wisata di Tenggarong ini mempunyai potensi satwa liar yang luar biasa.
Contohnya seperti jenis burung, monyet, kadal, berang-berang, hingga lumba-lumba air tawar Sungai Mahakam yang terancam punah, serta pesut Mahakam.
Itulah delapan tempat wisata Kutai Kartanegara yang dapat dikunjungi oleh warga baru IKN. Semoga informasi yang disampaikan di sini bermanfaat!