Fakta Kereta Cepat IKN, Hubungkan Kalimantan-Malaysia-Brunei?

Foto ilustrasi kereta cepat IKN: Emitennews.com

Kereta cepat IKN bisa menjadi salah satu fasilitas transportasi penting di ibu kota baru.

Kehadirannya bisa menghubungkan dua atau lebih wilayah di Kalimantan melalui moda transportasi cepat.

Seperti diketahui, Indonesia juga baru saja memiliki kereta cepat bernama Whoosh.

Kereta yang bisa melaju hingga 350 kilometer per jam ini bisa memangkas perjalanan dari Jakarta ke Bandung menjadi 45 menit saja.

Keretanya memiliki interior luas, nyaman, dan modern, dengan 3 kelas berkapasitas total hingga 601 penumpang.

Lantas, seperti apa fakta-fakta mengenai rencana kereta cepat IKN? Mari ketahui infonya di bawah ini!

Kemungkinan akan Dibangun Setelah 2024

Kereta cepat sedang melaju di atas rel

Foto: tvonenews.com

Pembangunan kereta cepat IKN sudah pernah disinggung oleh Deputi Teknologi Hijau dan Digital IKN, Ali Berawi.

Ia menyebut, kereta cepat merupakan rencana pembangunan moda transportasi yang akan dilakukan setelah 2024.

Nantinya, kereta cepat dan MRT akan menghubungkan IKN dengan berbagai daerah mitra di sekitarnya, yakni Balikpapan dan ibu kota provinsi lainnya di wilayah Kalimantan.

“Akan dibangun moda transportasi berbasis rel dalam kota (MRT) dan kereta cepat yang menghubungkan IKN dengan daerah mitra Balikpapan dan ibu kota provinsi lainnya di wilayah Kalimantan,” ujar Ali Berawi, dikutip dari laman dephub.go.id.

Berdasarkan penjelasan Ali, pembangunan kereta cepat IKN adalah tahap lanjut dari pengembangan IKN.

Jadi, kemungkinan besar kita tidak akan melihat kereta cepat di IKN dalam waktu dekat.

Wacana Kerja Sama dengan Brunei Darussalam

Kereta cepat

Foto: Linggau Pos

Pada 2024, muncul wacana mengenai pembangunan kereta cepat IKN oleh perusahaan milik Brunei Darussalam, Brunergy Utama Sdn Bhd.

Brunergy, perusahaan yang fokus pada pembangunan proyek infrastruktur utama, berencana membangun jaringan kereta cepat bernama Trans Borneo Railway (TBR).

Berdasarkan rilis resminya yang dikutip dari CNBC Indonesia, kereta cepat tersebut akan menghubungkan Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam.

Keretanya akan melaju dengan kecepatan maksimal 320 kilometer per jam dengan tipe kereta peluru (bullet train).

Jika terlaksana, TBR akan dibangun dalam dua tahap, dengan rute sepanjang 1.620 kilometer, dengan jarak antarstasiun sekitar 150 kilometer.

Tahap pertama melibatkan beberapa daerah, yakni:

  • Kota Kinabalu,
  • Kimanis/Papar,
  • Beaufort-Sipitang,
  • Lawas,
  • Bangar,
  • Limbang,
  • Bukit Panggal,
  • Miri,
  • Bintulu,
  • Sibu Sri Aman,
  • Kuching,
  • Sambas,
  • Singkawang
  • Mempawah, dan
  • Pontianak.

Sementara itu, pada tahap kedua, akan melibatkan:

  • Bukit Panggal (di Brunei) hingga Long Seridan,
  • Ba’ Kelalan,
  • Long Bawan,
  • Malinau,
  • Tanjung Selor,
  • Tandjungredeb,
  • Pengadan,
  • Lubuk Tutung,
  • Bontang,
  • Samarinda, dan
  • Balikpapan.

Dalam proposalnya, Brunergy menyebut, total investasi yang harus dikeluarkan untuk membangun rencana kereta cepat mencapai US$ 70 billion atau RM 330 billion.

Totalnya setara dengan Rp1.114 triliun (kurs Rp 15.925/US$).

Respons Pemerintah

Kereta cepat KCIC

Foto: KCIC

Rencana pembangunan kereta cepat IKN masih sebatas ide saja.

Kendati begitu, beberapa pejabat negara dan pemerintahan, termasuk presiden, sudah menanggapi mengenai rencana kereta cepat tersebut.

Hingga tulisan ini dibuat, Presiden Jokowi mengatakan belum ada komunikasi dengan pihak penyelenggara.

“Belum [ada komunikasi] tetapi saya tahu itu sudah ada [rencana dari perusahaan Brunei]. Itu perencanaan lama,” kata Jokowi kepada wartawan, dikutip dari bisnis.com.

Hal senada juga dikatakan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa.

Ia mengatakan, rencana pembangunan kereta cepat IKN hanya sebatas ide saja.

“Belum, belum. Itu masih sebatas hanya idenya saja,” kata Suharso, dikutip dari detik.com.

Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko telah mengungkapkan dampak positif dan negatif dari rencana pembangunan kereta cepat tersebut.

Menurutnya, kereta cepat itu bisa menjadi hal yang positif, karena menghubungkan sektor transportasi manusia dan barang, dari Indonesia menuju Brunei.

“Satu sisi positif, tapi sisi yang lain negatifnya juga ada. Memudahkan penyelundupan, senjata, narkoba, orang tanpa kita teliti dan seterusnya,” katanya, dikutip dari Kompas.com.

Jadi, itu dia pembahasan seputar kereta cepat IKN.

Bagaimana menurutmu? Apakah kereta cepat adalah fasilitas transportasi yang harus segera dibangun di IKN?

Jika ingin mendapatkan info lebih lanjut seputar IKN dan prospek propertinya, kamu bisa mengunjungi laman IKN persembahan dari Rumah123.

***

Referensi

  1. Artikel Detik.com berjudul “Proyek Kereta Cepat Tembus IKN Masih Wacana, Ini Buktinya”. (https://finance.detik.com/infrastruktur/d-7281279/proyek-kereta-cepat-tembus-ikn-masih-wacana-ini-buktinya). Diakses pada 13 Mei 2024.
  2. Artikel Bisnis.com berjudul “4 Fakta Menarik Soal Rencana Megaproyek Kereta Cepat Brunei-IKN”. (https://ekonomi.bisnis.com/read/20240404/98/1755488/4-fakta-menarik-soal-rencana-megaproyek-kereta-cepat-brunei-ikn). Diakses pada 13 Mei 2024.
  3. Artikel CNBC Indonesia berjudul “Gempar! Ini Mega Proyek Kereta Cepat Kalimantan Tembus IKN, Rp1114 T”. (https://www.cnbcindonesia.com/news/20240403162239-4-528002/gempar-ini-mega-proyek-kereta-cepat-kalimantan-tembus-ikn-rp-1114-t). Diakses pada 13 Mei 2024.
  4. Artikel Kompas.com berjudul “Ini Dampak Kehadiran Kereta Cepat Brunei-IKN”. (https://ikn.kompas.com/read/2024/04/05/082657987/ini-dampak-kehadiran-kereta-cepat-brunei-ikn). Diakses pada 13 Mei 2024.

Apartemen IKN: Dari Desain Green Building hingga untuk ASN

Foto ilustrasi apartemen IKN: Detik.com

Dibandingkan dengan perumahan tapak, hunian vertikal seperti apartemen bisa menghemat lahan, menawarkan privasi ekstra dan fasilitas lebih lengkap.

Ibu Kota Nusantara (IKN) juga akan memiliki beberapa proyek apartemen, baik itu proyek pemerintah maupun swasta.

Ragam desain apartemen IKN ditujukan untuk kebutuhan yang berbeda-beda, mulai dari untuk hunian masyarakat, ASN, hingga Paspampres.

Mari ketahui lebih lanjut seputar apartemen IKN.

Desain Apartemen Green Building

Konsep green building di IKN

Foto konsep green building di IKN: Detik.com

Salah satu konsep apartemen yang dikembangkan di IKN adalah desain green building atau bangunan hijau.

Penerapan desain hijau sejalan dengan visi besar IKN menjadi kota masa depan yang ramah lingkungan.

Apartemen green building tak hanya menawarkan banyak fasilitas seperti apartemen pada umumnya. Namun juga mendukung nilai-nilai ramah lingkungan dan gaya hidup sehat.

Adapun salah satu gedung apartemen hijau di IKN adalah The Pakubuwono.

Peletakan batu pertama dari apartemen tersebut sudah dilakukan oleh Presiden Joko Widodo pada Kamis (21/12/2023).

Dengan nilai investasi sekitar Rp1 triliun, The Pakubuwono IKN akan menghadirkan apartemen berstandar internasional.

Apartemen untuk ASN

Apartemen ASN di IKN

Foto interior apartemen IKN: Detik.com

Selain apartemen hijau, IKN juga akan memiliki apartemen khusus untuk aparatur sipil negara (ASN).

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Abdullah Azwar Anas mengatakan, setiap ASN akan mendapatkan satu rumah atau unit apartemen untuk dihuni.

“Setiap pegawai ASN akan mendapatkan satu unit hunian apartemen,” kata Anas dalam konferensi pers di Kementerian Kominfo, Jakarta, Rabu, (17/4/2024), dikutip dari CNBC Indonesia.

Ditargetkan, pemerintah akan membangun 47 tower hunian, di mana satu tower berisi 60 unit kamar dengan luas masing-masing 98 meter persegi.

Dari 47 tower, sebanyak 29 tower akan digunakan untuk ASN, dan 18 tower untuk tempat tinggal anggota TNI dan Polri.

Dengan luas 98 meter persegi, unit apartemen IKN untuk ASN terbilang lega. Spesifikasi ruangnya bisa terdiri dari 3 kamar tidur, 2 kamar mandi, dapur, ruang makan, dan ruang service.

Area kamar mandinya juga memiliki partisi kaca untuk memisahkan toilet dengan wastafel.

Untuk sementara, ASN yang masih lajang harus berbagi unit apartemennya dengan ASN lainnya.

Sementara untuk ASN yang berkeluarga, akan mendapatkan satu unit apartemen sendiri.

Apartemen untuk Paspampres

Gedung apartemen IKN

Foto: RRI

1 dari 12 tower apartemen yang akan rampung pembangunannya pada Juli 2024, ditujukan untuk Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

Sama seperti bangunan lainnya, apartemen khusus Paspampres ini dirancang mengikuti acuan smart building.

Menurut Dirjen Perumahan Iwan Suprijanto, konsep tersebut diwujudkan melalui panel smart home system yang bisa diakses melalui gawai pintar, dimulai dari smart door lock dengan PIN.

Selain itu, terdapat juga fasilitas seperti lampu, CCTV, pengatur udara (AC), dan televisi yang dapat diatur secara otomatis.

Unit Apartemen IKN Mulai Dipasarkan

Untuk menciptakan satu ekosistem yang lengkap demi mendukung kehidupan masyarakat di ibu kota baru, pemerintah akan menggelar promosi properti di IKN.

Hal tersebut sempat diungkapkan oleh Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Bambang Susantono.

Unit yang dipasarkan, berasal dari proyek yang sudah melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking.

“Jadi misalnya beberapa apartemen, kemudian rumah yang sudah direncanakan developer ini kita akan mulai melakukan roadshow, dan yang pertama insyaallah akan dilakukan di Surabaya,” kata Bambang Susantono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (24/4/2024).

Nah, itu dia sejumlah info seputar apartemen IKN, mulai dari konsepnya yang green building, hingga ada beberapa tower yang diperuntukkan bagi ASN.

Bagaimana menurutmu? Apakah keberadaan apartemen itu bisa memenuhi kebutuhan akomodasi masyarakat dan ASN di IKN?

Jangan lupa kunjungi laman IKN dari Rumah123 untuk mengetahui seputar ibu kota baru dan prospek propertinya.

***

Referensi

  1.  Artikel IKN berjudul “The Pakubuwono Hadirkan Apartemen Green Building di Nusantara”. (https://www.ikn.go.id/the-pakubuwono-hadirkan-apartemen-green-building-di-nusantara). Diakses pada 13 Mei 2024.
  2.  Artikel Kompas.com berjudul “Mengintip Apartemen di IKN, Modern Luas, dan Fully Furnished”. (https://ikn.kompas.com/read/2024/05/04/073328787/mengintip-apartemen-asn-di-ikn-modern-luas-dan-fully-furnished?page=all). Diakses pada 13 Mei 2024.
  3.  Artikel CNBC Indonesia berjudul “Terungkap! Ini Spesifikasi yang Jadi Hunian PNS di IKN”. (https://www.cnbcindonesia.com/news/20240417142951-4-531027/terungkap-ini-spesifikasi-apartemen-yang-jadi-hunian-pns-di-ikn). Diakses pada 13 Mei 2024.
  4.  Artikel Kompas.com berjudul “Menengok Apartemen Khusus Paspampres di IKN, Serba Canggih dan Modern”. (https://ikn.kompas.com/read/2024/05/13/135046087/menengok-apartemen-khusus-paspampres-di-ikn-serba-canggih-dan-modern). Diakses pada 13 Mei 2024.

Beranda Nusantara IKN Dibangun Ikonik, Tengok Penampakannya di Sini!

Beranda Nusantara IKN merupakan salah satu proyek penting dalam pembangunan ibu kota negara di Kalimantan Timur.

 

Pasalnya, bangunan tersebut diharapkan dapat melambangkan semangat persatuan bangsa dan menjadi ikon baru bagi Indonesia.

 

Lantas, apa itu Beranda Nusantara di IKN? Seperti apa desainnya?

 

Simak selengkapnya, Property People!

 

Beranda Nusantara IKN Jadi Ikon Baru Indonesia

 

beranda nusantara ikn

Sumber: Dokumentasi Kementerian PUPR

 

Beranda Nusantara IKN adalah sebuah gedung dan kawasan yang terletak di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN).

 

Lokasinya sangat strategis karena berada di Plaza Sipil yang terletak di Sumbu Kebangsaan sehingga akan menjadi titik temu antara Istana Negara, area plaza, dan Titik Nol IKN.

 

beranda nusantara ikn

Sumber: Dokumentasi Kementerian PUPR

 

Menurut data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang diunggah pada LPSE, area perencanaan Beranda Nusantara beserta lanskap sekitar bangunan memiliki luas area 12.280 m² (1,2 hektare).

 

Adapun, area keseluruhan Plaza Sipil termasuk area Beranda Nusantara mencapai 122.000 m² (12,2 hektare) sehingga luasan diluar delineasi Beranda Nusantara adalah 11 hektare.

 

beranda nusantara ikn

Sumber: Dokumentasi Kementerian PUPR

 

Desain Beranda Nusantara dirancang berbentuk unik dengan menerapkan prinsip hijau menggunakan material ramah lingkungan.

 

Lalu, apa saja fasilitas di kawasan ini?

 

Fasilitas di Beranda Nusantara IKN

 

beranda nusantara ikn

Sumber: Dokumentasi Kementerian PUPR

 

Fasilitas Beranda Nusantara IKN tergolong lengkap, baik di dalam kawasan maupun luar kawasan.

 

Berdasarkan data Kementerian PUPR, di Beranda Nusantara terdapat area amphiteater yang berada di ruang bawah bangunan.

 

Ada pula fasilitas lain, seperti function room, dry garden, perpustakaan, ruang maket, kafe dan resto, area display, hingga ruang rapat.

 

Hal yang menarik, di Beranda Nusantara juga ada Viewing Deck Rooftop, yaitu area rooftop sebagai viewing deck dari atas bangunan Beranda Nusantara untuk memandang area Plaza Sipil dan sekitarnya.

 

Tidak hanya bangunan gedung utama Beranda Nusantara, di sekitarnya terdapat bangunan pendukung yang juga tak kalah istimewa.

 

Salah satu bangunan pendukung itu bernama bangunan Entrance Hall Bambu, yang berfungsi sebagai area pintu masuk utama yang desainnya berupa bangunan bambu unik.

 

Kemudian, ada pula bangunan pendukung lainnya, yaitu bangunan berisi utilitas MEP terkait listrik dan air.

 

Sumber: Dokumentasi Kementerian PUPR

 

Melansir lpse.pu.go.id, nilai paket pagu anggaran proyek pembangunan bangunan gedung dan kawasan Beranda Nusantara ini senilai Rp335.202.974.160.00 atau sekitar Rp335 miliar yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2023.

 

Namun, khusus pekerjaan pembangunan Beranda Nusantara, area parkir, monumen, dan bangunan pendukung lainnya bakal menghabiskan dana senilai Rp196,26 miliar atau 58,55 persen dari keseluruhan anggaran.

 

Berdasarkan hasil lelang Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), pemenang tender Pembangunan Bangunan Gedung dan Kawasan Beranda Nusantara adalah PT Nindya Karya (Persero).

 

Saat ini, kawasan Beranda Nusantara sedang dalam tahap pembangunan.

 

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa pihaknya meminta pelaksana konstruksi untuk mempercepat penyelesaian fisik Beranda Nusantara.

 

“Saya minta untuk dipercepat, tambah lagi pekerjanya. Minggu kedua Juli saya harap sudah selesai,” katanya mengutip laman Kompas.com.

 

***

 

Itulah berbagai potret Beranda Nusantara IKN.

 

Bagaimana menurutmu, Property People?

 

Semoga informasinya bermanfaat.

 

Simak ragam artikel seputar IKN lainnya hanya di Rumah123 karena #SemuaAdaDisini.

 

**gambar header: Kementerian PUPR

Jusuf Hamka Siap Terlibat di IKN, Ini Profilnya

Jusuf Hamka masuk ke dalam salah satu pengusaha yang siap jika diminta untuk membantu pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Ia bahkan akan membangun sejumlah sarana dan prasarana di atas tanah miliknya di kawasan Samarinda.

Lantas, siapa sebenarnya Jusuf Hamka? Seperti apa bentuk dukungan lengkapnya untuk IKN?

Berikut adalah informasi seputar Jusuf Hamka IKN.

Dukungan Jusuf Hamka untuk IKN

Pengusaha Jusuf Hamka

Foto: Kanal YouTube Curhat Bang Denny Sumargo

Jusuf Hamka sempat memuji mengenai pembangunan IKN.

Menurutnya, ibu kota baru Indonesia ini memiliki prospek yang baik.

Lantaran pembangunan IKN termasuk masif, Jusuf Hamka juga mengapresiasi kinerja pengembangan infrastruktur di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menurutnya, pembangunan infrastruktur sudah mulai rata, seperti tol, pelabuhan, bandara, bahkan pengadaan waduk.

“Kalau buat proyek pembangunan, pernah saya lewati dari zaman Bung Karno, Pak Harto, Pak Habibie itu enggak ada ini spiritnya cepat begini. Kalau ini ibaratnya mobil kategorinya mobil Ferrari seri,” ujar Jusuf Hamka, dikutip dari Bisnis.com.

Jika diminta untuk mendukung pembangunan IKN, Jusuf Hamka mengaku siap.

Bahkan, bos pengelola jalan tol PT Citra Marga Nusaphala Tbk. (CMNP) ini mengaku akan membangun jalan tol di sekitar kawasan penyangga IKN apabila diminta kerja samanya.

“Tetapi saya ini kan bukan bagian properti enggak bangun hotel dan rumah sakit, saya bangun jalan tol. [Kalau pemerintah] minta jalan tol saya masuk,” kata Jusuf Hamka.

Tak hanya tol, Jusuf Hamka juga akan membangun sarana prasarana lainnya di tanah miliknya di Palaran, Samarinda, Kalimantan Timur.

Kurang lebih, dia memiliki tanah 76 hektare di kawasan tersebut.

“Karena memang orang tua saya memang putra daerah Kaltim, jadi kalaupun mau bangun tanahnya tidak usah beli saya, saya pakai di pinggir sungai,” ujar Jusuf Hamka.

Profil Jusuf Hamka

Jusuf Hamka di depan Masjid Babah Alun

Nama Jusuf Hamka memang sedang banyak dibicarakan belakangan ini.

Ia kerap tampil di media sosial, menjadi bintang tamu podcast, dan di sejumlah acara televisi.

Menurut laman CNBC Indonesia, pria kelahiran 5 Desember 1957 ini sebenarnya memiliki nama awal Josef Alun.

Namun, setelah memeluk agama Islam dan diangkat anak oleh ulama Buya Hamka, ia berganti nama jadi Mohammad Jusuf Hamka.

Jusuf Hamka sendiri tumbuh dan dibesarkan di keluarga yang memiliki latar belakang akademik yang baik.

Ayahnya, yaitu Joseph Suhaimi (Jauw To Tjiang), merupakan seorang dosen di Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta.

Sedangkan, ibunya yaitu Suwanti Suhaimi (Siaw Po Swan) adalah seorang guru.

Meski tumbuh dan besar di keluarga terpelajar, Jusuf Hamka ternyata tak sampai menamatkan pendidikan tingginya karena ketidaksukaannya pada formalitas.

Kini, siapa Jusuf Hamka lebih dikenal sebagai seorang pengusaha.

Jusuf Hamka adalah pemilik PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP).

Dan sebelum CMNP perusahaan Jusuf Hamka berdiri, ia pernah berkiprah sebagai komisaris utama PT Mandara Permai, komisaris independen PT Indomobil Sukses Internasional Tbk, komisaris PT Indosiar Visual Mandiri, komisaris PT Citra Margatama Surabaya, dan komisaris PT Mitra Kaltim Resources Indonesia.

Sementara itu, dalam dunia politik, Jusuf Hamka pernah terlibat sebagai bendahara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo dan Ma’ruf Amin dan staf khusus Menteri Sosial Agus Gumiwang.

Lalu, Jusuf Hamka juga pernah menjadi salah satu Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2022-2027.

Pria yang akrab disapa Babah Alun ini juga termasuk sosok yang dermawan.

Hal tersebut terbukti dari ia yang pernah mendirikan Warung Nasi Kuning untuk kaum duafa, dan mendirikan Masjid Babah Alun di bawah jalan tol Ir. Wiyoto-Wiyono, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Jadi, itu dia profil Jusuf Hamka, salah satu pengusaha yang siap apabila diminta untuk membantu pembangunan IKN.

Referensi

  • Artikel CNBCINdonesia.com “Ini Profil Jusuf Hamka, Pernah Jadi Bendahara Timses Jokowi”. (https://www.cnbcindonesia.com/market/20230615070431-17-446035/ini-profil-jusuf-hamka-pernah-jadi-bendahara-timses-jokowi). Diakses pada 25 Juni 2024.
  • Artikel Bisnis.com berjudul “Jusuf Hamka Siap Terlibat Pembangunan Jalan Tol di IKN”. (https://ekonomi.bisnis.com/read/20231008/45/1702019/jusuf-hamka-siap-terlibat-pembangunan-jalan-tol-di-ikn). Diakses pada 25 Juni 2024.

IKN Dibangun di Lahan Apa? Benarkah Merusak Hutan?

Lahan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) termasuk luas untuk ukuran kota.

Total luas wilayah pembangunannya mencapai 256.000 hektare, termasuk di antaranya adalah 199.000 hektare wilayah pengembangan, 56.000-an hektare kawasan ibu kota negara, dan 6.700-an hektare kawasan inti.

Akhirnya, banyak yang bertanya-tanya, IKN dibangun di lahan apa.

IKN sendiri terletak di dua kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur yaitu Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara.

Apakah pembangunan IKN merusak hutan di kawasan tersebut? Berikut jawabannya.

Presiden Jokowi: Lahan IKN adalah Hutan Produksi

perubahan hutan di ikn 2024

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah pernah menjawab pertanyaan mengenai IKN dibangun di lahan apa.

Menurut ayah dari Wakil Presiden terpilih, Gibran Rakabuming ini, lahan yang digunakan untuk IKN adalah hutan produksi, bukan hutan alam.

Jadi, IKN tidak merusak hutan di kawasan Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara.

“Lahan yang digunakan untuk membangun IKN ini, awalnya adalah hutan produksi. Jangan ada yang keliru bahwa ini hutan alam, bukan hutan produksi,” kata Jokowi saat memberikan sambutan dalam acara pre market sounding proyek IKN yang digelar Kadin di Djakarta Theatre, Jakarta Pusat, Selasa (18/10/2022), dikutip dari Beritasatu.com.

Presiden Jokowi berpesan agar tidak ada isu merusak hutan, karena memang lahannya merupakan hutan produksi yang rutin ditebang, setiap 6-7 tahun.

Dalam hutan produksi itu, pohon yang ditanam dan ditebang rutin adalah eukaliptus.

Ke depannya, kata Presiden Jokowi, kawasan hutan di IKN akan dikembalikan menjadi hutan heterogen dengan penanaman pohon asli dan endemi dari Kalimantan.

“Ini yang kita ingin kembalikan. Justru nantinya ingin kembali jadi hutan heterogen dengan pohon asli dan endemik dari Kalimantan, sehingga kita harapkan nanti menjadi hutan hujan tropis lagi di Kalimantan,” kata Jokowi.

Agar proses pengembalian lahan hutan ini berjalan lancar, di IKN akan disiapkan pusat persemaian dengan luas sekitar 16 hektare dan dilengkapi embus seluas 7 hektare.

“Kita harapkan selesai nanti di awal tahun 2023 yang kapasitas bibitnya setiap tahun bisa menghasilkan kira-kira 15 juta bibit per tahun. Ini yang akan kita pakai untuk menghijaukan Kalimantan,” ujar Jokowi.

OIKN: IKN Tidak Merusak Hutan

potret miniatur hutan hujan tropis

Hal senada juga diungkapkan oleh pihak Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mengenai IKN dibangun di lahan apa.

Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam IKN Myrna Asnawati Safitri mengatakan, wilayah hutan Kalimantan yang disebut sebagai “Heart of Borneo” memang terbentang dari barat hingga utara.

Kendati demikian, lokasi IKN tidak termasuk dalam wilayah tersebut, tapi hanya terhubung sebagai bagian dari ekosistem.

Adapun pembangunan IKN yang menggunakan hutan hanya mencakup 40 ribu hektare saja, dari 252 ribu hektare seluruh lahan.

Dan 40 ribu hektare tersebut, merupakan hutan monokultur.

“Lokasi pembangunan sekarang sebagian besar di hutan monokultur, jadi tidak merusak hutan. Kalau konversi, tergantung definisinya,” kata Myrna Asnawati Safitri saat acara Nusantara Fair 2024 di Jakarta, dikutip dari Antaranews.com.

Sebagian Besar IKN adalah Hutan

Hutan Mangrove Mentawir

Secara konsep, sebagian besar lahan IKN memang akan dipertahankan sebagai hutan.

Hal tersebut sempat disampaikan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa, dan Bambang Susantono yang pernah menjabat sebagai Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN).

Menurut Menteri Suharso, 80 persen lahan di IKN akan dibiarkan menjadi hutan.

“Dan dengan luas yang luar biasa itu, 20 persen yang akan menjadi build up area dan 80 persen akan dibiarkan menjadi hutan sehingga wilayah IKN adalah wilayah yang menjadi forest city atau kota hutan,” kata Suharso, dikutip dari CNNIndonesia.com.

Sementara itu, menurut Bambang Susantono, konsep IKN yang mempertahankan wilayah hutannya banyak diapresiasi komunitas internasional.

“Jadi hutan-hutan produksi sekarang yang monokultur akan kita hutankan kembali menjadi hutan tropis dan ini penting dan diapresiasi oleh banyak komunitas internasional bahwa Indonesia akan mencoba meng-reverse yang semula deforestasi menjadi reforestasi,” ujar Bambang usai peluncuran Peta Jalan Nol Emisi Nusantara RLDC di COP28 Dubai, Uni Emirat Arab, Desember 2023, dikutip dari Antaranews.com.

Jadi, itulah jawaban dari IKN dibangun di lahan apa.

Kesimpulannya, lokasi pembangunan IKN tidak merusak hutan, karena menggunakan lahan hutan produksi yang monokultur dan rutin ditebang setiap 6-7 tahun sekali.

Referensi

  • Artikel Antaranews.com berjudul “OIKN: IKN tidak merusak hutan karena dibangun di tanah monokultur”. (https://www.antaranews.com/berita/3936444/oikn-ikn-tidak-merusak-hutan-karena-dibangun-di-tanah-monokultur). Diakses pada 25 Juni 2024.
  • Artikel Berita Satu berjudul “Jokowi: Lahan IKN Nusantara Hutan Produksi, Bukan Hutan Alam”. (https://www.beritasatu.com/nasional/990845/jokowi-lahan-ikn-nusantara-hutan-produksi-bukan-hutan-alam/2). Diakses pada 25 Juni 2024.
  • Artikel CNN Indonesia berjudul “Bappenas: Lahan IKN 256 Ribu Hektare, 80 Persen Dibiarkan Hutan”. (https://www.cnnindonesia.com/nasional/20220202141628-20-754087/bappenas-lahan-ikn-256-ribu-hektare-80-persen-dibiarkan-hutan). Diakses pada 25 Juni 2024.