Deretan Investor IKN Nusantara dan Daftar Proyeknya

Pernah bertanya-tanya dari mana dana pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN)? Nah, berikut sederet investor IKN Nusantara dan daftar proyeknya.

Ya, ada banyak pertanyaan terkait investasi IKN yang sering diajukan oleh publik. Berdasarkan hasil pencarian, berikut tiga pertanyaan paling sering muncul.

  • Siapa yang mendanai IKN?
  • Berapa nilai investasi IKN?
  • Investor yang masuk ke IKN apa saja?

Sebagai informasi, dalam situs resmi IKN tertulis bahwa APBN menopang dana pembangunan IKN sebesar 53,5%.

Sementara itu, sisanya bersumber dari Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), BUMN dan pihak swasta.

Maka dari itu, Otoritas IKN fokus pada perencanaan yang dirancang dengan tepat agar investor dan masyarakat internasional mau menanamkan modal untuk membangun proyek ini.

Pemodal swasta tentunya membutuhkan waktu untuk merealisasikan investasi di IKN, karena itu pembangunan dimulai dengan menggunakan APBN terlebih dahulu.

Hal tersebut dilakukan untuk menunjukkan keseriusan pemerintah dalam pembangunan ibu kota negara Indonesia yang baru. Sejauh ini sudah ada empat tahapan groundbreaking.

  • Tahap I dilakukan pada 21-22 September 2023 dengan nilai investasi mencapai total Rp22,9 triliun.
  • Tahap II dilakukan pada 1-2 November 2023 dengan nilai investasi mencapai total Rp15,57 triliun.
  • Tahap III dilakukan pada 20-21 Desember 2023 dengan nilai investasi mencapai total Rp4,78 triliun.
  • Tahap IV dilakukan pada 17 Januari 2024 dengan nilai investasi mencapai total Rp4,26 triliun.

Berapa Nilai Investasi IKN?

Sejauh ini total nilai investasinya sekitar Rp47,51 triliun. Nah, Rp35,9 triliun dari total tersebut berasal dari pihak swasta. Saat ini dana tersebar ke delapan proyek, yaitu sebagai berikut.

  • Hotel
  • Hunian
  • Ritel dan logistik
  • Perkantoran
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Energi dan transportasi
  • Area hijau

Lantas investor yang masuk ke IKN apa saja? Yuk, simak!

Investor yang Masuk ke IKN

investor ikn nusantara

Sumber: Detik.com

Tahap I

  • Proyek Konsorsium Nusantara, investor yang terlibat yaitu Adaro, Sinar Mas, Pulau Intan, Astra, Mulia Group, Barito Pacific, Kawan Lama, Alfamart, Agung Sedayu Group, dan Salim Group.
  • Proyek pusat kesehatan, investor yang terlibat yaitu Rumah Sakit Abdi Waluyo.
  • Proyek tempat pelatihan sepak bola internasional dengan investor yang terlibat, yaitu Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA).
  • Proyek hotel, investor yang terlibat yaitu Vasanta Group.

Tahap II

  • Proyek rumah sakit dengan investor Rumah Sakit Mayapada dan Rumah Sakit Hermina.
  • Mixed use dari Pakuwon Group.
  • Sekolah internasional milik Jakarta International School.
  • Proyek revitalisasi sekolah negeri milik Astra International.
  • Kementerian Perhubungan dengan proyek bandara VVIP.
  • Kantor pusat Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).
  • Bank Indonesia.
  • Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Tahap III

  • Miniatur hutan tropis milik AQUA.
  • Penghijauan dan rehabilitasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
  • Rumah sakit dari Kementerian Kesehatan.
  • Mixed use milik The Pakubuwono, PT Wulandari Bangun Laksana, Balikpapan Superblock dan BSH.
  • Bluebird dengan proyek layanan transportasi hijau.
  • Kantor Polres khusus IKN.
  • Kantor komando distrik militer.

Tahap IV

  • Proyek pergudangan milik PT Wulandari Bangun Laksana dan SUN Hub.
  • Hotel milik Jambuluwuk Group.
  • Radio Republik Indonesia (RRI) studio siaran.
  • Pesantren milik Kata Data dan Benih Baik.
  • Pos Indonesia dengan proyek logistics hub.
  • Kantor Otoritas IKN dan balai kota milik Kementerian PUPR & OIKN.
  • Kementerian PUPR bangun Masjid Negara, Beranda Nusantara, dan Memorial Park.

Berdasarkan informasi dari berbagai sumber terpercaya, sebanyak 252.000 hektare luas IKN, yang dibangun hanya 25%. Sebanyak 60% akan menjadi area hutan kembali.

Gerakan hijau IKN pun kini sudah dimulai.

5 Potret Plaza Ceremony IKN, Area Terbuka Hijau yang Megah di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan

Banyak proyek menarik yang sedang dibangun di IKN Nusantara, salah satunya adalah Plaza Ceremony. Penasaran dengan kawasan tersebut? Seperti apa desainnya? Simak potretnya di sini, yuk!

 

Pemerintah terus mengebut sejumlah proyek yang ada di ibu kota baru di Kalimantan Timur seiring dengan rencana upacara Hari Ulang Tahun ke-79 R1 di IKN.

 

Saat ini, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tengah berfokus pada pembangunan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.

 

Nah, di KIPP, ada salah satu proyek yang jadi perhatian masyarakat Indonesia, yakni Plaza Ceremony IKN.

 

Plaza Ceremony atau Plaza Seremoni IKN menjadi bagian dari Sumbu Kebangsaan yang dibangun di Nusantara.

 

Simak potret selengkapnya di bawah ini!

 

5 Potret Plaza Ceremony IKN

 

1. Bagian dari Sumbu Kebangsaan IKN

plaza ceremony ikn

Sumber: urbanplus.co.id

 

Plaza Seremoni adalah salah satu area yang menjadi bagian dari pengembangan Sumbu Kebangsaan di KIPP.

 

Sumbu Kebangsaan adalah ruang terbuka yang nantinya menjadi simbol hubungan harmonis antaralam, manusia dan nilai luhur kebudayaaan.

 

Melansir kaltim.tribunnews.com, Sumbu Kebangsaan ini secara imajiner akan menghubungkan Istana Presiden hingga Mangrove Ecopark melalui serial ruang terbuka.

 

Di area Sumbu Kebangsaan tersebut, terdapat beberapa plaza, seperti Plaza Sipil/Bukit Bendera, Plaza Bhinneka, Science and Tech Park, Plaza Adi Budaya, Plaza Pertunjukan, Plaza Demokrasi, dan tentunya Plaza Seremoni.

 

Kepala BPPW Kalimantan Timur Rozali Indra Saputra mengatakan bahwa untuk saat ini Sumbu Kebangsaan Tahap 1 berfokus pada pekerjaan Plaza Seremoni.

 

Mengutip urbanplus.co.id, Plaza Seremoni merupakan ruang terbuka pertama dari tiga ruang terbuka di sepanjang Sumbu Kebangsaan.

 

2. Terdiri dari Beberapa Zona

plaza ceremony ikn

Sumber: urbanplus.co.id

 

Mengutip urbanplus.co.id, area utama di ruang terbuka Plaza Seremoni terdiri dari Ceremonious Lawn, Visitor Center Building, Community Lawn, the Main Plaza, dan Wetland Park.

 

Namun, secara keseluruhan, terdapat lima zona di area Sumbu Kebangsaan Tahap 1.

 

Melansir dari situs sahabat.pu.go.id, zona satu meliputi Wetland bagian Utara dan Gedung Visitor Center.

 

Zona dua terdiri dari Ceremonial Lawn, Gedung Retail & Gallery, Plaza Timur, Plaza Barat, dan bangunan toilet & service.

 

Selanjutnya, zona tiga meliputi Central Promenade, Forest Walk, Forest Trail, Mini Ampitheater, dan Wetland bagian Selatan.

 

Kemudian, pada zona empat dan zona lima terdiri dari Shared Street.

 

3. Desain Plaza Ceremony yang Megah

plaza ceremony ikn

Sumber: urbanplus.co.id

 

Konstruksi penataan Sumbu Kebangsaan Tahap I dilaksanakan oleh PT Brantas Abipraya (Persero) dan Konsultan Manajemen Konstruksi oleh PT Virama Karya (Persero) KSO PT Laras Sembada dengan nilai kontrak sebesar Rp365,8 miliar.

 

Sementara itu, khusus Plaza Seremoni, desainnya dirancang oleh URBAN+.

 

Mengutip urbanplus.co.id, Plaza Ceremony terletak di sisi selatan Istana Kepresidenan.

 

Dengan nilai anggaran tersebut, tak heran kalau desain Plaza Ceremony IKN sangatlah megah.

 

Ruang terbuka luas ini akan menjadi area terbuka dari pusat aktivitas pemerintahan IKN.

 

4. Dilengkapi Fasilitas Transportasi

plaza ceremony ikn

Sumber: urbanplus.co.id

 

Tidak hanya area terbuka yang menjadi titik kumpul masyarakat di IKN, Plaza Seremoni juga dilengkapi fasilitas lain.

 

Melansir montara.ikn.go.id, fasilitas tersebut adalah transportasi publik yang menghubungkan Jalan Sumbu Kebangsaan IKN.

 

5. Salah Satu Landmark IKN Nusantara

plaza ceremony ikn

Sumber: kemenparekraf.go.id

 

Selain Masjid Negara IKN dan Istana Garuda, Plaza Seremoni IKN diharapkan menjadi landmark baru di IKN Nusantara.

 

Saat ini, progres pembangunan Plaza Seremoni masih terus berlangsung dan diharapkan selesai pada tahun 2024.

 

***

 

Semoga informasi di atas bermanfaat, ya.

 

Lagi cari hunian terjangkau?

 

Langsung saja kunjungi Rumah123 dan temukan segala jenis properti impian kamu karena #SemuaAdaDisini.

 

**gambar cover: urbanplus.co.id

4 Rumah Sakit di IKN, Milik Swasta dan Pemerintah

Ibu Kota Nusantara (IKN) sudah mempunyai empat rumah sakit untuk melayani kebutuhan masyarakat. Apa saja? Mari kita simak dalam artikel ini.

Pembangunan rumah sakit di IKN masih terus berlangsung. Infrastruktur kesehatan ini hadir untuk mendukung penyelenggaraan pelayanan kesehatan bagi warga IKN.

Rumah sakit IKN tersebut terdiri dari rumah sakit milik pemerintah pusat dan rumah sakit milik swasta. Berikut ulasan lengkap tentang keempat rumah sakit.

Daftar Rumah Sakit di IKN

rumah sakit di ikn

Foto: Kompas

Rumah Sakit Umum Pusat Ibu Kota Nusantara

Pemerintah memulai pembangunan Rumah Sakit Umum Pusat Ibu Kota Nusantara atau RSUP IKN  pada 2023. Rencananya bakal dirampungkan pada 2024.

Rumah sakit pemerintah pertama di IKN ini berdiri di atas lahan seluas 1.859 hektare. Konsep pembangunan menerapkan prinsip bangunan hijau dan smart hospital for the smart city.

Rencananya RSUP IKN akan memanfaatkan air hujan dan air daur ulang. Keduanya digunakan sebagai sumber air alternatif dan sanitasi hemat air.

Alat kesehatan terbaik seperti Computerized Tomography (CT) scan 512 slice, hybrid cathlab dan Magnetic Resonance Imaging (MRI) 3 Tesla pun akan melengkapi rumah sakit.

Ruang gawat darurat RSUP IKN pun mempunyai kamar operasi cito (darurat/segera), cathlab, dan fasilitas klinik umum, telemedicine, haemodialisis, dan penunjang medis lainnya.

Rumah Sakit Hermina

Hermina membangun pusat kesehatan bertaraf internasional di IKN. Proyek pembangunan ini merupakan kerja sama antara PT Medikaloka Hermina Tbk dengan PT Bina Karya (Persero).

Dalam pengembangan rumah sakit ini, PT Bina Karya berperan sebagai master developer dan menjalankan fungsi serta tugas dalam aspek komersial dan bisnis dengan investor.

Rumah sakit ini menyediakan pelayanan unggulan untuk ibu dan anak, jantung, stroke, pelayanan gawat darurat, dan Intensive Care Unit (ICU).

Selain itu, pihak Hermina pun bakal memberikan pelayanan cepat dan akurat mengutamakan keamanan pasien dengan didukung digitalisasi electronic medical record.

Konsep pembangunan mengdepankan rumah sakit ramah lingkungan (green building) dengan 200 tempat tidur. Terdiri dari ruangan untuk pelayanan VIP, pasien BPJS dan non-BPJS.

Rumah Sakit Abdi Waluyo

Rumah Sakit Abdi Waluyo sudah berdiri sejak 1986 melengkapi infrastruktur kesehatan di Indonesia. Misi rumah sakit yaitu memberikan perawatan terbaik kepada pasien.

Untuk mencapai misi itu, Rumah Sakit Abdi Waluyo menyediakan peralatan medis dengan teknologi canggih. Memungkinkan dokter untuk mendiagnosis pasien lebih cepat dan akurat.

Selain itu, Rumah Sakit Abdi Waluyo pun menghadirkan dokter yang berpengalaman dan ahli dalam bidangnya, serta staf medis yang profesional.

Ground breaking pembangunan Rumah Sakit Abdi Waluyo di ibu kota baru sudah dimulai sejak September 2023. Oleh karena itu, akan menjadi rumah sakit pertama yang dibangun di IKN.

Nantinya, Rumah Sakit Abdi Waluyo akan memiliki sekitar 400 kamar perawatan dan melayani perawatan sub-spesialis.

Rumah Sakit Mayapada

Mayapada turut mendukung percepatan pembangunan IKN dengan menghadirkan rumah sakit di ibu kota baru ini. Konsep pengembangan, yaitu efisiensi dan konservasi energi.

Nantinya rumah sakit ini akan mengoptimalkan keberadaan ruang terbuka hijau untuk memberikan suasana nyaman bagi pasien.

Sebagai informasi, Rumah Sakit Mayapada bakal menjadi rumah sakit ramah lingkungan yang berdiri di atas lahan seluas 1,1 hektare. 20% dari total luas itu menjadi area dasar hijau.

Tujuannya untuk mendukung pasien yang menggunakan transportasi umum, menyediakan jalur pejalan kaki dan area parkir sepeda, serta menyediakan healing garden.

Sementara itu, konsep konservasi energi diterapkan pada penggunaan energi terbarukan, pencahayaan alami optimal, sanitasi hemat air dan sistem daur ulang air limbah yang baik.

Mayapada pun menyediakan kolam resapan air hujan untuk digunakan kembali. Di samping itu, pembangunan menggunakan material non-toxic dan rendah volatile organic compounds.

Itulah ulasan singkat tentang empat rumah sakit yang sedang dibangun di IKN. Semoga informasi yang disampaikan oleh Rumah123 bermanfaat!

Jenis-Jenis Pohon yang Akan Menghijaukan IKN, Apa Saja?

Berbagai jenis pohon di IKN sengaja ditanam untuk tujuan reforestasi dan menambah estetika.

 

Hal ini penting demi mewujudkan cita-cita membangun ibu kota baru berkonsep smart forest city.

 

Bukan sekadar hutan, bahkan pemerintah berambisi untuk membangun hutan tropis yang rimbun di seluruh kawasan Nusantara.

 

Realisasinya terjadi pada akhir 2023, di mana Presiden Joko Widodo beserta pihak terkait telah melakukan kegiatan penanaman pohon bersama.

 

Kegiatan tersebut dilakukan di tiga tempat, yaitu area Sumbu Kebangsaan dekat Istana Kepresidenan, Miniatur Reforestasi Hutan Tropis, dan Rehabilitasi Hutan dan Lahan.

 

Mengutip laman ppid.menlhk.go.id, penanaman pohon di kawasan Sumbu Kebangsaan dilakukan dalam rangka estetika.

 

Sedangkan di dua tempat lain, penanaman pohon bersama dilakukan sebagai upaya reforestasi atau penghutanan kembali.

 

Menariknya, jenis pohon yang dipilih untuk ditanam di IKN tidak sembarangan.

 

Lalu, apa saja jenis pohon di IKN yang sudah ditanam? Simak selengkapnya di bawah ini.

 

Jenis-Jenis Pohon di IKN

 

jenis pohon di ikn

 

Melansir economy.okezone.com, jenis pohon yang akan ditanam di IKN telah melewati kajian khusus dari para ahli Institut Pertanian Bogor (IPB).

 

Jenis pohon yang dipilih disesuaikan berdasarkan kondisi geografis Kalimantan.

 

Sebagai informasi, berikut jenis-jenis pohon yang akan ditanam di Nusantara:

  • Pohon Ketapang Kencana
  • Pohon Merbau
  • Pohon Mimba
  • Pohon Trembesi
  • Pohon Anggrit
  • Pohon Jacaranda
  • Pohon Jemblang
  • Pohon Keabadian
  • Pohon Pala
  • Pohon Eboni
  • Pohon Torem
  • Flamboyan
  • Kerai Payung
  • Pohon Cempedak
  • Pohon Tabebuya
  • Pohon Waru Laut
  • Pohon Gandaria
  • Pohon Spathodea
  • Pohon Kenari
  • Pohon Eucalyptus
  • Pohon Pule
  • Pohon Ki Acret
  • Pohon Asem Laos
  • Pohon Saputangan
  • Pohon Baodab
  • Pohon Ketapang Laut
  • Pohon Beringin
  • Pohon Jacaranda.

Jutaan Bibit Pohon Sudah Ditanam

 

Berdasarkan laporan korankaltim.com, pada bulan Mei 2023 silam, sudah ada 1,5 juta bibit pohon yang ditanam di atas lahan seluas 1.315 hektare di IKN.

 

Bibit pohon yang ditanam tersebar ke beberapa tempat, seperti di Kawasan Inti Pemerintahan dan Kawasan Ibu Kota Nusantara.

 

Pada tahun 2024, pemerintah juga menargetkan kembali akan merehabilitasi 500 hektare lahan di IKN dengan menanam puluhan jenis pohon.

 

Upaya ini dilakukan untuk mempercepat proses reforestasi setelah pembangunan selesai.

 

Demikanlah informasi mengenai jenis-jenis pohon yang akan ditanam di Ibu Kota Nusantara.

 

Ikuti perkembangan terbaru tentang IKN hanya di Rumah123 karena #SemuaAdaDiSini.

Pemerintah Bekerja Sama dengan Honeywell untuk Bangun Smart City IKN

Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Honeywell Indonesia melakukan kolaborasi dalam pembangunan kota cerdas (smart city) di Nusantara, Kalimantan Timur (Kaltim). Kolaborasi untuk pembangunan smart city IKN itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman di Kantor OIKN, Jakarta (11/06/2024).

 

“Kerja sama dengan Honeywell diharapkan dapat mempercepat pembangunan smart city di Nusantara sesuai dengan perencanaan Smart City Blueprint Nusantara. Sehingga dapat tercipta kota yang dapat dikelola secara lebih efisien dan meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya,” ujar Deputi Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN, Mohammed Ali Berawi, dalam seremoni penyerahan itu.

 

Diketahui, Otorita IKN dalam membangun Nusantara menjadi sebuah kota cerdas atau smart city telah bekerja sama dengan beberapa perusahaan teknologi global, yakni salah satunya Honeywell.

 

Sebagai perusahaan terkemuka rekayasa teknologi, Honeywell menawarkan solusi untuk mengatasi tantangan di berbagai sektor termasuk bangunan cerdas, pengelolaan energi, keamanan, keselamatan, dan keberlanjutan.

 

Adapun tujuan penandatanganan nota kesepahaman ini adalah untuk memperkuat kerja sama, pertukaran gagasan, serta pengalaman dalam perencanaan dan pengimplementasian konsep kota cerdas di Nusantara.

 

Hal itu dilakukan untuk mendukung pengembangan ekonomi hijau serta pengembalian ekonomi yang konkret dan pengalaman masyarakat di Indonesia.

 

Semangat untuk Realisasi Pembangunan IKN

 

ikn

 

sumber: voi.id

 

Kegiatan juga dihadiri oleh Presiden Direktur Honeywell Indonesia, David Hutagalung, beserta jajaran Honeywell Indonesia yang turut memberikan antusiasme terhadap kerja sama ini.

Presiden dari Honeywell Asia, Steven Lien menyampaikan semangatnya untuk membantu merealisasikan pembangunan IKN agar selaras dengan visi kota cerdas dengan net zero carbon emission.

 

“Suatu kehormatan besar bagi Honeywell untuk dapat berkontribusi dalam pembangunan kota cerdas di Ibu Kota Nusantara, khususnya dengan menghadirkan teknologi dan solusi gedung cerdas yang berkelanjutan,” ujar Steven.

 

David Hutagalung, Presiden Direktur Honeywell Indonesia turut menyatakan antusiasme yang serupa.

 

“Sebagai early believer terhadap pembangunan IKN, Honeywell melalui MoU ini memperkuat komitmennya untuk mendukung secara lebih konkrit dalam pembangunan IKN sebagai kota cerdas,” pungkas David.

 

Selain itu, Honeywell turut tergabung dalam kelompok perusahaan asal Amerika Serikat.

 

Kelompok tersebut diketahui melaksanakan uji coba atau proof-of-concept pembangunan Integrated Command and Control Center di akhir tahun 2024 yang didukung oleh United States Trade and Development Agency (USTDA).

 

***

Itulah berita terkini tentang kerjasama Otorita IKN dan Honeywell yang bisa kamu ketahui.

 

Semoga berita ini bermanfaat untukmu, ya.

 

Temukan berita menarik lainnya tentang IKN hanya di Rumah123 karena #SemuaAdaDiSini.

 

Begini Nasib Jakarta setelah IKN Resmi Menjadi Ibu Kota Indonesia

Tidak lama lagi, ibu kota Republik Indonesia (RI) akan dipindahkan dari Jakarta ke Nusantara di Kalimantan Timur (Kaltim).

 

Meski belum ada tanggal pasti terkait pemindahan ibu kota RI, tetapi tidak menutup kemungkinan jika pemindahan tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat.

 

Meski begitu, pemindahan ibu kota tentu tidak bisa dilakukan begitu saja.

 

Prosesnya, harus ditandai dengan penerbitan Keputusan Presiden (Keppres) mengenai pemindahan ibu kota ke Kaltim.

 

Sejauh ini, belum ada Keppres terkait pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan yang diterbitkan atau ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

 

Karena itu, Jakarta masih tercatat sebagai ibu kota negara, meski statusnya akan berubah dalam hitungan bulan saja.

 

Pasalnya, per Juli 2024, sejumlah perangkat negara akan mulai dipindahkan secara bertahap ke Ibu Kota Nusantara (IKN).

 

Lalu, bagaimana nasib Jakarta setelah IKN menjadi ibu kota Indonesia? Untuk tahu jawabannya, yuk simak ulasan di bawah ini!

 

Status DKI Jakarta Berubah Menjadi DKJ

 

status dki berubah jadi dkj

 

Dampak pemindahan ibu kota tentunya membuat status dan nama Jakarta akan berubah.

 

Secara otomatis, status Daerah Khusus Ibukota (DKI) yang tersemat lama pada Jakarta akan menghilang dan berubah menjadi Daerah Khusus Jakarta (DKJ).

 

Hal tersebut tertuang dalam Rancangan Undang-undang Daerah Kekhususan Jakarta.

 

Sejauh ini, belum diketahui secara pasti mengenai apa saja kekhususan dari Jakarta setelah tidak lagi menjadi ibu kota.

 

Pasalnya, rancangan UU DKJ pun masih dalam penyusunan.

 

Jakarta Menjadi Kota Aglomerasi

 

jakarta menjadi kota aglomerasi

 

Dilansir dari VOA Indonesia, Menteri Dalam Negeri Indonesia Tito Karnavian mengatakan, salah satu kekhususan yang akan dimiliki Jakarta adalah statusnya sebagai kota aglomerasi.

 

Kota aglomerasi bermakna penyatuan pengelolaan beberapa daerah yang ada di satu provinsi sebagai satu kawasan pertumbuhan strategis.

 

Dikatakan Tito, Jakarta akan menjadi kota aglomerasi yang membawahi sejumlah daerah atau kota satelit seperti Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Cianjur.

 

Rencana mengubah status Jakarta menjadi kota aglomerasi dimaksudkan agar pemerintah tidak perlu mengubah arah pembangunan secara administrasi menjadi kota megapolitan atau metropolitan.

 

Karena itu, penerapan status kota aglomerasi bagi Jakarta tidak serta-merta mengubah isi undang-undang seperti UU Jawa Barat, UU Banten, UU tentang Depok, dan UU Bekasi.

 

Masyarakat di Jakarta dan daerah-daerah penyangganya juga sudah berpadu dalam aktivitas sosial, termasuk serentet permasalahan yang dihadapi.

 

Selain sebagai daerah aglomerasi, aturan yang juga disematkan dalam UU DKJ adalah dibentuknya dewan aglomerasi yang dipimpin oleh wakil presiden.

 

Dalam UU DKJ juga disebutkan mengenai pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jakarta yang akan ditunjuk langsung oleh Presiden.

 

Menjadi Pusat Perekonomian dan Kota Global

pusat perekonomian dan kota global

 

Meski ibu kota akan berpindah ke Kalimantan, banyak pihak tetap optimis bahwa Jakarta tidak akan kehilangan taji sebagai pusat perekonomian dan kota global di Indonesia.

 

Pasalnya, Jakarta memiliki infrastruktur dan fasilitas yang sangat mumpuni untuk tetap menjadi sentra ekonomi dan logistik.

 

Tugas dari pemimpin Jakarta ke depannya adalah memanfaatkan semua fasilitas dan infrastruktur, demi menunjang perkembangan bisnis dan ekonomi daerah.

 

Tujuannya untuk tetap menjaga minat masyarakat beraktivitas di tengah Kota Jakarta.

 

Demikianlah rancangan pemerintah mengenai nasib Jakarta setelah IKN diresmikan.

 

Baca artikel lain tentang IKN hanya di Rumah123 karena #SemuaAdaDiSini.

3 Fakta Balikpapan yang Dianggap Penopang Pembangunan IKN

Selain Samarinda, Kota Balikpapan memiliki peranan penting sebagai kota penggerak pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

 

Bahkan, saat ibu kota Negara Indonesia resmi pindah ke Nusantara, Balikpapan dan Samarinda akan memainkan peran krusial sebagai kota penyangga sekaligus mitra IKN.

 

Sebagai pusat pemerintahan dan perekonomian yang baru, IKN tentu tidak bisa berdiri sendiri.

 

Pembangunan dan perkembangan IKN perlu didukung oleh kota-kota lain yang ada di sekitarnya, termasuk Balikpapan.

 

Dalam pengembangan IKN, Balikpapan dianggap sebagai “otot pendukung” pembangunan sedangkan Samarinda dianggap sebagai jantungnya.

 

Tentu ada sejumlah fakta Balikpapan lain yang belum diketahui oleh masyarakat luas.

 

Lantas, mengapa Balikpapan dianggap sebagai “otot pendukung” IKN? Berikut fakta menariknya.

 

Punya Infrastruktur yang Memadai

 

infrastruktur balikpapan

 

Fakta Balikpapan pertama adalah keberadaan fasilitas dan infrastruktur yang memadai.

 

Balikpapan dianggap sebagai pintu gerbang Provinsi Kalimantan Timur.

 

Di kawasan tersebut terdapat Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan dan Pelabuhan Semayang,

 

Keduanya menjadi akses masuk utama menuju Kalimantan Timur.

 

Titik fokus pembangunan IKN memang berada di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam paser Utara, yang berjarak sekitar 100 kilometer dari Balikpapan.

 

Namun, saat ini masyarakat yang hendak ke IKN harus terlebih dahulu transit di Balikpapan, untuk kemudian menempuh perjalanan darat menuju IKN.

 

Waktu tempuh Balikpapan IKN pun hanya memakan waktu sekitar 1,5 jam perjalan via Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam).

 

Rute Balikpapan IKN bisa diakses melalui Gerbang Tol Manggar dan keluar di Exit Tol Samboja.

 

Saat ini sedang dibangun akses tol langsung dari Balikpapan ke IKN.

 

Ruas Tol Balikpapan-Samarinda-IKN ditargetkan rampung pada Juli 2024 mendatang.

 

Jika akses tol tersebut sudah rampung, perjalanan dari Balikpapan ke IKN hanya memakan waktu 30 menit berkendara.

 

Sumber Daya Alam Melimpah

 

sumber daya alam balikpapan

 

Fakta Balikpapan selanjutnya adalah keberadaan sumber daya alam yang melimpah.

 

Sumber daya alam melimpah tidak dimungkiri menjadi alasan mengapa Balikpapan dianggap sebagai otot pembangunan IKN.

 

Komoditas utama kawasan ini adalah minyak bumi.

 

Bahkan, Balikpapan sendiri dijuluki sebagai Kota Minyak karena perannya sebagai lokasi pengeboran minyak pertama di Indonesia.

 

Pada 1897, dilakukan pengeboran minyak bumi di sisi timur Teluk Balikpapan oleh Firma Samuel & Co, sebagai pemenang hak konsesi pengeboran dari pemerintah Hindia Belanda.

 

Proses pengeboran tersebut menghasilkan sumur minyak bernama sumur Mathilda, yang merupakan sumur minyak pertama di Indonesia.

 

Sejalan dengan itu, hingga saat ini industri pengolahan minyak bumi menjadi sumber pendapatan daerah terbesar Balikpapan.

 

Salah satu unit pengolahan minyak terbesar di kawasan tersebut adalah Pertamina Refinery Unit (RU) V Balikpapan.

 

Industri pengolahan minyak RU V Balikpapan memasok hingga 26% total kebutuhan bahan bakar minyak di Indonesia.

 

Sektor lapangan usaha konstruksi Balikpapan juga didukung oleh program RDMP pengembangan kilang minyak RU V Balikpapan.

 

Karena itu, wajar jika Balikpapan dianggap sebagai otot pembangunan IKN karena perannya sebagai simpul hilir migas dan logistik Nusantara.

 

Laju Pertumbuhan Ekonomi yang Baik

 

pertumbuhan ekonomi balikpapan

Balikpapan juga tergolong sebagai kota dengan perekonomian yang maju.

 

Selain industri pengolahan minyak buminya, perekonomian Balikpapan juga ditunjang dari sektor transportasi dan pergudangan.

 

Sebagai pintu gerbang provinsi Kaltim, pergerakan orang melalui bandara dan pelabuhan di Balikpapan terus menunjukkan grafik kenaikan yang signifikan.

 

Selain itu, perekonomian Balikpapan akan terus bertumbuh karena realisasi investasi di Balikpapan yang terus meningkat.

 

Dilansir dari Kompas.com, pada 2022 saja, realisasi investasi di Kota Balikpapan mencapai Rp17 triliun.

 

Jumlah tersebut melebihi target yang sebelumnya dicanangkan, yakni dari Rp14 triliun.

 

Adapun pada 2023, realisasi investasi di Balikpapan tembus hingga Rp25 triliun.

 

Peningkatan realisasi investasi di Balikpapan diprediksi akan terus bertumbuh dalam beberapa tahun ke depan.

 

Hal ini tentunya menjadi bukti sinergi yang baik antara IKN dengan kota-kota pendukungnya.

 

Itulah beberapa fakta Balikpapan yang dianggap sebagai “otot pendukung” IKN.

 

Baca artikel lain tentang IKN hanya di Rumah123 karena #SemuaAdaDiSini.

3 Upaya Pemerintah Mencegah Penularan Penyakit Malaria di IKN

Malaria masih menjadi ancaman serius di beberapa daerah Indonesia.

 

Mengutip laman dataindonesia.id, kasus malaria di Indonesia melonjak sampai 36,29% di tahun 2022.

 

Sementara, dari data Kementerian Kesehatan, sebanyak 418.546 kasus Malaria terjadi di Indonesia sampai akhir April 2024.

 

Dari angka tersebut, 120 orang yang terkena malaria dilaporkan meninggal dunia.

 

Kasus malaria di Indonesia kebanyakan terjadi di wilayah timur seperti Papua, Nusa Tenggara Timur dan Gorontalo.

 

Selain wilayah tersebut, daerah-daerah di sekitar IKN dikabarkan mempunyai jumlah kasus malaria yang cukup tinggi.

 

Meski begitu, sampai saat ini tidak ada laporan mengenai penularan malaria di IKN.

 

Ini membuktikan bahwa  IKN masih terbebas dari penularan penyakit malaria.

 

Namun, sebagai bentuk pencegahan, pemerintah melakukan berbagai upaya untuk menjadikan IKN terbebas dari malaria.

 

Lalu, apa saja upaya yang dilakukan pemerintah untuk mencegah penyakit malaria di IKN? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

 

Upaya Pemerintah Mencegah Penyakit Malaria di IKN

 

1. Membagikan Kelambu Khusus

 

penyakit malaria di ikn

 

Salah satu upaya pemerintah dalam meredam penularan penyakit malaria di IKN adalah membagikan kelambu anti-malaria kepada masyarakat sekitar.

 

Kelambu anti-malaria tersebut sudah dilengkapi insektisida, sehingga dapat menghalau nyamuk pembawa vektor malaria.

 

Karena itu, jika ada nyamuk yang hinggap ke kelambu, serangga tersebut akan mati.

 

Harapannya, kelambu dapat dipakai masyarakat atau pekerja di IKN ketika hendak tidur atau istirahat.

 

Pasalnya, seperti yang diketahui, nyamuk Anopheles sebagai pembawa vektor malaria beraktivitas saat malam hari.

 

Pada April 2024 lalu, setidaknya 6.000 kelambu sudah dibagikan kepada masyarakat oleh Otorita IKN.

 

Kegiatan ini  bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Kesehatan RI dan Provinsi Kalimantan Timur.

 

Cara perawatan kelambu khusus ini juga sangat mudah.

 

Pengguna hanya tidak boleh mencuci kelambu dengan detergen dan menjemurnya langsung di bawah terik matahari.

 

Pasalnya, hal tersebut dapat memengaruhi zat insektisida yang ada di dalam kelambu.

 

2. Melakukan Skrining kepada Para Pekerja

 

Sebelum tahun 2024, sebenarnya pemerintah sudah melakukan upaya pencegahan penularan penyakit malaria di IKN.

 

Contohnya tahun 2023, OIKN dan Kemenkes melakukan skrining kesehatan kepada para pekerja yang memasuki wilayah IKN.

 

Skrining yang dilakukan memakai Rapid Diagnostic Test (RDT) malaria.

 

Alat Rapid Diagnostic Test (RDT) bisa dibawa ke mana-mana, lalu hasil pemeriksaannya diklaim lebih cepat ketimbang mikroskop.

 

Alhasil, jika ada pekerja yang dicurigai terjangkit malaria, maka dapat segera terdeteksi sehingga penanganannya lebih cepat.

 

3. Mengirim Bantuan Kesehatan

 

Mengutip laman sehatnegeriku.kemkes.go.id, pada tahun 2023, pemerintah juga sudah mengirim bantuan kesehatan bagi para pekerja di IKN.

 

Bantuan itu berupa klinik-klinik yang dapat digunakan para pekerja untuk melalukan pemeriksaan kesehatan atau pengobatan.

 

Pernah Ada Pekerja yang Terkena Malaria

 

Sebagai informasi, menurut berbagai laporan, pernah ada kasus pekerja di IKN yang terkena malaria.

 

Namun, kejadian tersebut merupakan kasus impor atau berasal dari pekerja pendatang.

 

Kaarena itu, sampai saat ini, tidak ada kasus penularan malaria langsung di wilayah IKN.

 

Kemudian, wilayah endemis malaria terdekat dari IKN berada di Sotek, Kabupaten Penajam Paser Utara.

 

Wilayah tersebut jaraknya 40 km dari Titik Nol IKN, tepatnya berada di Kecamatan Sepaku.

 

Sementara, nyamuk Anopheles yang membawa penyakit malaria hanya mampu terbang sampai 2 km.

 

Itulah berbagai upaya pemerintah dalam mencegah penyakit malaria di IKN yang patut diketahui.

 

Baca artikel lain tentang IKN hanya di Rumah123 karena #SemuaAdaDiSini.

Mengenal Memorial Park IKN, Begini Desain, Filosofi dan Tujuan Pembangunannya

Memorial Park IKN merupakan monumen penghormatan bagi dua proklamator Indonesia.

 

Di area ini, nantinya akan dibangun patung Bung Karno dan Bung Hatta yang mengapit sebuah api abadi.

 

Seperti  yang kita tahu, pembangunan di Ibu Kota Nusantara (IKN) terus dilakukan sampai saat ini.

 

Tidak hanya berbagai fasilitas dasar, ada pula sejumlah monumen ikonis yang dibangun dengan nilai sejarah serta makna mendalam, salah satunya Memorial Park.

 

Monumen Memorial Park dibangun terintegrasi langsung dengan kawasan Beranda Nusantara.

 

Karena itu, monumen tersebut akan menjadi focal point yang dapat menarik perhatian masyarakat luas atau para tamu negara yang berkunjung ke IKN.

 

Dibangun dengan biaya yang tidak sedikit, Memorial Park mempunyai nilai filosofis yang mendalam.

 

Lantas, apa makna di balik pembangunan Memorial Park IKN? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini!

 

Pembangunan Monumen Memorial Park IKN

 

1. Bentuk Monumen

 

memorial park ikn

Gambar: Instagram @rendering_indonesia

 

Mengutip laman resmi IKN, Memorial Park dibangun dengan bentuk menyerupai cangkang telur.

 

Di dalam cangkang tersebut terdapat dua patung, yaitu patung Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta.

 

Selain terintegrasi dengan Beranda Nusantara, Memorial Park juga termasuk dalam bagian Sumbu Kebangsaan.

 

Memorial Park mempunyai luas 2.034 meter persegi, terdiri dari altar dengan luas 1.690 meter persegi, akses tangga 344 meter persegi, serta infrastruktur lanskap dan jalan.

 

Biaya pembangunan Memorial Park sendiri menelan dana Rp361 miliar.

 

2. Filosofi

 

Secara makna, pembangunan menumen Memorial Park bertujuan untuk mengingatkan masyarakat atas jasa para pahlawan yang telah memerdekakan Indonesia.

 

Sementara, bentuk pecah telur digambarkan sebagai simbol perjuangan rakyat Indonesia yang dapat meraih kemerdekaan di bawah kepemimpinan Bung Karno dan Bung Hatta.

 

Lalu, api abadi yang berada di antara patung proklamator mewakili semangat perjuangan rakyat Indonesia yang tidak pernah padam.

 

Tidak hanya patung proklamator, di dalam cangkang telur akan dibangun burung garuda setinggi 18 meter.

 

3. Kapan Selesai?

 

Pembangunan Memorial Park sudah dimulai pada 17 Januari 2024 lalu.

 

Melansir laman resmi IKN, monumen ini diharapkan dapat rampung saat pelaksanaan upacara Hari Ulang Tahun Republik Indonesia atau 17 Agustus 2024.

 

Selain Memorial Park, di kawasan Beranda Nusantara bakal dibangun beberapa monumen atau fasilitas lain seperti Bukit Bendera, Museum Peradaban, dan bangunan Beranda Nusantara.

 

Itulah ulasan lengkap mengenai monumen Memorial Park IKN yang menarik untuk diketahui.

 

Temukan artikel lain tentang IKN hanya di Rumah123 karena #SemuaAdaDiSini.