Desa wisata di sekitar IKN berikut ini dikenal memiliki keindahan alam memukai dan budaya yang menarik. Yuk, cek ulasan selengkapnya!
Continue reading “6 Desa Wisata IKN dengan Potensi Alam dan Budaya Berlimpah”
Desa wisata di sekitar IKN berikut ini dikenal memiliki keindahan alam memukai dan budaya yang menarik. Yuk, cek ulasan selengkapnya!
Continue reading “6 Desa Wisata IKN dengan Potensi Alam dan Budaya Berlimpah”
Tidak hanya proyek besar yang sedang dibangun, salah satu hal yang menarik dari pembangunan IKN Nusantara di Kalimantan Timur adalah keberadaan Miniatur Hutan Hujan Tropis. Apa itu?
Berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 21 Tahun 2023 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara, IKN Nusantara dibangun dengan konsep kota yang berkelanjutan.
Sejalan dengan konsep tersebut, IKN Nusantara bakal dirancang sebagai kota di dalam hutan (forest city).
Nah, untuk memastikan kelestarian lingkungan di ibu kota baru, pemerintah menetapkan minimal 75 persen kawasan hijau.
Selain itu, dalam UU IKN tersebut, IKN juga berkonsep masterplan sebagai ekosistem yang berkelanjutan untuk menyeimbangkan ekologi alam, kawasan terbangun, dan sistem sosial yang ada secara harmonis.
Jadi, tak heran kalau pembangunan IKN Nusantara tetap memerhatikan kawasan lindung dan reforestasi untuk pemulihan ekosistem hutan.
Pemerintah dan sejumlah pihak pun membangun Miniatur Hutan Hujan Tropis di IKN sebagai awal dari kegiatan reforestasi.
Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Sumber: Rumah123
Miniatur Hutan Hujan Tropis adalah sebuah proyek reforestasi dan edukasi yang terletak di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) ibu kota negara.
Seluas 97 hektare, kawasan ini menjadi representasi dari kekayaan keanekaragaman hayati hutan hujan tropis di Indonesia, khususnya Kalimantan.
Melansir ikn.go.id, pembangunan Miniatur Hutan Hujan Tropis Nusantara ini berkat kerja sama Otorita IKN dengan PT Tirta Investama, PT ITM, PT MHU, dan Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman.
Miniatur Hutan Hujan Tropis dapat dianggap sebagai sebuah living lab transformasi hutan tanaman monokultur menjadi hutan tropis.
Pasalnya, sebagian besar lokasi KIPP adalah areal hutan tanaman industri yang didominasi tanaman eukaliptus.

Sumber: Rumah123
Masih melansir ikn.go.id, tujuan pembangunan kota hutan berkelanjutan di IKN diwujudkan melalui pengalokasikan 65 persen wilayah IKN sebagai kawasan lindung dan pelaksanaan reforestasi.
Nah, lewat Miniatur Hutan Hujan Tropis, ditanamlah bibit-bibit pepohonan di KIPP sebagai upaya menghutankan kembali area tersebut.
“Miniatur Hutan Hujan Tropis ini bertujuan sebagai sebuah living lab bagi berbagai pihak yang tertarik untuk mengembangkan inovasi-inovasi dalam upaya melakukan reforestasi dalam area-area yang dilindungi di Nusantara,” ujar Deputi Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN Mirna Safitri melansir presidenri.go.id.
Selain reforestasi, kawasan ini juga akan menjadi rumah bagi berbagai spesies flora dan fauna khas Kalimantan yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
Jadi, selain menanam pohon, pihak Otorita IKN Nusantara pun turut melepasliarkan sejumlah burung yang merupakan spesies endemik Kalimantan.

Sumber: Rumah123
Tujuan lain pembangunan Miniatur Hutan Hujan Tropis adalah menjadi ruang edukasi karena pengunjung dapat belajar tentang hutan hujan tropis, fungsinya, dan pentingnya pelestariannya melalui berbagai program edukasi dan wisata alam Nusantara.
Menariknya, di kawasan ini juga terdapat fasilitas pusat informasi yang menjelaskan tentang ekosistem hutan tropis di Kalimantan.
“Yang pertama itu sebagai pusat informasi yang menjelaskan mengenai ekosistem hutan tropis di Kalimantan dan upaya-upaya untuk melakukan reforestrasi,” kata Mirna.
***
Semoga informasinya dapat bermanfaat, Property People.
Jangan lupa, kunjungi Rumah123 untuk menemukan hunian impianmu karena #SemuaAdaDisini.
**gambar header: Rumah123/Tedy Winarto
Sebagai salah satu kota terpenting bagi pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), menarik untuk mengetahui fakta terkait Samarinda.
Seperti yang kita tahu, Samarinda merupakan salah satu kota besar di Indonesia yang berstatus sebagai Ibu Kota Provinsi Kalimantan Timur.
Bahkan, saat ini Samarinda memikul peran yang lebih besar sebagai kota penyangga atau mitra dari Ibu Kota Nusantara.
Sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi baru Indonesia, IKN tentu tidak bisa berdiri sendiri.
Perlu adanya dukungan dari kota-kota sekitar agar pembangunan dan pemerintahan di IKN berjalan dengan lancar, salah satunya Samarinda.
Lantas, apa saja fakta Samarinda yang menarik untuk diketahui masyarakat? Yuk, kenalan dengan kota yang disebut-sebut sebagai “jantung” IKN ini.
Fakta Samarinda yang menarik untuk diulas adalah julukan dari kota tersebut.
Samarinda memiliki julukan sebagai Kota Tepian.
Nama lain ini diberikan karena lokasi atau letak Samarinda yang dibelah oleh Sungai Mahakam – sungai terpanjang di Indonesia.
Karena itu, bisa diartikan bahwa Samarinda adalah kota yang terletak di tepian sungai.
Selain itu, julukan Kota Tepian yang tersemat untuk Samarinda merupakan sebuah singkatan.
Kata “tepian” merupakan akronim dari Teduh, Rapi, Aman, dan Nyaman.
Kata tepian sendiri menjadi harapan untuk Samarinda, agar kota tersebut menjadi tempat yangnyaman untuk ditinggali oleh masyarakatnya.

Jika kamu mengikuti perkembangan sepak bola Indonesia, tentu sudah tidak asing lagi dengan gambar ikan pada logo klub asal Samarinda, Borneo FC.
Patut diketahui, ikan tersebut merupakan pesut yang hidup di perairan Sungai Mahakam.
Sebagai satwa endemis, ikan pesut bahkan dijadikan sebagai lambang bagi Kota Samarinda.
Selain di Samarinda, sebenarnya pesut juga dapat ditemukan di perairan Danau Jempang, Kabupaten Kutai Barat, Danau Semayang dan Danau Melintang, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Sayangnya, saat ini populasi pesut Mahakam berada dalam status terancam punah.
Sama halnya dengan kota-kota lain di Kalimantan, Samarinda juga terkenal sebagai kota dengan sumber daya alam melimpah.
Sumber daya alam yang tersedia di Samarinda meliputi batu bara, minyak bumi, dan kayu.
Sumber daya alam tersebut berkontribusi besar dalam pertumbuhan perekonomian daerah sekitar.
Melimpahnya sumber daya alam di Samarinda tentu dapat mendongkrak perekonomian di IKN.
Fakta Samarinda selanjutnya adalah menjadi salah satu pusat kuliner di Kalimantan Timur.
Kota Tepian memiliki banyak makanan khas yang patut untuk dicoba.
Beberapa makanan khas Samarinda yang cukup terkenal antara lain Nasi Bekepor, Nasi Kuning, Ayam Banjar, serta Soto Banjar.
Selain itu, ada pula sejian sup yang dimasak dengan bahan dasar ikan patin dan bumbu asam pedas.
Jadi, jika kamu berkunjung ke IKN, wajib juga untuk bertandang ke Samarinda dan mencicipi sejumlah makanan khasnya.

Samarinda juga memiliki banyak destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi, seperti Kampung Ketupat, Kampung Tenun, dan Wisata Air Terjun Tanah Merah.
Selain itu, ada pula Masjid Shiratal Mustaqim yang sarat akan cerita sejarah perkembangan Islam di Kalimantan Timur.
Menariknya lagi, Masjid Shiratal Mustaqim merupakan masjid tertua yang ada di Samarinda, lho.
Itulah beberapa fakta Samarinda yang menarik untuk diketahui.
Simak informasi lainnya seputar IKN hanya di Rumah123 karena #SemuaAdaDiSini.
Jika bicara tentang Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, maka ada beberapa pertanyaan yang sering diajukan oleh netizen. Dua di antaranya sebagai berikut.
Diketahui, pemerintah bukan hanya membangun jalan tol untuk mendukung konektivitas di ibu kota baru. Selain itu, IKN bangun jalur kereta untuk melengkapi infrastruktur.
Mengingat kelengkapan sarana dan prasarana transportasi umum merupakan salah satu pilar utama dalam sebuah kota, tak terkecuali IKN Nusantara di Kalimantan Timur.
Rencana pembangunan kereta api IKN sudah berlangsung sejak lama. Tujuannya, yaitu untuk mendukung mobilitas populasi IKN Nusantara yang lumayan besar mencapai dua juta jiwa.

Foto: Kaltim Today
Pemerintah akan membangun empat proyek kereta api di IKN. Pembangunan akan dikerjakan pada 2025 mendatang setelah Joko Widodo meletakkan jabatan presiden.
Keempat proyek kereta api IKN tersebut, yaitu sebagai berikut.
Kereta api tak masuk daftar progres kesiapan infrastruktur dasar IKN terbaru, lantaran tak dibangun dalam waktu cepat. Walaupun begitu, akan diupayakan agar terbangun lebih cepat.

Ilustrasi dari Kementerian Perhubungan: Tribunnews
Jalur kereta api perkotaan Balikpapan-KIPP bakal dibangun sepanjang 143,33 kilometer. Jarak ini dapat ditempuh dengan perjalanan selama 88 menit.
Detail jalur kereta api tersebut, yaitu sebagai berikut.
Kereta api ini diperkirakan dapat menampung sekitar 2.400.000 lebih penumpang per tahun.
Adapun jalur kereta api bandara yang menghubungkan Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan dengan KIPP terdapat dua alternatif.
Yang pertama mempunyai panjang 65,5 kilometer. Jalur tersebut dapat ditempuh dalam waktu yang sangat singkat, yaitu hanya 29,8 menit. Nah, berikut detail jalur kereta apinya.
Besaran demand tahun 2030 diperkirakan sebanyak 3.597.767 penumpang per tahun. Sementara itu, alternatif kedua sepanjang 44,91 kilometer dengan layanan tiga stasiun.
Jarak tempuh lebih pendek karena mengikuti right of way (ROW) jalan ruas Balikpapan-KIPP. Diprediksi pada 2030 akan mengangkut penumpang 2.486.719 orang per tahun.

Ilustrasi: CNN
Proyek infrastruktur ini membutuhkan pembiayaan besar. Jadi, Kementerian Perhubungan berencana menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
Selain itu, melakukan konsesi yang melibatkan pihak dalam dan luar negeri. Salah satu pihak yang tertarik adalah Badan Kerja Sama Internasional Jepang (JICA).
Sebagai informasi, JICA adalah sebuah lembaga yang didirikan pemerintah Jepang untuk membantu pembangunan negara-negara berkembang.
Lembaga ini berada di bawah kekuasan Departemen Luar Negeri Jepang, dan didirikan pada Agustus 1974. Kantor pusatnya di Ninbancho Building Center, Chiyoda, Tokyo, Jepang.
Tujuan JICA, yaitu sebagai berikut.
Itulah sekilas informasi tentang IKN bangun jalur kereta api serta detail proyeknya. Semoga informasi yang kami sampaikan bermanfaat.
Nantikan selalu update terbaru IKN di Rumah123.
Setidaknya, ada tiga target IKN yang harus dicapai untuk menjadi kota kelas dunia di masa depan.
Berbagai target tersebut tentunya berhubungan dengan pembangunan infrastruktur dan fasilitas publik yang tersedia di Ibu Kota Nusantara.
Seperti kita ketahui, pembangunan IKN tidak hanya dilihat dari aspek fisik atau sekadar memindahkan ibu kota negara saja.
Namun, pemerintah ingin IKN menjadi kota kelas dunia yang dicontoh oleh berbagai negara di dunia.
Karen itu, untuk meraih status kota kelas dunia, IKN memiliki beberapa target harus perlu dicapai.
Apa saja target tersebut? Simak ulasannya di bawah ini.

Pertama, target IKN yang harus dicapai adalah menjadi kota yang ramah bagi pejalan kaki.
Dalam UU Nomor 3 Tahun 2022 tentang IKN disebutkan, konsep kota yang ramah terhadap pejalan kaki merupakan Key Performance Indicator (KPI) pembangunan Nusantara.
Melalui aturan tersebut, termaktub bila IKN akan menerapkan konsep “10 menit berjalan kaki.”
Artinya, seluruh warga dapat mengakses layanan sosial dalam waktu 10 menit saja dari lokasi hunian.
Selain layanan publik, konsep 10 menit berjalan kaki ini juga akan diimplementasikan pada jangkau fasilitas umum, transportasi publik, serta ruang terbuka hijau dan sarana rekreasi.
Meski terdengar ambisius, konsep ini sejatinya dikemukakan demi mendukung mobilitas aktif masyarakat IKN dengan berjalan kaki atau bersepeda.
Target berikutnya yang harus dicapai IKN adalah membangun ruang terbuka hijau seluas 75%.
Persentase 75% tersebut akan dibagi ke dalam dua aspek, yakni 65% area yang dilindungi dan 10% untuk produksi makanan.
Lantas, bagaimana dengan 25% sisa lahan yang ada?
Melansir berbagai sumber, 25% lahan IKN akan digunakan untuk kepentingan pembangunan.
Maka itu, prinsip pengembangan IKN menggunakan konsep kota hutan atau forest city.
Pada intinya, kota hutan di IKN akan mempertahankan fungsi ekologis hutan.
Untuk mewujudkannya, ada beberapa prinsip kota hutan di kawasan IKN yang bakal diterapkan, yaitu:
Bahkan, untuk menghindari konflik manusia dan hewan liar, pemerintah akan membangun koridor satwa di sejumlah titik IKN.
Target IKN berikutnya adalah masuk ke dalam 10 besar kota layak huni di dunia pada 2045.
Agar hal tersebut dapat direngkuh, IKN harus bebas dari emisi dan 100% memakai energi terbarukan.
Mengutip laman Kompas.com, ada lima indikator agar sebuah kota disebut layak huni, yakni diukur dari stabilitas, kesehatan, pendidikan, infrastruktur, serta budaya dan lingkungan.
Masih menurut sumber yang sama, tidak hanya menjadi kota layak huni pada tahun 2035-2045, IKN ditargetkan masuk dalam daftar lima besar kota destinasi utama di Asia Tenggara.
Itulah sejumlah target yang harus diraih IKN untuk menjadi kota kelas dunia di masa depan.
Simak informasi lainnya seputar IKN hanya di Rumah123 karena #SemuaAdaDiSini.
Pemerintah membangun Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara bukan hanya sebagai pusat pemerintahan. Selain itu, IKN Nusantara dirancang sebagai superhub.
Sekitar IKN Nusantara bakal ada beberapa industrial area berskala besar. Kawasan industri dekat IKN ini terdiri dari enam klaster ekonomi yang meliputi sektor ini.
Selain itu, terdapat dua klaster pendukung yang mencakup industri pendidikan abad 21, smart city dan pusat industri 4.0. Semuanya diharapkan dapat memajukan IKN Nusantara.
Nah, saat ini ada empat kawasan industri yang masuk dalam Potensi Investasi Regional (PIR). Kawasan ini juga mempunyai lokasi yang lumayan dekat dari IKN. Apa saja? Yuk simak!

Foto: Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur
Katim Industrial Estate atau disingkat KIE adalah sebuah kawasan industri yang terletak di Kelurahan Lok Tuan, Kecamatan Bontang Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan.
Lokasi KIE menjadi satu dengan area pabrik milik PT Pupuk Kaltim. Adapun pengelola KIE, yaitu PT Kaltim Industrial Estate (anak perusahaan pupuk Kaltim).
Luas area pengembangan KIE sangat luas, yakni mencapai 246 meter perssegi. Industrial area ini terbagi menjadi empat wilayah, yaitu sebagai berikut.
Batuta Chemical Industrial Park di Kutai Timur merupakan pengembangan kawasan industri yang berada di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur.
Pemilik kawasan industri ini adalah PT Batuta Chemical Industrial Park. Developer memilih lokasi yang terletak di garis pantai Selat Makassar.
Pihak Batuta Chemical Industrial Park akan mengembangkan kawasan industri terpadu, sehingga merangsang bisnis yang menguntungkan khususnya bagi industri batubara.
Sejauh ini ada tiga faktor keberhasilan dalam Batuta Chemical Industrial Park development, yaitu sebagai berikut.
Luas area pengembangan Batuta Chemical Industrial Park, yaitu 659 hektare.
Kawasan Industri Kariangau (KIK) berlokasi di Kelurahan Kariangau, Kecamatan Balikpapan Barat, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. KIK menempati area seluas 3.565 hektare.
KIK akan dikembangkan hingga Pulau Balang. Areanya berlokasi di kawasan strategis teluk Balikpapan yang berhadapan langsung dengan Selat Makassar.
Diketahui selat tersebut merupakan bagian dari Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI II). Jadi memudahkan mobilisasi barang untuk tujuan domestik maupun mancanegara.
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan dibangun di atas area seluas 557,34 hektare. Kawasan industri dekat IKN ini berlokasi di Kabupaten Kutai Timur.
Secara khusus, KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 85 Tahun 2014.
KEK Maloy kaya sumber daya alam terutama kelapa sawit, kayu dan energi, didukung dengan posisi geostrategis, yaitu terletak pada lintasan Alur Laut Kepulauan Indonesia II (ALKI II).

Foto: Kawasan Industri Kariangau
Selain empat kawasan industri di atas, Indonesia juga akan mempunyai megaproyek yang nilainya mencapai dua ribu triliun lebih, yaitu Kawasan Industri Hijau di Kabupaten Bulungan.
Rencananya kawasan industri tersebut bakal berada di Kalimantan Utara yang berdekatan dengan IKN Nusantara di Kabupaten Penajam Paser, Kalimantan Timur.
Proyek raksasa itu berada dalam radius 185 kilometer dari IKN Nusantara. Di sini bakal dikembangkan sub proyek besar yang berbasis sumber energi hijau, yaitu:
Itulah sekilas informasi tentang kawasan industri dekat IKN yang perlu diketahui. Semoga artikel yang kami sampaikan menambah wawasan Anda tentang ibu kota baru.
Pemerintah menyusun 2 skema penyelenggaraan Upacara 17 Agustus 2024 di IKN dan Jakarta.
Melansir dari Kompascom, adapun Upacara 17 Agustus di Ibu Kota Nusantara (IKN) akan dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan presiden terpilih 2024-2029 Prabowo Subianto.
Sementara upacara di Jakarta akan dipimpin oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin, didampingi wakil presiden terpilih 2024-2029 Gibran Rakabuming Raka di Istana Kepresidenan.
Skema Upacara 17 Agustus itu disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy.
“Iya (skenarionya di dua tempat), sebagian di IKN sebagian di sini (Istana Jakarta). Pak Wapres yang ada di sini, kemudian yang di IKN Insya Allah Pak Presiden langsung,” kata dia, Senin (10/6/2024).
Rencana ini akan berbeda dari upacara tahun-tahun sebelumnya, karena untuk pertama kalinya digelar di dua tempat, yaitu IKN dan Istana Kepresidenan Jakarta.
Sementara itu, Jokowi mengatakan alasan pelaksanaan upacara 17 Agustus 2024 dilakukan di dua lokasi karena masih dalam masa transisi pemindahan ibu kota.
“Ini kan masa transisi ya, masa transisi dari Jakarta menuju ke IKN agar ada perjalanan menuju pindahnya itu kelihatan,” ucap Muhadjir.
Untuk upacara 17 Agustus selanjutnya, dapat digelar di IKN setelah terbit Keputusan Presiden (Keppres) mengenai perpindahan ibu kota dari Jakarta ke IKN.
Sebelumnya, Jokowi menyatakan bahwa persiapan upacara 17 Agustus di IKN sudah hampir final.
Mantan Wali Kota Solo itu mengatakan, tidak ada masalah berarti terkait rencana pelaksanaan 17 Agustus di IKN.
Ia memastikan, sekitar pertengahan Juli 2024, pembangunan di IKN sudah siap untuk upacara 17 Agustus.

sumber: setkab.go.id
Upacara 17 Agustus 2024 di IKN juga akan menjadi upacara terakhir Jokowi sebagai presiden.
Nantinya, upacara tersebut akan diikuti oleh sejumlah tokoh, termasuk duta besar negara-negara sahabat.
Meski begitu, bagi tamu undangan yang mengikuti upacara di IKN, kemungkinan tidak akan menginap.
“Kemungkinan dubes juga di IKN nanti tidak nginap, langsung acara terus balik,” ungkap Muhadjir.
Selain dubes, upacara 17 Agustus di IKN juga akan dihadiri oleh mantan presiden Republik Indonesia.
Sementara itu, para pejabat akan dibagi di dua tempat, ada yang mengikuti upacara 17 Agustus di IKN dan ada pula yang di Istana Kepresidenan Jakarta.
***
Itulah alasan pemerintah menyelenggarakan upacara 17 Agustus 2024 di IKN dan Jakarta.
Semoga berita ini bermanfaat untukmu, ya.
Temukan berita menarik lainnya tentang IKN hanya di Rumah123 karena #SemuaAdaDiSini.
Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) melibatkan sejumlah teknologi mutakhir, salah satunya adalah teknologi geospasial.
Hal ini dilakukan demi mewujudkan konsep “nusa rimba” di IKN; kota hutan yang cerdas dan berwawasan lingkungan.
Teknologi tersebut akan diterapkan untuk menunjang beragam aktivitas masyarakat IKN.
Selain itu, keberadaannya juga dipercaya mampu meminimalisasi sejumlah permasalahan perkotaan yang kompleks.
Data dan informasi geospasial dapat dimanfaatkan dalam pengelolaan sumber daya alam seperti air, hutan, satwa liar dan biodiversitas, serta mitigasi risiko bencana.
Namun, apa itu teknologi geospasial? Bagaimana pula teknologi ini akan diterapkan di IKN?
Untuk mengetahui jawabannya, simak ulasan ini sampai selesai.

Teknologi geospasial adalah sebuah teknologi mutakhir berbasis lokasi.
Teknologi ini dapat diartikan sebagai alat modern yang berkontribusi dalam pemetaan geografis, analisis bumi, dan masyarakat.
Penerapannya dapat dimanfaatkan untuk sejumlah bidang industri, mulai dari militer, perusahaan utilitas, perencanaan kota, dan industri pembangunan atau konstruksi.
Selain itu, data geospasial sendiri dapat dipakai untuk kebutuhan konservasi keanekaragaman hayati, pemadaman kebakaran hutan, pemantauan pertanian, serta bantuan kemanusiaan.
Di Indonesia, setidaknya sudah ada empat jenis teknologi geospasial yang dikembangkan, yakni:
Ke depannya, teknologi ini dipercaya akan semakin berkembang.
Dilansir dari Terralogiq, masa depan teknologi geospasial akan lebih banyak melibatkan integrasi antara mesin dan artificial intelligence (AI).
Selain itu, layanan pementaan juga dapat dimanfaatkan oleh teknologi drone dan kendaraan otomatis.

Demi mengaplikasikan teknologi geospasial secara maksimal, pemerintah Indonesia juga sudah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak.
Salah satunya dengan ESRI (Environment System Research Institute, Inc), yang merupakan perusahaan perangkat lunak berbasis sistem informasi geospasial.
Kerja sama antara ESRI dan Otorita IKN sudah terjalin sejak akhir 2023 lalu.
Hal itu ditandai dengan penandatanganan kesepakatan kerja sama berupa MoU.
Kerjasama tersebut bertujuan untuk membangun teknologi analitik berbasis spasial di IKN.
Nantinya, teknologi tersebut bisa dimanfaatkan untuk pemetaan, pemantauan, penginderaan jauh, dan pengelolaan data spasial.
Teknologi informasi geospasial ini juga dapat membantu Otorita IKN dalam perencanaan tata ruang dan pertanahan di Nusantara.
Dari berbagai manfaatnya, menarik untuk menilik soal penginderaan jarak jauh.
Satelit penginderaan jarak jauh berfungsi untuk memonitor perkembangan infrastruktur dan lingkungan di IKN secara realtime.
Adanya data citra satelit jarak jauh akan memberi gambaran detail terkait permukaan bumi di IKN, sehingga pemantauan lingkungan dan kontrol perubahan lahan bisa dilakukan secara optimal.
Badan Informasi Geospasial (BIG) sebagai lembaga yang bertugas dalam penyelenggaraan informasi geospasial di Indonesia, telah membangun beberapa stasiun CORS di IKN dan sekitarnya.
Continuously Operating Reference Station (CORS) berfungsi memberikan layanan berbasis satelit navigasi global sebagai sistem referensi, navigasi, dan penyusunan peta dasar skala kecil.
Teknologi tersebut bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, salah satunya menjalankan sistem transportasi modern dan ramah lingkungan di IKN.
Itulah ulasan mengenai teknologi geospasial dan rencana penerapannya di IKN.
Temukan artikel menarik lainnya tentang IKN hanya di Rumah123 karena #SemuaAdaDiSini.
Demi menjaga keamanan dan keselamatan satwa endemik di sekitar kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Otoritas IKN (OIKN) akan membangun fasilitas koridor satwa liar.
Namun, apa itu koridor satwa di IKN?
Melansir berbagai sumber, koridor satwa adalah jalur alami atau jalur yang sengaja dibuat oleh manusia untuk menghubungkan habitat atau kawasan konservasi.
Tujuannya agar satwa di kawasan tersebut tetap mempunyai ruang gerak yang cukup.
Pergerakan tersebut didorong oleh naluri alamiah satwa liar untuk memenuhi berbagai kebutuhannya, seperti mencari pakan atau berkembang biak.
Selain menjaga kelestarian satwa, keberadaan koridor hewan di suatu daerah berfungsi menghindari konflik dengan manusia.
Pasalnya, OIKN mencatat ada ribuan spesies hewan di sekitar IKN, bahkan beberapa di antaranya berstatus terancam punah.
Lantas, seperti apa koridor hewan liar yang akan dibangun di IKN? Berikut ulasan lengkapnya.
Mengutip laman Detik.com, pembangunan koridor satwa di IKN bertujuan menjamin keamanan dan keselamatan hewan endemik di Kalimantan Timur.
Apalagi, beberapa area pembangunan IKN diidentifikasi sebagai lintasan satwa.
Dalam pembangunannya, OIKN bekerja sama dengan pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Nantinya, koridor hewan tersebut bisa saja dibangun di atas proyek tol atau di bawah underpass.
Sementara, bila kondisi kontur tanahnya perbukitan, koridor untuk hewan liar disesuaikan dalam bentuk terowongan.
Tidak hanya PUPR, pihak OIKN juga melibatkan berbagai pihak untuk membangun fasilitas tersebut.
Beberapa di antaranya adalah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), dan Non-Governmental Organization (NGO).

Foto: Creative Commons/forestdigest.com
Sementara melansir laman bsilhk.menlhk.go.id, ada beberapa tahapan atau langkah dalam pembuatan koridor hewan liar di kawasan IKN.
Sebagai informasi, berikut uraian lengkapnya.
Langkah pertama pembangunan koridor hewan liar adalah menyediakan data dan informasi.
Hal ini dilakukan demi mendapatkan desain atau model koridor paling sesuai dengan kebutuhan satwa.
Data dan informasi yang akan diperoleh melalui metode analisis peta tutupan lahan, hasil penelitian terkait, hingga diskusi yang dilalukan dengan berbagai stakeholders.
Setelah informasi dan data didapatkan, langkah selanjutnya adalah melakukan pengamatan terhadap habitat, karakteristik dan pemanfataan lahan.
Selain itu, pada tahap ke-2, pemerintah akan melakukan penelitian persepsi dan potensi konflik.
Penelitian tersebut dilakukan terhadap status hutan dan/atau izin usaha yang terdapat dalam rencana pembuatan lokasi koridor.
Setelah survei dilakukan, kita memasuki langkah atau tahap ke-3.
Pada tahap ini, dilakukan pemetaan dengan mengukur koordinat lokasi koridor.
Proses tersebut melibatkan penggabungan beberapa layer peta, seperti citra satelit, peta administratif, tutupan lahan, topografi, sungai, jalan, dan peta lain yang relevan.
Melalui penggabungan berbagai layer peta akan didapatkan informasi secara menyeluruh dan akurat mengenai kondisi wilayah yang dipetakan.
Setelah survei dan pemetaan wilayah, tahap berikutnya adalah merancang desain koridor yang mempertimbangkan karakteristik satwa.
Selanjutnya, pembangunan dan pengelolaan koridor dilakukan dengan tujuan melindungi hewan dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
Jika koridor hewan sudah rampung, tahap evaluasi dan pemantauan akan dilakukan.
Evaluasi secara rutin dilakukan untuk memantau kondisi hewan yang terdapat di dalam koridor.
Frekuensi pemantauan dilakukan 3-4 kali satu tahun.
Sementara, evaluasi dapat dilakukan setiap 1-2 kali setahun.
Itulah rencana pembuatan koridor khusus untuk hewan liar di sekitar IKN.
Baca artikel lainnya tentang IKN hanya di Rumah123 karena #SemuaAdaDiSini.
Wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) dipastikan akan mengoptimalkan penggunaan energi hijau yang ramah lingkungan dalam menunjang kehidupan masyarakatnya.
Penggunaan energi hijau atau energi terbarukan tidak dimungkiri menjadi salah praktik penerapan konsep smart forest city.
Seperti diketahui, wilayah IKN dibangun dengan konsep “nusa-rimba” atau kota pintar yang berorientasi pada hutan.
Karena itu, segala hal terkait pembangunan, penataan kota, dan penggunaan energi di IKN harus bersifat ramah lingkungan.
Jadi, apa itu energi hijau? Untuk mengetahui jawabannya, yuk simak ulasan di bawah ini!

Sederhananya energi hijau adalah energi bersih yang tidak mencemari atau menambah polutan di atmosfer.
Sedangkan merujuk pada Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan, energi hijau adalah energi efisien yang diperoleh dari sumber daya ramah lingkungan.
Pada prosesnya, produksi energi terbarukan diperoleh dari sumber energi alternatif berbasis alam.
Contohnya sumber energi yang berasal dari sinar matahari, angin, air, panas bumi, dan bioenergi.
Karena itu, bisa disimpulkan bahwa penggunaan energi terbarukan relatif aman dan tidak menimbulkan efek domino terhadap lingkungan sekitar.

Energi terbarukan di IKN akan mengoptimalkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Dilansir dari Kompas.com, PT PLN selaku perusahaan penyedia layanan listrik di Indonesia, berkomitmen menyiapkan kelistrikan andal di IKN dengan mengusung teknologi state of the art.
Konsep tersebut berorientasi pada penyediaan energi yang berbasis pada pasokan listrik berteknologi pintar, indah dan ramah lingkungan.
Selain PLN, PT Pertamina juga menyatakan komitmennya memasok kebutuhan energi hijau di IKN.
Sumber energi hijau yang dimaksud bersumber dari cadangan gas, energi nabati, serta energi berbasis alam seperti Natural-Based Solution (NBS)
Pertamina melalui Perusahaan Gas Negara telah menyiapkan jaringan gas (jargas) di IKN.
Jargas tersebut nantinya akan menjadi sumber energi untuk 166 tower perumahan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan 34 rumah tapak menteri di IKN.

Seperti telah disebutkan, ada lima sumber yang bisa dimanfaatkan untuk mengoptimalkan penggunaan energi terbarukan.
Sebagai informasi, simak uraiannya di bawah ini.
Cahaya matahari menjadi sumber energi yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan masyarakat, salah satunya terkait kebutuhan listrik.
Penggunaan energi matahari bisa diaplikasikan dengan memasang panel surya.
Sinar matahari yang terserap panel tersebut bisa menjadi sumber energi listrik yang optimal.
Meski begitu, apabila panel surya rusak, ada baiknya untuk tidak dibuang sembarangan karena bisa menimbulkan efek negatif bagi lingkungan.
Patut diketahui, angin juga bisa menjadi sumber energi yang efektif.
Pemanfaatannya dapat digunakan untuk pembangkit listrik, irigasi, serta pengembangbiakkan tumbuhan.
Di Indonesia, pemanfaatan angin sebagai sumber energi sudah mulai dioptimalkan.
Buktinya bisa dilihat dari mulai banyaknya pembangunan pembangkit listrik yang memanfaatkan tenaga angin, atau biasa disebut Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB).
Air dianggap sebagai sumber energi alami yang lebih efektif dari sinar matahari atau angin.
Karena itu, wajar apabila Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) cukup menjamur di Indonesia.
Air juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik yang ramah lingkungan.
Panas bumi merupakan sumber energi bersih ramah lingkungan.
Penerapannya pun tidak membutuhkan lahan yang luas, sehingga bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi rumah tangga.
Pasokan listrik dari panas bumi cukup unggul, sebab bisa menjadi energi primer tumpuan untuk bahan dasar dalam jaringan listrik.
Hal ini didukung oleh sifat panas bumi yang konsisten dan bisa menyediakan energi sepanjang hari.
Adapun bioenergi adalah sumber energi yang berasal bahan-bahan biologis seperti senyawa dalam tanaman dan hewan.
Bioenergi merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang masif dikembangkan di Indonesia.
Namun, sumber energi ini bisa dimanfaatkan untuk pembangkit listrik dan bahan bakar.
Itulah ulasan mengenai optimalisasi penggunaan energi hijau di IKN.
Temukan artikel menarik lainnya tentang IKN hanya di Rumah123 karena #SemuaAdaDiSini.