Resmi, Proyek Ciputra di IKN Bakal Bangun Perumahan Skala Besar Berkonsep Ekosistem Perkotaan

PT Ciputra Development Tbk. memastikan akan membangun sebuah proyek perumahan di Nusantara, Kalimantan Timur. Proyek Ciputra di IKN tersebut bakal dibangun dengan skala besar dan dilengkapi sejumlah fasilitas terbaik.

 

Melansir Kompas.com, komitmen PT Ciputra Development Tbk. (Ciputra Group) tersebut diungkapkan oleh Direktur Ciputra Group Agussurja Widjaja.

 

Salah satu pengembang properti terbesar di Indonesia itu secara resmi akan ikut investasi di IKN Nusantara dengan biaya non-APBN.

 

Rencananya, perusahaan yang didirikan oleh begawan properti, Ir. Ciputra tersebut bakal membangun perumahan berkonsep ekosistem perkotaan.

 

Simak informasinya lebih lanjut di bawah ini, Property People!

 

Proyek Ciputra di IKN Bangun Perumahan Skala Besar

proyek ciputra di ikn

Sumber: ikn.go.id

 

Direktur Ciputra Group, Agussurja Widjaja menyatakan bahwa proyek yang akan dibangun pihaknya memiliki luas lahan 300 hektare.

 

“Kami menempati Wilayah Perencanaan (WP) 2 IKN,” kata Agussurja melansir Kompas.com.

 

Melansir buku Pembangunan Infrastruktur Ibu Kota Nusantara yang disusun oleh Kementerian PUPR, WP 2 adalah wilayah di bagian IKN Barat yang merupakan pusat ekonomi dan dekat dengan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).

 

Nantinya, proyek perumahan skala besar yang dirancang Ciputra Group tersebut akan dibangun secara bertahap yang terdiri dari pembangunan lapangan golf, perumahan, fasilitas meeting, incentives, convention and exhibition (MICE), hingga sarana komersial.

 

Meskipun demikian, Ciputra Group belum memastikan kapan pelaksanaan peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek tersebut akan dilakukan termasuk nilai investasinya.

 

Pasalnya, Agussurja mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu konfirmasi dan jadwal yang ditetapkan oleh Otorita IKN (OIKN).

 

Sebelumnya, Ciputra Group melalui PT Citra Group Kotabaru, memang menyatakan minatnya untuk membangun IKN.

 

Ciputra berencana memulai pembangunan kawasan hunian terpadu bertajuk Citra City Nusantara paling lambat pada kuartal IV/2024.

 

Rencana Pembangunan Rumah Susun Ciputra Group

 

Proyek Ciputra di IKN Nusantara juga akan mengembangkan rumah susun di IKN Nusantara sebanyak 10 tower.

 

Meskipun belum dilakukan groundbreaking, Direktur PT Ciputra Development Tbk., Budiarsa Sastrawinata menegaskan komitmennya terhadap proyek tersebut.

 

Melansir cnbcndonesia.com, rencana pembangunan 10 tower rusun di IKN itu akan dilakukan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

 

Adapun, nilai investasi yang siap dikucurkan mencapai Rp3,5 triliun.

 

“Nilai total kita ‘kan bangun 10 tower, kira-kira total investasi itu sekitar Rp3,5 triliun equity perlu 30 persen,” ujarnya.

 

Saat ini, proyek tersebut masih dalam tahap perencanaan dengan proses yang cukup panjang, seperti proses finalisasi studi kelayakan atau feasibility study (FS), persetujuan FS, kurasi desain rusun, hingga tahap lelang.

 

Menurut Direktur Ciputra Development Tbk., Harun Hajadi, proses tersebut akan berjalan bertahap karena pemerintah baru pertama kali menerapkan skema KPBU untuk proyek rusun.

 

“KPBU itu sudah banyak dilakukan pemerintah dan swasta di proyek bendungan, tol, pelabuhan juga ada. Tapi, kalau rumah susun baru pertama kali,” tutur Harun mengutip laman investor.id.

 

***

 

Semoga informasi terkait proyek Ciputra di IKN tersebut bermanfaat, Property People.

 

Yuk, baca informasi seputar perkembangan IKN Nusantara lainnya di laman ini.

 

Kalau sedang cari properti, pastikan kunjungi Rumah123 karena yang kamu cari #SemuaAdaDisini.

 

***sumber foto header: Kementerian PUPR

Planetarium Tenggarong, Daya Tarik, Harga Tiket Masuk dan Jadwal

Planetarium Jagad Raya Tenggarong adalah sebuah destinasi wisata edukasi yang wajib dikunjungi kalau kamu datang ke Ibu Kota Nusantara (IKN).

Pengunjung objek wisata Tenggarong ini bisa mengenal lebih dekat tentang keajaiban alam semesta. Menariknya lagi, planetarium ini mempunyai fasilitas modern dan program menarik.

Artikel ini akan mengulas Planetarium Jagad Raya Tenggarong secara lengkap mulai dari lokasi, daya tarik, harga tiket masuk hingga jadwalnya. Mari kita simak! 

Lokasi Planetarium Tenggarong

Alamat Planetarium Jagad Raya di Jalan Diponegoro, Desa Panji, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, 75513.

Lokasi tersebut sekitar  ± 3 jam perjalanan dari titik nol IKN yang berada di Desa Pemaluan, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Bangunan Planetarium Tenggarong berada di sebelah kiri bangunan Museum Mulawarman. Jika berkunjung, maka kamu bisa menyambangi dua tempat sekaligus.

Daya Tarik Utama Planetarium Tenggarong

planetarium tenggarong

Planetarium Tenggarong foto: Google Photos

Kapan Planetarium Jagat Raya dibangun? Planetarium Jagad Raya Tenggarong yang berkapasitas 150 tempat duduk ini dibangun pada 2000.

Lalu dibuka secara resmi pada 2002 oleh wakil presiden Republik Indonesia (RI) yang menjabat kala itu, yakni Hamzah Haz. Daya tarik utama wisata Tenggarong ini sebagai berikut.

Pertunjukan Dome

Atraksi utama di Planetarium Tenggarong adalah pertunjukan dome yang memukau. Show ini menggunakan  proyektor berteknologi tinggi.

Melalui pertunjukkan dome, pengunjung akan diajak bertualang melintasi galaksi, melihat planet-planet, bintang, dan konstelasi secara detail.

Simulasi Langit Malam

Melalui daya tarik ini, pengunjung bisa menyaksikan simulasi langit malam yang akurat. Lengkap dengan pergerakan benda-benda langit secara real-time.

Simulasi langit malam yang disajikan dengan presisi tinggi itu memungkinkan pengunjung untuk mempelajari pergerakan planet, bintang, dan konstelasi dengan cara menyenangkan.

Teleskop

Pihak Planetarium Jagad Raya Tenggarong menyediakan beberapa teleskop yang bisa digunakan untuk mengamati benda-benda langit secara langsung seperti bulan, bintang dan planet lain.

Dengan bimbingan pemandu, pengunjung bisa belajar tentang berbagai objek langit, mulai dari planet-planet di tata surya kita hingga galaksi-galaksi yang jauh.

Pameran Interaktif

Pengunjung bisa menjelajahi beragam panel informasi yang disajikan secara menarik dan interaktif, mulai dari sejarah astronomi, tata surya, galaksi, hingga fenomena langit.

Selain itu, terdapat pula alat peraga interaktif yang memungkinkan pengunjung untuk secara langsung berinteraksi dan bereksperimen dengan konsep-konsep astronomi.

Area Edukasi

Planetarium Jagad Raya Tenggarong mempunyai area khusus untuk kegiatan edukasi. Contohnya untuk workshop, diskusi, dan perlombaan yang berkaitan dengan astronomi.

Tujuan adanya area edukasi, yaitu guna memupuk minat masyarakat, khususnya generasi muda terdahap ilmu astronomi melalui berbagai program yang ditawarkan.

Harga Tiket Masuk dan Jadwal Planetarium Tenggarong

planetarium tenggarong

Foto Planetarium Tenggarong ulasan: Google Photos

Kisaran harga tiket masuk Planetarium Jagad Raya di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur  yaitu sebagai berikut.

  • Rp15.000 untuk pengunjung dewasa; dan
  • Rp10.000 untuk pengunjung anak-anak. 

Namun, perlu digarisbawahi harga tiket masuk Planetarium Tenggarong bisa berubah sewaktu-waktu tanpa update informasi apa pun lewat artikel ini.

Fasilitas yang disediakan antara lain kubah berdiameter 11 meter, proyektor planetarium digistar 7, ruang teater, ruang pameran, observasi langit. 

Jadwal Planetarium Tenggarong

Planetarium ini buka setiap hari dari pukul 09.00–16.00 WITA. Jika ada perubahan jam operasional, silakan melihat updatenya melaui:

  • Kontak langsung dengan Planetarium Jagad Raya Tenggarong (bisa melalui saluran telepon atau media sosial).
  • Mengecek situs halaman resmi.
  • Menghubungi dinas pariwisata setempat.

Dengan begitu, pengunjung bisa mendapatkan informasi tambahan yang tidak tercantum di internet, seperti paket kunjungan khusus, promo, atau persyaratan lainnya.

Sekian ulasan lengkap tentang Planetarium Tenggarong. Semoga informasi yang disajikan oleh Rumah123 bermanfaat!

Jokowi Beberkan Syarat Keppres IKN agar Bisa Ditandatangani dan Nusantara Berstatus Ibu Kota Negara

Presiden Joko Widodo sampai saat ini belum meneken Keputusan Presiden (Keppres) tentang Pemindahan Ibu Kota dari Jakarta ke Nusantara. Menurut presiden, ada syarat Keppres IKN dapat segera ditandatangani.

 

Meskipun proyek pembangunan IKN Nusantara sudah dilaksanakan sejak 2022, tetapi Keppres pemindahan ibu kota baru belum dilakukan.

 

Padahal, beleid Keppres IKN merupakan salah satu hal yang penting agar status ibu kota negara secara resmi pindah ke Nusantara.

 

Hanya saja, Presiden Joko Widodo atau Jokowi tampaknya tidak ingin terburu-buru mengesahkan Keppres IKN.

 

Pasalnya, ada syarat yang harus dipenuhi agar Keppres tersebut siap ditandatangani.

 

Syarat Keppres IKN tentang Pemindahan Ibu Kota dari Jakarta ke Nusantara

keppres ikn

 

Melansir detik.com, Jokowi mengaku belum menandatangani Keppres tentang Pemindahan Ibu Kota dari Jakarta ke Nusantara karena sejumlah pertimbangan.

 

Alasannya, dia ingin memastikan bahwa semua proses pemindahan ibu kota ke Nusantara bisa berjalan sesuai ekspektasi dan tidak terkesan terburu-buru.

 

Menurutnya, syarat Keppres IKN agar bisa ditandatangani harus siap dari segala aspek, mulai dari infrastruktur gedung, infrastruktur dasar, hingga sumber daya manusianya.

 

“Kita melihat itu kesiapan betul-betul, di sana harus betul-betul, siap betul, tanda tangan gampang, tapi kesiapan IKN itu sendiri. Kalau yang namanya ditandatangani, pindah itu semua harus siap, bukan hanya gedung yang siap, furnitur harus siap, listrik harus siap, SDM harus siap, sistemnya harus siap,” kata Jokowi melansir detik.com.

 

Sebagai gambaran, dia menganalogikan seseorang yang berencana pindah rumah. Menurutnya, pindah rumah juga membutuhkan persiapan yang cukup matang.

 

Oleh karena itu, semua hal yang berkaitan dengan perpindahan ibu kota baru mesti diperhitungkan sebaik mungkin.

 

“Pindahan rumah aja ruwetnya kaya gitu, ini pindah ibu kota jadi semua harus dihitung,” ucap Jokowi.

 

Keppres IKN Bisa Ditandatangani Prabowo

 

Meskipun belum diteken, Jokowi mengatakan bahwa Keppres tentang Pemindahan Ibu Kota dari Jakarta ke Nusantara dapat ditandatangani oleh presiden terpilih, yaitu Prabowo Subianto.

 

Pasalnya, masa jabatan Presiden Jokowi akan selesai pada Oktober 2024 dan diteruskan oleh Prabowo.

 

“Yang tanda tangan bisa saya, bisa presiden terpilih Pak Prabowo Subianto,” katanya mengutip laman setkab.go.id.

 

Namun, kata dia, hal terpenting bukanlah siapa yang meneken Keppres tersebut, tetapi ekosistem di Nusantara sudah benar-benar siap.

 

“Tapi, yang paling penting kotanya ini siap betul, ekosistemnya sudah terbangun. Kalau itu sudah siap, kan juga ada yang pendukung lainnya, logistik seperti apa, sekolah untuk anak-anak yang nanti di sana siap enggak, rumah sakitnya siap enggak. Semuanya. Tidak hanya urusan kita pindah. Kalau hanya orangnya saja enak, hanya bawa baju, siap,” paparnya.

 

Melansir cnnindonesia.com, Nusantara belum berstatus ibu kota negara jika Keppres IKN belum disahkan oleh presiden.

 

“Saat ini IKN belum menjadi ibu kota negara karena belum ada Keppres pemindahan ibu kota dari Jakarta,” ujar Ketua Pusat Kajian Demokrasi, Konstitusi dan HAM (Pandekha) Fakultas Hukum UGM, Yance Arizona mengutip cnnindonesia.com.

 

Pasalnya, ketentuan pemindahan ibu kota baru ke Nusantara diatur dalam undang-undang, salah satunya Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta (DKJ).

 

“Pada saat Undang-Undang ini diundangkan, Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta tetap berkedudukan sebagai Ibu Kota Negara Kesatuan Republik Indonesia sampai dengan penetapan Keputusan Presiden mengenai pemindahan Ibu Kota Negara Kesatuan Republik Indonesia dari Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta ke Ibu Kota Nusantara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” bunyi Pasal 63 UU DKJ.

 

***

 

Semoga informasinya bermanfaat.

 

Baca informasi lain terkait IKN melalui Rumah123 karena #SemuaAdaDisini.

 

***sumber foto header: shutterstock.com