Mengenal Konsep Kota IKN, Canggih dan Ramah Lingkungan!

Konsep pembangunan Kota IKN akan menerapkan tiga pilar utama, yaitu kota hutan (forest city), kota spons (sponge city), dan kota cerdas (smart city).

 

Hal tersebut termaktub dalam rencana induk pembangunan IKN yang tertera pada Undang-Undang (UU) Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara. 

 

Lewat rencana induk pembangunan IKN, dalam bab tiga disebutkan mengenai prinsip dasar pembangunan ibu kota negara.

 

Lalu, seperti apa konsep kota IKN tersebut? Cek informasi detailnya di bawah ini.

 

Mengenal Konsep Kota IKN

 

1. Kota Hutan atau Forest City

kota hutan ikn

 

Kenapa konsep kota IKN harus menjadi “kota hutan”?

 

Alasan utamanya karena Ibu Kota Nusantara berada di dalam dan sekitar kawasan hutan yang memiliki keanekaragaman hayati.

 

Maka itu, perencanaan pembangunan IKN mesti fokus pada upaya mempertahankan kondisi hutan yang sudah ada.

 

Dalam UU No.3 tahun 2022, disebutkan definisi perihal kota hutan adalah;

 

“Kota hutan dengan menggunakan pendekatan lanskap yang terintegrasi merupakan kota yang didominasi oleh bentang alam lanskap berstruktur hutan atau RTH yang memiliki fungsi jasa ekosistem, seperti hutan, dan bertujuan untuk menciptakan kehidupan yang berdampingan dengan alam.”

 

Pada tahun 2019, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KHLK) pun sudah merumuskan prinsip kota hutan di IKN.

 

Prinsip-prinsip tersebut, di antaranya:

  • Berbasis pengelolaan daerah aliran sungai (DAS)
  • Mempunyai jaringan ruang hijau yang terstruktur
  • Memanfaatkan sekitar 50 persen wilayah IKN untuk dikembangkan
  • Mengonsumsi air harus sangat efisien
  • Beban pemenuhan konsumsi penduduk rendah
  • Mempunyai kualitas udara yang baik dan suhu udaranya rata-rata sejuk
  • Memiliki kualitas air permukaan yang baik
  • Melindungi habitat satwa
  • Memiliki kualitas tutupan lahan baik dan revitalisasi lanskap “Hutan Hujan Tropis”.

 

2. Kota Spons atau Sponge City

kota spons ikn

 

Konsep Kota IKN yang akan dikembangkan berikutnya adalah kota spons atau sponge city.

 

Namun, apa itu sponge city?

 

Singkatnya, kota spons atau sponge city adalah istilah yang mengacu pada sebuah kota yang berperan serupa spons; mampu menahan air hujan agar tidak langsung ke saluran drainase.

 

Tujuannya supaya kota tersebut terhindar dari banjir, kualitas dan kuantitas airnya meningkat, serta mempunyai penyimpanan air di dalam tanah.

 

Pengaplikasian kota spons di IKN akan diterapkan dengan:

  • Membangun ruang terbuka hijau yang tersebar luas dan tersambung. Supaya bisa menahan air, meningkatkan ekosistem perkotaan, sekaligus menciptakan ruang terbuka yang nyaman.
  • Fasilitas perkotaan akan didesain dengan atap hijau dalam skala mikro. Bangunan-bangunan seperti gedung atapnya akan bisa menahan air hujan sebelum diserap oleh tanah.
  • Setiap sudut kota pun akan didesain untuk menyerap air. Caranya dengan membangun jalan berpori dan biosengkedan.

 

3. Kota Cerdas atau Smart City

smart city ikn

 

Terakhir, Ibu Kota Nusantara akan dirancang dengan konsep kota cerdas.

 

Melalui rencana induk pembangunan IKN terungkap, konsep kota cerdas akan menjadi komponen nilai tambah untuk memberikan manfaat lebih besar.

 

Nilai tambah tersebut berupa pemanfaatan digital atau teknologi.

 

Nantinya, kota cerdas di IKN akan terdiri atas tiga unsur utama, yakni:

  • Visi dan hasil yang selaras dengan kerangka kerja strategis menyeluruh IKN
  • Wilayah dan strategi cerdas yang mengikhtisarkan peluang digital utama untuk IKN
  • Daftar panjang inisiatif cerdas yang memberi berbagai kemungkinan pengembangan teraktualisasi

 

Kemudian, akan ada inisiatif cerdas yang diprioritaskan di IKN:

  • Akses dan mobilitas
  • Lingkungan hidup dan iklim
  • Sektor publik
  • Keamanan dan keselamatan
  • Sektor publik
  • Sistem perkotaan
  • Kelayakan huni dan kedinamisan

 

Itulah tiga konsep pembangunan kota IKN yang menarik untuk diketahui.

 

Temukan informasi tentang IKN di Rumah123 karena #SemuaAdaDiSini.

 

**sumber gambar: ikn.go.id

TC Timnas IKN akan Dilengkapi 8 Lapangan dan Fasilitas Lengkap

Pemerintah membangun TC Timnas IKN dengan berbagai fasilitas yang siap menunjang kesuksesan cabang olahraga sepak bola.

 

Indonesia akan mempunyai Training Center (TC) untuk cabang olahraga sepak bola di IKN.

 

Hal tersebut terealisasi setelah pada September 2023 lalu, dilakukan groundbreaking untuk TC Timnas di IKN.

 

Menariknya, TC Timnas IKN mendapat bantuan miliaran rupiah dari federasi sepak bola dunia atau FIFA. 

 

Selain itu, TC Timnas IKN akan dilengkapi oleh sejumlah fasilitas terbaik.

 

Apa saja fasilitas tersebut? Simak informasi lengkap mengenai TC Timnas IKN di bawah ini.

 

Informasi Umum tentang TC Timnas IKN

 

1. Pembiayaan

 

Sudah disebutkan bahwa TC Timnas IKN mendapatkan bantuan pembiayaan, salah satunya dari FIFA.

 

Tidak main-main, FIFA memberikan bantuan senilai Rp85,6 miliar.

 

Melansir laman Kemenpora.go.id, Ketua PSSI Erick Thohir mengungkapkan bahwa bantuan dengan nilai besar tersebut baru dilakukan oleh FIFA kepada sebuah negara.

 

Pembiayaan pembangunan TC pun berasal dari APBN dengan nilai Rp95 miliar.

 

Maka itu, bila dijumlahkan, TC Timnas di IKN yang diproyeksi mempunyai luas 34,5 hektare akan menelan biaya sebesar Rp180 miliar.

 

2. Jumlah Lapangan

 

Rencananya akan dibangun delapan lapangan di TC untuk Timnas sepak bola, dengan rincian sebagai berikut:

 

  • 5 lapangan berukuran besar
  • 1 lapangan futsal
  • 1 lapangan tertutup
  • 1 lapangan beach football

 

3. Dibangun dalam Dua Fase

 

Pembangunan TC Timnas IKN akan dibagi ke dalam dua fase.

 

Fase pertama, akan dibangun dua lapangan, termasuk tempat penginapan bagi para pemain dan pelatih, serta ruang ganti.

 

Sedangkan fase kedua, pembangunan delapan lapangan serta fasilitas pendukung, seperti kolam renang dan fasilitas sport science.

 

4. Fasilitas Penunjang Lainnya

fasilitas ikn

Foto: ikn.go.id

 

Fasilitas TC Timnas di IKN pastinya akan sangat lengkap.

 

Tidak hanya lapangan, di dalamnya tersedia fasilitas untuk menunjang keperluan para pemain dan staf pelatih.

 

Mengutip laman Kemenpora.go.id, Presiden Joko Widodo mengungkapkan, TC Timnas sepak bola di IKN akan dilengkapi berbagai fasilitas, termasuk asrama dan lingkungan yang indah.

 

Bukan itu saja, nantinya Presiden Jokowi akan menjadikan TC Timnas di IKN sebagai pusat inovasi pengembangan sepak bola.

 

Di dalamnya juga akan tersedia fasilitas riset serta pengujian teknologi terbaru dalam dunia sepak bola.

 

5. Bekerja Sama dengan RS Abdi Waluyo

 

Pada Januari 2024 lalu, PSSI bekerja sama dengan Rumah Sakit Abdi Waluyo untuk kebutuhan medis di TC IKN.

 

Mengutip laman Cnnindonesia.com, Erick menjelaskan bila kerja sama tersebut merupakan program jangka panjang PSSI sebagai bentuk investasi kepada para pemain.

 

Rumah Sakit Abdi Waluyo yang akan dibangun di dekat TC IKN, yang rencananya mulai beroperasi pada Juni atau Juli 2024.

 

Pada pembangunan tahap pertama, akan dibangun poliklinik, rawat inap, dan pembenahan.

 

Seluruh bangunan RS diproyeksikan rampung pada Agustus 2024.

 

6. Membantu Timnas Sepak Bola Berprestasi

 

Saat groundbreaking TC Timnas pada September 2023 lalu, Jokowi mengatakan bahwa Indonesia mempunyai banyak stadion bertaraf internasional yang tersebar di seluruh wilayah.

 

Namun, sampai saat ini, Indonesia belum memiliki tempat latihan untuk Timnas yang terpusat.

 

Hal itu membuat skuat Timnas selalu berpindah-pindah saat melakukan pemusatan latihan.

 

Keberadaan TC diharapkan membuat skuat lebih fokus latihan, apalagi dengan adanya fasilitas serta lingkungan yang sangat mendukung.

 

Jokowi pun optimis keberadaan TC untuk Timnas sepak bola dapat mendorong prestasi di tingkat Asia, bahkan sampai tingkat dunia.

 

Ikuti informasi menarik lainnya seputar IKN hanya di Rumah123 karena #SemuaAdaDiSini!

Mengenal Konsep Kota Spons IKN yang Ampuh Mencegah Banjir

Ibu Kota Nusantara (IKN) akan dibangun dengan memadukan tiga konsep perkotaan, salah satunya sebagai kota spons atau sponge city.

 

Rencana tersebut tercantum dalam rencana induk pembangunan IKN yang tertera pada Undang-Undang (UU) Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara. 

 

Lalu, apa itu sponge city? Ini merupakan istilah untuk menggambarkan sebuah kota bak spons, yang mampu menahan air hujan agar tidak langsung menuju ke saluran drainase.

 

Selain itu, kota spons diharapkan dapat meningkatkan resapan air hujan langsung ke tanah, sehingga dapat meminimalisasi bahaya banjir dan meningkatkan kualitas serta kuantitas air.

 

Kira-kira, apa saja langkah konkret pemerintah untuk mewujudkan IKN sebagai sponge city? Cek detailnya di bawah ini!

 

Rencana IKN menjadi Kota Spons Dunia

 

Melalui rencana induk IKN, telah disebutkan beberapa upaya atau rencana pemerintah untuk mewujudkan Nusantara sebagai kota spons, di antaranya:

 

1. Ruang Terbuka Hijau dan Biru

 

Pertama, dengan ruang terbuka hijau dan biru yang tersebar luas, terdistribusi secara merata, dan tersambung.

 

Elemen-elemen tersebut kemudian menjadi satu kesatuan tata hidrologis untuk menahan sekaligus menyimpan air.

 

Cara itu juga diproyeksikan dapat meningkatkan kualitas ekosistem perkotaan dan keanekaragaman hayati.

 

2. Desain Fasilitas Perkotaan Skala Mikro

 

Cara kedua untuk mewujudkan sponge city adalah dengan desain fasilitas perkotaan.

 

Dalam skala mikro, contoh desain tersebut adalah memanfaatkan atap hijau pada bangunan-bangunan dan berbagai gedung di IKN.

 

Atap hijau tersebut dipakai untuk menahan air hujan sebelum diserap air tanah atau sebelum masuk ke drainase IKN.

3. Desain Fasilitas Perkotaan Skala Makro

 

Sementara, dalam skala makro, akan ada penerapan jalan dan trotoar berpori, biosengkedan, dan sistem bioretensi untuk menahan atau menyerap air hujan dengan cepat.

 

Konsep Sponge City Sudah Diterapkan di China

sponge city china

 

Istilah sponge city atau kota spons sebenarnya bukan hal baru.

 

Pasalnya, beberapa tahun lalu, China sudah menggagas sponge city di beberapa wilayahnya.

 

Latar belakang yang mendorong China mewujudkan kota spons karena terjadi krisis air di perkotaan, dari sisi kualitas maupun kuantitas.

 

Selain tidak memiliki banyak air tawar yang layak konsumsi, wilayah urban di China hanya dapat menyerap air sekitar 20–30 persen air karena perkerasan tanah.

 

Hal itu tentu mengganggu sirkulasi alami air.

 

Akibat fenomena tersebut, genangan air di mana-mana, terjadi polusi air dan banjir.

 

Maka itu, China meluncurkan proyek kota spons sebagai upaya meningkatkan cadangan air, terutama di kawasan urban.

 

Metode yang dilakukan China untuk menciptakan sponge city adalah dengan membuat atap dan dinding hijau, serta jalan yang permeabel atau dapat ditembus oleh air.

 

Tidak hanya itu, China kemudian mencanangkan pembangunan berbagai infrastruktur yang bisa menangkap air dan mengembalikannya sebagai cadangan air.

 

Hasilnya, pada tahun 2020, sebanyak 20 persen wilayah urban sudah mengimplementasikan konsep kota spons.

 

Usaha yang dilakukan China mulai tampak di kota-kota besar, seperti di Shanghai.

 

Di wilayah tersebut – khususnya di distrik Lingang atau Nanhui, trotoarnya sudah terintegrasi dengan pohon dan taman.

 

Trotoarnya juga sudah dibuat permeabel, ada danau buatan yang bisa mengendalikan aliran air, serta banyak bangunan menggunakan konsep atap hijau yang memiliki penampungan air.

 

Temukan informasi menarik lainnya seputar IKN hanya di Rumah123 karena #SemuaAdaDiSini.

100% Ramah Lingkungan, Listrik IKN Manfaatkan Tenaga Alam

Listrik IKN diklaim akan memaksimalkan sistem kelistrikan yang ramah lingkungan, seperti apa bukti konkretnya?

 

Kebutuhan listrik Ibu Kota Baru Nusantara tentu menjadi hal yang diperhatikan oleh pemerintah.

 

Merujuk Pasal 18 Ayat 3 poin B Undang-Undang No.3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara, disebutkan bahwa IKN akan menerapkan energi terbarukan dan efisiensi energi.

 

Lalu, dari mana saja pasokan listrik ibu kota baru berasal? Untuk lebih jelasnya, simak artikel ini sampai selesai.

 

Sumber Listrik IKN

 

Dalam lampiran II UU No.3 Tahun 2022 tentang IKN, terdapat rencana induk terkait Ibu Kota Nusantara mengenai sumber listrik.

 

Melalui lampiran tersebut, diketahui rencana induk IKN mengusulkan 100 persen kebutuhan listrik tahunan IKN bersumber dari pembangkit listrik yang terbarukan.

 

Jenis listrik terbarukan itu misalnya berasal dari pembangkit listrik tenaga surya atau solar farm dan pembangkit listrik surya atap.

 

Sumber listrik pun akan dimaksimalkan dari panel surya penerangan jalan dan panel surya terapung.

 

Bagaimana bila pasokan listrik dari sumber tersebut tidak stabil atau mengalami kekurangan?

 

Sebagai solusi, nantinya IKN akan terhubung dengan sistem ketenagalistrikan Kalimantan.

 

Sementara, jika pasokan listrik dari energi surya berlebih, energi itu kemudian akan disimpan dan diekspor ke sistem ketenagalistrikan Kalimantan.

 

Pembangkit Listrik IKN Tenaga Surya Mulai Dibangun

pembangkit listring tenaga surya ikn

Foto: setneg.go.id

 

Pada November 2023 lalu, pembangkit listrik tenaga surya dengan kapasitas 50 Megawatt (MW) di IKN sudah mulai dibangun.

 

Dimulainya pembangunan sumber listrik IKN itu langsung dilakukan oleh Presiden Joko Widodo.

 

PLTS di IKN akan memproduksi energi hijau sekitar 93 gigawatt hour (GWh) dan dapat mereduksi emisi 104.000 ton CO2 setiap tahunnya.

 

Jokowi mengatakan, dibangunnya PLTS sebagai bentuk komitmen pemanfaatan energi baru terbarukan atau EBT.

 

Maka itu, sistem kelistrikan di IKN Nusantara akan menghasilkan listrik yang andal sekaligus bersih dan tidak mencemari lingkungan.

 

Ini pun selaras dengan tujuan utama pembangunan IKN, yakni sebagai kota hutan atau forest city hijau yang ramah lingkungan.

 

PLTS dengan kemampuan 50 MW ini dibangun di atas lahan 80 hektare dengan 21.600 panel surya.

 

Mengutip laman Liputan6.com, PLTS IKN adalah hasil kerja sama PLN Nusantara Power (NP) dengan Sembcorp Utilities Pte Ltd yang nilainya mencapai USD 64 juta.

 

Sembcorp Utilities Pte Ltd merupakan perusahaan energi yang berasal dari Singapura.

 

Sistem yang digunakan oleh PLN Nusantara Power (NP) dengan Sembcorp Utilities Pte Ltd adalah proyek bersama atau joint venture.

 

Untuk kepemilikan saham PLTS, PLN mempunyai 51 persen sedangkan Sembcorp Utilities Pte Ltd sebanyak 49 persen.

 

Jaringan Transmisi di Bawah Tanah

 

Pasokan listrik ibu kota baru rencananya akan menggunakan jaringan transmisi dan distribusi bawah tanah dalam jaringan utilitas terpadu.

 

Walau biaya yang dibutuhkan lebih besar, tetapi jaringan transmisi dan distribusi di bawah tanah memiliki banyak manfaat, seperti:

  • Perlindungan cuaca buruk, contohnya hujan lebat, angin kencang, dan petir
  • Perlindungan dari sabotase
  • Meminimalisasi dampak visual untuk estetika perkotaan yang lebih oke.

 

Pembangkit Listrik IKN dengan Tenaga Surya Siap Dioperasikan pada HUT RI ke-79

 

Melansir laman web.pln.co.id, pada awal Maret 2024, PT PLN berhasil menyambungkan PLTS IKN ke jaringan transmisi tahap 1 sebesar 10 MW dari total 50 MW.

 

Pihak PLN pun yakin bahwa PLTS IKN mampu beroperasi tepat waktu, yaitu saat Upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79.

 

Tidak hanya menggunakan tenaga surya, PLN berencana ingin memanfaatkan potensi hidro di IKN untuk sumber listrik, seperti sungai dan danau.

 

Ikuti informasi lainnya tentang IKN hanya di Rumah123 karena #SemuaAdaDiSini.

5 Fakta Taksi Terbang IKN, Canggih dan Ramah Lingkungan!

Taksi terbang IKN disebut sebagai salah satu teknologi dan inovasi mutakhir di Nusantara.

 

Lantas, seperti apa bentuk dan spesifikasinya? Berapa pula tarif dari taksi tersebut?

 

Ibu Kota Nusantara (IKN) diproyeksikan menjadi kota yang cerdas (smart city) inklusif, serta dilengkapi teknologi yang mutakhir.

 

Tidak heran, segala jenis inovasi direncanakan dibangun di IKN, termasuk layanan serba-digital demi memudahkan aktivitas masyarakat.

 

Dari sekian banyak teknologi yang direncanakan, taksi terbang menjadi inovasi yang paling mencuri perhatian.

 

Ini wajar, sebab taksi terbang tersebut nantinya diklaim dapat membantu masyarakat melakukan mobilitas ke daerah-daerah yang sulit dijangkau lewat jalan darat.

 

Nah, ingin tahu informasi lengkap seputar taksi terbang IKN? Yuk, langsung cek di bawah ini!

 

Fakta Menarik Taksi Terbang IKN

 

1. Menggunakan Teknologi Canggih

 

Melansir berbagai sumber, taksi terbang di IKN kabarnya akan menggunakan teknologi yang bernama Intelligent Transport System atau ITS.

 

Teknologi tersebut memungkinkan kendaraan elektrik, termasuk bisa membawa penumpang ke helipad dengan hanya menggunakan satu aplikasi.

 

Tidak hanya taksi terbang, teknologi ITS pun dipakai untuk mengoperasikan kendaraan lain, salah satunya bus listrik.

 

2. Spesifikasi Taksi Terbang IKN

 

Kabarnya, taksi terbang di IKN akan diproduksi oleh perusahaan China bernama EHang.

 

Mengutip laman indonesiabaik.id, taksi terbang EHang di IKN bertipe 216.

 

Kendaraan ini mirip seperti drone, bertenaga listrik sehingga ramah lingkungan.

 

Sedangkan untuk spesifikasinya, EHang memiliki 16 baling-baling dan delapan lengan yang dapat dilipat, dengan kapasitas 230 kg atau dua penumpang.

 

Kemampuannya pun cukup baik karena EHang 216 bisa terbang ke titik setinggi 3.000 meter, serta sanggup menempuh perjalanan 35 km dengan waktu 21 menit saja.

 

Menariknya, bentuk taksi terbang EHang sangat kompak karena lahan parkir yang dibutuhkannya hanya 5 meter persegi.

 

Meski begitu, ada pula sumber lain yang menyebut bahwa taksi terbang IKN akan diproduksi oleh perusahaan Hyundai asal Korea Selatan.

 

3. Dapat Menjangkau Area Sulit

 

Sudah disebut bahwa taksi terbang di IKN akan dipakai sebagai media transportasi, terutama untuk menjangkau daerah yang sulit via jalur darat.

 

Selain itu, taksi terbang digunakan untuk memudahkan masyarakat yang hendak menyeberang ke luar Pulau Kalimantan.

 

4. Tarif Taksi Terbang IKN

tarif taksi terbang ikn

Foto: Instagram @jokowi

 

Berapa tarif taksi terbang IKN? Belum ada angka pasti sampai dengan saat ini

 

Namun, melansir berbagai sumber, untuk setengah jam perjalanan, tarif taksi terbang IKN diperkirakan mencapai ratusan ribu rupiah, tidak sampai menyentuh angka Rp1 juta.

 

Tarif yang dikenakan itu merupakan biaya sewa untuk pengisian baterai.

 

5. Bukan Hal Baru

 

Teknologi taksi terbang sebenarnya bukanlah hal yang baru.

 

Bahkan, beberapa negara sudah pernah melakukan uji coba taksi terbang EHang 216, seperti Jepang, Amerika Serikat, Dubai, Qatar, Tiongkok, dan Korea Selatan.

 

Pada tahun 2024, Prancis disebut akan menghadirkan taksi terbang pada gelaran Olimpiade.

 

Perusahaan Jerman bernama Volocopter kabarnya akan menyediakan taksi terbang pada acara tersebut.

 

Transportasi Canggih di IKN

 

Bukan hanya taksi terbang, pemerintah rencananya akan membangun berbagai moda transportasi dengan teknologi mutakhir di IKN.

 

Hal ini pernah diungkapkan oleh Kepala Otorita IKN Bambang Susanto.

 

Ia menggambarkan IKN memiliki transportasi canggih di masa depan.

 

“Kira-kira seperti apa di 2045? Saya ngarang-ngarang kita bikin visi-visi kita ke depan. Di sana ada taksi terbang, ada misalnya drone, robot yang akan memantau semua perkembangan kota kemungkinan juga untuk logistik, kendaraannya harus kendaraan listrik, angkutan umumnya juga driverless nggak ada sopirnya,” ujarnya, pada Februari lalu, dikutip laman Detik.com.

 

Teknologi lain yang kabarnya bakal diterapkan di IKN adalah aspal jalan yang mampu mengisi daya kendaraan.

 

Ikuti informasi menarik lainnya tentang IKN hanya di Rumah123 karena #SemuaAdaDiSini.

Wacana Rumah Subsidi di IKN, WNA Dilarang Membeli!

Wacana soal pembangunan rumah subsidi di IKN mulai terdengar ke permukaan.

 

Namun, kira-kira kapan pembangunannya dimulai?

 

Wacana pembangunan rumah subsidi di IKN diungkapkan oleh Direktur Rumah Umum dan Komersial Ditjen Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Fitrah Nur.

 

Melansir detik.com, Fitrah Nur mengatakan, akan ada rumah subsidi di IKN yang dikhususkan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah atau MBR.

 

“Pastilah masuk (pasar rumah subsidi di IKN). Kalau nggak, nanti di mana sopir tinggal, di mana pegawai toko tinggal, pasti nanti sudah disiapkan (pembangunan rumah subsidi),” ungkap Fitrah Nur, pada 1 April 2024.

 

Fitrah Nur menambahkan, rumah subsidi akan berada di dalam kawasan IKN, tidak hanya di wilayah pinggiran.

 

Pasalnya, seperti yang sering diungkapkan presiden, jika IKN merupakan kota inklusif.

 

“Ada, ada di dalam (IKN). Pasti ada zonasi tertentu. Akan ada (rumah subsidi di IKN). Kan IKN bukan kota eksklusif. Presiden selalu mengatakan ‘ini kota inklusif’, jadi siapa saja bisa (tinggal di IKN), segala golongan ada. Nggak mungkin orang kaya aja di sana,” ucap Fitrah Nur.

 

Kapan Pembangunan Rumah Subsidi IKN Dimulai?

 

Masih mengutip sumber yang sama, akan tetapi, Fitrah Nur belum bisa memastikan waktu soal kapan rumah subsidi dibangun hingga dipasarkan.

 

Alasannya karena Otorita IKN (OIKN) sebagai pemberi zonasi masih menyiapkannya.

 

“Tapi kalau dari PP 12 tahun 2023, Otorita IKN tuh berperan sebagai ‘main developernya’, mereka akan menyiapkan zonasinya, mana yang untuk MBR, mana yang industri, mana yang bisnis,” ujar FItrah.

 

Wacana pembangunan rumah subsidi di IKN pun sebenarnya sudah diungkapkan oleh Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi OIKN Agung Wicaksono.

 

Agung mengungkapkan, pembangunan rumah subsidi di IKN akan ada, tetapi pihaknya masih merumuskannya.

 

“Nanti kita rumuskan dahulu kan ada hunian MBR, kita perlu pelajari seperti apa. Intinya karena kita menginginkan kota ini menjadi kota yang inklusif perlu ada untuk masyarakat yang berpenghasilan rendah juga,” jelasnya, pada 20 Maret 2024.

 

Warga Negara Asing Dilarang Membeli

wna dilarang beli rumah subsidi di ikn

 

Sebagai informasi, pekerja asing di IKN nantinya akan mendapatkan izin tinggal 10 tahun.

 

Hal tersebut bertujuan untuk memberi kepastian hukum bagi pelaku usaha yang akan ikut membangun IKN.

 

Soal pemberian izin tersebut, ini termaktub dalam Pasal 22 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12 Tahun 2023 terkait pemberian perizinan berusaha, kemudahan berusaha, dan fasilitas penanaman modal bagi pelaku usaha di Ibu Kota Nusantara.

 

Lewat Pasal 22 Ayat 1 diketahui, pelaku usaha yang melaksanakan usaha di wilayah IKN dapat mempekerjakan tenaga kerja asing untuk jabatan tertentu sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

 

Lalu, Dalam Ayat 2, tenaga asing bisa diberikan pengesahan rencana penggunaan tenaga kerja asing untuk jangka waktu 10 tahun dan dapat diperpanjang.

 

Mengenai larangan pembelian rumah subsidi di IKN oleh WNA tertulis dalam Pasal 24 Ayat 3.

 

Aturan tersebut mengungkap WNA dilarang membeli, memiliki, dan/atau menguasai perumahan sederhana yang perolehannya mendapat bantuan dan kemudahan pembiayaan perumahan dari pemerintah.

 

Maka sudah jelas, meski ada rumah subsidi di IKN atau perumahan yang pembiayaannya dibantu pemerintah, hunian itu hanya diperuntukkan bagi MBR atau WNI.

 

Sementara, WNA yang bekerja di IKN tidak boleh membeli atau memilikinya.

 

Simak informasi lainnya seputar IKN hanya di Rumah123 karena #SemuaAdaDiSini.

 

**Foto: perumahan.pu.go.id

Berstatus sebagai Ibu Kota Baru Indonesia, Berapa Besar UMR IKN?

Tidak sedikit orang penasaran ihwal upah minimum atau UMR IKN yang notabene menjadi ibu kota baru di Indonesia.

 

Upah Minimum Regional atau UMR yang kini dikenal sebagai Upah Minimum Provinsi (UMP), merupakan standar minimum upah yang berlaku di suatu provinsi.

 

Nilai atau besar UMP ditentukan oleh gubernur.

 

Mengenai upah minimum atau UMR IKN, hal tersebut diatur dalam Peraturan Pemerintah No.51 Tahun 2023 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah No.36 tentang Pengupahan.

 

Dalam UU tersebut diketahui bahwa Ibu Kota Nusantara (IKN) akan mempunyai UMR sendiri.

 

Nilai upah minimumnya juga tidak ditentukan oleh gubernur, tetapi ditentukan oleh Kepala Ibu Kota Nusantara.

 

Seluk-beluk tentang UMR IKN

 

Sudah disebut bila UMR IKN diatur dalam PP 51/2023.

 

Dalam Pasal 81A Ayat 1 termaktub, upah minimum atau UMR IKN ditetapkan oleh Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara setelah penetapan pemindahan Ibu Kota Negara.

 

Kemudian, dalam Pasal 81A Ayat 2, upah minimum IKN yang sudah ditetapkan oleh Kepala Otorita IKN, diumumkan paling lambat tanggal 21 November di tahun berjalan.

 

Setelah diumumkan pada tanggal 21 November, nantinya UMR IKN akan berlaku mulai tanggal 1 Januari di tahun berikutnya.

 

“Setelah penetapan upah minimum IKN, penetapan upah minimum IKN tahun berikutnya dilakukan dengan penyesuaian nilai upah minimum,” tulis Ayat 4, dalam Pasal 81A.

 

Ayat 4 dalam Pasal 81A itu menunjukkan, setelah IKN sudah menetapkan upah minimum, pada tahun selanjutnya penyesuaian upah minimum dilakukan seperti provinsi lain di Indonesia.

 

Lewat PP 51/2023, tertulis jika Kepala Otorita IKN dalam melakukan penetapan dan penyesuaian upah minimum dapat berkoordinasi dengan kementerian lain.

 

Kementerian yang dimaksud ialah kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintah di bidang ketenagakerjaan dan/atau pemerintah daerah Provinsi Kalimantan Timur.

 

Koordinasi dilakukan apabila belum adanya data yang digunakan untuk penetapan dan penyesuaian upah minimum.

 

Selain itu, koordinasi dapat dilakukan bila belum tersedianya lembaga yang diperlukan dalam penetapan dan penyesuaian upah minimum.

 

Besaran UMR IKN yang Berlaku Pertama Kali

besaran umr ikn

Foto: BPMI Setpres

 

Lalu, bagaimana bila upah minimum IKN belum ditetapkan, di sisi lain sudah ada penetapan pemindahan ibu kota negara?

 

Sampai saat ini, memang perpindahan ibu kota ke IKN Nusantara belum ada waktu pasti.

 

Namun, mengutip berbagai sumber, jajaran aparatur sipil negara (ASN) akan pindah bertahap ke IKN pada tahun 2024.

 

Andai perpindahan dilakukan pada tahun 2024, bagaimana soal penentuan UMR-nya?

 

Lewat Pasal 81C dijelaskan, untuk pertama kali upah minimum yang berlaku di IKN, akan sesuai dengan upah minimum di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara yang ditetapkan oleh Gubernur Kalimantan Timur.

 

Adapun untuk Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) Kalimantan Timur yang dulu disebut dengan UMR pada tahun 2024 sudah dirilis.

 

Mengutip laman Kompas.com, untuk Upah Minimum Provinsi (UMP) Kalimantan Timur sebesar Rp3.360.858.

 

Sementara, untuk Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, serta kota/kabupaten lain di Kaltim, akan dirinci sebagai berikut:

  • Kabupaten Penajam Paser Utara: Rp3.715.817,74
  • Kabupaten Kutai Kartanegara: Rp3.536.506,28
  • Kota Samarinda: Rp3.497.124,13
  • Kota Balikpapan: Rp3.475.595
  • Kota Bontang: Rp3.549.307,67
  • Kabupaten Kutai Timur: Rp3.515.324 
  • Kabupaten Kutai Barat: Rp.3.711.017,82 
  • Kabupaten Paser: Rp3.372.362 
  • Kabupaten Berau: Rp 3.832.297 

 

Temukan berbagai informasi lain tentang IKN hanya di Rumah123 karena #SemuaAdaDiSini.

3 Fungsi Utama Bendungan Sepaku Semoi di IKN

Sejumlah infrastruktur penting terus dibangun di Ibu Kota Nusantara (IKN), salah satunya adalah Bendungan Sepaku Semoi.

 

Bendungan ini berlokasi di Desa Tengin Baru, Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara.

 

Dengan luas genangan 280 hektare dan kapasitas tamping 10,6 juta m3, Bendungan Sepaku Semoi mempunyai fungsi yang krusial di IKN.

 

Sebagai informasi, berikut beberapa fungsi bendungan tersebut.

 

Fungsi Bendungan Sepaku Semoi di IKN

 

1. Penyedia Air Baku di IKN

 

Fungsi pertama dari Bendungan Sepaku Semoi adalah sebagai penyedia air baku di IKN.

 

Selain luas, bendungan IKN ini memiliki kapasitas besar, yaitu 2.000 liter air per detik untuk IKN dan 500 liter per detik untuk wilayah Balikpapan.

 

Meski kapasitasnya besar, tetapi pemerintah berencana membangun bendungan lain di IKN, untuk memenuhi kebutuhan air baku.

 

“Dengan adanya Bendungan Sepaku Semoi  penyediaan air baku IKN masih cukup hingga 2030. Ke depan kita juga akan tambah dengan membangun Bendungan Batu Lepek dan Bendungan Selamayu,” ujar Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, pada 21 September 2023 lalu, dilansir laman sahabat.pu.go.id.

 

2. Pengendali Banjir

 

Tugas kedua Bendungan Sepaku Semoi adalah untuk mengendalikan banjir di IKN.

 

Fungsi ini utamanya bisa mencegah banjir yang kerap terjadi di daerah hilir.

 

“Bukan hanya berfungsi untuk layanan air baku IKN, Bendungan Sepaku Semoi juga berfungsi untuk pengendalian banjir. Karena kadang-kadang terjadi banjir di daerah hilir,” terang Direktur Jenderal Sumber Daya Air Bob Arthur Lombogia.

 

3. Pembangkit Listrik

 

Bendungan Sepaku Semoi pun kemungkinan akan menjadi “sumber listrik” bagi masyarakat IKN di masa depan.

 

Hal tersebut merujuk pada rencana pembangunan bendungan yang akan dilengkapi dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung.

 

Mengutip laman detik.com, rencananya PLTS di Bendungan Sepaku Semoi berkapasitas 100 megawatt (MW).

 

“Asumsi kita satu hektar itu 1 MW, jadi kalau 20 persen dari 500 hektare sekitar 100 MW dan kemungkinan bisa lebih. Kementerian PUPR hanya menyediakan tempat dan izin rekomendasi ini bagian dari menambah nilai manfaat bendungan,” ujar Direktur Bendungan dan Danau Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Adenan Rasyid, pada 22 Agustus 2023.

 

Bendungan Sepaku Semoi Selesai Per Akhir April 2024

gambar bendungan sepaku semoi ikn

Foto: sahabat.pu.go.id

 

Site Manager Operation Bendungan Sepaku Semoi, Teguh Santoso mengungkap, jika pengerjaan Bendungan Sepaku Semoi telah rampung.

 

Hal tersebut Teguh katakan pada 28 April 2024 kemarin.

 

Bendungan yang menelan biaya Rp556 miliar ini tinggal menunggu peresmian dan dioperasikan.

 

Saat ini, bendungan tengah ditata di sekitar kawasannya.

 

“Saat ini kami sedang menata kawasan bendungan sehingga nantinya bisa menjadi destinasi wisata juga,” ungkap Teguh.

 

Adapun penataan bendungan melingkupi lanskap, gedung, dan fasilitas penunjang lainnya.

 

Akan Ada Bendungan Lain di IKN

 

Selain Bendungan Sepaku Semoi, ada beberapa bendungan IKN yang diproyeksikan dibangun untuk memenuhi suplai air baku.

 

Berikut daftarnya:

 

1. Bendungan Batu Lepek 

 

Bendungan Batu Lepek kabarnya akan dibangun pada tahun 2035.

 

Bendungan ini mampu memproduksi air baku sebanyak 4.300 liter per detik.

 

2. Bendungan Sumber Daya Air IKN Barat

 

Bendungan Sumber Daya Air IKN Barat rencananya akan dibangun di Kelurahan Sepaku dan Desa Sukaraja, Kecamatan Sepaku.

 

Bendungan tersebut kabarnya bisa menghasilkan air baku sebesar 5.710 liter per detik.

 

3. Bendungan Sumber Daya Air IKN Selatan

 

Sementara, untuk Bendungan Sumber Daya Air IKN Selatan, rencananya dibangun di Desa Pemaluan, Kecamatan Sepaku, dengan kapasitas 1.650 liter per detik.

 

Simak informasi tentang IKN lainnya hanya di Rumah123 karena #SemuaAdaDiSini.

Kebutuhan Rumah di IKN Mencapai 16.000 Unit

Pemerintah menyebut bila kebutuhan rumah di IKN cukup besar, sehingga peluang masuknya investasi di bidang perumahan cukup prospektif.

 

Kebutuhan rumah di IKN diperkirakan mencapai 16.000 unit sesuai dengan Perpres 63/2022 tentang Perincian Rencana Induk Ibu Kota Nusantara.

 

Menurut Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto, kebutuhan rumah di IKN yang besar karena banyak Aparatur Sipil Negara dan masyarakat umum pindah ke sana.

 

“Pemerintah sangat membuka peluang masuknya investasi di bidang perumahan dan properti di Ibu Kota Nusantara (IKN). Kebutuhan rumah di IKN sangat besar karena pusat pemerintahan akan pindah kesana diikuti dengan para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan petugas Hankam serta masyarakat umum,” ujarnya, dalam sebuah rilis, pada Senin 13 November 2023.

 

Iwan kemudian melanjutkan, pembangunan perumahan di IKN tahap I akan dibangun 2.500 unit rumah dengan dana dari APBN.

 

Selain itu, akan ada pembangunan 3.000 unit hunian lewat skema Kerjasama antara pemerintah dan badan usaha (KPBU).

 

“Dalam pembangunan rumah dan berbagai sarana tersebut tentunya harus tetap memperhatikan keberlanjutan dan kelestarian lingkungan yang ada. Hal itu sesuai dengan konsep pembangunan IKN yakni smart and green,” jelas Iwan.

 

Demi memudahkan para investor, pemerintah pun akan memberikan dukungan berusaha berupa insentif fiskal dan non-fiskal yang sesuai dengan ketentuan PP 12 tahun 2023.

 

Dukungan tersebut meliputi insentif perpajakan, fasilitas pajak khusus dan penerimaan khusus, fasilitasi penyediaan lahan, dan fasilitasi sarana prasarana.

 

Siapkan Kebutuhan Infrastruktur Dasar untuk Pembangunan Perumahan di IKN

 

Direktur Rumah Umum dan Komersial Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Fitrah Nur dalam sebuah seminar mengatakan, pemerintah menggandeng berbagai mitra kerja untuk meningkatkan investasi properti di IKN.

 

Kemudian, menurut Fitra Nur, saat ini Kementerian PUPR terus terlibat dalam pemindahan ibu kota negara ke IKN Nusantara.

 

Salah satunya dengan menyiapkan sejumlah infrastruktur dasar.

 

Misalnya di sektor perumahan, PUPR sudah membangun Hunian Pekerja Konstruksi (HPK).

 

Hunian Pekerja Konstruksi (HPK) tersebut digunakan sebagai sarana hunian sementara yang bisa menampung 16 ribu pekerja konstruksi di IKN.

 

“Kami berharap pelaku usaha properti ikut berkontribusi secara aktif bukan hanya dalam membangun rumah, tetapi juga membangun berbagai fasilitas pendukung lainnya sehingga akan lebih terwujud sebuah ekosistem perkotaan yang lebih inklusif dan ini merupakan kesempatan emas dalam pembangunan properti di IKN dan menciptakan iklim yang kondusif bagi pemulihan ekonomi nasional sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” ujarnya.

 

Rumah di IKN untuk ASN Dibedakan berdasarkan Jabatannya

Rumah di IKN untuk ASN

Foto: Dok. Kementerian PUPR

 

Mengutip laman detik.com, standar luas rumah tapak dan rumah susun ASN akan dibedakan berdasarkan jabatannya.

 

Hal ini mengacu pada UU No.3 tentang Ibu Kota Negara (IKN).

 

Berikut detailnya:

  • Rumah Menteri atau Pejabat Tinggi Negara berupa rumah tapak dengan luas 580 meter persegi.
  • Rumah Pejabat Negara berupa rumah tapak dengan luas 490 meter persegi.
  • Rumah susun untuk Eselon 1 luasnya 390 meter persegi.
  • Rumah susun untuk Eselon 2 luasnya 290 meter persegi.
  • Rumah susun untuk Eselon 3 luasnya 190 meter persegi.
  • Rumah susu pejabat fungsional dan staf lainnya seluar 98 meter persegi.

 

Masih mengutip detik.com, Direktur Pembiayaan IKN, Muhammad Naufal Aminuddin mengatakan, mengenai jumlah pasti hunian yang dibangun semuanya dilakukan berdasarkan tahapan yang saat ini tengah dioptimalkan.

 

Maka itu, angkanya masih belum pasti.

 

“Nah berdasarkan kondisi sekarang, berapa yang akan pindah itu sedang kita godok untuk angkanya. Namun, yang pasti jumlah hunian yang harus disediakan masih sangat banyak. Jadi kalau kita liat yang sekarang dibangun oleh PUPR menggunakan APBN, tipe 98 satu tower itu isinya 60 unit, untuk tipe 190 tentunya ya kurang lebih hampir separuhnya ya kalau dengan tinggi bangunan yang sama dan tipologi bangunan yang dua kali lipat ya kemungkinan 30 unit per tower,” ungkap Naufal, pada 7 Maret 2024 kemarin.

 

Ikuti berita tentang IKN lainnya hanya di Rumah123 karena #SemuaAdaDiSini.

Total Luas IKN Melingkupi Wilayah Darat dan Peraraiannya

Total luas IKN (Ibu Kota Nusantara) yang mencakup wilayah daratan dan perairan laut, sudah diatur dalam undang-undang khusus.

 

Ketentuannya tertera dalam Undang-Undang No.3/2022 tentang Ibu Kota Negara (UU IKN).

 

Lalu, berapa luas wilayah IKN yang termaktub dalam UU IKN? Cek detailnya di bawah ini.

 

Luas IKN Berdasarkan UU IKN

 

Dalam Pasal 6 Ayat 2 UU No.3 Tahun 2022, disebutkan bahwa luas wilayah daratan IKN mencapai kurang lebih 256.142 hektare. 

 

Sementara, luas wilayah perairan laut IKN kurang lebih 68.189 hektare.

 

Berdasarkan Ayat 3 Pasal 6 UU IKN, area darat IKN akan terbagi menjadi dua kawasan, yakni kawasan inti pusat IKN dan kawasan pengembangan.

 

Kawasan inti IKN luasnya kurang lebih 56.180 hektare, sedangkan kawasan pengembangan IKN kurang lebih 199.962 hektera.

 

Posisi IKN secara Geografis

 

Posisi geografis IKN juga disebutkan secara mendetail dalam UU IKN.

 

Berdasarkan Pasal 6 Ayat 1 undang-undang tersebut, bisa diketahui bahwa posisi IKN secara geografis adalah:

 

  • Bagian Utara pada 117″ O’ 3L.292″ Bujur Timur dan O’ 38’44.912″ Lintang Selatan;
  • Bagian Selatan pada 1L7″ lL’ 51.903″ Bujur Timur dan 1″ 15’25.260″ Lintang Selatan;
  • Bagian Barat pada 116′ 31′ 37.728″ Bujur Timur dan O’ 59’22.51O” Lintang Selatan; dan
  • Bagian Timur pada ll7″ L8’2a.O84″ Bujur Timur dan l’ 6′ 42.398′ Lintang Selatan.

 

Batas Wilayah IKN

Batas Wilayah IKN

Foto: setkab.go.id

 

Tidak sampai di situ, batas wilayah IKN juga ikut diatur dalam UU IKN.

 

Menurut undang-undang tersebut, IKN berbatasan langsung dengan sejumlah wilayah, seperti:

 

  • Sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Penajam Kabupaten Penajam Paser Utara, Teluk Balikpapan, Kecamatan Balikpapan Barat, Kecamatan Balikpapan Utara, dan Kecamatan Balikpapan Timur Kota Balikpapan.
  • Sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kecamatan Sepaku Kabupaten Penajam paser Utara.
  • Sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Loa Kulu, Kecamatan Loa Janan, dan Kecamatan Sanga-Sanga Kabupaten Kutai Kartanegara.
  • Sebelah timur berbatasan dengan Selat Makassar.

 

Sebagian Besar Wilayah IKN Dijadikan Hutan

 

Melansir cnnindonesia.com, Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Bambang Susantono mengklaim, jika luas IKN sebagian besar wilayahnya akan dijadikan atau diisi hutan tropis.

 

Bambang menyampaikan hal tersebut pada Kamis, 9 November 2023 lalu.

 

Ia mengatakan, luas IKN yang sebesar 250 ribu hektare lebih, 25 persennya dipakai untuk operasional publik.

 

“Luas dari IKN Nusantara itu 256 ribu hektare, tetapi yang akan kita bangun hanya 25 persen,” terang Bambang.

 

Sisanya, sebanyak 75 persen akan digunakan untuk dua hal, sebanyak 65 persen dikembalikan jadi hutan tropis, dan 10 persen dipakai untuk lahan cadangan pangan.

 

“65 persen akan jadi hutan kembali, hutan tropis; dan 10 persen nantinya akan jadi daerah hijau seperti food estate dan sebagainya,” jelasnya.

 

IKN Lebih Luas Ketimbang Jakarta dan Singapura

 

Dalam kesempatan lain, Bambang Susantono menyebut, dengan total luas IKN yang mencapai sekitar 260 hektare, wilayahnya lebih besar daripada Jakarta dan Singapura.

 

“IKN Nusantara ini luasnya mencapai 2.600 hektar tanahnya dan itu kira-kira empat kali dari Jakarta dan 2,5 kali luas Singapura,” ujarnya, pada 21 Juni 2023, dilansir liputan6.com.

 

Simak informasi lainnya tentang IKN hanya di Rumah123 karena #SemuaAdaDiSini!