Jokowi Beberkan Syarat Keppres IKN agar Bisa Ditandatangani dan Nusantara Berstatus Ibu Kota Negara

Presiden Joko Widodo sampai saat ini belum meneken Keputusan Presiden (Keppres) tentang Pemindahan Ibu Kota dari Jakarta ke Nusantara. Menurut presiden, ada syarat Keppres IKN dapat segera ditandatangani.

 

Meskipun proyek pembangunan IKN Nusantara sudah dilaksanakan sejak 2022, tetapi Keppres pemindahan ibu kota baru belum dilakukan.

 

Padahal, beleid Keppres IKN merupakan salah satu hal yang penting agar status ibu kota negara secara resmi pindah ke Nusantara.

 

Hanya saja, Presiden Joko Widodo atau Jokowi tampaknya tidak ingin terburu-buru mengesahkan Keppres IKN.

 

Pasalnya, ada syarat yang harus dipenuhi agar Keppres tersebut siap ditandatangani.

 

Syarat Keppres IKN tentang Pemindahan Ibu Kota dari Jakarta ke Nusantara

keppres ikn

 

Melansir detik.com, Jokowi mengaku belum menandatangani Keppres tentang Pemindahan Ibu Kota dari Jakarta ke Nusantara karena sejumlah pertimbangan.

 

Alasannya, dia ingin memastikan bahwa semua proses pemindahan ibu kota ke Nusantara bisa berjalan sesuai ekspektasi dan tidak terkesan terburu-buru.

 

Menurutnya, syarat Keppres IKN agar bisa ditandatangani harus siap dari segala aspek, mulai dari infrastruktur gedung, infrastruktur dasar, hingga sumber daya manusianya.

 

“Kita melihat itu kesiapan betul-betul, di sana harus betul-betul, siap betul, tanda tangan gampang, tapi kesiapan IKN itu sendiri. Kalau yang namanya ditandatangani, pindah itu semua harus siap, bukan hanya gedung yang siap, furnitur harus siap, listrik harus siap, SDM harus siap, sistemnya harus siap,” kata Jokowi melansir detik.com.

 

Sebagai gambaran, dia menganalogikan seseorang yang berencana pindah rumah. Menurutnya, pindah rumah juga membutuhkan persiapan yang cukup matang.

 

Oleh karena itu, semua hal yang berkaitan dengan perpindahan ibu kota baru mesti diperhitungkan sebaik mungkin.

 

“Pindahan rumah aja ruwetnya kaya gitu, ini pindah ibu kota jadi semua harus dihitung,” ucap Jokowi.

 

Keppres IKN Bisa Ditandatangani Prabowo

 

Meskipun belum diteken, Jokowi mengatakan bahwa Keppres tentang Pemindahan Ibu Kota dari Jakarta ke Nusantara dapat ditandatangani oleh presiden terpilih, yaitu Prabowo Subianto.

 

Pasalnya, masa jabatan Presiden Jokowi akan selesai pada Oktober 2024 dan diteruskan oleh Prabowo.

 

“Yang tanda tangan bisa saya, bisa presiden terpilih Pak Prabowo Subianto,” katanya mengutip laman setkab.go.id.

 

Namun, kata dia, hal terpenting bukanlah siapa yang meneken Keppres tersebut, tetapi ekosistem di Nusantara sudah benar-benar siap.

 

“Tapi, yang paling penting kotanya ini siap betul, ekosistemnya sudah terbangun. Kalau itu sudah siap, kan juga ada yang pendukung lainnya, logistik seperti apa, sekolah untuk anak-anak yang nanti di sana siap enggak, rumah sakitnya siap enggak. Semuanya. Tidak hanya urusan kita pindah. Kalau hanya orangnya saja enak, hanya bawa baju, siap,” paparnya.

 

Melansir cnnindonesia.com, Nusantara belum berstatus ibu kota negara jika Keppres IKN belum disahkan oleh presiden.

 

“Saat ini IKN belum menjadi ibu kota negara karena belum ada Keppres pemindahan ibu kota dari Jakarta,” ujar Ketua Pusat Kajian Demokrasi, Konstitusi dan HAM (Pandekha) Fakultas Hukum UGM, Yance Arizona mengutip cnnindonesia.com.

 

Pasalnya, ketentuan pemindahan ibu kota baru ke Nusantara diatur dalam undang-undang, salah satunya Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta (DKJ).

 

“Pada saat Undang-Undang ini diundangkan, Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta tetap berkedudukan sebagai Ibu Kota Negara Kesatuan Republik Indonesia sampai dengan penetapan Keputusan Presiden mengenai pemindahan Ibu Kota Negara Kesatuan Republik Indonesia dari Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta ke Ibu Kota Nusantara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” bunyi Pasal 63 UU DKJ.

 

***

 

Semoga informasinya bermanfaat.

 

Baca informasi lain terkait IKN melalui Rumah123 karena #SemuaAdaDisini.

 

***sumber foto header: shutterstock.com

Rencana Pembangunan Muhammadiyah di IKN Nusantara: Kantor, Sarana Pendidikan, hingga Rumah Sakit

Organisasi masyarakat (ormas) Islam terbesar di Indonesia, Muhammadiyah, berencana membangun pusat pendidikan, rumah sakit, dan kantor di ibu kota baru Nusantara, Kalimantan Timur. Begini rencana pembangunan Muhammadiyah di IKN tersebut!

 

Pembangunan IKN Nusantara rupanya telah menyita perhatian berbagai kalangan.

 

Tidak hanya perusahaan yang tertarik investasi di IKN, ormas keagamaan pun menyatakan ketertarikannya membangun sebuah proyek di Nusantara.

 

Melansir Kompas.com, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengaku bahwa Muhammadiyah bakal turut serta membangun sejumlah proyek di IKN Nusantara.

 

Muhammadiyah berencana mendirikan kantor, rumah sakit, dan sarana pendidikan.

 

Simak ulasan selengkapnya di bawah ini, ya!

 

Rencana Pembangunan Muhammadiyah di IKN

pembangunan Muhammadiyah di IKN

Sumber: muhammadiyah.or.id

 

Haedar Nashir mengatakan bahwa Muhammadiyah berencana membangun kantor untuk organisasi tersebut di IKN.

 

“Di IKN dan kawasan lain, satu, kami [ingin] mengembangkan Kantor Muhammadiyah sebagaimana di sini,” kata dia setelah bertemu Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, dikutip dari laman Kompas.com.

 

Selain itu, menurutnya, yang tidak kalah penting bagi Muhammadiyah adalah membangun sarana pendidikan di ibu kota baru.

 

Pasalnya, pembangunan sarana pendidikan di IKN dinilai sangat memungkinkan dilakukan karena organisasi tersebut sudah memiliki Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur.

 

Dia mengeklaim bahwa kampus tersebut termasuk universitas swasta terbaik se-Kalimantan Timur dan se-Kalimantan Utara.

 

“Sehingga dari situ kita bisa mengembangkan lembaga pendidikan di tingkat dasar menengah, di sekitar IKN itu,” ujar Haeder.

 

Selain sarana pendidikan, pembangunan Muhammadiyah di IKN Nusantara juga bakal menyasar sarana kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.

 

“Kita sudah punya fakultas kedokteran, dan kita akan mengembangkan rumah sakit, dan tentu nanti program-program ekonomi dan pemberdayaan masyarakat yang itu, di mana Muhammadiyah akan concern di situ,” katanya.

 

Mendukung Kesejahteraan Masyarakat

 

Rencana pembangunan sarana pendidikan dan fasilitas kesehatan di IKN tak terlepas dari tujuan Muhammadiyah untuk mendukukung kesejahteraan masyarakat.

 

Pasalnya, sebagai organisasi Islam di Indonesia, Muhammadiyah berorientasi pada dua aspek pemberdayaan masyarakat, yaitu mendukung kesejahteraan rakyat serta menjaga ekosistem dan lingkungan.

 

Oleh karena itu, melansir detikcom , Muhammadiyah akan fokus kepada pengembangan pendidikan yang makin kokoh dan penguatan di bidang kesehatan.

 

Dengan demikian, dua pilar itu dinilai akan membawa sumber daya manusia (SDM) yang berkarakter dan berdaya saing tinggi di masa mendatang.

 

Apalagi, saat ini, perubahan sosial dan globalisasi yang menimbulkan disrupsi berpotensi membedakan karakter bangsa Indonesia dengan perkembangan bangsa-bangsa lain.

 

“Jadi kita bisa maju, tapi bisa menjaga nilai-nilai karakter, etika, anak-anak yang selalu bisa menghormati guru, orang yang lebih tua. Saya pikir ini nilai yang kelihatan kecil, tapi harus kita rawat. Sebab kalau ini tercerabut, ke depan, akan lahir generasi robot yang orang nyebut sebagai lost generation, generasi yang hilang,” kata Haedar.

 

***

 

Demikian informasi mengenai rencana pembangunan Muhammadiyah di Nusantara.

 

Semoga informasinya bermanfaat, ya!

 

Baca informasi lainnya seputar IKN hanya di Rumah123 karena #SemuaAdaDisini.

 

***sumber foto header: shutterstock.com

Mengenal Wanagama Nusantara, Hutan Pendidikan di IKN

Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN) akan mempunyai hutan kecil yang bernama Wanagama Nusantara.

 

Proses groundbreaking-nya sendiri sudah dilakukan pada Jumat, 9 September 2024 silam, dihadiri langsung oleh Presiden Joko Widodo.

 

Pencanangan Wanagama Nusantara bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

 

Nantinya, Wanaga Nusantara bakal mencakup lahan seluas 621 hektare.

 

Apa Itu Wanagama Nusantara?

 

Wanagama Nusantara adalah hutan kecil yang dirancang dengan tujuan untuk melakukan restorasi dan reforestasi di kawasan IKN serta Kalimantan.

 

Selain itu, hutan ini juga dirancang menjadi window of the tropical world yang memadukan pendidikan, penelitian, serta konservasi lingkungan.

 

Jadi, sederhananya Wanagama Nusantara merupakan sebuah ekosistem pengembangan hutan pendidikan dan penelitian.

 

Pembangunan hutan ini merupakan bentuk komitmen UGM untuk mendukung pembangunan IKN sebagai kota yang berkelanjutan.

 

Kerja sama dengan UGM ini didukung penuh oleh Otorita IKN karena sejalan dengan visi Nusantara yang dibangun menjadi kota pintar dan hijau.

 

Program Utama Wanagama Nusantara

 

wanagama nusantara

 

Berdasarkan rilis dari Humas OKIN, Wanagama Nusantara akan mempunyai beberapa program utama.

 

Program utama hutan ini mencakup beberapa pilar kunci, yaitu pengembangan zonasi hutan pendidikan, Institute for Future Life (IFL), serta restorasi, reforestasi dan enrichment planting.

 

1. Pengembangan Zonasi Hutan Pendidikan

 

Zonasi hutan pendidikan akan dirancang dengan delapan area, antara lain:

  • Zona konservasi
  • Healing forest
  • Ecotourism
  • Agroforestry
  • Eco edu forestry
  • Herbal medicine
  • Miniatur hutan hujan tropis
  • Miniatur hutan global.

 

Di dalam Wanagama Nusantara juga akan dibangun dua embung sebagai penyedia air bersih.

 

Embung tersebut dibangun menggunakan teknologi Toyagama yang mengubah air hujan jadi air serbaguna, termasuk layak minum.

 

2. Institute for Future Life (IFL)

 

Institute for Future Life adalah fasilitas pendidikan yang berkonsep smart dan green building.

 

Terdapat beberapa agenda yang dicanangkan akan hadir di Institute for Future Life, salah satunya pembangunan infrastruktur yang meliputi riset dasar, pengembangan agenda riset dan advokasi.

 

Agenda berikutnya adalah sustainable micro-climate monitoring, yaitu sistem untuk mengelola standar parameter iklim dan menjaga kondisi iklim mikro di Nusantara.

 

3. Program Restorasi, Feforestasi, dan Enrichment Planting

 

Program terakhir adalah bentuk komitmen untuk memperluas vegetasi hutan.

 

Caranya dengan menanam tumbuhan endemik Kalimantan seperti tengkawang, meranti merah, dan ulin.

 

Program ini akan didukung oleh kendaraan udara tanpa awak yang berguna  untuk memantau pertumbuhan tanaman.

 

Baca informasi selengkapnya terkait IKN melalui Rumah123 karena #SemuaAdaDisini.