Mengenal Semen Hijau, Bahan Dasar Pembangunan Infrastruktur IKN

Pemerintah memilih material semen hijau sebagai bahan dasar konstruksi pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

 

Namun, apakah Anda sudah tahu apa itu semen hijau atau green cement?

 

Semen hijau adalah material konstruksi ramah lingkungan yang bisa dipakai untuk berbagai keperluan.

 

Di IKN sendiri, jenis semen ini dimanfaatkan sebagai perekat dalam pembuatan beton, fondasi, struktur, jalan, dan bangunan.

 

Walau dinilai bermanfaat, nyatanya tidak banyak orang yang mengetahui tentang material tersebut.

 

Karena itu, sebagai informasi, simak ulasan mengenai green cement di bawah ini.

 

Apa Itu Semen Hijau?

 

apa itu semen hijau

 

Pada dasarnya, semen hijau adalah produk semen rendah karbon.

 

Artinya, produksi semen tersebut tidak menyumbang emisi karbon yang tinggi.

 

Pembuatan green cement dilakukan dengan bantuan manufaktur karbon negatif.

 

Dengan begitu, produksi semen tersebut dapat meminimalisasi emisi secara signifikan.

 

Tidak diragukan lagi, green cement merupakan salah satu inovasi positif dalam dunia konstruksi.

 

Pasalnya, merujuk data Earth Institute Columbia University, produksi semen tergolong sebagai penyebab utama terjadinya polusi udara yang berakibat buruk bagi lingkungan.

 

Produksi klinker yang merupakan bahan baku utama dalam pembuatan semen, disinyalir menjadi sumber utama karbon dioksida.

 

Klinker terbuat dari campuran batu kapur dan tanah yang dipanaskan pada suhu 1400 derajat Celsius.

 

Setelah proses termal, bahan tersebut diproses untuk kemudian membentuk zat kental dan padat yang dikenal sebagai klinker.

 

Setelah itu, klinker diampur dengan gypsum sehingga membentuk semen.

 

Bahkan, untuk 1 ton semen yang diproduksi, 0,6 hingga 1 ton karbon dioksida akan dilepaskan.

 

Sebagai inisiatif untuk mengurangi dampak buruk emisi dalam proses pembuatan semen, produsen semen pun mencoba menurunkan tingkat emisi secara signifikan.

 

Hingga lahirlah sebuah produk bernama green cement yang lebih ramah lingkungan.

 

Green Cement Produksi PT Semen Indonesia

semen hijau produksi pt semen indonesia

 

Semen hijau yang digunakan dalam pembangunan infrastruktur IKN diproduksi oleh PT Semen Indonesia atau SIG.

 

Green cement produksi SIG mampu menekan tingkat emisi gas lebih besar dari semen konvensional atau OPC.

 

Meski begitu, kualitas dari semen tersebut tidak perlu diragukan.

 

Green cement SIG diklaim mampu menghasilkan penurunan emisi karbon hingga 38% per ton semen.

 

Produk material bangunan dari SIG digunakan dalam sejumlah paket pengerjaan konstruksi IKN, di antaranya pembangunan Istana Negara, Kantor Presiden, dan Lapangan Upacara.

 

Selain itu, semen ini juga digunakan sebagai bahan konstruksi pembangunan Jalan Tol IKN Seksi 3A (Karangjoang-KKT Kariangau), Seksi 3B (KKT Kariangau-Simpang Tempadung), dan Seksi 5A (Simpang Tempadung-Jembatan Pulau Balang).

 

Terakhir, produk semen SIG juga dipakai untuk infrastruktur pendukung KIPP, yaitu Intake Sepaku dan Bendungan Sepaku.

 

Itulah ulasan mengenai semen hijau yang menjadi bahan dasar pembangunan infrastruktur IKN.

 

Baca informasi selengkapnya terkait IKN melalui Rumah123 karena #SemuaAdaDisini.

Apa Itu Persemaian Mentawir? Begini Fungsi dan Fasilitasnya!

Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo baru saja meresmikan Pusat Persemaian Mentawir di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

 

Persemaian mentawir dibuat sebagai upaya pemerintah dalam menghijaukan kembali kawasan hutan di sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Kalimantan secara keseluruhan.

 

Bisa dibilang, persemaian mentawir dipersiapkan untuk mendukung pembangunan IKN dari aspek lingkungan.

 

Sebagaimana diketahui, IKN dibangun dengan konsep smart forest city atau kota hijau yang ramah lingkungan.

 

Karena itu, kota ini harus ditunjang dengan lingkungan yang hijau dan asri.

 

Lantas, apa itu persemaian mentawir? Apa pula fungsi dari program ini? Berikut ulasannya.

 

Apa Itu Persemaian Mentawir

 

apa itu persemaian mentawir

 

Pusat Persemaian Mentawir adalah sentral pembibitan berskala besar.

 

Area ini dibangun atas kerja sama pemerintah dengan KLHK, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), PLN, Telkom, dan PT Indo Tambangraya Megah group.

 

Persemaian Mentawir dibangun untuk menghijaukan kembali hutan Indonesia, khususnya kawasan hutan Kalimantan.

 

Artinya, tempat ini menjadi pusat pembibitan berbagai tanaman hijau.

 

Bibit-bibit tanaman yang disemai di Mentawir, nantinya akan ditanam secara masif oleh pemerintah sebagai upaya penanganan lahan kritis dan pemulihan ekosistem di Kalimantan Timur.

 

Sejauh ini, dilansir dari Antara, persemaian mentawir sudah memproduksi sekitar 8 juta bibit, dengan 4,9 juta di antaranya telah didistribusikan.

 

Beberapa jenis bibit yang diproduksi berasal dari tanaman kayu endemik, tanaman hasil hutan bukan kayu, tanaman estetika, dan tanaman pakan satwa.

 

Fasilitas yang Tersedia di Persemaian Mentawir

 

fasilitas persemaian mentawir

 

Pembangunan Pusat Persemaian Mentawir dimulai sejak Juli 2022, serta rampung secara keseluruhan pada Desember 2023 lalu.

 

Pusat persemaian ini berdiri di lahan seluas 120 hektare, serta terbagi menjadi dua kawasan;

 

Pertama, 30 hektare lahan digunakan sebagai pusat produksi bibit.

 

Kedua, 90 hektare lainnya disiapkan untuk plasma nutfah nasional.

 

Ditargetkan, Pusat Persemaian Mentawir dapat memproduksi setidak 15 juta bibit tanaman per tahun.

 

Area persemaian ini juga dilengkapi dengan sejumlah fasilitas mumpuni.

 

Terdapat mother plant house yang terdiri dari tiga blok, lalu ada pula rumah produksi, rumah pompa dan rumah germinasi.

 

Tersedia sistem penyiraman yang canggih, meliputi acclimatization house area sebanyak 6 blok dan open growth area sebanyak 18 blok.

 

Dilengkapi sederet sarana dan prasarana seperti jalan lingkungan, embung, serta solar panel untuk tenaga listrik, kantor, musala dan perumahan karyawan.

 

Komitmen Pemerintah Terhadap Kelestarian Lingkungan

 

komitmen pemerintah terhadap kelestarian lingkungan

 

Presiden Jokowi mengungkapkan bahwa persemaian ini dibangun sebagai komitmen pemerintah terhadap lingkungan.

 

Adanya pusat persemaian ini diharapkan bisa merehabilitasi hutan, memperbaiki lingkungan, memulihkan lahan atau reklamasi pasca-tambang.

 

Presiden pun menargetkan proses penanaman di IKN akan segera dilakukan dalam waktu dekat.

 

Menurut Presiden, hal tersebut bergantung pada curah hujan yang akan turun di IKN.

 

Pusat Persemaian Mentawir bukan satu-satunya sentral persemaian di Indonesia.

 

Ada beberapa pusat persemaian lain yang tersebar di tanah air, seperti di kawasan Rumpin (Jawa Barat), Danau Toba (Sumatra Utara), Likupang (Sulawesi Utara), dan Labuan Bajo.

 

Itulah ulasan mengenai Persemaian Mentawir beserta fungsi dan fasilitas yang tersedia di dalamnya.

 

Simak informasi tentang IKN lainnya hanya di Rumah123 karena #SemuaAdaDiSini.

Ulasan Tiga Proyek IPAL IKN, Begini Cara Kerjanya

Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Ibu Kota Nusantara (IKN) sudah dibangun sejak 2023 dan rencananya bakal rampung Desember 2024. Lantas, bagaimana cara kerjanya?

Sebelum menjawab itu, mari kita membahas empat poin berikut terlebih dahulu. Pasalnya, Masih banyak warganet yang belum begitu memahami seluk-beluk IPAL secara umum.

  • Proyek IPAL itu apa?
  • IPAL terdiri dari apa saja?
  • IPAL dibuang ke mana?
  • IPAL apakah sama dengan septic tank?

Apa Itu IPAL

IPAL singkatan dari Instalasi Pengolahan Air Limbah. IPAL adalah infrastruktur yang dibangun dengan tujuan untuk mengolah air limbah menjadi air bersih sebelum dikembalikan ke waduk.

Kita pun dapat menggunakan air hasil olahan tersebut untuk memproduksi pupuk organik dan penghijauan. Maka dari itu, pembangunan IPAL sangat besar manfaatnya bagi lingkungan.

IPAL dapat mengolah berbagai jenis air limbah, di antaranya sebagai berikut.

  • Air buangan yang bersumber dari rumah tangga seperti ekskreta (tinja dan air seni), air bekas cucian dapur dan kamar mandi, dan umumnya terdiri dari bahan-bahan organik.
  • Air buangan industri dengan kandungan zat variatif seperti nitrogen, sulfida, amoniak, lemak, garam-garam, zat pewarna, mineral, logam berat, zat pelarut, dan lain sebagainya.
  • Air buangan kota seperti air limbah perdagangan, hotel, restoran, tempat umum, tempat ibadah, dan sebagainya. Pada umumnya zat-zat yang terkandung dalam jenis air limbah ini sama dengan air limbah rumah tangga.

IPAL Terdiri dari Apa Saja?

Saat ini pembangunan proyek IPAL di IKN fokus pada IPAL untuk mengolah air limbah domestik dan perkotaan. Ada beberapa komponen penting dalam IPAL domestik ini, yaitu sebagai berikut.

  • Bak grit chamber untuk mengumpulkan air limbah domestik.
  • Grease trap untuk menyaring padatan-padatan yang masih besar.
  • Aerasi, di sini air limbah akan diolah dengan penambahan bakteri dan oksigen yang berfungsi untuk mengurangi polutan.
  • Filtrasi untuk menyaring air limbah pada tahap terakhir sebelum dibuang ke effluent tank.

IPAL Dibuang Ke mana?

Effluent dari instalasi pengolahan dapat disalurkan menuju sumur resapan, atau juga dapat langsung dibuang ke badan air seperti sungai, atau ke waduk, danau dan sejenisnya.

IPAL Apakah Sama dengan Septic Tank?

IPAL merupakan sarana untuk mengolah limbah cair dari berbagai sumber buangan mulai dari toilet, air cuci kamar mandi, dapur dan lainnya. Di lingkungan masyarakat, IPAL dikenal dengan istilah septic tank.

Jadi dapat disimpulkan bahwa IPAL sama dengan septic tank. Lantas, bagaimana cara kerja IPAL IKN yang menggunakan teknologi terkini?

3 Proyek IPAL IKN

proyek ipal ikn

Sumber: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)

IKN mempunyai proyek IPAL di tiga lokasi, yaitu IPAL 1, 2, dan 3. Total kapasitasnya 5.000 meter kubik/hari dengan wilayah layanan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.

Secara teknis, skema pengolahan air limbah IKN menggunakan teknologi Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR), di mana mikrobiologi tumbuh di permukaan media tertentu untuk membentuk lapisan film.

Lapisan tersebut berfungsi sebagai filter untuk air limbah perkotaan dan domestik buangan warga IKN. Adapun cara kerja IPAL IKN yang menggunakan MBBR ini, yaitu sebagai berikut.

  • Mengalirkan air limbah domestik melalui jaringan perpipaan untuk diolah ke IPAL yang terintegrasi dengan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). 
  • Selanjutnya, akan menghasilkan standar influen (baku mutu) yang ditetapkan sebelum dilakukan daur ulang maupun bercampur dengan badan air/dialirkan ke sungai.

Adapun tujuan integrasi antara IPAL dan TPST, yaitu untuk mensinergikan pengelolaan sanitasi dalam satu lokasi sama. Jadi skemanya seperti ini.

  • Lumpur sendimentasi yang dihasilkan dari IPAL 1,2, dan 3 sebesar 15 ton/hari akan diolah di TPST 1.
  • Residu/sisa pengolahannya akan diurug di Unit Pengurukan Residu (UPR) yang berjarak 14 kilometer dari TPST 1.
  • Air lindi yang berasal dari TPST 1 akan diolah di IPAL 1 setelah dilakukan pengolahan pendahuluan di TPST 1.

Sumber Dana Pembangunan Proyek IPAL IKN

Konstruksi IPAL 1, 2, dan 3, di IKN bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Nilai kontrak proyek ini sekitar Rp638.800.000.

Adapun kontraktor yang memenangkan proyek IPAL IKN yaitu PT Waskita Karya Persero Tbk. Lingkup pekerjaan yang digarap oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini sebagai berikut.

  • Pekerjaan persiapan.
  • Unit IPALD
  • Pekerjaan mekanikal dan elektrikal
  • Pembuatan jalan dan lanskap
  • Dehidrator lumpur

Sekian informasi lengkap tentang tiga proyek IPAL IKN. Semoga yang disampaikan oleh Rumah123 bermanfaat!

Gedung Sekretariat Presiden IKN, Progres dan Penggunaannya

Salah satu pembangunan infrastruktur di Ibu Kota Nusantara (IKN) yang menampakkan progres signifikan adalah Kantor Sekretariat Presiden dan bangunan pendukungnya.

Pada update terakhir April 2024 lalu, progres pembangunan infrastruktur pemerintah yang berada di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) sudah mencapai ± 75% lebih.

Berarti penggunaan atau operasionalisasi perkantoran sesuai target yang ditetapkan sebelum peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-79 akan tercapai.

Komitmen PT Waskita Karya (Persero) dalam Pembangunan IKN

Kontraktor umum yang bertanggung jawab atas pembangunan tersebut adalah PT Waskita Karya (Persero). Perusahaan ini memastikan infrastruktur akan tuntas pada semester I-2024.

Bukan hanya Kantor Sekretariat Presiden dan bangunan pendukungnya saja yang dibangun oleh perseroan. Selain itu, termasuk enam infrastruktur lainnya.

Sebagai informasi, PT Waskita Karya (Persero) sendiri terlibat dalam pembangunan 12 proyek IKN. Perseroan berkomitmen untuk menyelesaikan semuanya pada waktu yang sudah ditetapkan.

Adapun fokus pembangunan IKN saat ini yaitu menyiapkan ekosistem utama agar siap digunakan pada upacara HUT RI ke-79 pada 17 Agustus 2024 mendatang.

Daftar infrastruktur yang menjadi fokus garapan perseroran tahun ini.

  • Istana Presiden dan lapangan upacaranya
  • Saluran Utilitas Terpadu atau Multi Utility Tunnel (MUT)
  • Jalan logistik Lingkar Sepaku segmen 4
  • Tol IKN segmen 5A
  • Sekretariat Presiden dan bangunan pendukungnya 
  • Kementerian Koordinator 4
  • Kementerian Koordinator 3
  • Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)

Material Bangunan Gedung Sekretariat Presiden IKN Gunakan Bahan Berkualitas

gedung sekretariat presiden ikn

Gedung Sekretariat Presiden IKN: Liputan 6

Gedung Sekretariat Presiden IKN berdiri di lahan seluas 28.400 meter persegi. Perseroan mengerahkan Batching Plant (BP) Sepaku untuk menyuplai produk bangunan berkualitas.

Salah satunya beton cair atau readymix tipe di bawah dengan total volume sebesar 40.431,70 meter kubik.

  • FS 45 SL5
  • FC 35 SL 12
  • FC 30 SL 18
  • FC 21 SL 18
  • FC 21 SL 10
  • K100 SL 10
  • K100 SL10 exc semen
  • FC 30 SL 18 exc semen
  • FS 45 SL5 exc semen
  • FC 30 SL 10

Penggunaan Gedung Sekretariat Presiden IKN

gedung sekretariat presiden ikn

Gedung Sekretariat Presiden IKN: Liputan 6

Gedung Sekretariat Presiden IKN hadir untuk mewadahi aktivitas Sekretariat Presiden, yaitu satuan organisasi di bawah Kementerian Sekretariat Negara RI.

Sekretariat Presiden mempunyai tugas menyelenggarakan pemberian dukungan teknis dan administrasi kerumahtanggaan, keprotokolan, pers, dan media kepada Presiden RI.

Sekretariat Presiden dipimpin oleh seorang Kepala Sekretariat Presiden yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Sekretaris Negara. Nah, berikut fungsi organisasi.

  • Pelayanan kerumahtanggaan presiden dan/atau istri/suami presiden.
  • Pelaksanaan urusan keprotokolan dan acara perjalanan presiden dan/atau istri/suami presiden di dalam maupun di luar negeri.
  • Koordinasi kegiatan pers dan media kegiatan presiden dan/atau istri/suami presiden, serta acara lainnya di lingkungan sekretariat presiden.
  • Koordinasi pengelolaan istana kepresidenan, museum, dan koleksi benda-benda seni.
  • Koordinasi pelaksanaan tugas pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unsur organisasi di lingkungan sekretariat presiden.
  • Pengelolaan dana operasional dan bantuan kemasyarakatan presiden.
  • Pemberian petunjuk teknis di bidang kerumahtanggaan dan keprotokolan kepada para ajudan presiden dan ajudan istri/suami presiden.
  • Koordinasi dokter kepresidenan dalam rangka pemberian layanan kesehatan presiden dan/atau istri/suami presiden.
  • Pelaksanakan fungsi lain yang diberikan oleh presiden dan menteri.

Demikian informasi lengkap tentang Gedung Sekretariat Presiden IKN meliputi progres pembangunan, kontraktor umum, material hingga tujuan penggunaannya.

Semoga informasi yang kami sampaikan bermanfaat.

Otorita Bangun Pusat Suaka Orang Utan di IKN agar Tetap Lestari

Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mewujudkan keseriusan dalam membangun smart forest city dengan mengembangkan pusat suaka orang utan di Pulau Kalawasan.

Pulau itu terletak di Teluk Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. OIKN menyiapkan lahan seluas 247 hektare di Pulau Kalawasan untuk pusat suaka.

Pusat suaka orang utan tersebut berjarak kurang lebih 10 kilometer dari Titik Nol IKN Nusantara di Desa Pemaluan, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser.

Seperti diketahui, orang utan adalah spesies endemik Indonesia yang perlu dilestarikan. Maka dari itu, OIKN mengembangkan pusat suaka untuk melindunginya dari ancaman kepunahan.

OIKN tidak sendirian melakukan upaya ini, tetapi menggandeng Yayasan ARSARI Djojohadikusumo untuk bekerja sama. Berikut sekilas informasi tentang yayasan ini.

Tentang Yayasan ARSARI Djojohadikusumo

Yayasan ini berakar dari kegiatan sosial keluarga Hashim Djojohadikusumo. Kegiatannya dimulai sejak 35 tahun lalu oleh Anie Hashim Djojohadikusumo.

Diketahui, Hashim Sujono Djojohadikusumo merupakan anak bungsu Profesor Dr. Soemitro Djojohadikusumo dan Ibu Dora Sigar. Ia juga adik dari Prabowo Subianto.

Hashim Djojohadikusumo juga adalah seorang pengusaha dan seorang filantropis, pemilik perusahaan Arsari Group yang berdiri sejak 2013.

Seiring dengan makin meluasnya lingkup aktivitas kegiatan sosial tersebut, keluarga ini pun melembagakannya dalam bentuk Yayasan Keluarga Hashim Djojohadikusumo (YKHD).

Pada 2009, YKHD berganti nama menjadi Yayasan ARSARI Djojohadikusumo. ARSARI merupakan akronim dari nama ketiga putra dan putri Hashim Djojohadikusumo, yakni Aryo, Sara, dan Indra.

Yayasan mendukung berbagai program dan aktivitas di bidang pendidikan, sosial, lingkungan dan budaya. Lalu berkolaborasi dengan institusi perguruan tinggi, pemerintah, dan lainnya.

Lingkup kerja Yayasan ARSARI Djojohadikusumo tersebar di berbagai pulau di Nusantara seperti berikut.

  • Sumatera Barat (Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya);
  • Riau (Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau); dan
  • Kalimantan Timur (Pusat Suaka Orang Utan Arsari atau PSO Arsari).

Tentang Pusat Suaka Orang Utan di IKN

pusat suaka orang utan di ikn

Dokumentasi orang utan Kalimantan: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)

Walaupun IKN Nusantara bukan habitat alami dari orang utan, tetapi OIKN dan Yayasan ARSARI Djojohadikusumo tetap berkomitmen mendukung perlindungan bagi hewan ini.

Pusat suaka orang utan tersebut memberikan fasilitas dan pengelolaan yang memenuhi prinsip kesejahteraan satwa. Namun, bukan diperuntukkan bagi orang utan yang masih dini.

Pusat suaka orang utan di IKN itu hadir bagi orang utan yang telah ditetapkan tidak dapat dilepasliarkan ke habitat alaminya karena alasan tertentu.

Tentunya, kerja sama dalam pengembangan pusat suaka orang utan di Pulau Kalawasan akan sangat bermanfaat bagi keberadaan orang utan yang merupakan kekayaan fauna Indonesia.

Tempat ini juga diharapkan dapat mengurangi beban biaya dan risiko fisik dari keberadaan orang utan jantan dewasa berpipi lebar di berbagai pusat rehabilitasi atau reintroduksi.

Selain itu, menempatkan orang utan di “pulau yang sengaja dijadikan sebagai habitatnya” diharapkan dapat lebih menjamin kualitas hidup mereka.

Pengembangan pusat suaka orang utan ini menjadikan IKN Nusantara sebagai pusat pemerintahan yang sangat memperhatikan lingkungan.

Jika pulau di sekitar IKN Nusantara terjaga ekosistemnya, maka itu juga akan menjadi perkembangbiakan hewan laut yang dapat dimanfaatkan oleh penduduk sekitar.

Kerja Sama di Luar Pusat Suaka Orang Utan

Komitmen bersama antara Otorita IKN dan Yayasan ARSARI Djojohadikusumo bukan hanya dalam pengembangan pusat suaka orang utan saja.

Di samping itu, juga dalam mewujudkan smart forest city IKN Nusantara sebagai model pembangunan kota yang fokus terhadap netralitas karbon, keanekaragaman hayati, dan tujuan pembangunan keberlanjutan.

Seperti diketahui, konsep kota hutan atau forest city yang dikembangkan di IKN Nusantara merupakan langkah Indonesia untuk melakukan mitigasi perubahan iklim.

OIKN dan Yayasan ARSARI Djojohadikusumo sangat membuka diri untuk bekerja sama dengan lembaga pemerhati lingkungan baik yang berskala internasional maupun nasional.

Dengan begitu, dapat menjaga kelestarian kawasan IKN Nusantara bersama-sama. Demikian informasi tentang pusat suaka orang utan ini, semoga bermanfaat.

Alasan Pemerintah Bangun Apartemen ASN, TNI dan POLRI di IKN Nusantara

Pemerintah membangun tempat tinggal untuk Aparatur Sipil Negara (ASN), Tentara Negara Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI) di Ibu Kota Negara (IKN).

Pemilihan apartemen sebagai tempat tinggal para ASN, TNI dan POLRI bukan tanpa alasan. Hunian vertikal dianggap sejalan dengan konsep forest city, berikut penjelasan lengkapnya.

Alasan Pemerintah Bangun Apartemen ASN di IKN Nusantara

Rencananya, pemerintah membangun apartemen ASN, TNI ada POLRI di IKN Nusantara sebanyak 47 menara. Daya tampung hunian vertikal tersebut sebanyak 16.900 orang.

Angka tersebut meliputi ASN 1.000 orang, serta TNI & POLRI 5.000 orang. Seiring dengan berjalannya rencana pembangunan, pemerintah mengungkapkan alasan mengapa apartemen.

Melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), pemerintah menyatakan bahwa, hunian model apartemen sesuai dengan konsep hutan kota atau forest city.

Jadi, pembangunan tempat tinggal bagi ASN, TNI dan POLRI itu tidak akan memakan banyak lahan. Dengan begitu, tak perlu mengorbankan hutan di Kalimantan Timur.

Apabila hunian tersebut berbentuk landed house, kebutuhan lahan semakin menyebar. Otomatis kawasan hutan yang penting bagi ekosistem akan terpotong.

Ke depannya, apartemen tersebut akan berstatus sebagai “rumah dinas” bagi para ASN, TNI dan POLRI. Setelah itu, mungkin ada rumah tapak yang dapat dibeli.

Pemerintah menargetkan pembangunan apartemen bisa selesai sesuai waktu yang telah ditetapkan pada 2024. Lalu, bagaimana progresnya hingga saat ini?

Progres Pembangunan Apartemen ASN, TNI dan POLRI

alasan pemerintah bangun apartemen asn

Apartemen IKN: Kompas.com

Terdapat 12 tower apartemen untuk tempat tinggal ASN, TNI dan POLRI di IKN Nusantara yang ditargetkan rampung pada Juli 2024. Kemudian, menyusul 21 menara pada September 2024.

Progres pembangunan 12 tower rumah susun untuk pegawai pemerintah tersebut sudah mencapai sekitar 70 persen per Mei 2024 ini. Jadi, sudah mendekati rampung.

Nah, sebelum resmi ditempati oleh ASN, TNI dan POLRI, apartemen akan ditempati oleh petugas upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79.

Mengingat jumlah petugas upacara HUT RI tersebut banyak, dan mereka harus mempersiapkan diri dengan baik untuk upacara kenegaraan itu.

Mereka akan menempati tempat tinggal untuk sementara waktu. Setelah itu, akhir Agustus atau September dapat digunakan.

Sebagai informasi, apartemen yang akan menjadi tempat tinggal ASN ini mempunyai 12 lantai, di mana setiap lantai akan berisi lima unit apartemen. Jadi, satu tower akan ada 60 unit.

Kemudian masing-masing unit apartemen terdiri dari tiga kamar yang luasnya 90 meter persegi. Dengan begitu, terdapat ruang gerak dan aktivitas yang lebih leluasa.

Pengelolaan Apartemen

Jika bicara tentang pengelolaan apartemen, maka pada tahap awal, kontraktor pelaksana masih mempunyai masa pemeliharaan dalam jangka waktu tertentu.

Jadi, apabila terjadi kerusakan gedung selama pemeliharaan, misalnya pipa air bocor atau masalah-masalah lainnya, hal tersebut akan menjadi tanggung jawab kontraktor.

Selanjutnya, apabila bangunan sudah tidak ada yang rusak selama masa pemeliharaan, sudah dipakai, tanggung jawab pembersihan dan perawatan ada di tangan building management.

Oleh karena itu, perlu pembentukan tim manajemen gedung. Namun, persoalan ini belum dibicarakan lebih lanjut, sebab apartemen ASN, TNI dan POLRI ini masih tahap konstruksi.

Kemungkinan akan dibicarakan oleh biro Kementerian PUPR. Pasalnya, apartemen pegawai pemerintah ini masih termasuk aset mereka.

Demikian informasi tentang alasan pemerintah bangun apartemen ASN, TNI dan POLRI di IKN Nusantara. Semoga informasinya bermanfaat!