Otorita IKN bekerja sama dengan berbagai bidang riset dan lembaga untuk membangun Nusantara Institute, termasuk menggandeng kampus internasional.
Category: Infrastruktur
Artikel Terkait
TC Timnas IKN akan Dilengkapi 8 Lapangan dan Fasilitas Lengkap
Pemerintah membangun TC Timnas IKN dengan berbagai fasilitas yang siap menunjang kesuksesan cabang olahraga sepak bola.
Indonesia akan mempunyai Training Center (TC) untuk cabang olahraga sepak bola di IKN.
Hal tersebut terealisasi setelah pada September 2023 lalu, dilakukan groundbreaking untuk TC Timnas di IKN.
Menariknya, TC Timnas IKN mendapat bantuan miliaran rupiah dari federasi sepak bola dunia atau FIFA.
Selain itu, TC Timnas IKN akan dilengkapi oleh sejumlah fasilitas terbaik.
Apa saja fasilitas tersebut? Simak informasi lengkap mengenai TC Timnas IKN di bawah ini.
Informasi Umum tentang TC Timnas IKN
1. Pembiayaan
Sudah disebutkan bahwa TC Timnas IKN mendapatkan bantuan pembiayaan, salah satunya dari FIFA.
Tidak main-main, FIFA memberikan bantuan senilai Rp85,6 miliar.
Melansir laman Kemenpora.go.id, Ketua PSSI Erick Thohir mengungkapkan bahwa bantuan dengan nilai besar tersebut baru dilakukan oleh FIFA kepada sebuah negara.
Pembiayaan pembangunan TC pun berasal dari APBN dengan nilai Rp95 miliar.
Maka itu, bila dijumlahkan, TC Timnas di IKN yang diproyeksi mempunyai luas 34,5 hektare akan menelan biaya sebesar Rp180 miliar.
2. Jumlah Lapangan
Rencananya akan dibangun delapan lapangan di TC untuk Timnas sepak bola, dengan rincian sebagai berikut:
- 5 lapangan berukuran besar
- 1 lapangan futsal
- 1 lapangan tertutup
- 1 lapangan beach football
3. Dibangun dalam Dua Fase
Pembangunan TC Timnas IKN akan dibagi ke dalam dua fase.
Fase pertama, akan dibangun dua lapangan, termasuk tempat penginapan bagi para pemain dan pelatih, serta ruang ganti.
Sedangkan fase kedua, pembangunan delapan lapangan serta fasilitas pendukung, seperti kolam renang dan fasilitas sport science.
4. Fasilitas Penunjang Lainnya

Foto: ikn.go.id
Fasilitas TC Timnas di IKN pastinya akan sangat lengkap.
Tidak hanya lapangan, di dalamnya tersedia fasilitas untuk menunjang keperluan para pemain dan staf pelatih.
Mengutip laman Kemenpora.go.id, Presiden Joko Widodo mengungkapkan, TC Timnas sepak bola di IKN akan dilengkapi berbagai fasilitas, termasuk asrama dan lingkungan yang indah.
Bukan itu saja, nantinya Presiden Jokowi akan menjadikan TC Timnas di IKN sebagai pusat inovasi pengembangan sepak bola.
Di dalamnya juga akan tersedia fasilitas riset serta pengujian teknologi terbaru dalam dunia sepak bola.
5. Bekerja Sama dengan RS Abdi Waluyo
Pada Januari 2024 lalu, PSSI bekerja sama dengan Rumah Sakit Abdi Waluyo untuk kebutuhan medis di TC IKN.
Mengutip laman Cnnindonesia.com, Erick menjelaskan bila kerja sama tersebut merupakan program jangka panjang PSSI sebagai bentuk investasi kepada para pemain.
Rumah Sakit Abdi Waluyo yang akan dibangun di dekat TC IKN, yang rencananya mulai beroperasi pada Juni atau Juli 2024.
Pada pembangunan tahap pertama, akan dibangun poliklinik, rawat inap, dan pembenahan.
Seluruh bangunan RS diproyeksikan rampung pada Agustus 2024.
6. Membantu Timnas Sepak Bola Berprestasi
Saat groundbreaking TC Timnas pada September 2023 lalu, Jokowi mengatakan bahwa Indonesia mempunyai banyak stadion bertaraf internasional yang tersebar di seluruh wilayah.
Namun, sampai saat ini, Indonesia belum memiliki tempat latihan untuk Timnas yang terpusat.
Hal itu membuat skuat Timnas selalu berpindah-pindah saat melakukan pemusatan latihan.
Keberadaan TC diharapkan membuat skuat lebih fokus latihan, apalagi dengan adanya fasilitas serta lingkungan yang sangat mendukung.
Jokowi pun optimis keberadaan TC untuk Timnas sepak bola dapat mendorong prestasi di tingkat Asia, bahkan sampai tingkat dunia.
Ikuti informasi menarik lainnya seputar IKN hanya di Rumah123 karena #SemuaAdaDiSini!
Artikel Terkait
100% Ramah Lingkungan, Listrik IKN Manfaatkan Tenaga Alam
Listrik IKN diklaim akan memaksimalkan sistem kelistrikan yang ramah lingkungan, seperti apa bukti konkretnya?
Kebutuhan listrik Ibu Kota Baru Nusantara tentu menjadi hal yang diperhatikan oleh pemerintah.
Merujuk Pasal 18 Ayat 3 poin B Undang-Undang No.3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara, disebutkan bahwa IKN akan menerapkan energi terbarukan dan efisiensi energi.
Lalu, dari mana saja pasokan listrik ibu kota baru berasal? Untuk lebih jelasnya, simak artikel ini sampai selesai.
Sumber Listrik IKN
Dalam lampiran II UU No.3 Tahun 2022 tentang IKN, terdapat rencana induk terkait Ibu Kota Nusantara mengenai sumber listrik.
Melalui lampiran tersebut, diketahui rencana induk IKN mengusulkan 100 persen kebutuhan listrik tahunan IKN bersumber dari pembangkit listrik yang terbarukan.
Jenis listrik terbarukan itu misalnya berasal dari pembangkit listrik tenaga surya atau solar farm dan pembangkit listrik surya atap.
Sumber listrik pun akan dimaksimalkan dari panel surya penerangan jalan dan panel surya terapung.
Bagaimana bila pasokan listrik dari sumber tersebut tidak stabil atau mengalami kekurangan?
Sebagai solusi, nantinya IKN akan terhubung dengan sistem ketenagalistrikan Kalimantan.
Sementara, jika pasokan listrik dari energi surya berlebih, energi itu kemudian akan disimpan dan diekspor ke sistem ketenagalistrikan Kalimantan.
Pembangkit Listrik IKN Tenaga Surya Mulai Dibangun

Foto: setneg.go.id
Pada November 2023 lalu, pembangkit listrik tenaga surya dengan kapasitas 50 Megawatt (MW) di IKN sudah mulai dibangun.
Dimulainya pembangunan sumber listrik IKN itu langsung dilakukan oleh Presiden Joko Widodo.
PLTS di IKN akan memproduksi energi hijau sekitar 93 gigawatt hour (GWh) dan dapat mereduksi emisi 104.000 ton CO2 setiap tahunnya.
Jokowi mengatakan, dibangunnya PLTS sebagai bentuk komitmen pemanfaatan energi baru terbarukan atau EBT.
Maka itu, sistem kelistrikan di IKN Nusantara akan menghasilkan listrik yang andal sekaligus bersih dan tidak mencemari lingkungan.
Ini pun selaras dengan tujuan utama pembangunan IKN, yakni sebagai kota hutan atau forest city hijau yang ramah lingkungan.
PLTS dengan kemampuan 50 MW ini dibangun di atas lahan 80 hektare dengan 21.600 panel surya.
Mengutip laman Liputan6.com, PLTS IKN adalah hasil kerja sama PLN Nusantara Power (NP) dengan Sembcorp Utilities Pte Ltd yang nilainya mencapai USD 64 juta.
Sembcorp Utilities Pte Ltd merupakan perusahaan energi yang berasal dari Singapura.
Sistem yang digunakan oleh PLN Nusantara Power (NP) dengan Sembcorp Utilities Pte Ltd adalah proyek bersama atau joint venture.
Untuk kepemilikan saham PLTS, PLN mempunyai 51 persen sedangkan Sembcorp Utilities Pte Ltd sebanyak 49 persen.
Jaringan Transmisi di Bawah Tanah
Pasokan listrik ibu kota baru rencananya akan menggunakan jaringan transmisi dan distribusi bawah tanah dalam jaringan utilitas terpadu.
Walau biaya yang dibutuhkan lebih besar, tetapi jaringan transmisi dan distribusi di bawah tanah memiliki banyak manfaat, seperti:
- Perlindungan cuaca buruk, contohnya hujan lebat, angin kencang, dan petir
- Perlindungan dari sabotase
- Meminimalisasi dampak visual untuk estetika perkotaan yang lebih oke.
Pembangkit Listrik IKN dengan Tenaga Surya Siap Dioperasikan pada HUT RI ke-79
Melansir laman web.pln.co.id, pada awal Maret 2024, PT PLN berhasil menyambungkan PLTS IKN ke jaringan transmisi tahap 1 sebesar 10 MW dari total 50 MW.
Pihak PLN pun yakin bahwa PLTS IKN mampu beroperasi tepat waktu, yaitu saat Upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79.
Tidak hanya menggunakan tenaga surya, PLN berencana ingin memanfaatkan potensi hidro di IKN untuk sumber listrik, seperti sungai dan danau.
Ikuti informasi lainnya tentang IKN hanya di Rumah123 karena #SemuaAdaDiSini.
Artikel Terkait
5 Fakta Taksi Terbang IKN, Canggih dan Ramah Lingkungan!
Taksi terbang IKN disebut sebagai salah satu teknologi dan inovasi mutakhir di Nusantara.
Lantas, seperti apa bentuk dan spesifikasinya? Berapa pula tarif dari taksi tersebut?
Ibu Kota Nusantara (IKN) diproyeksikan menjadi kota yang cerdas (smart city) inklusif, serta dilengkapi teknologi yang mutakhir.
Tidak heran, segala jenis inovasi direncanakan dibangun di IKN, termasuk layanan serba-digital demi memudahkan aktivitas masyarakat.
Dari sekian banyak teknologi yang direncanakan, taksi terbang menjadi inovasi yang paling mencuri perhatian.
Ini wajar, sebab taksi terbang tersebut nantinya diklaim dapat membantu masyarakat melakukan mobilitas ke daerah-daerah yang sulit dijangkau lewat jalan darat.
Nah, ingin tahu informasi lengkap seputar taksi terbang IKN? Yuk, langsung cek di bawah ini!
Fakta Menarik Taksi Terbang IKN
1. Menggunakan Teknologi Canggih
Melansir berbagai sumber, taksi terbang di IKN kabarnya akan menggunakan teknologi yang bernama Intelligent Transport System atau ITS.
Teknologi tersebut memungkinkan kendaraan elektrik, termasuk bisa membawa penumpang ke helipad dengan hanya menggunakan satu aplikasi.
Tidak hanya taksi terbang, teknologi ITS pun dipakai untuk mengoperasikan kendaraan lain, salah satunya bus listrik.
2. Spesifikasi Taksi Terbang IKN
Kabarnya, taksi terbang di IKN akan diproduksi oleh perusahaan China bernama EHang.
Mengutip laman indonesiabaik.id, taksi terbang EHang di IKN bertipe 216.
Kendaraan ini mirip seperti drone, bertenaga listrik sehingga ramah lingkungan.
Sedangkan untuk spesifikasinya, EHang memiliki 16 baling-baling dan delapan lengan yang dapat dilipat, dengan kapasitas 230 kg atau dua penumpang.
Kemampuannya pun cukup baik karena EHang 216 bisa terbang ke titik setinggi 3.000 meter, serta sanggup menempuh perjalanan 35 km dengan waktu 21 menit saja.
Menariknya, bentuk taksi terbang EHang sangat kompak karena lahan parkir yang dibutuhkannya hanya 5 meter persegi.
Meski begitu, ada pula sumber lain yang menyebut bahwa taksi terbang IKN akan diproduksi oleh perusahaan Hyundai asal Korea Selatan.
3. Dapat Menjangkau Area Sulit
Sudah disebut bahwa taksi terbang di IKN akan dipakai sebagai media transportasi, terutama untuk menjangkau daerah yang sulit via jalur darat.
Selain itu, taksi terbang digunakan untuk memudahkan masyarakat yang hendak menyeberang ke luar Pulau Kalimantan.
4. Tarif Taksi Terbang IKN

Foto: Instagram @jokowi
Berapa tarif taksi terbang IKN? Belum ada angka pasti sampai dengan saat ini
Namun, melansir berbagai sumber, untuk setengah jam perjalanan, tarif taksi terbang IKN diperkirakan mencapai ratusan ribu rupiah, tidak sampai menyentuh angka Rp1 juta.
Tarif yang dikenakan itu merupakan biaya sewa untuk pengisian baterai.
5. Bukan Hal Baru
Teknologi taksi terbang sebenarnya bukanlah hal yang baru.
Bahkan, beberapa negara sudah pernah melakukan uji coba taksi terbang EHang 216, seperti Jepang, Amerika Serikat, Dubai, Qatar, Tiongkok, dan Korea Selatan.
Pada tahun 2024, Prancis disebut akan menghadirkan taksi terbang pada gelaran Olimpiade.
Perusahaan Jerman bernama Volocopter kabarnya akan menyediakan taksi terbang pada acara tersebut.
Transportasi Canggih di IKN
Bukan hanya taksi terbang, pemerintah rencananya akan membangun berbagai moda transportasi dengan teknologi mutakhir di IKN.
Hal ini pernah diungkapkan oleh Kepala Otorita IKN Bambang Susanto.
Ia menggambarkan IKN memiliki transportasi canggih di masa depan.
“Kira-kira seperti apa di 2045? Saya ngarang-ngarang kita bikin visi-visi kita ke depan. Di sana ada taksi terbang, ada misalnya drone, robot yang akan memantau semua perkembangan kota kemungkinan juga untuk logistik, kendaraannya harus kendaraan listrik, angkutan umumnya juga driverless nggak ada sopirnya,” ujarnya, pada Februari lalu, dikutip laman Detik.com.
Teknologi lain yang kabarnya bakal diterapkan di IKN adalah aspal jalan yang mampu mengisi daya kendaraan.
Ikuti informasi menarik lainnya tentang IKN hanya di Rumah123 karena #SemuaAdaDiSini.
Artikel Terkait
Wacana Rumah Subsidi di IKN, WNA Dilarang Membeli!
Wacana soal pembangunan rumah subsidi di IKN mulai terdengar ke permukaan.
Namun, kira-kira kapan pembangunannya dimulai?
Wacana pembangunan rumah subsidi di IKN diungkapkan oleh Direktur Rumah Umum dan Komersial Ditjen Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Fitrah Nur.
Melansir detik.com, Fitrah Nur mengatakan, akan ada rumah subsidi di IKN yang dikhususkan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah atau MBR.
“Pastilah masuk (pasar rumah subsidi di IKN). Kalau nggak, nanti di mana sopir tinggal, di mana pegawai toko tinggal, pasti nanti sudah disiapkan (pembangunan rumah subsidi),” ungkap Fitrah Nur, pada 1 April 2024.
Fitrah Nur menambahkan, rumah subsidi akan berada di dalam kawasan IKN, tidak hanya di wilayah pinggiran.
Pasalnya, seperti yang sering diungkapkan presiden, jika IKN merupakan kota inklusif.
“Ada, ada di dalam (IKN). Pasti ada zonasi tertentu. Akan ada (rumah subsidi di IKN). Kan IKN bukan kota eksklusif. Presiden selalu mengatakan ‘ini kota inklusif’, jadi siapa saja bisa (tinggal di IKN), segala golongan ada. Nggak mungkin orang kaya aja di sana,” ucap Fitrah Nur.
Kapan Pembangunan Rumah Subsidi IKN Dimulai?
Masih mengutip sumber yang sama, akan tetapi, Fitrah Nur belum bisa memastikan waktu soal kapan rumah subsidi dibangun hingga dipasarkan.
Alasannya karena Otorita IKN (OIKN) sebagai pemberi zonasi masih menyiapkannya.
“Tapi kalau dari PP 12 tahun 2023, Otorita IKN tuh berperan sebagai ‘main developernya’, mereka akan menyiapkan zonasinya, mana yang untuk MBR, mana yang industri, mana yang bisnis,” ujar FItrah.
Wacana pembangunan rumah subsidi di IKN pun sebenarnya sudah diungkapkan oleh Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi OIKN Agung Wicaksono.
Agung mengungkapkan, pembangunan rumah subsidi di IKN akan ada, tetapi pihaknya masih merumuskannya.
“Nanti kita rumuskan dahulu kan ada hunian MBR, kita perlu pelajari seperti apa. Intinya karena kita menginginkan kota ini menjadi kota yang inklusif perlu ada untuk masyarakat yang berpenghasilan rendah juga,” jelasnya, pada 20 Maret 2024.
Warga Negara Asing Dilarang Membeli

Sebagai informasi, pekerja asing di IKN nantinya akan mendapatkan izin tinggal 10 tahun.
Hal tersebut bertujuan untuk memberi kepastian hukum bagi pelaku usaha yang akan ikut membangun IKN.
Soal pemberian izin tersebut, ini termaktub dalam Pasal 22 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12 Tahun 2023 terkait pemberian perizinan berusaha, kemudahan berusaha, dan fasilitas penanaman modal bagi pelaku usaha di Ibu Kota Nusantara.
Lewat Pasal 22 Ayat 1 diketahui, pelaku usaha yang melaksanakan usaha di wilayah IKN dapat mempekerjakan tenaga kerja asing untuk jabatan tertentu sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Lalu, Dalam Ayat 2, tenaga asing bisa diberikan pengesahan rencana penggunaan tenaga kerja asing untuk jangka waktu 10 tahun dan dapat diperpanjang.
Mengenai larangan pembelian rumah subsidi di IKN oleh WNA tertulis dalam Pasal 24 Ayat 3.
Aturan tersebut mengungkap WNA dilarang membeli, memiliki, dan/atau menguasai perumahan sederhana yang perolehannya mendapat bantuan dan kemudahan pembiayaan perumahan dari pemerintah.
Maka sudah jelas, meski ada rumah subsidi di IKN atau perumahan yang pembiayaannya dibantu pemerintah, hunian itu hanya diperuntukkan bagi MBR atau WNI.
Sementara, WNA yang bekerja di IKN tidak boleh membeli atau memilikinya.
Simak informasi lainnya seputar IKN hanya di Rumah123 karena #SemuaAdaDiSini.
**Foto: perumahan.pu.go.id
Artikel Terkait
Mengintip Desain IKN sebagai Future Smart Forest City of Indonesia
Realisasi pemindahan ibu kota Republik Indonesia (RI) dari Jakarta ke kawasan Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur terus berprogres.
Kajian soal pemindahan ibu kota Indonesia memang bukan barang baru.
Pasalnya, rencana tersebut sejatinya sudah ada sejak era kepemimpinan Presiden Soekarno pada medio 1950-an.
Namun, rencana pemindahan pusat pemerintahan ini baru bisa direalisasikan pada masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Pemindahan ibu kota merupakan bagian dari transformasi struktural Indonesia untuk membangun tata kehidupan yang lebih baik.
Lalu, pada 2021, realisasi pemindahan ibu kota pun mulai dilakukan.
Ditandai dengan dimulainya proses pembangunan kawasan Penajam Paser Utara, yang dipatok sebagai lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN) – nama ibu kota baru Indonesia.
Pembangunan IKN rencananya akan dilakukan secara bertahap, yang disesuaikan dengan konsep desain IKN sebagai ‘Future Smart Forest City of Indonesia’.
Lantas, seperti apa realisasi desain IKN? Jika pensaran, simak ulasan lengkapnya di bawah ini.
Desain Smart Forest City

Smart forest city adalah konsep utama yang diusung sebagai desain IKN.
Smart forest city adalah rancangan kota yang berorientasi pada alam, sehingga habitat manusia dan infrastruktur yang dibangun merupakan bagian dari ekosistem alam.
Jadi, subjek utama dari konsep desain pembangunan tersebut adalah alam, bukan infrastruktur apalagi habitat manusia.
Konsep smart forest city dianggap sebagai desain ideal dalam pembangunan IKN.
Pasalnya, pusat pemerintahan baru RI itu dibangun di kawasan hutan Kalimantan yang sejak lama didaulat sebagai salah satu paru-paru dunia.
Desain Compact City

IKN juga akan dibangun dengan desain compact city yang dianggap selaras untuk menunjang konsep smart forest city IKN.
Lewat desain compact city, pembangunan IKN dapat memaksimalkan penggunaan lahan yang tersedia.
Pasalnya, pemerintah hanya akan menggunakan 30 persen dari total luas lahan yang tersedia untuk dibangun infrastruktur.
Adapun 70 persen sisa luas lahan akan dijadikan kawasan hijau.
Maka itu, di IKN akan lebih banyak dibangun bangunan vertikal, alih-alih bangunan berderet.
Desain compact city IKN akan dipadukan dengan konsep mixed use, untuk mempermudah masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya.
Lewat desain tersebut, pemerintah juga bisa lebih mudah dalam menyediakan pelayanan dasar kepada masyarakat, seperti layanan air minum, sanitasi, dan kolam sampah limbah padat.
Desain Gedung dengan Filosofi Pancasila
Nah, dalam pembangunan gedungnya, pemerintah juga akan menerapkan filosofi Pancasila sebagai konsep desain utamanya.
Sila pertama tercermin pada Kompleks Religi Nasional, sila kedua pada Museum Peradaban Indonesia.
Sila ketiga pada Monumen Persatuan Indonesia dan sila keempat pada Plaza Demokrasi.
Sementara, untuk sila kelima tampak pada transit dan pasar rakyat.
Lebih detail mengenai bentuk gedung-gedung pemerintahan dan institusi negara lainnya, pemerintah rencananya melakukan sayembara kembali.
Ada Apa Saja di IKN?
Sebagaimana mestinya sebuah ibu kota negara, di dalamnya terdapat bangunan untuk eksekutif dalam hal ini pemerintahan; Mahkamah Agung hingga gedung MPR/DPR.
Pada konsep Nagara Rimba Nusa juga terdapat Plaza Bhinneka Tunggal Ika dan Danau Pancasila.
Lalu, ada kawasan diplomatik, bisnis dan komersial, pemukiman.
IKN juga dilengkapi oleh taman kota, jalur pejalan kaki dan sepeda, serta moda transportasi publik ramah lingkungan.
Selain itu, IKN juga dikelilingi oleh hutan lindung, hutan restorasi, hutan bakau, hutan biomass, hutan alga, dan kebun botani.
Di dalamnya juga ada kota teknologi, kota kreativitas dan inovasi, kota olahraga, kota edukasi, dan kota riset media dan kesehatan.
Lebih luas lagi, ada yang namanya aerotropolis, yakni
- kota riset hutan hujan tropis,
- kota mangrove,
- eco-wisata orangutan,
- eco-wisata hutan hujan tropis,
- kota riset energi hijau, dan
- kota teknologi pangan.
Baca informasi selengkapnya terkait IKN melalui Rumah123 karena #SemuaAdaDisini.
Artikel Terkait
3 Fungsi Utama Bendungan Sepaku Semoi di IKN
Sejumlah infrastruktur penting terus dibangun di Ibu Kota Nusantara (IKN), salah satunya adalah Bendungan Sepaku Semoi.
Bendungan ini berlokasi di Desa Tengin Baru, Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara.
Dengan luas genangan 280 hektare dan kapasitas tamping 10,6 juta m3, Bendungan Sepaku Semoi mempunyai fungsi yang krusial di IKN.
Sebagai informasi, berikut beberapa fungsi bendungan tersebut.
Fungsi Bendungan Sepaku Semoi di IKN
1. Penyedia Air Baku di IKN
Fungsi pertama dari Bendungan Sepaku Semoi adalah sebagai penyedia air baku di IKN.
Selain luas, bendungan IKN ini memiliki kapasitas besar, yaitu 2.000 liter air per detik untuk IKN dan 500 liter per detik untuk wilayah Balikpapan.
Meski kapasitasnya besar, tetapi pemerintah berencana membangun bendungan lain di IKN, untuk memenuhi kebutuhan air baku.
“Dengan adanya Bendungan Sepaku Semoi penyediaan air baku IKN masih cukup hingga 2030. Ke depan kita juga akan tambah dengan membangun Bendungan Batu Lepek dan Bendungan Selamayu,” ujar Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, pada 21 September 2023 lalu, dilansir laman sahabat.pu.go.id.
2. Pengendali Banjir
Tugas kedua Bendungan Sepaku Semoi adalah untuk mengendalikan banjir di IKN.
Fungsi ini utamanya bisa mencegah banjir yang kerap terjadi di daerah hilir.
“Bukan hanya berfungsi untuk layanan air baku IKN, Bendungan Sepaku Semoi juga berfungsi untuk pengendalian banjir. Karena kadang-kadang terjadi banjir di daerah hilir,” terang Direktur Jenderal Sumber Daya Air Bob Arthur Lombogia.
3. Pembangkit Listrik
Bendungan Sepaku Semoi pun kemungkinan akan menjadi “sumber listrik” bagi masyarakat IKN di masa depan.
Hal tersebut merujuk pada rencana pembangunan bendungan yang akan dilengkapi dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung.
Mengutip laman detik.com, rencananya PLTS di Bendungan Sepaku Semoi berkapasitas 100 megawatt (MW).
“Asumsi kita satu hektar itu 1 MW, jadi kalau 20 persen dari 500 hektare sekitar 100 MW dan kemungkinan bisa lebih. Kementerian PUPR hanya menyediakan tempat dan izin rekomendasi ini bagian dari menambah nilai manfaat bendungan,” ujar Direktur Bendungan dan Danau Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Adenan Rasyid, pada 22 Agustus 2023.
Bendungan Sepaku Semoi Selesai Per Akhir April 2024

Foto: sahabat.pu.go.id
Site Manager Operation Bendungan Sepaku Semoi, Teguh Santoso mengungkap, jika pengerjaan Bendungan Sepaku Semoi telah rampung.
Hal tersebut Teguh katakan pada 28 April 2024 kemarin.
Bendungan yang menelan biaya Rp556 miliar ini tinggal menunggu peresmian dan dioperasikan.
Saat ini, bendungan tengah ditata di sekitar kawasannya.
“Saat ini kami sedang menata kawasan bendungan sehingga nantinya bisa menjadi destinasi wisata juga,” ungkap Teguh.
Adapun penataan bendungan melingkupi lanskap, gedung, dan fasilitas penunjang lainnya.
Akan Ada Bendungan Lain di IKN
Selain Bendungan Sepaku Semoi, ada beberapa bendungan IKN yang diproyeksikan dibangun untuk memenuhi suplai air baku.
Berikut daftarnya:
1. Bendungan Batu Lepek
Bendungan Batu Lepek kabarnya akan dibangun pada tahun 2035.
Bendungan ini mampu memproduksi air baku sebanyak 4.300 liter per detik.
2. Bendungan Sumber Daya Air IKN Barat
Bendungan Sumber Daya Air IKN Barat rencananya akan dibangun di Kelurahan Sepaku dan Desa Sukaraja, Kecamatan Sepaku.
Bendungan tersebut kabarnya bisa menghasilkan air baku sebesar 5.710 liter per detik.
3. Bendungan Sumber Daya Air IKN Selatan
Sementara, untuk Bendungan Sumber Daya Air IKN Selatan, rencananya dibangun di Desa Pemaluan, Kecamatan Sepaku, dengan kapasitas 1.650 liter per detik.
Simak informasi tentang IKN lainnya hanya di Rumah123 karena #SemuaAdaDiSini.
Artikel Terkait
Keren, Begini Rancangan Sistem Keamanan IKN!
Ada banyak hal yang sedang dipersiapkan pemerintah Indonesia dalam rencana pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Nusantara, salah satunya terkait sistem keamanan IKN.
Seiring dengan pembangunan IKN, sistem pertahanan tentu menjadi hal yang juga harus disiapkan dan dibangun sebaik mungkin.
Pasalnya, pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Nusantara akan berimplikasi besar pada aspek pertahanan negara.
Lantas, bagaimana rancangan sistem keamanan yang akan diterapkan di IKN? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini.
Konsep Smart Defence IKN

Foto: VOI
IKN dirancang sebagai smart city, sehingga sistem pertahanan dan keamanan IKN akan menerapkan konsep smart defence.
Artinya, sistem pertahanan dan keamanan di IKN akan terintegrasi dengan sejumlah teknologi mutakhir.
Rencananya, IKN bakal menggunakan sistem pertahanan dan keamanan berbasis Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan terpusat di One Signal Network.
Adapun secara keseluruhan, sistem keamanan dan pertahanan IKN akan menerapkan sistem pertahanan semesta.
Desain sistem tersebut akan dilengkapi dengan sistem deterrence defensif aktif, serta strategi pertahanan berlapis yang cerdas.
Selain itu, konsep ini akan disusun sesuai sistem pertahanan anti-access/area denial.
Hal itu mengacu pada Keputusan Menteri Pertahanan No.KEP/1746/M/XII/2023 tentang Rencana Induk Pembangunan Sistem Pertahanan Negara di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Pada prosesnya, sistem keamanan semesta IKN akan melibatkan seluruh warga negara, wilayah, dan sumber daya nasional.
Desain sistem pertahanan dan keamanan tersebut akan dibuat berlapis dan mensinergikan antara kekuatan militer dan nirmiliter.
Berbagai teknologi mutakhir pun sedang dikaji, untuk menyokong penggunaan smart defence sebagai sistem keamanan semesta yang akan diterapkan di IKN.
Keamanan Digital dalam Pembangunan IKN

Foto: VOI
Penggunaan teknologi di IKN tidak hanya dimanfaatkan untuk kepentingan pertahanan dan keamanan.
Lebih dari itu, penggunaan teknologi tersebut juga hadir dalam kehidupan sehari-hari masyarakat yang tinggal di Nusantara.
Untuk menjamin semua berjalan dengan aman, pemerintah memastikan bahwa nantinya sistem keamanan digital IKN akan dibuat berlapis.
Ada beberapa tahapan sistem keamanan dalam pembangunan infrastruktur kota serta teknologi di Nusantara.
Pada level pertama, pemerintah akan membuat multi-utility tunnel atau MUT untuk menampung semua jaringan pipa air sampai dengan kabel listrik dan fiber optik.
Sementara, untuk level kedua akan terdiri dari data center atau pusat berkumpulnya semua operasi data.
Kemudian, pada level terakhir terdapat super-apps.
Baca informasi selengkapnya terkait IKN melalui Rumah123 karena #SemuaAdaDisini.
Artikel Terkait
Terbagi dalam 5 Tahap, Begini Proses Pembangunan IKN
Proses pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) masih berprogres.
Dilansir dari laman resmi Ditjen Cipta Karya, per Februari 2024, proses pembangunan IKN tahap 1 sudah mencapai lebih dari 74%.
Sejumlah infrastruktur dasar mulai dari Istana Presiden hingga Tol IKN terus dikebut pengerjaannya.
Seperti diketahui, proses pembangunan Ibu Kota Nusantara terbagi dalam lima tahap, dengan target populasi mencapai 1,9 juta jiwa.
Pembangun IKN sudah dimulai sejak 2022 lalu, dan direncanakan rampung seluruhnya pada 2045 – bertepatan dengan hari jadi Republik Indonesia (RI) ke-100.
Dari lima tahap tersebut, pemerintah sudah menyusun skema pemindahan bagi abdi negara, hingga ketersediaan infrastruktur dan sarana-prasarana.
Jadi, seperti apa rencana dari proses pembangunan IKN? Berikut uraiannya.
Proses Pembangunan IKN Nusantara 2022-2045
1. Proses Pembangunan Tahap I (2024)

Pembangunan IKN tahap satu sudah dimulai sejak 2022 silam.
Seperti telah disebutkan di atas, progres pembangunan tahap 1 ini sudah mencapai lebih dari 74%.
Pada tahap ini, proses pembangunan Ibu Kota Nusantara difokuskan pada sejumlah infrastruktur dasar, meliputi:
- Istana Presiden
- Kantor Presiden
- Lapangan Upacara
- Rumah Tapak Jabatan Menteri (RTJM)
- Rusun ASN
- Kantor Kementerian Koordinator (Kemenko)
- Jalan Tol IKN
Proses pembangunan tahap satu ini direncanakan rampung sebelum 17 Agustus 2024.
Selain itu, perpindahan penduduk juga akan mulai dilakukan dengan target sebanyak 488,409 jiwa.
Perpindahan penduduk pada tahap satu meliputi ASN kementerian/lembaga, pegawai lembaga negara independen, TNI, Polri, serta unsur Hankam dan anggota keluarganya.
Kemudian, perpindahan berlanjut ke tenaga kerja di sektor layanan umum, konstruksi akomodasi, makanan, minuman, dan ritel.
2. Proses Pembangunan Tahap II (2025–2029)

Foto: Antara
Proses pembangunan IKN masih akan berlanjut pada 2025, yang menjadi tahap pembangunan kedua Ibu Kota Nusantara.
Rencananya, pembangunan tahap kedua akan berlangsung selama 4 tahun, terhitung sejak tahun 2025 hingga 2029.
Pada tahap ini, proses pembangunan Ibu Kota Nusantara difokuskan pada sejumlah area intim, seperti infrastruktur transportasi umum baik primer dan sekunder.
Kemudian, akan dilakukan perluasan kawasan riset dan talenta, serta universitas pembangunan lautan dan pemeliharaan infrastruktur dasar.
Perluasan kawasan juga berkaitan dengan ASN, TNI, Polri, serta perkantoran pemerintahan.
3. Proses Pembangunan IKN Tahap III (2030–2034)

Sementara, pembangunan IKN tahap ketiga akan kembali dilanjutkan pada 2030, dengan target pengerjaan selama empat tahun.
Pada tahap ini, pembangunan difokuskan pada sektor industri dan pengembangan utilitas terintegrasi KIPP IKN.
Pada tahap ketiga, pemerintah juga memproyeksikan total penduduk IKN mencapai 1,452 juta orang dari seluruh kalangan, baik sipil maupun pemerintahan.
4. Proses Pembangunan IKN Tahap IV (2035–2039)

Pada tahap keempat, pembangunan IKN difokuskan pada infrastruktur dan ekosistem pembangunan di Kalimantan, khususnya bidang pendidikan dan kesehatan.
Selain itu, terdapat rencana terkait pembangunan infrastruktur untuk ketahanan sosial budaya, hingga lembaga pendidikan dan riset pada bagian ini.
5. Proses Pembangunan IKN Tahap V (2040–2045)

Pada tahap kelima, pembangunan terpusat pada transportasi umum terintegrasi mulai dari kereta api hingga sarana utilitas.
Selain itu, diharapkan IKN mencapai net zero carbon emission dan 100% energi terbarukan.
Proyeksi tambahan populasi pada periode 2035–2045 adalah 1,991,988 orang.
Baca informasi selengkapnya terkait IKN melalui Rumah123 karena #SemuaAdaDisini.
Artikel Terkait
Pertama Dibangun di Indonesia, Multi Utility Tunnel IKN Jadikan Kota Lebih Tertata
Terowongan Multi Utility Tunnel IKN menjadi salah satu fasilitas yang cukup menarik perhatian. Lantas, apa kegunaannya?