Investasi Rp2,6 Triliun, Inilah Tiga Proyek Intiland di IKN Nusantara

Salah satu pengembang properti terbesar Indonesia, PT Intiland Development Tbk, resmi memulai pembangunan proyeknya di IKN Nusantara. Apa saja proyek Intiland di IKN tersebut? Ini daftarnya!

 

Peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek tersebut telah dilakukan developer Intiland melalui PT Adiwarna Harapan Nusantara bersama Presiden Joko Widodo dan para pejabat Otorita IKN di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN 1B, Senin (12/8/2024).

 

Dalam kesempatan yang sama, dilakukan juga Penandatangan Perjanjian Pemanfaatan Tanah Pengalokasian Lahan Aset Dalam Penguasaan Otorita IKN dan Akta Notarill Perjanjian antara Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) dan PT Adiwarna Harapan Nusantara.

 

Dengan nilai investasi mencapai Rp2,6 triliun, tiga proyek itu meliputi kawasan mixed-use, TOD, dan kawasan hunian dengan lapangan golf.

 

Melansir dari siaran pers IKN, simak rincian setiap proyek tersebut di bawah ini, ya!

 

Daftar Proyek Intiland di IKN Nusantara

 

proyek Intiland di IKN

Sumber: Instagram.com/jokowi

 

1. Grand Whiz Nusantara

 

Grand Whiz Nusantara adalah proyek Intiland di IKN yang merupakan pengembangan kawasan mixed-use.

 

Dibangun di atas lahan seluas 0,72 hektare, proyek di IKN tersebut bakal dilengkapi berbagai fasilitas menarik.

 

Fasilitas tersebut meliputi 50 hotel, 50 serviced apartment, area ritel, pusat olahraga, hingga food and beverage.

 

Desainnya memaksimalkan ventilasi dan pencahayaan alami sesuai dengan konsep IKN, yakni forest city.

 

Tidak hanya itu, 47 persen lahan pada proyek ini dikhususkan untuk ruang terbuka hijau.

 

2. Nusantara Quarter

 

Proyek selanjutnya adalah Nusantara Quarter, sebuah proyek transit oriented development (TOD).

 

Pengembangan transit oriented development di IKN ini dibangun di lahan seluas 6,7 hektare.

 

Nantinya, dalam proyek ini akan mengintegrasikan hunian, perkantoran, dan area komersial dengan akses transportasi publik sesuai dengan konsep TOD.

 

Nusantara Quarter berfokus pada aspek integrasi, walkability, dan ruang terbuka hijau.

 

3. Royale Nusantara Golf Resort & Residence

 

Proyek Intiland di IKN yang terakhir adalah Royale Nusantara Golf Resort & Residence.

 

Royale Nusantara Golf Resort & Residence merupakan kawasan hunian dengan lapangan golf internasional seluas 200 hektare.

 

Proyek ini menawarkan hunian eksklusif dengan akses terpadu ke transportasi publik dan area hijau.

 

Dalam setiap proyeknya tersebut, Intiland berkomitmen untuk menerapkan standar tertinggi.

 

Harapannya, proyek ini akan menjadi model pembangunan properti yang inovatif dan ramah lingkungan serta memberikan nilai tambah bagi penghuni dan masyarakat sekitar.

 

“Menjadi kehormatan bagi Intiland dan mitra strategis kami untuk berkontribusi dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara. Proyek ini akan menjadi tonggak sejarah bagi negara dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat Indonesia,” ujar Wakil Komisaris Utama PT Intiland Development Tbk, Sofyan A. Djalil.

 

Pembangunan di IKN Diharapkan Berkelanjutan dan Inklusif

 

proyek Intiland di IKN

Sumber: Instagram/jokowi

 

Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa pembangunan Nusantara bukan hanya simbol kemajuan.

 

Dia juga berharap bahwa pembangunan IKN adalah komitmen Indonesia terhadap pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif.

 

“Visinya adalah membangun kota yang bangunannya green building dan mengutamakan pejalan kaki sehingga nanti akan dibangun pedestrian atau trotoar yang dapat mengakomodasi para pejalan kaki dengan aman,” kata Presiden Joko Widodo mengutip keterangan resmi IKN.

 

Selain itu, kerja sama dengan PT Intiland Development Tbk ini diharapkan dapat berkontribusi secara signifikan terhadap kesuksesan pembangunan Nusantara dalam pengembangan fasilitas hunian, bisnis, dan komersial.

 

Plt. Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, mengatakan bahwa proyek di IKN ini diharapkan memicu para investor lain yang ingin investasi di Nusantara.

 

“Kami berharap tidak ada alasan lagi bagi para investor untuk tidak percaya dengan pemerintah dan tidak percaya untuk berinvestasi di Nusantara sehingga pembangunan Nusantara kami lakukan bersama para investor, tidak hanya dengan APBN,” tuturnya.

 

***

 

Demikian informasi mengenai tiga proyek Intiland di IKN senilai Rp2,6 trilun.

 

Semoga bermanfaat, ya!

 

Baca informasi lainnya seputar IKN hanya di Rumah123 karena #SemuaAdaDisini.

 

**Gambar header: Humas Otorita IKN

Begini Alasan Jokowi Beri HGU untuk Investor IKN Selama 190 Tahun. Untuk Menarik Investor Sebesar-besarnya!

Pemerintah diketahui mengesahkan kebijakan pemberian Hak Guna Usaha (HGU) lahan untuk investor di Ibu Kota Nusantara (IKN) hingga 190 tahun. Adapun menurut Presiden Joko Widodo, alasan pemberian HGU IKN ini adalah untuk menarik investor sebesar-besarnya.

 

Sudah Sesuai dengan Aturan

 

jokowi

sumber: matafakta.com

 

Jokowi mengatakan, kebijakan yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2024 tentang Percepatan Pembangunan IKN sesuai dengan Undang-Undang IKN.

 

Dikutip dari Pasal 9 ayat (1) beleid tersebut, Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) dapat memberikan jaminan kepastian jangka waktu hak atas tanah melalui 1 siklus pertama.

 

Kemudian, OIKN dapat melakukan pemberian atau perpanjangan kembali di siklus kedua kepada pelaku usaha atau investor yang dimuat dalam perjanjian.

 

“Ya itu sesuai dengan Undang-Undang IKN yang ada. Kita ingin memang Otorita IKN itu betul-betul diberikan kewenangan untuk menarik investasi sebesar-besarnya, baik dari dalam negeri maupun luar negeri,” kata Jokowi di Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (16/7/2024).

 

Khusus HGU, jangka waktu yang bisa diberikan pada siklus pertama adalah hingga 95 tahun, dan pada siklus kedua sebesar 95 tahun pula.

 

Dengan demikian, kepemilikan tanah ini yang bisa diberikan mencapai 190 tahun.

 

“Hak guna usaha untuk jangka waktu paling lama 95 tahun melalui satu siklus pertama dan dapat dilakukan pemberian kembali untuk satu siklus kedua dengan jangka waktu paling lama 95 tahun berdasarkan kriteria dan tahapan evaluasi,” bunyi Pasal 9 ayat (2) beleid tersebut.

 

Untuk perpanjangan, perlu ada syarat-syarat yang dipenuhi, yaitu tanahnya masih diusahakan dan dimanfaatkan dengan baik sesuai dengan keadaan, sifat, dan tujuan pemberian hak; pemegang hak masih memenuhi syarat sebagai pemegang hak; dan syarat pemberian hak dipenuhi oleh pemegang hak.

 

Lalu, pemanfaatan tanahnya masih sesuai dengan rencana tata ruang; dan tanah tidak terindikasi telantar.

 

Menuai Reaksi Publik

 

mardani ali sera

sumber: kompas.com

 

Sementara itu, kebijakan ini tengah menuai respons masyarakat.

 

Melansir dari Kompascom, Anggota Komisi II DPR Mardani Ali Sera berpandangan, pemberian HGU hingga 190 tahun seolah-olah menjual IKN kepada investor.

 

“HGU diobral sampai 90 tahun, ini namanya IKN for sale. Hongkong saja untuk pemberian HGU cuma 99 tahun. Itu pun belum banyak yang masuk,” ujar Mardani, Sabtu (13/7/2024).

 

Mardani mengatakan, HGU hingga 95 tahun mirip dengan kondisi Indonesia sebelum merdeka. Padahal, pada zaman penjajahan, pemerintah Belanda pun sangat hati-hati dalam pemberian HGU.

 

“Seperti masyarakat adat, para petani, dan nelayan, aturan HGU dan HGB di IKN melegalkan monopoli tanah oleh pihak swasta. Bayangkan, pengusaha menguasai tanah sampai hampir dua abad,” ujar politikus Partai Keadilan Sejahtera itu.

 

***

 

Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk kamu, ya.

 

Yuk, kunjungi Rumah123 untuk menemukan hunian impian karena #SemuaAdaDisini.

***sumber foto header: kompas.com

Pembiayaan IKN: Skema & Sumber Dananya

Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara membutuhkan biaya yang besar.

Menurut situs web resmi IKN, anggaran pembangunannya mencapai Rp466 triliun.

Lantas, dari mana sumber pembiayaan IKN jika dana yang dibutuhkan sebesar itu?

Mari ketahui lebih lanjut mengenai skema pembiayaan IKN hingga sumber pendanaannya, melalui artikel berikut ini.

Tercatat dalam RPJMN 2020-2024

Presiden Jokowi di IKN

Nominal kebutuhan pendanaan IKN tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, yaitu sebesar Rp466 triliun.

Berdasarkan laman resmi Kementerian Keuangan, dana yang tercantum dalam RPJMN adalah Rp466 triliun.

Lalu, tercantum juga tiga indikasi pendaannya, yakni dari APBN sebesar Rp90,4 triliun, dari badan usaha atau swasta sebesar Rp123,2 triliun, dan dari KPBU sebesar Rp252,5 triliun.

Kendati begitu, pembiayaan IKN baru pada RPJMN ini masih merupakan indikasi.

Artinya, skema pendanaan tersebut masih bisa berubah, seiring dengan perkembangan pembahasan perencanaan pembangunan IKN.

Perlu diketahui juga, sumber dana dari APBN bisa digunakan sebagai katalis untuk menarik dana swasta secara akuntabel dan hati-hati.

Skema Pembiayaan IKN

Pembangunan IKN

Menurut lampiran II UU IKN, tercantum mengenai skema pembiayaan IKN. Setidaknya, ada lima poin dari skema yang akan dijalankan pemerintah, yakni:

  • APBN,
  • kerja sama pemerintah dengan badan usaha,
  • melalui BUMN atau swasta murni,
  • skema dukungan pendanaan atau pembiayaan internasional, serta
  • skema pendanaan lainnya (creative financing).

Pembiayaan APBN bisa dilakukan melalui alokasi anggaran belanja atau pembiayaan.

Kemudian, skema pembiayaan melalui BUMN bisa melalui investasi yang dalam pelaksanaannya bisa bekerja sama dengan swasta, atau melalui penugasan dari pemerintah berdasarkan perundang-perundangan.

Sementara itu, pendanaan dari swasta bisa melalui investasi murni yang dapat diberikan insentif sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Penggunaan Pembiayaan IKN

Gedung Rusun IKN

Foto: Hutama Karya

Sumber pendanaan IKN dibagi menjadi beberapa fungsi, yakni fungsi utama, fungsi utama, fungsi pendukung, dan fungsi penunjang.

Masing-masing fungsi itu menentukan penggunaan pembiayaan IKN. Berikut rinciannya, dilansir dari laman Indonesia Baik.

Penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)

  • Infrastruktur pelayanan dasar.
  • Pembangunan Istana Negara.
  • Bangunan strategis TNI/Polri.
  • Perumahan dinas ASN dan TNI/Polri.
  • Pengadaan lahan dan ruang terbuka hijau.

Penggunaan Dana Badan Usaha Milik Negara (BUMN)

  • Peningkatan bandara dan pelabuhan.

Penggunaan Dana Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU)

  • Gedung eksekutif, legislatif, dan yudikatif.
  • Pembangunan infrastruktur utama (selain yang telah tercakup dalam APBN).
  • Sarana pendidikan, kesehatan, museum, lembaga pemasyarakatan.
  • Sarana dan prasarana penunjang.

Penggunaan Dana Swasta

  • Perumahan umum.
  • Pembangunan perguruan tinggi, sarana kesehatan, MICE dan science technopark.
  • Pembangunan pusat perbelanjaan.

Mengenal Sumber Pembiayaan IKN dari KPBU

Presiden Jokowi tinjau pembangunan IKN

Seperti dijelaskan di atas, salah satu sumber pembiayaan IKN adalah melalui creative financing.

Creative financing ini ada beragam jenisnya. Dan salah satunya adalah KPBU atau Kerjasama antara Pemerintah dan Badan Usaha.

Ada dua jenis KPBU yang diharapkan bisa mendongkrak ketersediaan dana untuk pembangunan IKN, yakni KPBU tarif dan KPBU availability.

Perbedaan keduanya ada pada pengembalian investasinya, di mana pengembalian investasi KPBU tarif adalah melalui pembayaran dari pengguna (user payment), dan KPBU availability dari pengembalian investasi berupa pembayaran ketersediaan layanan (availability payment).

Beberapa kisah sukses proyek yang pembangunannya menggunakan pembiayaan KPBU adalah Proyek Palapa Ring dan Proyek SPAM Umbulan.

***

Itu dia beberapa skema dan sumber pembiayaan IKN.

Tidak hanya mengandalkan APBN, pembangunan IKN juga dibiayai melalui berbagai skema, mulai dari skema kerja sama dengan swasta, BUMN, pembiayaan internasional, dan creative financing.

Ingin tahu lebih lanjut seputar IKN? Kunjungi laman IKN persembahan Rumah123 untuk membaca info terkait ibu kota baru dan prospek propertinya!

Referensi

  1. Artikel IKN berjudul “KSP: Pembangunan Ibu Kota Baru Perlu Anggaran Rp466 T, Tak Semua Ditanggung APBN”. (https://www.ikn.go.id/ksp-pembangunan-ibu-kota-baru-perlu-anggaran-rp-466-t-tak-semua-ditanggung-apbn). Diakses pada 8 Mei 2024.
  2. Artikel IKN berjudul “Pemerintah Jamin Pembiayaan IKN Tak Hambat Penanganan Pandemi”. (https://www.ikn.go.id/pemerintah-jamin-pembiayaan-ikn-tak-hambat-penanganan-pandemi). Diakses pada 8 Mei 2024.
  3. Artikel Kementerian Keuangan berjudul “Skema KPBU: Apa Perannya dalam Mendukung Pembangunan IKN?” (https://kpbu.kemenkeu.go.id/read/1142-1364/umum/orang-juga-bertanya/skema-kpbu-apa-perannya-dalam-mendukung-pembangunan-ikn). Diakses pada 8 Mei 2024
  4. Artikel Indonesia Baik berjudul “4 Skema Pembiayaan Pemindahan Ibu Kota”. (https://indonesiabaik.id/infografis/4-skema-pembiayaan-pemindahan-ibu-kota). Diakses pada 8 Mei 2024.

Siemens IKN: Bantu Kembangkan Smart City

Smart city atau kota pintar adalah salah satu konsep yang akan diwujudkan di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Konsep itu menggunakan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi agar bisa mendapatkan integrasi untuk meningkatkan kualitas hidup, efisiensi operasional, keberlanjutan, dan pengalaman warga dalam suatu kota.

Teknologi akan mencakup layanan transportasi, layanan publik, lingkungan, energi, dan infrastruktur.

Untuk mewujudkan smart city di IKN, pemerintah telah menggandeng sejumlah perusahaan swasta, seperti Siemens.

Bahkan, pemerintah melalui Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Siemens.

Mari ketahui lebih lanjut mengenai kerja sama Siemens IKN untuk mewujudkan smart city.

MoU OIKN dan Siemens

Perusahaan Siemens

Penandatanganan nota kesepahaman antara OIKN dengan Siemens sudah dilakukan pada Senin 17 April 2023 di Hannover, Jerman.

Perlu diketahui, Siemens adalah perusahaan elektronik multinasional yang berpusat di Munich dan Berlin, Jerman.

Adapun penandatanganan antara OIKN dan Siemens itu merupakan kolaborasi dalam pengembangan beberapa sektor, di antaranya:

  • smart energy,
  • smart city,
  • smart building, dan
  • sistem otomasi industri cerdas.

Bambang Susantono yang kala itu menjabat sebagai Kepala Otorita IKN mengatakan, MoU tersebut diharapkan bisa memberikan kontribusi pada terwujudnya smart city IKN.

Selain itu, diharapkan Nusantara akan menjadi pusat inovasi dan teknologi yang menarik pengembangan bisnis dan ekonomi hijau di Indonesia.

“Kami percaya bahwa kolaborasi dengan Siemens akan membawa wawasan dan keahlian yang berharga bagi pengembangan smart konsep kota di Nusantara, dan kami berharap dapat bekerja sama dengan mereka dalam pelaksanaan proyek ini,” ujar Bambang, dikutip dari siaran persnya yang dipublikasikan Kompas.com.

Ruang Lingkup Kerja Sama Siemens IKN

Ada beberapa ruang lingkup dari kerja sama antara Siemens dan IKN.

Tujuan utamanya adalah memperkuat kerja sama antara kedua pihak, dan bertukar pikiran dalam perencanaan dan implementasi konsep smart city di IKN.

Lebih lanjut, ruang lingkup kerja samanya meliputi:

  • Membentuk kelompok kerja dengan pemangku kepentingan terkait untuk pengembangan lingkup smart city.
  • Melakukan studi kelayakan awal di bidang tertentu (akan ditentukan kemudian) berdasarkan informasi yang tersedia.
  • Menjajaki kerja sama strategis dalam pelaksanaan proyek.

Kepincut Kembangkan Sektor Energi IKN

apa itu energi hijau

Tak hanya tertarik pada pengembangan teknologi smart city IKN, Siemens juga tertarik pada proyek energi di IKN.

Siemens sendiri memiliki banyak unit bisnis, salah satunya adalah Siemens Energy.

Pertemuan antara Kementerian ESDM dan Siemens Energy sudah dilakukan pada 27 Mei 2022.

Pertemuan itu membahas tindak lanjut kerja sama antara Pertamina Power dan Siemens dalam pengembangan energi terbarukan di Indonesia.

Sebelumnya, Siemens Energy pernah berpengalaman untuk pengembangan kota baru di Mesir.

Jadi, Siemens Energi dirasa punya pengalaman cukup untuk mengembangkan sektor energi di IKN Nusantara, Kalimantan Timur.

Profil Singkat Siemens

Siemens (dulu bernama Siemens & Halske) adalah perusahaan yang didirikan oleh Werner von Siemens dan Johann Georg Halske pada tanggal 1 Oktober 1847.

Perusahaan elektronik multinasional ini berpusat di Munich dan Berlin, Jerman.

Sampai saat ini, Siemens menjadi salah satu perusahaan elektronik dan komponen listrik terbesar di Eropa.

Sejak 2008, Siemens mengkhususkan diri dalam 3 unit bisnis utama, yakni industri, energi, dan kesehatan.

Siemens telah hadir di 36 negara yang tersebar di seluruh dunia.

Dengan lebih dari 69 perusahaan patungan, Siemens sekarang telah memiliki 64 pabrik dan 29.000 karyawan.

Referensi

  • Artikel di Kompas.com dengan judul “Pemerintah Gandeng Siemens Kembangkan Kota Pintar di IKN”. (https://money.kompas.com/read/2023/04/17/213000126/pemerintah-gandeng-siemens-kembangkan-kota-pintar-di-ikn). Diakses pada 21 Juni 2024.
  • Artikel di Kompas.com dengan judul “Kembangkan Smart City di IKN, Otorita Teken MoU dengan Siemens”. (https://www.kompas.com/properti/read/2023/04/18/071646921/kembangkan-smart-city-di-ikn-otorita-teken-mou-dengan-siemens). Diakses pada 21 Juni 2024.
  • Artikel detik.com dengan judul “Siemens Ternyata Kepincut Garap Proyek Energi di IKN”. (https://finance.detik.com/energi/d-6099980/siemens-ternyata-kepincut-garap-proyek-energi-di-ikn). Diakses pada 21 Juni 2024.

Banyak yang Ingin Investasi Tanah di Penajam Paser Utara IKN, Ini Datanya

Semenjak pembangunan IKN mulai direncanakan, pamor Penajam Paser Utara kian menanjak.

Bahkan, kota yang berlokasi di Provinsi Kalimantan Timur ini makin diburu sebagai lokasi investasi properti.

Banyak yang ingin mendapatkan keuntungan lewat potensi sewa atau capital gain dari properti di Penajam Paser Utara.

Tak percaya? Tim Rumah123 telah menyajikan datanya berikut ini berdasarkan dokumen Flash Report – IKN Special Report.

Daya Tarik Penajam Paser Utara

fakta penajam paser utara

Selain menjadi lokasi keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara juga memiliki daya tarik lainnya.

Pada tahun 2023, pertumbuhan rata-rata ekonomi di Penajam Paser Utara mencapai 29,8 persen. Angka tersebut jauh lebih tinggi ketimbang pertumbuhan di Balikpapan 6,5 persen, Samarinda 8,6 persen, dan Kutai Kartanegara 5,1 persen.

Adapun pertumbuhan ekonomi di Penajam Paser Utara didominasi oleh sektor konstruksi sebesar 40,3 persen.

Daya tarik lain dari Penajam Paser Utara adalah penduduknya yang didominasi kaum muda.

Sehingga, kota ini memiliki market untuk jangka panjang yang baik.

Berdasarkan data, penduduk Penajam Paser Utara didominasi oleh warga usia 15-24 tahun atau generasi z.

Hal ini berbeda dari penduduk di Balikpapan, Kutai Kartanegara, Samarinda yang didominasi penduduk generasi milenial berusia 25-44 tahun.

Preferensi Pasar: Banyak yang ingin Investasi Tanah

fakta penajam paser utara

Masih berdasarkan data Flash Report Rumah123, sejak 2023 tren suplai dan permintaan masih tercatat fluktuatif di IKN dan kota sekitarnya.

Di Penajam Paser Utara, banyak yang mencari rumah seken di rentang harga di bawah Rp400 juta (66,7 persen).

Sedangkan, tipe properti yang paling banyak diminati di Penajam adalah tanah, dengan persentase mencapai 86,2 persen.

Pencari properti kebanyakan merupakan warga usia 25-34 tahun, dengan angka sebesar 71,4 persen, dan warga umur 45-54 sebesar 25,2 persen.

Sebagian besar pencari properti tersebut berasal dari Jakarta, yaitu sebesar 31 persen. Sementara itu, pencari properti lainnya berasal dari Balikpapan 9,5 persen, Samarinda 6,1 persen, Surabaya 5,6 persen, dan Denpasar 2,4 persen.

Indikasi Kuat Minat Investasi Properti di IKN

Cover Investor Asing Tertarik Investasi di IKN

Data di atas menunjukkan indikasi kuat minat masyarakat untuk mencari potensi investasi di kawasan IKN.

Lonjakan pertumbuhan ekonomi karena pengaruh sektor konstruksi bersamaan dengan pembangunan IKN membuat Penajam Paser Utara langsung menjadi pusat perhatian investor.

Apalagi jika melihat kepadatan penduduknya yang masih sangat rendah. Artinya, investor punya keleluasaan lebih untuk mengembangkan properti, seperti hunian hingga komersial.

Dengan adanya pengembangan IKN, diharapkan akan menarik jumlah penduduk lebih banyak untuk beraktivitas dan berusaha di kawasan IKN.

Ke depannya, akan direncanakan juga berbagai pembangunan infrastruktur untuk IKN, termasuk pembangunan bandara VVIP di Kabupaten Penajam Paser Utara.

Adapun permintaan di kabupaten IKN didominasi oleh tanah. Sementara di dua kota terdekat didominasi oleh rumah tapak.

Hal tersebut disebabkan oleh minimnya ketersediaan suplai di kabupaten, dapat juga mengindikasikan minat masyarakat untuk berinvestasi di kawasan IKN dengan membeli tanah.

Tren demand, suplai, dan harga tercatat fluktuatif sepanjang tahun 2023 dan 2024, namun menunjukkan tren yang meningkat.

Adanya pengembangan IKN memberikan pengaruh terhadap minat masyarakat pada kabupaten dan kota terdekat.

Jadi, itu dia data seputar investasi properti di Penajam Paser Utara.

Semoga bisa menjadi referensi untuk kamu yang juga hendak berinvestasi di IKN.

IKN Siap Sambut Investor Asing, Groundbreaking Proyek Dimulai Akhir 2024!

Sejumlah investor asing dikabarkan groundbreaking pembangunan proyek di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada akhir tahun ini. Salah satu proyek yang akan dikerjakan adalah pembangunan rumah susun (rusun) untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

 

“Kalau investment asing sudah banyak yang MoU, sedang berproses sejak Juli tahun lalu. Tapi karena KPBU itu kan butuh approval dari Bappenas, PUPR, terutama Kemenkeu karena skemanya KPBU. Dan mudah-mudahan bulan 10 ini sudah bisa groundbreaking sebagian,” ucap Wakil Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI) bidang Hubungan Luar Negeri, Rusmin Lawin seperti yang dilansir detikProperti, Kamis (20/6/2024).

 

Rusmin mengungkapkan, dirinya telah mempromosikan IKN ke berbagai investor asing sejak 2019 lalu.

 

Sejak bulan lalu, ia sudah mengajak beberapa investor dari China, Filipina, Malaysia, hingga Rusia untuk berinvestasi di IKN.

 

Subsektor yang Diminati Investor

 

Ada beberapa subsektor yang diminati oleh Investor-investor tersebut, seperti hotel, mal, dan perkantoran.

 

Adapun skemanya melalui direct investment atau beli lahan dan langsung bangun.

 

“Investasi asing lain yang sudah duluan berproses sejak tahun lalu adalah skema KPBU terutama dari Malaysia, yang mana mereka adalah anggota FIABCI Asia Pasifik, yang mana saya sendiri adalah President Regional-nya,” tutur Rusmin.

Menurut Rusmin, investor dari Malaysia yang sudah mengurus proses KPBU sejak tahun lalu itu akan membangun hunian ASN.

 

Adapun saat ini masih dalam proses mendapatkan lahan untuk pembangunan rusun ASN tersebut.

 

Pada akhir tahun ini diprediksi akan ada groundbreaking dari investor asing untuk menggarap proyek rusun ASN dengan skema KPBU. Tak hanya investor asing, proyek rusun ASN dengan skema KPBU ini juga akan digarap oleh investor dalam negeri.

 

“Akhir tahun (groundbreaking). Otorita maunya di Oktober bareng dengan perusahaan nasional yang juga bangun rusun ASN KPBU,” ungkapnya.

 

IKN Akan Tetap Menarik bagi Investor Luar Negeri

 

ikn

sumber: voi.id

 

Ke depan, menurutnya IKN akan tetap menarik bagi investor luar negeri, terlebih bila diselaraskan dengan birokrasinya yang bagus, kecepatan layanan, paket insentif pajak yang menarik untuk industri, serta infrastrukturnya yang bagus juga memadai.

 

“Dari sisi investor luar negeri ataupun REI, IKN itu akan tetap menjadi menarik. Kenapa? Pertama pergantian kekuasaannya mulus, artinya Pak Prabowo commit untuk melanjutkan IKN. Yang kedua, Indonesia ini kan pertumbuhan ekonominya cukup stabil di atas 5 persen, yang bisa menyamai itu cuma Vietnam di ASEAN. Jadi dari sisi ketertarikan investasi, Indonesia masih menjadi emerging market yang diuntungkan,” paparnya.

 

Melansir dari DetikFinance, Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Agung Wicaksono, menuturkan ada sebanyak 70 menara rumah susun (rusun) untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) akan dibangun di IKN tahun ini melalui skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Pembangunan rusun ini ditargetkan selesai sesuai dengan timeline yang telah ditetapkan.

Agung menjelaskan bahwa beberapa konsorsium yang terlibat dalam pembangunan rusun ini antara lain Konsorsium Citic dari China, Konsorsium Nusantara, Konsorsium Turba Trinity, Nindya Karya, Intiland, Ciputra, serta investor dari Malaysia, IJM dan Maxim.

“Konsorsium Citic, dan konsorsium Nusantara atau RBN, kemudian ada dari konsorsium Turba Trinity, Nindya Karya, Intiland, Ciputra, dari Malaysia, tadi yang pertama kan dari Tiongkok, dan dari Malaysia ada IJM, ada Maxim, 7 ya,” ujarnya dalam acara penjajahan investor proyek KPBU IKN sektor perumahan di Hotel Ayana Midplaza, Jakarta Pusat, Kamis (7/3/2024).

 

***

 

Semoga berita ini bermanfaat untuk kamu, ya.

 

Temukan berita menarik lainnya tentang IKN hanya di Rumah123 karena #SemuaAdaDiSini.

Menilik Peluang Investasi Properti di Kutai Kartanegara, Pencarian Tanah Meningkat hingga 76%

Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan laju perekonomian dan realisasi investasi properti di Kutai Kartanegara

 

Secara geografis, wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara memang berbatasan langsung dengan kawasan pembangunan IKN.

 

Kawasan IKN sendiri mencakup sebagian wilayah Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara.

 

Khusus di Kutai Kartanegara, ada enam kecamatan yang menjadi bagian dari IKN.

 

Bahkan, dua di antaranya masuk ke dalam kawasan inti ibu kota baru Nusantara.

 

Sejalan dengan itu, Kutai Kartanegara bisa dianggap sebagai kawasan potensial sebagai destinasi investasi, terutama properti.

 

Pasalnya, sejak pembangunan IKN pada tahun 2022 silam, pertumbuhan ekonomi kabuoaten tersebut terus mengalami kenaikan.

 

Merujuk data Flash Report IKN Rumah123 Edisi 1, pada tahun 2023, pertumbuhan ekonomi Kutai Kartanegara mengalami kenaikan sekitar 5,1%.

 

Pertumbuhan tersebut berpotensi meningkatkan pengembangan sektor properti guna menopang sektor dominan eksisting.

 

Tren Pencarian Properti Terpopuler di Kutai Kartanegara

 

tren pencarian properti di kutai kartanegara

 

Masih merujuk pada data yang sama, secara keseluruhan, permintaan dan harga properti di sekitar IKN masih fluktuatif tapi cenderung menunjukkan peningkatan.

 

Peningkatan permintaan properti tersebut tidak dimungkiri disebabkan oleh pembangunan IKN yang dimulai sejak 2022.

 

Jenis properti yang paling banyak dicari di sekitar IKN adalah tanah.

 

Khusus di Kutai Kartanegara sendiri, persentase pencarian tanahnya mencapai 76,5%.

 

Hal tersebut tentunya menjadi salah satu indikasi akan tingginya minat masyarakat untuk berinvestasi tanah di kawasan IKN.

 

Selain tanah, pencarian rumah tapak di Kutai Kartanegara juga cukup tinggi, terutama dengan segmentasi kalangan masyarakat menengah hingga menengah ke bawah.

 

Peluang Investasi Properti di Kutai Kartanegara

 

peluang investasi properti di kutai kartanegara

 

Seperti disebutkan di atas, pembangunan IKN tentu bisa memberikan dampak positif bagi perkembangan ekonomi daerah sekitarnya.

 

Realisasi investasi dan laju perekonomian yang terus bertumbuh, membuat investasi properti di wilayah Kutai Kartanegara terbilang bagus.

 

Berdasarkan data Flash Report IKN Rumah123 Edisi 1, persentase pencarian properti di Kutai Kartanegara didominasi oleh generasi muda dengan rentang usia 18-34 tahun.

 

Kebanyakan para pencari properti di Kutai Kartanegara berasal dari kota besar Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Samarinda, Balikpapan, dan Semarang.

 

Besarnya persentase pencarian properti investasi di IKN tentu bukan tanpa alasan.

 

Saat ini, populasi di kabupaten sekitar wilayah IKN masih terbilang rendah.

 

Seperti di Kutai Kartanegara, kepadatan penduduknya hanya 23,1 orang per kilometer persegi.

 

Jika IKN sudah mulai beroperasi, tentu ada lebih banyak orang yang tertarik beraktivitas dan berusaha di kawasan tersebut.

 

Inilah salah satu aspek yang membuat investasi properti di Kutai Kartanegara memiliki prospek cerah.

 

Pasalnya, kenaikan harga tanah per tahun di wilayah dekat IKN bakal terus merangkak naik.

 

Dengan begitu, investor berpotensi mendapatkan return of investment (ROI) besar dengan menjual tanahnya di kemudian hari.

 

Peminatnya tentu sangat banyak, terutama dari kalangan developer yang mencari tanah di sekitar IKN untuk dijadikan perumahan.

 

Seiring bertambahnya jumlah pendudukan di Kutai Kartanegara, bukan tidak mungkin permintaan hunian di kawasan tersebut akan semakin meningkat.

 

Demikian ulasan mengenai peluang investasi properti di Kutai Kartanegara yang menarik diketahui.

 

Temukan berbagai informasi terbaru tentang IKN hanya di Rumah123 karena #SemuaAdaDiSini.

Deretan Investor IKN Nusantara dan Daftar Proyeknya

Pernah bertanya-tanya dari mana dana pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN)? Nah, berikut sederet investor IKN Nusantara dan daftar proyeknya.

Ya, ada banyak pertanyaan terkait investasi IKN yang sering diajukan oleh publik. Berdasarkan hasil pencarian, berikut tiga pertanyaan paling sering muncul.

  • Siapa yang mendanai IKN?
  • Berapa nilai investasi IKN?
  • Investor yang masuk ke IKN apa saja?

Sebagai informasi, dalam situs resmi IKN tertulis bahwa APBN menopang dana pembangunan IKN sebesar 53,5%.

Sementara itu, sisanya bersumber dari Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), BUMN dan pihak swasta.

Maka dari itu, Otoritas IKN fokus pada perencanaan yang dirancang dengan tepat agar investor dan masyarakat internasional mau menanamkan modal untuk membangun proyek ini.

Pemodal swasta tentunya membutuhkan waktu untuk merealisasikan investasi di IKN, karena itu pembangunan dimulai dengan menggunakan APBN terlebih dahulu.

Hal tersebut dilakukan untuk menunjukkan keseriusan pemerintah dalam pembangunan ibu kota negara Indonesia yang baru. Sejauh ini sudah ada empat tahapan groundbreaking.

  • Tahap I dilakukan pada 21-22 September 2023 dengan nilai investasi mencapai total Rp22,9 triliun.
  • Tahap II dilakukan pada 1-2 November 2023 dengan nilai investasi mencapai total Rp15,57 triliun.
  • Tahap III dilakukan pada 20-21 Desember 2023 dengan nilai investasi mencapai total Rp4,78 triliun.
  • Tahap IV dilakukan pada 17 Januari 2024 dengan nilai investasi mencapai total Rp4,26 triliun.

Berapa Nilai Investasi IKN?

Sejauh ini total nilai investasinya sekitar Rp47,51 triliun. Nah, Rp35,9 triliun dari total tersebut berasal dari pihak swasta. Saat ini dana tersebar ke delapan proyek, yaitu sebagai berikut.

  • Hotel
  • Hunian
  • Ritel dan logistik
  • Perkantoran
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Energi dan transportasi
  • Area hijau

Lantas investor yang masuk ke IKN apa saja? Yuk, simak!

Investor yang Masuk ke IKN

investor ikn nusantara

Sumber: Detik.com

Tahap I

  • Proyek Konsorsium Nusantara, investor yang terlibat yaitu Adaro, Sinar Mas, Pulau Intan, Astra, Mulia Group, Barito Pacific, Kawan Lama, Alfamart, Agung Sedayu Group, dan Salim Group.
  • Proyek pusat kesehatan, investor yang terlibat yaitu Rumah Sakit Abdi Waluyo.
  • Proyek tempat pelatihan sepak bola internasional dengan investor yang terlibat, yaitu Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA).
  • Proyek hotel, investor yang terlibat yaitu Vasanta Group.

Tahap II

  • Proyek rumah sakit dengan investor Rumah Sakit Mayapada dan Rumah Sakit Hermina.
  • Mixed use dari Pakuwon Group.
  • Sekolah internasional milik Jakarta International School.
  • Proyek revitalisasi sekolah negeri milik Astra International.
  • Kementerian Perhubungan dengan proyek bandara VVIP.
  • Kantor pusat Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).
  • Bank Indonesia.
  • Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Tahap III

  • Miniatur hutan tropis milik AQUA.
  • Penghijauan dan rehabilitasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
  • Rumah sakit dari Kementerian Kesehatan.
  • Mixed use milik The Pakubuwono, PT Wulandari Bangun Laksana, Balikpapan Superblock dan BSH.
  • Bluebird dengan proyek layanan transportasi hijau.
  • Kantor Polres khusus IKN.
  • Kantor komando distrik militer.

Tahap IV

  • Proyek pergudangan milik PT Wulandari Bangun Laksana dan SUN Hub.
  • Hotel milik Jambuluwuk Group.
  • Radio Republik Indonesia (RRI) studio siaran.
  • Pesantren milik Kata Data dan Benih Baik.
  • Pos Indonesia dengan proyek logistics hub.
  • Kantor Otoritas IKN dan balai kota milik Kementerian PUPR & OIKN.
  • Kementerian PUPR bangun Masjid Negara, Beranda Nusantara, dan Memorial Park.

Berdasarkan informasi dari berbagai sumber terpercaya, sebanyak 252.000 hektare luas IKN, yang dibangun hanya 25%. Sebanyak 60% akan menjadi area hutan kembali.

Gerakan hijau IKN pun kini sudah dimulai.

3 Perusahaan Silicon Valley Kerja Sama Bangun IKN

Sejauh ini ada tiga perusahaan Silicon Valley kerja sama bangun Ibu Kota Nusantara (IKN). Siapa saja mereka? Simak ulasan selengkapnya dalam artikel ini.

Otorita IKN sudah menyepakati kerja sama dengan tiga perusahaan raksasa teknologi dari Silicon Valley, Amerika Serikat (AS). Mereka adalah Cisco, Autodesk, dan ESRI.

Di mana bentuk kerja sama tersebut beragam. Namun secara garis besar, ketiga perusahaan akan memasok teknologi untuk mewujudkan smart city di ibu kota negara yang baru.

Saat ini hampir semua kota besar di dunia sudah mengadopsi konsep “kota cerdas” yang berkelanjutan. Oleh sebab itu, pembangunan IKN akan mengikuti jejak tersebut.

Langkah yang disepakati dalam pembangunan IKN ini pun sejalan dengan tujuan transformasi Indonesia pada 2045 nanti. Jadi smart city bakal mendongkrak kemajuan di berbagai sektor.

Selanjutnya, mari kita membahas ketiga perusahaan dari Silicon Valley tersebut.

Perusahaan Silicon Valley Kerja Sama Bangun IKN

perusahaan silicon valley kerja sama bangun ikn

Foto IKN: Liputan 6

Cisco

Berdasarkan informasi dari berbagai sumber terpercaya, Cisco bakal membuat sistem pengolahan data penting dan terjamin keamanannya di IKN.

Cisco sendiri merupakan perusahaan yang mengembangkan dan memproduksi perangkat jaringan, telekomunikasi, dan penyediaan layanan solusi teknologi.

Perusahaan tersebut bakal berpartisipasi dalam instalasi perangkat kota cerdas, seperti pengembangan jaringan teknologi sensor dan Internet of Things (IoT).

Instalasi perangkat tersebut diperuntukkan bagi pengumpulan, pengiriman dan pemanfaatan data serta informasi di lapangan. Di mana manfaatnya akan terasa untuk sistem berikut.

  • Pengelolaan air dan energi
  • Manajemen transportasi
  • Bangunan pintar
  • Pengelolaan kota

Intinya, perusahaan dari Silicon Vallery ini akan membuat gedung-gedung IKN canggih. Memiliki sistem digital dari sisi pengolahan data dan keamanan terpadu.

Indonesia sendiri sudah melakukan beberapa hal guna mendukung sistem keberlanjutan, antara lain membangun pusat data, smart building, ruang kerja dan internet masa depan.

Autodesk

Perusahaan berikutnya yang sudah bekerja sama dengan Indonesia dalam pembangunan kota cerdas IKN adalah Autodesk. Ini adalah perusahaan penyedia perangkat lunak terkemuka.

Autodesk melayani pembuatan software desain 3D untuk arsitektur, rekayasa, manufaktur, media, dan industri hiburan. Lebih dari 100 juta orang sudah menggunakan produknya.

Kerja sama IKN dengan Autodesk, yaitu pemasangan perangkat lunak dan solusi digital. Nanti digunakan untuk perancangan, pembangunan, dan pengoperasian proyek infrastruktur.

Autodesk mendukung Otorita IKN dalam merancang kota yang layak huni dan dicintai. Kerja sama ini membantu peningkatan kinerja perencanaan kota melalui visualisasi, optimasi, dan simulasi.

Terutama dalam hal perencanaan gedung, ruang publik, dan infrastruktur yang dapat meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan pengelolaan proyek pembangunan.

Environment System Research Institute (ESRI)

Terakhir kerja sama dengan ESRI yang merupakan singkatan dari Environment System Research Institute. ESRI bakal membuat sistem yang mendukung perencanaan layout di IKN.

ESRI mempunyai spesialisasi keahlian dalam pembuatan sistem informasi geospasial. Jadi perusahaan akan berpartisipasi dalam mengembangkan teknologi analitik berbasis spasial.

Teknologi itu dapat dimanfaatkan untuk pemetaan, pemantauan, pengindraan jauh, dan pengelolaan data spasial. Sehingga, dapat membantu Otorita IKN membuat master plan.

Nantinya data dan informasi geospasial dapat dimanfaatkan dalam pengelolaan sumber daya alam seperti air, hutan, satwa liar, dan biodiversitas, memitigasi risiko bencana, dan lain-lain.

Berdasarkan informasi dari Kepala Otorita IKN, kerja sama dengan ketiga perusahaan dari Silicon Valley AS ini adalah usaha mewujudkan peradaban yang baru di IKN.

Hal ini juga dinilai sebagai transformasi, bukan sekadar pembangunan kota berkonsep smart belaka. Tujuannya agar pada 2045 nanti Indonesia menjadi negara yang kuat dan sejahtera.