Inilah Investasi Sukanto Tanoto di IKN

Konglomerat Sukanto Tanoto menjadi salah satu investor di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Hal tersebut telah dikonfirmasi resmi oleh Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia.

Bahkan, kini Kementerian Investasi tengah menyiapkan lahan proyek investasi tersebut.

Lantas, seperti apa investasi Sukanto Tanoto IKN? Mari ketahui melalui pembahasan di bawah ini.

Kenapa IKN Butuh Investasi?

Pemandangan IKN dari atas

Pembangunan IKN adalah proyek besar. Menurut Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, kebutuhan pendanaan IKN mencapai Rp466 triliun.

Karena itu, pendanaannya tidak bisa 100 persen berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Indonesia (APBN).

Pemerintah pun membuka peluang investasi untuk sektor swasta, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Dilansir dari laman Hukum Online, Kepala Otorita IKN, Bambang Susantono mengatakan, untuk memfasilitasi investasi di IKN, pemerintah telah menerbitkan kebijakan khusus selain UU No. 3 Tahun 2022 tentang IKN; yaitu Peraturan Pemerintah No. 12 Tahun 2023 tentang Pemberian Perizinan Berusaha, Kemudahan Berusaha, dan Fasilitas Penanaman Modal bagi Pelaku Usaha di IKN.

Dengan adanya kebijakan khusus itu, diharapkan investasi ke IKN lebih mudah.

Adapun potensi besar dari investasi IKN berasal dari sejumlah sektor, mulai dari energi, transportasi, pariwisata, dan perumahan.

Investasi Sukanto Tanoto IKN

Sukanto Tanoto

Ketertarikan Sukanto Tanoto terhadap investasi di IKN sudah terlihat dari tahun lalu.

Menurut CNN Indonesia, pada akhir 2023, diketahui perusahaan Sukanto Tanoto sudah mengajukan surat pernyataan minat atau letter of intent (LOI).

Menurut Bahlil Lahadalia, Sukanto berinvestasi dalam konsorsium Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang dipimpin Bos Agung Sedayu Group Sugianto Kusuma alias Aguan.

Beberapa perusahaan yang tergabung dalam konsorsium tersebut di antaranya adalah Agung Sedayu Group, Indofood, Sinarmas, Pulauintan, Adaro, dan Barito Pacific. Kemudian, Astra, Mulia Group, Kawan Lama Group, dan Alfamart Group.

Nantinya, Sukanto Tanoto akan masuk dalam investasi pembangunan proyek, mulai dar hotel, kafe, pusat olahraga, dan masih banyak lagi.

Hingga tulisan ini dibuat, pemerintah tengah menyiapkan lahan untuk investasi perusahaan Sukanto Tanoto.

“Kami akan menyiapkan lahannya dulu, tetapi pengajuannya sudah mereka komunikasikan dengan saya dan Otorita IKN (OIKN),” kata Bahlil dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Investasi/BKPM, Jakarta, Senin (29/4/2024), dikutip dari Kompas.com.

Siapa Sukanto Tanoto?

Sosok Sukanto Tanoto

Sukanto Tanoto adalah pengusaha pendiri dan chairman dari Royal Golden Eagle (RGE), kelompok perusahaan global yang bergerak di bidang manufaktur berbasis sumber daya.

RGE memiliki kantor di sejumlah negara, mulai dari Jakarta, Beijing, Nanjing, Singapura, hingga Hongkong.

Kelompok bisnis ini telah memasarkan produknya ke sejumlah negara, mulai dari Indonesia, Cina, Brasil, Malaysia, Kanada, Finlandia, dan Filipina.

Perusahaan yang berdiri pada 1973 oleh Sukanto Tanoto ini memiliki beberapa anak perusahaan. Berikut daftarnya, dilansir dari laman resmi RGE:

  • April dan Asia Symbol yang bergerak di bidang pulp dan kertas.
  • Asian Agri dan Apical yang bergerak di bidang minyak kelapa sawit.
  • Bracell yang bergerak di bidang specialty cellulose.
  • Sateri dan APR yang bergerak di viscose fibre.
  • Pacific Energy yang bergerak di bidang energi.

Total karyawan yang bergabung dalam kelompok bisnis RGE adalah  80.000 orang.

Selain perusahaan, Sukanto Tanoto juga memiliki lembaga yang bergerak di bidang sosial, yaitu Tanoto Foundation.

Lembaga tersebut bertujuan untuk membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat dan kualitas manusia Indonesia.

Adapun bidang yang menjadi fokus Tanoto Foundation adalah pendidikan dan pengembangan anak usia dini.

Menurut catatan majalah bisnis Forbes, total kekayaan Sukanto Tanoto mencapai 3,1 miliar dollar AS atau sekitar Rp50,3 triliun.

Sementara berdasarkan Forbes Billionaires List, Sukanto Tanoto berada di peringkat ke-14 sebagai orang terkaya di Indonesia.

***

Sekarang, kamu sudah mengetahui pembahasan mengenai investasi Sukanto Tanoto IKN.

Bagaimana pendapatmu mengenai investasi tersebut?

Jika ingin mengetahui info lebih lanjut seputar ibu kota baru dan info propertinya, kamu bisa mendapatkannya di halaman IKN dari Rumah123.

Referensi

  1. Artikel Kompas.com berjudul “Bahlil Siapkan Lahan untuk Kongolmerat Sukanto Tanoto di IKN”. (https://ikn.kompas.com/read/2024/04/29/181328587/bahlil-siapkan-lahan-untuk-konglomerat-sukanto-tanoto-di-ikn). Diakses pada 20 Mei 2024.
  2. Artikel Kompas.com berjudul “Siapa Sukanto Tanoto yang Disebut-sebut Disiapkan Lahan Investasi di IKN”. (https://www.kompas.com/tren/read/2024/04/30/213000865/siapa-sukanto-tanoto-yang-disebut-sebut-disiapkan-lahan-investasi-di-ikn-?page=all). Diakses pada 20 Mei 2024.
  3. Artikel CNN Indonesia berjudul “Sebab Sukanto Tanoto Tak Ada di Daftar Investor IKN yang Dibuka Jokowi”. (https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20230922143549-92-1002463/sebab-sukanto-tanoto-tak-ada-di-daftar-investor-ikn-yang-dibuka-jokowi). Diakses pada 20 Mei 2024.
  4. Artikel Hukum Online berjudul “Merangkul Peluang dan Tantangan Investasi di IKN Nusantara”. (https://www.hukumonline.com/berita/a/merangkul-peluang-dan-tantangan-investasi-di-ikn-nusantara-lt651138e265244/#!). Diakses pada 20 Mei 2024.
  5. Informasi dari situs resmi RGE Group. (https://www.rgei.com/). Diakses pada 20 Mei 2024.

 

7 Peluang Buka Usaha di IKN yang Berpotensi Cuan

Buka usaha di IKN (Ibu Kota Nusantara) memiliki prospek yang menarik bagi pebisnis.

Apalagi, Ditjen Pajak (DJP) sempat menyebut wajib pajak UMKM akan lebih untung jika membuka usaha di IKN.

Menurut Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas DJP, Dwi Astuti, pemerintah menyediakan berbagai insentif untuk pelaku usaha di IKN, termasuk UMKM.

Salah satu insentif itu adalah PPh final 0 persen atas omzet sampai dengan Rp50 miliar.

Kebijakan tersebut tertuang dalam PP 12/2023 dan PMK 28/2024 yang mengatur pemberian insentif perpajakan di IKN.

Tertarik membuka usaha di IKN atau daerah sekitarnya nantinya? Berikut adalah beberapa peluang yang bisa kamu pertimbangkan untuk dijadikan ide usaha.

1. Bisnis SPBKLU dan SPKLU

SPLKU untuk kendaraan listrik

Foto: PLN

Nantinya, IKN akan menggunakan kendaraan listrik sebagai transportasi operasional.

Kendaraan listrik itu tidak hanya untuk penggunaan pribadi, tapi juga berlaku untuk transportasi umum.

Bagi pengusaha, tentu ada peluang terkait dengan kendaraan listrik ini.

Salah satunya, kamu bisa membuka bisnis franchise SPBKLU (Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum) untuk kendaraan roda dua dan SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) untuk kendaraan roda empat. 

Kamu bisa bermitra dengan PLN atau perusahaan lain yang menyediakan kemitraan bisnis pengisian daya kendaraan listrik.

2. Bisnis Tanaman Hias

Dari segi konsep, IKN akan menjadi green city atau kota hijau yang memiliki hutan berkelanjutan.

Jadi, sudah pasti di kawasan IKN akan banyak ruang terbuka hijau berupa taman atau hutan kota.

Nah, jika kamu memiliki keahlian dalam bercocok tanam atau berkebun, bisa membuka bisnis tanaman hias.

Keberadaan tanaman akan membuat hunian di IKN sejalan dengan konsep kotanya yang hijau.

Agar berbeda dari bisnis tanaman hias biasa, bisnismu bisa membuka layanan pengiriman, seperti pengantaran tanaman hias untuk rumah, kantor, dan untuk perkebunan.

3. Agen Wisata

Dua wisatawan

Apabila sudah jadi, wilayah IKN bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Jika pemerintah membuka IKN untuk keperluan wisata, kamu bisa bermitra dengan dinas terkait untuk membuka agen wisata.

Nantinya, wisata IKN bisa dikhususkan untuk paket wisata sejarah, petualangan alam, kuliner lokal, kecanggihan teknologi, dan kebangsaan.

Kamu juga dapat bermitra dengan restoran dan hotel yang berada di sekitar IKN.

4. Pusat Kebugaran

Pusat kebugaran

Gaya hidup sehat tentu akan cocok diterapkan di IKN yang konsep kotanya hijau.

Karena itu, jika ingin buka usaha di IKN, kamu bisa membuka pusat kebugaran.

Kamu bisa melengkapi pusat kebugaran tersebut dengan berbagai macam alat olahraga yang bisa membantu tubuh lebih sehat.

5. Bisnis Daur Ulang

Daur ulang

Kota IKN akan menjadi wilayah yang ramah lingkungan.

Jadi, kamu bisa membuka usaha dalam bidang layanan daur ulang, baik untuk skala rumah tangga, skala komersial, bahkan untuk konsultasi pengelolaan limbah.

Layanan yang dibuka bisa mulai dari penjemputan hingga pengolahan sampah atau limbah.

6. Layanan Katering Sehat

Makanan sehat

Gaya hidup sehat kian digemari oleh masyarakat.

Apalagi jika tinggal di IKN yang ramah lingkungan, sudah pasti banyak yang ingin hidup lebih sehat.

Di sini, kamu bisa menyediakan katering makanan sehat untuk para pekerja di IKN, penduduk di sekitar IKN, atau untuk tamu yang datang.

7. Bisnis Sayur dan Buah Organik

Buah buahan organik

Rekomendasi usaha di IKN lainnya adalah buah-buahan dan sayuran organik.

Nantinya, produknya bisa disalurkan ke bisnis lain, seperti untuk usaha katering sehat (B2B) atau langsung ke konsumen (B2C).

Untuk memulai bisnis ini, kamu bisa bekerja sama dengan pemilik lahan pertanian dan perkebunan tak jauh dari IKN.

Pastikan proses penanaman hingga pemetikan sayuran dan buahnya benar-benar bebas dari proses nonorganik.

***

Sudah mantap akan buka usaha di IKN?

Semoga ide-ide di atas bisa menginspirasi, ya.

Jika ingin mendapatkan informasi lainnya seputar IKN, silakan kunjungi halaman IKN Rumah123.

Perkembangan Investasi Malaysia di IKN: 10 Perusahaan Tertarik

Foto: presidenri.go.id

Menarik untuk mengetahui perkembangan investasi di ibu kota baru Indonesia, termasuk investasi Malaysia IKN.

Dalam pembangunannya, IKN memang tak bisa lepas dari peran andil investor.

Itu karena, pembangunan IKN membutuhkan biaya yang tak sedikit.

Perhitungan kasarnya, dibutuhkan biaya sekitar Rp466 triliun untuk mewujudkan IKN sesuai dengan rencana.

Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Juri Ardiantoro mengatakan, biaya tersebut tidak sepenuhnya ditanggung APBN, tapi juga akan diupayakan lewat kerja sama pemerintah dan badan usaha (public-private partnership), serta kontribusi atau investasi swasta.

“Perkiraan kasarnya, dari total dana sebesar Rp 466 triliun yang dibutuhkan, (pembiayaan dari) APBN hanya sekitar Rp 89,4 triliun. Lalu KPBU dan swasta Rp 253,4 triliun, sementara BUMN serta BUMD Rp 123,2 triliun,” ujar Juri, dikutip dari ikn.go.id.

Lantas, seperti apa perkembangan investasi Malaysia IKN?

Rencana IKN Jadi Pemberitaan Menarik di Malaysia

ikn kota hijauRupanya, pemberitaan mengenai pemindahan IKN menjadi topik yang menarik di Negeri Jiran.

Buktinya, Sarawak Media Group (SMG) pernah mewawancarai Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim H Hadi Mulyadi secara khusus tentang IKN.

Pada wawancara yang dilaksanakan di Rumah Dinas Wakil Gubernur Kaltim Jalan Milono Samarinda, Senin (15/8/2022), tersebut, ada 8 pertanyaan yang diajukan mengenai IKN dan investasi.

Pada saat itu, Wagun Hadi mengatakan, Kaltim dalam posisi menunggu realisasi investasi para pengusaha Malaysia.

“Yang terdekat dengan kita itu ya Malaysia. Karena itu kami menunggu Malaysia masuk dengan sangat gembira. Biaya investasi pasti lebih murah dan mudah, karena kita dekat dan serumpun. Maka  yang berpeluang besar itu Malaysia,” kata Hadi, dikutip dari laman kaltimprov.go.id.

Surat Ketertarikan dari Malaysia

Jokowi dan PM Malaysia (1)

Foto: presidenri.go.id

Sebelumnya, pada Januari 2023, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga sudah menerima 11 surat pernyataan niat atau letter of intent (LOI) dari Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Anwar Ibrahim.

Menurut Katadata, surat tersebut berisi ketertarikan investor Malaysia untuk ikut berkontribusi pada pembangunan IKN.

Saat itu, Malaysia mengaku tertarik berinvestasi karena IKN diyakini memberi manfaat ekonomi untuk Sabah dan Serawak.

Berikut adalah 10 perusahaan yang tertarik berinvestasi di IKN:

  • Berjaya Corporation
  • Tenaga Nasional
  • Pharmaniaga
  • Alliance MEP (Sarawak)
  • Boustead Properties
  • Carsome
  • OSK Group
  • Protasco
  • Reneuco
  • Success Electronic & Transformer Manufacturer

Sedangkan, sektor yang akan digarap oleh investor Malaysia adalah:

  • Properti
  • Manufaktur
  • Energi terbarukan
  • Pengembangan farmasi
  • Elektronik
  • Kesehatan
  • Pengelolaan limbah
  • Konstruksi

Kunjungi IKN

Kunjungan perwakilan Malaysia ke IKN

Pada Selasa (30/04/2024), Delegasi KBRI Indonesia di Malaysia dan Delegasi Kedutaan Jerman untuk Indonesia telah mendatangi IKN.

Dalam kesempatan tersebut, turut hadir pula sejumlah perwakilan perusahaan dari Malaysia.

Ketua Malaysia-Indonesia Business Council Dato Tan Sri Nasir Razak mengatakan, keinginan pengusaha Malaysia untuk investasi di IKN sangat besar.

Hal ini dipengaruhi oleh posisi geografis Ibu Kota Nusantara (IKN) yang terletak di Pulau Kalimantan, yang juga berbatasan dengan Brunei Darussalam dan Malaysia, sehingga berpotensi meningkatkan perekonomian di negara tersebut.

Menurut Nasir, ada tiga perusahaan yang tertarik investasi di IKN, yakni Seven Seasons Preservation Sdn Bhd, Citadel Group Sdn Bhd, dan Ranhill Utilities Berhad.

“Kami (Delegasi Malaysia) berterima kasih telah diterima kedatangannya di sini. Kami membawa 28 perwakilan perusahaan untuk melihat peluang bisnis yang ada di IKN.”

“Selain itu, sudah ada 3 perusahaan yang telah menunjukkan ketertarikannya untuk berinvestasi di sini (IKN). Hal ini secara paralel meningkatkan hubungan kedua negara, terlebih dalam investasi,” kata Nasir, dikutip dari laman resmi IKN.

Perkuat Sektor Hunian dan Pendidikan

Pengusaha Malaysia kunjungi IKN

Foto: ikn.go.id

Sementara itu, dalam kesempatan terpisah, Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Dato’ Syed Md Hasrin Tengku Hussin juga mengungkapkan ketertarikan perusahaan dan lembaga Malaysia untuk berinvestasi di IKN.

Perusahaan dan lembaga tersebut yakni IJM Corporation Berhad, Maxim Global Berhad, dan Limkokwing University of Creative Technology.

Mereka telah mengunjungi IKN pada Selasa (19/03/2024).

Adapun IJM dan Maxim adalah dua perusahaan yang akan bekerja sama dengan pemerintah melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) di sektor hunian.

Ketika itu, proses kerja samanya sudah mencapai tahap finalisasi feasibility study.

Sementara itu, Limkokwing University of Creative Technology berencana berinvestasi di sektor pendidikan,

Dato’ Syed Md Hasrin Tengku Hussin mengaku berharap, perusahaan-perusahaan Malaysia, khususnya yang berasal dari Sabah dan Sarawak, bisa berinvestasi di IKN guna memperkuat hubungan antara kedua negara.

Referensi

  • Artikel website resmi IKN berjudul “KSP: Pembangunan Ibu Kota Baru Perlu Anggaran Rp 466 T, Tak Semua Ditanggung APBN”. (https://www.ikn.go.id/ksp-pembangunan-ibu-kota-baru-perlu-anggaran-rp-466-t-tak-semua-ditanggung-apbn). Diakses pada 7 Juni 2024.
  • Artikel website resmi Provinsi Kaltim berjudul “Pemindahan IKN Masih Jadi Isu Menarik di Malaysia”. (https://www.kaltimprov.go.id/berita/pemindahan-ikn-masih-jadi-isu-menarik-di-malaysia). Diakses pada 7 Juni 2024.
  • Artikel website resmi IKN berjudul “Delegasi Malaysia dan Jerman Kunjungi IKN, Tingkatkan Minat Investasi dan Kerja Sama di Nusantara”. (https://www.ikn.go.id/delegasi-malaysia-dan-jerman-kunjungi-ikn-tingkatkan-minat-investasi-dan-kerja-sama-di-nusantara). Diakses pada 7 Juni 2024.
  • Artikel website resmi IKN berjudul “Pengusaha Malaysia Siap Investasi di IKN, Perkuat Sektor Hunian dan Pendidikan”. (https://www.ikn.go.id/ar/pengusaha-malaysia-siap-investasi-di-ikn-perkuat-sektor-hunian-dan-pendidikan). Diakses pada 7 Juni 2024.
  • Artikel Katadata.co.id berjudul “Janji Investasi Malaysia di IKN Nusantara”. (https://katadata.co.id/infografik/63c618291ca89/janji-investasi-malaysia-di-ikn-nusantara). Diakses pada 7 Juni 2024.

Korea Selatan Masuk 5 Besar Investor IKN, Ini Daftar Peminatnya

Korea Selatan masuk daftar lima besar calon investor asing di Ibu Kota Nusantara (IKN) yang sudah memberikan pernyataan minat investasi atau letter of intent (LoI).

Posisi tersebut dinilai cukup baik, karena dalam daftar investor asing secara umum, Korea Selatan berada di urutan ke tujuh. Namun, besaran investasi belum dapat disebutkan.

Korea Selatan dan Indonesia sendiri sudah memiliki sejarah kerja sama panjang. Negara ini sangat penting di antara sederet partner strategis Indonesia.

Lantas, perusahaan Korea Selatan mana saja yang menunjukkan minat investasi di ibu kota baru Indonesia? Mari kita simak ulasan lengkapnya di sini.

Daftar Perusahaan Korea Selatan yang Berminat Investasi di IKN

LG CNS

LG CNS merupakan anak usaha LG Corporation yang berdiri sejak 1987 di Seoul, Korea Selatan. Tokoh kunci LG CNS adalah Young-seop Kim.

Perusahaan ini menyediakan layanan teknologi informasi, seperti konsultansi, integrasi sistem, integrasi jaringan, alih daya proses bisnis, dan alih daya teknologi informasi. 

Awalnya, LG CNS hanya fokus pada rekayasa komputer, seperti merancang, mengembangkan, dan mengoperasikan sistem jaringan komputer untuk LG Group. 

Kemudian, perusahaan ini mengembangkan target kliennya dari hanya LG Group menjadi ke organisasi lain maupun ke instansi pemerintah. 

Selain itu, LG CNS juga fokus menjangkau pasar global. Perusahaan mengoperasikan sejumlah pusat pengembangan serta memiliki sejumlah anak usaha di luar Korea Selatan.

Korea Land & Housing Corporation

Korea Land & Housing Corporation (LH) adalah perusahaan milik pemerintah Korea Selatan yang bertanggung jawab atas pengembangan lahan di perkotaan.

Selain itu,  Korea Land & Housing Corporation (LH) juga bertugas untuk melakukan pemeliharaan dan pengelolaan lahan dan perumahan.

Korea Land & Housing Corporation merupakan gabungan dua perusahaan, yaitu Korea Land Development Corporation dan Korea Housing Corporation.

Keduanya digabungkan oleh pemerintah Korea Selatan pada 2009. Tujuannya untuk membentuk perusahaan yang saat ini yang bermarkas di Choongui-ro, Jinju-si, Gyeongsangnam-do.

Samsung C&T Corporation

Samsung C&T Corporation (Construction & Trading Corporation, sebelumnya bernama Samsung Corporation) berdiri pada 1938 sebagai perusahaan induk dari Samsung Group. 

Sejak 1995, perusahaan ini bergerak di sektor rekayasa dan konstruksi proyek, perdagangan dan investasi, serta mode dan resort.

Pada  1975, Samsung C&T ditetapkan oleh pemerintah Korea Selatan sebagai perusahaan perdagangan umum pertama yang menjual produknya ke luar negeri.

Kabarnya, perusahaan asal Negeri Ginseng ini berminat untuk menggarap teknologi smart city guna mewujudkan IKN sebagai kota yang cerdas dan memilki teknologi canggih.

LX International

LX International adalah perusahaan perdagangan dan investasi berbasis di Korea Selatan. Perusahaan ini bergerak dalam beberapa bidang, di antaranya;

  • pembangkit listrik;
  • proyek petrokimia; dan
  • perdagangan besar material petrokimia & logam; dan
  • minyak kelapa sawit.

LX International sendiri berdiri pada 1953 dengan nama Lucky Industry Corporation.

Perusahaan ini berbasis di LX Internasional, 58, Saemunan-ro, Jongno-gu, Seoul, 03184, Korea Selatan. Selain itu, terdapat PT LX International Indonesia dengan kantor di Jakarta Selatan.

Alamat lengkap kantor LX International Indonesia di Pacific Century Place, Jalan Jenderal Sudirman Kavling 52-53, Kelurahan Senayan, Kecamatan Kebayoran Baru.

Shinhan Sekuritas Indonesia

Shinhan Sekuritas Indonesia berdiri pada 1988 dengan nama PT Interindo Danapraya. Kemudian, pada 1997 mengubah namanya menjadi Makinta Securities.

Barulah pada 2016 berubah lagi menjadi PT Shinhan Sekuritas Indonesia melalui akuisisi oleh Shinhan Investment Corporation yang 100% dimiliki oleh Shinhan Financial Group.

Shinhan Investment Corporation adalah bank investasi dan perusahaan sekuritas papan atas dengan lisensi yang lengkap dan memiliki reputasi terkemuka di seluruh dunia.

Perusahaan terdaftar sebagai anggota Bursa Efek Indonesia (BEI). Kegiatan usahanya bergerak di bidang perantara pedagang efek, penjamin emisi efek, dan kegiatan lainnya.

Nah, itulah ulasan tentang LG CNS, Korea Land & Housing Corporation, SAMSUNG C&T Corporation, LX International dan Shinhan yang berminat investasi di IKN.

Semoga informasi dari Rumah123 bermanfaat.

Pemenang Tender IKN, 4 Sektor Perusahaan yang Terlibat

Pembangunan proyek yang sedang berjalan di Ibu Kota Nusantara (IKN) dimenangkan oleh sejumlah perusahaan pemerintah dan swasta. Siapa saja pemenang tender IKN? Yuk, simak!

Pada April 2024 lalu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melaporkan progres kesiapan infrastruktur dasar IKN terbaru sebagai berikut.

  • Progres pembangunan konstruksi Bendungan Sepaku Semoi hampir rampung.
  • Progres pembangunan jalan tol > 70%.
  • Rumah tapak jabatan menteri di IKN 88%.
  • Hunian rata-rata mencapai 40% dengan detail rumah susun (rusun) anggota Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) 42%, rusun Aparatur Sipil Negara (ASN) 2 30% dan rusun ASN 3 32%.

Ya, di balik pembangunan yang masih terus berlangsung itu, tentu saja ada perusahaan pemenang tender IKN. Berikut informasi detail tentang siapa kontraktor proyek IKN.

Daftar Perusahaan Pemenang Tender IKN

pemenang tender ikn

Foto proyek IKN: ADHI Karya

Pemenang Tender IKN Bidang Konstruksi 

Pembangunan fisik berupa infrastruktur, sarana dan prasarana masih mendominasi pengembangan di IKN. Ini melibatkan beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Adapun daftar perusahaan pelat merah di bidang konstruksi yang terlibat proyek pembangunan IKN antara lain sebagai berikut.

PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI)

  • 22 tower untuk hunian pekerja konstruksi IKN
  • Pelindung fender jembatan Pulau Balang
  • Jalan tol seksi 3A segmen Karangjoang-Kaltim Kariangau Terminal (KKT) Kariangau
  • Rumah tapak kedinasan di IKN

PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT)

  • Jalan akses Lingkar Sepaku seksi 4
  • Jalan tol IKN segmen 5A
  • Gedung Sekretariat Negara
  • Gedung Kementerian Koordinator (Kemenko) 3
  • Gedung Kemenko 4
  • Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) 1,2,3 IKN
  • Jalan feeder Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN
  • Rumah susun (rusun) Aparatur Sipil Negara (ASN)
  • Jalan Nasional IKN seksi 6C-1
  • Multi Utility Tunnel-01 (MUT)
  • Jalan tol segmen 3B-2
  • Jalan akses bandara VVIP IKN

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA)

  • Jalan tol IKN segmen KKT Kariangau-Simpang Tempadung
  • Jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Timur
  • Jaringan perpipaan air limbah
  • Gedung kantor presiden
  • Gedung istana negara
  • Lapangan upacara di kawasan istana kepresidenan IKN

PT PP (Persero) Tbk (PTPP)

  • Jalan tol IKN
  • Jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Barat
  • KIPP 1 dan 2
  • Istana Presiden dan lapangan upacara
  • Kantor Presiden
  • Gedung Kementerian Sekretariat Negara
  • Akses masjid IKN
  • Dermaga logistik
  • Rusun ASN
  • Gedung Bank Indonesia (BI)
  • Bandara VVIP atau Naratetama

Pemenang Tender IKN Bidang Semen 

Selain perusahaan konstruksi, beberapa perusahaan semen juga terlibat dalam pembangunan IKN. Sama seperti konstruksi, yang diprioritaskan juga perusahaan BUMN seperti PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG).

Adapun perusahaan swasta yang diperkirakan akan memasok semen untuk pembangunan IKN, yaitu PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP).

Pemenang Tender IKN Bidang Properti

Perusahaan bidang properti yang diperkirakan bakal menerima manfaat paling besar dari proyek IKN ini adalah sebagai berikut.

  • PT Pakuwon Jati Tbk
  • PT Ciputra Development Tbk
  • PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk
  • PT Bumi Serpong Damai Tbk

Pemenang Tender IKN Bidang Rumah Sakit 

PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) yang bekerja sama dengan PT Bina Karya (Persero). Ini adalah Badan Usaha Otorita (BUO) dan berperan sebagai master developer.

HEAL dan PT Bina Karya akan bersama-sama membangun rumah sakit bertaraf internasional di IKN. Selain itu, ada rumah sakit grup Mayapada, PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ).

Perusahaan ini bakal terlibat dalam proyek pembangunan rumah sakit kedua di IKN. Adapun nama dari rumah sakit itu nantinya adalah Rumah Sakit Mayapada Hospital Nusantara.

Untuk sementara ini, itulah daftar perusahaan yang sudah menjadi pemenang tender IKN, dan perusahaan yang diperkirakan akan terlibat dalam pembangunan ibu kota baru.

Semoga informasi dalam artikel ini bermanfaat.

Mengenal Golden Visa untuk Investor Asing di IKN, Syarat Mudah dan Banyak Untung!

Pemerintah Indonesia melakukan berbagai upaya untuk memudahkan para investor asing berinvestasi di IKN, salah satunya mengeluarkan golden visa dengan syarat yang mudah.

 

Proses pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) membutuhkan nilai investasi yang fantastis.

 

Menurut berbagai laporan media, rencana investasi IKN bisa mencapai Rp500 triliun.

 

Total investasi tersebut berasal dari dua sumber, 20% APBN dan 80% sisanya berasal dari swasta.

 

Untuk mencapai angka tersebut, dibutuhkan waktu pengumpulan dana sampai 10-20 tahun ke depan.

 

Nah, demi menggaet investor luar negeri, pemerintah menyiapkan golden visa dengan syarat mudah dan keuntungan yang besar.

 

Lalu, apa itu golden visa? Apa saja manfaat ketika investor mendapatkannya? Berikut ulasannya.

 

Apa Itu Golden Visa untuk Investor Asing?

 

Golden visa adalah pengelompokan terhadap visa tinggal terbatas, izin tinggal terbatas, izin tinggal tetap, dan izin masuk kembali untuk jangka waktu tertentu, paling lama 5 dan 10 tahun.

 

Visa ini diberikan untuk empat kegiatan, antara lain:

  • Penanaman modal
  • Penyatuan keluarga
  • Repatriasi
  • Rumah kedua.

Dalam konteks kegiatan penanaman modal, “visa spesial” tersebut dapat diberikan kepada:

  • Orang asing sebagai investor perorangan yang bermaksud mendirikan perusahaan di Indonesia
  • Orang asing sebagai investor perorangan yang tidak bermaksud mendirikan perusahaan di Indonesia
  • Orang asing yang akan menjabat sebagai anggota direksi atau anggota dewan komisaris pada perusahaan yang berdiri di Indonesia, yang merupakan cabang atau anak perusahaan di luar wilayah Indonesia.

Syarat Mendapatkan Golden Visa

 

Masih melansir situs sampit.imigrasi.go.id, untuk mendapatkan golden visa, ada syarat yang harus dipenuhi, yaitu:

 

1. Investor Perorangan

 

Investor perorangan yang akan tinggal 5 tahun dan hendak mendirikan perusahaan di Indonesia, dengan nilai investasi sebesar US$2.500.000.

 

Sementara, untuk masa tinggal 10 tahun, nilai investasinya adalah US$5.000.000.

 

2. Investor Korporasi

 

Lalu, untuk investor korporasi yang hendak membentuk perusahaan di Indonesia, mereka harus menanamkan modal sebanyak US$25.000.000 dengan masa tinggal 5 tahun.

 

Bagi investor korporasi yang hendak membentuk perusahaan di Indonesia dan tinggal selama 10 tahun, mereka harus berinvestasi sebesar US$50.000.000.

 

3. Investor yang Tidak Akan Mendirikan Perusahaan di Indonesia

 

Aturan berbeda diberlakukan bagi investor asing perorangan yang tidak bermaksud mendirikan perusahaan di Indonesia.

 

Untuk golden visa dengan masa tinggal 5 tahun, calon investor wajib menempatkan dana sebesar US$350.000.

 

Kemudian, untuk  masa tinggal 10 tahun, calon investor wajib menempatkan modal sebesar US$700.000.

 

Dana tersebut bisa dipakai untuk membeli obligasi pemerintah RI, saham perusahaan publik, atau penempatan tabungan/deposito.

 

Syarat Khusus untuk Berinvestasi di IKN

 

golden visa ikn

Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev

 

Ada perlakuan khusus bagi calon investor asing yang hendak menanamkan modal di IKN.

 

Mengutip kanimputusibau.kemenkumham.go.id, syarat minimal untuk perusahaan asing yang hendak menanamkan modal di IKN diturunkan.

 

Mulanya, penanaman modal minimal sebesar US$25.000.000 untuk masa tinggal 5 tahun.

 

Namun, angka tersebut turun menjadi US$5.000.000 dengan masa tinggal yang sama.

 

Kemudian, calon investor yang awalnya wajib menanamkan modal US$50.000.000 untuk masa tinggal 10 tahun, turun menjadi hanya US$10.000.000.

 

Keuntungan Memiliki Golden Visa

 

Ada banyak keuntungan yang bisa didapatkan oleh investor asing penerima golden visa, seperti:

  • Jalur pemeriksaan prioritas di tempat pemeriksaan imigrasi yang ditetapkan oleh menteri
  • Mendapat layanan prioritas dari kantor imigrasi
  • Mendapat layanan prioritas dari instansi terkait maupun kementerian/lembaga, berdasarkan perjanjian kerja sama
  • Tidak perlu lagi mengurus ITAS ke kantor imigrasi
  • Terakhir, para investor akan mendapatkan kemudahan ke luar dan masuk Indonesia.

Itulah salah satu bentuk upaya pemerintah untuk mendorong investor masuk ke IKN.

 

Simak ulasan tentang IKN lainnya hanya di Rumah123 karena #SemuaAdaDiSini.

Kunjungi Ibu Kota Baru, Pemilik Burj Khalifa Tertarik Investasi di IKN Nusantara

Pemilik Burj Khalifa sekaligus konglomerat properti multinasional, Mohamed Ali Rashed Alabbar, disebut-sebut tertarik investasi di IKN Nusantara.

 

Ketertarikan tersebut menyusul kunjungan pendiri Emaar Properties itu ke IKN Nusantara pada Minggu (26/5/2024) yang didampingi Menteri BUMN Erick Thohir dan Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Bambang Soesantono.

 

Emaar Properties merupakan salah satu pengembang real estat terbesar di dunia asal Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) yang mengembangkan gedung tertinggi di dunia, Burj Khalifa.

 

Kepala OIKN Bambang Soesantono mengatakan bahwa Mohamed Alabbar tertarik investasi di IKN Nusantara untuk tiga sektor.

 

Simak selengkapnya di bawah ini!

 

Pemilik Burj Khalifa Tertarik Investasi di IKN Nusantara

investasi di ikn nusantara

Sumber: radartarakan.jawapos.com

 

Melansir kompas.com, Bambang Soesantono mengatakan bahwa tiga sektor investasi yang diminati Mohamed Alabbar adalah sektor properti, energi, dan transportasi.

 

“Tertarik untuk beberapa jenis (investasi), nanti dia hitung-hitung lagi apa [investasi] di [sektor] energi, di transportasi, atau properti,” kata Bambang usai menghadiri acara The 19th ITS Asia Pacific Forum 2024, Jakarta Convention Center (JCC).

 

Meskipun demikian, kata Bambang, dalam pertemuan tersebut, pihaknya dan Mohamed Alabbar masih dalam tahap pembahasan awal investasi.

 

Raksasa properti itu disebut masih melakukan hitung-hitungan untuk mengambil keputusan berinvestasi di Nusantara.

 

“Itu tiga [sektor] yang kemarin kita bicarakan, belum mengkristal, ya, masih berproses,” tuturnya.

 

Mohamed Alabbar Terkesan dengan Proyek IKN Nusantara

investasi di ikn nusantara

Sumber: www.niaga.asia

 

Menurut Bambang, saat melakukan kunjungan ke ibu kota baru, Mohamed Alabbar terkesan dengan pembangunan IKN Nusantara.

 

Soal investasi di IKN, Bambang mengaku masih dalam tahap negosiasi. Proses negosiasi dilakukan untuk menentukan berapa besaran imbal hasil dari proyek yang akan dijalankan di IKN.

 

“Dia juga impressed. Tetapi, kita lagi nego, nego itu gini, dia mau return berapa, kita mau return berapa,” ujar Bambang.

 

Sementara itu, Mohamed Alabbar berterima kasih karena mendapat kesempatan untuk berkunjung ke Indonesia.

 

Dia juga mengapresiasi proyek pembangunan IKN Nusantara yang dinilai menakjubkan.

 

“Sangat luar biasa, saya tidak pernah membayangkan betapa indahnya tanah ini, sangat mewah, desainnya sangat berkualitas, konstruksinya sangat berkualitas. Saya harap semua proses ini berjalan sukses dan suatu hari nanti saya dapat berkontribusi dalam pembangunan yang mengagumkan ini,” kata Alabbar dikutip jawapos.com.

 

Selain menyatakan minat investasi, mereka juga melihat progres pembangunan IKN. Dalam kunjungannya tersebut, rombongan Mohamed Alabbar berkeliling ke lokasi pembangunan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), seperti Istana Presiden dan Plaza Seremoni.

 

“Saya bersama Mohamed Alabbar dan Ketua Otorita IKN, Bambang Susantono melihat progres pembangunan IKN. Selain sebagai pusat pemerintahan, akan dibangun juga kawasan finansial, bisnis district, dan kawasan pariwisata sebagai pendukung. Senang bisa memperlihatkan progres pembangunan IKN yang akan menjadi ibu kota Indonesia di masa depan.” tulis Menteri BUMN Erick Thohir pada akun Instagramnya @erickthohir.

 

***

Itulah informasi mengenai ketertarikan pemilik Burj Khalifa investasi di IKN Nusantara.

 

Semoga informasi di atas bermanfaat, Property People.

 

Simak informasi lainnya dan kunjungi Rumah123 untuk menemukan hunian impian.

 

Cek sekarang juga karena yang kamu cari #SemuaAdaDisini.

 

***foto cover: shutterstock.com

Peluang Investasi di IKN Nusantara: Banyak Insentif hingga Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru

Peluang investasi di IKN Nusantara terbilang menarik dan prospektif karena megaproyek tersebut menawarkan sejumlah keuntungan bagi para calon investor. Apa saja?

 

Beberapa waktu lalu, Tim Rumah123 (bagian dari 99 Group) secara ekslusif berkesempatan mengunjungi langsung lokasi ibu kota baru Nusantara di Kalimantan Timur.

 

Dalam kunjungan tersebut, turut hadir CEO 99 Group Darius Cheung, CEO 99 Indonesia Wasudewan, Country Manager 99 Group Indonesia Maria Herawati Manik, Senior VP Marketing 99 Group Indonesia Bharat Buxani, VP Marketing 99 Group Indonesia Firman Pamungkas, dan VP Bank & Media Sales 99 Group Indonesia Gilang Ramadhan.

 

Tim Rumah123 ditemani oleh Tenaga Ahli Kepala Otorita IKN (OIKN) Bidang Pengembangan Kawasan Ekonomi Regional dan Daerah Mitra, Rusmin Lawin, dan Analis Kebijakan Ahli Madya Direktorat Pengelolaan Gedung, Kawasan, dan Perkotaan, Setyarso Wahyudiono, yang menjelaskan mengenai prospek investasi di IKN Nusantara.

 

Rusmin mengatakan bahwa proyek IKN Nusantara sangat menarik untuk investor karena didukung pemerintah, lokasinya yang strategis, dibangun secara modern dan berkelanjutan, hingga tebaran insentif yang akan diberikan.

 

“Ini menarik bagi para investor-investor ketika kita bangun ibu kota baru, selain menanamkan uangnya, mereka [investor] juga bisa memperkenalkan atau memasarkan produknya. Inilah kesempatan mereka menjadikan Nusantara sebagai etalase dunia untuk [mengenalkan] produk-produk mereka,” kata Rusmin pada Tim Rumah123.

 

Peluang Investasi di IKN Nusantara

 

1. Banyak Insentif

 

Dalam proyek pembangunan ini, pemerintah mengalokasikan dana dari APBN untuk membiayai pembangunan infrastruktur dasar di IKN.

 

Sementara itu, pemerintah membuka peluang bagi investor swasta untuk berpartisipasi dalam pembangunan IKN melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

 

Rusmin mengatakan bahwa peluang investasi di IKN adalah adanya dukungan pemerintah dengan memberikan berbagai insentif dan kemudahan bagi investor, seperti keringanan pajak serta kemudahan perizinan.

 

“Di IKN juga ada banyak insentif, seperti free tax, tidak ada corporate tax, tidak ada income tax,” ujarnya.

 

Adapun, dikutip dari Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 28/2024 tentang Fasilitas Perpajakan dan Kepabeanan di Ibu Kota Nusantara, ragam insentif IKN yang diberikan adalah sebagai berikut:

 

  • Insentif Tax Holiday Penanaman Modal
  • Fasilitas PPh di Financial Center IKN
  • Pengurangan PPh badan atas pendirian dan/atau pemindahan kantor pusat dan/atau kantor regional
  • Superdeduction vokasi
  • Superdeduction research and development
  • Superdeduction sumbangan fasilitas umum/sosial di IKN
  • PPh pasal 21 final ditanggung pemerintah
  • PPh Final 0 persen untuk UMKM
  • Pengurangan PPh hak atas tanah/bangunan

 

2. Konsep Pembangunan yang Berkelanjutan

peluang investasi di ikn

Sumber: investara.ikn.go.id

 

Rusmin mengatakan bahwa IKN Nusantara dibangun dengan konsep smart city dan green energy.

 

Jadi, tak heran kalau banyak calon investor yang tertarik investasi di sektor tersebut.

 

Dalam Buku Saku Pemindahan Ibu Kota Negara yang disusun Bappenas, IKN memang dikembangkan dengan 100 persen clean energy, minimal 50 persen ruang hijau, hingga 80 persen perjalanan dilakukan melalui transportasi publik atau mobilitas aktif penduduk.

 

3. Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru

 

Diproyeksikan menjadi pertumbuhan ekonomi baru, peluang investasi di IKN Nusantara sangat menarik karena terletak sangat strategis.

 

Tak hanya itu, Rusmin juga mengatakan bahwa tiga negara anggota ASEAN di wilayah Pulau Kalimantan (Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam) bersepakat membentuk Borneo Economic Community (BEC).

 

Ketiga negara tersebut akan menjadikan IKN Nusantara sebagai episentrum pertumbuhan di wilayah Borneo dan mendorongnya sebagai mini euro.

 

“Saya pikir, ke depannya ini bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi regional di mana Nusantara sebagai leadernya, lokomotifnya, sebab Nusantara adalah Borneo, Borneo adalah Indonesia (Kalimantan)—Malaysia (Sarawak, Sabah)—Brunei Darussalam sehingga Borneo Island ini saya anggap bisa sebagai mini Euro ke depannya,” papar dia.

 

Dalam kesempatan terpisah, Sekretaris Otorita IKN (OIKN), Achmad Jaka Santos Adiwijaya kepada Tim Rumah123 menjelaskan bahwa IKN Nusantara diproyeksikan mendorong pertumbuhan ekonomi serta pemerataan pembangunan pada kawasan penyangganya.

 

Ke depannya, IKN diharapkan menjadi penggerak ekonomi dua kota besar terdekat, Balikpapan dan Samarinda sehingga menjadi segitiga ekonomi, yaitu IKN—Balikpapan—Samarinda dan menjadi superhub ekonomi.

 

4. Minat Investor

peluang investasi di iknTim Rumah123 dan para calon investor IKN. Sumber: Tedy Winarto/Rumah123

 

Sejauh ini, pihak OIKN terus menerima letter of intent (LoI) dari para calon investor.

 

Menurut Rusmin, beberapa calon investor asing di IKN berasal dari berbagai negara. Bahkan, beberapa investor yang masuk di IKN adalah nama-nama yang sudah memiliki reputasi tinggi.

 

“Saat ini, negara berlomba-lomba [untuk investasi], ada Korea, China, Jepang, Singapura, UEA, Polandia, Finlandia, Amerika Serikat. Itu mereka sudah membidik smart city, terutama [sektor] energi sebab IKN dibangun dengan konsep green energy,” katanya.

 

Dengan banyaknya minat calon investor di IKN, Rusmin optimistis target realisasi investasi dapat tercapai.

 

“Kita optimistis tahun ini [nilai investasi] bisa mencapai sekitar Rp90 triliun. Tahun lalu sudah mencapai Rp45 triliun.”

 

Dalam catatan OIKN, terdapat delapan sektor yang membutuhkan modal investor untuk mendukung green industri, seperti sektor smart city and digital hub, inclusive eco-tourism and wellness, 21st century education, sustainable agri industry, integrated pharmaceuticals, advanced chemicals, next-gen renewable manufacturing, serta disruptive low carbon energy.

 

Di sisi lain, CEO 99 Group Darius Cheung merasa takjub dengan progres pembangunan IKN Nusantara dan komitmen pemerintah Indonesia terhadap proyek tersebut.

 

“Ini merupakan pembangunan yang luar biasa,” katanya dalam wawancara di Studio RRI IKN.

 

Data LoI IKN Nusantara

 

Total LoI: 357
LoI Screening: 290
LoI Lolos: 53
LoI Tidak Lolos: 4

 

LoI Berdasarkan Sektor

 

Listrik/Energi: 67
Barang dan Jasa: 64
Properti: 54
Teknologi: 31
Transportasi Publik: 28
Pendidikan: 20
Air: 18
Kesehatan: 18
Mixed Use (Non Properti): 17
Faslilitas Lifestyle: 17
Perkantoran: 16
Persampahan/Limbah: 15
Finance: 12
Kawasan Industri: 8
Konstruksi: 8
Township: 6
Telekomunikasi: 3
Konsultan: 1
N/A: 1

 

LoI Berdasarkan Negara

 

Indonesia: 201
Singapura: 29
Jepang: 25
China: 22
Malaysia: 20
Korea Selatan: 11
Amerika Serikat: 9
Spanyol: 4
Finlandia: 4
Prancis: 3
Inggris: 3
UEA: 2
India: 2
Belanda: 2
Jerman: 2
Kazakhstan: 2
Austria: 2
Arab Saudi: 2
Thailnad: 2
Luxembourg: 1
Australia: 1
Polandia: 1
Filipina: 1
Indonesia & Malaysia: 1
Turki: 1
Hungaria: 1
Kaledonia Baru: 1
Swiss: 1
Hong Kong: 1

 

Sumber: Command Center IKN per 29 April 2024

***

Itulah peluang investasi di IKN Nusantara.

 

Semoga informasinya bermanfaat.

 

Kunjungi Rumah123 untuk menemukan hunian impian karena kebutuhan yang kamu cari #SemuaAdaDisini.

 

**gambar cover: rri.co.id

Aturan dan Skema Diskon Pajak IKN untuk Investor

Pembangunan fasilitas dan infrastruktur bukan satu-satunya fokus pemerintah Indonesia dalam proses pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Nusantara.

 

Seperti diketahui, saat ini pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus berjalan.

 

Ditargetkan, IKN bisa diresmikan pada 17 Agustus 2024.

 

Selain pembangunan, pemindahan ibu kota juga harus diiringi dengan pertumbuhan ekonomi ke depannya.

 

Pemerintah tentu paham betul mengenai tugas menggeliatkan ekonomi IKN ke depannya.

 

Maka itu, beberapa strategi coba dilakukan untuk mendorong investasi modal ke IKN.

 

Skemanya diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) No.12/2023 tentang Pemberian Perizinan Berusaha, Kemudahan Berusaha, dan Fasilitas Penanaman Modal bagi Pelaku Usaha di Ibu Kota Nusantara.

 

Aturan tersebut mengatur sejumlah terkait perizinan dan fasilitas berusaha serta penanaman modal di IKN, termasuk juga mengenai perpajakan.

 

Kabar baik bagi para investor maupun pengusaha yang ingin menanamkan modal di IKN, pemerintah menyiapkan fasilitas diskon pajak penghasilan.

 

Meski begitu, pemberian diskon pajak tidak dilakukan cuma-cuma.

 

Tetap ada aturan dan sasaran bagi pihak-pihak yang bisa menikmati fasilitas tersebut.

 

Terkait aturan dan sasaran pemberian diskon pajak IKN, simak ulasannya di bawah ini.

 

Aturan Mengenai Diskon Pajak IKN

aturan pengenaan diskon pajak ikn

 

Patut diketahui, ada delapan pihak yang menjadi sasaran dari intensif pajak ini.

 

Masing-masing pihak tersebut dikenakan aturan dan ketentuan khusus, yakni:

 

1. Badan Usaha Dalam Negeri

 

Pemerintah menyiapkan intensif pajak penghasilan sebesar 100% bagi badan usaha dalam negeri yang menanamkan modal minimal Rp10 miliar, pada sejumlah sektor prioritas IKN.

 

Intensif pajak ini dapat diberikan hingga paling lama 30 tahun, tergantung sektor dan waktu mulai penanaman modalnya.

 

Patut diketahui, ini bukanlah kebijakan baru dari pemerintah.

 

Sejak tahun 1994, pembebasan pajak penghasilan bagi badan usaha dalam negeri di daerah dan sektor tertentu.

 

Hanya saja, untuk penanaman modal yang dilakukan badan usaha di luar IKN, pembebasan baru diberikan jika modal yang ditanamkan mencapai Rp500 miliar.

 

Sedangkan untuk penanaman modal Rp100 miliar, diskon hanya diberikan 50%.

 

Selain itu, durasi pemberian diskon untuk penanaman modal di luar IKN hanya diberikan maksimal 20 tahun.

 

2. UMKM

 

Selain badan usaha dalam negeri, para pelaku UMKM juga bisa mendapatkan fasilitas intensif pajak jika membuka usaha di IKN.

 

Intensif pajak 100% diberikan bagi UMKM yang bisa menghasilkan omzet sebesar Rp50 miliar setahun.

 

Fasilitas tersebut diberikan hingga 2035.

 

Aturan soal pembebasan pajak penghasilan untuk UMKM juga bukan aturan baru.

 

Hanya saja, untuk usaha UMKM yang dijalankan di luar IKN, sudah bisa mendapat intensif pajak 100% jika memiliki omzet tahunan sebesar Rp500 juta.

 

3. Pegawai yang Berdomisili dan Bekerja di IKN

 

Demi menarik minat perpindahan masyarakat ke IKN, pemerintah juga akan menggratiskan pajak penghasilan bagi pegawai pemerintahan dan swasta yang berdomisili serta bekerja di IKN.

 

Kebijakan ini berlaku hingga Desember 2035.

 

Menariknya, kebijakan tersebut sebelumnya hanya berlaku untuk ASN, TNI, dan Polri.

 

4. Lembaga Keuangan

diskon pajak untuk lembaga keuangan

 

Bagi lembaga keuangan yang berlokasi di pusat keuangan IKN, bisa pula diberikan intensif pajak penghasilan hingga 25 tahun.

 

Ketentuannya, pembebasan pajak 100% bisa diberikan pada lembaga keuangan perbankan dan asuransi.

 

Adapun bagi lembaga keuangan lain akan diberikan diskon pajak sebesar 85%.

 

5. Badan Usaha Penyelenggara Program Pendidikan Vokasi

 

Pemerintah juga akan memberi intensif pajak bagi badan usaha yang menyelenggarakan program pendidikan vokasi di IKN.

 

Jenis pendidikan vokasi yang dimaksud seperti praktik kerja, magang, dan pelatihan.

 

Insentif diberikan dalam bentuk pengurangan penghasilan bruto (super deduction) sebesar 250% dari biaya penyelenggaraan program pendidikan.

 

Pengakuan biaya sebesar 250% ini mengurangi nilai penghasilan bersih yang menjadi dasar perhitungan pajak.

6. Perusahaan Penelitian dan Pengembangan

 

Perusahaan yang melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan di IKN juga bisa mendapatkan intensif pajak.

 

Pengurangan pajak diberikan hingga 350% dari biaya-biaya yang dikeluarkan untuk aktivitas tersebut.

 

7. Orang Pribadi dan Badan Usaha Pemberi Sumbangan Fasilitas untuk IKN

 

Bagi orang pribadi dan badan usaha yang memberikan sumbangan fasilitas untuk IKN, akan diberikan pula diskon pajak penghasilan fiskal hingga 200% dari nilai sumbangan.

 

Sumbangan yang dimaksud bisa berupa uang, barang, dan biaya pembangunan fisik.

 

8. Transaksi Penyerahan, Jual-Beli dan Impor Barang Tertentu

 

Terakhir, intensif pajak juga akan diberikan dalam transaksi penyerahan, jual-beli, serta impor barang dan jasa tertentu di IKN.

 

Termasuk di antaranya sewa bangunan, penyerahan bangunan baru dan kendaraan listrik produksi dalam negeri, serta impor mesin dan peralatan untuk pembangkit listrik energi baru dan terbarukan.

 

Aktivitas tersebut tidak dipungut pajak pertambahan nilai (PPN).

 

Itulah ulasan lengkap mengenai skema pemberlakuan diskon pajak IKN.

 

Baca informasi selengkapnya terkait IKN melalui Rumah123 karena #SemuaAdaDisini.