Perpindahan Ibu Kota Indonesia ke IKN tentu mengundang pro dan kontra. Lantas, bagaimana dampak IKN terhadap kawasan industri di Pulau Jawa?
Continue reading “Ini Dampak IKN Terhadap Kawasan Industri di Pulau Jawa”
Perpindahan Ibu Kota Indonesia ke IKN tentu mengundang pro dan kontra. Lantas, bagaimana dampak IKN terhadap kawasan industri di Pulau Jawa?
Continue reading “Ini Dampak IKN Terhadap Kawasan Industri di Pulau Jawa”
Pemerintah Republik Indonesia (RI) membuka peluang investasi sebesar-besarnya dalam proses pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Tidak hanya untuk investor lokal, peluang tersebut juga terbuka bagi para investor asing.
Seperti diketahui, saat ini IKN sedang dalam proses pembangunan tahap awal.
Pemerintah menargetkan pembangunan tahap pertama ini rampung pada pertengahan 2024, sehingga IKN bisa mulai dibuka secara bertahap.
IKN dirancang sebagai smart forest city, yakni kota berkonsep ramah lingkungan yang terintegrasi dengan teknologi canggih.
Anggaran yang dibutuhkan dalam membangun IKN mencapai Rp466 triliun.
Dari jumlah tersebut, pembangunan IKN akan menggunakan APBN sebesar 30%, serta sisanya menggunakan skema kerja sama antara pemerintah, badan usaha (KPBU) dan swasta.
Pembangunannya juga didukung oleh investor asing, baik skala negara hingga korporasi.
Pembangunan IKN dianggap oleh sejumlah investor memiliki prospek yang menjanjikan.
Hal tersebut membuat sejumlah investor asing menyatakan minatnya untuk berinvestasi di IKN.
Sejauh ini, sudah ada beberapa negara yang menyatakan minat untuk berinvestasi di IKN.
Lantas, siapa saja negara investor IKN? Lalu, berapa nilai komitmen investasinya? Simak pembahasannya di bawah ini.

Dilansir dari berbagai sumber, saat ini sudah ada lebih dari 300 Letter of Intent (LOI) atau surat pernyataan minat yang diterima Otorita Ibu Kota Negara (OIKN).
Dari jumlah tersebut, 133 di antaranya berasal dari investor asing.
OIKN menyebut bahwa sejauh ini negara Asia paling banyak menyuntikkan dana ke IKN.
Namun, ada juga beberapa negara seperti Amerika Serikat dan sejumlah negara Eropa, yang menyatakan ketertarikan berinvestasi di Nusantara.
Sebagai informasi, berikut negara-negara investor IKN beserta besaran modalnya.
Singapura menjadi negara investor IKN paling potensial.
Diketahui bahwa Singapura menjadi negara yang menunjukkan minat paling besar untuk berinvestasi di IKN.
Tercatat sudah ada sekitar 29 investor asal Singapura yang tertarik berinvestasi di IKN.
Presiden Joko Widodo berharap, Singapura bisa memberi dukungan dalam membangun sejumlah infrastruktur IKN, salah satunya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Sekadar informasi, Singapura telah menjadi investor asing terbesar di Indonesia sejak 2014, dengan total investasi mencapai SG$17,5 miliar pada 2022.
Bahkan, Indonesia merupakan mitra dagang terbesar keenam Singapura, dengan perdagangan bilateral mencapai SG$74,6 miliar.
Masih dari negara Asia, ada pula Jepang sebagai negara investor IKN yang siap untuk berinvestasi pada bidang infrastruktur, energi, transportasi, pariwisata, ritel dan logistik.
Jepang juga menjadi negara asing yang paling berminat untuk berinvestasi di IKN.
Sudah ada lebih dari 20 perusahaan Jepang yang sudah menyatakan minat investasi di IKN.
Bahkan, saat ini Jepang telah memberikan tenaga ahli dari JICA (Japan International Cooperation Agency) untuk proses pembangunan IKN.
Malaysia menjadi negara tetangga berikutnya yang tertarik untuk berinvestasi di IKN.
Sejauh ini, sudah ada 19 investor Malaysia yang menyatakan minat untuk investasi di IKN.
Dilansir dari berbagai sumber, investor asal Malaysia tertarik untuk berinvestasi pada sektor properti dan pendidikan.

China digadang-gadang menjadi investor asing langsung terbesar di Indonesia.
Seperti diketahui, sejak dulu, China sudah banyak berinvestasi di Indonesia, sehingga Negeri Tirai Bambu dipercaya menjadi salah satu investor potensial di IKN.
Namun, belum diketahui nominal investasi yang akan digelontorkan China dalam pembangunan IKN – begitu pula sektor investasi yang dibidik.
Akan tetapi, diperkirakan China akan membidik sektor infrastruktur atau industri besar sebagai sasaran investasi di IKN.
Negara Asia lain yang juga menunjukkan ketertarikan berinvestasi di IKN adalah Korea Selatan.
Tidak tanggung-tanggung, Korea Selatan bahkan berencana berinvestasi sebesar US$6,37, atau sektar Rp94,62 triliun di IKN.
Dilansir dari CNBC Indonesia, sudah ada sekitar sembilan perusahaan Korea Selatan yang siap berinvestasi di IKN.
Investasi Korea Selatan di IKN adalah mulai dari sistem air minum, penerapan smart city dengan menghadirkan mobil terbang, hingga infrastruktur.
Uni Emirat Arab (UEA) merupakan salah satu negara yang tampaknya sangat tertarik untuk berinvestasi di IKN.
Bahkan, perwakilan dari UEA sudah beberapa kali mengunjungi IKN untuk melihat perkembangan proses pembangunan di sana.
Kabarnya, negara kaya ini menjadi investor awal dari IKN Nusantara.
Komitmen Uni Emirat Arab telah direalisasikan dengan berinvestasi hingga US$20 miliar, atau berkisar Rp299,84 triliun.
Investasi Uni Emirat Arab ini ditanamkan melalui Indonesia Investment Authority (INA), selama 20 tahun ke depan.
Selain itu, dilansir dari Kompas.com, UEA juga berencana membangun solar panel di IKN.
Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia.
Baca informasi selengkapnya terkait IKN melalui Rumah123 karena #SemuaAdaDisini.
Tak hanya hotel bintang lima dan kebun raya, ini proyek besar lain yang digarap oleh Agung Sedayu Group di IKN!
Foto: Laman resmi IKN
Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) tahap satu sudah dimulai sejak 2020. Seiring prosesnya berjalan, banyak investor asing tertarik investasi di IKN.
Lantas, investor asing IKN siapa saja? Dan, apa saja proyek yang turut dibangunnya? Mari kita simak penjelasan selengkapnya dalam artikel IKN Rumah123.
Perlu diketahui, investor asing masuk IKN harus melalui mekanisme seleksi yang cukup ketat. Ada tahap evaluasi dan feasibility study atau studi kelayakan yang harus dilewati.
Setelah itu, masih ada proses persiapan tender untuk menyeleksi investor terbaik. Jika ini sudah dilalui, maka baru lah ke tahap perjanjian lalu pembangunan.
Berdasarkan informasi dari Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otoritas Ibu Kota Nusantara (OIKN), saat ini sudah ada sejumlah investor yang memasuki tahap studi kelayakan.
Nah, beberapa di antaranya sebagai berikut.

CITIC Group Corporation Ltd (sebelumnya bernama China International Trust Investment Corporation (CITIC)) adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Tiongkok.
Perusahaan ini didirikan oleh Rong Yiren pada 1979 dengan persetujuan Deng Xiaoping. Kantor pusatnya berada di distrik Chaoyang, Beijing.
Salah satu produk dari perusahaan ini adalah konstruksi. Rencananya, CITIC (bila lolos) ingin membangun 60 tower hunian Kementerian Pertahanan dan Keamanan.
Maxim Global Berhad merupakan salah satu calon investor yang tertarik untuk membangun proyek properti di IKN. Perusahaan ini berasal dari negara tetangga, Malaysia.
Calon investor di IKN ini ingin membangun 10 menara apartemen Aparatur Sipil Negara (ASN). Sampai akhir 2023, perusahaan sudah memasuki tahap akhir studi kelayakan.
Bukan hanya sekadar investasi, bila kerja sama terjadi diharapkan proyek akan memperkuat hubungan bilateral antar kedua negara.
Selain Maxim Global Berhad, ada pula IJM Corporation Berhad yang sama-sama dari Malaysia. Perusahaan ini ingin membangun 20 menara apartemen ASN.
Sebagai informasi, IJM Corporation Berhad merupakan perusahaan induk konstruksi dan investasi. IJM berkantor pusat di Petaling Jaya, Selangor, Malaysia.
Perusahaan ini menawarkan jasa konstruksi untuk jalan raya, jembatan, bandara, kereta api, kota-kota terpadu, properti perumahan, komersial, dan banyak lagi.

Selain untuk proyek hunian, investor asing juga akan masuk ke enam kategori proyek inisiatif IKN sebagai kota cerdas. Perusahaan yang sudah tertarik datang dari beberapa negara.
Nantinya, mereka juga akan diseleksi untuk transfer teknologi dalam hal pembangunan sistem perkotaan. Contohnya smart managements untuk gedung, air, sampah, dan energi.
Termasuk juga pembangunan layanan pemerintah. Misalnya seperti e-citizen platform, centralized public database, hingga data driven urban planning.
Tak lupa seleksi investor untuk layanan transportasi. Mulai dari smart rail & bus management, integrated mobility platform, smart parking management, serta real time traffic management.
Kemudian, untuk kepentingan keselamatan dan keamanan seperti smart security maupun augmented surveillance, hingga smart public lighting.

Sebagai investor yang masuk ke IKN, nantinya sederet perusahaan asing yang lolos seleksi akan diberi ruang untuk masuk dan mengelola beberapa project seperti berikut.
Jadi selain untuk membangun hunian, investor asing diperlukan untuk pengembangan smart city.
Itulah informasi tentang investor asing tertarik investasi di IKN yang sudah kami rangkum dari pernyataan yang disampaikan oleh perwakilan OIKN beberapa waktu lalu.
Semoga bermanfaat!
Pembangunan IKN mampu menarik perhatian banyak investor. Lantas, siapa saja investor di IKN yang telah menanamkan modalnya?
Continue reading “Jadi Magnet Ekonomi, Inilah Daftar Investor di IKN Beserta Proyeknya!”
Pemerintah Jokowi menggelontorkan banyak insentif pajak IKN untuk menarik banyak investor. Beragam insentif ini diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2023 tentang Perizinan Berusaha, Kemudahan Berusaha, dan Fasilitas Penanaman Modal bagi Pelaku Usaha di Ibu Kota Nusantara.
Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Kepatuhan Pajak, Yon Arsal, menjelaskan bahwa insentif pajak ini bertujuan untuk meningkatkan minat investor untuk berinvestasi di IKN.
Dia menekankan bahwa pembangunan dan pengembangan IKN membutuhkan partisipasi dari seluruh elemen masyarakat.
“Pemerintah menetapkan berbagai insentif yang diberikan baik insentif fiskal maupun nonfiskal yang saat ini aturan umumnya sudah tercakup dalam PP No.12/2023,” kata Yon dalam seminar Peluang Investasi IKN: Kupas Tuntas Insentif PPn, PPh, dan Fasilitas Kepabeanan Barang Impor, seperti yang dilansir CNBCIndonesia.
Yon menjelaskan berbagai insentif yang ditawarkan, termasuk pembebasan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).
Selain itu, tax holiday dan insentif kepabeanan juga tersedia.
Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa insentif ini tidak hanya ditujukan untuk investor besar, tetapi juga UMKM.
Yon meyakinkan bahwa semua insentif telah dirancang dengan mempertimbangkan keberlanjutan APBN dan dapat dievaluasi di masa depan.
“Kita berharap pemberian insentif fiskal nantinya dapat mendorong pembangunan di IKN sehingga dengan demikian prinsip utama yang kita sampaikan pada pemberian insentif ini adalah seluruh fasilitas perpajakan yang akan kita berikan di sana bersifat mutlak mudah dan sederhana,” ucap dia.

Sumber: balpos.com
Untuk mengetahui perinciannya, Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Pajak, Dwi Astuti menuturkan terdapat 9 insentif yang disiapkan oleh pemerintah di PP 12/2023:
1. Tax Holiday
2. Superdeduction Vokasi
3. Superdeduction R&D
4. Superdeduction Sumbangan
5. PPh Final 0% untuk UMKM
6. PPh Pasal 21 DTP
7. Fasilitas PPh pada Financial Center
8. Insentif PPh untuk Pemindahan Kantor Pusat dari Luar Negeri:
9. PPN dan PPnBM
***
Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk kamu, ya.
Yuk, kunjungi Rumah123 untuk menemukan hunian impian karena #SemuaAdaDisini.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono memastikan Ibu Kota Negara (IKN) dan Bandara IKN Nusantara VVIP akan siap digunakan setelah 17 Agustus 2024. Hal ini dilakukan untuk mendukung rencana Presiden Jokowi menggelar upacara peringatan HUT RI ke-79 di IKN pada tanggal tersebut.
“Yang penting Agustus bisa didarati. Untuk 17-an sudah bisa didarati,” ungkap Basuki Hadimuljono saat ditemui usai acara halal bihalal bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Rabu (24/4/2024).
Begitu pun proses pemindahan fase pertama, ia menyebut bisa dilakukan setelah upacara kemerdekaan.
“Habis 17 (Agustus 2024) karena prasarananya dipakai dulu,” ucap Basuki seperti yang dilansir Liputan6.
Untuk menambah kesiapan, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi sempat kembali mengecek progres pembangunan Bandara IKN, Selasa (23/4/2024).
Ia melihat, proyek pembangunan Bandara IKN sampai saat ini masih sesuai rencana dan dikerjakan dengan baik.
“Melihat perkembangannya, saya optimis bandara ini dapat diujicobakan pada bulan Juli mendatang,” kata Menhub.
Dalam peninjauannya, Menhub mengecek beberapa lokasi, seperti titik yang nantinya akan menjadi runway.
“Tadi saya melihat ada satu pekerjaan soil improvement (perbaikan tanah) di beberapa lokasi runway. Secara garis besar, pengerjaannya sudah bagus,” jelasnya.
Menhub juga menekankan pembangunan Bandara IKN dikerjakan dengan sangat serius. Semua pekerja, kata Menhub, bekerja secara intensif demi memastikan proyek tersebut dapat selesai tepat waktu.
Lalu, ia juga mengapresiasi para pekerja yang telah menjaga kelestarian alam selama mengerjakan Bandara IKN.
Sementara itu pada kesempatan yang sama, Dirjen Perhubungan Udara Maria Kristi berharap Bandara VVIP IKN dapat rampung sesuai rencana dan dapat digunakan pada upacara HUT ke-79 RI 17 Agustus mendatang.
“Kami juga berharap bandara ini cepat selesai, Juli selesai. Kemudian, ketika perayaan 17 Agustus sudah ada yang bisa mendarat di sini, membawa Bapak (Menhub) juga,” kata Maria.

Sumber: Kementerian Perhubungan
Melansir dari kompas.com, pembangunan Bandara VVIP atau Naratetama di Ibu Kota Nusantara (IKN) menunjukkan kemajuan yang pesat.
Memasuki minggu ke-19, berikut beberapa aspek proyek telah rampung:
Kemudian pada minggu ke-20, fokus pekerjaan akan beralih pada area berikut:
Perkembangan ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menyelesaikan proyek Bandara VVIP tepat waktu.
Bandara ini pun diharapkan menjadi gerbang utama IKN dan menjadi simbol kemajuan Indonesia di masa depan.
Perlu diketahui, Bandara VVIP IKN, dengan luas terminal 7.350 meter persegi dan area bandara mencapai 347 hektare, siap menjadi gerbang baru Ibu Kota Nusantara yang megah dan ramah lingkungan.
Mengusung konsep desain yang memadukan kearifan lokal budaya Kalimantan, bandara ini akan menjadi landmark kebanggaan Indonesia.
Dilengkapi runway sepanjang 3.000 meter dan lebar 45 meter, Bandara VVIP IKN siap menyambut pesawat berbadan besar seperti Boeing 777-300 ER dan Airbus A380.
Perpaduan kemegahan dan kepedulian terhadap lingkungan menjadikannya bandara yang istimewa dan siap mendukung mobilitas para pejabat tinggi negara dan tamu penting lainnya di Ibu Kota Nusantara.
***
Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk kamu, ya.
Yuk, kunjungi Rumah123 untuk menemukan hunian impian karena #SemuaAdaDisini.
Pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur membuka peluang besar bagi bisnis properti di IKN Nusantara dan kawasan penyangganya.
Continue reading “Menilik Potensi Bisnis Properti di IKN Nusantara dan Sekitarnya yang Prospektif”
Puluhan Perusahaan Singapura diketahui tertarik untuk melakukan investasi di IKN Nusantara. Hal itu disampaikan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat konferensi pers bersama Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong usai kedua pemimpin melakukan pertemuan di Istana Bogor, Senin (29/4/2024).
Pada kesempatan itu, Jokowi juga berharap perusahaan Singapura dapat memberikan dukungan dalam pembangunan lainnya.
“Saya mengharap dukungan pembangunan PLTS di IKN Nusantara,” ujar Jokowi.
Melansir dari Liputan6, adapun pertemuan Jokowi dan PM Lee ini merupakan Leader’s Retreat yang ketujuh antara Indonesia-Singapura.
Jokowi menawarkan peluang investasi di IKN Nusantara dalam bidang manufaktur tekstil, ekonomi hijau, dan pembangunan pusat data di sejumlah daerah kepada Singapura.
“Di bidang ekonomi telah kita tawarkan beberapa peluang-peluang investasi manufaktur tekstil di Kendal Industrial Park, kemudian ekonomi hijau melalui infrastruktur yang berkelanjutan dan pembangunan pusat data di Nongsa Batam,” jelasnya.
Kemudian, Jokowi juga memastikan Indonesia terus mendorong rencana ekspor listrik ke Singapura, termasuk investasi industri hijau pendukung.
“Terkait ketahanan pangan kami sepakat untuk mendorong kerjasama transfer teknologi dan pertukaran Iptek pengolahan pangan,” ujar Jokowi.
Presiden meyakini bahwa, dalam pengembangan energi baru terbarukan, Indonesia memiliki potensi besar pada energi tersebut mencapai 434 giga watt geotermal, angin, surya, bioeful, dan hidro.
Presiden Jokowi menyebutkan Indonesia memiliki 4.400 dengan potensi besar seperti sungai kayan di Pulau Kalimantan yang menjadi sumber energi hijau bagi kawasan industri hijau di Kalimantan utara, dan menjadi prioritas di sekitar hilirisasi, industri manufaktur panel surya dan baterai, serta industri kendaraan listrik.
Di sisi lain, melansir dari Bisnis, Perdana Menteri (PM) Lee Hsien Loong menekankan bahwa hubungan ekonomi antara Indonesia dan Singapura terus berkembang secara baik dari tahun ke tahun.
Ia mengatakan bahwa secara kumulatif pemerintahnya aktif untuk menyuntikkan dana ke Indonesia hingga melampaui 74 miliar dolar Singapura.
“Ikatan ekonomi kami turut menjadi landasan hubungan ini. Investasi di IKN Nusantara dari Singapura ke Indonesia pun terus meningkat dan secara kumulatif kami telah melampaui 74 miliar dolar Singapura,” ujarnya dalam forum tersebut.
Perlu diketahui, Singapura telah menjadi investor asing terbesar di Indonesia sejak 2014, dengan total investasi mencapai 17,5 miliar dolar Singapura pada 2022.
Bahkan pada tahun yang sama Singapura merupakan mitra dagang terbesar keempat Indonesia, dan Indonesia adalah mitra dagang terbesar keenam Singapura dengan perdagangan bilateral mencapai 74,6 miliar dolar Singapura.

sumber: majalahlintas.com
Sekadar informasi, IKN merupakan salah satu proyek strategis nasional yang dicanangkan oleh pemerintah Indonesia.
Pada tanggal 17 Agustus 2024, bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-79, Ibu IKN Nusantara dijadwalkan akan diresmikan.
IKN Nusantara bukan sekadar pemindahan ibu kota, tetapi menandakan sebuah era baru bagi Indonesia.
Melansir dari Geotimes, memiliki tiga tujuan utama, IKN Nusantara dirancang untuk menjadi simbol identitas nasional, mewujudkan kota berkelanjutan di dunia, dan berperan sebagai penggerak ekonomi Indonesia di masa depan.
Maka, untuk mewujudkan keinginan tersebut, Presiden Jokowi mengajak investor dalam hingga luar negeri, seperti Singapura untuk menjadi bagian dalam pembangunan kota dengan konsep kota pintar masa depan berbasis alam dengan 65 persen adalah hutan.
***
Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk kamu, ya.
Yuk, kunjungi Rumah123 untuk menemukan hunian impian karena #SemuaAdaDisini.