Biaya Hidup di Samarinda, Kawasan Penyangga IKN

Kota Samarinda akan menjadi salah satu wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Apabila Anda berencana pindah ke kota ini, simak dulu rincian biaya hidup di Samarinda.

Seperti diketahui, Samarinda merupakan ibu kota provinsi Kalimantan Timur. Kondisi geografisnya daerah berbukit dengan ketinggian 10 hingga 200 meter dari permukaan laut.

Wilayah ini adalah salah satu kota dengan jumlah penduduk terbesar di Pulau Kalimantan. Jumlahnya 856.360 jiwa, yang tersebar di wilayah seluas 783 kilometer persegi.

Samarinda mempunyai 10 kecamatan dan 59 kelurahan/desa. Berdasarkan informasi dari berbagai sumber, kota ini menjadi wilayah paling ramai di Kalimantan Timur.

Sebagai wilayah penyangga, Samarinda berada dalam radius 113 kilometer dari IKN yang terletak di Kabupaten Penajam Paser Utara. Lalu, bagaimana gambaran ekonominya?

Pendapatan Rata-Rata Rumah Tangga di Samarinda

biaya hidup di samarinda

Ilustrasi: Canva

Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan survei biaya hidup di 90 kota di Indonesia (2018). Hasil menunjukkan pemasukan bulanan rata-rata rumah tangga di Samarinda sekitar Rp11.100.000.

Jumlah pemasukan itu terbagi lagi menjadi Rp5.200.000 gaji, Rp3.800.000 hasil usaha bersih, Rp1.000.000 kepemilikan atas aset & pemberian dan Rp950.000 sumber lainnya.

Sementara pengeluaran bulanan rata-rata rumah tangga di Samarinda sekitar Rp12.300.000 per bulan. Tepatnya Rp8.750.000 untuk konsumsi, dan Rp3.560.000 untuk non konsumsi.

Yang termasuk kebutuhan konsumsi di antaranya biaya makanan & minuman, tembakau, pakaian & alas kaki, tempat tinggal, perlengkapan rumah tangga serta transportasi.

Rincian Biaya Hidup di Samarinda untuk Kebutuhan Konsumsi

biaya hidup di samarinda

Foto: Expedia

Biaya Makanan, Minuman, dan Tembakau

Jika tinggal di Samarinda, maka pengeluaran bulanan rata-rata rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan pangan (makanan, minuman dan tembakau) sekitar Rp2.300.000.

Anggaplah setiap rumah tangga mempunyai anggota empat orang. Maka biaya hidup di Samarinda per orang menghabiskan kurang lebih Rp575.000 per bulan.

Dengan catatan budget tersebut adalah budget masak sendiri di rumah secara rutin. Apabila hendak makan di luar rumah, tentu saja jumlahnya lain lagi.

Berdasarkan informasi dari hasil survei, satu rumah tangga di Samarinda mengeluarkan sekitar Rp819.000 per bulan untuk makan di luar, misalnya di restoran, warung makan, atau kafe.

Angka yang cukup tinggi, karena harga satu porsi makanan bisa mencapai Rp20.000-Rp50.000 tergantung lokasi. Belum termasuk biaya parkir serta bensin yang dibutuhkan untuk bepergian.

Pakaian dan Alas Kaki

Selanjutnya biaya hidup di Samarinda untuk memenuhi kebutuhan sandang adalah Rp389.000. Angka ini bisa membengkak apabila Anda tidak pandai mengontrol pengeluaran.

Namun, bisa juga turun hingga nol rupiah kalau dalam sebulan Anda mampu untuk menahan hasrat belanja pakaian, alas kaki, ataupun barang-barang fashion lainnya.

Biaya Hunian di Samarinda

Harga rumah di Samarinda cukup variatif tergantung lokasi dan spesifikasi. Namun rata-rata rumah dijual di kisaran harga Rp300.000.000 sampai Rp500.000.000 (tipe sederhana).

Sementara untuk kontrakan, masih ada hunian yang disewakan seharga Rp20.000.000 per tahun. Data BPS menunjukkan pengeluaran untuk tempat tinggal sekitar Rp1.900.000.

Selain biaya tempat tinggal, angka tersebut sudah mencakup kebutuhan air dan listrik. Anda bisa membulatkannya menjadi Rp2.000.000 untuk dana lain yang tidak terduga.

Perlengkapan Rumah Tangga

Saat pindah ke rumah baru (baik rumah pribadi maupun rumah kontrakan), tentu Anda perlu menyiapkan dana untuk kebutuhan perawatan tempat tinggal.

Misalnya guna membeli alat-alat kebersihan rumah tangga seperti sapu, pel, cairan pembersih, dan lainnya. Setidaknya, Anda perlu mengeluarkan uang Rp323.000 setiap bulan.

Biaya Transportasi

Tahukah Anda, salah satu sektor biaya hidup paling tinggi di Samarinda adalah transportasi. Pasalnya, rata-rata penduduk kota ini menggunakan kendaraan pribadi.

Oleh karena itu, pemilik kendaraan membutuhkan biaya pemeliharaan dengan jumlah tidak sedikit. Berdasarkan data BPS, seorang bisa menghabiskan Rp1.280.000 per bulan.

Angka tersebut meliputi biaya bensin, bengkel, oli, serta kebutuhan lainnya. Demikian gambaran biaya hidup di Samarinda, semoga informasi dari Rumah123 bermanfaat!

Ini Penghuni IKN Nusantara yang Pertama, Presiden atau Bukan?

Siapa saja kah yang akan menjadi penghuni IKN (Ibu Kota Nusantara) yang pertama? Apakah Presiden Indonesia?

Setelah pembangunan infrastruktur dan fasilitas penunjangnya selesai, tentu saja IKN akan segera dihuni.

Artikel ini mencoba memaparkan siapa saja penghuni pertama IKN.

Pemindahan Tahap Pertama

Proses pemindahan ke IKN Nusantara berlangsung pada 2024.

Menurut keterangan Kementerian PPN/Bappenas, dilansir dari Detik, daftar pertama yang menjadi penghuni IKN Nusantara adalah sejumlah pejabat pemerintah.

Fungsional Perencana Ahli Utama, Kementerian PPN/Bappenas Hayu Parasati mengatakan, pada klaster pertama, yang akan pindah di antaranya adalah sebagai berikut:

  1.  Presiden, Wakil Presiden, pejabat MPR, DPR, Mahkamah Agung, Mahkamah Konstitusi, Komisi Yudisial, dan BPK.
  2. Kementerian Koordinator yakni Kemenko PMK, Kemenko Perekonomian, Kemenko Marves, dan Kemenko Polhukam. 
  3. Kementerian ‘Triumvirat’ yakni Kementerian Pertahanan, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Luar Negeri.
  4. Kementerian atau lembaga negara yang mendukung proses perencanaan, penganggaran dan kinerja pembangunan seperti Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Keuangan, dan Kemenpan RB.
  5. Kementerian yang mendukung penyiapan infrastruktur dasar di IKN seperti Kemenkominfo, Kementerian ATR/BPN, dan Kementerian PUPR.
  6. Alat pertahanan dan keamanan serta kementerian/lembaga negara yang mendukung penegakan hukum seperti Kemenkumham, TNI-Polri, Kejaksaan Agung, KPK, dan sebagainya.
  7. Lembaga Negara Independen dan Badan Publik antara lain Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Lembaga Penjamin Simpanan, BPJS Kesehatan, dan BPJS Ketenagakerjaan.

Dalam pernyataannya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, yang lebih dulu akan jadi penghuni IKN adalah Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono.

Menteri Basuki disebut akan menjadi menteri pertama yang pindah ke IKN pada Juli 2024, bersama istrinya.

“Pak Basuki Juli,” kata Jokowi, dikutip dari laman CBNC Indonesia.

Sementara itu, secara terpisah, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Abdullah Azwar Anas mengatakan, pihak yang akan pindah ke IKN pada tahap pertama ada 179 unit eselon 1 dari 38 kementerian dan lembaga.

“Pemindahan tadinya bulan Juli akan pindah ke IKN, maka sebagian menteri Juli ada yang pindah, termasuk Pak Basuki,” kata Anas, dalam Konferensi Pers Skema Pemindahan ASN ke Ibu Kota Nusantara di Kementerian Kominfo, Jakarta Pusat, Rabu (17/4/2024).

Presiden Jokowi sendiri baru akan pindah ke IKN setelah fasilitas penting seperti Bandara VVIP IKN dan jalan tol akses IKN rampung.

“Saya nunggu airport jadi, jalan tol jadi. Kalau jalan tol jadi, airport jadi,” kata Jokowi saat memberikan keterangan pers di IKN, Kalimantan Timur, Kamis (29/2/2024), dikutip dari CNBC Indonesia.

Tahapan Pemindahan ke IKN

Dampak IKN Terhadap Kawasan Industri di Pulau Jawa 

Setelah tahap pertama selesai, tentu akan ada tahap pemindahan selanjutnya.

Agar lebih jelas, kamu bisa mengetahui empat tahapan tersebut.

Bersumber dari dokumen PDF dari situs BPK RI, berikut adalah empat tahap pemindahan IKN.

Tahap Pertama

Tahap pertama berlangsung dari 2020 hingga 2024.

Pada tahap ini, berlangsung pembangunan sejumlah infrastruktur penting, mulai dari Istana Kepresidenan, gedung MPR/DPR.

Lalu, pada tahap ini dibangun juga perumahan di area utama IKN.

Tahap Kedua

Tahap ini bakal berlangsung dari 2025-2035.

Setelah infrastruktur penting, pemerintah akan membangun dengan tujuan mencapai sustainable development goals (SDGs) atau pengembangan berkelanjutan.

Dalam tahap kedua, pembangunan yang akan dilaksanakan adalah pusat inovasi, ekonomi, penyelesaian pemindahan pusat pemerintahan, mengembangkan sektor-sektor ekonomi prioritas, dan menerapkan sistem insentif untuk sektor-sektor ekonomi prioritas.

Tahap Ketiga

Tahap ketiga ini akan dimulai dari 2035 hingga 2045.

Pemerintah akan menyelesaikan seluruh infrastruktur yang dibutuhkan dan ekosistem tiga kota untuk percepatan pembangunan Kalimantan Timur.

Tahap Keempat

Ini merupakan tahap terakhir, dan berlangsung pada periode 2045.

IKN diharapkan akan mendapatkan reputasi sebagai “Kota Dunia untuk Semua” karena mencapai beberapa prestasi, seperti:

  • kota terdepan dunia dalam hal daya saing,
  • 10 besar liveable city di dunia, dan
  • mencapai net zero-carbon emission dan 100% energi terbarukan.

Itu dia jawaban atas pertanyaan siapa penghuni IKN yang pertama.

Semoga bermanfaat.

Ketahui info selengkapnya seputar ibu kota baru hanya melalui halaman IKN dari Rumah123, ya!

Referensi

  1. Artikel Detik berjudul “Ini Dia Para Calon Penghuni Pertama IKN Nusantara”. (https://finance.detik.com/properti/d-6427754/ini-dia-para-calon-penghuni-pertama-ikn-nusantara). Diakses pada 24 Mei 2024.
  2. Artikel CNBC Indonesia berjudul “Bukan Jokowi, Orang Ini yang Pertama Tinggal di Pusat Pemerintahan IKN”. (https://www.cnbcindonesia.com/news/20240301160508-4-518970/bukan-jokowi-orang-ini-yang-pertama-tinggal-di-pusat-pemerintahan-ikn). Diakses pada 24 Mei 2024.
  3. Dokumen PDF dari laman resmi BPK Berjudul “Empat Tahap Pemindahan Ibu Kota Indonesia.” (https://jdih.bpk.go.id/File/Download/f88fa65e-7f2f-47ab-b04c-357d228b3bb4/Empat%20Tahap%20Pemindahan%20Ibu%20Kota%20Indonesia.pdf). Diakses pada 24 Mei 2024.

Melihat Maket IKN untuk Mengetahui Desain Ibu Kota Baru yang Canggih

Banyak yang penasaran akan desain keseluruhan dari IKN atau Ibu Kota Nusantara di Kalimantan Timur.

Tentu rasa ingin tahu tersebut muncul karena IKN menjadi salah satu proyek pembangunan terbesar Indonesia, dan merupakan kota dengan teknologi canggih.

Jika kamu termasuk salah satunya, melihat maket IKN bisa menjadi solusi untuk mengetahui desain ibu kota baru secara keseluruhan.

Apa itu Maket?

Maket adalah model tiga dimensi yang dibuat menyerupai sebuah objek atau bangunan, namun dengan skala lebih kecil.

Biasanya, maket dibuat dari bahan kayu, kertas, plastik, dan material lainnya yang mudah diolah dan dibentuk.

Untuk skalanya, maket umumnya menggunakan skala 1:20, 1:50, dan 1:100.

Proses pembuatannya juga tergantung dari kompleksitas dan kerumitannya.

Semakin rumit desainnya, pembuatan maket bisa memakan waktu tujuh hari hingga satu bulan.

Adapun tujuan dari adanya maket adalah untuk memberikan gambaran lebih detail mengenai objek atau bangunan yang akan dibangun atau renovasi.

Maket dibuat dalam proses perencanaan dan pengembangan sebuah proyek arsitektur atau konstruksi.

Dengan adanya maket, para arsitek dan desainer bisa lebih mudah mengubah ide mereka menjadi visual yang nyata dalam wujud tiga dimensi.

Selain itu, maket juga akan memudahkan proses penjelasan dari sebuah desain yang ingin diwujudkan.

Maket IKN di Jerman

Booth Indonesia di gelaran Hannover Messe 2023

Foto: Liputan6.com/Septian Deny

Informasi mengenai maket IKN Nusantara pertama kali viral pada saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) berada di Hannover Messe 2023.

Gelaran di Hannover Jerman dari 17-21 April 2023 itu merupakan ajang perdagangan industri dunia.

Ada banyak hal yang dipamerkan di sana, dan salah satunya adalah maket IKN yang dibawa oleh Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs).

Menurut laman Liputan6.com, maket tersebut dibuat secara handmade oleh tenaga ahli maket yang berpengalaman di workshop Pola Raya Studio di Munjul, Cibubur, Indonesia.

Maket itu dibuat menggunakan teknologi internet of things (IoT) dan additive manufacturing, sehingga bisa menghasilkan karya yang indah dan futuristik.

Bisa dibilang, maket IKN itu adalah satu-satunya maket dari Indonesia yang dipamerkan di Hannover Messe 2023.

Maket IKN tersebut pun berhasil menarik perhatian pengunjung gelaran itu yang merupakan investor, pengusaha, dan pejabat negara.

Saat mengunjungi Hannover Messe 2023, Presiden Jokowi menggunakan maket IKN sebagai alat untuk mempresentasikan proyek IKN kepada Kanselir Jerman, Olaf Scholz.

Maket IKN di Nusantara Fair 2024

Nusantara Fair 2024 tempat keberadaan maket IKN

Selain di Hannover, Jerman, maket IKN juga dipamerkan di Nusantara Fair 2024 yang berlangsung di Grand Atrium, Mall Kota Kasablanka, Jakarta, pada 26-28 Januari 2024.

Maket yang berisikan sejumlah komponen dari IKN itu bisa dilihat secara gratis dari balik pelindung kaca.

Menurut laman resmi IKN, maket tersebut dirancang agar bisa merepresentasikan IKN sebagai kota cerdas berteknologi dengan visi mengedepankan inklusi sosial dan modern, dengan tetap memperhatikan kelestarian dan keberlanjutan lingkungan.

Berikut adalah foto-foto maket IKN yang dipamerkan di Nusantara Fair 2024.

Foto Maket IKN

Penampakan maket IKN di Nusantara Fair 2024

Foto: Detik.com

Detail dari maket IKN di Nusantara Fair 2024

Foto: Detik.com

Miniatur mobil listrik di maket IKN di Nusantara Fair 2024

Foto: Detik.com

Referensi

  1. Artikel Liputan6.com berjudul “Maket IKN Karya GEKRAFS jadi Kebanggan Presiden Jokowi di Hannover Messe 2023”. (https://www.liputan6.com/bisnis/read/5267310/maket-ikn-karya-gekrafs-jadi-kebanggaan-presiden-jokowi-di-hannover-messe-2023?page=3). Diakses pada 28 Mei 2024.
  2. Artikel laman resmi IKN berjudul “Pengunjung Antusias di Hari Pertama Pameran Ibu Kota Nusantara di Nusantara Fair 2024”. (https://www.ikn.go.id/pengunjung-antusias-di-hari-pertama-pameran-ibu-kota-nusantara-di-nusantara-fair-2024). Diakses pada 28 Mei 2024.

Konsep Hutan IKN: Dukung Kota Netral Karbon & Keanekaragaman Hayati

Ibu Kota Nusantara atau IKN sepertinya akan menjadi kota yang unggul dibandingkan kota-kota lainnya di dunia.

Itu karena konsep yang diusungnya, yaitu kota hutan IKN yang menjalankan prinsip green (hijau), smart (pintar), inclusive (inklusif), resilient (ketangguhan), dan sustainable (berkelanjutan).

Konsep IKN sebagai kota hutan pintar dan berkelanjutan ternyata menjadi konsep yang pertama di dunia.

Lantas, upaya apa saja yang akan diwujudkan di IKN agar konsep itu tercipta?

Sebagian Besarnya adalah Hutan Tropis

kota hutan ikn

Luas wilayah daratan IKN adalah 252.660 hektare, terdiri dari 49.490 hektare kawasan IKN dan 196.501 hektare kawasan pengembangan IKN. 

Sementara itu, luas wilayah lautan IKN adalah 69.769 hektare.

Dari keseluruhan wilayah tersebut, sebagian besarnya akan menjadi hutan tropis.

Bambang Susantono, yang pernah menjabat Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), sempat mengatakan, hanya 25 persen dari area nusantara yang akan dibangun.

“Sedangkan 75% sisanya akan menjadi area hijau yang termasuk 65% area tersebut tetap sebagai hutan tropis. Kondisi ini akan memungkinkan warga Nusantara hidup berdampingan dengan alam,” kata Bambang, dikutip dari laman ikn.go.id.

Adapun sebagian besar wilayah itu akan menjadi hutan tropis.

Kendati begitu, saat ini sebagian besar hutan di wilayah IKN adalah hutan produksi.

Karena itu, pemerintah harus berupaya mengembalikan kawasan hutan produksi tersebut menjadi hutan tropis, melalui proses reboisasi.

“Pengembalian hutan tropis akan dimungkinkan melalui proses reboisasi dalam rangka memulihkan ekologi,” kata Bambang.

Menjadi Kota Netral Karbon

Konsep Hutan Kota Cerdas IKN

Dengan konsep hutan tersebut, IKN ditargetkan menjadi kota netral karbon pada 2045.

Jadi, nantinya di wilayah IKN tidak akan ada emisi karbon yang bisa membuat perubahan iklim.

Semakin banyak emisi karbon yang dilepas ke atmosfer, akan semakin menghangat juga suhu planet ini.

Selain bisa berperan dalam mengurangi emisi karbon, keberadaan hutan tropis di IKN juga bisa mengurangi risiko banjir dan meningkatkan daya serap air.

Wujud komitmen IKN sebagai kota hutan untuk mengurangi emisi karbon juga didukung oleh studi OIKN dan Asian Development Bank (ADB).

Studio itu menjelaskan seperti apa Nusantara akan menjadi kota yang mendukung net-zero emission.

Tak hanya untuk Indonesia, keberhasilan IKN tentu juga bisa menjadi sumbangsih penting bagi dunia agar menciptakan kota berkelanjutan.

Simpan Potensi Biodiversitas dan Biomedicine

Miniatur Hutan Hujan Tropis di IKN

Selain mendukung net-zero emission, kota hutan IKN juga bisa mendukung pengembangan lebih lanjut keanekaragaman hayati.

Bahkan, keberadaan kota hutan IKN dipandang bisa menjadi kesempatan baik bagi pengembangan tanaman untuk bidang kesehatan.

Hal tersebut sempat diungkapkan oleh Prof. Dr. Mustofa, Apt., M.Kes., dari FK-KMK UGM pada Round Table Discussion bertema “IKN, Biodiversitas, dan Pengembangan Biomedical Berbasis Herbal” pada Selasa (28/11/2023).

Menurutnya, di Kalimantan ada 80 persen spesies tanaman obat dunia, dan yang baru terdaftar di BPOM ada sekitar 25.000-30.000 spesies.

“Nantinya kalau kita benar-benar pindah ke IKN, tentunya ini sangat potensial,” ujar Mustofa.

Mayoritas, lanjutnya, tanaman-tanaman di Kalimantan bisa untuk mengatasi kanker, gangguan organ dalam, dan menjadi bahan baku kosmetik potensial.

Beberapa tanaman yang potensial di antaranya adalah pasak bumi, akar kuning, bajakah, sarang semut, dan sekungbak.

Berkontribusi pada Sustainable Development Goals

Saat ini, negara-negara di dunia ramai-ramai sedang menggalakkan kampanye global SDGs (sustainable development goals).

Pembangunan kota hutan IKN mendukung kampanye tersebut.

IKN menjadi kota pertama di Indonesia yang mendukung kampanye global yang selaras dengan agenda pencapaian pembangunan berkelanjutan (SDGs) PBB pada tahun 2030.

Karena itu, menurut Tenaga Ahli Pimpinan Bidang Manajemen Kawasan Perkotaan Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Viby Indrayana, IKN tidak akan menghilangkan habitat hidup satwa liar.

“Melalui IKN kita tunjukkan komitmen untuk melestarikan dan melindungi keanekaragaman hayati nusantara termasuk di dalamnya yang terancam punah melalui rencana positif alam nusantara, dalam memastikan keberadaan dan keamanan habitat satwa liar,” kata Viby Indrayana, dikutip dari rri.co.id.

Referensi

  • Artikel IKN berjudul “Nusantara, Akan Jadi Ibu Kota Negara dengan Konsep Forest City yang Pertama di Dunia”. (https://www.ikn.go.id/en/nusantara-akan-jadi-ibu-kota-negara-dengan-konsep-forest-city-yang-pertama-di-dunia). Diakses pada 7 Juni 2024.
  • Artikel UGM berjudul “Mengusung Konsep Kota Hutan, IKN Simpan Potensi Biodiversitas dan Biomedicine yang Menjanjikan”. (https://ugm.ac.id/id/berita/mengusung-konsep-kota-hutan-ikn-simpan-potensi-biodiversitas-dan-biomedicine-yang-menjanjikan/). Diakses pada 7 Juni 2024.
  • Artikel RRI berjudul “IKN Dibangun di Atas Hutan Produksi”. (https://www.rri.co.id/nasional/614879/ikn-dibangun-di-atas-hutan-produksi). Diakses pada 7 Juni 2024.

5 Potret Glamping IKN, Tempat Wisata Ibu Kota Baru di Tengah Hutan

Selain titik nol IKN, para pengunjung yang tertarik datang ke Ibu Kota Nusantara dapat mendatangi kawasan glamping IKN.

 

Pasalnya, glamorous camping (glamping) IKN menjadi tempat wisata alternatif yang menarik untuk dikunjungi di tengah proses pembangunan ibu kota baru.

 

Lokasi ini menjadi akomodasi wisata yang menawarkan pengalaman berkemah di tengah hutan tropis Kalimantan Timur.

 

Bahkan, area tersebut sempat viral di media sosial saat Presiden Jokow Widodo dan para menteri berkemping di area ini.

 

Tim Rumah123 berkesempatan mengunjungi area glamping IKN di sela-sela kunjungan ke Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).

 

Penasaran seperti apa potret glamping tersebut?

 

Yuk, cek satu per satu gambar glamping IKN di bawah ini, Property People!

 

5 Potret Glamping IKN Nusantara

 

1. Dekat dengan Titik Nol IKN

glamping ikn

Sumber: Rumah123

 

Glamping IKN terletak di Nusantara, Kalimantan Timur, tepatnya di kawasan hutan hujan tropis yang masih alami.

 

Lokasinya sekitar 2,7 kilometer dari titik nol IKN dan bersebelahan dengan kawasan Miniatur Hutan Hujan Tropis.

 

Menariknya, area glamping di Nusantara ini tidak jauh dari Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).

 

Dari area glamping, wisatawan dapat melihat secara langsung progres pembangunan IKN karena letaknya berada di ketinggian.

 

Meskipun demikian, kondisi jalan menuju ke kawasan tersebut sedikit menanjak dan licin saat sedang hujan.

 

2. Konsep Ekowisata

glamping ikn

Sumber: Rumah123

 

Melansir selasar.co, mantan Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Bambang Soesantono mengatakan bahwa glamping IKN dibangun dengan konsep ekowisata.

 

Menurut Bambang, keberadaan glamping ini diharapakan dapat menambah pengalaman pengunjung yang datang ke Nusantara.

 

Pasalnya, area glamping tersebut cocok bagi wisatawan yang ingin healing sambil menikmati alam Nusantara.

 

Hal ini dirasakan saat tim Rumah123 tiba di area glamping yang menyejukkan mata.

 

3. Terletak di Tengah Hutan

glamping ikn

Sumber: Rumah123

 

Lokasi glamping berada di tengah hutan IKN Nusantara, Property People.

 

Jadi, tak heran kalau udaranya sejuk dan asri karena banyak pepohonan eucalyptus sp.

 

Pohon-pohon yang menjulang tinggi ini menambah daya tarik di kawasan glamping.

 

Meskipun di hutan, letaknya tidak jauh dari jalanan utama dan area parkir.

 

4. Fasilitas Glamping IKN

Sumber: Rumah123

 

Berada di tengah hutan, glamping IKN tetap menyediakan berbagai fasilitas yang nyaman.

 

Fasilitas di area glamping tersebut antara lain 17 kabin, tenda, dan kamar mandi.

 

Bahkan, beberapa kabin terdapat AC, balkon, dan area bersantai.

 

Ada juga area api unggun di tengah-tengah area penginapan.

 

Hanya saja, fasilitas kabin untuk menginap belum dapat dinikmati oleh pengunjung.

 

5. Tempat Menginap Presiden Jokowi Saat Berkunjung

Sumber: X/@jokowi

 

Akhir tahun lalu, area glamping ini sempat viral di media sosial setelah Presiden Joko Widodo, Ibu Negara Iriana Joko Widodo, pejabat IKN, dan sejumlah menteri menginap di sini.

 

Presiden Joko Widodo alias Jokowi menginap di area glamping saat melakukan kunjungan kerja ke Nusantara.

 

Hal itulah yang membuat masyarakat penasaran dan bertanya-tanya mengenai area ini.

 

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (PPN/Bappenas), Suharso Monoarfa, mengatakan bahwa kawasan glamping tersebut dinilai nyaman.

 

“Ini tempat tidur di glamping, ini kamar saya, ternyata ada listriknya, ada lampu, ada kipas angin juga keren kan,” tulis Suharso lewat akun Instagram pribadinya @suharsomonoarfa.

 

6. Alternatif Tempat Wisata

 

Melansir selasar.co, pengamat pariwisata dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Chusmeru mengatakan bahwa keberadaan glamping di Nusantara bisa jadi alternatif tempat wisata.

 

Jika dikemas dengan baik, kawasan ini sangat potensial untuk dikembangkan sebagai alternatif dalam industri pariwisata.

 

Apalagi, tempat ini wisata ini cocok untuk generasi milenial yang jenuh pada objek wisata dan ingin kembali ke alam untuk menikmati suasana hutan.

 

“Ketika seorang presiden berkemah, citra yang terbentuk memang glamping di alam terbuka. Hal itu bisa saja memunculkan tren baru berwisata glamping,” tuturnya.

 

***

 

Semoga bermanfaat.

 

Kunjungi Rumah123 untuk menemukan hunian impian karena #SemuaAdaDisini.

Sejarah IKN, Digagas Soekarno, Diwujudkan Jokowi

Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak lahir dalam waktu satu malam. Namun, pembicaraan soal ini sudah melalui proses yang sangat panjang, bahkan dari zaman Presiden Soekarno.

Sebelum mengupas timeline sejarah IKN, mari kita simak terlebih dahulu sekilas apa itu IKN. Mari simak informasi lengkapnya dalam artikel Rumah123.

Apa Itu IKN

Arti IKN adalah ibu kota masa depan Indonesia yang rencananya akan diresmikan pada 17 Agustus 2024 bersamaan dengan perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-79.

IKN menggantikan DKI Jakarta yang sudah menjadi ibu kota negara sejak 1961. Di mana lokasi IKN, yaitu di pantai timur pulau Kalimantan yang kini sudah menjadi bagian Kalimantan Timur.

Nah ke depannya, IKN Nusantara diperkirakan bakal menjadi enklave dari Kalimantan Timur. Luas wilayah ibu kota baru Indonesia ini adalah 2.560 kilometer persegi.

Proyek IKN adalah proyek besar yang sudah dibangun sejak Juli 2022. Lanskap pembangunan ibu kota baru Indonesia ini mencakup perbukitan, hutan, dan teluk. 

IKN atau disebut juga Nusantara diharapkan dapat menjadi daerah otorita yang bersifat khusus dan memisahkan diri dari provinsi Kalimantan Timur.

Saat ini pemerintah terus menggenjot pembangunan infrastruktur dasar IKN. Adapun sejarah IKN, sebelum masa pembangunan sekarang, mari kita simak!

Sejarah Pemindahan Ibu Kota Negara

sejarah ikn

Foto: Detik.com

Cikal-bakal sejarah IKN Nusantara dimulai sejak 1957 pada masa pemerintahan Presiden Soekarno. Kemudian, eksekusinya terwujud pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Kala itu, Presiden Soekarno menggagas ibu kota negara pindah ke Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Ini disampaikan pada saat peresmian kota ini sebagai ibu kota provinsi.

Setelah empat dekade berlalu, tepatnya pada 1997, gagasan serupa dicetuskan oleh Presiden Soeharto, yang mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 1997.

Keputusan tersebut bicara tentang koordinasi pengembangan kawasan Jonggol, Jawa Barat, sebagai kota mandiri. Aturan tersebut pada awalnya dimaksudkan untuk pusat pemerintahan RI.

Pada 2013, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun menyodorkan skenario untuk mempertahankan DKI Jakarta sebagai ibu kota. Dalam skenario tersebut dicetuskan dua opsi yakni;

  • merencanakan pembangunan Jakarta secara matang; atau
  • memindahkan pusat pemerintahan ke luar DKI Jakarta.

Akhirnya, pada 2019, Presiden Joko Widodo kembali mengutarakan rencana tersebut. Ia mengumumkan, ibu kota negara akan dipindahkan ke Kabupaten Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara.

Begitulah sejarah IKN Nusantara, adapun rencana pembangunan ke depannya.

Rencana Pembangunan IKN Nusantara

Pemindahan Tahap Awal (Periode 2022-2024)

  • Pembangunan infrastruktur utama mulai dari istana kepresidenan, gedung Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR)/Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), dan perumahan.
  • Pemindahan Aparatur Sipil Negara (ASN) tahap awal.
  • Beroperasinya infrastruktur dasar untuk 500.000 penduduk tahap awal.
  • Inisiasi sektor-sektor ekonomi prioritas.

Pembangunan IKN sebagai Area yang Tangguh (Periode 2025-2034)

  • Pengembangan fase kota berikutnya (misalnya inovasi dan ekonomi).
  • Penyelesaian pemindahan pusat pemerintahan IKN.
  • Pengembangan sektor-sektor ekonomi prioritas.
  • Penerapan sistem insentif untuk sektor-sektor ekonomi prioritas.
  • Pencapaian tujuan sustainable development goals (SDGs).

Pembangunan Infrastruktur & Ekosistem 3 Kota (Periode 2035-2044)

  • Menjadi destinasi foreign direct investment (FDI) nomor 1 untuk sektor-sektor ekonomi prioritas di Indonesia.
  • Menjadi lima besar destinasi utama di Asia Tenggara bagi talenta global.
  • Mendorong jaringan utilitas yang berkelanjutan dengan mengimplementasikan enablers ekonomi sirkuler.
  • Mengembangkan pusat inovasi dan pengembangan talenta.

Mengokohkan Reputasi sebagai ‘Kota Dunia untuk Semua’ (Periode 2045)

  • Menjadi kota terdepan di dunia dalam hal daya saing.
  • Menjadi 10 besar livable city di dunia.
  • Mencapai net zero-carbon emission dan 100% energi terbarukan pada kapasitas terpasang.
  • Menjadi kota pertama di dunia dengan jumlah penduduk lebih besar dari satu juta jiwa.

Demikian informasi tentang apa yang dimaksud IKN, sejarah panjang pemindahan ibu kota negara Indonesia, dan rencana pembangunan ke depan. Semoga informasi dari Rumah123 bermanfaat.

IKN akan Menjadi Kota Ramah Pejalan Kaki di Indonesia, Ini Buktinya!

Ibu Kota Nusantara (IKN) digadang-gadang akan menjadi salah satu kota ramah pejalan kaki di Indonesia, apa alasannya?

 

Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) akan menerapkan tiga prinsip dasar pengembangan kawasan, yakni kota hutan, kota spons, dan kota cerdas.

 

Selain itu, IKN bakal dirancang menjadi kota ramah pejalan kaki dan ramah terhadap lingkungan.

 

Hal tersebut sempat diungkapkan Presiden Indonesia Joko Widodo, pada awal Juni 2024 silam.

 

Menurut presiden, kota ramah pejalan kaki merupakan gambaran kota masa depan sebenarnya.

 

Lebih dari itu, kota masa depan mesti ramah penyandang disabilitas, pesepeda, perempuan, dan ramah pada lingkungan.

 

Jokowi berkaca pada kondisi saat ini, keberadaan pedestrian yang tidak dibarengi dengan penanaman pohon secara masif.

 

Padahal, keberadaan pohon atau penghijauan di area pedestrian sangat penting.

 

Alhasil, keadaan tersebut membuat masyarakat enggan untuk berjalan kaki.

 

Dikatakan Jokowi, IKN nantinya akan menjadi ibu kota terhijau di dunia karena mengusung konsep kota nusa rimba.

 

Mengenai IKN sebagai kota ramah pejalan kaki, hal tersebut bahkan sudah tercatat dalam rencana induk pembangunan IKN atau Undang-Undang (UU) Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara.

 

Melalui rencana induk tersebut, tertera bahwa IKN didesain untuk mengutamakan pejalan kaki daripada kendaraan.

 

Di dalamnya juga tertulis sejumlah prinsip utama dari strategi kota ramah pejalan kaki di IKN.

 

Lalu, apa saja prinsip-prinsip yang diterapkan untuk mendukung IKN sebagai kota ramah terhadap pejalan kaki di Indonesia? Selengkapnya di bawah ini.

 

Strategi untuk Hadirkan IKN sebagai Kota Ramah Pejalan Kaki di Indonesia

 

IKN kota ramah pejalan kaki di indonesia

 

Berdasarkan rencana induk pembangunan IKN dalam UU No. 3 Tahun 2022 tentang IKN, berikut strategi yang bakal digunakan pemerintah untuk membangun kota yang ramah bagi pejalan kaki.

 

1. Membangun Koridor Jalur Hijau

 

Kawasan IKN bakal menggabungkan jaringan koridor hijau untuk mobilitas, sehingga para pejalan kaki dapat menikmati aset alam IKN yang rimbun.

 

2. Adanya Konektivitas yang Tinggi

Demi mendukung konektivitas di kawasan IKN, maka akan dibangun jaringan mobilitas untuk aktivitas masyarakat yang luas.

 

Dengan begitu, masyarakat IKN bisa berjalan kaki atau bersepeda untuk mencapai titik tertentu tanpa perlu menggunakan kendaraan.

 

Jaringan mobilitas yang ada bakal diintegrasikan langsung dengan jaringan transportasi umum.

 

3. Lingkungan yang Mengutamakan Manusia

 

Sebagai kota yang ramah pejalan kaki, IKN dirancang dengan mengutamakan kebutuhan manusia.

 

Artinya, akan ada banyak tempat yang dapat dilalui dengan berjalan kaki.

 

Maka itu, jalan yang dibangun di kawasan IKN mengutamakan manusia sebagai bagian dari konsep movement and place.

 

4. Desain Inklusif

Ibu kota baru bakal didesain dengan baik dan inklusif, termasuk soal akses bagi pejalan kaki.

 

Dengan rancangan tersebut, diharapkan para lanjut usia, penyandang disabilitas, dan mereka yang mempunyai persoalan perihal mobilitas bisa mendapat akses yang prima.

 

5. Jalan Bebas Kendaraan Bermotor

 

Lalu, akan ada jalan bebas kendaraan bermotor yang diklaim sebagai penunjang kehidupan masyarakat yang dinamis.

 

Area tersebut menawarkan lingkungan yang aman untuk para pejalan kaki.

 

Selain itu, jalan bebas kendaraan bermotor dapat dilalui oleh sepeda atau personal mobility device (PMD).

 

Itulah ulasan mengenai IKN yang dirancang menjadi kota ramah pejalan kaki di Indonesia.

 

Simak informasi tentang IKN lainnya hanya di Rumah123 karena #SemuaAdaDiSini.

8 Tempat Wisata Kutai Kartanegara Menarik Dikunjungi

Kutai Kartanegara secara resmi terpilih sebagai ibu kota baru Indonesia. Apa saja daya tarik di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) ini? Mari simak informasi lengkapnya!

Banyak hal yang menarik untuk dibahas dari IKN. Selain proyek pembangunan IKN berupa infrastruktur, sarana dan prasarananya, tak ketinggalan soal tempat wisata.

Wilayah Kutai Kartanegara mempunyai sejumlah tempat wisata potensial. Rumah123 merekomendasikan 8 destinasi, nah berikut ulasan singkatnya!

Pulau Kumala

tempat wisata kutai kartanegara

Foto: Google Photos

Pulau Kumala adalah sebuah pulau kecil yang berlokasi dekat Sungai Mahakam. Tepatnya di sebelah barat Tenggarong, kecamatan sekaligus ibu kota Kutai Kartanegara.

Walaupun agak jauh dari pusat kota, tempat wisata Tenggarong ini menarik dikunjungi. Banyak atraksi wisata seperti arena gokart, taman bermain sampai sky tower.

Museum Mulawarman

Foto: Google Photos

Tempat wisata Museum Mulawarman sangat tersohor di Kalimantan Timur. Museum ini dibangun pada 1963 di bekas lokasi Kerajaan Kutai Kartanegara.

Pengunjung dapat melihat berbagai peninggalan Kerajaan Kutai Kartanegara dalam museum tersebut. Contohnya pakaian, alat perang, prasasti, barang pecah belah dan banyak lagi.

Konservasi Orang Utan Samboja Lestari

tempat wisata kutai kartanegara

Foto: Google Photos

Pulau Kalimantan dikenal sebagai rumah sekaligus pusat konservasi primata khas Indonesia ini. Salah satu tempat konservasi orang utan terdapat di Kutai Kartanegara.

Pusat konservasi orang utan itu bernama Samboja Lestari yang terletak di Jalan Balikpapan-Handil KM44. Di sini kita dapat mempelajari kehidupannya secara langsung.

Bukit Bangkirai

tempat wisata kutai kartanegara

Foto: Google Photos

Bukit Bangkirai adalah kawasan wisata alam yang terletak di Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara. Lokasinya dapat ditempuh dalam waktu 1,5 jam dari Kota Balikpapan.

Tempat wisata Kutai Kartanegara ini menyuguhkan pesona hutan tropis yang masih alami. Lalu ada sarana dan prasarana rekreasi seperti restoran, kolam renang, cottage dan jungle cabin.

Planetarium Jagad Raya Tenggarong

tempat wisata kutai kartanegara

Foto: Google Photos

Planetarium Jagad Raya Tenggarong merupakan sebuah planetarium yang terletak di Jalan Diponegoro, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Objek wisata Tenggarong ini merupakan objek wisata edukasi untuk menikmati keindahan alam berupa bintang, planet, dan objek langit lainnya.

Museum Kayu Tuah Himba

tempat wisata kutai kartanegara

Foto: Google Photos

Selain Planetarium Jagad Raya, di Tenggarong juga ada Museum Kayu Tuah Himba, yaitu museum khusus yang berada di area Waduk Panji Sukarame, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Museum berdiri sebagai langkah lanjutan terhadap penyimpanan dua buaya yang diawetkan di sekitar area waduk. Buaya yang dijuluki monster dari Sangatta tersebut adalah buaya muara.

Pantai Ambalat Samboja

tempat wisata kutai kartanegara

Pantai ambalat foto: Google Photos

Ambalat merupakan akronim dari Amborawang Laut. Di sepanjang pantai ini terdapat barisan pohon pinus yang tumbuh dengan lebat, lalu bibir pantainya diselimuti pasir putih kecokelatan.

Pengunjung bisa menikmati keindahan pantai yang masih terjaga dengan baik. Kemudian melakukan berbagai kegiatan menyenangkan seperti bermain air, pasir dan santai di gazebo.

Cagar Alam Muara Kaman

tempat wisata kutai kartanegara

Foto: Google Photos

Cagar alam yang meliputi dua wilayah kabupaten di Kalimantan Timur, yakni Kutai Kartanegara dan Kutai Timur. Wisata di Tenggarong ini mempunyai potensi satwa liar yang luar biasa.

Contohnya seperti jenis burung, monyet, kadal, berang-berang, hingga lumba-lumba air tawar Sungai Mahakam yang terancam punah, serta pesut Mahakam.

Itulah delapan tempat wisata Kutai Kartanegara yang dapat dikunjungi oleh warga baru IKN. Semoga informasi yang disampaikan di sini bermanfaat!

Gambaran Destinasi Wisata Kebun Durian di IKN

Ibu Kota Nusantara (IKN) mempunyai Bendungan Sepaku Semoi di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Selain berfungsi menampung air, bendungan ini akan menjadi destinasi wisata.

Bendungan Sepaku Semoi akan menghadirkan destinasi wisata kebun durian di IKN. Nantinya tempat ini dapat dinikmati oleh masyakarat umum.

Pengunjung dapat menyantap aneka buah durian seperti buah montong, musang king dan lai. Apa saja ciri khas ketiga jenis buah durian ini? Yuk simak informasinya di bawah.

Jenis-jenis Buah Durian di Kebun Durian IKN

kebun durian ikn

Durian Montong

Durian monthong merupakan salah satu jenis durian yang populer di Indonesia. Pada awalnya jenis durian ini berasal dari Thailand yang terkenal dengan buah-buahan tropisnya.

Daging buah durian montong berwarna kuning dan tebal, sedikit terasa kering dan kurang berlemak. Rasa buah manis sekali, dan bertekstur halus dengan aroma tajam yang sedang.

Warna kulit buahnya hijau kekuningan dengan duri di permukaan kulit berbentuk kerucut berukuran kecil dan rapat. Selain itu, buah durian ini cenderung sukar dibelah.

Setiap buah mempunyai bobot sekitar 3-5 kilogram. Nah, biasanya pohon durian montong mempunyai tinggi sekitar 5-8 meter, sedangkan tinggi rata-rata di Indonesia sekitar 6 meter.

Durian Musang King

Konon katanya, durian musang king adalah buah durian terenak. Selain lezat, jenis durian ini mempunyai tekstur daging tebal, serta cita rasa manis sedikit pahit.

Durian musang king sendiri berasal dari Malaysia yang pertama kali diperkenalkan pada 1990. Warga menamainya musang king karena lokasi pohon induk dekat Gua Musang, Malaysia.

Selain dikenal dengan sebutan nama tersebut, musang king sering disebut juga mao shan wang yang artinya raja kucing. Konon katanya, durian musang king adalah buah durian terenak. 

Kepopuleran durian musang king dianggap mampu menyaingi durian montong Thailand. Para pencinta durian di dunia pun mengaku kelezatan durian musang king ini.

Durian Lai

Lai adalah tumbuhan buah sejenis durian yang dikenal dengan beberapa nama. Misalnya durian kuning, durian tinggang, durian pulu, nyekak, ruas, papaken, sekawi, pekawai dan lain-lain.

Durian lai mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan, di antaranya memberikan energi, menambah nafsu makan, menjaga fungsi saraf, baik untuk kesehatan kulit dan banyak lagi.

Biasanya pohon lai berukuran sedang, dengan tinggi mencapai 24 meter dan gemang 40 sentimeter. Daun pohon lai sama dengan durian pada umumnya, tetapi lebih lebar.

Asli Kalimantan Timur

Durian dengan nama ilmiah Durio kutejensis ini merupakan jenis durian lokal Kalimantan Timur. Ukurannya kecil dibanding durian biasa dengan diameter maksimal 20 sentimeter.

Ciri khasnya, yaitu sebagai berikut

  • Tidak mengeluarkan bau menyengat dari dalam buahnya sebagaimana durian pada umumnya.
  • Durinya tidak tajam.
  • Dagingnya berwarna oranye.
  • Rasanya manis legit.

Durian lai adalah durian liar yang berasal dari pedalaman hutan Kalimantan Timur. Ukuran pohonnya yang besar cukup rindang untuk menghiasi area di sisi bendungan.

Ada Buah Lain di Destinasi Wisata Kebun Durian IKN

kebun durian ikn

Foto: Okezone

Selain durian, bakal ada pula cluster buah-buahan lain seperti mangga, aren hingga nangka cempedak. Setiap cluster luasnya antara 1.500 hingga 2.000 meter persegi.

Saat ini, seluruh bibit buah tersebut sudah ditanam dan dirawat intensif setiap hari. Paralel dengan pembangunan Bendungan Sepaku Semoi.

Pengelolaan bendungan dan kawasan penunjang seperti kebun dan taman buah akan diserahkan kepada Badan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) setelah proyek selesai 100%.

Sebagai informasi, Bendungan Sepaku Semoi merupakan penyuplai utama air baku untuk IKN dengan kapasitas 2.500 liter per detik sekaligus pengendali banjir dengan reduksi 55%.