Ada 153 Kali Gempa di Kalimantan sampai Agustus, Amankah IKN?

Sepanjang 2024 riwayat kegempaan di Pulau Kalimantan melonjak limat kali lipat. Ini terjadi dalam kurun waktu Januari sampai Agustus, lantas apakah Ibu Kota Nusantara (IKN) aman?

Getaran gempa terkuat, yaitu Magnitudo (M) 4,7 dengan kedalaman 10 kilometer terjadi pada 13 Februari 2024. Titik lokasinya di Kabupaten Mahakam Ulu dan Kabupaten Berau.

Gempa itu bersamaan dengan gempa di Pulau Bawean yang kekuatannya mencapai M 5,9 hingga M 6,5. Kala itu masyarakat pun sempat mengalami getaran berulang.

Jika angka 153 kali dirata-ratakan, maka gempa bumi terjadi tiga hingga empat kali sebulan. Sedangkan tahun 2023 pada periode yang sama hanya terjadi 30 kali gempa biasa.

Penyebab Gempa Berulang

Berdasarkan informasi dari Kepala Stasiun Geofisika Kelas III Kota Balikpapan, terjadinya lonjakan gempa bumi di Pulau Kalimantan mengindikasikan ada masa-masa pelepasan energi.

Perilisan energi tersebut terjadi dalam kurun waktu 5 sampai 10 tahun. Adapun getaran dipicu oleh gerakan lempengan, kemudian hal ini memberikan tekanan pada batuan.

Selanjutnya batuan dengan elastisitas berbeda-beda itu akan terlepas ketika menerima tekanan (stress). Nah, 2024 adalah masa pelepasan tekanan.

Jika tekanan sudah habis, maka batuan tersebut akan mengumpulkan energi kembali, mengalami stres dan melepaskan lagi. Begitulah proses itu terjadi secara berulang.

Apakah Ibu Kota Nusantara Aman?

Foto: Antara

Apakah IKN aman dari ancaman gempa? Kepala Stasiun Geofisika Kelas III Kota Balikpapan memastikan bahwa IKN relatif aman dari gempa.

Baik gempa skala kecil, sedang, maupun skala raksasa yang popular dipahami sebagai megathrust atau gempa bumi lintas lempeng.

Kepala Stasiun Geofisika Kelas III Kota Balikpapan mengatakan bahwa ancaman megathrust tidak dekat. Pasalnya, sumbernya ada di utara Pulau Sulawesi.

IKN berada di tengah Pulau Kalimantan sehingga tidak akan terpengaruh. Wilayah yang terpengaruh yaitu wilayah pantai timur seperti Tarakan, Berau, dan Bontang.

Jika ada dua sesar yang mengapit IKN, maka risikonya relatif kecil lantaran bukan berbentuk aktivitas bebatuan tektonik, melainkan aktivitas fluida atau hidrokarbon yang tidak dieksplorasi.

Selain itu, panjang kedua sesar tersebut tidak terlalu signifikan. Ditambah lagi, IKN telah dibangun di atas standar rata-rata, sehingga tidak ada masalah sama sekali.

Demikian halnya dengan keberadaan Sesar Meratus yang memicu gempa di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, tidak sampai menjalar ke atas dan tidak dirasakan di IKN.

Alasannya, gelombang gempa berlalu dengan cepat dan amplitudonya kecil. Sementara itu, wilayah IKN dipenuhi oleh bebatuan keras.

Sudah Dipastikan Aman Sebelum Pembangunan

Kepala Stasiun Geofisika Kelas III Kota Balikpapan mengungkapkan sebelum IKN dibangun, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) telah berkoordinasi dengan pihaknya.

Keduanya bekerja sama melakukan mikro zonasi wilayah IKN. Jadi setiap jengkal wilayah ibu kota baru ini diidentifikasi jenis batuannya.

Selain itu, Stasiun Geofisika dan Bappenas memeriksa model kecepatan di wilayah IKN ketika gelombang gempa lewat. Demikian juga bagian top soil diperiksa jenis dan ketebalannya.

Apakah tanah lembek, tanah kuat, atau keras? Kemudian dari hasil proses mikro-zonasi tersebut disimpulkan bahwa wilayah IKN aman dari bencana gempa bumi.

Demikian informasi tentang amankan wilayah ibu kota baru Indonesia dari ancaman gempa bumi? Sekarang Anda sudah mengetahui jawabannya, semoga informasi disampaikan bermanfaat!

8 Peninggalan Kerajaan Kutai Kartanegara dan Penjelasannya

Kerajaan Kutai Kartanegara adalah kerajaan tertua di Indonesia yang bercorak Hindu⎼Buddha. Hal ini diketahui dari penemuan tujuh buah prasasti yang ditulis di atas yupa (tugu batu).

Prasasti tersebut ditulis dalam bahasa Sanskerta dengan menggunakan huruf Pallawa. Berdasarkan paleografinya, tulisan diperkirakan berasal dari abad ke-5.

Letak geografis Kerajaan Kutai diperkirakan di daerah Muarakaman, tepi Sungai Mahakam, Kalimantan Timur. Sungai ini dan anak sungainya, menjadi jalur perdagangan strategis.

Banyak peninggalan dari masa kejayaan Kerajaan Kutai Kartanegara. Benda pusaka tersebut menjadi bukti sejarah yang menarik untuk dipelajari. Yuk, simak!

Peninggalan Kerajaan Kutai Kartanegara

Prasasti Yupa

peninggalan kerajaan kutai kartanegara

Foto: Wikipedia

Terdapat tujuh buah yupa yang memuat prasasti tentang Kerajaan Kutai Kartanegara. Namun, baru empat yang berhasil dibaca dan diterjemahkan.

Prasasti tersebut ditulis dalam bentuk puisi anustub. Isinya menceritakan Raja Mulawarman yang memberikan sumbangan kepada para kaum Brahmana berupa sapi yang banyak.

Raja Mulawarman disebutkan sebagai cucu Kundungga, dan anak Aswawarman. Salah satu yupa pun mengatakan sang raja telah melakukan upacara kurban emas yang sangat banyak.

Sebagian besar isi prasasti membahas masa kejayaan Kerajaan Kutai Kartanegara. Prasasti ini menjadi bukti peninggalan tertua dari kerajaan yang beragama Hindu di Indonesia itu.

Arca Bulus

peninggalan kerajaan kutai kartanegara

Foto: dailysports.id

Arca Bulus merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Kutai yang ditemukan di sekitar Goa Gunung Kombeng. Arca tersebut terbuat dari batu dengan bentuk kura-kura.

Keberadaan Arca Bulus menunjukkan pengaruh budaya Hindu terhadap kehidupan masyarakat Kutai. Pada masa itu, Hinduisme memang agama dominan di wilayah Kutai.

Bentuk kura-kura pada Arca Bulus memiliki makna tersendiri. Dalam tradisi Hindu, kura-kura sering dihubungkan dengan stabilitas, ketahanan, dan keabadian.

Goa Gunung Kombeng, tempat Arca Bulus ditemukan, juga memiliki nilai historis. Dia mungkin digunakan sebagai tempat ibadah atau meditasi.

Arca Budha Perunggu

peninggalan kerajaan kutai kartanegara

Foto: Kompas

Archa Budha Perunggu disebut juga Arca Buddha Dipangkara (Buddha Sempaga). Konon katanya, ini adalah arca Buddha tertua di Indonesia yang terbuat dari perunggu.

Peninggalan ini menjadi bukti awal pengaruh budaya India di Nusantara. Dengan bentuknya yang elegan, Arca Buddha Dipangkara menggambarkan harmoni antara seni dan spiritualitas.

Kemungkinan Arca Buddha Dipangkara digunakan dalam praktik keagamaan, atau sebagai simbol keberuntungan bagi masyarakat Kutai.

Kalung Ciwa

peninggalan kerajaan kutai kartanegara

Foto: Grid

Kalung Ciwa merupakan peninggalan Kerajaan Kutai Kartanegara yang ditemukan pada masa pemerintahan Sultan Aji Muhammad Sulaiman pada 1890.

Lokasi penemuan di sekitar Danau Lipan yang berada di daerah Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur. Warga setempatlah yang menemukannya.

Kalung Ciwa memiliki nilai simbolis disertai estetika tinggi. Selain sebagai perhiasan, kalung ini juga memiliki makna historis dan keagamaan.

Sampai saat ini, Kalung Ciwa masih digunakan oleh kerajaan, terutama saat acara penobatan sultan baru. Penggunaannya menjadi bagian dari tradisi dan upacara kerajaan.

Kalung Uncal

peninggalan kerajaan kutai kartanegara

Foto: Grid

Kalung Uncal merupakan salah satu peninggalan bersejarah yang sangat menarik dari kerajaan. Kalung berupa perhiasan berbahan dasar emas dengan bobot sekitar 179 gram.

Perhiasan ini dikenakan oleh Sultan Kutai Kartanegara setelah Kutai Martadipura berhasil ditaklukkan. Liontinnya menggambarkan kisah epik Ramayana, cerita Hindu terkenal.

Selain itu, cerita mengenai Kalung Uncal juga terkait dengan Putri Bidadari Putih, putri Sultan Kutai. Konon katanya, dia memiliki kecantikan yang sangat memikat.

Kalung Uncal juga menjadi simbol kisah perang dan pergantian kerajaan. Dia bukan hanya menjadi perhiasan, tetapi ikon kontinuitas budaya dan warisan sejarah Kerajaan Kutai.

Pedang Sultan Kutai

peninggalan kerajaan kutai kartanegara

Foto: Liputan 6

Pedang Sultan Kutai merupakan pedang yang terbuat dari emas dan dimiliki oleh sultan dari Kerajaan Kutai. Pada bagian gagangnya terukir gambar harimau.

Keberadaan Pedang Sultan Kutai menghubungkan kita dengan masa lalu. Meskipun telah berabad-abad lalu, pedang ini tetap memancarkan pesona dan mengisahkan kisah legendaris.

Penggunaan Pedang Sultan Kutai pada masanya mungkin terkait dengan upacara kerajaan atau sebagai atribut resmi para penggawa kerajaan.

Singgasana Sultan

peninggalan kerajaan kutai kartanegara

Foto: Wikimedia

Seperti diketahui dalam tradisi kerajaan, singgasana adalah tempat di mana sultan dan permaisuri memimpin dan mengambil keputusan penting.

Sama dengan singgasana lainnya, Singgasana Sultan Kerajaan Kutai Kartanegara merupakan tempat duduk khusus yang digunakan oleh sultan dan permaisuri dalam balairung keraton.

Singgasana Sultan terdiri dari dua buah kursi yang diletakkan berdampingan. Kursi ini memiliki alas kaki dan penutup berupa kelambu yang terbuat dari kain beludru berwarna biru.

Kemudian dilengkapi oleh lapisan kain satin putih di dalamnya. Ini adalah salah satu peninggalan bersejarah yang memikat dari Kerajaan Kutai.

Ketopong Sultan

peninggalan kerajaan kutai kartanegara

Foto: budaya-indonesia.org

Ketopong ini merupakan mahkota yang dipakai oleh sultan Kerajaan Kutai. Dia terbuat dari emas, dan dihiasi oleh batu-batu permata.

Peninggalan kerajaan ini memiliki kilau yang memukau. Bentuknya yang khas, dengan bagian muka berbentuk meru bertingkat, menambah keindahannya.

Peninggalan-peninggalan ini menjadi saksi bisu perjalanan Kerajaan Kutai. Mereka pun memberikan wawasan tentang kejayaan dan budaya pada masa lalu.

Semoga artikel ini memberikan informasi yang bermanfaat!

5 Restoran di IKN yang Sajikan Kuliner Lezat

Restoran di IKN akan menjadi salah satu daya tarik kunjungan ke ibu kota baru Indonesia di Kalimantan Timur.

Ya, pada awal 2025, akan ada lima restoran ternama yang menyajikan beragam hidangan lezat, baik hidangan nusantara maupun mancanegara.

Masing-masing dari restoran tersebut memiliki spesialisasinya tersendiri.

Misalnya, ada resto yang menyajikan hidangan laut, resto yang menyajikan kuliner hasil pembauran budaya Melayu-India-Tionghoa, dan resto ala Jepang.

Diketahui, kelima restoran itu berada dalam satu kawasan, yakni Arena Botanica yang merupakan bagian dari Arena Group.

Arena Botanica yang berdiri di atas lahan seluas 8.400 meter persegi ini dirancang menjadi ruang sosial premium dengan konsep premiere social compound yang diusung.

Berikut ini sekilas info mengenai masing-masing restoran tersebut.

1. Seribu Rasa

Seribu Rasa

Seribu Rasa adalah resto yang menyajikan kuliner lokal serta hidangan laut dengan cita rasa Indonesia dan Asia Tenggara.

Beberapa menu kuliner terkenal di Seribu Rasa di antaranya adalah gulai fish head Tasik, grilled lemongrass chicken, beef rendang Minangkabau, dark soy prawn Langkawi, dan dried scallop string bean.

Sejak didirikan pada 2008, Seribu Rasa kini sudah memiliki 10 cabang yang tersebar di Jakarta dan sekitarnya.

Ada Seribu Rasa di Summarecon Bekasi, Agus Salim (Menteng), Gunawarman, Gatot Subroto, Plaza Indonesia, hingga Gandaria City.

2. Penang Bistro

Penang Bistro

Penang Bistro adalah restoran yang membaurkan budaya Melayu, Tionghoa, dan India pada menu mereka.

Di restoran ini, kamu dapat mencicipi ayam goreng terasi yang garing dan gurih, tamarind fish soup yang segar, fried tofu Jiran dengan tahu yang lembut, dan Penang spice crispy fried duck.

Sampai sekarang, Penang Bistro sudah memiliki 9 cabang sejak didirikannya pada 2002.

Cabangnya tersebar di Central Park Mall, Kebon Sirih, Gatot Subroto, Oakwood Mega Kuningan, Pakubuwono, dan Pacific Place.

3. Greyhound Cafe

Greyhound Cafe

Selanjutnya, di kawasan Arena Botanica juga terdapat Greyhound Cafe.

Restoran ini menyajikan beragam kuliner Thailand dengan hidangan yang sederhana, kreatif, namun bercita rasa khas yang lezat.

Sejak didirikannya pada 2017, Greyhound Cafe baru membuka empat cabang yang tersebar di kawasan Jakarta, seperti di Menteng, Gunawarman, Gatot Subroto, dan di Bekasi seperti di Summarecon Bekasi.

Beberapa menu Greyhound yang terkenal di antaranya adalah salmon sashimi, fried chicken wings, Greyhound famous fried rice, dan complicated noodles.

4. Maison Tatsuya

Maison Tatsuya

Untuk kamu penggemar kuliner Jepang, sebentar lagi juga bisa menikmatinya di kawasan IKN.

Melalui Maison Tatsuya, kamu dapat mencicipi hidangan teppanyaki premium dalam suasana makan yang santai.

Menu makanan yang terkenal di Maison Tatsuya di antaranya adalah teppanyaki set menu, teppanyaki a la carte, yoshoku, egg tofu, hingga miso soup.

Sebelum buka di IKN, Maison Tatsuya sudah memiliki tujuh cabang sejak didirikan pada 2014, yakni di Kebon Sirih Jakarta, Gatot Subroto Jakarta, Pakubuwono Jakarta, Summarecon Bekasi, Central Park Mall, dan AEON Mall BSD City.

5. Gyu-Shige Tokyo Yakiniku

Gyu-Shige Tokyo Yakiniku

Satu lagi restoran di IKN yang menyajikan kuliner Jepang, yaitu Gyu-Shige Tokyo Yakiniku.

Ini adalah restoran terbaru yang dibuka Arena Corp di Indonesia, tepatnya pada 2024.

Sebelum di IKN, Gyu-Shige Tokyo Yakiniku dibuka di Arena Square Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

Seperti namanya Gyu-Shige Tokyo Yakiniku menyajikan yakiniku set yang komplet, mencakup berbagai jenis daging seperti ribeye, sirloin, dan daging sapi lainnya, disertai dengan sayuran dan bahan pendukung seperti tofu, sayuran, dan nasi.

***

Tidak hanya infrastruktur yang modern, terdapat juga restoran di IKN yang bisa menjadi daya tarik tersendiri.

Apalagi, beberapa restoran tersebut menyajikan beragam pilihan kuliner yang lezat dan khas.

Jadi, pastikan mengunjungi restoran-restoran tersebut saat berada di kawasan IKN, ya!

Panduan Menginap di Swissotel Nusantara IKN: Tipe Kamar & Fasilitas

Swissotel Nusantara akhirnya resmi dibuka. Merek dari Swissotel Hotels & Resorts ini menjadi hotel bintang 5 pertama yang dibuka di IKN.

Berada di dekat Istana Presiden dan beberapa gedung pemerintahan, Swissotel Nusantara merupakan hotel yang menggabungkan konsep modern dengan kebudayaan lokal.

Daya tarik lainnya, hotel ini dikelilingi oleh taman hutan yang rimbun, 191 kamar yang dirancang dengan mengutamakan kenyamanan, serta dilengkapi berbagai fasilitas untuk memanjakan tamu.

Untuk informasi lebih lanjut seputar Swissotel Nusantara, kamu bisa membaca info berikut ini.

Tipe-tipe Kamar di Swissotel Nusantara

Kamar di Swissotel Nusantara

Swissotel Nusantara menawarkan sejumlah tipe kamar yang mewah serta nyaman.

Ada kamar Premier Twin, Premier King, Suite King, Suite President King, dan Grand King.

Setiap kamar dan suite-nya, menawarkan pemandangan hutan melalui jendela besar.

Selain itu, dilengkapi juga dengan teknologi modern yang membuat pengalaman menginap jadi mengesankan.

Berikut spesifikasi kamar di Swissotel Nusantara.

Kamar Premier Twin

– Maksimal untuk 2 orang

– Luas 32 meter persegi

– 2 x tempat tidur single

– Meja kerja berukuran 140 cm

– Telepon dengan dua sambungan langsung

Kamar Premier King

– Maksimal untuk 2 orang

– Luas 31 meter persegi

– 1 x tempat tidur king

– Kamar disabilitas

Smart TV

Kamar Grand King

– Maksimal untuk 2 orang

– Luas 51 meter persegi

– 1 x tempat tidur king

– Kamar mandi mewah dengan bank mandi dan area huni

Suite King

– Maksimal untuk 2 orang

– Luas 66 meter persegi

– 1 x tempat tidur king

– Kamar mandi mewah dengan bank mandi dan area huni terpisah

Suite President King

– Maksimal untuk 4 orang

– Luas 200 meter persegi

– 1 x tempat tidur king

– Kamar mandi mewah

– Dapur kecil

– Area makan luas

– Minuman gratis

– Akses ke executive lounge

Lokasi Swissotel Nusantara

Alamat Swissotel Nusantara berada di area Ibu Kota Nusantara, Desa Bumi Harapan Lot No. 1 CO. 20, Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara, Indonesia 76147.

Selain dekat Istana Presiden dan distrik pemerintahan, hotel ini memiliki akses ke berbagai tempat menarik di Penajam Paser Utara.

Wisatawan yang menginap di hotel ini bisa dengan mudah mengunjungi pantai yang jernih di Pulau Gusung, Air Terjun Tembinus, dan Pantai Nipah-Nipah.

Fasilitas Swissotel Nusantara

Resto di Swissotel Nusantara

Swissotel Nusantara juga menghadirkan fasilitas restoran bernama Nusa Restaurant.

Berkapasitas 152 orang, Nusa Restaurant menjadi restoran yang menyuguhkan beragam menu makanan, dari menu Indonesia, Asia, hingga internasional.

Pengalaman menyantap hidangan kuliner multikultural di resto ini pun akan terasa mengesankan karena dikelilingi hutan hijau yang asri.

Fasilitas lainnya, di Swissotel Nusantara juga terdapat lima ruang pertemuan.

Paling besar, ada ruangan dengan luas 127 meter persegi yang bisa menampung hingga 195 orang.

Deretan fasilitas memanjakan yang ada di Swissotel Nusantara di antaranya adalah kolam renang, gym, spa, dan klub anak. 

Layanan Swissotel Nusantara

Gedung Hotel Swissotel Nusantara

Sebagai hotel bintang lima, Swissotel Nusantara juga menyediakan layanan yang prima untuk membuat tamu nyaman.

Untuk sarapan misalnya, Swissotel Nusantara menyediakan makanan dengan sistem prasmanan dari Senin-Minggu pada 06.30-10.30.

Menu makanan yang disajikan pada waktu sarapan itu di antaranya makanan kontinental, Amerika, Jepang, sarapan panas, dan sarapan dingin.

Kemudian, layanan dan fitur lainnya dari hotel ini di antaranya adalah:

  • Antar-jemput
  • Dapat diakses kursi roda
  • Wi-Fi kecepatan tinggi
  • Air conditioner
  • Properti 100% bebas rokok
  • Cuci otomatis
  • Cuci kering/setrika
  • Concierge
  • Penukaran mata uang
  • Penggunaan berbagai bahasa (Jerman, Denmark, Portugis, Polandia, Prancis, Spanyol, Belanda, dan Italia)
  • Portir
  • Mesin semir sepatu

***

Dengan lokasi strategis dan kemewahan yang terjamin, Swissotel Nusantara menjadi pilihan tepat menginap jika kamu sedang berada di IKN.

Sebagai hotel premium di Ibu Kota Nusantara, Swissotel Nusantara menawarkan pengalaman menginap yang berkelas dengan fasilitas modern dan pelayanan terbaik.

Beragam tipe kamar yang nyaman dan elegan siap menyambutmu, baik untuk keperluan bisnis maupun liburan.

Kedaton Kutai Kartanegara: Daya Tarik, Tiket dan Rute

Kedaton Kutai Kartanegara adalah istana milik Sultan Kutai Kartanegara yang terletak di pusat kota Tenggarong. Sebagai diketahui, wilayah ini adalah ibu kota Kabupaten Kutai Kartanagara.

Istana yang sudah berdiri sejak zaman dahulu kala ini dibangun kembali pada 2002. Setelah dihidupkannya kembali Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

Sekarang, Kedaton Kutai Kartanegara tidak hanya menjadi tempat tinggal sultan dan keluarganya. Namun selain itu menjadi pusat pelestarian seni dan budaya.

Istana Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ini memiliki berbagai daya tarik. Sehingga, membuatnya menjadi tujuan wisata populer.

Daya Tarik Kedaton Kutai Kartanegara

Foto: Google Photos

Replika Istana Kerajaan Kutai Kertanegara

Di dalam kedaton terdapat replika dari istana Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Replika ini menampilkan ruang tamu yang luas.

Selain itu, terdapat perlengkapan musik gamelan, ruang kerja, dan tempat tinggal Sultan dengan dekorasi khas Kesultanan Kutai.

Pagelaran Seni

Kedaton Kutai Kartanegara memang sering menjadi pusat pagelaran seni dan budaya. Di sini, pengunjung dapat menikmati berbagai pertunjukan menarik.

Misalnya tarian tradisional, musik khas daerah, serta acara kebudayaan lainnya yang mencerminkan kekayaan budaya Kutai dan Kalimantan Timur. 

Museum Mulawarman

Bila sudah puas menikmati istana, kita bisa museum tour. Pasalnya, di dekatnya terdapat Museum Mulawarman yang menyimpan berbagai artefak sejarah dan budaya Kutai.

Pengunjung dapat menemukan berbagai benda bersejarah seperti singgasana, pakaian kebesaran, tombak, keris, meriam, kalung, prasasti Yupa dan lain-lain.

Wisata Sejarah

Pengunjung dapat belajar tentang sejarah Kesultanan Kutai. Bisa pula melihat berbagai ukiran dan dekorasi yang mencerminkan budaya Dayak, Jawa, dan Kutai.

Setiap sudut kedaton dipenuhi dengan ornamen yang indah dan detail, mulai dari ukiran kayu hingga hiasan dinding yang menggambarkan cerita-cerita rakyat dan mitos lokal.

Kompleks Makam Kesultanan Kutai

Kompleks Makam Kesultanan Kutai Kartanegara adalah tempat persemayaman terakhir bagi lebih dari 140 anggota keluarga Kesultanan Kutai Kartanegara

Kompleks ini terletak di sebelah selatan gedung Keraton Kutai Kartanegara dan merupakan bagian dari Kompleks Museum Mulawarman di Tenggarong.

Itulah daya tarik yang ditawarkan oleh Kedaton Kutai Kartanegara sebagai destinasi wisata budaya dan sejarah. Kesimpulannya pengunjung bisa melakukan berbagai kegiatan.

Mulai dari belajar sejarah, melihat pertunjukan seni, melakukan wisata religi dengan berziarah ke makam, sampai memburu aneka oleh-oleh.

Harga Tiket Masuk dan Jam Operasional Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara

kedaton kutai kartanegara

Foto: Google Photos

Kedaton Kutai Kartanegara tidak memungut biaya tiket masuk alias gratis. Pengunjung tidak perlu mengeluarkan dana untuk menikmati daya tarik istana ini.

Menariknya lagi, Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara selama 24 jam setiap hari. Namun, untuk kunjungan yang lebih nyaman, sebaiknya datang pada pagi atau sore hari.

Rute Menuju Kedaton Kutai Kartanegara

Alamat Kedaton Kutai Kartanegara di Jalan Monumen Timur, Desa Panji, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Lokasi tersebut mudah dijangkau dari pusat kota Tenggarong Posisinya tidak jauh dari Masjid Jami Aji Amir Hasanuddin (120 meter). Bisa ditempuh dalam 2 menit jalan kaki.

Sementara itu, jarak yang memisahkan Kedaton Kutai Kartanegara dan Titik Nol Ibu Kota Nusantara (IKN) yaitu ± 97 kilometer. Bisa ditempuh dalam waktu ± 2 jam perjalanan.

Pengunjung dapat menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi umum untuk mencapai lokasi kedaton. Bila perjalanan dari Kota Balikpapan, rutenya melalui jalan berikut.

  • Jalan Bubutan
  • Jalan DI Panjaitan
  • Jalan Indrakila
  • Jalan MT Haryono
  • Jalan Balikpapan Samarinda/Jalan Soekarno Hatta
  • Jalan Swadaya
  • Jalan Gerbang Dayaku/Jalan Lintas Kalimantan Poros Tengah
  • Jalan Robert Wolter Mongsidi
  • Jalan Jenderal Sudirman
  • Jalan S Parman
  • Jalan Jembatan Besi
  • Kedaton Kutai Kartanegara

Sekian informasi yang bisa disampaikan oleh Rumah123. Semoga bermanfaat!

Ulasan Masjid Cheng Hoo Batuah Kutai Kartanegara Kalimantan Timur

Ketika berkunjung ke Ibu Kota Nusantara alias IKN, jangan lewatkan Masjid Cheng Hoo Batuah di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Artikel ini akan mengulasnya secara lengkap.

Seperti diketahui, masjid memiliki peran sangat penting dalam kehidupan sehari-hari umat Islam. Selain tempat melaksanakan ibadah, masjid menjadi pusat pendidikan.

Anak-anak dan orang dewasa dapat belajar ilmu spiritual, Al-Qur’an dan ilmu pengetahuan agama lainnya. Masjid juga mengakomodasi kegiatan sosial dan komunitas.

Umat Islam dapat menggunakan masjid untuk berkumpul dan bermusyawarah dalam rangka saling membantu sesama, dan memberikan bantuan kepada yang membutuhkan.

Begitu juga Masjid Cheng Hoo Batuah Kutai Kartanegara Kalimantan Timur memiliki peran yang sama. Berikut sejarah pembangunan masjid dekat ibu kota baru Indonesia ini.

Sejarah Pembangunan Masjid Cheng Hoo Batuah Kutai Kartanegara Kalimantan Timur

Masjid Cheng Hoo Batuah Kutai Kartanegara dibangun pada 2006, kemudian diresmikan pada 2007 oleh Wakil Bupati Kutai Kartanegara yang menjabat saat itu, yakni HM Ghufron Yusuf.

Tanah untuk pembangunan masjid ini merupakan hasil swadaya masyarakat dan hibah dari Will Susanto, seorang nonmuslim. Tentu, hal ini menunjukkan kerukunan antar umat beragama.

Adapun pihak yang mendanai pembangunan Masjid Cheng Hoo Batuah Kutai Kartanegara Kalimantan Timur adalah Haji Muhammad Jos Soetomo, seorang pengusaha lokal.

Dengan demikian, Masjid Cheng Hoo Batuah tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga simbol persatuan dan kerja sama antarumat beragama di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Arsitektur dan Desain

masjid cheng hoo batuah kutai kartanegara kalimantan timur

Foto: Google Photos

Masjid Cheng Hoo Batuah Kutai Kartanegara Kalimantan Timur memiliki arsitektur yang khas. Warna merah menyala mirip kelenteng Tiongkok mendominasi masjid ini.

Selain itu, masjid ini juga memiliki kubah yang menjadi ciri khas masjid-masjid di Nusantara. Ukuran bangunan masjid ini sekitar 20×20 meter.

Besarnya Masjid Cheng Hoo Batuah Kutai Kartanegara dapat menampung hingga 200 jemaah. Dengan kapasitas tersebut, masjid ini mampu mengakomodasi berbagai kegiatan keagamaan.

Contohnya seperti salat berjamaah, pengajian, dan acara-acara keagamaan lainnya. Desain interior pun nyaman, sehingga masjid ini ideal untuk melaksanakan ibadah secara khusyuk.

Fasilitas dan Kenyamanan

Masjid ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk kenyamanan para jemaah maupun musafir. Terdapat halaman parkir yang luas, dan taman dengan aneka ragam bunga.

Penerangan Masjid Cheng Hoo Batuah Kutai Kartanegara Kalimantan Timur juga dinyalakan selama 24 jam. Jadi, siapa pun dapat singgah ke masjid ini kapan pun.

Fasilitas lainnya dalam Masjid Cheng Hoo Batuah Kutai Kartanegara Kalimantan Timur adalah dua sumur bor untuk aliran air. Selain itu, terdapat genset dengan kapasitas 10.000 watt.

Masjid Cheng Hoo Batuah Kutai Kartanegara Kalimantan Timur menjadi Tempat Singgah Musafir

Alamat Masjid Cheng Hoo Batuah di Jalan Balikpapan━Loa Janan, Desa Tani Bhakti, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Lokasi tersebut cukup strategis, yaitu di antara jalur Samarinda━Balikpapan. Maka itu, Masjid Cheng Hoo Batuah menjadi tempat singgah populer bagi para musafir.

Banyak pengunjung yang memanfaatkan kesempatan untuk berhenti sejenak, baik untuk melaksanakan ibadah maupun sekadar melepas lelah di masjid.

Keindahan arsitektur Masjid Cheng Hoo Batuah, yang memadukan unsur budaya Tionghoa dan Islam, juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.

Selain itu, fasilitas yang lengkap dan suasana yang nyaman membuat masjid ini semakin diminati oleh para pelancong yang melintasi jalur tersebut.

Sekian ulasan lengkap tentang Masjid Cheng Hoo Batuah Kutai Kartanegara Kalimantan Timur yang lokasinya dekat IKN. Semoga informasi dari Rumah123 bermanfaat!