OK
logo rumah123
logo rumah123
download-app-hamburgerAdvertise Here
KPR
Panduan

3 Jenis KPR yang Wajib Dipahami Sebelum Membeli Rumah
r123-share-title

Terakhir diperbarui 05 Juni 2026 · 8 min read · by Yongky Yulius

jenis-jenis kpr

Ringkasan Artikel:

  • Secara umum, terdapat tiga jenis KPR utama di Indonesia, yaitu KPR Subsidi, KPR Konvensional, dan KPR Syariah, yang masing-masing memiliki skema, syarat, serta target nasabah yang berbeda.
  • KPR Subsidi ditujukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah dengan bunga tetap dan bantuan pemerintah, sedangkan KPR Konvensional dan KPR Syariah menawarkan fleksibilitas lebih dalam memilih jenis properti.
  • Sebelum memilih KPR, penting untuk mengevaluasi kemampuan finansial, membandingkan bunga atau margin, memperhatikan tenor, serta melakukan simulasi cicilan agar sesuai dengan kondisi keuangan.

Bagi Anda yang hendak membeli rumah melalui KPR, penting mengetahui dulu jenis-jenis KPR yang ada di Indonesia sebagai referensi.

Di Indonesia, secara fundamental hanya ada 3 jalur utama KPR yang diakui secara regulasi dan menjadi pilar pembiayaan perumahan masyarakat. Berikut adalah penjelasan detailnya:

Dengan mengetahui jenis-jenis KPR ini, Anda bisa mempertimbangkan kelebihan dan kekurangannya, sehingga dapat memilih program KPR yang tepat sebelum membeli rumah, seperti rumah di Aksara Homes atau Premier Promenade.

Ingat, mengajukan KPR untuk membeli rumah merupakan salah satu keputusan finansial yang besar dan penting. Jadi, bekali diri Anda dengan pengetahuan mumpuni agar tak menyesal di kemudian hari.

Jenis-jenis KPR Beserta Pengertiannya

1. KPR Subsidi

Ini adalah jenis KPR yang diatur secara ketat oleh undang-undang.

Programnya dibiayai menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Kementerian PUPR dan BP Tapera.

Targetnya murni sosial untuk membantu pemenuhan hajat hidup masyarakat kelas pekerja.

Karena ditujukan untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah, pemerintah mengunci suku bunga di angka 5% tetap (fixed) hingga masa tenor berakhir (maksimal 20 tahun).

Angka ini sangat jauh di bawah bunga KPR konvensional yang rata-rata bisa menyentuh 10%–13% saat masa floating.

Namun, ada aturan ketat dari rumah yang bisa dibeli. Pertama, rumahnya harus luas tanah maksimal 200 meter persegi dan luas bangunan berkisar antara 21-36 meter persegi.

Kemudian, harga jual rumahnya dipatok seragam per wilayah oleh pemerintah (sebagai contoh, saat ini berkisar antara Rp160 juta hingga Rp240 jutaan tergantung pulau).

Rumah subsidi juga wajib dihuni sendiri. Tidak boleh dikontrakkan atau dijual kembali dalam jangka waktu tertentu (biasanya 5 tahun pertama).

Dua syarat utama pengajuan KPR subsidi:

    • Belum pernah memiliki rumah dan belum pernah menerima subsidi perumahan dari pemerintah.

    • Memiliki batasan gaji maksimal (biasanya maksimal Rp8 juta per bulan untuk berpenghasilan pokok tunggal/kawin).

Kunjungi halaman KPR Rumah123 untuk konsultasi lebih lanjut mengenai KPR subsidi!

{"attributes":{"type":"banner","custom_title":"KPR Rumah123","custom_link":"https:\/\/www.rumah123.com\/kpr\/?utm_source=panduan123&utm_medium=artikel&utm_campaign=kpr&utm_term=kpr","custom_desc":"Solusi Punya Rumah Jadi Lebih Mudah","custom_cta":"Bantu Saya Dapatkan KPR","custom_background":"https:\/\/www.rumah123.com\/asset-core\/images\/wpBannerDesktop.png, https:\/\/www.rumah123.com\/asset-core\/images\/wpBannerMobile.png","pdp_id":[""]},"pdp":{"data":{"GetPropertiesByOriginID":{"properties":[]}}},"strapi":null,"baseUrl":"https:\/\/www.rumah123.com"}

2. KPR Konvensional

Ini adalah produk KPR standar dan paling umum yang dimiliki oleh setiap bank komersial.

Skemanya murni bisnis antara nasabah dan pihak bank.

Secara lebih rinci, mekanismenya biasanya bank membiayai mayoritas harga rumah (biasanya 80% – 95% setelah dipotong DP).

Lalu, Anda membayar kembali dana tersebut secara dicicil beserta bunganya dalam jangka waktu tertentu (tenor bisa sampai 20–30 tahun).

Melalui program ini, calon nasabah bisa membeli rumah baru dari developer, rumah sekunder (bekas), cluster, apartemen (KPA), bahkan tanah kavling untuk dibangun sendiri.

Dua faktor penting yang menjadi pertimbangan pihak bank meloloskan atau tidak Anda sebagai debitur KPR ini biasanya berdasarkan credit scoring (BI Checking/SLIK) dan rasio kemampuan bayar (biasanya cicilan maksimal 30%–40% dari total pendapatan bulanan).

Untuk jenis bunganya, ada fixed rate dan floating rate.

    • Fixed Rate (Bunga Tetap): Diberikan di awal masa kredit (misal: 3% atau 5% selama 3 tahun pertama). Selama periode ini, cicilan Anda tidak akan berubah.

    • Floating Rate (Bunga Mengambang): Setelah masa fixed habis, bunga akan naik mengikuti Suku Bunga Acuan Bank Indonesia (BI-Rate) dan kebijakan pasar bank tersebut. Di sinilah letak risikonya, karena cicilan bulanan Anda bisa melonjak drastis jika kondisi ekonomi sedang tidak stabil.

Ketahui bunga KPR terbaru dari setiap bank melalui halaman KPR Rumah123!

Bunga KPR Terbaru

Beli properti impian dengan memilih produk KPR terbaik di Rumah123

Bank BTN
Bank BTN
Suku bunga mulai dari2.65%
Tenor Max.30 Tahun
Bank Mandiri
Bank Mandiri
Suku bunga mulai dari2.6%
Tenor Max.30 Tahun
Bank CIMB Niaga
Bank CIMB Niaga
Suku bunga mulai dari4%
Tenor Max.20 Tahun

3. KPR Syariah

KPR Syariah hadir sebagai jalur utama bagi nasabah yang ingin menghindari sistem bunga (riba) dan menginginkan kepastian finansial.

Anda bisa secara bebas membeli jenis properti menggunakan KPR konvensional.

Namun, status legalitas tanah dan bangunan harus sangat bersih (clean and clear) sejak awal agar akad syariahnya sah.

Ada beberapa akad yang digunakan pada transaksi jenis KPR ini.

    • Akad Murabahah (Jual Beli): Bank membeli rumah yang Anda inginkan seharga (misal) Rp500 juta. Bank kemudian menjualnya kepada Anda seharga Rp700 juta (sudah termasuk margin keuntungan bank yang disepakati). Anda mencicil angka Rp700 juta tersebut sampai lunas. Cicilannya flat/tetap dari bulan pertama sampai bulan terakhir.

    • Akad MMQ (Musyarakah Mutanaqisah/Sewa-Beli): Anda dan Bank patungan membeli rumah tersebut. Porsi kepemilikan bank dipatok, misal 90% dan Anda 10%. Setiap bulan, Anda membayar cicilan untuk membeli porsi kepemilikan bank secara bertahap sekaligus membayar sewa atas penggunaan rumah tersebut. Di akhir tenor, rumah menjadi 100% milik Anda.

Dapatkan info margin terbaru KPR syariah melalui halaman KPR Rumah123!

Simulasi KPR Syariah

Hitung pembiayaan KPR syariah dengan rekomendasi bank terbaik di Rumah123

Rp
%
Rp
Angsuran/bulan mulai dari
Tahun ke 1 dan seterusnya
Margin 0%
Rp. 0

***

Setelah mengetahui apa saja jenis-jenis KPR yang ada di Indonesia, apakah Anda sudah mantap menentukan pilihan?

Atau sebaliknya, malah bingung memilih program KPR yang tepat untuk membeli rumah?

Jika bingung, silakan ikuti beberapa tips berikut ini.

Pasangan muda sedang mempertimbangkan pinjaman uang untuk rumah atau KPR

Jadi, Jenis KPR Mana yang Harus Saya Pilih?

Langkah Pertama: Evaluasi Kemampuan Finansial

Dalam memilih jenis KPR, hal pertama yang bisa dilakukan adalah mengidentifikasi kemampuan finansial pribadi.

Pastikan cicilan KPR tidak lebih dari 30 persen dari total penghasilan selama sebulan.

Apabila cicilan KPR-nya lebih dari 30 persen, pertimbangkan untuk mencari program KPR lainnya.

Langkah Kedua: Pelajari Kelebihan dan Kekurangannya

Setiap program KPR memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Karena itu, Anda mesti mempertimbangannya secara teliti, lalu sesuaikan dengan kemampuan finansial dan tujuan pembelian properti.

Anda bisa bertanya kepada orang yang telah berpengalaman menjalani program KPR tertentu untuk mengetahui seluk-beluk kelebihan dan kekurangannya.

Langkah Ketiga: Bandingkan Bunga dan Biaya

Bunga atau margin bisa dibilang merupakan biaya balas jasa dari seorang debitur kepada bank karena telah diberikan fasilitas kredit.

Sementara itu, biaya-biaya yang diberlakukan seperti biaya administrasi, mesti dibayarkan agar proses KPR bisa lancar terlaksana.

Karena itu, saat memilih program KPR, sebaiknya perhatikan ketentuan bunga dan biayanya.

Jika Anda yakin akan memiliki penghasilan yang stabil, tak ada salahnya memilih KPR dengan bunga tetap atau bunga flat, walaupun jumlah cicilannya sudah terkesan besar di awal.

Atau, jika Anda yakin penghasilan pribadi akan meningkatkan seiring berjalannya waktu, silakan pertimbangkan bunga berjenjang atau bunga mengambang.

Langkah Keempat: Perhatikan Tenor KPR

Tenor atau jangka waktu pinjaman juga adalah hal lainnya yang mesti diperhatikan sebelum mengambil KPR.

Tenor yang lebih panjang dapat mengurangi beban bulanan, tetapi perlu diingat bahwa bunga yang dibayarkan secara total akan lebih tinggi.

Sebaliknya, tenor yang pendek bisa membuat bunga yang dibayarkan lebih rendah, namun tentu saja cicilan per bulannya jadi terkesan lebih besar.

Langkah Kelima: Manfaatkan Fitur Simulasi Angsuran

Jangan ragu untuk menggunakan kalkulator KPR untuk mensimulasikan pembayaran bulanan berdasarkan suku bunga dan tenor yang berbeda.

Simulasi itu bisa memberikan gambaran seberapa besar beban yang akan Anda tanggung saat mengikuti jenis KPR tertentu.

Manfaatkan fitur simulasi KPR Rumah123 agar Anda bisa mendapatkan perhitungan yang tepat.

Simulasi KPR Bank OCBC

Hitung pembiayaan KPR Bank OCBC dengan bunga terbaik di Rumah123

Rp
%
Rp
Angsuran/bulan mulai dari
Tahun ke-3
Bunga 4.25%
Rp. 1.300.171
Tahun ke-4 dan Seterusnya
Estimasi Bunga 12%
Rp. 2.401.085

Langkah Keenam: Konsultasikan dengan Ahli Keuangan

Jika perlu, konsultasikan rencana KPR Anda dengan ahli keuangan atau perencana keuangan.

Mereka dapat memberikan saran berdasarkan kondisi keuangan pribadi Anda.

Saat ini, ada sejumlah ahli keuangan yang menyediakan jasa konsultasi gratis secara terbatas atau berbayar.

Anda bisa mencari ahli keuangan yang rajin membuat konten di media sosial. Pastikan memilih ahli keuangan yang sudah tersertifikasi, seperti CFP.

***

Lantaran mengambil KPR merupakan salah satu keputusan finansial besar, sebaiknya Anda jangan tergesa-gesa, ya.

Perlu penelitian dan pertimbangan matang dalam memilih jenis KPR yang sesuai.

Jadi, pastikan Anda memahami apa saja implikasi finansial dari setiap pilihan sebelum membuat keputusan.

{"attributes":{"type":"banner","custom_title":"Solusi Miliki Hunian dengan KPR","custom_link":"https:\/\/www.rumah123.com\/kpr\/?utm_source=panduan123&utm_medium=artikel&utm_campaign=kpr&utm_term=kpr","custom_desc":"Cicilan per bulan ringan, proses cepat, banyak pilihan bank!","custom_cta":"Ajukan KPR","custom_background":"https:\/\/www.rumah123.com\/asset-core\/images\/wpBannerDesktop.png, https:\/\/www.rumah123.com\/asset-core\/images\/wpBannerMobile.png","pdp_id":[""]},"pdp":{"data":{"GetPropertiesByOriginID":{"properties":[]}}},"strapi":null,"baseUrl":"https:\/\/www.rumah123.com"}

Punya pertanyaan seputar properti? Yuk, Tanya Rumah123 di sini!

FAQ

Apa saja jenis KPR yang tersedia di Indonesia?

Secara umum terdapat tiga jenis KPR utama di Indonesia, yaitu KPR Subsidi, KPR Konvensional, dan KPR Syariah.

Apa perbedaan KPR Subsidi dan KPR Konvensional?

KPR Subsidi mendapatkan dukungan pemerintah dengan bunga tetap dan syarat tertentu, sedangkan KPR Konvensional merupakan produk bank komersial yang memiliki pilihan properti dan plafon kredit yang lebih fleksibel.

Apakah KPR Syariah menggunakan sistem bunga?

Tidak. KPR Syariah menggunakan akad sesuai prinsip syariah, seperti murabahah atau musyarakah mutanaqisah (MMQ), sehingga tidak menerapkan sistem bunga.

Siapa yang bisa mengajukan KPR Subsidi?

KPR Subsidi ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang memenuhi persyaratan pemerintah, termasuk belum pernah memiliki rumah dan belum pernah menerima subsidi perumahan.

Berapa idealnya cicilan KPR dibanding penghasilan?

Umumnya cicilan KPR disarankan tidak melebihi 30% dari total pendapatan bulanan agar kondisi keuangan tetap sehat.