OK
logo rumah123
logo rumah123
download-app-hamburgerAdvertise Here
KPR
Panduan

Cara Menghitung Cicilan KPR dengan Simulasi Sederhana & Manual
r123-share-title

Terakhir diperbarui 25 Juni 2026 · 7 min read · by Yongky Yulius

Hitung-hitungan cicilan KPR subsidi

Ringkasan Artikel:

  • Menghitung cicilan KPR penting untuk menjaga rasio cicilan tetap ideal (30–40% dari penghasilan) sekaligus membandingkan penawaran antar bank.
  • Perhitungan menggunakan rumus Cicilan = P × (i/12) / (1 − (1 + i/12)^−n) dengan komponen utama plafon, bunga, dan tenor.
  • Dalam simulasi pada artikel ini, cicilan sekitar Rp3,95 juta per bulan saat bunga fix 5% (Rp500 juta, 180 bulan) dan naik menjadi Rp5,41 juta saat bunga floating 11% dengan sisa pokok Rp431,5 juta dan tenor 144 bulan.

Mengetahui cara menghitung cicilan KPR dengan simulasi sederhana bisa menjadi hal yang penting.

Terutama, untuk kamu yang ingin menjaga rasio cicilan tidak melebihi 30-40 persen dari pendapatan bulanan.

Selain itu, rumus cara menghitung cicilan KPR juga menjadi penting apabila kamu hendak membandingkan penawaran antar bank.

Ya, setiap bank biasanya memang memiliki skema berbeda.

Bank A mungkin menawarkan bunga rendah, tapi biaya provisi tinggi.

Sementara itu, bank B memberlakukan bunga sedikit lebih mahal, tapi bebas biaya asuransi.

Tak perlu lama-lama lagi, berikut adalah cara menghitung cicilan KPR dengan simulasi sederhana.

Ketahui Terlebih Dahulu Komponen Utama KPR

Pertama, kamu mesti mengetahui dulu tiga komponen penting dari KPR, yakni plafon kredit, suku bunga, dan tenor.

Berikut adalah simbol rumus dan penjelasan dari masing-masing komponen itu:

  • Plafon kredit (P), yaitu total pinjaman atau harga rumah dikurangi DP.
  • Suku bunga (i), yaitu persentase bunga dalam hitungan tahun atau p.a (per annum). Contohnya, bunga 5 persen.
  • Tenor (n), yaitu jangka waktu pinjaman dalam satuan bulan, misalnya tenor 15 tahun atau dalam hitungan bulan adalah 180 bulan.

Cara Menghitung Cicilan KPR pada Masa Fix dan Floating

Sebagai bahan simulasi sederhana, mari kita contohkan pinjamannya sebesar Rp500.000.000 dengan total tenor 15 tahun (180 bulan).

Maka:

  • Plafond (P): Rp500.000.000
  • Bunga (i): 5% (0,05) per tahun
  • Tenor (n): 180 bulan

1. Masa Fix

Untuk masa fix, kamu bisa menggunakan rumus menghitung cicilan KPR sebagai berikut:

  • Cicilan = P * (i / 12) / (1 – (1 + i / 12)^-n)

Hitungannya kurang lebih seperti ini:

  • Cicilan = 500.000.000 * (0,05 / 12) / (1 – (1 + 0,05 / 12)^-180)
  • Cicilan = Rp3.953.970 /bulan

Jadi, cicilan KPR pada masa fix-nya adalah sekitar Rp3,95 jutaan per bulan.

2. Masa Floating

Berikutnya, setelah masa fixed berakhir, mari kita asumsikan setelah 3 tahun, suku bunga KPR naik.

Berikut variabelnya:

  • Sisa Pokok (P): Rp431.500.000
  • Bunga (i): 11% (0,11) per tahun
  • Sisa Tenor (n): 144 bulan

Rumus:

  • Cicilan = P * (i / 12) / (1 – (1 + i / 12)^-n)

Hitungannya menggunakan rumus kurang lebih begini:

  • Cicilan = 431.500.000 * (0,11 / 12) / (1 – (1 + 0,11 / 12)^-144)
  • Cicilan = Rp5.419.500 /bulan

Jadi, cicilan pada masa floating meningkat jadi Rp5,41 jutaan per bulannya.

Simulasi Cicilan KPR Berdasarkan Harga Rumah

Selain menghitung secara manual menggunakan rumus, kamu juga bisa memperkirakan cicilan berdasarkan harga rumah yang ingin dibeli.

Sebagai simulasi, berikut estimasi cicilan dengan asumsi DP 20 persen, bunga fixed 5 persen per tahun, dan tenor 15 tahun.

Harga RumahDP 20%Plafon KPREstimasi Cicilan per Bulan
Rp300 jutaRp60 jutaRp240 jutaRp1.898.000
Rp500 jutaRp100 jutaRp400 jutaRp3.163.000
Rp750 jutaRp150 jutaRp600 jutaRp4.745.000
Rp1 miliarRp200 jutaRp800 jutaRp6.326.000

Perlu diingat bahwa simulasi di atas hanya bersifat ilustrasi.

Besaran cicilan yang sebenarnya dapat berbeda tergantung kebijakan bank, besaran DP, tenor yang dipilih, serta suku bunga yang berlaku saat pengajuan KPR.

Simulasi Cicilan KPR Berdasarkan Tenor

Tenor atau jangka waktu pinjaman merupakan salah satu faktor yang paling memengaruhi besaran cicilan bulanan.

Semakin panjang tenor yang dipilih, semakin ringan cicilan setiap bulan. Namun, total bunga yang dibayarkan hingga kredit lunas juga akan semakin besar.

Sebagai gambaran, berikut simulasi KPR dengan plafon Rp500 juta dan bunga 5 persen per tahun.

TenorEstimasi Cicilan per Bulan
10 tahun (120 bulan)Rp5.303.000
15 tahun (180 bulan)Rp3.954.000
20 tahun (240 bulan)Rp3.300.000

Dari simulasi tersebut terlihat bahwa tenor yang lebih panjang dapat membantu menjaga arus kas bulanan tetap sehat.

Namun, kamu juga perlu mempertimbangkan total bunga yang harus dibayarkan selama masa kredit berlangsung.

Gaji Berapa untuk Mengambil KPR?

Saat mengajukan KPR, bank umumnya menggunakan rasio Debt Service Ratio (DSR) atau kemampuan membayar cicilan.

Idealnya, total cicilan utang tidak melebihi 30–40 persen dari penghasilan bulanan agar kondisi keuangan tetap sehat.

Berikut gambaran penghasilan yang dibutuhkan berdasarkan besaran cicilan KPR.

Cicilan KPREstimasi Gaji Minimum (40%)Estimasi Gaji Ideal (30%)
Rp3 jutaRp7.5 jutaRp10 juta
Rp5 jutaRp12.5 jutaRp16.7 juta
Rp7 jutaRp17.5 jutaRp23.3 juta
Rp10 jutaRp25 jutaRp33.3 juta

Sebagai contoh, jika cicilan KPR yang akan dibayar sebesar Rp5 juta per bulan, maka penghasilan minimum yang umumnya disyaratkan bank berada di kisaran Rp12,5 juta per bulan.

Namun, agar kondisi keuangan lebih nyaman dan tidak terlalu terbebani oleh cicilan, penghasilan ideal yang disarankan berada di kisaran Rp16 juta hingga Rp17 juta per bulan.

Simulasi Cicilan KPR Berdasarkan Besaran DP

Besaran uang muka atau down payment (DP) juga berpengaruh terhadap nilai cicilan bulanan.

Semakin besar DP yang dibayarkan di awal, semakin kecil plafon pinjaman yang harus ditanggung.

Sebagai ilustrasi, berikut simulasi untuk rumah seharga Rp500 juta dengan bunga 5 persen per tahun dan tenor 15 tahun.

Harga RumahDPPlafon KPREstimasi Cicilan per Bulan
Rp500 juta10% (Rp50 juta)Rp450 jutaRp3.559.000
Rp500 juta20% (Rp100 juta)Rp400 jutaRp3.163.000
Rp500 juta30% (Rp150 juta)Rp350 jutaRp2.768.000
Rp500 juta40% (Rp200 juta)Rp300 jutaRp2.372.000

Dari simulasi tersebut terlihat bahwa memperbesar DP dapat membantu menurunkan cicilan bulanan secara signifikan.

Selain itu, plafon pinjaman yang lebih kecil juga membuat total bunga yang dibayarkan hingga kredit lunas menjadi lebih rendah.

***

Nah itulah simulasi sederhana menghitung cicilan KPR.

Jika tak ingin menghitung manual, kamu bisa menggunakan rumus tersebut pada beragam alat kecerdasan buatan untuk membantu.

Atau, kamu juga bisa menggunakan simulasi dari Rumah123 berikut ini:

Simulasi KPR Bank BTN

Hitung pembiayaan KPR Bank BTN dengan bunga terbaik di Rumah123

Rp
%
Rp
Angsuran/bulan mulai dari
Tahun ke-3
Bunga 2.65%
Rp. 967.113
Tahun ke-4 dan Seterusnya
Estimasi Bunga 12%
Rp. 2.329.099

Jangan lupa kunjungi juga halaman KPR dari Rumah123 untuk mengetahui suku bunga dan promo terbaru dari bank-bank favorit.

Pertanyaan Umum Seputar Simulasi Cicilan KPR

Apakah cicilan KPR saya akan selalu sama setiap bulan hingga lunas?
Tergantung jenis akad yang kamu ambil. Pada KPR Konvensional, cicilan biasanya tetap hanya pada masa fixed (promo), lalu akan berubah (naik/turun) mengikuti suku bunga pasar saat memasuki masa floating. Sedangkan pada KPR Syariah dengan skema margin flat, cicilan akan tetap sama sejak awal hingga masa tenor berakhir.

Apa saja biaya tambahan yang harus disiapkan selain uang muka (DP)?
Kamu perlu menyiapkan dana lainnya sekitar 7% – 10% dari plafond kredit. Biaya ini meliputi biaya provisi (1%), administrasi, asuransi jiwa dan kebakaran, pajak pembeli (BPHTB), biaya notaris (balik nama), serta saldo blokir di rekening bank (biasanya 1x-2x cicilan).

Berapa maksimal cicilan bulanan yang dianggap aman bagi keuangan?
Secara ideal, rasio utang yang sehat atau Debt Service Ratio (DSR) adalah maksimal 30% hingga 40% dari total pendapatan bulananmu. Bank biasanya akan menolak pengajuan KPR jika total cicilan (termasuk cicilan kendaraan atau pinjol) melebihi ambang batas tersebut.

Mana yang lebih baik, mengambil tenor singkat atau tenor panjang?
Tenor singkat (5-10 tahun) lebih baik untuk menghemat total bunga yang dibayarkan ke bank, namun butuh kesiapan penghasilan besar. Tenor panjang (15-25 tahun) membantu menjaga cash flow bulanan tetap ringan, meski konsekuensinya total uang yang kamu keluarkan hingga lunas akan jauh lebih besar.

Apa yang harus dilakukan jika cicilan naik drastis saat masa floating?
Kamu bisa melakukan tiga strategi: pertama, mengajukan re-pricing atau permohonan penurunan bunga ke bank yang sama. Kedua, melakukan take over KPR ke bank lain yang menawarkan bunga fixed lebih rendah. Ketiga, melakukan pelunasan sebagian pokok pinjaman untuk menurunkan nilai cicilan.

Apakah riwayat kredit mempengaruhi persetujuan simulasi KPR ini?
Sangat berpengaruh. Bank akan mengecek riwayat kreditmu melalui SLIK OJK (dahulu BI Checking). Jika kamu memiliki tunggakan pada kartu kredit, cicilan kendaraan, atau layanan paylater, skor kreditmu akan buruk dan berisiko besar membuat pengajuan KPR ditolak meskipun penghasilanmu mencukupi.

Bagaimana cara menghitung kemampuan cicilan KPR?
Cara paling sederhana adalah menggunakan rasio Debt Service Ratio (DSR), yaitu maksimal 30–40 persen dari penghasilan bulanan. Misalnya, jika penghasilan kamu Rp10 juta per bulan, maka cicilan KPR yang ideal berada di kisaran Rp3 juta hingga Rp4 juta per bulan. Selain itu, bank juga akan memperhitungkan kewajiban kredit lain seperti cicilan kendaraan, kartu kredit, atau paylater sebelum menentukan batas maksimal cicilan yang dapat disetujui.