OK
logo rumah123
logo rumah123
Iklankan Properti
Dijual
Disewa
Properti Baru
Panduan

Pengertian Uang Tanda Jadi dan Bedanya dengan DP atau NUP, Sudah Tahu?

Terakhir diperbarui 06 Februari 2024 · 5 min read · by Septian Nugraha

uang tanda jadi

Uang Tanda Jadi (UTJ) atau booking fee merupakan salah satu biaya lain yang akan Anda temukan dalam proses pembelian rumah.

Bea ini umumnya dikenakan bila Anda hendak membeli rumah baru ke pengembang. 

Uang tanda jadi biasanya menjadi persyaratan dari developer kepada calon pembeli. 

Apalagi, jika pembeli berencana membeli hunian dengan skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Biasanya, pengembang akan menawarkan opsi pembayaran uang tanda jadi kepada calon konsumen, agar rumah yang diincar bisa diikat terlebih dahulu. 

Seperti diketahui, tujuan dari uang tanda jadi adalah  mengikat komitmen dan keseriusan konsumen dalam membeli rumah.

Dengan UTJ, pembeli tidak perlu khawatir jika unit incarannya diserobot orang lain.

Pihak pengembang pun tidak akan menawarkan rumah tersebut kepada penawar lain, bila uang pengikat sudah dibayarkan.

Maka itu, uang tanda jadi bisa menjadi solusi untuk mengamankan rumah impian, jika hendak membelinya dengan skema KPR. 

Seperti diketahui, proses pengajuan KPR bisa memakan waktu yang cukup lama. 

Namun, jika sudah membayar uang tanda jadi, Anda tidak perlu risau rumah incaran diserobot orang lain selama proses KPR berlangsung. 

Apa itu UTJ? 

Ilustrasi Pengertian Uang Tanda Jadi

Dilansir dari Kamus Istilah Perumahan Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan, UTJ adalah bukti keseriusan seseorang dalam membeli rumah.

Sederhananya, uang tanda jadi merupakan pengikat kesepakatan awal antara penjual dan pembeli dalam transaksi jual-beli hunian.

Tidak hanya KPR, booking fee juga termasuk dalam prosedur beli rumah cash dari developer, statusnya pun masuk dalam harga pembelian.

Jadi, jika proses pembelian rumah berlanjut dan kamu sudah membayar uang pemesanan, kita hanya tinggal membayar sisa dari harga rumah.

Adapun terkait besaran booking fee yang harus dibayarkan, sejauh ini belum ada ketentuan resmi dari pemerintah.

Sehingga besaran nominalnya masih ditentukan oleh pengembang atau penjual.

Biasanya, developer akan mematok Rp500 ribu atau 1% dari harga rumah.

Hal yang tak boleh luput ketika sudah membayar UTJ adalah meminta kuitansi sebagai bukti pembayaran.

Dalam kuitansi juga akan tercantum skema pembayaran selanjutnya, beserta cara atau mekanisme pelunasannya.

Perbedaan UTJ dengan DP dan NUP

Setelah mengetahui pengertian uang tanda jadi, kini saatnya kamu mengetahui perbedaan antara booking fee, down payment, dan Nomor Urut Pemesanan (NUP).

Karena masih banyak yang menganggap ketiga hal tersebut serupa, berikut kami hadirkan perbedaan di antara ketiganya:

1. Uang Tanda Jadi 

Sifatnya berupa kesepakatan awal untuk mengikat komitmen dan keseriusan konsumen dalam membeli properti.

2. Down Payment  (DP) 

Uang muka alias DP adalah sejumlah uang yang dibayarkan secara tunai, apabila seseorang hendak membeli sebuah aset berharga tinggi dengan cara kredit. 

Sifat DP memang hampir sama dengan uang tanda jadi, akan tetapi secara legalitas jauh lebih mengikat.

Penyerahan uang muka sudah masuk ke tahap pembelian, bukan pemesanan lagi.

Selain itu, nominal uang yang harus dibayarkan untuk uang muka pun ada aturannya. 

Nah, dalam konteks jual beli rumah secara kredit melalui KPR, pembeli setidaknya wajib membayarkan uang muka 10–20% dari harga rumah.

Selain itu, pembayaran DP juga disertai dengan penandatanganan Perjanjian Pengikat Jual Beli atau PPJB.  

3. Nomor Urut Pemesanan

Adapun Nomor Urut Pemesanan alias NUP, merupakan praktik pemasaran properti yang dilakukan oleh pengembang untuk mengetahui keadaan pasar.

Baca juga:

Aturan Booking Fee KPR dan Perbedaannya dengan Uang Muka

Apakah Uang Tanda Jadi Bisa Dikembalikan?

Ilustrasi UTJ Hangus

Terkait pengembalian uang tanda jadi, sejatinya tergantung pada kesepakatan yang terjalin antara pembeli dan penjual.

Umumnya booking fee tidak bisa dikembalikan, karena akan merugikan pihak developer atau penjual.

Sebab uang tersebut biasanya sudah digunakan untuk keperluan administrasi, seperti pembuatan form dan pembelian materai.

Pengembang juga tidak akan menawarkan atau melepas hunian yang sudah diikat dengan booking fee kepada orang lain.

Jadi, bila pada akhirnya kamu membatalkan pembelian rumah, pihak penjual bakal mengalami kerugian karena sudah menolak tawaran dari peminat lain yang lebih serius.

Uang pemesanan juga dianggap sebagai risiko konsumen, apalagi jika terjadi pembatalan sepihak dari pembeli.

Mengingat ada risiko uang tersebut tak bisa kembali, maka perlu pertimbangan matang sebelum memilih rumah dan membayar uang pemesanan.

Agar uang tanda jadi yang sudah kamu bayarkan bermanfaat dan tepat guna, akan kami berikan sejumlah tips supaya kamu tidak merugi.

1. Ajukan Pertanyaan Mendetail

Mengajukan pertanyaan mendetail kepada penjual adalah hal yang harus kamu lakukan ketika hendak membeli hunian.

Pertanyaan tersebut jangan hanya melingkup pada hal-hal teknis seperti lingkungan, fasilitas, atau aksesibilitas.

Akan tetapi, tanyakan juga hal lainnya seperti kemungkinan hangusnya booking fee, skema pengajuan KPR, hingga pembayaran DP.

2. Lakukan Simulasi KPR Sebelum Beli Rumah

Ada kemungkinan uang tanda jadi tidak bisa dikembalikan.

Maka itu, Anda yang berniat untuk membeli rumah tersebut dengan skema KPR, harus terlebih dahulu melakukan simulasi dan cek skor kredit secara mandiri. 

Tujuannya agar Anda tidak mengalami kerugian karena sudah membayar booking fee, tetapi pengajuan KPR Anda tidak diterima bank. 

Kebanyakan kasus penolakan KPR terjadi karena nasabah tidak memenuhi syarat kelayakan untuk menerima kredit rumah.

Agar tidak merugi, sebelum membeli rumah dan membayar UTJ ke pengembang, Anda harus melakukan simulasi KPR dan cek skor kredit. 

Caranya gampang, Anda bisa melakukan simulasi KPR lewat fitur Simulasi Kemampuan KPR Rumah123 atau fitur Cek Kelayakan KPR Rumah 123

Melalui kedua fitur tersebut, Anda dapat mengetahui kelayakan finansial untuk mendapatkan kredit pemilikan rumah. 

3. Cari Pengembang atau Penjual yang Kredibel

Hal tersebut perlu dilakukan, karena saat ini banyak kasus penipuan yang dilakukan pengembang “nakal,” terlebih jika kamu memesan rumah indent.

Persyaratan uang tanda jadi juga biasanya diterapkan pada hunian yang masih dalam tahap pembangunan, atau bahkan masih berbentuk kavling.

Jika kamu dihadapkan pada situasi ini, pastikan untuk memilih pengembang kredibel dan tepercaya.

Jangan sampai booking fee hangus lantaran keteledoran pengembang, misalnya karena pembangunan yang mangkrak atau terjadi sengketa.

Pengembang kredibel pasti bertanggung jawab bila hal-hal tak diinginkan terjadi.

4. Pastikan Rumah sesuai Keinginan dan Kebutuhan

Hal krusial lainnya adalah memantapkan hati dalam memilih rumah.

Pertimbangan matang wajib kamu lakukan sebelum mengambil kepemilikan hunian.

Artinya jangan terburu-buru ketika hendak membeli rumah, tetapi harus sesuai dengan keinginan dan kebutuhan.

Punya pertanyaan seputar properti? Yuk, ngobrol di Teras123!

Semoga artikel ini bermanfaat, ya.

Baca juga:

Kredit Rumah Tanpa DP, Ini Kelebihan dan Kekurangannya

Simulasi KPR

Hitung pembiayaan kredit rumah dengan bunga KPR terbaik di Rumah123

Rp
%
Rp
Angsuran/bulan mulai dari
Tahun ke-1
Bunga 3.25%
Rp. 1.169.559
Tahun ke-2 dan seterusnya
Estimasi Bunga 12%
Rp. 2.477.811

Simulasi KPR Syariah

Hitung pembiayaan KPR syariah dengan rekomendasi bank terbaik di Rumah123

Rp
%
Rp
Angsuran/bulan mulai dari
Tahun ke 1 dan seterusnya
Margin 5.4%
Rp. 1.948.288

Bunga KPR Terbaru

Beli properti impian dengan memilih produk KPR terbaik di Rumah123

Bank OCBC NISP
Bank OCBC NISP
Suku bunga mulai dari3.25%
Tenor Max.25 Tahun
Bank Mandiri
Bank Mandiri
Suku bunga mulai dari2.5%
Tenor Max.20 Tahun
Bank BRI
Bank BRI
Suku bunga mulai dari2.88%
Tenor Max.25 Tahun