Seluk-beluk HGB Apartemen yang Penting Diketahui sebelum Beli

HGB Apartemen

 

Istilah dalam kepemilikan properti, yaitu Hak Guna Bangunan alias HGB apartemen boleh jadi sudah sering Anda dengar.

 

Banyak yang berpendapat bahwa membeli apartemen dengan status HGB lebih menguntungkan, tetapi benarkah demikian?

 

Ya betul, sebelum membeli apartemen, tentu saja Anda harus mengetahui jawaban atas pertanyaan di atas.

 

Dengan begitu, Anda bisa membuat keputusan yang tepat dalam menentukan apartemen mana yang akan dibeli.

 

Nah untuk mengetahui jawaban atas pertanyaan tersebut, sebaiknya simak terlebih dahulu pengertian HGB lewat penjabaran di bawah ini.

 

Pengertian Hak Guna Bangunan

Hak Guna Bangunan

 

Pengertian Hak Guna Bangunan (HGB) tertuang dalam Undang-undang Pokok Agraria (UUPA) Nomor 5 Tahun 1960 dalam pasal 35 ayat 1.

 

Menurut peraturan tersebut, HGB adalah hak untuk mendirikan dan mempunyai bangunan-bangunan atas tanah yang bukan miliknya sendiri.

 

Hak tersebut bisa digunakan dalam jangka waktu paling lama 30 tahun. Jika habis masanya, maka bisa diperpanjang kembali.

 

HGB ini bisa beralih atau dialihkan kepada pihak lain. Sementara itu, mereka yang mempunyai hak guna atas bangunan di antaranya:

 

-. warga negara Indonesia (WNI); dan

 

-. badan hukum yang didirikan menurut hukum Indonesia dan berkedudukan di Indonesia.

 

Kepemilikan dengan status HGB terjadi apabila properti yang bersangkutan berdiri di atas tanah milik negara atau tanah hak milik.

 

Sebelum properti didirikan biasanya ada perjanjian berbentuk otentik antara pemilik tanah dan pihak yang akan memperoleh HGB.

 

Masih menurut peraturan yang sama, HGB bisa dihapuskan apabila terjadi hal-hal berikut ini.

 

-. Jangka waktu berakhir;

 

-. dihentikan sebelum jangka waktunya berakhir karena ada syarat tidak dipenuhi;

 

-. dilepaskan oleh pemegang haknya sebelum jangka waktunya berakhir;

 

-. dicabut untuk kepentingan umum;

 

-. ditelantarkan;

 

-. tanahnya musnah; dan

 

-. ketentuan dalam pasal 36 ayat 2.

 

Nah, Anda sudah menyimak sedikit gambaran tentang pengertian HGB. Lantas, apa kelebihannya membeli apartemen dengan status HGB.

 

Kelebihan Beli Apartemen dengan HGB

Beli Apartemen HGB

Lebih Murah

Usut punya usut, membeli apartemen dengan status HGB tidak perlu dana yang besar.

 

Pasalnya, Anda tidak harus membeli tanah tempat berdirinya hunian vertikal tersebut, jadi properti pun berharga lebih miring.

 

Membuka Peluang Usaha

Jika Anda berniat untuk tinggal sementara di suatu area, maka lebih baik membeli properti dengan status HGB.

 

Properti dengan status HGB juga membuka peluang usaha lebih besar. Ini tentu saja cocok untuk Anda yang suka merantau sambil berwirausaha.

 

Subjek Lebih Fleksibel

Sebagaimana tertuang dalam UUPA Nomor 5 Tahun 1960 dalam pasal 35 ayat 1, yang mempunyai hak guna atas bangunan bukan hanya perorangan.

 

Selain itu, hak guna atas bangunan juga bisa dimiliki oleh badan hukum yang didirikan menurut hukum Indonesia dan berkedudukan di Indonesia.

 

Kekurangan Membeli Apartemen dengan Status HGB

Selain ada kelebihan, tentu ada pula kekurangan membeli apartemen dengan status HGB yang perlu dipertimbangkan.

 

Kekurangannya antara lain jangka waktu terbatas penggunaan dan/atau pemanfaatan bangunan sangat terbatas.

 

Di mana pemegang sertifikat HGB apartemen hanya mempunyai masa pakai bangunan 30 tahun atau, ditambah 20 tahun jika diperpanjang.

 

Selain itu, pemegang sertifikat HGB apartemen tidak mempunyai hak penuh untuk mengubah atau mengalihfungsikan bangunan.

 

Jika ingin melakukannya, maka harus ada persetujuan dari pemilik tanah selaku pemberi hak guna atas bangunan tersebut.

 

 

Kira-kira itulah gambaran kelebihan dan kekurangan membeli apartemen dengan status HGB.

 

Jadi bisa disimpulkan, lebih menguntungkan atau tidaknya tergantung pada tujuan Anda ketika tinggal di suatu area.

 

Jika ingin tinggal selamanya, dan bisa mewariskan properti tersebut, maka akan lebih baik membeli properti dengan status hak milik.

 

Apabila kebutuhanmu cukup membeli apartemen dengan status HGB, sebaiknya ketahui cara perpanjangan masa berlakunya.

 

Nah berikut penjabaran tentang cara perpanjangan HGB apartemen sebelum jatuh tempo. Yuk disimak!

 

Perpanjangan HGB Apartemen

Perpanjang HGB Apartemen

 

Hal-hal mengenai perpanjangan HGB apartemen diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 1996.

 

PP tersebut bicara tentang Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan dan Hak Pakai Atas Tanah.

 

Nah berdasarkan peraturan tersebut ketentuan waktu, syarat dokumen, dan prosedur perpanjangan HGB apartemen adalah sebagai berikut.

 

Waktu

Sudah disinggung sebelumnya bahwa jangka waktu paling lama berlakunya hak guna atas bangunan ialah 30 tahun.

 

Apabila habis masanya, tentu bisa diperpanjang kembali. Namun, hanya diberikan waktu maksimal 20 tahun.

 

Jadi, perhatikanlah jangka waktu sertifikat HGB apartemen terhitung sejak hunian vertikal yang bersangkutan didirikan.

 

Jika jangka waktu berakhir, maka status kepemilikan tanah kembali kepada pemilik awal, sedangkan bangunan di atasnya harus dibongkar.

 

Atau, bangunan bisa juga dikosongkan dalam jangka waktu satu tahun sebelum ada pemegang hak guna atas bangunan yang baru.

 

Dokumen yang Dipersyaratkan

Apabila Anda ingin memperpanjang hak guna atas bangunan tersebut, siapkan dokumen-dokumen di bawah ini.

 

-. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) pemohon.

 

-. Jika dikuasakan kepada orang lain, maka wajib menyertakan surat kuasa.

 

-. Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) asli.

 

-. Fotokopi Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun berjalan.

 

-. Fotokopi akta pendirian bangunan dan pengesahannya oleh badan hukum.

 

-. Bukti pembayaran uang pemasukkan.

 

Prosedur Memperpanjang HGB Apartemen

Jika semua dokumen yang dipersyaratkan sudah disiapkan, maka langkah berikutnya ialah mendatangi kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN).

 

Hampiri loket pelayanan di kantor BPN dan mintalah formulir pengajuan perpanjangan HGB apartemen.

 

Isi lengkap formulir tersebut, jangan sampai ada yang terlewat. Jika sudah selesai, maka lakukan pembayaran.

 

Nah pembayaran tersebut harus dilakukan untuk membiayai pemeriksaan tanah dan pendaftaran hak milik di loket pembayaran. 

 

Apabila semua prosedur di atas sudah dilakukan, Anda tinggal menunggu pihak BPN untuk memeriksa tanah.

 

Jika tanah selesai diperiksa oleh pihak BPN, maka akan diterbitkan sejumlah surat secara bertahap seperti:

 

-. Surat Keputusan Perpanjangan Jangka Waktu Kantah;

 

-. Surat Keputusan Perpanjangan Jangka Waktu Kanwil;

 

-. Surat Keputusan Perpanjangan Jangka Waktu BPN Republik Indonesia.

 

Nah apabila surat terakhir sudah terbit, selanjutnya dilakukan pendaftaran hak dan penerbitan sertifikat HGB apartemen.

 

Biaya

Ya betul, ketentuan waktu, syarat dokumen dan prosedur perpanjangan HGB apartemen diatur dalam PP Nomor 40 Tahun 1996.

 

Sementara itu, untuk biaya perpanjangan HGB apartemen diatur dalam PP Republik Indonesia Nomor 46 Tahun 2002.

 

Peraturan tersebut tentang Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Badan Pertanahan Nasional.

 

Berdasarkan peraturan tersebut, biaya perpanjangan HGB apartemen bisa dihitung dengan rumus di bawah ini.

 

Biaya = ((Jangka Waktu Perpanjangan : Maza Izin Awal) X 1%) X ((NPT — NPT TKUP) X 5%)

 

Keterangan:

NPT = Nilai Perolehan Tanah

NPTTKUP = NPT Tidak Kena Uang Pemasukan

 

Untuk nilai atau besaran NPT dan NPTTKUP sendiri bisa Anda lihat pada dokumen SPPT PBB tanah.

 

Bagaimana, perhitungannya cukup mudah bukan? Nah, sekarang kamu sudah mengetahui sekelumit tentang seluk-beluk HGB apartemen.

 

Sekarang waktunya memilih-milih apartemen mana yang bakal kamu beli. Apakah apartemen dijual di Jakarta, Tangerang atau Bekasi?

 

Di mana pun apartemen pilihanmu, cari verified listingnya hanya di situs jual beli properti rumah123.com.

 

Kami juga mempunyai beberapa rekomendasi apartemen yang mungkin cocok untuk Anda seperti:

 

-. Orange County;

-. Meikarta;

-. Upper West

 

Temukan referensi apartemen lainnya di halaman properti terpilih rumah123.com. Semoga bermanfaat!

 

 

 

Author:

Miyanti Rahman

Tambahkan Komentar