Ingin Hadirkan Pertanian Perkotaan di IKN, Begini Upaya Pemerintah!

Pemerintah melalui Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), mengajak petani lokal untuk mengembangkan pertanian perkotaan di IKN.

 

Pertanian perkotaan atau urban farming dianggap mampu mempercantik kota serta mendukung ketahanan pangan keluarga.

 

Sebagai upaya nyata pemerintah, OIKN pun melakukan sosialisasi hingga menyelenggarakan pelatihan.

 

Selain petani lokal, pemerintah mengajak warga masyarakat di tingkat lingkungan RT/RW untuk mulai menggunakan ruang yang tersedia untuk menanam berbagai jenis sayur dan buah-buahan.

 

Sosialisasi perihal pertanian perkotaan di IKN telah dilaksanakan sejak 2023 lalu.

 

Dalam sosialisasi yang dilakukan, OIKN mengungkap beberapa prinsip dan keunggulan dari pertanian perkotaan.

 

Apa saja? Cek informasi lengkapnya di bawah ini.

 

Prinsip dan Keunggulan Pertanian Perkotaan di IKN

 

Pertanian Perkotaan di IKN

Foto: ikn.go.id

 

Menurut Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN Myrna A. Safitri, terdapat enam prinsip yang harus diterapkan dalam mendukung program ini, yaitu:

  • Tidak menimbulkan kerusakan dan pencemaran lingkungan
  • Penerapan teknologi yang tepat guna dan ramah lingkungan
  • Integrasi pemanfaatan sumber pangan lokal
  • Menghasilkan pangan sehat dan berkualitas
  • Menumbuhkan modal sosial
  • Mendukung terwujudnya ekonomi sirkular.

Kemudian, pihak OIKN mengurai beberapa keunggulan dari hadirnya pertanian perkotaan di kawasan Nusantara, di antaranya:

 

1. Tidak Memerlukan Lahan Luas

 

Konsep pertanian perkotaan tidaak memerlukan lahan yang luas.

 

Dengan begitu, penggunaan lahan cukup efisien karena didukung oleh teknologi mutakhir

 

2. Ramah Lingkungan

 

Keunggulan kedua, pertanian perkotaan tidak menggunakan pupuk secara berlebihan.

 

Hal ini membuat hasil tani menjadi lebih berkualitas dan unggul.

 

3. Hasil Pangan Sehat

 

Tidak hanya berkualitas, produk pertanian yang dihasilkan dari program ini dinilai lebih sehat.

 

Pasalnya, proses penanamannya tidak tercemar oleh zat-zat kimia atau zat berbahaya.

 

Contoh Penggunaan Lahan untuk Pertanian Perkotaan

 

Berdasarkan prinsip urban farming yang sudah disebutkan, penggunaan lahan untuk pertanian tidak akan memakan banyak ruang.

 

Maka itu, jenis lahan yang digunakan dapat mengoptimalkan area-area sekitar, misalnya:

  • Lahan di sekitar rumah
  • Memanfaatkan kebun komunitas
  • Taman atap
  • Kebun vertikal
  • Tanaman buah dengan media tanam pot
  • Menggunakan sistem hidroponik
  • Menggunakan sistem akuaponik.

Selain itu, nantinya atap bangunan tinggi seperti apartemen dan gedung pemerintah di IKN juga dapat digunakan untuk kepentingan urban farming.

 

Mempunyai Potensi Besar

 

Potensi urban farming di IKN menurut OIKN cukup besar.

 

Pasalnya, dalam waktu dekat akan terjadi perpindahan Aparatur Sipil Negara (ASN) ke IKN.

 

Para ASN pun tentu akan datang ke IKN beserta keluarganya.

 

Hal ini akan menjadi potensi besar untuk memenuhi kebutuhan pangan yang disediakan oleh kelompok tani di IKN.

 

Bekerja Sama dengan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

 

Keseriusan OIKN dalam sekotar pertanian perkotaan bukan isapan jempol semata.

 

Pasalnya, mengutip laman rri.co.id, OIKN menggandeng Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya untuk menyelenggarakan pelatihan budi daya jamur tiram (Pleurotus ostreatus).

 

Pelatihan dilakukan di Desa Sukaraja, Kecamatan Sepaku, dihadiri oleh komunitas lokal dan petani di kawasan tersebut.

 

Tujuan pelatihan ini adalah untuk mempersiapkan kebutuhan pangan dan mengembangkan sumber daya manusia di IKN.

 

Lebih dari itu, pelatihan urban farming tentang budi daya jamur tiram bertujuan agar masyarakat berminat mengembangkan komoditas tersebut.

 

Hal ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar IKN melalui pemanfaatkan ekonomi yang ditimbulkan.

 

Pelatihan tersebut fokus untuk memberikan pengetahuan perihal proses budi daya jamur tiram organik dengan kualitas tinggi.

 

Itu dia ulasan tentang upaya pemerintah dalam menggaungkan pertanian perkotaan di IKN.

 

Ikuti artikel lain tentang IKN hanya di Rumah123 karena #SemuaAdaDiSini.

Pembangunan Puskesmas dan Pasar di IKN Menelan Biaya Lebih dari 400 Miliar

Pemerintah mulai mencanangkan pembangunan puskesmas dan pasar di IKN dengan anggaran mencapai Rp414,93 miliar.

 

Melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), pemerintah diketahui sudah melelang sejumlah proyek pembangunan fasilitas umum di IKN.

 

Berbagai proyek tersebut meliputi pembangunan sekolah, pasar, dan puskesmas dengan fasilitas mumpuni.

 

Hal itu diketahui lewat laman Layanan Pengadaaan Secara Elektronik (LPSE) PUPR.

 

Berdasarkan situs LPSE, anggaran senilai Rp414,93 miliar diketahui akan diambil dari APBN.

 

Rencana Pembangunan Puskesmas dan Pasar di IKN

 

1. Tujuan Pembangunan

 

Pembangunan puskesmas, pasar, dan sekolah di IKN merupakan bagian dari kegiatan berbagai pihak, termasuk Direktorat Jenderal Cipta Karya dan Kementerian PUPR.

 

Secara umum, pembangunan proyek ini merupakan upaya pemerintah untuk menyediakan sekaligus memperbaiki fasilitas kesehatan dan pendidikan di lokasi strategis dekat IKN.

 

Khusus pembangunan sekolah, tujuannya agar tersedia kembali sekolah di wilayah Terdepan, Terluar, dan Terluar atau 3T.

 

2. Jenis Infrastruktur yang Dibangun

 

pembangunan puskesmas dan pasar di ikn

Foto: kemdikbud.go.id

 

Adapun rincian pembangunan dari proyek ini, melingkupi:

  • Bangunan Sekolah Dasar
  • Bangunan Sekolah Menengah Pertama
  • Bangunan Sekolah Menengah Atas
  • Bangunan Masjid
  • Bangunan Pasar
  • Bangunan Puskesmas.

Lokasi pembangunan sekolah, pasar, dan puskesmas berada di kawasan ASN IKN, Kalimantan Timur.

 

Pada November 2023 silam pun Presiden Joko Widodo telah meresmikan pembangunan dan revitalisasi beberapa sekolah di IKN.

 

Sekolah yang dibangun adalah Nusantara Intercultural School (NIS).

 

Sedangkan untuk revitalisasi, pemerintah telah melakukan perbaikan terhadap sejumlah bangunan sekolah dasar, salah satunya SD Negeri 020 Sepaku.

 

Dalam rilis resmi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud), diungkapkan bahwa SDN 020 Sepaku berada di kawasan banjir.

 

Kondisi tersebut membuat kegiatan belajar kerap terganggu.

 

Maka itu, kegiatan revitalisasi dilakukan dengan membangun kembali sekolah di daerah yang relatif lebih aman.

 

3. Pembangunan Rusun di IKN

 

Lantas, bagaimana pembangunan rumah susun (rusun) di IKN? Sampai saat ini, proses pembangunnnya masih berlangsung.

 

Otorito Ibu Kota Nusantara (OIKN) berencana membangun 47 tower rumah susun atau rusun bagi ASN.

 

Nantinya, setiap tower tersebut akan terdiri dari 60 unit apartemen.

 

Menurut berbagai laporan media, pembangunan tahap pertama atau delapan tower pertama (480 unit hunian) direncanakan selesai pada Juli 2024.

 

Setiap rusun juga sudah dilengkapi perabotan lengkap, terdiri dari televisi, peralatan dapur, peralatan kamar mandi, dan lain-lain.

 

Sama seperti proyek lain, pembangunan rusun untuk ASN akan memerhatikan aspek lingkungan.

 

Ini dilakukan demi terwujudnya ibu kota baru yang ramah lingkungan sesuai konsep smart forest city.

 

Ikuti Informasi lain tentang IKN hanya di Rumah123 karena #SemuaAdaDiSini.

Teknologi Geosintetik di IKN, Mampu Mencegah Erosi Tanah!

Meski belum banyak yang familiar dengan istilah ini, penggunaan teknologi geosintetik di IKN mempunyai banyak kelebihan.

 

Secara umum, geosintetik adalah jenis material untuk konstruksi agar lebih kuat dan kokoh.

 

Selain tanah, geosintetik biasanya dipakai untuk menguatkan konstruksi bebatuan.

 

Penggunaan geosintetik di IKN cukup berasalan, sebab material ini dianggap lebih efisien dan hemat.

 

Teknologi geosintetik di IKN dipakai untuk meningkatkan kestabilan, memperkuat struktur tanah, serta mengendalikan erosi.

 

Lantas, seperti apa pengaplikasian teknologi geosintetik di IKN? Cek ulasannya di bawah ini.

 

Penerapan Teknologi Geosintetik di IKN

 

Salah satu penerapan material geosintetik di IKN terletak pada ruas tol, yaitu penggunaan geomat.

 

Geomat adalah material geosintetik untuk konversi tanah.

 

Media ini dipakai untuk melindungi lereng perbukitan dan mengendalikan erosi.

 

Tidak hanya itu, geomat diklaim mampu membuat tanah lebih stabil sehingga terhindar dari longsor.

 

Media geomat di area perbukitan jalan tol IKN ditanami jenis tumbuhan kacang babi atau kara benguk.

 

Tanaman ini dapat merambat dengan panjang maksimal mencapai 6 meter.

 

Sebagai informasi, geomat bisa pula digunakan pada sektor industri dan perumahan.

 

Pasalnya, media ini secara fungsi dapat mencegah kerusakan permukaan lereng sebelum tumbuhnya vegetasi.

 

Keunggulan geomat lainnya adalah tahan terhadap bahan kimia dan ramah lingkungan.

 

Material ini juga tahan terhadap perubahan cuaca ekstrem, bahkan biayanya relatif murah.

 

Dibandingkan beton atau batu yang sering dipakai untuk melindungi lereng dan perbukitan, geomat tentunya lebih baik.

 

Jenis-Jenis Geosintetik Lain

 

teknologi geosintetik di ikn

Foto: Kompas.com

 

Bukan hanya geomat, ada sejumlah jenis geosintetik lain yang diterapkan IKN.

 

Mengutip laman mutuutamageoteknik.co.id, berikut di antaranya:

 

1. Geogrid

 

Geogrid berbentuk jaring yang berfungsi memperkuat tanah atau struktur tanah.

 

Umumnya, geogrid digunakan untuk meningkatkan daya dukung tanah, seperti pada konstruksi jalan atau lereng.

 

2. Geomembrane

 

Geomembrane adalah material kedap air yang berfungsi sebagai lapisan penahan air atau zat cair lainnya.

 

Geomembrane kebanyakan digunakan dalam konstruksi kolam atau sistem pengelolaan limbah.

 

3. Geobag

 

Geobag berbentuk kantong atau karung yang dipakai untuk membangun struktur pertahanan seperti tanggul atau dinding penahan.

 

Biasanya, geobag dipakai untuk menahan abrasi gelombang pantai atau sungai yang alirannya deras.

 

4. Geopipe

 

Geopipe merupakan pipa fleksibel yang berfungsi mengalirkan air.

 

Bahan ini bisa dipakai dalam sistem drainase atau pengelolaan air di bawah tanah.

 

5. Geotextile

 

Geotextile bentuknya seperti karpet berpori dengan warna putih atau hitam.

 

Jenis geosintetik ini berfungsi menyaring, memisahkan, melindungi, sekaligus mengalirkan air tanah.

 

Dalam kehidupan sehari-hari, geotextile dimanfaatkan sebagai lapisan pemisah antara tanah dan berbagai material, seperti batu kerikil dan paving.

 

6. Geocell

 

Terakhir, ada jenis geosintetik dengan bentuk sel yang tersambung dan mengait bernama geocell.

 

Inilah yang membuatnya dapat menahan material timbunan, termasuk memperkuat dan melindungi permukaan tanah dari erosi.

 

Itulah contoh penerapan teknologi geosintetik di IKN yang menarik untuk diketahui.

 

Simak informasi lain seputar IKN hanya di Rumah123 karena #SemuaAdaDiSini.

5 Pantai Dekat IKN yang Menyuguhkan Pemandangan Indah, Gak Kalah dengan Bali!

Pantai dekat IKN bisa menjadi opsi tempat berlibur bagi masyarakat yang ingin berkunjung ke Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

 

Selain Ibu Kota Nusantara (IKN), provinsi ini dikenal memiliki beragam destinasi yang menarik untuk dikunjungi.

 

Wisata pantai di Kaltim misalmya, umumnya suguhkan pemandangan apik dengan harga yang murah.

 

Menariknya, beberapa pantai di Kaltim juga tidak terlalu jauh dari lokasi pembangunan IKN, lho.

 

Karena itu, jika kamu berkunjung ke IKN, jangan lupa untuk menyempatkan waktu mengunjungi beberapa pantai indah berikut ini.

 

Rekomendasi Pantai Dekat IKN yang Wajib Dikunjungi

 

1. Pantai Tanjung Jumlai

 

pantai tanjung jumlai

Foto: coretansijohan.blogspot.com

 

Lokasi: Kabupaten Penajam Paser Utara

 

Berjarak sekitar 1 jam 18 menit dari IKN, Pantai Tanjung Jumlai masuk dalam daftar pandai indah yang wajib untuk dikunjungi.

 

Pantai ini menawarkan pemandangan alam yang menawan.

 

Tidak hanya area pantai, sepanjang perjalanan menuju lokasi tersebut juga menyuguhkan pemandangan pohon-pohon kelapa yang memikat.

 

Kelebihan Pantai Tanjung Jumlai berikutnya adalah fasilitas yang cukup memadai.

 

Di dalam kawasan pantai tersebut terdapat spot foto instagrammable, serta pasir dan air laut yang sangat bersih.

 

2. Pantai Istana Amal

 

pantai istana amal

Foto: Instagram @pantaiistanaamal

 

Lokasi: Kabupaten Penajam Paser Utara

 

Masih berada di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara, kali ini ada Pantai Istana Amal.

 

Lokasi pantai cukup strategis karena dekat dengan pelabuhan penyeberangan Penajam-Balikpapan.

 

Sama dengan Tanjung Jumlai, Pantai Istana Amal menyuguhkan pemandangan apik yang memikat.

 

Fasilitas di sekitar kawasan pantai tersebut juga cukup lengkap.

 

Memiliki luas area mencapai 10 hektare, pengunjung bisa menikmati permainan motor ATV, trampolin, dan motor trail di sekitar Pantai Istana Amal.

 

Kamu tidak akan kesulitan menemukan makanan, sebab di area pantai tersedia restoran dan tenan makanan yang sajikan makanan lezat.

 

3. Pantai Corong

 

pantai corong

Foto: bisnismetro.id

 

Lokasi: Kabupaten Penajam Paser Utara

 

Ingin liburan di pantai dekat IKN yang murah meriah? Kamu bisa memilih Pantai Corong.

 

Tidak ada biaya tiket masuk  ke kawasan pantai tersebut, tetapi lingkungan di sekitarnya tergolong bersih dan sangat indah.

 

Jarang ditemukan pedagang dan wahana permainan pada hari biasa.

 

Pedagang dan fasilitas permainan tersebut ada saat momen liburan atau akhir pekan.

 

Di pantai ini, terdapat beberapa area yang bisa dijadikan spot foto instagrammable.

 

Keberadaan pohon kelapa di sepanjang pantai juga menambah keelokan Pantai Corong.

 

4. Pantai Nipah-Nipah

 

pantai nipah nipah

Foto: kolomdesa.com

 

Lokasi: Kabupaten Penajam Paser Utara

 

Lokasi Pantai Nipah-Nipah berdekatan dengan Pantai Istana Amal.

 

Jika kamu ingin sekadar menikmati keindahan alam laut, pantai berikut layak dijadikan opsi.

 

Di sini, pengunjung bisa melihat pemandangan sunset atau sunrise seraya menghabiskan waktu dengan orang tersayang.

 

Bila sedang cerah, Kota Balikpapan bahkan bisa terlihat dari Pantai Nipah-Nipah.

 

5. Pantai Kemala Balikpapan

 

pantai kemala balikpapan dekat ikn

 

Lokasi: Kota Balikpapan

 

Rekomendasi pantai dekat IKN yang terakhir adalah Pantai Kemala Balikpapan.

 

Jarak pantai dengan IKN tidak terlalu jauh, sehingga cocok dijadikan alternatif destinasi wisata.

 

Kelebihan Pantai Kemala Balikpapan adalah aksesnya yang mudah karena berada di pusat Kota Balikpapan.

 

Harga tiketnya pun sangat terjangkau, yakni Rp5 ribu per pengunjung.

 

Tidak hanya menikmati keindahan alam pantai, pengunjung bakal disuguhkan potret kapal tanker besar yang tentu tidak akan ditemukan di pantai lain.

 

Demikianlah rekomendasi pantai dekat IKN yang indah dan layak untuk dikunjungi.

 

Cari tahu informasi lain seputar IKN hanya di Rumah123 karena #SemuaAdaDiSini.

3 Upaya Pemerintah Menjadikan IKN Kota Ramah Perempuan

Pemerintah akan menjadikan IKN sebagai kota ramah perempuan dan semua kalangan.

 

Usaha untuk mencapainya pun sudah dilakukan dari sekarang.

 

Sebagai ibu kota baru Indonesia, Ibu Kota Nusantara (IKN) akan dibangun dengan konsep paling mutakhir dan ramah lingkungan.

 

Selain itu, IKN diharapkan menjadi kota yang inklusif, ramah terhadap semua kalangan termasuk perempuan.

 

Berbagai upaya pun dilakukan demi mewujudkan IKN kota ramah perempuan.

 

Bahkan, saat ini pemerintah sudah melakukan berbagai pelatihan untuk mendukung kaum perempuan di IKN.

 

Selain itu, apa saja upaya pemerintah dalam mewujudkan IKN sebagai kota ramah lingkungan? Berikut ulasannya,

 

Inilah Upaya Pemerintah Menjadikan IKN Kota Ramah Perempuan

 

1. Membangun Sarana Prasarana Penunjang

 

IKN Kota Ramah Perempuan

Sumber foto: ikn.go.id

 

Staf Khusus Bidang Pembangunan Berkelanjutan Diani Sadiawati mengungkapkan, OIKN bakal membangun fasilitas penunjang yang lengkap untuk menunjang IKN sebagai kota yang inklusif,

 

Fasilitas penunjang tersebut meliputi sekolah, rumah sakit, pasar, supermarket, dan lain-lain.

 

Tujuan pembangunan ini adalah mempermudah aktivitas kaum perempuan, khususnya ibu muda atau istri dari masyarakat di tinggal IKN.

 

Tidak hanya itu, IKN juga akan dirancang lebih ramah pejalan kaki dan tempat-tempatnya mudah dijangkau oleh semua kalangan.

 

Dari segi non-fisik, IKN direncanakan menjadi lovable city atau kota yang dicintai masyarakat, dengan menekankan indeks kebahagiaan warganya.

 

2. Melatih Kaum Perempuan

 

Lantas, bagaimana untuk saat ini? Apa bentuk pelibatan perempuan di IKN?

 

Melansir laman IKN, OIKN kini fokus dalam pelibatan perempuan lokal dalam berbagai pelatihan.

 

Beberapa pelatihan tersebut adalah penanaman hidroponik, pembuatan batik, kue, dan barista.

 

Dengan mengasah skill, harapannya perempuan di IKN mempunyai akses ke berbagai fasilitas untuk menunjang kehidupannya.

 

Diani Sadiawati menambahkan, pelatihan yang dilakukan dapat meningkatkan taraf perekonomian masyarakat sekitar.

 

Apalagi, animo masyarakat dari luar daerah untuk datang ke IKN terbilang sangat tinggi.

 

3. Melibatkan Perempuan dalam Proyek Pembangunan IKN

 

Selain dorongan dari pemerintah, upaya melibatkan perempuan di IKN juuga dilakukan oleh sejumlah kontraktor besar.

 

Dalam catatan kompas.com, terungkap jika perempuan ikut aktif dalam membangun IKN.

 

Contohnya dalam proyek Sumbu Kebangsaan Sisi Timur Tahap I yang dikerjakan oleh WIKA, proyek tersebut melibatkan 12 perempuan dari total 44 pekerja.

 

Bila dipersentasekan, jumlah berarti mencapai angka 27,27%.

 

Sementara, untuk proyek Sumbu Kebangsaan Sisi Barat Tahap I yang dikerjakan oleh KSO PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, terdapat tujug perempuan dari total sebanyak 30 pekerja.

 

Demikianlah sejumlah upaya pemerintah dalam menjadikan IKN sebagai kota ramah perempuan.

 

Temukan berbagai informasi terbaru tentang IKN hanya di Rumah123 karena #SemuaAdaDiSini.

Jenis-Jenis Pohon yang Akan Menghijaukan IKN, Apa Saja?

Berbagai jenis pohon di IKN sengaja ditanam untuk tujuan reforestasi dan menambah estetika.

 

Hal ini penting demi mewujudkan cita-cita membangun ibu kota baru berkonsep smart forest city.

 

Bukan sekadar hutan, bahkan pemerintah berambisi untuk membangun hutan tropis yang rimbun di seluruh kawasan Nusantara.

 

Realisasinya terjadi pada akhir 2023, di mana Presiden Joko Widodo beserta pihak terkait telah melakukan kegiatan penanaman pohon bersama.

 

Kegiatan tersebut dilakukan di tiga tempat, yaitu area Sumbu Kebangsaan dekat Istana Kepresidenan, Miniatur Reforestasi Hutan Tropis, dan Rehabilitasi Hutan dan Lahan.

 

Mengutip laman ppid.menlhk.go.id, penanaman pohon di kawasan Sumbu Kebangsaan dilakukan dalam rangka estetika.

 

Sedangkan di dua tempat lain, penanaman pohon bersama dilakukan sebagai upaya reforestasi atau penghutanan kembali.

 

Menariknya, jenis pohon yang dipilih untuk ditanam di IKN tidak sembarangan.

 

Lalu, apa saja jenis pohon di IKN yang sudah ditanam? Simak selengkapnya di bawah ini.

 

Jenis-Jenis Pohon di IKN

 

jenis pohon di ikn

 

Melansir economy.okezone.com, jenis pohon yang akan ditanam di IKN telah melewati kajian khusus dari para ahli Institut Pertanian Bogor (IPB).

 

Jenis pohon yang dipilih disesuaikan berdasarkan kondisi geografis Kalimantan.

 

Sebagai informasi, berikut jenis-jenis pohon yang akan ditanam di Nusantara:

  • Pohon Ketapang Kencana
  • Pohon Merbau
  • Pohon Mimba
  • Pohon Trembesi
  • Pohon Anggrit
  • Pohon Jacaranda
  • Pohon Jemblang
  • Pohon Keabadian
  • Pohon Pala
  • Pohon Eboni
  • Pohon Torem
  • Flamboyan
  • Kerai Payung
  • Pohon Cempedak
  • Pohon Tabebuya
  • Pohon Waru Laut
  • Pohon Gandaria
  • Pohon Spathodea
  • Pohon Kenari
  • Pohon Eucalyptus
  • Pohon Pule
  • Pohon Ki Acret
  • Pohon Asem Laos
  • Pohon Saputangan
  • Pohon Baodab
  • Pohon Ketapang Laut
  • Pohon Beringin
  • Pohon Jacaranda.

Jutaan Bibit Pohon Sudah Ditanam

 

Berdasarkan laporan korankaltim.com, pada bulan Mei 2023 silam, sudah ada 1,5 juta bibit pohon yang ditanam di atas lahan seluas 1.315 hektare di IKN.

 

Bibit pohon yang ditanam tersebar ke beberapa tempat, seperti di Kawasan Inti Pemerintahan dan Kawasan Ibu Kota Nusantara.

 

Pada tahun 2024, pemerintah juga menargetkan kembali akan merehabilitasi 500 hektare lahan di IKN dengan menanam puluhan jenis pohon.

 

Upaya ini dilakukan untuk mempercepat proses reforestasi setelah pembangunan selesai.

 

Demikanlah informasi mengenai jenis-jenis pohon yang akan ditanam di Ibu Kota Nusantara.

 

Ikuti perkembangan terbaru tentang IKN hanya di Rumah123 karena #SemuaAdaDiSini.

3 Upaya Pemerintah Mencegah Penularan Penyakit Malaria di IKN

Malaria masih menjadi ancaman serius di beberapa daerah Indonesia.

 

Mengutip laman dataindonesia.id, kasus malaria di Indonesia melonjak sampai 36,29% di tahun 2022.

 

Sementara, dari data Kementerian Kesehatan, sebanyak 418.546 kasus Malaria terjadi di Indonesia sampai akhir April 2024.

 

Dari angka tersebut, 120 orang yang terkena malaria dilaporkan meninggal dunia.

 

Kasus malaria di Indonesia kebanyakan terjadi di wilayah timur seperti Papua, Nusa Tenggara Timur dan Gorontalo.

 

Selain wilayah tersebut, daerah-daerah di sekitar IKN dikabarkan mempunyai jumlah kasus malaria yang cukup tinggi.

 

Meski begitu, sampai saat ini tidak ada laporan mengenai penularan malaria di IKN.

 

Ini membuktikan bahwa  IKN masih terbebas dari penularan penyakit malaria.

 

Namun, sebagai bentuk pencegahan, pemerintah melakukan berbagai upaya untuk menjadikan IKN terbebas dari malaria.

 

Lalu, apa saja upaya yang dilakukan pemerintah untuk mencegah penyakit malaria di IKN? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

 

Upaya Pemerintah Mencegah Penyakit Malaria di IKN

 

1. Membagikan Kelambu Khusus

 

penyakit malaria di ikn

 

Salah satu upaya pemerintah dalam meredam penularan penyakit malaria di IKN adalah membagikan kelambu anti-malaria kepada masyarakat sekitar.

 

Kelambu anti-malaria tersebut sudah dilengkapi insektisida, sehingga dapat menghalau nyamuk pembawa vektor malaria.

 

Karena itu, jika ada nyamuk yang hinggap ke kelambu, serangga tersebut akan mati.

 

Harapannya, kelambu dapat dipakai masyarakat atau pekerja di IKN ketika hendak tidur atau istirahat.

 

Pasalnya, seperti yang diketahui, nyamuk Anopheles sebagai pembawa vektor malaria beraktivitas saat malam hari.

 

Pada April 2024 lalu, setidaknya 6.000 kelambu sudah dibagikan kepada masyarakat oleh Otorita IKN.

 

Kegiatan ini  bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Kesehatan RI dan Provinsi Kalimantan Timur.

 

Cara perawatan kelambu khusus ini juga sangat mudah.

 

Pengguna hanya tidak boleh mencuci kelambu dengan detergen dan menjemurnya langsung di bawah terik matahari.

 

Pasalnya, hal tersebut dapat memengaruhi zat insektisida yang ada di dalam kelambu.

 

2. Melakukan Skrining kepada Para Pekerja

 

Sebelum tahun 2024, sebenarnya pemerintah sudah melakukan upaya pencegahan penularan penyakit malaria di IKN.

 

Contohnya tahun 2023, OIKN dan Kemenkes melakukan skrining kesehatan kepada para pekerja yang memasuki wilayah IKN.

 

Skrining yang dilakukan memakai Rapid Diagnostic Test (RDT) malaria.

 

Alat Rapid Diagnostic Test (RDT) bisa dibawa ke mana-mana, lalu hasil pemeriksaannya diklaim lebih cepat ketimbang mikroskop.

 

Alhasil, jika ada pekerja yang dicurigai terjangkit malaria, maka dapat segera terdeteksi sehingga penanganannya lebih cepat.

 

3. Mengirim Bantuan Kesehatan

 

Mengutip laman sehatnegeriku.kemkes.go.id, pada tahun 2023, pemerintah juga sudah mengirim bantuan kesehatan bagi para pekerja di IKN.

 

Bantuan itu berupa klinik-klinik yang dapat digunakan para pekerja untuk melalukan pemeriksaan kesehatan atau pengobatan.

 

Pernah Ada Pekerja yang Terkena Malaria

 

Sebagai informasi, menurut berbagai laporan, pernah ada kasus pekerja di IKN yang terkena malaria.

 

Namun, kejadian tersebut merupakan kasus impor atau berasal dari pekerja pendatang.

 

Kaarena itu, sampai saat ini, tidak ada kasus penularan malaria langsung di wilayah IKN.

 

Kemudian, wilayah endemis malaria terdekat dari IKN berada di Sotek, Kabupaten Penajam Paser Utara.

 

Wilayah tersebut jaraknya 40 km dari Titik Nol IKN, tepatnya berada di Kecamatan Sepaku.

 

Sementara, nyamuk Anopheles yang membawa penyakit malaria hanya mampu terbang sampai 2 km.

 

Itulah berbagai upaya pemerintah dalam mencegah penyakit malaria di IKN yang patut diketahui.

 

Baca artikel lain tentang IKN hanya di Rumah123 karena #SemuaAdaDiSini.

Mengenal Memorial Park IKN, Begini Desain, Filosofi dan Tujuan Pembangunannya

Memorial Park IKN merupakan monumen penghormatan bagi dua proklamator Indonesia.

 

Di area ini, nantinya akan dibangun patung Bung Karno dan Bung Hatta yang mengapit sebuah api abadi.

 

Seperti  yang kita tahu, pembangunan di Ibu Kota Nusantara (IKN) terus dilakukan sampai saat ini.

 

Tidak hanya berbagai fasilitas dasar, ada pula sejumlah monumen ikonis yang dibangun dengan nilai sejarah serta makna mendalam, salah satunya Memorial Park.

 

Monumen Memorial Park dibangun terintegrasi langsung dengan kawasan Beranda Nusantara.

 

Karena itu, monumen tersebut akan menjadi focal point yang dapat menarik perhatian masyarakat luas atau para tamu negara yang berkunjung ke IKN.

 

Dibangun dengan biaya yang tidak sedikit, Memorial Park mempunyai nilai filosofis yang mendalam.

 

Lantas, apa makna di balik pembangunan Memorial Park IKN? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini!

 

Pembangunan Monumen Memorial Park IKN

 

1. Bentuk Monumen

 

memorial park ikn

Gambar: Instagram @rendering_indonesia

 

Mengutip laman resmi IKN, Memorial Park dibangun dengan bentuk menyerupai cangkang telur.

 

Di dalam cangkang tersebut terdapat dua patung, yaitu patung Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta.

 

Selain terintegrasi dengan Beranda Nusantara, Memorial Park juga termasuk dalam bagian Sumbu Kebangsaan.

 

Memorial Park mempunyai luas 2.034 meter persegi, terdiri dari altar dengan luas 1.690 meter persegi, akses tangga 344 meter persegi, serta infrastruktur lanskap dan jalan.

 

Biaya pembangunan Memorial Park sendiri menelan dana Rp361 miliar.

 

2. Filosofi

 

Secara makna, pembangunan menumen Memorial Park bertujuan untuk mengingatkan masyarakat atas jasa para pahlawan yang telah memerdekakan Indonesia.

 

Sementara, bentuk pecah telur digambarkan sebagai simbol perjuangan rakyat Indonesia yang dapat meraih kemerdekaan di bawah kepemimpinan Bung Karno dan Bung Hatta.

 

Lalu, api abadi yang berada di antara patung proklamator mewakili semangat perjuangan rakyat Indonesia yang tidak pernah padam.

 

Tidak hanya patung proklamator, di dalam cangkang telur akan dibangun burung garuda setinggi 18 meter.

 

3. Kapan Selesai?

 

Pembangunan Memorial Park sudah dimulai pada 17 Januari 2024 lalu.

 

Melansir laman resmi IKN, monumen ini diharapkan dapat rampung saat pelaksanaan upacara Hari Ulang Tahun Republik Indonesia atau 17 Agustus 2024.

 

Selain Memorial Park, di kawasan Beranda Nusantara bakal dibangun beberapa monumen atau fasilitas lain seperti Bukit Bendera, Museum Peradaban, dan bangunan Beranda Nusantara.

 

Itulah ulasan lengkap mengenai monumen Memorial Park IKN yang menarik untuk diketahui.

 

Temukan artikel lain tentang IKN hanya di Rumah123 karena #SemuaAdaDiSini.

3 Target IKN untuk Menjadi Kota Kelas Dunia di Masa Depan

Setidaknya, ada tiga target IKN yang harus dicapai untuk menjadi kota kelas dunia di masa depan.

 

Berbagai target tersebut tentunya berhubungan dengan pembangunan infrastruktur dan fasilitas publik yang tersedia di Ibu Kota Nusantara.

 

Seperti kita ketahui, pembangunan IKN tidak hanya dilihat dari aspek fisik atau sekadar memindahkan ibu kota negara saja.

 

Namun, pemerintah ingin IKN menjadi kota kelas dunia yang dicontoh oleh berbagai negara di dunia.

 

Karen itu, untuk meraih status kota kelas dunia, IKN memiliki beberapa target harus perlu dicapai.

 

Apa saja target tersebut? Simak ulasannya di bawah ini.

 

Inilah Target IKN Menjadi Kota Kelas Dunia

 

1. Menjadi Kota yang Ramah bagi Pejalan Kaki

 

target ikn

 

Pertama, target IKN yang harus dicapai adalah menjadi kota yang ramah bagi pejalan kaki.

 

Dalam UU Nomor 3 Tahun 2022 tentang IKN disebutkan, konsep kota yang ramah terhadap pejalan kaki merupakan Key Performance Indicator (KPI) pembangunan Nusantara.

 

Melalui aturan tersebut, termaktub bila IKN akan menerapkan konsep “10 menit berjalan kaki.”

 

Artinya, seluruh warga dapat mengakses layanan sosial dalam waktu 10 menit saja dari lokasi hunian.

 

Selain layanan publik, konsep 10 menit berjalan kaki ini juga akan diimplementasikan pada jangkau fasilitas umum, transportasi publik, serta ruang terbuka hijau dan sarana rekreasi.

 

Meski terdengar ambisius, konsep ini sejatinya dikemukakan demi mendukung mobilitas aktif masyarakat IKN dengan berjalan kaki atau bersepeda.

 

2. Memiliki Ruang Hijau Seluas 75% dari Total Area IKN

 

Target berikutnya yang harus dicapai IKN adalah membangun ruang terbuka hijau seluas 75%.

 

Persentase 75% tersebut akan dibagi ke dalam dua aspek, yakni 65% area yang dilindungi dan 10% untuk produksi makanan.

 

Lantas, bagaimana dengan 25% sisa lahan yang ada?

 

Melansir berbagai sumber, 25% lahan IKN akan digunakan untuk kepentingan pembangunan.

 

Maka itu, prinsip pengembangan IKN menggunakan konsep kota hutan atau forest city.

 

Pada intinya, kota hutan di IKN akan mempertahankan fungsi ekologis hutan.

 

Untuk mewujudkannya, ada beberapa prinsip kota hutan di kawasan IKN yang bakal diterapkan, yaitu:

  • Konservasi sumber daya alam dan habitat satwa
  • Terkoneksi dengan alam
  • Pembangunan rendah karbon
  • Pengelolaan sumber daya air yang holistik, terintegrasi, dan berkelanjutan
  • Pembangunan terkendali
  • Pelibatan masyarakat.

Bahkan, untuk menghindari konflik manusia dan hewan liar, pemerintah akan membangun koridor satwa di sejumlah titik IKN.

 

3. Masuk ke Dalam 10 Kota Layak Huni Terbaik di Dunia

 

Target IKN berikutnya adalah masuk ke dalam 10 besar kota layak huni di dunia pada 2045.

 

Agar hal tersebut dapat direngkuh, IKN harus bebas dari emisi dan 100% memakai energi terbarukan.

 

Mengutip laman Kompas.com, ada lima indikator agar sebuah kota disebut layak huni, yakni diukur dari stabilitas, kesehatan, pendidikan, infrastruktur, serta budaya dan lingkungan.

 

Masih menurut sumber yang sama, tidak hanya menjadi kota layak huni pada tahun 2035-2045, IKN ditargetkan masuk dalam daftar lima besar kota destinasi utama di Asia Tenggara.

 

Itulah sejumlah target yang harus diraih IKN untuk menjadi kota kelas dunia di masa depan.

 

Simak informasi lainnya seputar IKN hanya di Rumah123 karena #SemuaAdaDiSini.

IKN Bakal Punya Koridor Satwa Liar, Apa Fungsinya?

Demi menjaga keamanan dan keselamatan satwa endemik di sekitar kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Otoritas IKN (OIKN) akan membangun fasilitas koridor satwa liar.

 

Namun, apa itu koridor satwa di IKN?

 

Melansir berbagai sumber, koridor satwa adalah jalur alami atau jalur yang sengaja dibuat oleh manusia untuk menghubungkan habitat atau kawasan konservasi.

 

Tujuannya agar satwa di kawasan tersebut tetap mempunyai ruang gerak yang cukup.

 

Pergerakan tersebut didorong oleh naluri alamiah satwa liar untuk memenuhi berbagai kebutuhannya, seperti mencari pakan atau berkembang biak.

 

Selain menjaga kelestarian satwa, keberadaan koridor hewan di suatu daerah berfungsi menghindari konflik dengan manusia.

 

Pasalnya, OIKN mencatat ada ribuan spesies hewan di sekitar IKN, bahkan beberapa di antaranya berstatus terancam punah.

 

Lantas, seperti apa koridor hewan liar yang akan dibangun di IKN? Berikut ulasan lengkapnya.

 

Pembangunan Koridor Satwa di IKN

 

Mengutip laman Detik.com, pembangunan koridor satwa di IKN bertujuan menjamin keamanan dan keselamatan hewan endemik di Kalimantan Timur.

 

Apalagi, beberapa area pembangunan IKN diidentifikasi sebagai lintasan satwa.

 

Dalam pembangunannya, OIKN bekerja sama dengan pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

 

Nantinya, koridor hewan tersebut bisa saja dibangun di atas proyek tol atau di bawah underpass.

 

Sementara, bila kondisi kontur tanahnya perbukitan, koridor untuk hewan liar disesuaikan dalam bentuk terowongan.

 

Tidak hanya PUPR, pihak OIKN juga melibatkan berbagai pihak untuk membangun fasilitas tersebut.

 

Beberapa di antaranya adalah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), dan Non-Governmental Organization (NGO).

 

Langkah-Langkah Pembuatan Koridor Satwa di IKN

 

koridor satwa

Foto: Creative Commons/forestdigest.com

 

Sementara melansir laman bsilhk.menlhk.go.id, ada beberapa tahapan atau langkah dalam pembuatan koridor hewan liar di kawasan IKN.

 

Sebagai informasi, berikut uraian lengkapnya.

 

1. Menyediakan Data dan Informasi

 

Langkah pertama pembangunan koridor hewan liar adalah menyediakan data dan informasi.

 

Hal ini dilakukan demi mendapatkan desain atau model koridor paling sesuai dengan kebutuhan satwa.

 

Data dan informasi yang akan diperoleh melalui metode analisis peta tutupan lahan, hasil penelitian terkait, hingga diskusi yang dilalukan dengan berbagai stakeholders.

 

2. Survei Potensi Koridor dengan Pengamatan Keragaman Satwa

 

Setelah informasi dan data didapatkan, langkah selanjutnya adalah melakukan pengamatan terhadap habitat, karakteristik dan pemanfataan lahan.

 

Selain itu, pada tahap ke-2, pemerintah akan melakukan penelitian persepsi dan potensi konflik.

 

Penelitian tersebut dilakukan terhadap status hutan dan/atau izin usaha yang terdapat dalam rencana pembuatan lokasi koridor.

 

3. Pasca-survei

 

Setelah survei dilakukan, kita memasuki langkah atau tahap ke-3.

 

Pada tahap ini, dilakukan pemetaan dengan mengukur koordinat lokasi koridor.

 

Proses tersebut melibatkan penggabungan beberapa layer peta, seperti citra satelit, peta administratif, tutupan lahan, topografi, sungai, jalan, dan peta lain yang relevan.

 

Melalui penggabungan berbagai layer peta akan didapatkan informasi secara menyeluruh dan akurat mengenai kondisi wilayah yang dipetakan.

 

4. Merancang Desain Koridor Satwa

 

Setelah survei dan pemetaan wilayah, tahap berikutnya adalah merancang desain koridor yang mempertimbangkan karakteristik satwa.

 

Selanjutnya, pembangunan dan pengelolaan koridor dilakukan dengan tujuan melindungi hewan dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

 

5. Evaluasi

 

Jika koridor hewan sudah rampung, tahap evaluasi dan pemantauan akan dilakukan.

 

Evaluasi secara rutin dilakukan untuk memantau kondisi hewan yang terdapat di dalam koridor.

 

Frekuensi pemantauan dilakukan 3-4 kali satu tahun.

 

Sementara, evaluasi dapat dilakukan setiap 1-2 kali setahun.

 

Itulah rencana pembuatan koridor khusus untuk hewan liar di sekitar IKN.

 

Baca artikel lainnya tentang IKN hanya di Rumah123 karena #SemuaAdaDiSini.