Komisi II DPR RI menyetujui usulan adanya penambahan anggaran yang diajukan OIKN sebesar Rp27,8 triliun pada tahun 2025. Berikut ulasan selengkapnya.
Continue reading “DPR Setuju Tambah Anggaran Otorita IKN Hingga Rp27,8 T di 2025”
Komisi II DPR RI menyetujui usulan adanya penambahan anggaran yang diajukan OIKN sebesar Rp27,8 triliun pada tahun 2025. Berikut ulasan selengkapnya.
Continue reading “DPR Setuju Tambah Anggaran Otorita IKN Hingga Rp27,8 T di 2025”
Kabar baik untuk kamu yang sedang mencari cara masuk ke Ibu Kota Nusantara (IKN).
Pasalnya, pada 15 September mendatang, kawasan IKN akan kembali dibuka untuk publik setelah sebelumnya sempat ditutup.
Masyarakat yang akan mengunjungi IKN juga akan dimanjakan dengan berbagai kemudahan aksesibilitas.
Saat ini, tengah dikerjakan pengaspalan infrastruktur Jalan Sumbu Kebangsaan Barat dan Timur, Grande, hingga Jalan Feeder.
Akan tetapi, ada sejumlah aturan terkait tata cara masuk ke IKN yang harus dipenuhi oleh masyarakat.
Sebagai panduan, simak langkah-langkahnya di bawah ini.

Nantinya, untuk masuk ke IKN masyarakat harus mengunduh aplikasi khusus yang tersedia di App Store dan Google Play Store.
Lalu, masyarakat juga diwajibkan untuk melakukan registrasi online melalui aplikasi tersebut.
Sayangnya, sampai berita ini ditayangkan, belum ada informasi resmi terkait aplikasi apa yang bisa digunakan oleh masyarakat untuk melakukan registrasi.
Namun, menurut penelurusan kami, salah satu aplikasi yang mungkin akan menyediakan layanan tersebut adalah IKNOW dari Otoritas Ibu Kota Nusantara (OIKN).

OIKN akan menyiapkan pemandu untuk mendampingi masyarakat yang ingin mengunjungi sejumlah point of interest di IKN.
Beberapa point of interest tersebut di antaranya Titik 0 Kilometer IKN, Wisata Glamping, dan Persemaian Mentawir.
Bahkan, masyarakat juga bisa melanjutkan perjalanan menuju beberapa titik wisata di sekitar Penajam Paser Utara.
Salah satu tempat wisata yang bakal dikunjungi adalah Goa Tapak raja.

Hal lain yang perlu diperhatikan saat hendak mengunjungi IKN adalah kemungkinan pembatasan jumlah kunjungan per hari.
Terkait hal ini, pemerintah memang belum memberikan keterangan resmi.
Ketua Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN, Danis Hidayat Sumadilaga baru akan menggelar rapat koordinasi bersama OIKN terkait rencana pembatasan jumlah kunjungan ke IKN.
Diperkirakan akan ada ribuan orang berkunjung ke IKN setelah dibuka kembali untuk publik.
OIKN akan membuat sejumlah aturan agar segala kebutuhan masyarakat bisa terlayani dengan baik.
Seperti yang kita ketahui, saat ini pembangunan di kawasan IKN masih berlangsung.
Beberapa infrastruktur yang tengah digeber pengerjaannya adalah lanskap dan penataan vegetasi di Kantor Kepresidenan (mencakup Istana Garuda dan Istana Negara).
Kemudian, ada pula infrastruktur hunian untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diperkirakan rampung pada September atau paling lambat awal Oktober 2024.
Baca informasi selengkapnya terkait IKN melalui Rumah123 karena #SemuaAdaDisini.
Sempat dikritik karena berbeda dari desain awalnya, kini warna patung Istana Garuda IKN mulai mengalami perubahan.
Hal ini terjadi seiring proses oksipada pada patung tersebut, sehingga membuat warnanya berubah dari hitam menjadi toska.
Nyoman Nuarta sebagai perancang patung tersebut mengungkapkan, Patung Istana Garuda IKN terbuat dari bahan kuningan.
Mulanya, warna kuningan tersebut memang terlihat lebih gelap atau kehitaman.
Namun, seiring berjalannya waktu, warna gelap tersebut akan berubah menjadi biru toska karena mengalami proses kimiawi yang disebut patina.
Menariknya, perubahan warna ini diklaim membuat baja patung tersebut dapat bertahan ratusan tahun.
Tidak cuma patung Istana Garuda IKN, proses yang sama juga terjadi pada patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Bali.

Foto: siagaindonesia.id
Beberapa waktu lalu, tampilan Patung Istana Garuda IKN banyak menuai kritik dari masyarakat.
Patung tersebut dianggap memiliki aura mistis karena tampak berwarna gelap.
Sebagai informasi, struktur bilah pada Patung Istana Garuda IKN terbuat dari baja yang tahan cuaca.
Saat awal dipasang, struktur bilah tersebut berwarna agak kemerahan.
Karena faktor cuaca, warna kemerahan tersebut pun akan pudar menjadi gelap.
Penggunaan bahan baja yang bisa berubah warna tidak hanya ditemukan pada monumen-monumen penting di Indonesia.
Konon, jembatan-jembatan yang ada di Amerika Serikat pun menggunakan bahan yang sama.

Foto: kemenparekraf.go.id
Patung Istana Garuda merupakan salah satu ikon Ibu Kota Nusantara.
Salah satu alasannya karena patung tersebut berukuran sangat besar dan menempel dengan Istana Negara IKN.
Lalu, seperti apa spesifikasi patung ini? Patung Istana Garuda IKN dibangun dari 4.854 bilah selubung.
Satu selubungnya memiliki berat sekitar 0,3 ton.
Karena itu, jika ditotal maka bobot Patung Garuda IKN mencapai 1.456 ton.
Jika dirata-rata, berat tersebut sama dengan 290 ekor gajah ynag memiliki bobot 300-500 kg.
Sementara, tinggi pantung mencapai 77 meter dengan bentang sayap sepanjang 177 meter.
Itulah pembahasan mengenai perbuhan warna pantung Istana Garuda IKN.
Baca informasi selengkapnya terkait IKN melalui Rumah123 karena #SemuaAdaDisini.
Pernah dengar istilah KPBU? Ini merupakan salah satu sumber dana penyokong pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.
Merujuk pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, pembangunan IKN setidaknya membutuhkan dana sekitar Rp466 triliun.
Modal pendanaan pembangunan IKN tersebut berasal dari berbagai sumber.
Selain Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), ada pula dana yang didapatkan dari Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
Sederhananya, KPBU merupakan salah satu bentuk creative financing yang dihasilkan atas kerja sama pemerintah dan badan usaha.
Untuk lebih mengenal apa itu KPBU, simak ulasannya di bawah ini.

KPBU adalah kerja sama yang dijalin oleh pemerintah dan badan usaha dalam upaya penyediaan infrastruktur untuk kepentingan umum.
Dasar hukum mengenai KPBU tertuang dalam Perpres No.38 Tahun 2015 tentang Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha dalam Penyediaan Infrastruktur.
Meski begitu, skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha sejatinya sudah dipraktekkan sejak masa orde baru.
Pada masa itu, KPBU digunakan sebagai sumber pendanaan berbagai pembangunan infrastruktur seperti jalan tol.
Kemudian, pada tahun 1998, skema pendanaan pembangunan infrastruktur ini semakin berkembang dan berganti menjadi Kerjasama Pemerintah Swasta (KPS).
Sementara, penggunaan nama “KPBU” sendiri berlaku setelah terbitnya Perpres 38/2015.
Dalam Perpres tersebut juga dijelaskan mengenai lembaga-lembaga yang berperan dalam pelaksanaan KPBU, antara lain:
Selain lembaga-lembaga tersebut, program KPBU juga melibatkan berbagai badan dan lembaga lainnya.

Pendanaan pembangunan yang bersumber dari KPBU memiliki beragam skema.
Khusus IKN, ada dua skema KPBU yang diterapkan, yakni KPBU tarif dan KPBU availability payment.
Dalam pembangunan IKN, KPBU menjadi salah satu skema pembiayaan yang diprioritaskan.
Maka itu, melalui skema ini, diharapkan ke depannya dukungan untuk pembangunan IKN menjadi semakin maksimal.

Ada sejumlah proyek pembangunan fasilitas dan infrastruktur di IKN yang sumber dari KPBU.
Salah satunya adalah pembangunan pemukiman di Kawasan Ibu Kota Nusantara (KIKN).
Terdapat dua proyek penunjang yang akan dibangun di KIKN, di antaranya Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL).
Kedua proyek tersebut saat ini masih dalam persiapan.
Sebelumnya, dana dari KPBU juga turut digunakan untuk membangun proyek pembangunan rumah susun ASN.
KPBU juga turut digunakan dalam mendanai sejumlah proyek di sekitar IKN, mulai dari pembangunan SPAM Regional Kalimantan Timur hingga Bendungan lambakan di Kabupaten Paser.
Itulah ulasan mengenai KPBU yang menjadi salah satu sumber pendanaan pembangunan Ibu Kota Nusanrara.
Baca informasi selengkapnya terkait IKN melalui Rumah123 karena #SemuaAdaDisini.
Jadwal pindah Aparatur Sipil Negara (ASN) ke Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali diuji oleh pemerintah.
Sebelumnya, sempat dikabarkan bahwa perpindahan ASN ke IKN akan dilakukan secara bertahap mulai September 2024.
Rencananya, bakal ada 38 kementerian atau lembaga yang akan boyongan ke IKN pada bulan ini.
Hanya saja, melalui berbagai pertimbangan, pemerintah menunda rencana pemindahan ASN tersebut.
Pertanyaan yang kemudian mencuat, kapan ASN pindah ke IKN?
Untuk mengetahui jawabannya, yuk simak ulasannya di bawah ini!

Sejauh ini, pemerintah belum bisa memberikan kepastian terkait jadwal ASN pindah ke IKN.
Kendati demikian, Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) sempat memberi kisi-kisi mengenai hal tersebut.
Setidaknya ada dua aspek yang tengah dimatangkan oleh pemerintah sebelum benar-benar memindahkan ASN ke IKN, yakni:
Dilansir dari Kompas.com, Presiden Jokowi mengakui bahwa pemindahan ASN ke IKN bukanlah perkara sederhana.
Artinya, ada banyak hal yang harus dipikirkan dan dipersiapkan oleh pemerintah, termasuk soal kesiapan fasilitas dan infrastruktur pendukungnya.
Saat ini, pembangunan IKN masih masih berproses.
Sejumlah fasilitas dan infrastruktur pendukung di IKN memang sudah tersedia, tetapi belum semuanya siap untuk digunakan.
Karena itu, proses pemindahan ASN akan terlebih dahulu menunggu rampungnya seluruh fasilitas beserta infrastruktur pendukungnya.
Selain fasilitas dan infrastruktur, Presiden Jokowi juga menyinggung soal ekosistem besar yang dapat menunjang kehidupan dan aktivitas di IKN.
Dengan kata lain, kepindahan ASN juga akan menunggu terbentuknya sebuah ekosistem masyarakat yang baik dari sisi ekonomi, sosial, dan budaya.

Meski jadwal boyongan ASN belum dapat dipastikan, tetapi Presiden Jokowi dikabarkan akan mulai berkantor di IKN mulai 10 September hingga 19 Oktober 2024.
Melihat rentang waktunya, kemungkinan besar Jokowi akan berkantor hingga berakhirnya masa jabatan sebagai presiden republik Indonesia.
Seperti diketahui, masa jabatan Jokowi sebagai presiden RI akan berakhir pada 20 Oktober 2024.
Selama berkantor di IKN, ada sejumlah giat atau agenda yang akan dilakukan Jokowi, di antaranya rapat dengan menteri Kabinet Indonesia Maju hingga bertemu dengan tamu negara.
Agenda yang dilakukan Jokowi di IKN hampir mirip dengan kegiatan yang dilakoninya di Istana Kepresidenan Jakarta.
Bedanya, akan ada peletakan batu pertama (groundbreaking) tanda dimulainya pembangunan sejumlah sarana prasarana di IKN.
Lebih lanjut, Jokowi juga akan tetap melakukan kunjungan kerja ke sejumlah daerah.
Itulah update terbaru mengenai proses pemindahan ASN ke IKN.
Baca informasi selengkapnya terkait IKN melalui Rumah123 karena #SemuaAdaDisini.
Pemerintah melakukan modifikasi cuaca demi mempercepat proses pembangunan infrastruktur dan fasilitas umum di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Salah satu pembangunan yang sedang dikebut saat ini adalah Bandara VVIP IKN.
Bahkan, modifikasi cuaca akan dilakukan menjelang berkantornya Presiden Joko Widodo di IKN, mulai dari 10 September sampai 19 Oktober 2024.
Menurut Plt Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati, uji coba modifikasi cuaca sudah sempat dilakukan pada tanggal 4 Juli sampai 31 Agustus 2024.
Dari kegiatan tersebut Dwikorita Karnawati mengklaim, tingkat keberhasilan modifikasi cuaca yang dilakukan oleh BMKG mencapai 93%.
Selain mempercepat pembangunan dan proses pemerintahan, modifikasi cuaca sejatinya dilakukan demi mencegah terjadinya bencana di kawasan Nusantara.

Foto: Dok/BMKG RI
Mengutip laman bmkg.go.id, setidaknya ada beberapa metode modifikasi cuaca yang dilakukan oleh BMKG di wilayah Ibu Kota Nusantara.
Beberapa metode tersebut meliputi pembentukan awan dan pengendalian curah hujan melalui teknik-teknik ilmiah yang sudah teruji efektif.
Tidak main-main, untuk memodifikasi cuaca, pemerintah melibatkan 3-5 pesawat untuk menaburkan garam dan kapur di atas langit IKN.
Contohnya seperti modifikasi cuaca menjelang berkantornya presiden pada awal September 2024, pemerintah setidaknya mengerahkan tiga pesawat dari Posko Samarinda dan TNI AU Balikpapan.
Kapan modifikasi cuaca dilakukan? Waktunya tergantung dari keberadaan awan hujan.
Dalam konteks menjelang berkantornya presiden di IKN, modifikasi cuaca dilakukan saat malam hari.
Pasalnya, saat itu awan hujan terbawa angin menuju beberapa daerah di Kalimantan Timur, seperti Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara, dan Kabupaten Kutai Kartanegara.
Supaya awan hujan tidak pecah ke daratan, maka proses memodifikasi cuaca perlu dilakukan.
Pihak BMKG juga menekankan, upaya modifikasi cuaca di sekitar IKN tidak berdampak buruk pada manusia dan hewan di sekitarnya.
Pasalnya, metode modifikasi cuaca ini menggunakan bahan-bahan alami seperti garam dan kapur.
Demikianlah proses dan metode modifikasi cuaca di Ibu Kota Nusantara yang menarik untuk diketahui.
Baca informasi selengkapnya terkait IKN melalui Rumah123 karena #SemuaAdaDisini.
Dalam rangka mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai perkembangan pembangunan Ibu Kota Nusantara, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, beserta timnya melakukan kunjungan kerja ke IKN pada Jumat (6/9/2024). Kunjungan ini dilakukan sebagai upaya untuk mempersiapkan segala keperluan komunikasi dan informasi yang dibutuhkan untuk mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Hasan menjelaskan bahwa tujuan kegiatan kunjungan kerja ke IKN ini adalah membantu Presiden dalam hal komunikasi dan memudahkan masyarakat mendapatkan informasi mengenai kebijakan pemerintah.
Pasalnya, tambah Hasan, dalam kepemimpinan selanjutnya, ia dan jajarannya akan menghadapi tantangan dalam memberikan informasi publik seluasnya mengenai 8 Asta Cita, 17 program prioritas, dan 8 program aksi cepat, dan salah satunya adalah keberlanjutan IKN.
Saat kunjungan kerja ke IKN, Kepala KKK didampingi oleh Staf Khusus Bidang Komunikasi Publik Otorita IKN/Juru Bicara, Troy Pantouw serta dari Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Kalimantan Timur, Kementerian PUPR.
Beberapa lokasi yang dikunjungi antara lain Istana Garuda, Istana Negara, Taman Kusuma Bangsa, Sumbu Kebangsaan (Plaza Seremoni, Plaza UMKM, Forest Trail), Kantor Media di HPK (Antara, TVRI, dan RRI), Command Centre, Swissotel Hotel Nusantara, Embung MBH, Rumah Susun ASN, Rumah Teknologi Nusantara.
Bukan hanya mengunjungi lokasi-lokasi itu, Hasan juga melakukan uji coba Autonomus Rail Transit (ART).
Hasan Nasbi menjelaskan bahwa tujuan utama kunjungan ini adalah untuk melakukan evaluasi langsung terhadap perkembangan pembangunan Ibu Kota Nusantara.
“Kami ingin melihat secara langsung sejauh mana progres pembangunan IKN telah dicapai dan bagaimana perkembangannya saat ini. Hal ini penting bagi kami untuk mendapatkan gambaran yang akurat tentang kondisi di lapangan,” ucap dia.
Perlu diketahui progres pembangunan tahap pertama IKN per 29 Agustus 2024 telah mencapai 92,1 persen.
“Memang masih tahap awal, tapi sangat impresif, pembangunan Istana Garuda, pemanfaatan ruangan di sana, Istana Negara, berbagai ruang hijau dan embung menurut saya filosofis pembangunannya keren sekali,” kata Hasan.
Ia menilai, capaian ini menujukkan harapan untuk pembangunan IKN ini sangat baik.
“Ke depan menurut saya akan sangat banyak masuk sektor swasta mendukung percepatan pembangunan IKN, jadi tidak hanya pemerintah yang membangun ke sini. IKN cocok untuk diibaratkan kota yang membawa kebahagiaan,” tukas ia.
Staf Khusus Bidang Komunikasi Publik Otorita IKN dan Juru Bicara IKN, Troy Pantouw juga menuturkan pihaknya akan terus mengawal dan berkoordinasi erat dengan KKK serta stakeholder lainnya.
“Kami merasa terhormat menerima kunjungan pertama Tim Kantor Komunikasi Kepresidenan ke IKN sehingga bisa tahu langsung dan merasakan atmosfir pembangunan IKN yang sangat masif. Tentu kami akan berkomunikasi erat agar kebijakan-kebijakan Presiden, yang salah satunya IKN sebagai prioritas penting pemerintah, dapat terinformasi ke masyarakat secara baik,” tuturnya.
Troy menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kerja sama yang baik dan dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk media dan komunitas, dalam menyebarluaskan informasi mengenai pembangunan Ibu Kota Nusantara.
***
Semoga bermanfaat, ya.
Baca informasi selengkapnya terkait IKN melalui Rumah123 karena #SemuaAdaDisini.
***sumber foto: Humas Otorita IKN
Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur Akmal Malik memandang pembukaan penerbangan Starlux Airlines rute Jakarta–Taipei dan Taipei–Jakarta akan memberikan kemajuan bagi sektor pariwisata di Kalimantan Timur. Continue reading “Starlux Airlines Buka Rute ke Indonesia, Diharapkan Mendorong Pariwisata Kalimantan Timur”
Belum banyak yang tahu, ternyata ada ruang terbuka hijau di sayap Istana Garuda IKN. Seperti apa bentuknya?
Continue reading “Menilik Ruang Terbuka Hijau di dalam Sayap Istana Garuda IKN”
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menekankan pentingnya posisi Jakarta sebagai kota MICE Internasional (MICE), khususnya setelah Jakarta tidak lagi berstatus sebagai ibu kota negara (IKN).
Continue reading “Jelang Lepas Status IKN, Jakarta Fokus Menjadi Kota MICE Internasional”

